cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,473 Documents
PENGARUH PEER SUPPORT GROUP DENGAN MODEL KEPERAWATAN KOLCABA TERHADAP TINGKAT KECEMASAN LANSIA DENGAN DIABETES MELITUS TIPE II DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TALANG PANGERAN Nopriani, Yora; Hawa, Septaria
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28736

Abstract

Lansia dengan Diabetes Melitus Tipe II selain memepunyai keluhan fisik, Juga menunjukkan keluhan psikologis yaitu Kecemasan. Untuk itu, penanganan Lansia dengan Diabetes Melitus Tipe 2 hendaknya bukan berfokus pada aspek fisik, namun juga psikologis. Konsep Toeri kenyamanan Kolcaba adalah teori keperawatan yang mengedepankan kenyamanan yaitu intervensi yang menggunakan support group dengan tujuan agar lansia dengan Diabetes Melitus Tipe 2 dapat sharing pengalaman, berbagi informasi, saling belajar dan menguatkan sesama penderita. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Support Group dengan model keperawatan Kolcaba terhadap tingkat kecemasan Lansia dengan Diabetes Melitus Tipe2. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian pra eksperimental dengan pendeketan One-group pre and post test design. Populasi penelitian ini adalah semua lansia di wilayah kerja Talang Pangeran berjumlah 90 0rang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan sampel sebanyak 16 responden yang merupakan lansia dengan diabetes melitus tipe 2. Tingkat kecemasan di ukur dengan menggunakan kuisioner Hamilton Rating Scale for Anxiety (HARS). Data kemudian dianalisa menggunakan uji statistik paired sample test. Terdapat pengaruh yang signifikan support group dengan model keperawatan kolcaba terhadap penurunan kecemasan lansia dengan diabetes Melitus tipe 2 (p value :0,002). Peer support Group dengan model keperawatan kolcaba dapat menjadi salah satu terapi non farmakologi
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING USIA BALITA > 6 -59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKEMAS ULEE KARENG KOTA BANDA ACEH Afni, Nur; Ramadhaniah, Ramadhaniah; Amin, Fauzi Ali
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28745

Abstract

Stunting adalah masalah jumlah nutrisi kronis yang disebabkan oleh asupan nutrisi yang jumlah bagian dalam masa cukup waktu lama yang tidak sependapat dengan kebutuhan nutrisi. Indonesia sempat menempati peringkat kedua tertinggi prevalensi stunting balita se-Asia Tenggara pada tahun 2020 dengan persentase sebesar 31,8 persen. Dan provinsi aceh, SSGI 2022 terdapat 5 kabupaten dengan angka stunting tertinggi yaitu kota Subulussalam (47,9%), sedangkan Kota Banda Aceh menempati urutan ke 13 angka stunting di kabupaten/kota di Aceh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan akses pelayanan kesehatan antenatal care pengetahuan ibu dukungan keluarga dengan kejadian stunting usia balita >6- 59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Ulee Kareng Kota Banda Aceh tahun 2023. Penelitian ini dilakuakan dengan metode Kuantitatif degan desain Case Control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai balita usia 6-59 bulan diwilayah kerja puskesmas Ulee Kareng Kota Banda Aceh tahun 2023 dengan jumlah populasi 1073 ibu yang mempunyai balita.pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Proportional Sampling.Pengumpulan data dilakukan dari tanggal 6 Desember - 3 Januari 2024 menggunakan kuesioner melalui wawancara. Analisis data menggunakan Uji statistic Chi-square dengan program computer SPSS 25. Hasil penelitian berdasarkan analisis univariat menunjukkan responden kasus dan control 50%, akses pelayanan kesehatan mudah 52.5%, antenatal care standar 51.5%, pengetahuan baik 57.5%, dukungan keluarga kurang mendukung 59.5%. hasil analisis bivariate menunjukkan ada hubungan Akses pelayanan Kesehatan ( p=0,034),antenatal Care(p=0,016), Pengetahuan ibu (p=0.032), Dukugan Kleuarga (p= 0.031). Dengan Kejadian Stunting Usia Balita >6-59 bulan diwilayah kerja puskesmas ulee kareng kota banda acwh tahun 2023.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN TERAPI GUIDED IMAGERY UNTUK MENGURANGI TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN SKIZOFRENIA DI PUSKESMAS KERAMASAN PALEMBANG Putra, Riko Sandra; Italia, Italia; Lestari, Rika
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28753

Abstract

Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO), skizofrenia menyerang lebih dari 23 juta orang di seluruh dunia tetapi tidak biasa seperti banyak gangguan mental lainnya. Kecemasan pada penderita skizofrenia sering muncul dengan berbagai perilaku yang tidak dapat dikontrol dengan baik. Cara sederhana dan efektif untuk mengelola gejala kecemasan atau stress adalah melalui teknik relaksasi. Teknik rileksasi yang banyak digunakan salah satu nya adalah teknik guided imagery. Tujuan penelitian ini adalah diketahui efektivitas pemberian terapi guided imagery untuk mengurangi tingkat kecemasan pada pasien skizofrenia di Puskesmas Keramasan  Palembang tahun 2024. Metode penelitian menggunakan desain penelitian one group pre test and post test design. Populasi pada penelitian ini adalah semua pasien skizofrenia yang ada di Wilayah Puskesmas Keramasan Palembang menggunakan metode accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 20 responden. Hasil penelitian didapatkan distribusi frekuensi tingkat kecemasan pasien skizofrenia sebelum dilakukan terapi guided imagery sebagian besar mengalami kecemasan berat sebanyak 8 responden (40%), sedangkan setelah dilakukan terapi guided imagery sebagian besar mengalami kecemasan sedang sebanyak 8 responden (25%). Hasil uji statistik didapatkan ada perbedaan tingkat kecemasan pada pasien skizofrenia sebelum dan setelah diberikan terapi guided imagery di Puskesmas Keramasan  Palembang Tahun 2024 dengan nilai p.value =0,000 < 0,05. Saran diharapkan kepada petugas kesehatan di Puskesmas Keramasan Palembang, dapat meningkatkan pelayanan kepada pasien skizofrenia dalam mengatasi kecemasan selain menggunakan pengobatan farmakologi yang telah diterapkan selama ini diharapkan petugas dapat menggunakan alternatif pengobatan non farmakologi seperti memberikan terapi guided imagery.
PENGETAHUAN TENTANG PENDIDIKAN SEKS USIA DINI DALAM PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL ANAK PRASEKOLAH Putinah, Putinah; Afriyani, Rahmalia; Fatriansari, Asih; Desvitasari, Helsy; Pahrul, Dedi; Firmansyah, M. Ramadhani; Syafei, Abdul; Apriani, Apriani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28766

Abstract

Pendidikan seks merupakan bagian penting dalam mendidik anak, saat ini tidak lagi dipandang tabu memberikan informasi mengenai pendidikan seks. Namun tidak semua orangtua merasa nyaman untuk menyampaikan informasi atau menjawab pertanyaan anak mengenai pendidikan seks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan orangtua tentang Pendidikan seks anak usia dini dalam pencegahan kekerasan seksual pada anak prasekolah. Penelitian ini menggunakan desain Cross sectional dengan pendekatan. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh orangtua/wali anak prasekolah yang menjadi siswa di PAUD Al-Hidayah Palembang berjumlah 32 orang responden. Tehnik pengambilan sampel dengan teknik Total sampling. Analisa data dilakukan secara analisa univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan analisa bivariat dengan uji statistik. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan pendidikan seks usia dini yang baik yaitu 22(68.8%) responden dan upaya pencegahan kekerasan seksual yang baik 21( 65,5%) lebih lanjut uji bivariat menunjukan hasil bahwa nilai p-value 0.008 yang menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang Pendidikan seks usia dini dengan upaya pencegahan kekerasan seksual pada anak usia prasekolah di PAUD AL-hidayah PAlembang. Disarankan kepada PAUD Al-hidayah untuk dapat menyelenggarakan kegiatn promosi kesehatan dalam bentuk edukasi tentang Pendidikan seks usia dini dalam pencegahan kekerasan seks pada anak secara terjadwal satu kali dalam satu bulan.
ANALISIS KEJADIAN POSTPARTUM PADA PELAYANAN PERSALINAN (ANALISIS DATA SAMPEL BPJS KESEHATAN 2022) Anggraeni, Vira; Nurwahyuni, Atik
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28767

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana mutu pelayanan kesehatan ibu dilihat dari rasio persalinan normal dan rasio persalinan sectio caesarea serta persalinan yang diikuti dengan adanya gangguan postpartum. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional menggunakan data sekunder yaitu data sampling BPJS Kesehatan tahun 2022. Data yang dianalisis merupakan data peserta yang mendapatkan pelayanan persalinan serta mengalami gangguan post partum dengan menggunakan kode diagnosa berdasar International Classification Disease(ICD) X tahun 2010, sampel diambil dengan metode stratified random sampling. Penelitian menunjukkan bahwa persalinan tahun 2022 sebanyak 1.062.351 atau 66,1% secara sectio caesarea dan 544.904 atau 33,9% adalah persalinan normal. Gangguan post partum ditemukan pada persalinan normal sebanyak 14.173 atau 2,6% dan pada persalinan secara sectio  caesarea didapatkan gangguan post partum sebanyak 4.049 atau 0,4%. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kejadian gangguan post partum berhubungan signifikan dengan cara persalinan, segmen peserta, kepemilikan faskes, severity level atau tingkat keparahan peserta saat rawat inap di rumah sakit, kelompok LOS( Length of stay), kelompok usia dan wilayah regional. Gangguan postpartum pada persalinan normal paling banyak disebabkan oleh retensio plasenta dan perdarahan. Meskipun gangguan post partum lebih sedikit terjadi pada persalinan sectio caesarea bukan berarti persalinan sectio caesarea lebih baik dari persalinan normal karena tindakan sectio caesarea pertama kali akan meningkatkan kejadian ruptur uteri, plasenta previa atau akreta, dan bahkan kehamilan ektopik dimana semua komplikasi yang dapat mempengaruhi kehamilan berikutnya.
PEMBERIAN DIET TINGGI KALORI TINGGI PROTEIN RENDAH SERAT PADA PASIEN DEWASA DENGAN GASTROENTERITIS AKUT, HIV DAN DIARE AKUT Nasution, Annisa Zahra; Radana, Vemberian Zetia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28769

Abstract

Gastroenteritis akut (GEA) adalah suatu peradangan pada permukaan mukosa lambung yang akut dengan tanda dan gejalanya adalah diare. Infeksi gastroenteritis lebih berisiko pada seseorang yang memiliki daya tahan tubuh lemah karena kondisi tertentu, seperti HIV/AIDS. HIV adalah virus yang dapat menyerang dan menurunkan sistem kekebalan tubuh manusia sehingga menyebabkan munculnya kumpulan berbagai gejala penyakit yang disebut AIDS. Kondisi GEA yang disertai dengan HIV/AIDS membuat tubuh manusia menjadi lemah akibat kekurangan cairan dan nutrisi. Studi kasus ini memiliki tujuan untuk memberikan gambaran secara jelas mengenai asuhan gizi klinis pada pasien dengan diagnosis medis Gastroenteritis (GEA), HAD/HIV, dan diare akut. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah studi kasus yang dilakukan pada populasi yakni satu pasien rawat inap Rumah Sakit X di Kota Surabaya. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data diantaranya data rekam medis pasien (pemeriksaan antropometri, biokimia, dan fisik klinis), 24 hour food recall, dan food weighing. Berdasarkan hasil pengamatan dan intervensi selama 3 hari dengan pasien, didapati hasil bahwa pasien telah mencapai target yang ditetapkan untuk mencukupi kebutuhan hariannya sesuai dengan penyakit yang diderita. Meskipun asupan makan pasien telah membaik, namun pemberian makan kepada pasien tergolong fluktuatif. Maka dari itu, pemberian diet TKTP RS telah disesuaikan dengan kondisi untuk mencegah keparahan masalah penyakit pasien. Diharapkan perkembangan kondisi pasien dapat membaik setelah keluar rumah sakit dan pasien dapat terus menerapkan asuhan gizi yang telah diberikan kepada pasien.
ANALISIS PELAYANAN PASIEN RAWAT JALAN DI POLI OBGYN RUMAH SAKIT DALAM UPAYA PENINGKATAN KUALITAS LAYANAN DAN KEPUASAN PASIEN (SERTA KELUARGA PASIEN) : LITERATURE REVIEW Cahyani, Winda Dwi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28774

Abstract

Pelayanan kesehatan pada rumah sakit memiliki standar yang termuat dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM) Rumah Sakit. Pelayanan rumah sakit yang baik menjadi kunci akan penilaian kualitas juga kepuasan pasien (beserta keluarga pasien) baik pada rawat jalan maupun rawat inap rumah sakit. Tak terkecuali pada Unit Poliklinik Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) yang ada, kepuasan akan pelayanan yang diberikan akan berpengaruh terhadap kesuksesan maupun kegagalan pelayanan rumah sakit. Penelitian bertujuan untuk menganalisis implementasi pemberian pelayanan pada pasien rawat jalan di poli obstetri dan ginekologi (obgyn). Metode penelitian yakni studi kepustakaan atau literature review dari jurnal-jurnal sumber terpercaya kemudian dilakukan telaah mendalam. Peninjauan dan penelusuran kepustakaan artikel pada beberapa database online, terpilih 5 (lima) artikel penelitian yang dirasa sesuai topik, kriteria, dan relevan untuk dilakukan analisis lebih dalam mengenai topik penelitian. Telaah studi yang telah dilakukan memperlihatkan bahwa RATER menjadi dasar dalam penilaian service quality dan hubungannya dengan kepuasan juga loyalitas pasien khususnya pada poli Obgyn di rumah sakit. Hasilnya, aspek-aspek yang kurang memuaskan bagi pasien ada pada dimensi emphaty yang dirasa kurang dapat menempatkan dalam posisi sebagai pasien, dimensi assurance sebagai dimensi pemberi jaminan akan keamanan, keselamatan, juga kepercayaan pasien terhadap perawatan yang akan rumah sakit berikan, kemudian reliability atau kesesuaian antara janji yang ditawarkan dengan kenyataan pelayanan. Kesimpulannya, implementasi pelayanan rumah sakit secara keseluruhan telah menunjukkan kepuasan dan hanya pada beberapa dimensi yang diperlukan perbaikan dan peningkatan.
PROSES ASUHAN GIZI TERSTANDAR PASIEN DIABETES MELLITUS DENGAN PENYAKIT GINJAL KRONIS STADIUM V Christy, Aprillia Betany; Mahmudiono, Trias
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28780

Abstract

Diabetes mellitus adalah penyakit kronis yang kompleks dan sering disebut sebagai ‘silent killer’. Salah satu dampak dari penyakit ini yaitu kerusakan jangka panjang pada organ ginjal, seperti penyakit ginjal kronis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil implementasi proses asuhan gizi terstandar (PAGT) dan pemberian diet DM B2 RG pada pasien diabetes mellitus, PGK stadium V, sindroma geriatri, low intake, susp. pneumonia, dan asidosis metabolik. Studi kasus ini dilakukan selama tiga hari berturut-turut pada bulan November 2023 terhadap pasien rawat inap di RS X Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan jenis observasional analitik. Data yang diperoleh mencakup data identitas pasien, asupan makan, antropometri, biokimia, fisik klinis, serta hasil monitoring dan evaluasi yang didapatkan melalui food recall, food record, wawancara, pengukuran, dan rekam medis pasien. Hasil pengamatan selama tiga hari menunjukkan bahwa mayoritas asupan zat gizi pasien belum mencapai kriteria minimal yakni 90% dan masih tergolong defisit berat. Hasil pemeriksaan biokimia menunjukkan sebagian besar indikator telah mengalami penurunan atau peningkatan dari data asesmen, meskipun belum mencapai nilai normal. Hasil pemeriksaan fisik klinis menunjukkan adanya perbaikan, walaupun pasien tetap dikategorikan dalam hipertensi stadium II dan masih mengalami batuk berdahak hingga hari ketiga proses monitoring. Oleh karena itu, diperlukan pengkajian dan evaluasi gizi secara berkala sesuai dengan kondisi pasien untuk memastikan pemberian makanan yang tepat dan mengoptimalkan asupan gizi pasien.
ANALISIS DISTRIBUSI DOKTER SEBAGAI TENAGA KESEHATAN DI PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2022 Rafli, Mohammad Maliki
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28786

Abstract

Pemerataan distribusi SDM Kesehatan disesuaikan dengan kebutuhan ideal tiap wilayah baik pada pelayanan kesehatan tingkat pertama maupun tingkat lanjut. Indonesia rentan menghadapi masalah terkait distribusi tenaga kesehatan. Indonesia menghadapi tantangan dalam hal ini karena adanya variasi kondisi sosial-ekonomi, perbedaan kebijakan regional, dan kurangnya pengawasan nasional, terutama di daerah terpencil. Daerah yang lebih besar memiliki distribusi yang lebih seimbang karena aksesibilitas yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan terhadap sebaran dokter pada 38 kabupaten/kota di Jawa Timur seperti jumlah penduduk, persentase penduduk miskin, dan jumlah fasilitas pelayanan kesehatan (Puskesmas dan Rumah Sakit) sebagai bahan masukan pengambilan keputusan/kebijakan pihak-pihak terkait. Penelitian merupakan analisis data sekunder dengan unit analisis 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Analisis data menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian deskriptif dan analisis tabulasi silang untuk memberikan gambaran hubungan dengan variabel terkait. Hasil penelitian menunjukkan variasi distribusi dokter di Jawa Timur. Terdapat hubungan positif antara jumlah dokter dengan jumlah penduduk, kepadatan penduduk, jumlah rumah sakit, dan jumlah puskesmas. Hubungan dengan persentase penduduk miskin bervariasi dan memerlukan analisis lebih lanjut. Distribusi dokter lebih banyak terkonsentrasi di daerah dengan populasi besar dan fasilitas kesehatan yang lebih banyak. Pemerataan distribusi tenaga kesehatan memerlukan kebijakan yang lebih terfokus untuk daerah dengan aksesibilitas rendah.
PENGARUH JARAK TANGKI SEPTIK TERHADAP ADANYA PENCEMARAN BAKTERI PADA AIR SUMUR GALI: SEBUAH TINJAUAN LITERATURE Aida, Nafizah Nurul
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28789

Abstract

Air merupakan senyawa kimia dengan rumus H2O yang memiliki peran vital dalam kehidupan makhluk hidup. Dari 4 sumber daya air yang ada di Bumi, sumber daya air tanah adalah yang paling banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan air. Air sumur gali merupakan salah satu jenis air tanah yang masih umum digunakan oleh masyarakat hingga saat ini. Namun, keberadaannya rentan terhadap kontaminasi bakteri yang berasal dari limbah domestik atau kotoran manusia. Pada standar baku mutu kesehatan lingkungan (Permenkes No 3 Tahun 2023), kadar maksimum parameter wajib mikrobiologi air minum adalah Escherichia coli sebesar 0 CFU/100ml dan Total Coliform 0 CFU/100ml, sehingga sumur gali wajib mematuhi ketentuan yang diatur oleh pemerintah sebagaimana tercantum dalam Standar Nasional Indonesia (SNI) nomor 03-2916-1992. Oleh karena itu, sumur gali harus ditempatkan pada jarak minimal 10 meter dari sumber pencemaran seperti tangki septik, toilet, dan tempat pembuangan sampah. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur yang bertujuan untuk mengumpulkan, mengevaluasi, dan menyatukan informasi dari berbagai sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya. Hasil tinjauan literatur menunjukkan bahwa jarak septic tank dari sumur gali memiliki hubungan signifikan dengan keberadaan bakteri Coliform dan E. coli dalam air sumur gali dengan nilai p yang konsisten lebih kecil dari 0,05. Kesimpulan dari hasil dan pembahasan menyebutkan bahwa meskipun terdapat beberapa variasi dalam pengaruh jarak terhadap kontaminasi, keseluruhan bukti menegaskan bahwa jarak yang lebih dekat cenderung meningkatkan risiko kontaminasi bakteri. Variasi dalam beberapa hasil juga menunjukkan perlunya penelitian lebih lanjut untuk memahami faktor-faktor tambahan selain jarak yang dapat mempengaruhi hubungan terkait kontaminasi air sumur gali ini.