cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,473 Documents
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PELAKSANAAN INISIASI MENYUSUI DINI PADA IBU BERSALIN Amalia, Endra; Gusfani, Rahmi Santi; Andriani, Yessi; Delima, Mera
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.29601

Abstract

Inisiasi Menyusui Dini (IMD) adalah proses memulai menyusui sesegera mungkin setelah bayi lahir, idealnya dalam waktu satu jam pertama setelah kelahiran. IMD melibatkan kontak kulit ke kulit antara ibu dan bayi segera setelah kelahiran, yang memungkinkan bayi untuk secara alami mencari dan menemukan payudara ibu untuk menyusu (WHO., 2020). Menurut Riskesdas 2013, proses menyusui mulai terjadi pada 1-6 jam setelah kelahiran (35,2%) dan kurang dari 1 jam (inisiasi menyusui dini) sebesar 34,5%. Sedangkan proses menyusui terendah terjadi pada 7-23 jam setelah kelahiran yaitu sebesar 3,7%. Beberapa program dalam rangka penurunan angka kematian bayi adalah program inisiasi menyusui dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor pengetahuan, sikap dan dukungan tenaga Kesehatan yang berhubungan dengan pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini pada ibu bersalin di wilayah kerja Puskesmas Koto Tinggi Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional dengan menggunakan kuisionersebagai alat ukur. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 39 orang dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling. Hasil uji statistic untuk variabel  pengetahuan dan sikap didapatkan P value 0,000<0,05 artinya ada hubungan pegetahuan, sikap dengan pelaksanaan inisiasi menyusui  dini dan untuk variabel  dukungan tenaga Kesehatan didapatkan P value 0,001<0,05 artinya ada hubungan antara dukungan tenaga kesehatan dengan pelaksanaan inisiasi menyusui dini. Disarankan untuk pihak Puskesmas agar dapat meningkatkan pengetahuan ibu bersalin dengan cara memberikan edukasi inisiasi menyusui dini kepada ibu baik selama masa kehamilan atau sebelum persalinan serta membantu ibu saat proses persalinan untuk pelaksanaan inisiasi menyusu dini.
HUBUNGAN TINGKAT KECUKUPAN ZAT GIZI (E, P, L, K) DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK PRASEKOLAH Endriano, Firn Al Taftazani; Hakiki, Muchammad Insan Kharisma; Muniroh, Lailatul
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.29602

Abstract

Anak prasekolah memerlukan kondisi dan stimulasi yang sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Perhatian terhadap nutrisi dan pola makan yang tepat sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang anak. Namun, seringkali terdapat masalah kesulitan makan pada anak, seperti perilaku picky eater, yang berdampak pada status gizi anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara perilaku picky eater dengan status gizi pada anak prasekolah di Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross- sectional yang dilakukan pada bulan Juni tahun 2023. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 198 siswa dengan besar sampel sebanyak 64 siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik proportional random sampling. Pengumpulan data meliputi pengukuran antropometri dan pengisian kuesioner Child Eating Behaviour Questionnaire. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman Rank Correlation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 51,6% subjek memiliki perilaku picky eater. Sebagian besar subjek dalam penelitian ini memiliki status gizi yang tergolong berat badan normal dan gizi baik. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku picky eater dengan status gizi BB/U (p=0,018), namun tidak terdapat hubungan yang signifikan dengan status gizi IMT/U (p=0,105). Dapat disimpulkan bahwa semakin anak tidak memiliki perilaku picky eater, maka semakin tinggi Z-score status gizi (BB/U) pada anak prasekolah. Sebaiknya orang tua tetap mendukung proses tumbuh kembang anak secara optimal dengan cara memerhatikan pola makan dan asupan nutrisi anak.
THE INFLUENCE OF MINDFULNESS TRAINING WITH BREATHING MEDITATION IN REDUCING ANXIETY IN SCHIZOPHRENIA PATIENTS : CASE REPORT Nanda, Ginanjar Mukti; Arif Widodo
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.29628

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas terapi mindfulness terhadap gangguan persepsi sensori pada pasien skizofrenia dengan halusinasi pendengaran. Desain penelitian menggunakan pendekatan studi kasus di Rumah Sakit Jiwa Dr. Arif Zainudin Surakarta dengan subjek penelitian adalah seorang pasien yang mengalami gangguan tersebut. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi rekam medis pasien selama periode lima hari. Intervensi terdiri dari terapi farmakologis dan latihan fokus mindfulness. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien mengalami gangguan persepsi sensori berupa halusinasi pendengaran sebelum intervensi dimulai. Setelah lima hari intervensi, pasien menunjukkan perbaikan dengan respons afektif yang positif, peningkatan ketenangan, partisipasi aktif dalam aktivitas sehari-hari, dan peningkatan kesadaran terhadap gangguan pendengaran yang dialaminya. Dari hasil penelitian, terlihat bahwa terapi mindfulness dengan latihan fokus meditasi pernapasan efektif dalam mengatasi gangguan persepsi sensori pada pasien skizofrenia. Temuan ini menyoroti pentingnya pendekatan holistik dan non-farmakologis dalam menangani gejala skizofrenia, khususnya gangguan persepsi sensori. Implikasi dari temuan ini adalah bahwa terapi mindfulness dapat menjadi pilihan yang berharga sebagai bagian dari rencana perawatan jiwa pasien skizofrenia, karena tidak hanya membantu meredakan gejala tetapi juga meningkatkan respons afektif positif dan kesadaran diri pasien. Studi ini memberikan kontribusi penting dalam pemahaman tentang penggunaan terapi mindfulness untuk mengatasi gangguan persepsi sensori pada pasien skizofrenia, serta mendorong pengembangan metode terapi yang lebih beragam dan berorientasi pada kebutuhan individual pasien dengan gangguan mental serius.
ANALISIS HUBUNGAN ANTARA INDEKS MASSA TUBUH (BMI), KETIDAKPUASAN TUBUH DAN LINGKUNGAN SOSIAL TERHADAP PERILAKU DIET TIDAK SEHAT PADA GADIS REMAJA Nafisah, Iit Badiatun
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.29666

Abstract

Pengelolaan diet dan perilaku kontrol berat badan menjadi fokus utama dalam upaya menjaga kesehatan, terutama pada masa remaja yang sering kali diwarnai dengan perubahan fisik dan psikologis yang signifikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menginvestigasi dan menganalisis korelasi antara indeks massa tubuh (BMI), ketidakpuasan tubuh, dan lingkungan sosial dengan perilaku diet tidak sehat di kalangan gadis remaja. Melalui pemahaman yang lebih mendalam tentang hubungan antara ketiga faktor tersebut, diharapkan dapat ditemukan strategi intervensi yang efektif untuk mengatasi perilaku diet yang tidak sehat pada populasi ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis literatur, di mana kami mengumpulkan dan mengevaluasi berbagai studi terkait yang telah dilakukan sebelumnya dalam bidang ini. Data dari studi-studi tersebut kemudian dianalisis secara sistematis untuk mengeksplorasi pola hubungan antar variabel yang diteliti. Dari hasil analisis, kami menemukan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara BMI yang tinggi, tingkat ketidakpuasan tubuh, lingkungan sosial yang tidak mendukung, dan perilaku diet tidak sehat pada remaja perempuan. Temuan ini memberikan implikasi penting dalam pengembangan program intervensi yang bertujuan untuk memperbaiki perilaku diet dan meningkatkan kesehatan remaja. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi yang berharga dalam pemahaman tentang faktor-faktor yang memengaruhi perilaku diet pada kalangan remaja perempuan dan memberikan arahan untuk pengembangan strategi intervensi yang lebih efektif dalam mengatasi masalah ini. Diperlukan pemahaman yang holistik terhadap faktor-faktor ini untuk membantu remaja perempuan mengembangkan pola makan sehat dan memperbaiki hubungan dengan tubuh mereka.
HUBUNGAN SYMMETRICAL HAMSTRING FLEXIBILITY DENGAN KECEPATAN BERLARI PEMAIN FUTSAL FIA UB Raihan Anwar, Mohamad Iqbal; Irawan, Dimas Sondang; Rahmanto, Safun
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.29690

Abstract

Symmetrical hamstring flexibility merupakan kesimetrisan atau kesamaan antara fleksibilitas otot hamstring kanan dan kiri. simetris merupakan kesamaan antara objek kanan dan kiri yang seimbang. Pada saat berlari otot hamstring bekerja secara konsentrik dan eksentrik secara maksimal, sehingga seseorang jika mempunyai fleksibilitas otot hamstring yang baik antara kanan dan kiri akan membantu proses berlari dengan mendapatkan kecepatan optimal. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melihat hubungan symmetrical hamstring flexibility dengan kecepatan berlari pada pemain futsal FIA UB. Penelitian ini menggunakan observasional kuantitatif dengan metode cross sectional. Penelitian ini menggunakan konsep korelasi antara Symmetrical Hamstring Flexibility dan kecepatan berlari pada pemain futsal FIA UB. Variabel Symmetrical Hamstring Flexibility dengan variabel kecepatan berlari diukur dan diambil data secara bersamaan dalam satu waktu. Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah pemain futsal FIA UB yang berjumlah 24 orang. Variabel Symmetrical Hamstring Flexibility diukur menggunakan alat ukur Active Knee Extension (AKE), sedangkan variabel kecepatan berlari diukur menggunakan tes sprint 30 meter. hasil penelitian ini sejumlah 19 responden (79%) kategori usia dibawah 20 tahun. Nilai IMT sejumlah 22 responden (92%) kategori IMT normal. Nilai sprint sejumlah 20 responden (50%) dengan kategori sedang. Hasil dari uji pearson correlation dengan nilai (0,370)>(0,05) dan nilai signifikan (0,075)>(0,01). Berdasarkan hasil uji pearson correlation didapatkan bahwa tidak terdapat hubungan symmetrical hamstring flexibility dengan kecepatan berlari pada pemain futsal FIA UB.
ANALISIS RISIKO KECELAKAAN KERJA DENGAN METODE HIRARC PADA PEKERJAAN PEMOTONGAN BESI Putri, Ailsa Eka Luthfiandrea; Rupiwardani, Irfany; Subhi, Misbahul
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.29734

Abstract

Kejadian kecelakaan kerja di Indonesia berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan tahun 2023 sebanyak 347.855 kasus dari pekerja penerima upah, 19.921 kasus dari pekerja bukan penerima upah dan 2.971 kasus dari pekerja jasa konstruksi. Tingginya angka kecelakaan kerja dapat disebabkan oleh kecerobohan atau kurangnya penerapan keselamatan dalam bekerja. Pekerjaan dengan risiko tinggi seperti pekerjaan las potong atau oxy-cutting berisiko menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja seperti tergores, tertusuk, tertimpa, terkena percikan api dan lain sebagainya. Tujuan penelitian yaitu mengidentifikasi bahaya, mengidentifikasi tingkat risiko dan menganalisis pengendalian risiko. Metode yang digunakan yaitu metode HIRARC. Metode ini dipiilih karena mendetail pada setiap proses kerja sehingga pengendalian akan lebih spesifik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi dan sampel penelitian ini berjumlah 38 orang dengan metode pengambilan sampel yaitu total sampling. Instrumen penelitian yaitu kuesioner, lembar observasi, lembar rekapitulasi, alat tulis, kamera dan APD peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pekerjaan pemotongan besi teridentifikasi 59 potensi bahaya. Penilaian tingkat risiko didapati tingkat low risk 13,6%, moderate risk 59,3% dan high risk  27,1%. Pengendalian risiko kecelakaan kerja pada pekerjaan pemotongan besi diantaranya dengan eliminasi, substitusi, rekayasa teknik, adminitratif dan penggunaan APD. Risiko kecelakaan kerja pada pekerjaan pemotongan besi di Pasar Besi X dapat dicegah dengan melaksanakan rekomendasi pengendalian risiko sesuai dengan hierarki pengendalian risiko, serta tersedianya alat penunjang keselamatan dan kesehatan kerja pada pekerjaan yang terpapar panas api seperti APAR, Hydrant dan Kotak P3K.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DI GAMPONG LAMPULO BANDA ACEH Arief, Ilman; Ali Amin, Fauzi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.29736

Abstract

Hipertensi adalah penyakit kardiovaskular umum yang dikenal sebagai "the silent killer" karena sering tanpa gejala, menyebabkan penderita tidak menyadari kondisi mereka hingga terjadi komplikasi. Penelitian ini menggunakan desain descriptive analitik dengan pendekatan cross-sectional dan melibatkan 51 penderita hipertensi dewasa di Gampong Lampulo. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan wawancara dari tanggal 15-25 Januari 2024. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan program SPSS 21. Sebanyak 56.9% responden didiagnosis dengan hipertensi stage 1, sementara 60.8% berusia dewasa awal. Selain itu, 56.9% responden tidak merokok, 45.1% memiliki status gizi normal, 51.0% memiliki aktivitas fisik ringan, dan 54.9% memiliki pola makan baik. Hasil uji chi-square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara umur (p = 0,011), kebiasaan merokok (p = 0,010), status gizi (p = 0,006), aktivitas fisik (p = 0,002), dan pola makan (p = 0,004) dengan kejadian hipertensi di Gampong Lampulo. Dengan demikian, faktor-faktor tersebut berperan penting dalam kejadian hipertensi dan perlu diperhatikan dalam upaya pencegahan dan pengelolaan hipertensi di masyarakat.
PELAYANAN KESEHATAN TERINTEGRASI MELALUI JEJARING RUJUKAN BERKELANJUTAN SAMAWA (SUSTAINABLE REFERRAL MATERNAL & NEONATAL NETWORK) UNTUK MENURUNKAN ANGKA KEMATIAN IBU DAN BAYI BARU LAHIR DI KABUPATEN SUMBAWA Amijaya, Dedy Tesna; Yamin, Ahmad; Gunawan, Jasardi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.29751

Abstract

Inovasi SAMAWA (Sustainable Referral Maternal & Neonatal Network) merupakan sebuah inovasi di bidang pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk menurunkan tingginya angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat dengan cara membuat sistem jaringan rujukan yang terintegrasi dengan Grup Whatsapp. Tujuan dengan adanya inovasi SAMAWA dalam jangka pendek diharapkan dapat mengurangi tingginya baterai dan AKB di Sumbawa, sedangkan harapan untuk jangka panjang adalah SAMAWA dapat meningkatkan intregitas antar petugas kesehatan di Sumbawa meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam hal pengetahuan tentang kegawatdaruratan ibu dan bayi baru lahir. Penelitian ini menggunakan analisis kualitatif. Wawancara dilakukan terhadap beberapa pemangku kepentingan dalam inovasi SAMAWA antara lain pejabat dinas kesehatan, dokter, bidan IGD dan bidan rujukan. Teknik analisis eksplanatori dan triangulasi data dilakukan dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses inovasi SAMAWA dimulai dari identifikasi permasalahan yang terjadi di lingkungan sekitar, latar belakang terbentuknya inovasi, pengembangan ide inovasi menjadi ide yang dalam jangka pendek dapat menurunkan AKI dan AKB, implementasi inovasi di Kabupaten Sumbawa, proses evaluasi dan monitoring, serta proses difusi telah terlaksana dengan baik. proses inovasi SAMAWA telah berjalan cukup efektif. Faktor yang mempengaruhi inovasi SAMAWA terdiri dari komitmen politik, dan dukungan terhadap peningkatan kerjasama terpadu. Faktor yang perlu diperhatikan adalah perlunya Dokter Spesialis Anak juga turut serta melakukan pembinaan langsung ke Puskesmas dan meningkatkan kapasitas peralatan dan ruangan NICU.
GAMBARAN KADAR PROTEIN URIN DENGAN PASIEN HIPERTENSI : LITERATURE REVIEW Aris, Rismayana; Eka Yanti, Andi Kartini; Adnan, Endy
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.29774

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan utama yang berkontribusi terhadap penyakit kardiovaskular dan komplikasi lainnya. Hubungan pemeriksaan protein urine pada penderita hipertensi adalah salah satu akibat adanya gangguan pada ginjal. Tujuan dari tinjauan literatur ini adalah untuk melihat gambaran kadar protein urin dengan pasien hipertensi. Menggunakan metode literature review dengan prinsip Diagram Alir PRISMA. Artikel atau jurnal ilmiah diunduh dari PubMed, Portal Garuda, dan Google Scholar dengan standar SINTA IV dan V. Kata kunci dalam pencarian artikel ini yaitu gambaran kadar protein urin dengan pasien hipertensi. Didapatkan 146 artikel dalam hasil pencarian. Semua artikel diseleksi berdasarkan kriteria inklusi diperoleh 15 artikel penelitian yang akan di telaah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hipertensi merupakan faktor resiko terjadinya peningkatan kadar protein urin. Diharapkan penderita hipertensi secara rutin memeriksakan dan mengontrol tekanan darahnya, bila perlu melakukan pemeriksaan komplikasi hipertensi, untuk mengurangi faktor risiko salah satunya gangguan fungsi ginjal.
FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN RAWAT INAP TINGKAT LANJUT PASIEN BALITA DENGAN DIAGNOSIS PNEUMONIA : ANALISIS DATA SAMPEL BPJS KESEHATAN TAHUN 2022 Tuti, Devi Trias; Nurwahyuni, Atik
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.29793

Abstract

Pneumonia merupakan penyebab kematian utama pada masa post neonatal yaitu sebesar 14,4% kematian, dan penyebab kematian terbanyak kedua  setelah diare yakni sebesar 9,4% pada tahun 2021. Dengan diselenggarakannya Jaminan Kesehatan Nasional sejak tahun 2014, akses masyarakat terhadap layanan kesehatan diharapkan semakin meningkat. Pelayanan kesehatan masyarakat dapat berupa rawat jalan dan rawat inap yang dilakukan di FKTP dan FKRTL. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan rawat inap tingkat lanjut pasien balita peserta JKN dengan diagnosis pneumonia di Indonesia. Desain penelitian ini adalah cross sectional study menggunakan Data Sampel BPJS Kesehatan tahun 2022 yang merupakan tahun sampel 2015-2021, dan data Indeks kualitas udara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2021. Data dianalisis secara bivariat dan multivariat dengan metode Binary Regression menggunakan model Logit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan signifikan dengan pemanfaatan rawat inap pneumonia balita dengan nilai p value < 0,05 yaitu kategori umur balita, jenis kepesertaan, kelas rawat, dan Regional 2 terhadap regional lainnya, dan regional 5 terhadap regional lainnya. Variabel yang tidak berhubungan dengan pemanfaatan rawat inap pneumonia balita adalah adalah jenis kelamin, kabupaten kota tempat tinggal peserta, regional 3 terhadap regional lainnya, regional 4 terhadap regional lainnya, serta indeks kualitas udara.