cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
EDUKASI KESEHATAN MENGGUNAKAN BOOKLET TENTANG KEPATUHAN DIET PADA PASIEN DENGAN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI BANGSAL CEMPAKA RSUD DR. TJITROWARDOJO PURWOREJO Ali, Risaldi Ahmad; Yuliawan, Deny; Khusnia, Anindita Farda
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47618

Abstract

Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat. Kepatuhan terhadap diet diabetes merupakan salah satu pilar penting dalam manajemen DMT2 untuk mencegah komplikasi. Design penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus terhadap dua responden. Intervensi diberikan selama tiga hari menggunakan booklet, dengan pengukuran kepatuhan diet melalui kuesioner Perceived Dietary Adherence Questionnaire (PDAQ). Penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan kepatuhan diet. Pasien Ny.S mengalami peningkatan skor dari 30 menjadi 43 didukung keterlibatan keluarga. Pasien Ny.SM meningkat dari 25 menjadi 33 namun kurang signifikan karena tingkat pendidikan rendah dan kurangnya dukungan keluarga. Kesimpulannya, booklet efektif sebagai media edukasi terutama jika melibatkan peran keluarga.
HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN STRES KERJA PADA PEGAWAI TENAGA KESEHATAN DI PUSKESMAS KOTABUNAN Kasiuhe, Praysi; Palilingan, Richard Andreas; Manoppo, Jonesius Eden
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47637

Abstract

Beban kerja adalah sekelompok atau rangkaian kegiatan yang perlu diselesaikan di suatu perusahaan atau pemangku jabatan dalam kurun waktu tertentu. Stres kerja merupakan tekanan yang dapat timbul akibat beban kerja yang harus ditanggung oleh seseorang. Penelitian ini akan menggunakan jenis penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional yaitu menekankan pada waktu pengukuran/observasi dan variabel independent dan dependen hanya satu kali pada satu saat. Hasil pada penelitian ini, setelah dilakukan uji Korelasi terdapat hubungan yang signifikan antara Beban Kerja dan Stres Kerja dengan nilai p 0,000 (p<0,05) dan koefisien relasi r 0,472. Dari hasil penelitian ini pada Pegawai Tenaga Kesehatan di Puskesmas Kotabunan, diketahui bahwa Profesi Bidan dan Perawat secara konsisten menunjukkan tingkat beban kerja dan stres kerja yang tinggi, yang mengindikasikan perlunya perhatian khusus terhadap beban tugas dan kesejahteraan mereka. Tenaga kesehatan lainnya seperti Tenaga Kesehatan Masyarakat, Farmasi, dan Ners juga menunjukkan gejala beban dan stres kerja meskipun tidak sebanyak Bidan dan Perawat. Serta terdapat indikasi bahwa tingkat beban kerja berkorelasi dengan tingkat stres kerja, khususnya pada profesi yang memiliki intensitas dan tanggung jawab tinggi dalam pelayanan langsung kepada pasien. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang Hubungan Beban Kerja dengan Stres Kerja Pada Pegawai Tenaga Kesehatan di Puskesmas Kotabunan, maka dapat diambilkan kesimpulan bahwa terdapat hubungan antara beban kerja dengan stress kerja pada pegawai tenaga Kesehatan di Puskesmas Kotabunan.
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RSUD KUDUNGGA KAB. KUTAI TIMUR TAHUN 2024 MZ, Sariati; Taufiqurrahman, Muh; Simanullang, Raymon
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47693

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien rawat jalan terhadap pelayanan kefarmasian di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RSUD Kudungga Kab. Kutai Timur dan apakah sudah sesuai dengan waktu tunggu yang telah ditetapkan karena jika tidak sesuai maka bisa mengakibatkan penurunan pasien dan banyaknya complain yang bisa berpengaruh pada nama baik rumah sakit. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan secara cross sectional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan variabel penelitian responsiveness, assurance, tangible, empathy, dan reliability. Analisis data menggunakan analisis deskriptif yang terbagi atas analisis univariat dan bivariat yang bertujuan untuk menggambarkan data yang disajikan. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RSUD Kudungga sangat berpengaruh signifikan terhadap tingkat kepuasan pasien dengan nilai Pvalue = 0,000 dimana jika Pvalue < nilai 0,05 , maka ada hubungan yang signifikan antara variabel independent dan variabel dependen.
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN IBU DAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN STUNTING DI DESA BATU AMPAR Rahmawati, Dwi Husni; Ilmiah, Widia Shofa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47728

Abstract

Pendahuluan: Stunting adalah kondisi yang disebabkan oleh malnutrisi kronis akibat asupan nutrisi yang tidak mencukupi dalam jangka panjang yang disebabkan oleh penyediaan makanan yang tidak memadai. Tujuan: Untuk menetapkan bagaimana tingkat pendidikan ibu dan status gizi berkaitan dengan terjadinya stunting. Metode: Penelitian ini menggunakan strategi analitik cross sectional. Populasi dan ukuran sampel studi terdiri dari 30 responden, yang ditentukan melalui metode sampel acak dan tes statistik yang disebut Uji Chi-Square. Hasil: Tabel analisis Chi-Square memperlihatkan bahwa angka p untuk kedua variabel berada di bawah 0,05, yang mengindikasikan adanya hubungan antara keadaan gizi dan frekuensi stunting (p = 0,000), serta antara tingkat pendidikan ibu dan frekuensi stunting (p = 0,000). Kesimpulan: Terdapat korelasi yang penting antara prevalensi stunting di Desa Batu Ampar dengan keadaan gizi dan tingkat pendidikan. Kata kunci: Tingkat Pendidikan, Status Gizi, Stunting
STATUS ANEMIA MENYEBABKAN PENURUNAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS Widadi, Tri; Wantonoro, Wantonoro
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47801

Abstract

Gagal ginjal kronis (GGK) merupakan kondisi kerusakan ginjal struktural dan fungsional yang berlangsung lebih dari 3 bulan, menyebabkan penurunan fungsi ginjal secara progresif. Hemodialisis merupakan prosedur penting bagi pasien gagal ginjal kronis. Salah satu komplikasi GGK yang signifikan adalah anemia, yang dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara anemia dan kualitas hidup pada pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di RS PKU Muhammadiyah Bantul. Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 68 pasien yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Kualitas hidup diukur menggunakan kuesioner WHO-QoL Bref, sedangkan anemia ditentukan berdasarkan kadar hemoglobin yang diperoleh dari rekam medis pasien. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Rho untuk mengetahui hubungan antara variabel yang diteliti. Penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki kualitas hidup baik (100%, n=68). Tingkat anemia pasien gagal ginjal kronis sebagian besar berada pada kategori anemia sedang (47,1%, n=32), kategori anemia ringan (44,1%, n=30) dan 8,8% (n=6) memiliki anemia berat. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara anemia dan kualitas hidup pasien GGK yang menjalani hemodialisis (p=0,001). Status anemia dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis. Oleh karena itu, kolaborasi diperlukan untuk memastikan asupan makanan yang tepat dan berpotensi meningkatkan kadar hemoglobin. Perencanaan aktivitas yang disesuaikan dengan kapasitas fungsional pasien terkait dengan status anemia juga sangat direkomendasikan dalam asuhan keperawatan untuk mempertahankan kualitas hidup pasien.
PENGARUH SIMULASI BENCANA GUNUNG MELETUS TERHADAP KETERAMPILAN BALUT BIDAI PADA SISWA NEGERI 1 CANGKRINGAN Ananda Utami, Amelfi; Dewi, Ratih Kusuma; Muhaji, Muhaji
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47811

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Latar Belakang: Indonesia merupakan negara dengan tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana gunung meletus, termasuk wilayah Cangkringan di Sleman yang berada di lereng Gunung Merapi. Rendahnya keterampilan masyarakat, khususnya siswa, dalam menghadapi situasi darurat seperti cedera akibat bencana menjadi perhatian serius. Simulasi bencana sebagai metode pembelajaran praktis dinilai efektif untuk meningkatkan keterampilan pertolongan pertama seperti balut bidai. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh simulasi bencana gunung meletus terhadap keterampilan balut bidai pada siswa sma negeri 1 cangkringan. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan pre-eksperimental dengan one-group pre-test post-test design. Data dikumpulkan melalui teknik simple random sampling, dengan total responden 30 orang. Instrumen penelitian ini berupa lembar observasi keterampilan balut bidai. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil uji statistik Wilcoxon menunjukkan adanya peningkatan keterampilan balut bidai siswa secara signifikan setelah mengikuti simulasi, dengan nilai p sebesar 0,000 (p<0,05). Simpulan: Simulasi bencana gunung meletus efektif dalam meningkatkan keterampilan balut bidai pada siswa. Kata kunci: Simulasi bencana, Gunung meletus, Balut bidai, Keterampilan, Siswa SMA.
EFEKTIFITAS PENERAPAN LATIHAN SENAM KAKI DIABETIK MENGGUNAKAN BOLA TENIS TERHADAP SENSITIVITAS KAKI PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUD dr. SOEDIRAN MANGUN SUMARSO WONOGIRI Akhirana, Fadira Nindya; Widiastuti, Agung; Witriyani, Witriyani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47817

Abstract

Diabetes Melitus tipe 2 adalah penyakit metabolik yang memiliki manifestasi klinik berupa peningkatan kadar gula darah dikarenakan inuslin yang tidak adekuat serta dapat menimbulkan komplikasi jangka panjang yang terjadi pada orang dewasa sampai lansia, pasien penderita diabetes melitus mempunyai risiko 5 kali lebih besar mengalami ulkus kaki diabetik, sekitar 15% pasien diabetes melitus mengalami komplikasi berupa ulkus kaki diabetik akibat penurunan sensitivitas kaki. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen, one grub and post test tanpa kelompok kontrol, dengan menggunakan monofilament test  10 gr yang dilakukan selama 3 hari berturut – turut, dengan sampel 2 respoden di bangsal RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri. Berdasarkan hasil pengkajian, penegakan diagnosa intervesi, implementasi, dan evaluasi yang dilakukan peneliti ditemukan masalah keperawatan yaitu : Ketidakstabilan kadar glukosa darah, peneliti merencanakan manajemen hiperglikemia dengan mengimplementasikan senam kaki diabetes dengan menggunakan bola tenis dan monofilament test yang bertujuan untuk mengetahui senstivitas pada kaki responden, dan didapatkan terdapat peningkatan sejumlah 2 point setelah di lakukan penerapan senam kaki menggunakan bola tenis. Dari hasil penelitian yang di lakukan pada 2 responden menunjukkan bahwa Implementasi senam kaki menggunakan bola tenis dan monofilament test sangat berpengaruh terhadap peningkatan sensitivitas pada kaki penderita diabetes melitus tipe 2 di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri.
EVALUASI WESTGARD RULE JUMLAH ERITROSIT DAN LEUKOSIT DI LABORATORIUM KESEHATAN KOTA X Suhri, Yuyun Afida; Ratih, Woro Ummi; Anggraeni, Rosmita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47828

Abstract

Pemeriksaan hematologi adalah komponen penting dalam diagnostik dan pengelolaan penyakit. Pemeriksaan eritrosit dan leukosit merupakan bagian dari pemeriksaan hematologi yang berguna membantu menegakkan diagnosis anemia dan infeksi. Untuk memastikan ketepatan hasil pemeriksaan kedua parameter tersebut, diperlukan penerapan Quality Control (QC) dengan pemeriksaan bahan kontrol harian. Evaluasi QC hematologi umumnya hanya berdasarkan plotting pada grafik Levey-Jenning sehingga sulit diketahui adanya kesalahan acak maupun sistematik, maka dari itu diperlukan implementasi Westgard Rules. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi hasil QC pemeriksaan eritrosit dan leukosit menggunakan Westgard Rules di Laboratorium Kesehatan Kota X. Metode penelitian ini dengan desain deskriptif kuantitatif dari data sekunder hasil Quality Control pemeriksaan eritrosit dan leukosit dengan bahan kontrol low level dan normal level dari pihak ketiga alat Hematology Analyzer Sysmex XN 450 bulan November - Januari 2025. Hasil penelitian menunjukkan bias pemeriksaan eritrosit -0,20% (low level) dan 0,06% (level normal), sedangkan leukosit -0,09% dan 0,00%. Nilai CV eritrosit 2,67% dan 0,98% sedangkan leukosit 3,08% dan 2,2%. Hasil evaluasi grafik Levey Jennings dengan Westgard Rule memperoleh aturan 41s pada pemeriksaan eritrosit sedangkan pemeriksaan leukosit memperoleh aturan 12s (low level), 22s, 41s, dan 10x (level normal). Kesimpulan dari penelitian ini hasil QC pada pemeriksaan leukosit dan eritrosit memiliki akurasi dan presisi yang baik, kecuali presisi eritrosit low level yang melebihi batas maksimum. Evaluasi Westgard Rule mendeteksi kesalahan acak pada kontrol leukosit low level dan normal, serta kesalahan sistematik ditemukan pada kontrol eritrosit gabungan low level dengan level normal dan leukosit pada level normal.
THE ASSOCIATION BETWEEN THE COMPONENTS OF METABOLIC SYNDROME AND SENILE CATARACT IN MALANG REGENCY T. Putra, Hartawan; Handayani, Nina
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47867

Abstract

Katarak didefinisikan sebagai kekeruhan lensa kristalina yang merupakan penyebab utama kebutaan. Patofisiologi katarak pada sindrom metabolik (MetS) dapat disebabkan oleh 3 patomekanisme, yaitu stres oksidatif, ketidakseimbangan osmotik, dan glikasi protein non-enzimatik. Pada penelitian ini, kami menyelidiki hubungan antara risiko katarak dengan komponen MetS pada populasi 3 desa di Kabupaten Malang. Penelitian ini merupakan penelitian berbasis populasi cross-sectional retrospektif. Penelitian ini merupakan studi populasi yang dilakukan di 3 desa di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, yaitu Desa Mendalanwangi, Sidorahayu, dan Cepokomuylo. Uji korelasi Spearman digunakan untuk mengetahui hubungan antara MetS dengan kejadian katarak (data ordinal), sedangkan uji regresi logistik digunakan untuk mengetahui pengaruh yang paling dominan. Sebanyak 337 subjek dari 692 populasi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dimasukkan sebagai subjek penelitian. Uji variabel BMI menunjukkan nilai p=0,043 dengan OR=0,827. Uji variabel hipertensi menunjukkan nilai p=0,766 dengan OR=0,952. Hasil uji variabel GDP memiliki nilai p=0,294 dengan OR=0,798. Uji variabel HDL menunjukkan nilai p=0,613 dengan OR=1,092. Terakhir, uji variabel trigliserida menunjukkan nilai p sebesar 0,022 dengan OR sebesar 1,462. Terdapat hubungan yang signifikan antara BMI dan kadar trigliserida dengan kejadian katarak, dimana kadar trigliserida memiliki pengaruh yang lebih signifikan dibandingkan BMI dalam meningkatkan kejadian katarak. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tekanan darah, kadar gula darah puasa, dan kadar kolesterol HDL dengan kejadian katarak.
KETERLIBATAN REMAJA DAN DUKUNGAN SOSIAL DALAM KEGIATAN KARANG TARUNA TERHADAP KESADARAN DAN PERILAKU SEHAT Zainul Haq, Muhammad S. M.; Nidaul Haq, Tsalitsa Afifah; Ziha-ul Haq, Anni M. N.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47871

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang berada dalam fase perkembangan kritis, baik secara fisik, sosial, maupun psikologis. Di tengah tantangan gaya hidup modern, termasuk kecenderungan remaja yang lebih memilih aktivitas digital seperti game online dibandingkan kegiatan sosial, diperlukan peran organisasi berbasis komunitas seperti Karang Taruna dalam membentuk kesadaran dan perilaku hidup sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keterlibatan remaja dalam kegiatan Karang Taruna dan dukungan sosial terhadap kesadaran dan perilaku sehat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei korelasional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 254 remaja, dengan sampel sebanyak 100 orang berusia 17–30 tahun yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Instrumen penelitian berupa angket skala Likert. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan remaja dalam Karang Taruna memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap kesadaran dan perilaku sehat dengan nilai korelasi r = 0.637 (p < 0.01). Dukungan sosial juga menunjukkan hubungan yang lebih kuat terhadap kesadaran dan perilaku sehat, dengan nilai korelasi r = 0.701 (p < 0.01). Selain itu, keterlibatan dan dukungan sosial juga saling berkorelasi secara signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa keterlibatan aktif dalam organisasi sosial serta dukungan sosial yang kuat dari lingkungan sekitar berkontribusi positif terhadap pembentukan perilaku hidup sehat pada remaja