cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
PENERAPAN BREASTFEEDING FATHER TERHADAP KEBERHASILAN ASI EKSKLUSIF Retnawati, Shinta Ayu; Yuriati, Putri; Trisnawati, Yeti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47876

Abstract

Pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0 hingga 6 bulan memberikan manfaat luar biasa yang tidak dapat disaingi oleh makanan atau minuman apapun. ASI eksklusif bukan hanya sekedar memenuhi kebutuhan nutrisi fisik, tetapi juga berperan dalam membentuk fondasi kesehatan dan kecerdasan. Cakupan ASI eksklusif di Indonesia telah mencapai target program tahun 2023. Salah satu faktor yang diyakini turut menentukan keberhasilan program ini adalah breastfeeding father.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengevaluasi  pengaruh  penerapan breastfeeding father terhadap  keberhasilan  pemberian  ASI  Eksklusif  di  wilayah kerja Puskesmas Mekarbaru Kota Tanjungpinang.  Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan ibu menyusui sebagai responden. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Mekar Baru Kota Tanjungpinang. Populasi adalah pasangan suami istri yang mempunyai anak usia 6-12 bulan dengan sampel berjumlah 62 pasangan suami istri, dipilih dengan quota sampling. Pengumpulan data menggunakan instrument kuesioner. Analisis data dengan uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan penerapan breastfeeding father kategori baik sebesar 53,72% responden, lebih dari separuh (69,4%) responden berhasil memberikan ASI Eksklusif. Setelah dilakukan uji statistik diperoleh nilai p value = 0,002 yang berarti adanya hubungan antara penerapan breastfeeding father terhadap keberhasilan ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Mekar Baru Kota Tanjungpinang. kesimpulan ini menegaskan  bahwa  breastfeeding father memainkan  peran  penting  dalam  keberhasilan  menyusui  eksklusif.  Oleh karena itu, intervensi yang melibatkan suami dalam edukasi menyusui perlu ditingkatkan untuk mendukung keberhasilan program ASI eksklusif secara menyeluruh.
PENERAPAN BREAST CARE PADA IBU POST PARTUM TERHADAP KETIDAKEFEKTIFAN MENYUSUI DI RSUD DR SOEDIRAN MANGUN SUMARSO WONOGIRI Dewi, Febrianti Shinta; Witriyani, Witriyani; Ulkhasanah, Muzaroah Ermawati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47880

Abstract

Banyak ibu yang melahirkan tidak mengetahui manfaat ASI. Adapun manfaat ASI bagi bayi secara umum antara lain sebagai nutrisi, meningkatkan kecerdasan, meningkatkan jalinan kasih sayang, meningkatkan daya tahan tubuh. Ibu menyusui seringkali mengalami masalah seperti kurangnya produksi ASI, ketidaknyamanan saat menyusui dan bahkan cidera pada puting susu seperti putting masuk kedalam, retak dan nyeri. Salah satu upaya yang dapat diberikan adalah perawatan payudara atau breast care suatu tindakan untuk merawat payudara terutama pada masa kehamilan dan menyusui untuk memperlancar pengeluaran ASI. Tujuannya untuk mengetahui penerapan breast care pada ibu post partum terhadap ketidakefektifan menyusui di RSUD dr Soediran Mangun Sumarso Wonogiri. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan studi kasus dengan menggunakan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan dan evaluasi. Hasil intervensi breast care menggunakan kuesioner mendapatkan skor akhir 8 dengan kategori banyak sedangkan pengeluaran ASI setelah dilakukan breast care pada hari pertama Ny. A mengeluarkan 70 ml dan Ny. F menegluarkan 100 ml, pada hari kedua Ny. A mengeluarkan 90 ml dan Ny. F mengeluarkan 150 ml, dan pada hari ketiga Ny. A mengeliarkan 130 ml dan Ny. F menegluarkan 170 ml. Kesimpulannya adalah pemberian breast care terbukti efektif untuk mengatasi masalah ketidakefektifan menyusui di RSUD dr Soediran Mnangun Sumarso Wonogiri. Perbedaan hasil pada kedua klien dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu stres, asupan makanan dan putting yang tidak menonjol.
EVALUASI PROGRAM KELUARGA BERENCANA DALAM PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI JANGKA PANJANG DI DESA SILEBU KABUPATEN SERANG BANTEN Ananda, Rizky; Kurniyanti, Novia; Marfuah, Marfuah; Heddy, Heddy
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47881

Abstract

Penggunaan alat kontrasepsi jangka panjang merupakan program yang dilakukan pemerintah dalam menurunkan angka kelahiran. Di Provinsi Banten menurut data BKKBN tahun 2024 penggunaan alat kontrasepsi implan sebanyak 12.93% dan IUD sebanyak 7.57%. Desa Silebu merupakan salah satu Desa yang ada di Provinsi Banten dengan jumlah pengguna KB IUD sebanyak 4% dan KB Implant sebanyak 9.2%. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode kualitatif dan desain studi kasus tunggal (single case study). Bertujuan untuk melakukan Evaluasi Program Keluarga Berencana Dalam Partisipasi Masyarakat Terhadap Penggunaan Alat Kontrasepsi Jangka Panjang Di Desa Silebu Kabupaten Serang Banten. Populasi dalam penelitian ini adalah 9 Informan yang menggunakan KB IUD dan Implant. Dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Hasil penelitian menyatakan bahwa Ketersediaan Tenaga dan Fasilitas Memadai, Namun Belum Maksimal, Pemahaman Masyarakat Masih Rendah, Kendala Budaya dan Persepsi Negatif, Dominasi Kontrasepsi Sederhana, Penurunan Kehamilan Sudah Terjadi, Tapi Bukan dari KB Jangka Panjang. Saran untuk Puskesmas adalah Perluasan Edukasi dan Sosialisasi, Pendekatan Kultural dan Emosional, Penggunaan Media Edukasi yang bervariatif, Peningkatan Peran Kader, Evaluasi dan Pemantauan Rutin
PERBEDAAN NILAI PEMERIKSAAN ACTIVATED PARTIAL THROMBOPLASTIN TIME (APTT) DENGAN MENGGUNAKAN SAMPEL DARAH NON HEMOLISIS HEMOLISIS DAN HEMOLISIS Prihandono, Dwi Setiyo; Ameliawati, Afika; Nashirah, Najwa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47884

Abstract

Sampel yang hemolisis akan berpengaruh terhadap kesalahan pra-analitik di banyak laboratorium. Menurut Clinical Laboratory and Standards Institute (CLSI),pedoman pengujian untuk Activated Partial Thromboplastin Time (APTT) sampel hemolisis tidak boleh digunakan untuk dilakukan pemeriksaan karena adanya potensi aktivasi faktor pembekuan dan gangguan pada akhir titik pengukuran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan nilai pemeriksaan Activated Partial Thromboplastin Time (APTT) dengan menggunakan sampel darah non hemolisis dan hemolisis. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini bersifat Eksperimen Semu (Quasi Eksperimental Design). Desain penelitian yang digunakan adalah Nonequivalent Control Group Desaign yaitu desain yang melakukan pengukuran pada kelompok yang diberi perlakuan dan tidak diberi perlakuan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 13 sampel darah dengan antikoagulan natrium sitrat yang diberi perlakuan non hemolisis, hemolisis rigan dan dan hemolisis sedang sebanyak total 39 perlakuan. Analisis normalitas data menggunakan Shapiro wilk. Uji T test berpasangan digunakan untuk mengetahui perbedaan sampel non hemolisis dan hemolisis. Hasil penelitian ini didapatkan rata-rata nilai Activated Partial Thromboplastin Time (APTT) sampel Non Hemolisis dengan nilai 30 detik, sampel hemolisis ringan 20,7 detik, dan sampel hemolisis sedang 20,5 detik. Pada hasil uji univariat didapatkan hasil memendek pada sampel hemolisis ringan dan hemolisis sedang. Pada hasil uji bivariat didapatkan hasil terdistribusi normal dan pada uji T test berpasangan didapatkan adanya perbedaan nilai Activated Partial Thromboplastin Time (APTT) pada sampel hemolisis dan non hemolisis dengan p value < 0,05. Kesimpulan penelitian ini adalah ada perbedaan yang signifikan pada sampel non hemolisis dan hemolisis terhadap hasil nilai Activated Partial Thromboplastin Time (APTT).
PEMBERIAN SEDUHAN JAHE EMPRIT DAN AKUPRESUR TITIK SP4 PADA IBU HAMIL DENGAN EMESIS GRAVIDARUM Afrilia, Linda; Yanti, Linda; Surtiningsih, Surtiningsih
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47894

Abstract

Emesis gravidarum sering terjadi pada ibu hamil, mulai dari mual muntah dengan tingkatan tertentu dan dalam jangka waktu tertentu. Berdasarkan data dari (WHO) World Health Organization pada tahun 2021, terdapat 12,5% jumlah kejadian emesis gravidarum pada ibu hamil. Hasil survey di Puskesmas Pagedongan menunjukan terdapat 44 ibu hamil melakukan ANC dibulan juli 2024 dan terdapat 38 ibu hamil mengalami emesis gravidarum. Emesis gravidarum tersebut jika tidak diatasi dengan benar maka dapat mengakibatkan kasus patologis yaitu hiperemesis gravidarum. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat mual muntah pada ibu hamil sebelum dan sesudah diberikan terapi pemberian seduhan jahe emprit dan akupresure titik SP4 serta mengetahui keterampilan membuat seduhan jahe emprit serta melakukan akupresure titik SP4. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan instrument pengkajian Pregnancy-Unique Quantification Of Emesis/Nausea (PUQE) untuk menilai tingkat emesis. Penelitian ini dilakukan selama 7 hari untuk masing masing responden dengan jumlah reponden 5 orang ibu hamil yang mengalami emesis gravidarum dilaksanakan pada bulan Desember. Hasil studi kasus setelah dilakukan terapi pada ke lima responden terdapat 3 responden yang sudah tidak mengalami mual dan muntah pada hari ke7 serta 2 responden yang masih mengalami mual pada hari ke7. Dari hasil penelitian, didapatkan kelima responden mengalami penurunan mual muntah dengan jumlah dari skor 9 turun menjadi skor 0,8 serta jumlah penurunan pada seluruh responden mengalami penurunan dengan akumulasi skor 8,2. Dapat disimpulkan bahwa pemberian wedang jahe dan akupresure titik SP4 efektif untuk mengurangi tingkat mual muntah pada ibu hamil pada ibu hamil dan responden dapat melakukan prosedur treatment dengan sangat baik.
IMPLEMENTASI EYE MASK DAN EAR PLUG TERHADAP KUALITAS TIDUR PASIEN GGK DI RUANG ICU Elfiana Dwi Safitri; Marni, Marni; Irawan. AM, Ady
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47903

Abstract

Penyakit Gagal Ginjal Kronis (GGK) adalah suatu penyakit yang menyebbkan fungsi organ ginjal mengalami penurunan hingga kahirnya tidak mampu melakukan fungsinya dengan baik. Di Indonesia yaitu di Jawa Barat mencapai 131.846 jiwa, Jawa Tengah menduduki urutan kedua dengan angka mencapai 113.045 jiwa. Hasil observasi yang dilakukan beberapa pasien GGK yang di rawat di Ruang ICU didapatkan keluahn kesulitan dalam mempertahankan kualitas tidur. Upaya yang dilakukan untuk mempertahankan dan memperbaiki kualitas kualitas tidur terhadap passien GGK di Rung ICU yaitu dengan melakukan intervensi nonfarmakologis penggunaan Eye Mask dan Ear Plug. Eye Mask dan Ear Plug merupakan intervensi keperawatan yang dapat dilaukan untuk mengurangi gangguan tidur pasien untuk mempertahankan ritme sirkadian secara normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas implementasi Eye Mask dan Ear Plug terhadap kualitas tidur pasien GGK di Ruang ICU RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Metode penelitian observasional studi kasus dengan membandingkan 2 pasien. Hasil penelitian ini didapatkan peningkatan kualitas tidur pasien satu dan pasien dua. Pasien satu terjadi peningkatan dari rata-rata skor kualitas tidur 22 (kualitas tidur buruk) menjadi 78 (kualitas tidur baik), sedangkan pasien dua terjadi peningkatan dari rata-rata skor 24 (kualitas tidur buruk) menjadi 88 (kualitas tidur baik). Dari hasil penerapan pada dua pasien GGK di Ruang ICU RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten, impementasi Eye Mask dan Ear Plug efektif dalam meningkatkan kualitas tidur pasien GGK.
FAKTOR PSIKOSOSIAL DAN ORGANISASIONAL YANG MEMPENGARUHI IMPLEMENTASI K3 PADA PERAWAT: STUDI DI RSUD CUT NYAK DHIEN MEULABOH amenda, siti azizah; Fera, Dian; Jihad, Fikri Faidul; Farisni, Teungku Nih; Fahlevi, Muhammad Iqbal
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47916

Abstract

Tingginya angka kecelakaan kerja pada perawat di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh menunjukkan adanya kesenjangan antara kebijakan keselamatan dan implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor psikososial dan organisasional yang memengaruhi penerapan K3 pada perawat. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yang dilaksanakan pada Maret 2025 dengan jumlah sampel 145 perawat, dipilih melalui Simple Random Sampling. Data primer dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang telah teruji validitas dan reabilitasnya. Variabel yang diukur meliputi pengetahuan, sikap, sosialisasi K3, pengawasan, dan penerapan K3. Hasil uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan penerapan K3 (p=0,452), namun sikap (p=0,013), sosialisasi K3 (p=0,002), dan pengawasan (p=0,018) memiliki hubungan yang signifikan. Disimpulkan bahwa intervensi terhadap faktor sikap, sosialisasi K3, dan pengawasan dapat meningkatkan penerapan K3. Temuan ini relevan untuk penguatan kebijakan keselamatan berbasis bukti.
HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 BERDASARKAN NILAI HBA1C DI PUSKESMAS DAMAI Dewi, Nurul Aulia; Wahyuni, Fitri Ayu; Retno, Eka Kumala; Rahman, Rifazul Aulia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47922

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 adalah salah satu penyakit kronis dengan angka kejaidan yang tinggi dan membutuhkan pengobatan serta pengelolaan dalam jangka panjang. Kepatuhan pasien dalam minum obat sangat penting untuk mencapai kontrol glikemik yang optimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tingkat kepatuhan minum obat dengan nilai HbA1c pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Damai. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan desain cross sectional. Penentuan sampel menggunakan all sampling sebanyak 30 pasien. Tingkat kepatuhan diukur menggunakan kartu pengobatan MODEM, sedangkan nilai HbA1c diperoleh dari hasil laboratorium. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kepatuhan minum obat dengan nilai HbA1c (p<0.001) dengan kekuatan korelasi yang kuat (r=0.748). Terdapat hubungan yang kuat antara tingkat kepatuhan minum obat dengan nilai HbA1c pada pasien diabetes melitus tipe 2, semakin tinggi tingkat kepatuhan maka nilai HbA1c terkontrol.
PENERAPAN FOOT MESSAGE TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI PADA IBU POST SECTIO CAESAREA DI RSUD dr. SOEDIRAN MANGUN SUMARSO WONOGIRI Fitriani, Dea; Probowati, Rovica; Witriyani, Witriyani; Setyaningrum, Florentina Merdiana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47924

Abstract

Sectio Caesarea merupakan tindakan pembedahan berupa insisi di perut dan uterus untuk mengeluarkan bayi. Masalah yang sering muncul setelah tindakan sectio caesarea adalah nyeri. Maka dari itu penatalaksanaan manajemen nyeri diperlukan untuk mengatasi nyeri. Foot massage  merupakan penanganan non farmakologi pada nyeri post operasi SC, karena di area kaki banyak sekali saraf saraf yang terhubung ke organ dalam. Untuk mengimplementasikan intervensi teknik foot massage untuk mengurangi skala nyeri pada ibu post op sectio caesarea di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri. Studi kasus dengan desain studi deskriptif dan dilakukan pendekatan studi pre-post test. Studi kasus ini berjumlah 2 responden pasien Post Sectio Caesarea yang dipilih sesuai kriteria inklusi yang sudah ditentukan dan menggunakan instrument NRS (Numeric Rating Scale) sebagai pengukuran skala nyeri pre dan post. Terapi Foot Massage diberikan 2 kali dengan waktu 20 menit selama 2 hari. Hasil penerapan terapi foot massage menunjukkan penurunan skala nyeri pada kedua responden. Ny. A menunjukkan perubahan nyeri menurun menjadi 5 (nyeri sedang) pada hari ke-1 dan menjadi 3 pada hari ke-2 (nyeri ringan). Sedangkan Ny. F menunjukkan perubahan nyeri, dengan penurunan dari skala 5 ke 4 pada hari ke 1 dan menjadi 2 (nyeri ringan) pada hari ke-2. Terapi foot massage dapat menurunkan skala nyeri pada pasien post operasi sectio caesarea di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri.
EVALUASI DAN INTERVENSI PROGRAM PENYAKIT HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAITURRAHMANNN KOTA BANDA ACEH Sulfira Mulia, Syarifah; Nauval, M. Dharma; Sugisni, Susi; Baharuddin, Dharina; Abdullah, Asnawi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47936

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program pengendalian hipertensi di Puskesmas Baiturrahmannn untuk perbaikan berkelanjutan. Penelitian evaluasi formatif dengan pendekatan deskriptif ini dilakukan pada 07-21 Mei 2025 di Puskesmas Baiturrahmann, Kota Banda Aceh. Data kuantitatif program hipertensi dikumpulkan dari dokumen internal puskesmas menggunakan lembar permintaan data baku. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dengan 1 Kepala Puskesmas dan 2 petugas poli PTM (hipertensi). Data dianalisis secara deskriptif (kuantitatif) dan tematik (kualitatif), kemudian diinterpretasikan secara terintegrasi untuk menilai aspek input, proses, output, outcome, dan impact program. Evaluasi input program pengendalian hipertensi di Puskesmas Baiturrahmann menunjukkan sumber daya manusia dan anggaran yang relatif stabil namun dengan keterbatasan dukungan fasilitas dan sosialisasi regulasi. Aspek proses memperlihatkan cakupan layanan yang cenderung menurun dan edukasi individual tanpa data terstruktur, meskipun kolaborasi dengan kader cukup baik. Dari segi output, terjadi peningkatan signifikan pada jumlah pasien yang dilayani, frekuensi pemeriksaan tekanan darah, pasien teredukasi, dan rujukan. Namun, tantangan utama teridentifikasi pada kepatuhan terapi dan perubahan gaya hidup pasien yang masih rendah, serta keterbatasan data kuantitatif untuk mengukur secara pasti penurunan prevalensi, komplikasi, dan beban biaya kesehatan sebagai dampak jangka panjang program. Program pengendalian hipertensi di Puskesmas Baiturrahmann menunjukkan peningkatan layanan namun masih menghadapi tantangan pada sumber daya, cakupan, dan kepatuhan pasien.