cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
PENGARUH SELF AWARENESS, DUKUNGAN GURU DAN TEMAN SEBAYA TERHADAP KEPATUHAN MENGKONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH PADA REMAJA PUTRI DI SMPN 58 SURABAYA Hasmita, Hasmita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49399

Abstract

Abstrak Anemia merupakan masalah kesehatan penting pada remaja putri di Indonesia dengan prevalensi 32% (Riskesdas 2018). Pemerintah mengimplementasikan program pemberian tablet tambah darah (TTD) di sekolah, namun pemenuhan konsumsi masih rendah, hanya 1,4% sesuai data Dinas Kesehatan Surabaya 2022. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara self-awareness, dukungan guru, dan dukungan teman sebaya dengan kepatuhan konsumsi TTD pada siswi SMPN 58 Surabaya. Metode survei cross-sectional dengan purposive sampling dilakukan pada siswi kelas VII yang menerima TTD minimal tiga bulan. Analisis chi-square dan regresi logistik berganda menunjukkan self-awareness sebagai variabel signifikan (p=0,018, OR=0,364) dan faktor dominan yang mempengaruhi terpenuhinya konsumsi TTD. Remaja dengan self-awareness cukup baik memiliki peluang mencapai 0,364 kali dibandingkan yang baik. Peningkatan kesadaran diri diperlukan melalui kolaborasi antara guru, teman sebaya, orang tua, dan tenaga kesehatan guna mengurangi risiko anemia. Kata Kunci: self-awareness, dukungan guru, dukungan teman sebaya, kepatuhan mengkonsumsi TTD Abstract Anemia is a significant health issue among adolescent girls in Indonesia, with a prevalence of 32% (Riskesdas 2018). The government has implemented a program providing iron supplement tablets (TTD) at schools, but adherence remains low; only 1.4% comply according to Surabaya Health Office data in 2022. This study aims to analyze the relationship between self-awareness, teacher support, and peer support with adherence to TTD consumption among seventh-grade students at SMPN 58 Surabaya. A cross-sectional survey using purposive sampling was conducted on students who had received TTD for at least three months. Chi-square and logistic regression analyses showed self-awareness as a significant variable (p=0.018, OR=0.364) and the dominant factor influencing TTD adherence. Adolescents with moderate self-awareness have 0.364 times the likelihood of adherence compared to those with good self-awareness. Enhancing self-awareness through collaboration among teachers, peers, parents, and health workers is necessary to reduce anemia risk. Keywords: self-awareness, teacher support, peer support, adherence, consumption iron tablets (TTD)
TINJAUAN KEAMANAN INFORMASI PASIEN MELALUI PEMELIHARAAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK DALAM PENYIMPANAN DIGITAL DI RSUD WELAS ASIH yusuf dwi; Suharto, Suharto
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49408

Abstract

Pendahuluan: Transformasi digital di sektor kesehatan mendorong adopsi Rekam Medis Elektronik (RME), yang membawa efisiensi namun juga memunculkan isu krusial terkait keamanan informasi pasien. Ancaman siber dan kebocoran data menjadi risiko utama yang perlu dikelola secara sistematis. Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi, pemeliharaan RME, dan strategi keamanan informasi pasien di RSUD Welas Asih. Metode: Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan wawancara mendalam terhadap seorang petugas rekam medis pada 22 Juli 2025. Hasil: Ditemukan bahwa RSUD Welas Asih menggunakan sistem RME berbasis web bernama Telemedicine yang terintegrasi dengan BPJS dan Satu Sehat Kemenkes. Ancaman utama diidentifikasi sebagai kesalahan teknis dan serangan virus, yang diatasi dengan aplikasi antivirus. Praktik keamanan didukung oleh kebijakan tertulis, pelatihan staf, pembatasan hak akses berbasis profesi, dan sumpah rahasia kedokteran. Pemeliharaan sistem rutin dilakukan setiap bulan, dan data di-backup ganda pada server cloud dan internal. Kendala utama adalah jaringan internet yang tidak stabil, yang diatasi dengan peningkatan kapasitas server. Kesimpulan: RSUD Welas Asih telah membangun kerangka kerja solid untuk keamanan RME, namun efektivitasnya sangat bergantung pada infrastruktur teknis pendukung yang andal.Kata kunci: Keamanan informasi, pemeliharaan sistem, rekam medis elektronik, penyimpanan digital.
KOMBINASI SENAM HAMIL YOPHYTTA DAN AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA IBU HAMIL DENGAN HIPERTENSI Wulandari, Nelsa Mei; Rini, Susilo; Dewi, Feti Kumala
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49418

Abstract

Tekanan darah tinggi saat hamil, adalah pemicu utama wafatnya ibu di Indonesia. Keadaan tekanan darah tinggi ini dijelaskan sebagai kondisi ketika ukuran tekanan darah naik lebih dari ukuran normalnya. Ukuran normal tekanan darah ini yaitu tekanan darah sistolik setidaknya ≥ 140 mmHg, sementara tekanan darah diastolik mencapai ≥ 90 mmHg. Setelah kematian kasus tahun 2023 dari 15 kasus kematian dengan hipertensi. Kasus hipertensi di Puskesmas Purwanegara 1 terdapat 25 paisen (30%) yang menderita hipertensi pada bulan Mei-Juli 2024. Tujuan penelitian ini adalah pemberian intervensi senam yophytta dan aromaterapi lavender sebagai upaya menurunkan tekanan darah pada ibu hamil hipertensi. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan melakukan identifikasi data subjektif dan objektif, meningkatkan pengetahuan ibu tentang hipertensi sebelum dan sesudah dengan memberikan leaflet untuk mempermudah ibu belajar dan mengingat informasi dan mengobservarsi tekanan darah sebelum dan sesudah, melakukan senam hamil yophytta dan aromaterapi lavender selama 3 minggu 2x pertemuan dengan durasi 20 menit. Sampel peneliti 5 responden yaitu ibu hamil hipertensi dengan pengukuran ≥ 140/90 mmHg di wilayah Puskesmas Purwanegara 1. Hasil yang didapatka oleh peneliti mengenai pengetahuan ibu hamil yang meningkat dan setelah melakukan senam hamil yophytta Pada penggunaan aromaterapi lavender, terjadi pengurangan rata-rata tekanan darah sistol sebesar 20 mmHg dan diastol sebesar 10 mmHg. Maka, Bisa disimpulkan, perpaduan senam hamil model yophytta beserta terapi aroma lavender, terbukti membantu menurunkan tekanan darah pada ibu hamil yang punya hipertensi. dan dapat dijadikan terapi komplementer dalam praktik kebidanan.
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS REKONTRUKSI ANTERIOR CRUCIATUM LIGAMENT DEXTRA FASE SATU Kenzanudin, Hidzaq; Triyanita, Maya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49419

Abstract

Rekontruksi Anterior Cruciatum Ligament (ACL) merupakan penggantian pada ligament anterior cruciatum dengan cara mencangkok jaringan untuk mengembalikan fungsi seperti sebelumnya dengan menggunakan jaringan tendon hamstring atau tendon patteler yang melibatkan ahli bedah untuk menggunakan satu atau dua tendon hamstring pada sisi medial. Manifestasi klinis yang timbul diantaranya nyeri, keterbatasan LGS, adanya spasme pada otot regio knee, odema dan penurunan fungsional aktivitas. Pendekatan fisioterapi yang digunakan yaitu Terapi Latihan dan Modalitas. Tujuan diberikan intervensi tersebut untuk mengurangi nyeri, meningkatkan LGS, mengurangi spasme, menurunkan odema dan mengembalikan fungsional pasien.
HUBUNGAN LAMA MENDERITA PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN KADAR ALBUMIN DI PUSKESMAS SIDOMULYO KOTA SAMARINDA Syavamaruah, Dhaisyfa Azriel; Prihandono, Dwi Setiyo; Sukarya, I Gede Andika
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49420

Abstract

Diabetes mellitus yaitu penyakit disfungsi metabolik yang mencerminkan peningkatan gula dalam darah yang dapat menyebabkan penurunan kadar albumin akibat gangguan fungsi hormon insulin serta ketidakseimbangan asupan energi dan protein yang dibutuhkan tubuh. Diabetes melitus berpotensi menyebabkan kondisi hipoalbuminemia akibat pembatasan asupan kalori yang ditujukan untuk mengontrol kadar glukosa darah serta parameter metabolik terkait. Selain itu, asupan protein juga kerap dibatasi guna mengurangi risiko proteinuria dan komplikasi nefropati diabetik. Tujuan dari studi ini yaitu menganalisis hubungan durasi menderita diabetes melitus tipe 2 dengan kadar albumin. Kajian ini dilaksanakan dengan pendekatan studi observasional analitik dan desain cross-sectional yang melibatkan 40 responden, terdiri atas 20 penderita dengan durasi penyakit <5 tahun dan 20 penderita ≥5 tahun. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji chi-square. Hasil analisis menunjukkan penderita berjenis kelamin perempuan (38,47%) dan berusia 60–75 tahun (61,1%) lebih banyak mengalami hipoalbuminemia. Sebagian besar penderita dengan durasi <5 tahun memiliki kadar albumin normal (60%), sedangkan pada durasi ≥5 tahun, hipoalbuminemia ditemukan pada 55% responden. Secara statistik, tidak ditemukan hubungan signifikan antara durasi <5 tahun terhadap kadar albumin (p=0,209), namun terdapat hubungan signifikan pada durasi ≥5 tahun (p=0,043). Penelitian ini merekomendasikan penderita diabetes melitus untuk rutin memeriksa kadar albumin, menjaga pola makan, mengontrol gula darah, menerapkan gaya hidup sehat, dan mematuhi pengobatan guna mencegah komplikasi.
DETERMINAN HASIL SKRINING INFEKSI SALURAN KEMIH MENGGUNAKAN DIPSTIK URIN PADA MAHASISWI Ratna Sari Dewi; Fitriyani, Lia; Asla, Laila Amalia; Utami, Salwa Nisrina
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49423

Abstract

ABSTRAK Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah masalah kesehatan umum pada wanita, sering kali dipicu oleh kebiasaan yang kurang baik. Tanpa penanganan yang tepat, ISK dapat menyebabkan komplikasi serius, sehingga upaya pencegahan sangatlah penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi hasil skrining ISK menggunakan dipstik urin pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional yang dilakukan di kampus swasta di Jakarta. Populasi penelitian ini adalah mahasiswi dan sampel dipilih melalui teknik purposive sampling dengan jumlah 53 orang. Variabel independen yang diteliti adalah gaya hidup sedentari dan kebersihan genital (genital hygiene), sedangkan variabel dependennya adalah hasil skrining ISK. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan tes dipstik urin, kemudian dianalisis menggunakan uji Regresi Logistik pada tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswi memiliki hasil skrining nitrit negatif. Namun, hasil uji leukosit esterase menunjukkan trace dan positif. Analisis lebih lanjut tidak menunjukkan hubungan signifikan antara perilaku kebersihan genital maupun gaya hidup sedentari dengan hasil skrining ISK, baik untuk uji leukosit esterase maupun nitrit. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun dipstik urin dapat digunakan sebagai alat skrining awal, hasilnya dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Oleh karena itu, gold standard untuk diagnosis ISK tetaplah melalui uji kultur urin. ABSTRACT Urinary Tract Infection (UTI) is a common health problem in women, often triggered by poor habits. Without proper management, UTIs can lead to serious complications, making preventive efforts crucial. This study aimed to identify the factors influencing the results of UTI screening using a urine dipstick on female students. This descriptive analytical study used a cross-sectional approach and was conducted at a private university in Jakarta. The study population was female students, and a sample of 53 people was selected using a purposive sampling technique. The independent variables examined were sedentary lifestyle and genital hygiene, while the dependent variable was the result of the UTI screening. Data were collected using questionnaires and urine dipstick tests, then analyzed using a Logistic Regression test at a 5% significance level. The results showed that the majority of the students had negative nitrite screening results. However, the leukocyte esterase test showed trace and positive results. Further analysis found no significant relationship between genital hygiene behavior or sedentary lifestyle and the UTI screening results, for either the leukocyte esterase or nitrite tests. This study concludes that although a urine dipstick can be used as a preliminary screening tool, the results can be influenced by various factors. Therefore, the gold standard for UTI diagnosis remains a urine culture test.
ANALISIS MANFAAT SISTEM INFORMASI RUMAH SAKIT DALAM MENINGKATKAN EFISIENSI PELAYANAN DI RS GMIM KALOORAN AMURANG KABUPATEN MINAHASA SELATAN Kolibu, David
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49425

Abstract

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 3 tahun 2020 Pasal 1, Rumah Sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. Departemen Kesehatan RI telah mengeluarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2013 Pasal 1 Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit yang selanjutnya disingkat SIMRS. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis bagaimana penerapan SIRS berpengaruh terhadap lamanya waktu tunggu pasien. Terdapat perbedaan bermakna antara waktu tunggu pasien sebelum dan sesudah penerapan SIRS di RS GMIM Kalooran Amurang, di mana sesudah penerapan SIRS, waktu tunggu pasien turun secara signifikan. Terdapat perbedaan bermakna antara akurasi rekam medis sebelum dan sesudah penerapan SIRS di RS GMIM Kalooran Amurang, di mana akurasi meningkat setelah penerapan SIRS. Terdapat perbedaan bermakna antara kemudahan akses rekam medis sebelum dan sesudah penerapan SIRS di RS GMIM Kalooran Amurang, di mana akses terhadap rekam medis menjadi lebih mudah dan cepat setelah penerapan SIRS. Terdapat perbedaan bermakna antara kecepatan pelayanan sebelum dan sesudah penerapan SIRS di RS GMIM Kalooran Amurang di mana pelayanan menjadi lebih cepat setelah penerapan SIRS. Terdapat perbedaan bermakna antara jumlah pasien terlayani sebelum dan sesudah penerapan SIRS di RS GMIM Kalooran Amurang di mana jumlah pasien meningkat setelah penerapan SIRS. Terdapat perbedaan bermakna antara dana operasional per pasien sebelum dan sesudah penerapan SIRS di RS GMIM Kalooran Amurang, di mana secara keseluruhan dana operasional per pasien menurun setelah penerapan SIRS.
HUBUNGAN INTERAKSI OBAT ANTIBIOTIK DENGAN LENGTH OF STAY PASIEN DEMAM TIFOID DI RUMAH SAKIT “X” KARANGANYAR Hafalika, Aviv; Listyani, Tiara Ajeng; Pratama, Kharisma Jayak
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49429

Abstract

Demam tifoid adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi . Penelitian ini bertujuan mengetahui pola jenis dan mekanisme interaksi obat antibiotik dengan obat lain serta hubungan interaksi obat antibiotik dengan lama rawat inap pada pasien demam tifoid. Penelitian non-eksperimental ini menggunakan metode total sampling. Penilaian interaksi dilakukan menggunakan Stockley's Drug Interaction Ninth Edition 2010 & 2015, Medscape, Drug.com , dan dianalisis menggunakan SPSS. Durasi Kunjungan diamati berdasarkan lamanya pasien melakukan rawat inap. Hasil menunjukkan, jumlah pasien perempuan lebih dominan sebanyak 55,6% dengan usia 18-45 tahun sebanyak 52,8%. Kombinasi terbanyak ceftriaxone + ranitidine 9,87%. Interaksi ditemukan 59 pasien, mekanisme tidak ditemukan interaksi antar obat 63,2%, farmakokinetik 30,6%, dan farmakodinamik 6,3%. Interaksi tingkat keparahan tidak ditemukan interaksi antar obat 63,5%, sedang 28,3%, minor 8,2%, mayor 0%. Hasil uji Chi-Square yang diperoleh, tidak ada hubungan signifikan antara potensi interaksi obat antibiotik dengan lama rawat inap pasien (P > 0,05). Kata Kunci : Antibiotik, Interaksi Obat, Lama rawat, Demam Tifoid
HUBUNGAN ANTARA PENGGUNAAN SMARTPHONE DENGAN KUALITAS TIDUR PADA PESERTA DIDIK DI SMA N 1 MODOINDING KABUPATEN MINAHASA SELATAN Wowor, Abril Loisa Isabel; Maino, Irny Evita; Rattu, Angelheart Joy Maynard
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49433

Abstract

Smartphone adalah telepon genggam yang memiliki kemampuan dengan penggunaan dan fungsi yang menyerupai komputer kecil yang mempunyai kemampuan sebagai telepon. Penggunaan smartphone merupakan pemanfaatan teknologi untuk keperluan baik untuk berkomunikasi, informasi dan aktivitas pembelajaran ataupun kebutuhan pribadi. Penggunaan smartphone yang berlebih pada malam hari  berdampak pada  kualitas tidur menjadi buruk, menurunnya konsentrasi saat belajar, merasa mengantuk di siang hari, bahkan dapat berdampak pada masalah kesehatan seperti computer vision syndrome atau gangguan mata dan penglihatan, gangguan kesehatan mental dan meningkatnya resiko insomnia. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk analisis hubungan antara penggunaan smartphone dengan kualitas tidur pada peserta didik di SMA N 1 Modoinding Kabupaten Minahasa Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian survei analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei tahun 2025. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 86 peserta didik kelas XI SMA N 1 Modoinding kabupaten Minahasa Selatan. Hasil penelitian yang dilakukan dengan menggunakan uji chi square  menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara penggunaan smartphone dengan kualitas tidur dengan p-value 0,001 (p<0,05). Penelitian ini disimpulkan terdapat hubungan antara penggunaan smartphone dengan kualitas tidur. Berdasarkan penelitian di atas diharapkan peserta didik dapat mengontrol diri dalam penggunaan smartphone terutama pada malam hari guna meningkatkan kualitas tidur.
PENGARUH KONSENTRASI EKSTRAK KOMBINASI DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) DAN BERAS (Oryza sativa) PADA SEDIAAN KRIM TERHADAP SIFAT FISIK DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI Staphylococcus aureus Rahma, Siti Sofia; Fadel, Muhammad Nurul; Arif, Fahrudin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49439

Abstract

Diabetes melitus (DM) disebabkan oleh hiperglikemia, metabolisme protein, karbohidrat dan lemak yang tidak normal, sekresi insulin dan juga dapat diakibatkan oleh keturunan atau genetik. Penderita diabetes bila dibiarkan tanpa pengobatan yang tepat dapat memicu berbagai macam komplikasi, diantaranya ulkus diabetikum yang di akibatkan oleh bakteri Staphylococcus aureus. Keparahan pada ulkus diabetikum dapat menyebabkan amputasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas sediaan krim kombinasi daun binahong dan beras dengan konsentrasi ekstrak 5%:15%, 10%:10%, 15%:5% dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimental dengan pengujian pH, homogenitas, daya sebar, daya lekat dan uji antibakteri dengan difusi cakram. Hasil menunjukkan bahwa formula F3 (15% binahong : 5% beras) memiliki zona hambat antibakteri paling luas (8,9 mm), termasuk kategori sedang, dan nilai pH dalam rentang aman untuk kulit. Formula ini juga memenuhi kriteria fisik sediaan krim topikal. Dengan demikian, kombinasi ekstrak daun binahong dan beras berpotensi sebagai alternatif pengobatan topikal luka infeksi diabetes.