cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
PENGARUH TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP TEKANAN DARAH DAN KECEMASAN PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI Cahyani, Amaliah; Sarifah, Siti; Yuliastuti, Estin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49308

Abstract

Hipertensi, atau tekanan darah tinggi, merupakan kondisi ketika tekanan darah sistolik mencapai ≥140 mmHg dan diastolik ≥90 mmHg. Apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat, hipertensi dapat menimbulkan berbagai komplikasi, termasuk kecemasan. Salah satu bentuk penatalaksanaan nonfarmakologis yang dapat membantu menurunkan tekanan darah sekaligus mengurangi kecemasan adalah terapi relaksasi otot progresif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terapi tersebut terhadap tekanan darah dan tingkat kecemasan pada lansia penderita hipertensi. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan rancangan Nonequivalent Control Group Pretest–Posttest. Kegiatan dilaksanakan di Puskesmas Plupuh II pada 28 Februari–8 Maret 2024 dengan populasi seluruh lansia yang menderita hipertensi. Sampel berjumlah 27 orang diperoleh melalui teknik total sampling. Variabel yang diukur meliputi tekanan darah dan tingkat kecemasan. Pengukuran tekanan darah dilakukan menggunakan tensimeter manual dan stetoskop, sedangkan tingkat kecemasan dinilai menggunakan kuesioner Geriatric Anxiety Scale (GAS). Kelompok eksperimen menerima intervensi terapi relaksasi otot progresif selama tujuh hari, dua kali sehari, masing-masing selama 30 menit. Analisis data menggunakan uji Mann–Whitney. Hasil Uji statistik menunjukkan nilai p tekanan darah sebesar 0,196 (pretest) dan 0,001 (posttest), serta nilai p tingkat kecemasan sebesar 0,012 (pretest) dan 0,001 (posttest). Perbedaan signifikan (p<0,05) ditemukan pada nilai posttest antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Terapi relaksasi otot progresif terbukti efektif dalam menurunkan tekanan darah dan mengurangi kecemasan pada lansia hipertensi. Oleh karena itu, intervensi ini dapat direkomendasikan sebagai bagian dari asuhan keperawatan nonfarmakologis di fasilitas pelayanan kesehatan.
GAMBARAN INFEKSI TOKSOPLASMOSIS KONGENITAL DI RSUP DR. SARDJITO PROVINSI YOGYAKARTA Fadillah, Rahmah; Putri, Novita Eka; Nailufar, Yuyun
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49311

Abstract

Salah satu aspek patologis yang mempengaruhi Kesehatan kehamilan adalah infeksi Toxoplasma gondii. Toxoplasma gondii yang menyerang wanita hamil dapat membahayakan jika menginfeksi janin. Toksoplasmosis merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii yang bersifat intraseluler obligat. Toksoplasmosis kongenital terjadi ketika infeksi Toxoplasma gondii ditransmisikan dari ibu hamil yang terinfeksi primer kepada janinnya melalui plasenta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat gambaran infeksi toksoplasmosis kongenital di RSUP Dr. Sardjito Provinsi Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan metode cross sectional. Sampel diambil dengan total sampling sebanyak 39 pasien sesuai kriteria inklusi, yaitu bayi dari ibu hamil positif Toxoplasma gondii yang tercatat dalam kurun waktu 2019 – 2023. Pemeriksaan toksoplasmosis kongenital dilakukan dengan dua metode, yaitu ELFA dan ECLIA. Hasil penelitian yang telah dilakukan di Rumah Sakit Umum Pusat Sardjito Provinsi Yogyakarta menyatakan bahwa terdapat adanya dampak yang berbeda pada setiap bayi yang terinfeksi Toksoplasmosis kongenital, dimana infeksi ini mayoritas bayi perempuan rentang usia 0-6 bulan dengan dampak klinis terbanyak ialah hidrosefalus. Hal ini menunjukkan perlunya perhatian khusus pada masyarakat terutama wanita dalam masa kehamilan agar lebih memperhatikan kebersihan dan kesehatan janin untuk menghindari penularan dari parasit Toxoplasma gondii.
ANALISIS BIAYA COST-EFFECTIVINESS ANTARA OBAT OMEPRAZOL DAN RANITIDIN PADA PASIEN GASTRITIS RAWAT INAP DI RS AISYIYAH KUDUS TAHUN 2024 Fairus, Mustika; Muslim, Ahmad Suriyadi; Rosnarita, Intan Adevia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49313

Abstract

Gastritis adalah peradangan pada mukosa lambung yang bersifat akut, kronis, difus, atau lokal, ditandai dengan anoreksia, kembung, mual, muntah, dan rasa tidak nyaman pada ulu hati atau perut bagian atas. Peradangan pada dinding lambung merupakan penyebab terjadinya gastritis. Pemilihan terapi yang tepat dan efektivitas biayanya sangat penting untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya berdasarkan efektivitas biaya omeprazol dan ranitidin pada pasien gastritis yang dirawat inap di Rumah Sakit Aisyiyah Kudus tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode analisis efektivitas biaya untuk membandingkan biaya dan efektivitas kedua obat tersebut. Hasil penelitian diperoleh data karakteristik pasien gastritis sebagian besar merupakan lansia akhir dengan rentang usia 56-65 tahun yaitu berjumlah 15 pasien dengan persentase 36,6%. Berdasarkan jenis kelamin, perempuan lebih banyak menderita gastritis yaitu sebanyak 22 pasien (53,7%), sedangkan pasien laki-laki menderita gastritis sebanyak 19 pasien (46,3%). Berdasarkan penelitian, hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi pengobatan yang paling umum digunakan adalah omeprazol sebanyak 23 pasien (56,1%), sedangkan ranitidin sebanyak 18 pasien (43,9%). Rata-rata lama pengobatan pasien yang menggunakan omeprazol adalah 3,3 hari, sedangkan pasien yang menggunakan ranitidin selama 3,1 hari. Nilai ACER (Average Cost Effectiveness Ratio) untuk terapi omeprazol adalah Rp. 1.045.399, sedangkan nilai ACER untuk terapi ranitidin adalah Rp. 1.016.255. Berdasarkan analisis efektivitas biaya (CEA) antara omeprazol dan ranitidin, dapat disimpulkan bahwa ranitidin lebih efektif biaya dibandingkan terapi omeprazol.
EFEKTIVITAS TEKNIK REBOZO DALAM MENGURANGI NYERI PERSALINAN KALA 1 FASE AKTIF PADA IBU BERSALIN DI RSUD BANGKINANG Wanti, Wastri; Susanti, Komaria; Rahayu, Ary Oktora Sri; Aifa, Wira Ekdeni
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49314

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) di dunia pada tahun 2023 tercatat sebesar 189 per 100.000 kelahiran hidup, dengan Indonesia mencatat AKI sebesar 173. Kabupaten Kampar menyumbang angka tertinggi di Riau dengan 20 kasus dari 16.714 kelahiran hidup. Di Riau, perdarahan merupakan 38% penyebab kematian, disusul hipertensi 21% dan lainnya 31%. Nyeri persalinan kala I fase aktif berdampak pada kondisi fisik dan emosional ibu. Teknik Rebozo, metode non-farmakologis asal Meksiko, dikatakan dapat mengurangi nyeri persalinan kala I. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas teknik rebozo pada ibu bersalin di RSUD Bangkinang. Jenis penelitian menggunakan kuantitatif dengan desain quasi experiment one group pretest-posttest. Penelitian dilaksanakan pada Maret-April 2025 dengan populasi seluruh ibu bersalin pada bulan Maret 2025 sebanyak 20 orang, dan sampel sebanyak 20 orang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa lembar observasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan sebelum pemberian teknik rebozo, intensitas nyeri ibu bersalin kala I di RSUD Bangkinang terbagi rata antara nyeri sedang dan berat (masing-masing 50%). Setelah intervensi, sebanyak 50% ibu mengalami penurunan nyeri menjadi ringan dan 50% lainnya tetap merasakan nyeri sedang. Teknik rebozo terbukti efektif dalam mengurangi nyeri persalinan kala I fase aktif dengan hasil signifikan (p=0,000). Disarankan RSUD Bangkinang mempertimbangkan teknik Rebozo sebagai metode non-farmakologis dalam penatalaksanaan nyeri persalinan untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan ibu bersalin.
PENGALAMAN PASIEN HIPERTENSI GRADE II KOMPLIKASI DM TIPE 1 MENGHADAPI RESIKO KEDARURATAN: STUDI FENOMENOLOGIS DI KLINIK LESTARI ASIH TANGERANG: At Klinik Lestari Asih Tangerang Rini, Moody Artha; Lestaria, Dame; Situmorang, Susi Hariaty; Riwa, Klariska Keita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49315

Abstract

Hipertensi grade II dengan komplikasi diabetes melitus tipe 1 merupakan masalah kesehatan kronis yang berdampak luas pada aspek fisik, emosional, sosial, dan spiritual pasien. Kondisi ini meningkatkan risiko komplikasi akut dan kronis yang memerlukan penanganan medis jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman pasien dalam menghadapi risiko kedaruratan akibat hipertensi grade II dan diabetes melitus tipe 1, serta memahami strategi adaptasi yang mereka gunakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi deskriptif. Partisipan dipilih secara purposive sebanyak 15 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi terstruktur dan dianalisis menggunakan metode Colaizzi. Keabsahan data dijaga melalui member checking, triangulasi, audit trail, dan konfirmasi pernyataan partisipan. Hasil penelitian menghasilkan empat tema utama: (1) pengalaman fisik, emosional, sosial, dan spiritual; (2) persepsi risiko kedaruratan; (3) strategi adaptasi harian; dan (4) makna hidup dari pengalaman penyakit. Pasien melaporkan gejala fisik seperti kelelahan, pusing, dan keterbatasan aktivitas, disertai respons emosional mulai dari kecemasan hingga penerimaan. Sebagian menyadari tanda-tanda darurat dan mempersiapkan diri, sementara lainnya kurang siap karena minim edukasi. Strategi adaptasi mencakup pengendalian medis, modifikasi gaya hidup, serta dukungan spiritual. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pengalaman pasien bersifat multidimensional, menekankan perlunya pendekatan holistik yang tidak hanya fokus pada aspek medis, tetapi juga memperhatikan dimensi emosional, sosial, spiritual, edukasi kesehatan, strategi adaptasi, dan makna hidup untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.
HUBUNGAN ANTARA DURASI KERJA DAN KELELAHAN KERJA DENGAN KECELAKAAN KERJA PADA PEDAGANG IKAN DI PASAR BERSEHATI KOTA MANADO Ibur, Chikita Amanda; Doda, Diana Vanda D.; Kalesaran, Angela F. C.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49326

Abstract

Kecelakaan di tempat kerja adalah persoalan penting yang bisa menyebabkan kerugian finansial dan mengakibatkan kehilangan nyawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara durasi kerja dan kelelahan kerja dengan kecelakaan kerja pada pedagang ikan di pasar bersehati kota manado. Metode jenis penelitian yang dilakukan adalah desain observasional analitik menggunakan metodologi kuantitatif dan pendekatan observasional analitik. Penelitian ini dilaksanakan di Pasar Bersehati Kota Manado dilaksanakan pada Desember 2024 – Juli 2025. Populasi penelitian ini mencakup pedagang ikan sebanyak 232 pedagang, sedangkan sampel yang akan diambil terdiri dari 55 pedagang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, dipilih melalui metode non random purposive sampling. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah industrial fatigue research comitte (IFRC) dan kuesioner Huda dkk. Untuk menguji hubungan antara variabel secara statistik, menggunakan chi square. Hasil penelitian menentukan bahwa sebagian besar pedagang, sebagian besar pedagang yaitu 37 pedagang, melakukan durasi kerja ≤8 jam, 33 pedagang mengalami kelelahan kerja dengan kategori tinggi – sangat tinggi dan 39 pedagang pernah mengalami kecelakaan kerja. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan antara durasi kerja dengan kecelakaan kerja pada pedagang di Pasar Bersehati dengan p = 0,080. Dan juga terdapat hubungan antara kelelahan kerja dengan kecelakaan kerja pada pedagang ikan di Pasar Bersehati dengan p = 0,039. Kata kunci: Durasi Kerja, Kelelahan Kerja, Kecelakaan Kerja
ANALISIS KEBERHASILAN REKAM MEDIK ELEKTRONIK DI RS PKU MUHAMMADIYAH SURABAYA MENGGUNAKAN METODE HOT-FIT Al Aziz, Fatqur Rochman; Kurniawan, Afif; Qomariah, Siti Nur
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49329

Abstract

Sistem Informasi Rekam Medik Elektronik (RME) telah diterapkan di RS PKU Muhammadiyah Surabaya untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi pencatatan sistem informasi rekam medik elektronik di rumah sakit. Namun, masih terdapat tantangan seperti jaringan error, kualitas sistem, dan kebijakan prosedur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara variabel manusia, organisasi teknologi terhadap manfaat yang dirasakan oleh pengguna rekam medik elektronik berdasarkan teori HOT-Fit. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional menggunakan total sampling. Sampel sebanyak 27 responden yang merupakan pengguna RME di unit rawat inap RS PKU Muhammadiyah Surabaya. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Evaluasi Sistem Informasi Rekam Medik Elektronik dan dianalisis dengan Fisher’s Exact Test. Hasil uji Fisher’s Exact Test menunjukkan hubungan antara HOT terhadap Benefit dengan nilai signifikan (p=0,030). Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor manusia, organisasi dan teknologi secara bersama-sama saling berinteraksi untuk memengaruhi manfaat yang dirasakan bagi penggunanya. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi sistem informasi rekam medik elektronik tidak hanya bergantung pada teknologi saja, tetapi juga peran penting faktor manusia dan organisasi. Peningkatan kualitas ketiga aspek tersebut dapat meningkatkan pengalaman pengguna serta optimalisasi layanan kesehatan berbasis digital di rumah sakit.
EFEKTIVITAS AROMATERAPI LEMON UNTUK MENGURANGI MUAL DAN MUNTAH PADA IBU HAMIL DENGAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM DI RUANGAN KHADIJAH RSUD BANGKINANG Ningsih, Fitria; Tanberika, Fajar Sari; Ruspita, Rika; Yanti, Rifa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49330

Abstract

Hiperemesis gravidarum (HEG) merupakan mual dan muntah berat yang terjadi selama kehamilan dan dapat menyebabkan dehidrasi, gangguan elektrolit, serta penurunan status gizi ibu hamil. Di Indonesia HEG tercatat sebesar 14,8% dari seluruh kehamilan. Di Provinsi Riau, dari 49,7% pada tahun 2020 menjadi 53,24% pada tahun 2022. Penanganan kondisi ini dapat dilakukan secara farmakologis maupun nonfarmakologis, salah satunya melalui penggunaan aromaterapi lemon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas aromaterapi lemon dalam mengurangi mual dan muntah pada ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum di Ruangan Khadijah RSUD Bangkinang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experiment jenis one group pretest-posttest. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2025. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil trimester pertama dengan hiperemesis gravidarum yang dirawat pada bulan Oktober hingga Desember 2024 sebanyak 20 orang, dengan sampel sebanyak 16 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi dan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan aromaterapi lemon, seluruh responden mengalami mual muntah berat. Setelah pemberian aromaterapi lemon, seluruh responden mengalami penurunan intensitas mual muntah menjadi kategori ringan. Hasil uji statistik menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara skor mual muntah sebelum dan sesudah intervensi (p = 0,000). Kesimpulan yaitu aromaterapi lemon efektif dalam mengurangi mual dan muntah pada ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum di Ruangan Khadijah RSUD Bangkinang. Disarankan kepada tenaga kesehatan, khususnya bidan, untuk mempertimbangkan penggunaan aromaterapi lemon sebagai metode nonfarmakologis dalam menangani mual dan muntah.
KARAKTERISTIK DEMOGRAFI DAN KINERJA KARYAWAN DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT X Gambeh, Rilya Tesalonika; Rukmini, Rukmini; Kurniawan, Afif
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49331

Abstract

Instalasi farmasi sebagai bagian penting dari rumah sakit memiliki peran besar dalam memastikan ketersediaan obat serta mendukung mutu pelayanan sehingga dapat menciptakan pelayanan yang optimal. Namun, saat ini masih terdapat kendala dalam pelaksanaan yang belum sepenuhnya memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM), terutama terkait dengan waktu tunggu pelayanan resep obat yang masih belum memenuhi standar. Selain itu, tenaga kerja yang tersedia sebagian masih berlatar belakang pendidikan SMK (Farmasi) yang dalam beberapa aspek memerlukan peningkatan kompetensi untuk memenuhi standar pelayanan yang lebih kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelayanan instalasi farmasi di Rumah Sakit X dengan meninjau kualifikasi dan kinerja karyawan, serta waktu tunggu pelayanan resep obat, dengan mempertimbangkan kondisi tenaga kerja yang sebagian memiliki latar belakang pendidikan SMK (Farmasi). Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan instalasi farmasi di Rumah Sakit X, dengan jumlah total sebanyak 9 responden. Variabel independen dalam penelitian ini adalah karakteristik demografi, sedangkan variabel dependen adalah kinerja karyawan. Karakteristik demografi dan kinerja karyawan disajikan melalui analisis deskriptif. Data ini menggambarkan adanya variasi kinerja karyawan di antara berbagai kategori karakteristik demografi. Namun, penelitian ini tidak melakukan analisis statistik inferensial untuk menguji hubungan atau pengaruh antara variabel-variabel tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa karakteristik demografi tidak memiliki hubungan dengan kinerja karyawan. Oleh karena itu, peningkatan kinerja karyawan di instalasi farmasi Rumah Sakit X perlu difokuskan juga pada aspek lain yaitu pelatihan berkelanjutan, motivasi kerja, serta manajemen pelayanan yang efektif guna mendukung mutu pelayanan dan kepuasan pasien.
PENERIMAAN PESERTA JKN NON-PBI PADA RENCANA IMPLEMENTASI KELAS RAWAT INAP STANDAR (KRIS) DI RUMAH SAKIT ADI HUSADA KAPASARI SURABAYA Putri, Sekar Berlian Dwisa; Kurniawan, Afif; Wijaya, Hermanto
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49338

Abstract

Kebijakan baru BPJS dengan adanya peralihan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) pada tahun 2025 berupaya menghilangkan kesenjangan kelas dan memberikan pelayanan kesehatan yang adil bagi seluruh peserta Jaminan Kesehatan Nasional. Meskipun demikian, perubahan yang akan terjadi memerlukan pertimbangan yang matang, terutama bagi non-peserta PBI, sehingga memerlukan penelitian dan analisis lebih lanjut untuk menilai penerimaan masyarakat terhadap rencana implemetasi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi hubungan peserta JKN Non-PBI terhadap penerimaan rencana implementasi kelas rawat inap standar (KRIS). Penelitian ini menggunakan Theoritical Framework Acceptabillity. Teori tersebut cocok digunakan dalam berbagai penelitian,, terutama yang berakitan dengan penerimaan intervensi layanan kesehatan dengan desain observasional analitik dengan pendekatan kuantitatif,menggunakan teknik pengambilan purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi untuk memilih sampel 60 peserta JKN Non-PBI di Rumah Sakit Adi Husada Kapasari. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner TheoriticalFramework Acceptabillity analisis statistik dilakukan menggunakan uji Regresi Logistik Linier. Hasil penelitian menujukkan bahwa mayoritas responden terdapat hubungan signifikan dengan p=value <0,05 antara variabel Theoritical Framework Acceptancebillity terhadap penerimaan KRIS. Peserta JKN Non-PBI di Rumah Sakit Adi Husada Kapasari terdapat hubungan variabel seperti affevtive attitude, ethicality, intervension coherence, perceived effectiveness, opportunity cots, burden dan self afficecy terhadap penerimaan rencana implementasi kelas rawat inap standar (KRIS) Kebijakan baru BPJS dengan adanya peralihan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) pada tahun 2025 berupaya menghilangkan kesenjangan kelas dan memberikan pelayanan kesehatan yang adil bagi seluruh peserta Jaminan Kesehatan Nasional. Meskipun demikian, perubahan yang akan terjadi memerlukan pertimbangan yang matang, terutama bagi non-peserta PBI, sehingga memerlukan penelitian dan analisis lebih lanjut untuk menilai penerimaan masyarakat terhadap rencana implemetasi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi hubungan peserta JKN Non-PBI terhadap penerimaan rencana implementasi kelas rawat inap standar (KRIS). Penelitian ini menggunakan Theoritical Framework Acceptabillity. Teori tersebut cocok digunakan dalam berbagai penelitian,, terutama yang berakitan dengan penerimaan intervensi layanan kesehatan dengan desain observasional analitik dengan pendekatan kuantitatif,menggunakan teknik pengambilan purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi untuk memilih sampel 60 peserta JKN Non-PBI di Rumah Sakit Adi Husada Kapasari. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner TheoriticalFramework Acceptabillity analisis statistik dilakukan menggunakan uji Regresi Logistik Linier. Hasil penelitian menujukkan bahwa mayoritas responden terdapat hubungan signifikan dengan p=value <0,05 antara variabel Theoritical Framework Acceptancebillity terhadap penerimaan KRIS. Peserta JKN Non-PBI di Rumah Sakit Adi Husada Kapasari terdapat hubungan variabel seperti affevtive attitude, ethicality, intervension coherence, perceived effectiveness, opportunity cots, burden dan self afficecy terhadap penerimaan rencana implementasi kelas rawat inap standar (KRIS)