cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
POTENSI CURCULIGO LATIFOLIA SEBAGAI ALTERNATIF ARTIFICIAL SWEETENER ANTIDIABETIK : LITERATUR REVIEW Loka, Kingkin Dia Pita; Umar, Liya Agustin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49440

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai oleh tingginya kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi atau kerja insulin. Salah satu pendekatan dalam penanggulangan diabetes adalah pengurangan konsumsi gula dan penggunaan pemanis alami sebagai alternatif yang lebih aman. Curculigo latifolia, tumbuhan asli Asia Tenggara, dikenal memiliki senyawa kurkulin yang memberikan rasa manis intens namun tidak berkalori, serta menunjukkan potensi aktivitas antidiabetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi Curculigo latifolia sebagai pemanis alami sekaligus agen antidiabetik melalui telaah literatur. Metode yang digunakan adalah studi literatur sistematis terhadap artikel ilmiah yang relevan dari database seperti PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar selama kurun waktu 2018–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa senyawa kurkulin dalam C. latifolia memiliki kemampuan merangsang rasa manis pada lidah tanpa memengaruhi kadar glukosa darah. Selain itu, ekstrak tanaman ini juga mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenolik yang berpotensi sebagai antioksidan dan inhibitor enzim α-glukosidase serta α-amilase, yang berperan dalam pengendalian glukosa darah. Dengan demikian, Curculigo latifolia memiliki potensi ganda sebagai pemanis alami dan agen antidiabetik, namun penelitian lanjutan, khususnya uji klinis, masih dibutuhkan untuk validasi efektivitas dan keamanannya dalam penggunaan jangka panjang.  
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KECEMASAN IBU HAMIL DENGAN PRE EKLAMSIA DI RUANG KEBIDANAN RSUD BANGKINANG Minarti, Citra Prasemya; Yanti, Rifa; Berikan, Fajar Sari Tan; Ruspita, Rika
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49448

Abstract

Pre-eklampsia adalah suatu kondisi yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah dan adanya protein dalam urine setelah usia kehamilan 20 minggu. Kondisi ini dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius bagi ibu dan bayi, termasuk risiko kematian. Perhatian terhadap kesehatan mental ibu hamil yang mengalami pre-eklampsia sangat penting, karena stres dan kecemasan dapat memperburuk kondisi kesehatan mereka. Dukungan keluarga dapat berfungsi sebagai buffer terhadap kecemasan yang dialami oleh ibu hamil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan ibu hamil dengan pre-eklamsia di ruang rawat inap kebidanan RSUD Bangkinang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain observasi analitik dan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu hamil dengan pre-eklamsia yang di rawat di RSUD Bangkinang bulan Februari sampai dengna Juni ditahun 2025 yaitu 38 kasus. Sampel penelitian ini berjumlah 38 orang yang diambil dengan teknik Total sampling. Pengolahan dan analisis data dilakukan secara komputerisasi. Hasil penelitian didapat bahwa dari 38 responden yaitu sebanyak 20 responden (52,6%) mendapatkan dukungan keluarga yang baik, dan mayoritas responden berada di kategori Kecemasan Ringan – Sedang yaitu sebanyak 14 responden (36,8%). Hasil uji bivariat menggunakan uji korelasi Spearman, di dapatkan nilai r cenderung negatif yang artinya makin tinggi dukungan keluarga maka sebaliknya makin rendah tingkat kecemasan yang di alami ibu dengan nilai signifikan p=0,01 artinya p<0,05 maka, dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat Hubungan Dukungan Keluarga dengan Tingkat Kecemasan Ibu Hamil dengan Pre-Eklampsia di Ruang Kebidanan RSUD Bangkinang.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI (KPD) PADA IBU BERSALIN DI RSUD BANGKINANG Aprirosita, Aprirosita; Aifa, Wira Ekdeni; Berikan, Fajar Sari Tan; Yanti, Rita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49449

Abstract

Ketuban pecah dini (KPD) adalah pecahnya ketuban sebelum terdapat tanda persalinan dan ditunggu satu jam belum terjadi in partu, KPD dapat terjadi pada usia kehamilan aterm (≥37 minggu) atau preterm (<37 minggu), yang dapat mengakibatkan komplikasi pada persalinan sehingga berkontribusi dalam terjadinya morbiditas dan mortalitas ibu dan bayi (Prawirahardjo, 2020). Faktor predisposisi KPD diantaranya usia ibu, paritas, presentasi janin dan gameli. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Ketuban Pecah Dini (KPD) Pada Ibu Bersalin di RSUD Bangkinang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain observasi analitik dan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin dengan KPD di RSUD Bangkinang bulan Februari sampai Juni ditahun 2025 yaitu 22 kasus. Sampel penelitian ini berjumlah 22 orang yang diambil dengan teknik Total sampling. Metode analisa data dengan cara analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan nila p-value pada usia adalah p=0,018 <0,05, paritas p=0,609 >0,05, presentasi janin p=0,023 <0,05 dan gameli 0,338 >0,05. Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat hubungan usia dan presentasi janin dengan kejadian KPD namun tidak terdapat hubungan antara paritas dan gameli dengan kejadian KPD di RSUD Bangkinang. Disarankan untuk RSUD Bangkinang agar meningkatkan penyuluhan kepada ibu hamil tentang tanda bahaya dan penyulit kehamilan yang salah satunya kejadian KPD pada ibu bersalin.
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP KEPATUHAN KONSUMSI TTD PADA IBU HAMIL Rumayomi, Daniel Morris; Munthe, Jefferson Nelson; Howay, Lusye; Astawa, Gregorius Adista Enrico; Rumbino, Samdei Carolina
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49482

Abstract

Kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (TTD) merupakan faktor kunci dalam upaya pencegahan anemia. Salah satu determinan yang mempengaruhi kepatuhan tersebut adalah pendidikan. Pendidikan merupakan fondasi utama dalam pembangunan individu dan masyarakat. Melalui proses pembelajaran formal maupun informal, pendidikan berperan dalam membentuk karakter, meningkatkan keterampilan, serta memperluas wawasan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan terhadap kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (TTD) pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Abepura Januari-April tahun 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, yang dilaksanakan secara cross-sectional. Populasi terdiri dari 275 ibu hamil yang berada di wilayah kerja Puskesmas Abepura. Sampel adalah 73 ibu hamil yang berkunjung di Puskesmas Abepura. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8). Kuesioner disebarkan dengan teknik Convenience Sampling. Menerapkan analisis univariat dan bivariat dengan uji korelasi Spearman Rank untuk mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan terhadap kepatuhan konsumsi tablet tambah darah. Tingkat pendidikan responden didominasi pendidikan menengah (57,5%). Kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi tablet tambah darah didominasi kepatuhan rendah (41,1%). Hasil uji korelasi Spearman Rank didapatkan nilai koefisien korelasi tingkat pendidikan dengan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah memiliki hubungan yang cukup kuat (0,359) dan berpola positif yang memiliki arti arah hubungan variabelnya positif. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi tablet tambah darah.  
EFEKTIVITAS PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KATUK TERHADAP KADAR GLUKOSA DALAM ASI PADA IBU MENYUSUI DI KECAMATAN PAMOTAN Fikabewa, Devy Anggraeni; Setyowati, Endang; Sukoharjanti, Bintari Tri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49490

Abstract

ASI yang berkualitas penting untuk tumbuh kembang bayi, namun sebagian ibu di Kecamatan Pamotan mengalami kendala produksi dan kualitas ASI, termasuk kadar glukosa. Ekstrak daun katuk (Sauropus androgynus) dapat menjadi solusi untuk meningkatkan produksi ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pemberian ekstrak daun katuk (Sauropus androgynus) terhadap kadar glukosa dalam ASI ibu menyusui di Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang. Metode Penelitian menggunakan metode Quasi Experiment, dengan melibatkan 30 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol. Responden kelompok intervensi mendapat ekstrak daun katuk dua kali sehari selama 14 hari. Sedangkan pada kelompok kontrol tidak mendapat ekstrak daun katuk dua kali sehari selama 14 hari. Kadar glukosa ASI diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan glukometer. Kelompok kontrol dan intervensi diberikan kuesioner sebanyak 15 pertanyaan, format penjelasan, lembar informed consent, lembar asupan makanan serta keluhan selama mengonsumsi ekstrak daun katuk. Hasil Penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu setelah diberikan edukasi tentang ekstrak daun katuk, dengan rata-rata skor pengetahuan kelompok kontrol pre test sebesar 49,93 dan post tetst sebesar 69,07, serta pada kelompok intervensi pre test sebesar 45,80 dan post test sebesar 73,07. Kadar glukosa ASI kelompok kontrol meningkat dari 37,67 mg/dl menjadi 44,80 mg/dl dan pada kelompok intervensi dari 39,00 mg/dl menjadi 58,53 mg/dl. Kesimpulan: Daun katuk meningkatkan kadar glukosa dan volume ASI, serta pengetahuan ibu tentang manfaatnya, sehingga berpotensi mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif.
TEKNIK PEMERIKSAAN FISIOLOGI INTRAKORONER PADA PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER DENGAN LESI KORONER MULTIPEL Husein, Faiza; Nurhayati, Nurhayati; Mangkuanom, Arwin Saleh; Jamaluddin, Ahmad; Budiman, Muhamad Arif
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49516

Abstract

Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan penyebab utama kematian di dunia, terutama akibat komplikasi dari lesi koroner multiple, yaitu penyempitan pada dua atau lebih arteri koroner. PJK disebabkan oleh plak aterosklerosis yang menghambat aliran darah dan dapat menimbulkan nyeri dada, sesak napas, mual, dan pusing. Aterosklerosis sering menyumbat cabang-cabang utama arteri koroner, seperti left anterior descending (LAD), left circumflex (LCx), dan right coronary artery (RCA). Pemeriksaan fisiologi intrakoroner seperti Fractional Flow Reserve (FFR) dan Instantaneous Wave-Free Ratio (IFR) dapat digunakan untuk menilai signifikansi hemodinamik dari stenosis. FFR adalah pemeriksaan diagnostik yang digunakan untuk melihat signifikansi fisiologis stenosis arteri koroner secara spesifik. IFR merupakan pengukuran fisiologi intrakoroner lebih baru yang menggunakan prinsip serupa dengan FFR tetapi tidak memerlukan agen hiperemia. Namun, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara FFR dan IFR pada iskemia. Penelitian ini adalah studi kasus deskriptif pada pasien dengan diagnosa awal penyakit jantung koroner yang kemudian dilakukan pemeriksaan fisiologi intrakoroner berupa FFR dan IFR, dan didapatkan hasil lesi koroner multiple (lebih dari 2 koroner). Diperoleh nilai IFR pada LAD 0.92 dan FFR 0.75 (signifikan), IFR LCx 0.71 (signifikan), IFR RIM 0.95 (non signifikan), dan IFR RCA 0.92 serta FFR 0.72 (signifikan). IFR memiliki tingkat akurasi yang cukup baik, tapi FFR dinilai lebih akurat karena menggunakan agen hiperemi untuk menilai keparahan stenosis arteri koroner.
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK, POLA MAKAN, DAN KECUKUPAN ENERGI DENGAN KEJADIAN GIZI LEBIH Nisa, Khoirun; Sari, Rachma Kurnia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49517

Abstract

Status gizi lebih (overweight) terjadi ketika energi yang masuk lebih besar dibandingkan dengan energi yang digunakan tubuh untuk metabolisme dan beraktivitas dalam jangka waktu yang lama. Asupan energi yang tinggi dan tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang cukup dapat menyebabkan terjadinya gizi lebih pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan aktivitas fisik, pola makan, dan kecukupan energi dengan kejadian gizi lebih pada siswa SMA Negeri 4 Bojonegoro. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Besar sampel sebanyak 74 siswa dan dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, pengisian kuesioner, dan pengukuran antropometri. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji korelasi Spearman dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 44,6% siswa dengan status gizi baik, 45,9% siswa berstatus gizi lebih, dan 9,5% siswa yang tergolong obesitas. Sebagian besar siswa (45,9%) memiliki tingkat kecukupan energi yang lebih dan aktivitas fisik yang ringan. Analisis uji menunjukkan terdapat hubungan antara aktivitas fisik (p=0,001), pola konsumsi sayur (p=0,001), pola konsumsi snack (p=0,034), pola konsumsi minuman manis (p=0,001), kecukupan energi (p=0,001) dengan status gizi, namun tidak terdapat hubungan antara pola konsumsi makanan pokok (p=0,858), pola konsumsi lauk pauk (p=0,127), pola konsumsi buah (p=0,652) dengan status gizi. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang bermakna antara aktivitas fisik, pola konsumsi sayur, snack, makanan manis, dan kecukupan energi dengan status gizi, serta tidak terdapat hubungan antara pola konsumsi makanan pokok, lauk pauk, dan buah dengan status gizi siswa.
HUBUNGAN KESEJAHTERAAN SPIRITUAL DENGAN KUALITAS HIDUP PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI KLINIK IMANUEL MANADO Lalimbat, Julian; Toar, Juwita; Larira, Dina Mariana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49522

Abstract

Pendahuluan Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang saat ini menjadi tantangan besar dalam dunia kesehatan. Kualitas hidup yang rendah dapat memperburuk perkembangan suatu penyakit, aspek spiritual memiliki peran penting dalam menentukan kualitas hidup seseorang. Penelitian ini bertujuan untuki mengetahui hubungan kesejahteraan spiritual dengan kualitas hidup penderita diabetes melitus tipe 2 di Klinik Imanuel Manado. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode cross-sectional. Populasi yaitu penderita Diabaetes Melitus (DM) tipe 2 di Klinik Imanuel Manado. Sampel sebanyak 86 responden diperoleh melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu Spiritual Well-Being (SWBS) untuk mengukur kesejahteraan spiritual dan Diabetes Quality Of Life (DQOL) untuk mengukur kualitas hidup penderita Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 di Klinik Imanuel Manado. Hasil adanya hubungan yang sangat kuat dan bermakna antara kesejahteraan spiritual dan kualitas hidup pada penderita Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 di Klinik Imanuel Manado. Melalui uji korelasi Spearman, diperoleh nilai r = 0,827 dengan p = 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan pasien Diabetes Melitus (DM) tipe 2 diharapkan dapat berperan lebih aktif dalam meningkatkan serta mempertahankan kesejahteraan spiritual sebagai salah satu cara untuk menghadapi penyakit kronis sehingga dapat mencapai kualitas hidup yang baik.
PENGARUH DIABETES EDUCATION (DIA-EDU)TERHADAP TINGKAT SELF CARE MANAGEMENT PADA PENDERITA DIABETES MELITUS Lestari, Tri Octaviani; Prabowo, Dwi Yogo Budi; Riani, Suksi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49525

Abstract

Jumlah kasus diabetes melitus terus meningkat setiap tahun. Sekitar 240 juta orang diseluruh dunia menderita diabetes tanpa diagnosis, termasuk di Indonesia yang meningkat mencapai 11,7%, Diabetes melitus dapat mengakibatkan komplikasi seperti kardiovaskuler, stroke, ulkus kaki, dan lainnya jika tidak dikelola dengan baik. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan self care management yaitu dengan memanfaatkan teknologi dalam bentuk aplikasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-eksperimen one group pre-test post-test. Jumlah sampel terdiri dari 30 responden yang ditetapkan dengan teknik purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Intervensi yang diberikan berupa edukasi dalam bentuk aplikasi yang bernama Diabetes Education (DIA-EDU). Hasil penelitian didapatkan sebelum diberikan intervensi mayoritas self care management dalam kategori cukup sebanyak 20 responden (66,7%) dan sesudah diberikan intervensi, self care management responden berada dalam kategori baik sebanyak 29 (96,7%). Hasil uji wilcoxon signed rank didapatkan P value (0,000) yang menunjukkan terdapat pengaruh diabetes education (DIA-EDU) terhadap tingkat self care management pada penderita diabetes melitus. Diabetes Education (DIA-EDU) berpengaruh terhadap self care management karena memberikan dampak yang besar bagi penderita diabetes dalam memperluas pengetahuan serta membentuk perilaku perawatan diri. Aplikasi ini juga berkontribusi dalam mendorong motivasi dan kepatuhan penderita dalam menjalani pengelolaan diabetes sehari-hari. Dengan kemudahan akses, dan pemanfaatan teknologi, aplikasi ini menjadi sarana yang efektif untuk memperkuat kemandirian pasien dalam mengelola kondisi kesehatannya secara rutin dan berkelanjutan.
EVALUASI KEBIJAKAN PENCEGAHAN STUNGTING BERBASIS KOMUNITAS DI KABUPATEN MUSI RAWAS UTARA WAHYUNINGSIH, SRI; Yunica, Joyce Angela
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49526

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada Kabupaten Mura Tara, Sumatera Selatan, karena daerah ini memiliki angka stunting yang signifikan di wilayah tersebut dan Kabupaten Mura Tara termasuk pada pelaksanaan kebijakan percepatan penurunan stunting yang dilakukan sesuai dengan kebijakan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan sekunder yang terkait dengan kebijakan penanggulangan stunting pada balita di Kabupaten Mura Tara. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran evaluasi kebijakan yang lebih jelas tentang upaya penanggulangan stunting di Kabupaten Mura Tara dan implikasinya bagi kebijakan kesehatan masyarakat Penelitian ini melakukan evaluasi berdasarkan lima aspek utama: efektivitas, kecukupan, pemerataan, responsivitas, dan ketepatan. Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun ada upaya serius dalam implementasi kebijakan, target penurunan stunting belum tercapai sepenuhnya. Komunikasi antara petugas dan masyarakat masih perlu ditingkatkan, dan terdapat keterbatasan sumber daya manusia dan anggaran. Akses layanan kesehatan juga belum merata. Meskipun kebijakan telah membentuk kerangka kerja yang jelas, masyarakat masih kurang mendapatkan informasi tentang program yang ada. Asumsi dasar kebijakan cukup kuat dan dampak positif mulai terlihat, namun masih ada tantangan seperti kurangnya pelatihan bagi petugas. Secara keseluruhan, meskipun ada kemajuan, masih banyak hal yang perlu diperbaiki untuk mencapai tujuan penurunan stunting secara efektif.