cover
Contact Name
Florensius Tijan
Contact Email
admin@unka.ac.id
Phone
+6281227902049
Journal Mail Official
admin@unka.ac.id
Editorial Address
Jl.YC.Oevang Oeray Nomor 92 Baning Kota, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat 78612
Location
Kab. sintang,
Kalimantan barat
INDONESIA
PIPER
ISSN : 19070403     EISSN : 27755738     DOI : 10.51826/piper
PIPER merupakan salah satu media/wadah untuk mengembangkan kemampuan ilmiah civitas akademika Fakultas Pertanian, terutama kemampuan berkomunikasi secara tertulis sesuai kaidah-kaidah ilmiah. Sebagai wadah menampung hasil-hasil penelitian ilmiah, PIPER dapat memperkaya khasanah ilmu dan pengetahuan melalui berbagai aktivitas penelitian. PIPER diharapkan berisi konsep-konsep pemikiran yang objektif, kritis, maju, konstruktif dan mengandung upaya memecahkan berbagai masalah sektor pertanian terutama di wilayah Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat maupun di Indonesia bahkan dunia.
Articles 262 Documents
STUDI TUMBUHAN RAMIN (Gonystylus bancanus) DI KAWASAN HUTAN RAWA GAMBUT TAMAN WISATA ALAM BANING KABUPATEN SINTANG Antonius, Antonius
Publikasi Informasi Pertanian Vol 20 No 1 (2024): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v20i1.1117

Abstract

Habitat tumbuhan Ramin (Gonystylus bancanus) di hutan rawa gambut yang selalu tergenang air. Penelitian tentang tumbuhan Gonystylus bancanus dilakukan pada bulan Janurai – Februari 2024. Metode penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik sampling jalur berpetak, satuan contoh berupa jalur pengamatan dengan lebar jalur 20 m, panjang jalur 500 m dan dibuat 3 jalur pengamatan dengan jarak antar jalur pengamatan sejauh 200 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis yang mendominasi adalah Gluta aptera, Shorea pachyphylla, Dyera polyphylla, Combretocarpus rotun, Dryobalanops rappa, Dactylocladus stenostachys dan Dialium sp. Jenis dengan Tingkat asosiasi terkuat ditemukan pada jenis Rengas ungan (Gluta aptera), Mabang (Shorea pachyphylla) dan Jelutung (Dyera polyphylla). Sedangkan jenis dengan tingkat asosiasi terendah terdapat pada jenis Soka Hutan (Ixora sp), Ki Hujan (Engelhardtia serrata) dan jenis Sigam (Ficus grossularioides).
PENINGKATAN PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG KETAN (Zea mays var Cerantina) DENGAN PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR KULIT BUAH-BUAHAN Kurniawati, Herlina; Nurhadiah, Nurhadiah; Karlina, Devi
Publikasi Informasi Pertanian Vol 20 No 1 (2024): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v20i1.1118

Abstract

Hasil jagung ketan di Kabupaten Sintang lebih rendah dari potensi produksinya, oleh karenanya perlu ditingkatkan. Peningkatan hasil jagung ketan di Kabupaten Sintang dapat dilakukan dengan  pemberian pupuk organik, salah satunya adalah pupuk organik cair dari kulit buah-buahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk organik cair kulit buah-buahan terhadap pertumbuhan dan hasil jagung ketan serta mengetahui konsentrasinya yang memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik. Penelitian ini menggunakan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor perlakukan dalam penelitian ini adalah Pupuk Organik Cair (POC) yang terdiri dari 5 taraf perlakuan dan 5 kali pengulangan. Lima taraf perlakuan yang dimaksud sebagai berikut: P0 = Tanpa POC kulit buah-buahan per petak, P1 = 10%  POC kulit buah-buahan per petak, P2 = 20%  POC kulit buah-buahan per petak, P3 = 30%  POC kulit buah-buahan per petak, P4 = 40% POC kulit buah-buahan per petak. Parameter dalam penelitian ini adalah diameter batang, berat tongkol kotor, dan berat tongkol bersih. POC kulit buah-buahan tidak berpengaruh pada parameter diameter batang namun berpengaruh pada berat tongkol kotor dan berat tongkol bersih. Berat tertinggi akibat pemberian POC kulit buah-buahan dicapai pada konsentrasi 20% POC per petak, pada konsentrasi tersebut menghasilkan rerata berat tongkol kotor  152 g dan rerata berat tongkol bersih 137 g.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL GAMBAS (Luffa acutangula) PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING DENGAN PEMBERIAN SOLID Sinaga, Markus; Sari, Natalia Purnama; Dalek, Petronius
Publikasi Informasi Pertanian Vol 20 No 1 (2024): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v20i1.1120

Abstract

Produksi gambas (Luffa acutangula) di Kabupaten Sintang masih tergolong rendah dibanding dengan potensi optimalnya yang mencapai 38-51 ton/ha. Rendahnya produksi ini salah satu penyebabnya adalah tanah yang kurang subur karena sebagian besar  lahan pertanian didominasi tanah PMK. Upaya untuk meningkatkan produksi gambas pada tanah PMK diantaranya menggunakan bahan organik seperti solid. Solid mengandung unsur hara makro dan mikro yang dibutuhkan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil tanaman gambas pada tanah PMK dengan pemberian solid. Penelitian dilakukan dengan metode percobaan lapangan, menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL). Perlakuan pada penelitian ini Solid yang terdiri dari lima taraf dosis yaitu: 0 kg m-1, 0,75 kg m-1, 1,5 kg m-1, 2,25 kg m-1, dan 3 kg m-1. Masing-masing taraf diulang lima kali. Data hasil pengamatan dianalisis dengan uji F, kemudian dilanjutkan dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian diketahui bahwa pemberian solid 3 kg m-1 menghasilkan berat berangkasan, jumlah buah, dan berat buah tertinggi.
PENINGKATAN PRODUKSI KANGKUNG (Ipomoea reptans Poir) MELALUI PEMBERIAN PUPUK KANDANG KOTORAN AYAM Yulianingsih, Ratri; Sinaga, Markus; Naftali, Naftali
Publikasi Informasi Pertanian Vol 20 No 1 (2024): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v20i1.1121

Abstract

Produksi tanaman kangkung di Kabupaten Sintang masih rendah, yaitu 2,06 ton/ha.  Rendahnya produksi kangkung disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah kurangnya nutrisi tanaman. Penambahan nutrisi tanaman dapat dilakukan dengan pemberian pupuk kandang kotoran ayam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan produksi kangkung melalui pemberian pupuk kandang kotoran ayam. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah pemberian pupuk kandang kotoran ayam dengan lima taraf dosis, yaitu: A0 = 0 kg/petak percobaan; A1 = 1,25 kg/petak percobaan; A2 = 2,5 kg/petak percobaan; A3 = 3,75 kg/petak percobaan; A4 = 5 kg/petak percobaan. Data dianalisis dengan menggunakan Analisis Sidik Ragam dan Uji BNJ pada tingkat kepercayaan 95% dan 99%. Hasil pengamatan  dan analisis data menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang kotoran ayam berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung darat. Pemberian pupuk kandang kotoran ayam dengan dosis 5 kg memberikan rata-rata hasil tertinggi, ditunjukkan dengan jumlah nilai rerata tertinggi tinggi tanaman pada perlakuan K4 23,76 cm dan berat segar tanaman 16,76 gram.
PENGARUH BOKASHI PELEPAH KELAPA SAWIT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TERUNG UNGU (Solanum melongena L.) okto, efendi; Sukasih, Nining Sri; Mangardi, Mangardi
Publikasi Informasi Pertanian Vol 20 No 1 (2024): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v20i1.1122

Abstract

Terung ungu merupakan salah satu jenis sayuran yang cukup diminati karena selain rasanya yang enak buah terung juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian bokashi pelepah sawit terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung ungu serta dosis pelepah sawit terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung ungu serta dosis pemberian bokashi pelepah sawit yang memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman terung ungu terbaik. Penelitian   ini   dilakukan   di   Desa   Tuguk, Kecamatan Kayan   Hilir, Kabupaten Sintang pada bulan Juli - September 2023. Metode yang digunakan adalah percobaan lapangan, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 5 taraf perlakuan, yaitu: B0=Tanpa bokashi pelepah kelapa Sawit/m2; B1= 1 kg bokashi pelepah Sawit/m2; B2=1,5 kg bokashi pelepah Sawit/m2; B3= 2 kg bokashi pelepah Sawit/m2; B4= 2,5 kg bokashi pelepah Sawit/m2. Setiap taraf perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bokashi pelepah kelapa sawit berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah buah, dan berat buah tanaman terung. Pemberian bokashi pelepah sawit dengan dosis 2,5 kg/m2 merupakan dosis terbaik.
KEANEKARAGAMAN JENIS BUAH EDIBLE PADA AGROFORESTRI TEMBAWANG TAPANG TANJUNG SINTANG KALIMANTAN BARAT Hutagaol, Ria Rosdiana
Publikasi Informasi Pertanian Vol 20 No 2 (2024): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v20i2.1262

Abstract

Keberadaan vegetasi pada agroforestri tradisional di Kalimantan Barat yang disebut tembawang dengan struktur vegetasi yang menyerupai hutan alam memiliki fungsi ekonomi dan ekologi. Tembawang terbentuk dari perladangan berpindah yang ditanami dengan berbagai jenis tanaman termasuk pohon buah-buahan yang dapat dimakan, yang dimanfaatkan secara subsisten. Namun, sebagian besar spesies buah yang dapat dimakan kurang dikenal dan kurang dimanfaatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis buah edibel di Tembawang Desa Tapang Tanjung Kecamatan Sepauk Kabupaten Sintag, Kalimantan Barat. Metode yang digunakan adalah metode jelajah untuk menemukan buah yang dapat dimakan di area seluas 0,5 ha dan wawancara untuk mengetahui pemanfaatan buah yang dapat dimakan dan bentuk tembawang. Bahan penelitian ini adalah tumbuhan buah edibel dan panduan wawancara. Alat yang digunakan adalah GPS, kamera, alat perekam, pita ukur, parang, tali rafia, meteran gulung, tally sheet, dan alat tulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tembawang yang ada di lokasi penelitian merupakan tembawang waris muda, yaitu tembawang yang dimiliki dan dikelola oleh 2 - 3 generasi. Terdapat 6 (enam) famili dan 8 (delapan) spesies tanaman buah yang dapat dimakan, yaitu Durian (Durio zibethinus) famili Lauraceae, Kemantan (Mangifera torquenda) famili Mangiferaceae, Mentawak (Artocarpus lanceifolius) famili Moraceae, Cempedak (Artocarpus cempedens) famili Moraceae, Embak/tampui (Baccaurea grafhiti) famili Pyllantthaceae, Belimbing Darah/Benit (Baccaurea angulata) famili Phyllanthaceae, Kubal (Wilughbeia angustifolia) famili Apocynaceae, dan Jengkol (Pithecollobium jiringa) famili Mimosaceae. Masyarakat lokal memanfaatkan buah-buahan yang dapat dimakan sebagai makanan, baik dimakan mentah atau diolah menjadi makanan ringan, atau sayuran. Tembawang merupakan pengetahuan tradisional yang diwariskan dari orang tua kepada generasi berikutnya.
PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR KEONG MAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG HIJAU (Solanum melongena) Paskawati, Martina; Nurhadiah, Nurhadiah; Sukasih, Nining Sri
Publikasi Informasi Pertanian Vol 20 No 2 (2024): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v20i2.1272

Abstract

Terung (Solanum melongena) merupakan jenis tanaman sayuran buah yang mempunyai rasa enak untuk dikonsumsi. Untuk meningkatkan produksi terung, ketersediaan unsur hara menjadi hal yang penting dalam menunjang pertumbuhan dan produktivitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian POC keong mas terhadap  pertumbuhan dan hasil terung hijau serta mengetahui dosis POC keong mas yang optimum dalam memberikan pertumbuhan dan  hasil tertinggi terung hijau. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan rancangan yang digunakan adalah pola dasar Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan yang digunakan adalah POC keong mas yang terdiri atas 5 taraf perlakuan yang diulang sebanyak 5 kali ulangan. Adapun taraf perlakuan yang dimaksud adalah P0 = Tanpa POC keong mas (kontrol), P1 = 17,5 ml POC keong mas/L air per bedeng, P2 = 35 ml POC keong mas/L air per bedeng, P3 = 52,5 ml POC keong mas/L air per bedeng, P4 = 70 ml POC keong mas/L air per bedeng. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), jumlah buah (buah) dan berat buah (gram). Hasil penelitian menunjukkan bahwa POC keong mas berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung ungu. Dosis 70 ml POC keong mas/L air per bedeng (P4) menghasilkan     pertumbuhan dan hasil tertinggi dengan rerata tinggi tanaman terung 62,65 cm, rerata jumlah buah 4,15  buah dan rerata berat buah 308,85 gram.
SISTEM PENGELOLAAN HUTAN DESA DI PENEPIAN RAYA KABUPATEN KAPUAS HULU Kurniawan, AB. Wawan; Syukur, Muhammad
Publikasi Informasi Pertanian Vol 20 No 2 (2024): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v20i2.1278

Abstract

Hutan Desa adalah salah satu skema pengelolaan hutan yang ditetapkan oleh KLHK agar keberadaan hutan dapat meningkatkan taraf hidup dan mensejahterakan masyarakat, khususnya masyarakat didalam dan sekitar kawasan hutan. Di desa Penepian Raya Kabupaten Kapuas Hulu terdapat Hutan Desa yang dikelola oleh LPHD Bumi Lestari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pengelolaan Hutan Desa oleh LPHD Bumi Lestari. Penelitian mengunakan metode wawancara, kuesioner dan studi dokumentasi. Responden/Informan yang menjadi sampel sebanyak 40 orang, terdiri atas 3 orang Pendamping, 3 orang Pembina dan 6 orang Pengurus Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) serta 28 orang masyarakat desa. Pelaksanaan kegiatan penelitian meliputi persiapan, survei lapangan, penentuan sampel dan responden/informan, wawancara, penyebaran kuesioner serta pengumpulan data sekunder. Hasil penelitian disimpulkan (1) Aspek perencanaan pengelolaan Hutan Desa Penepian Raya sangat baik, hasil analisis berdasarkan kriteria interpretasi, dikategorikan sangat kuat dengan persentase sebesar 82,93%; (2) Aspek organisasi kelembagaan dalam pengelolaan Hutan Desa Penepian Raya oleh LPHD sangat baik, dan  dikategorikan sangat kuat dengan persentase sebesar 82,67%; (3) Aspek pelaksanaan pengelolaan Hutan Desa Penepian Raya sangat baik, dan dikategorikan sangat kuat dengan persentase sebesar 81,45% dan; (4) Aspek monitoring dan evaluasi pengelolaan Hutan Desa Penepian Raya sangat baik, dengan kategori sangat kuat dengan persentase sebesar 83,16%. Pengelolaan Hutan Desa Penepian Raya adalah upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian kawasannya. Oleh karena diperlukan komitmen dan kesungguhan LPHD Bumi Lestari untuk mengelolanya serta diperlukan sinergitas antar lembaga/instansi untuk dapat bekerja secara kolaboratif demi mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan Hutan Desa yang terjaga.
PENGARUH PEMBERIAN KOMPOS SOLID DAN POC BATANG PISANG PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING TERHADAP PERTUMBUHAN SERTA HASIL SAWI HIJAU Sinaga, Markus; Kurniawati, Herlina; Lambertus, Lambertus
Publikasi Informasi Pertanian Vol 20 No 2 (2024): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v20i2.1283

Abstract

Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, memiliki potensi pertanian yang cukup besar, dengan ketersediaan lahan pertanian yang luas. Salah satu komoditas sayuran yang dapat kembangkan dan dibudidayakan di wilayah ini adalah sawi hijau (Brassica juncea L.) namun, kendala yang dihadapi adalah kondisi lahan pertanian yang kurang subur karena sebagian besar adalah tanah podsolik merah kuning. Salah satu upaya untuk untuk meningkatkan kesuburan tanah dan produksi tanaman melalui pemberian kompos solid dan pupuk organik cair (POC) batang pisang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pemberian Kompos Solid dan POC batang pisang beserta interaksinya pada tanah PMK terhadap pertumbuhan dan hasil sawi hijau. Variabel penelitian terdiri dari dua yaitu: pemberian kompos solid dan POC batang pisang sebagai variabel bebas, tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, dan bobot segar sebagai variabel terikat. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen lapangan, menggunakan rancangan faktorial dengan pola dasar Rancangan Acak Kelompok. Perlakuan pada penelitian ini kompos solid dan POC batang pisang. Masing-masing faktor perlakuan terdiri dari 3 taraf yang dikombinasikan, dan 3 ulangan, yaitu: S0 (tidak diberi kompos solid), S1 (1,5 kg kompos solid m-1), S2 (3 kg kompos solid m-1) P0 (tidak diberi POC batang pisang), P1 (150 ml POC batang pisang m-1), P2 (300 ml POC batang pisang m-1).  Data hasil pengamatan diuji dengan analisis ragam (uji F) dan dilanjutkan dengan uji Duncans Multiple Range Test (DMRT) selang kepercayaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian 3 kg kompos solid dan 300 ml POC batang pisang menghasilkan tinggi tanaman, luas daun, dan berat segar tertinggi
PENGARUH PUPUK SILIKA DAN PAKLOBUTRAZOL TERHADAP PEMBUNGAAN DAN PRODUKSI BUAH PADA TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L) Jufri, Afifah Farida; Dewi, Denisa Kartika; Azhari, Anjar Pranggawan; Nurrachman, Nurrachman
Publikasi Informasi Pertanian Vol 20 No 2 (2024): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v20i2.1284

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat respon pembungaan dan produksi cabai rawit terhadap pemberian pupuk silika dan paklobutrazol. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan November 2023 di Desa Selengen, Kabupaten Lombok Utara. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Faktorial. Faktor pertama yaitu aplikasi paklobutrazol yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu tanpa paklobutrazol (P0), paklobutrazol 250 ppm (P1) dan paklobutrazol 500 ppm (P2), sedangkan faktor kedua adalah aplikasi silika yang terdiri dari 2 taraf perlakuan, yaitu tanpa silika (S0) dan silika 2 ml L-, (S1). Parameter yang diamati yaitu waktu mulai berbunga, jumlah bunga, persentase fruitset, total buah panen per tanaman, dan bobot buah panen per tanaman.  Hasil penelitian menunjukkan perlakuan  silika tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata pada waktu mulai berbunga dan jumlah bunga, tetapi memberikan pengaruh yang berbeda nyata pada pembentukan fruitset. Fruitset tanaman dengan perlakuan silika sebesar 62.93%. Perlakukan paklobutrazol  memberikan pengaruh yang berbeda nyata pada waktu mulai berbunga dan persentase fruitset, namun tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata pada jumlah bunga. Fruiset tanpa paklobutrazol lebih rendah daripada tanaman dengan perlakuan paclobutrazol 250 ppm dan 500 ppm yaitu 53.92%. Total buah panen dan bobot buah panen per tanaman selama 7 kali panen pada tanaman dengan perlakuan silika memberikan hasil yang lebih tinggi daripada tanaman tanpa perlakuan silika. Tanaman yang diberikan perlakuan paklobutrazol dengan konsentrasi 250 ppm dan 500 ppm tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata  terhadap total buah panen dan bobot buah panen per tanaman.  Namun berbeda nyata dengan tanaman  yang tidak diberikan paclobutrazol.