cover
Contact Name
Florensius Tijan
Contact Email
admin@unka.ac.id
Phone
+6281227902049
Journal Mail Official
admin@unka.ac.id
Editorial Address
Jl.YC.Oevang Oeray Nomor 92 Baning Kota, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat 78612
Location
Kab. sintang,
Kalimantan barat
INDONESIA
PIPER
ISSN : 19070403     EISSN : 27755738     DOI : 10.51826/piper
PIPER merupakan salah satu media/wadah untuk mengembangkan kemampuan ilmiah civitas akademika Fakultas Pertanian, terutama kemampuan berkomunikasi secara tertulis sesuai kaidah-kaidah ilmiah. Sebagai wadah menampung hasil-hasil penelitian ilmiah, PIPER dapat memperkaya khasanah ilmu dan pengetahuan melalui berbagai aktivitas penelitian. PIPER diharapkan berisi konsep-konsep pemikiran yang objektif, kritis, maju, konstruktif dan mengandung upaya memecahkan berbagai masalah sektor pertanian terutama di wilayah Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat maupun di Indonesia bahkan dunia.
Articles 262 Documents
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR ECENG GONDOK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAYAM (Amaranthus sp.) Karlitus, Janata; Mangardi, Mangardi; Yulianingsih, Ratri
Publikasi Informasi Pertanian Vol 20 No 2 (2024): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v20i2.1285

Abstract

Bayam (Amaranthus sp.) merupakan salah satu tanaman sayuran daun yang cukup digemari di Indonesia dan berbagai negara tropis lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair eceng gondok terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bayam. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Jerora, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, mulai dari bulan Februari - April 2024 dengan menggunakan metode percobaan lapangan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 5 taraf konsentrasi perlakuan, yaitu: P0= Tanpa POC eceng gondok, P1= 200 ml POC eceng gondok/800 ml air, P2= 400 ml POC eceng gondok/600 ml air, P3= 600 ml POC eceng gondok/400 ml air, P4= 800 ml POC eceng gondok/200 ml air. Variabel pengamatan dalam penelitian ini, yaitu tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), dan berat segar tanaman (g). Data yang diperoleh kemudian dianalisis sidik ragam (Anova) apabila berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji BNJ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC eceng gondok berpengaruh nyata terhadap semua variabel pengamatan, yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat segar tanaman. Pemberian POC eceng gondok dengan konsentrasi paling tinggi, yaitu 800 ml POC eceng gondok/200 ml air menghasilkan tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat segar tanaman bayam paling tinggi.
PENGARUH PEMBERIAN MIKROORGANISME LOKAL (MOL) REBUNG BAMBU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG UNGU (Solanum melongena L) Kartana, Syarif Nizar; Mangardi, Mangardi; Darmawan, Donni
Publikasi Informasi Pertanian Vol 20 No 2 (2024): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v20i2.1286

Abstract

Tanaman terung ungu merupakan salah satu jenis sayuran buah yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan namun produksinya di Kabupaten Sekadau semakin tahun semakin menurun yang diakibatkan jenis tanah tempat untuk budidaya sebagian besar adalah dari jenis PMK yang kurang unsur hara dan mikroorganisme sehingga kurang mendukung pertumbuhan dan produksi tanaman terung ungu. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi tersebut adalah dengan memberikan MOL dari rebung bambu karena mudah diperoleh dan memiliki berbagai mikroorganisme yang dapat membantu ketersediaan unsur hara serta zat pengatur tumbuh seperti auksin dan sitokinin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan perlakuan yang paling baik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman terung ungu. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan. Rancangan yang digunakan adalah pola dasar Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan pemberian MOL rebung bambu yang terdiri dari 5 taraf perlakuan, yaitu: M0 = Tanpa MOL rebung bambu, M1 = MOL rebung bambu 125 ml/875 ml air, M2 = MOL rebung bambu 250 ml/750 ml air, M3 = MOL rebung bambu 375 ml/625 ml air, M4 = MOL rebung bambu 500 ml/500 ml air. Masing-masing perlakuan diulang 5 kali. Pengamatan dilakukan terhadap tinggi tanaman, jumlah buah, dan berat buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MOL rebung bambu berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil terung ungu. Pertumbuhan dan hasil terbaik dalam penelitian ini adalah pemberian MOL rebung bambu 500 ml/500 ml air yang menghasilkan rerata tinggi tanaman 94,55 cm, rerata jumlah buah 5,70 buah, rerata berat buah 462,05 gram.
KONTRIBUSI USAHATANI PADI SIAM KUNING TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA PETANI DI DESA TAJEPAN KECAMATAN KAPUAS MURUNG KABUPATEN KAPUAS Zhorif, Naufal; Suslinawati, Suslinawati; Kirnadi, Ari Jumadi; Ilhamiyah, Ilhamiyah
Publikasi Informasi Pertanian Vol 20 No 2 (2024): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v20i2.1294

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui teknis budidaya padi Siam Kuning, menghitung besar biaya, penerimaan, pendapatan, dan kontribusi dari usahatani padi Siam Kuning, dan mengetahui permasalahan yang dihadapi usahatani padi Siam Kuning di Desa Tajepan Kecamatan Kapuas Murung Kabupaten Kapuas. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan Teknik observasi dengan melakukan pengamatan secara langsung terhadap petani padi di Desa Tajepan Kecamatan Kapuas Murung Kabupaten Kapuas. Penentuan sampel responden dilakukan secara bertahap, mengingat jumlah populasi sangat besar. Tahap pertama dilakukan secara sengaja (Purposive Sampling) dari total jumlah 150 orang petani di Desa Tajepan yang mengusahakan padi Siam Kuning. Tahap berikutnya, dari jumlah tersebut yang memenuhi semua kriteria sebanyak 40 orang lalu diambil secara acak (Simple Random Sampling) sebanyak 20 orang sebagai sampel responden (50%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya eksplisit yang dikeluarkan petani di Desa Tajepan Kecamatan Kapuas Murung Kabupaten Kapuas dalam satu kali musim tanam sebesar Rp 96.913.600,- dengan rata-rata Rp 4.845.680,-/Petani/MT. Biaya Implisit yang dikeluarkan sebesar Rp 92.780.000,- dengan rata-rata Rp 4.639.000,-/Petani/MT. Produksi padi Siam Kuning sebesar 41.650 Kg dengan rata-rata sebesar 2.083 Kg/MT/Ha. Penerimaan yang didapatkan petani sebesar Rp 416.500.000,- dengan rata-rata sebesar Rp 20.825.000,-/Petani/MT. Pendapatan yang diperoleh petani sebesar Rp 319.586.320,- dengan rata-rata Rp 15.979.320,-/Petani/MT. Sementara, kontribusi pendapatan sebesar 79% terhadap total pendapatan rumah tangga petani.
PENGARUH BOKASHI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT TERHADAP HASIL KAILAN (Brassica oleraceae L.) Sri Sukasih, Nining; Tadem Kardius, Edrikus
Publikasi Informasi Pertanian Vol 20 No 2 (2024): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v20i2.1305

Abstract

Kailan merupakan salah satu produk  hortikultura yang sangat diminati masyarakat karena kaya kandungan gizi, seperti mineral, vitamin B, vitamin C, serat, antioksidan, kalsium serta  zat besi sehingga mempunyai potensi untuk dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bokashi tandan kosong kelapa sawit terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman  kailan.  Penelitian ini menggunakan metode percobaan lapangan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor perlakuan yang terdiri dari 5 taraf dengan 5 kali ulangan. Faktor perlakuan pada penelitian ini adalah bokashi tandan kosong kelapa sawit yang terdiri dari 5 taraf dosis, yaitu: B0 = tidak diberi bokashi tandan kosong kelapa sawit/M2, B1 = 0,75 kg bokashi tandan kosong kelapa sawit/M2, B2 = 1,5 kg bokashi tandan kosong kelapa sawit/ M2, B3 = 3 kg bokashi tandan kosong kelapa sawit/ M2, dan B4 = 4,5 kg bokashi tandan kosong kelapa sawit/ M2. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai) dan berat basah tanaman (gram). %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bokshi tandan kosong kelapa sawit berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat basah tanaman  kailan. Pemberian bokashi tandan kosong kelapa sawit dengan dosis 1,5 kg/M2 (B2), 3 kg/M2 (B3) dan  4,5 kg/M2 (B4) mampu meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun dan berat basah tanaman  kailan.
ANALISIS POTENSI EKOWISATA HUTAN ENGKULONG MENGGUNAKAN PENDEKATAN ADO-ODTWA DI KABUPATEN SEKADAU KALIMANTAN BARAT Antonius, Antonius
Publikasi Informasi Pertanian Vol 20 No 2 (2024): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v20i2.1311

Abstract

Ekowisata merupakan konsep pembangunan berkelanjutan dengan memanfaatkan jasa lingkungan dari sumber daya alam yang masih asli. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi sumber daya alam pada kawasan hutan Engkulong dengan menggunakan metode deskriptif kualitaf. Teknik pengumpulan data menggunakan survei lapangan, observasi dan wawancara. Data dianalisis menggunakan Panduan Analisis Daerah Operasi Obyek dan Daya Tarik Wisata Alam (ADO-ODTWA) terhadap 8 (delapan) aspek yang didapatkan bahwa 7 (tujuh) aspek memiliki nilai interpretasi kelayakan dengan kategori tinggi, yaitu : (1) Daya tarik wisata; (2) Aksesibilitas; (3) Sarana dan prasarana; (4) Keamanan; (5) Ketersediaan air bersih; (6) Hubungan dengan objek wisata sekitar; dan (7) Kelembagaan. Selain itu, satu aspek memiliki nilai interpretasi sedang, yaitu aspek akomodasi. Sehingga Hutan Engkulong berpotensi untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata alam khususnya ekowisata.
STUDI PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PENGELOLAAN HUTAN RAKYAT DI DESA MANGGALA KECAMATAN PINOH SELATAN Candra, M. Kurniawan; Aspita, Surya; Rupianto, Joni
Publikasi Informasi Pertanian Vol 20 No 2 (2024): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v20i2.1314

Abstract

Pengelolaan Hutan Rakyat memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Desa Manggala menjadi salah satu contoh lokasi yang memiliki potensi besar dalam pengelolaan Hutan Rakyat. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam mengenai persepsi masyarakat Desa Manggala terhadap pengelolaan Hutan Rakyat. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, kuesioner dan studi dokumentasi. Hasil penelitian disimpulkan bahwa :Masyarakat desa Manggala yang mengetahui Hutan Rakyat sebanyak 48 orang (33,57%), tidak tahu sebanyak 30 orang (20,98%) dan ragu-ragu sebanyak 65 orang (45,45%); Terdapat 10 orang masyarakat (6,99%) yang tidak tahu jenis tanaman pada Hutan Rakyat dan 133 orang atau (93,01%) yang tahu, 133 orang (93,01%) merasakan ada ancaman keamanan terhadap tanaman pada hutannya dan semuanya (100%);  ; Masyarakat yang mau terlibat dan dilibatkan dalam kegiatan pengelolaan Hutan Rakyat adalah sebanyak 136 orang (95,10%) dan tidak tahu sebanyak 7 orang (4,90%). 143 orang (100%) masyarakat menyakini bahwa Hutan Rakyat memberikan dampak positif bagi kehidupannya, terutama sebagai tambahan pendapatan baik dari buah buahan yang dapat dijual dan dikonsumsi, maupun sebagai bahan baku untuk bangunan;  Belum tersedia Peraturan Desa yang mengatur pengelolaan Hutan Rakyat di Desa Manggala. Pengelolaan dilakukan oleh masyarakat dan ditentukan sendiri sesuai dengan keinginan masing-masing,  Persepsi masyarakat terhadap pengelolaan Hutan Rakyat adalah sebesar 89,44% atau dikategorikan Sangat Kuat.
PENINGKATAN PRODUKSI CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) MELALUI PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) BATANG PISANG Yulianingsih, Ratri; Sinaga, Markus; Kurniawati, Herlina; Jumanto, Jumanto
Publikasi Informasi Pertanian Vol 20 No 2 (2024): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v20i2.1316

Abstract

Produksi cabai rawit di Kabupaten Sintang masih rendah, yaitu 2,96 ton/ha. Salah satu penyebab rendahnya produksi cabai rawit adalah rendahnya kandungan bahan organik dalam tanah PMK. Kekurangan bahan organik tersebut dapat diatasi dengan pemberian pupuk organik cair batang pisang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan produksi cabai rawit melalui pemberian pupuk organik cair batang pisang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 taraf perlakuan yaitu P0 =  Kontrol (tanpa pemberian POC batang pisang), P1 = 200 ml POC batang pisang per liter air; P2 = 400 ml liter air per liter air; P3 = 600 ml POC batang pisang per liter air; P4 = 800 ml POC batang pisang per liter air. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah buah, dan berat buah. Data dianalisis dengan Analisis Sidik Ragam dan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada selang kepercayaan 95% dan 99%. Hasil penelitian dan analisa data menunjukkan bahwa pemberian POC batang pisang berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil cabai rawit. Pemberian POC batang pisang sebanyak 800 ml per liter air memberikan rata-rata pertumbuhan dan hasil tertinggi, ditunjukkan dengan tinggi tanaman 32,65 cm, rata-rata jumlah buah 18,98, dan rata-rata berat buah 60,89 gram.
PEMANFAATAN KULIT NANAS SEBAGAI PUPUK ORGANIK CAIR DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCOY Kurniawati, Herlina; Nurhadiah, Nurhadiah; Meri, Meri
Publikasi Informasi Pertanian Vol 20 No 2 (2024): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v20i2.1319

Abstract

Tanaman pakcoy (Brassica rapa) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang cukup populer & banyak dikonsumsi masyarakat, serta termasuk jenis tanaman yang banyak dibudidayakan petani saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk organik cair (POC) kulit nanas terhadap pertumbuhan & hasil serta dosis POC limbah kulit nanas yang dapat menghasilkan pertumbuhan dan hasil tertinggi tanaman pakcoy. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan pola dasar Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri atas 5 taraf  perlakuan yaitu N0: Tidak diberi pupuk organik cair (kontrol); N1: 60 ml POC kulit nanas /L/m2; N2: 120 ml POC kulit nanas /L/m2; N3: 180 ml POC kulit nanas /L/m2; N4: 240 ml POC kulit nanas /L/m2. Masing-masing perlakuan diulang 5 kali. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman (cm) & berat basah tanaman (gram). Untuk mengetahui pengaruh POC kulit nanas dilakukan analisis sidik ragam, dilanjutkan dengan uji DMRT pada selang kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukan bahwa pupuk organik cair kulit nanas berpengaruh terhadap pertumbuhan & hasil tanaman  pakcoy. Perlakuan N4 dengan 240 ml POC limbah kulit nanas /L/m2 menghasilkan pertumbuhan & hasil terbaik, yang ditunjukkan dengan tinggi tanaman rata-rata 16,55 cm & berat basah tanaman 3,69 gram. Pada perlakuan ini, POC kulit nanas telah dapat meningkatkan kadar unsur hara dalam tanah sehingga dapat menunjang proses metabolisme tanaman dalam pertumbuhan & hasil tanaman pakcoy.
Pengelolaan Agroforestri Tembawang oleh Masyarakat Desa Peninsung Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat Hutagaol, Ria Rosdiana
Publikasi Informasi Pertanian Vol 21 No 1 (2025): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v21i1.1513

Abstract

Keberadaan vegetasi pada agroforestri tradisional di Kalimantan Barat yang disebut tembawang dengan struktur vegetasi yang menyerupai hutan alam memiliki fungsi sosial, ekonomi, budaya, dan ekologi. Tembawang terbentuk dari tradisi masyarakat Dayak yang berpindah-pindah mengikuti pola ladang mereka. Penelitian ini dilakukan di Desa Peninsung, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai terbentuknya agroforestri tembawang dan pengelolaannya oleh masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga tembawang di lokasi penelitian, yaitu Tembawang Lebuk Buyu, Tembawang Seludan, dan Tembawang Binjai. Terbentuknya tembawang-tembawang ini berasal dari pemukiman yang mengikuti pola perladangan berpindah masyarakat setempat, jenis-jenis tanaman buah yang ditanam sebagai tanda kepemilikan lahan. Terdapat sebelas famili tanaman yang digunakan oleh masyarakat yaitu Moraceae, Lauraceae, Pyllanthaceae, Malvaceae, Mangiferaceae, Apocynaceae, Myrtaceae, Myristicaceae, Arecaceae, Pandanaceae, and  Zingiberaceae.  Tipe pengelolaan lahan bersifat komunal secara turun temurun sehingga pengelolaan tembawang juga dilakukan secara bersama-sama. Pengelolaan tembawang dalam hal ini lebih kepada pemanfaatan hasil tembawang secara subsisten.
STRATEGI PENINGKATAN PRODUKTIVITAS TANAMAN LOBAK DENGAN APLIKASI PUPUK HAYATI DAN PUPUK ORGANIK Sinaga, Markus; Kurniawati, Herlina; Yulianingsih, Ratri
Publikasi Informasi Pertanian Vol 21 No 1 (2025): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v21i1.1516

Abstract

Lobak putih (Raphanus sativus) merupakan sayuran kaya nutrisi yang berpotensi meningkatkan kesehatan masyarakat. Namun, produktivitasnya di Kabupaten Sintang masih rendah, salah satunya akibat kesuburan tanah yang kurang optimal karena dominasi tanah Podsolik Merah Kuning (PMK). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi pupuk hayati dan pupuk organik terhadap produktivitas tanaman lobak. Penelitian dilakukan secara eksperimen menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) faktorial dengan dua faktor: pupuk hayati (0, 5, dan 10 g/m²) dan pupuk organik kompos kulit buah (1, 2, dan 3 kg/m²), masing-masing dengan tiga ulangan. Variabel terukur meliputi tinggi tanaman, bobot daun, panjang dan diameter umbi, serta bobot umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi aplikasi 10 g pupuk hayati dan 2 kg pupuk organik per meter persegi (H2P2) memberikan hasil terbaik pada sebagian besar parameter: tinggi tanaman, bobot daun, diameter umbi, dan bobot umbi tanaman-1. Sementara kombinasi 5 g pupuk hayati dan 2 kg pupuk organik (H1P2) menghasilkan panjang umbi tertinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi pupuk hayati dan organik secara signifikan meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman lobak. Strategi ini direkomendasikan sebagai solusi untuk meningkatkan produktivitas sayuran secara berkelanjutan di lahan marginal.