cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
muhammadasyari1991@gmail.com
Phone
+6285338219596
Journal Mail Official
lumbunginovasi@gmail.com
Editorial Address
Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2541626X     DOI : -
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat | Lumbung Inovasi: Journal of Community Service (ISSN: 2541-626X) is an open access scientific journal that publish community service and empowerment articles. This journal published twice a year (bianually) in May and November.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 47 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 4 (2024): December" : 47 Documents clear
Mengubah Limbah Menjadi Berkah: Pelatihan Pengolahan Limbah Organik Sebagai Media Budidaya Jamur dan Sayuran Organik Hulyadi, Hulyadi; Muhali, Muhali; Khaeruman, Khaeruman; Bilad, Muhammad Roil; Samsuri, Taufik; Bayani, Faizul; Yuliana, Depi
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2024): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i4.2394

Abstract

Pengabdian ini bertujuan melaitih mitra memanfaatkan limbah organik jerami, ampas sagu dan serbuk gergaji sebagai media tanam jamur merang. Selanjutnya limbah jamur diolah sebagai media tanam sayur mayur. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah belum mampu memanfaatkan limbah organik menjadi bahan yang memiliki nilai ekonomis. Teknik yang digunakan dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat ini adalah PRA (Participatori Rural Appraisal) dimana dalam pelaksanaannya melibatkan masyarakat sekitar dalam seluruh kegiatan dan stakeholder setempat. Keunggulan metode ini adalah mampu meningkat keterampilan mitra karena terlibat langsung dalam proses produksi jamur merang. Penggunaan teknik ini bertujuan agar masyarakat dapat saling berbagi dan meningkatkan pengetahaun mereka tentang kondisi dan kehidupan masyarakat, membuat rencana dan bertindak. Keberhasilan proses pengabdian dinilai dari kompetensi mitra dalam budidaya jamur dan sayur mayur pada limbah jamur merang. Mitra telah mampu membudidayakan jamur merang dan sayur mayur ini terbukti dari hasil panen jamur yang sangat baik. Sayur mayur juga tumbuh subur pada media limbah jamur jika dibandingkan dengan media tanah. Suhu yang dijaga tetap setabil pada kumbung mikro terbukti mampu meningkatkan produksi 5 kg setiap raknya. Jika dipersentasekan secara keseluruhan terjadi peningkatan produksi 10% jika dibandingkan ukuran kumbung yang biasa dipakai oleh petani jamur merang. Berdasarkan hasil panen dan uji coba tanaman cabe pada limbah jamur merang dapat disimpulkan masyarakat desa Bengkaung telah mampu memanfaatkan limbah organik menjadi media tanam jamur merang serta mampu memanfaatkan limbah jamur sebagai media tanam sayur. Turning Waste into Blessings: Training on Processing Organic Waste as a Media for Cultivating Organic Mushrooms and Vegetables Abstract This service aims to train partners to utilize organic waste straw, sago dregs and sawdust as a growing medium for straw mushrooms. Next, the mushroom waste is processed as a vegetable growing medium. The main problem faced by partners is that they have not been able to utilize organic waste into materials that have economic value. The technique used in this community empowerment activity is PRA (Participatory Rural Appraisal) where the implementation involves the local community in all activities and local stakeholders. The advantage of this method is that it can improve the skills of partners because they are directly involved in the straw mushroom production process. The aim of using this technique is so that people can share and increase their knowledge about the conditions and life of the community, make plans and act. The success of the service process is assessed from the partner's competency in cultivating mushrooms and vegetables from straw mushroom waste. Partners have been able to cultivate straw mushrooms and vegetables as proven by the excellent mushroom harvest. Vegetables also grow well on mushroom waste media when compared to soil media. The temperature that is kept stable in micro barns has been proven to be able to increase production by 5 kg per shelf. If taken as a whole, there was a 10% increase in production compared to the size of the kumbung usually used by straw mushroom farmers. Based on the harvest results and trials of chili plants on straw mushroom waste, it can be concluded that the people of Bengkaung village have been able to use organic waste as a growing medium for straw mushrooms and are able to use mushroom waste as a medium for growing vegetables.
Program Kemitraan Masyarakat: Menumbuh Literasi dan Keterampilan Mengekstrak Tanaman Obat Melalui Teknologi Sederhana Berorientasi Kearifan Lokal Bayani, Faizul; Yuliana, Depi; Jupriadi, Lalu; Hamdani, Ade Sukma; Hulyadi, Hulyadi; Verawati, Ni Nyoman Sri Putu; Gargazi, Gargazi
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2024): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i4.2403

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan keterampilan masyarakat Desa Bengkaung dalam mengekstrak tanaman obat melalui penggunaan teknologi sederhana yang berbasis kearifan lokal. Pendekatan yang digunakan dalam program ini melibatkan pemanfaatan bahan-bahan lokal, seperti kayu manis, kayu gaharu, kulit kayu Bridellia micrantha, serta alat tradisional gerabah untuk proses ekstraksi tanaman obat. Program ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan praktis dalam pengolahan tanaman obat, tetapi juga untuk melestarikan dan mengembangkan kearifan lokal yang sudah ada di desa tersebut. Variabel utama yang dianalisis dalam penelitian ini meliputi peningkatan keterampilan ekstraksi, pemanfaatan bahan lokal, kesadaran terhadap pelestarian kearifan lokal, dan penggunaan alat tradisional yang ramah lingkungan. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan program ini meliputi pelatihan langsung kepada masyarakat melalui workshop dan pendampingan, serta evaluasi hasil melalui metode pre-test dan post-test. Hasil dari program ini menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam kemampuan masyarakat Desa Bengkaung dalam mengekstrak tanaman obat dengan alat sederhana. Para peserta pelatihan dapat mengidentifikasi dan memanfaatkan bahan-bahan lokal secara efektif untuk proses ekstraksi, serta memahami pentingnya keberlanjutan dan pelestarian kearifan lokal. Selain itu, penggunaan alat tradisional gerabah sebagai media ekstraksi juga terbukti tidak hanya efektif dalam menghasilkan produk ekstraksi, tetapi juga mendukung upaya pelestarian budaya lokal yang ramah lingkungan. Dengan demikian, PKM ini memberikan kontribusi penting dalam pemberdayaan masyarakat Desa Bengkaung, tidak hanya dalam aspek keterampilan teknis, tetapi juga dalam penguatan nilai-nilai kearifan lokal yang berbasis pada keberlanjutan dan penggunaan bahan-bahan alami. Program ini juga berpotensi menjadi model bagi pengembangan masyarakat berbasis kearifan lokal lainnya dalam rangka meningkatkan literasi dan keterampilan berbasis budaya yang berkelanjutan. Community Partnership Program: Fostering Literacy and Skills in Extracting Medicinal Plants Through Simple Technology with a Focus on Local Wisdom  Abstract This Community Partnership Program (PKM) aims to enhance the literacy and skills of the residents of Bengkaung Village in extracting medicinal plants using simple technology based on local wisdom. The approach employed in this program involves utilizing local materials, such as cinnamon, agarwood, and the bark of Bridellia micrantha, as well as traditional clay tools for the medicinal plant extraction process. The program not only aims to improve practical skills in processing medicinal plants but also seeks to preserve and develop the local wisdom already present in the village. The key variables analyzed in this study include the improvement of extraction skills, the utilization of local materials, awareness of preserving local wisdom, and the use of environmentally friendly traditional tools. The methods applied in the implementation of this program include direct training through workshops and mentoring, as well as evaluating the outcomes using pre-test and post-test methods. The results of the program show a significant improvement in the abilities of Bengkaung Village residents in extracting medicinal plants using simple tools. Participants were able to identify and effectively utilize local materials for the extraction process and understand the importance of sustainability and preserving local wisdom. Additionally, the use of traditional clay tools as extraction media proved not only effective in producing extraction products but also supported efforts to preserve environmentally friendly local cultural practices. Thus, this PKM has made a significant contribution to empowering the Bengkaung Village community, not only in terms of technical skills but also in strengthening values of local wisdom based on sustainability and the use of natural materials. This program also has the potential to serve as a model for other community development initiatives based on local wisdom to enhance literacy and skills in a sustainable cultural framework.
Pendampingan Penyusunan Modul Ajar Berbasis Konstruktivis Dalam Konteks Kurikulum Merdeka di MTs. NWDI Tangi - Lombok Timur Fatmawati, Baiq; Muliawan, Wawan; Asri, Indra Himayatul
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2024): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i4.2408

Abstract

Pendampingan penyusunan modul ajar berbasis konstruktivis bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam merancang perangkat pembelajaran yang efektif, inovatif, dan relevan sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Pendekatan konstruktivis menempatkan siswa sebagai pusat pembelajaran, di mana mereka membangun pengetahuan melalui pengalaman langsung, eksplorasi, dan refleksi. Pendampingan penyusunan modul ajar berbasis konstruktivis ini tidak hanya akan meningkatkan kompetensi profesional guru, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan di MTs NWDI Tangi, sejalan dengan visi dan misi Kurikulum Merdeka. Tujuan pendampingan penyusunan modul ajar ini yaitu Memberikan pemahaman bagi guru-guru Madrasah Tsanwiyah tentang modul ajar dalam konteks kurikulum merdeka, dan Mendampingi guru-guru dalam menyusun modul ajar dalam konteks kurikulum merdeka. Sekolah mitra yang dilibatkan dalam program kegiatan yaitu MTs NWDI Tangi. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah Participatory Rural Apraisal. Kegiatan pendampingan ini dilaksanakan dari bulan September – Desember 2024 dengan rincian kegiatan yaitu, survey dan observasi sekolah, sosialisasi, serta pendampingan penyusunan modul ajar sampai dihasilkan produk modul ajar mata pelajaran. Hasil pendampingan setelah diadakan sosialisasi menunjukkan lebih dari 50% guru memahami konsep kurikulum merdeka (79%), guru-guru sudah memahami makna implementasi kurikulum merdeka; komponenen-komponen kurikulum merdeka (84,2%), guru-guru telah mengetahui komponen kurikulum yaitu Capaian pembelajaran, profil pelajar pancasilan, Tujuan pembelajaran, Alur tujuan pembelajaran, pemahaman bermakna, pertanyaan pemantik, strategi pembelajaran, instrument penilaian, cara membuat lembar kerja, cara menyusun bahan ajar; pembelajaran berdiferensiasi (63,1%), guru-guru telah mengetahu cara melakukan asesmen pembelajaran deferensiasi siswa; pembelajaran konstruktivis (78,9%), guru-guru mengetahui jenis-jenis pembelajaran konstruktivis yang dapat diimplementasikan dalam proses pembelajaran; dan sintaks pembelajaran (63,2%), guru-guru mengetahui langkah-langkah pembelajaran konstruktivis yang dapat membangun kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Assistance in the Preparation of Constructivist-Based Teaching Modules in the Context of kurikulum merdeka MTs. NWDI Tangi - Lombok Timur Abstract Assistance in the preparation of constructivist-based teaching modules aims to improve teacher competence in designing effective, innovative, and relevant learning tools in accordance with the principles of the Independent Curriculum. The constructivist approach places students as the center of learning, where they build knowledge through direct experience, exploration, and reflection. Assistance in the preparation of constructivist-based teaching modules will not only improve teacher professional competence, but also contribute to improving the quality of education at MTs NWDI Tangi, in line with the vision and mission of the Independent Curriculum. The purpose of assistance in the preparation of this teaching module is to provide an understanding for Madrasah Tsanwiyah teachers about teaching modules in the context of the independent curriculum, and to assist teachers in preparing teaching modules in the context of the independent curriculum. The partner school involved in the program activities is MTs NWDI Tangi. The implementation method used is Participatory Rural Appraisal. This mentoring activity was carried out from September to December 2024 with the following activities: school surveys and observations, socialization, and mentoring in compiling teaching modules until subject teaching module products were produced. The results of mentoring after the socialization showed that more than 50% of teachers understood the concept of the independent curriculum (79%), teachers understood the meaning of implementing the independent curriculum; components of the independent curriculum (84.2%), teachers knew the components of the curriculum, namely learning outcomes, Pancasila student profiles, learning objectives, learning objective flow, meaningful understanding, trigger questions, learning strategies, assessment instruments, how to make worksheets, how to compile teaching materials; differentiated learning (63.1%), teachers knew how to conduct student differentiation learning assessments; constructivist learning (78.9%), teachers knew the types of constructivist learning that could be implemented in the learning process; and learning syntax (63.2%), teachers knew the steps of constructivist learning that could build students' high-level thinking skills.
Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Perangkat Pembelajaran Sains Sederhana Guru TK Gugus 4 Kecamatan Sekarbela Gummah, Syifaul; herayanti, Lovy; Sukroyanti, Baiq Azmi; Prayogi, Saiful; Habiburrahman, Lalu
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2024): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i4.2450

Abstract

Pelatihan dan pendampingan pembuatan perangkat pembelajaran sains sederhana bagi guru TK Gugus 4 Kecamatan Sekarbela bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam merancang dan mengimplementasikan pembelajaran sains yang menarik dan relevan bagi anak usia dini. Kegiatan ini dilakukan dengan metode In Service Training (IST) di TK Semai Harapan Bangsa, Mataram, pada 22 Agustus 2024, dengan melibatkan 21 guru TK. Pelatihan dirancang melalui tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Dalam pelaksanaannya, peserta mengikuti sesi teori, praktik langsung, dan diskusi interaktif yang difasilitasi oleh para ahli di bidang pendidikan anak usia dini. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan angket untuk menilai peningkatan motivasi, dan kepercayaan diri peserta. Hasil pelatihan menunjukkan dampak positif yang signifikan, dimana guru menjadi lebih paham tentang konsep dan strategi pembelajaran sains, keterampilan dalam merancang perangkat pembelajaran seperti RPP, LKPD, dan media pembelajaran sederhana, serta motivasi tinggi untuk mengadopsi pendekatan kreatif dalam pembelajaran sains. Selain itu, kepercayaan diri guru dalam mengajarkan sains meningkat secara signifikan, dengan 71% peserta menyatakan sangat setuju untuk menerapkan hasil pelatihan di kelas masing-masing. Implikasi dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis IST efektif dalam meningkatkan kompetensi guru dan memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut melalui program lanjutan seperti pendampingan kelas dan pelatihan integrasi teknologi. Dengan keberlanjutan program, diharapkan pembelajaran sains di tingkat TK dapat menjadi lebih inovatif dan relevan, mendukung perkembangan kognitif, sosial, dan emosional anak usia dini secara optimal. Training And Mentoring on The Development of Simple Science Learning Tools for Kindergarten Teachers in Cluster 4, Sekarbela Sub-District Abstract The training and mentoring program on developing simple science learning tools for kindergarten teachers in Cluster 4, Sekarbela Sub-district, aims to enhance teachers' competence in designing and implementing engaging and relevant science lessons for early childhood students. The activity was conducted using the In-Service Training (IST) method at TK Semai Harapan Bangsa, Mataram, on August 22, 2024, involving 21 kindergarten teachers. The training was designed in three stages: preparation, implementation, and evaluation. During the program, participants attended theory sessions, hands-on practice, and interactive discussions facilitated by experts in early childhood education. The evaluation was conducted through questionnaires to assess participants' increased motivation and confidence. The training results showed a significant positive impact, with teachers gaining a better understanding of science concepts and strategies, skills in designing learning tools such as lesson plans (RPP), student worksheets (LKPD), and simple teaching media, as well as high motivation to adopt creative approaches in science teaching. Additionally, teachers’ confidence in teaching science improved significantly, with 71% of participants strongly agreeing to implement the training outcomes in their classrooms. The implications of this activity indicate that IST-based training effectively improves teacher competencies and holds potential for further development through follow-up programs such as classroom mentoring and technology integration training. With the program's continuity, it is hoped that science learning at the kindergarten level can become more innovative and relevant, supporting the optimal cognitive, social, and emotional development of early childhood students.
Pelatihan Pengolahan Sampah Plastik Berbasis Community Development untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa SMA AL-Hamzar Tembeng Putik Lombok Timur Royani, Ida; Imran, Ali; Darmawibawa, Iwan Dody; Masiah, Masiah
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2024): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i4.2456

Abstract

Pelatihan pengolahan sampah berbasis community development di SMA AL-Hamzar bertujuan untuk meningkatkan kreativitas siswa dalam mengolah limbah plastik menjadi produk fungsional yang bernilai guna. Kegiatan ini melibatkan 30 siswa kelas X yang dibagi menjadi 4 kelompok. Metode pelatihan mencakup sosialisasi, demonstrasi praktik, dan evaluasi hasil. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa 75% siswa mampu menghasilkan kursi dari botol plastik dengan kriteria yang memenuhi standar kerapian, kekuatan, dan kreativitas desain. Sebanyak 25% siswa memerlukan pendampingan tambahan pada aspek teknis tertentu, seperti pemotongan triplek dan perekat botol. Selain itu, hasil refleksi menunjukkan peningkatan kesadaran lingkungan di kalangan siswa sebesar 85% berdasarkan survei pasca pelatihan. Program tindak lanjut berupa pembentukan bank sampah di sekolah juga dirintis sebagai langkah keberlanjutan. Pelatihan ini membuktikan efektivitas pendekatan berbasis proyek dalam meningkatkan keterampilan siswa dan kesadaran mereka terhadap pengelolaan sampah. Namun, tantangan seperti keterbatasan alat dan fasilitas tetap memerlukan perhatian untuk pengembangan program di masa depan. Plastic Waste Management Training Based on Community Development to Enhance the Creativity of SMA AL-Hamzar Tembeng Putik Students, East Lombok Abstract The waste management training based on community development at SMA AL-Hamzar aimed to enhance students' creativity in transforming plastic waste into functional and valuable products. This activity involved 30 tenth-grade students divided into four groups. The training methods included socialization, practical demonstrations, and outcome evaluations. The results indicated that 75% of students successfully produced chairs from plastic bottles meeting the criteria for neatness, strength, and creative design. Meanwhile, 25% of students required additional guidance on technical aspects such as cutting plywood and bonding bottles. Reflection results revealed an 85% increase in students' environmental awareness, as evidenced by post-training surveys. A follow-up program, the establishment of a school-based waste bank, was initiated to ensure sustainability. This training demonstrated the effectiveness of project-based approaches in enhancing students' skills and awareness of waste management. However, challenges such as limited tools and facilities need to be addressed for future program improvements.
Sosialisasi tentang Bahaya Narkoba pada Pelajar Kelas IX di SMP Negeri 5 Woha, Kabupaten Bima Sofyandi, Arif; Kardi, Kardi; Zaedah, Una; Astawan, Wanda Januar
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2024): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i4.2467

Abstract

Sosialisasi bahaya narkoba sangat penting dilakukan, selain meningkatkat pengetahuan juga, pelajar dapat mengidentifikasi dan menghindari lingkungan yang berpotensi menjadi tempat penyalahgunaan Napza. Permasalahan Narkoba bersifat urgent dan sangat kompleks. Penyalahgunaan Narkoba dapat mengakibatkan kerugian dalam berbagai hal, mulai dari individu yang menggunakannya hingga merusak suatu bangsa. Hal tersebut karena Narkoba sangatlah berbahaya dan memiliki efek samping berupa penurunan kesadaran hingga Kematian. Metode yang digunakan dalam Pengabdian ini adalah: 1. Survei Dilakukan untuk memilih dan menetapkan lokasi pelaksanaan Kegiatan, dan dipilih Pelajar Kelas IX di SMP Negeri 5 Woha 2. Edukasi dan Diskusi. Edukasi yang akan dilakukan adalah dengan melakukan Pre-Test sebelum edukasi dan Post Test setelah diberikan Edukasi untuk mengetahui apakah materi yang diberikan jelas ditangkap. Kegiatan Pengabdian dilakukan di Mushollah SMP Negeri 5 Woha. Hasil dari pengabdian ini adalah didapatkan nilai rata-rata pengetahuan siswa/siswi sebelum diberikan penyuluhan adalah 33.33 namun setelah diberikan penyuluhan tentang tentang bahaya narkoba, rata-rata pengetahuan siswa/siswi meningkat menjadi 68.89 dengan nilai P Value 0.000 (P<0.005). Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat selisih atau perbedaan nilai pre-test dan post test dengan selisih 37.78. Tsosialization about the Dangers of Drugs to Jonior High School Students Class IX in Bima Abstract Socializing the dangers of drugs is very important, apart from increasing knowledge, students can identify and avoid environments that have the potential to become places of drug abuse. The drug problem is urgent and very complex. Drug abuse can cause The drug problem is urgent and very complex. Drug abuse can cause harm in various ways, starting from the individual who uses it to harming a nation. This is because drugs are very dangerous and have side effects in the form of decreased consciousness and even death. The methods used in this service are: 1. Survey carried out to select and organize the location for the activity, and Class IX students at SMP Negeri 5 Woha were selected. 2. Education and discussion. The education that will be carried out is by carrying out a Pre-Test before the education and a Post Test after the education is given to find out whether the material provided is clearly captured. Service activities were carried out in the Mushollah at SMP Negeri 5 Woha. The result of this service was that the average value of students' knowledge before being given counseling was 33.33, but after being given counseling about the dangers of drugs, the average knowledge of students/girls increased to 68.89 with a P value of 0.000 (P<0.005). So it can be concluded that there is a difference or difference in the pre-test and post-test scores with a difference of 37.78.
Pelatihan Tes dan Pengukuran Fisik Dominan Pemain Sepak Bola Tanah Laut Arifin, Ramadhan; Nurdiansyah, Nurdiansyah; Hamid , Abd.; Mashud, Mashud; Arifin, syamsul; Warni, Herita; Amirudin, Akhmad; Rachman, Aryadi; Huda, Abdi Nul; Sanusi, Rajib; Saputra, Gilang Akbar
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2024): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i4.2520

Abstract

Persetala Tanah Laut adalah klub sepak bola yang telah berpartisipasi dalam berbagai kejuaraan nasional, seperti Liga 3 Nasional dan Piala Suratin. Untuk memastikan efektivitas program latihan, dilakukan pelatihan tes dan pengukuran fisik dominan bagi pelatih dan pemain. Pelatihan ini melibatkan 5 pelatih dan 15 pemain dengan fokus pada lima aspek fisik utama: VO2max, kekuatan otot tungkai, kelincahan, kecepatan, dan kelentukan. Kegiatan dimulai dengan sosialisasi teori tes pengukuran, dilanjutkan dengan praktik lapangan sesuai prosedur standar. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan pada rata-rata skor fisik pemain, dari 55 pada tes awal menjadi 80 pada tes akhir. Tes VO2max mengungkapkan peningkatan kapasitas aerobik pemain, sedangkan pengujian kekuatan otot tungkai menggunakan leg dynamometer menunjukkan peningkatan kemampuan maksimal otot kaki. Tes kelincahan, seperti Illinois Agility Test, mencatat perbaikan signifikan dalam kemampuan pemain untuk bergerak cepat dan berubah arah. Dalam tes kecepatan, rata-rata waktu sprint 20 meter menunjukkan percepatan yang lebih baik, dan tes kelentukan mencatat peningkatan fleksibilitas tubuh pemain. Implikasi dari pelatihan ini adalah penyediaan data objektif untuk mengevaluasi kondisi fisik dan kebutuhan spesifik pemain. Data ini memungkinkan pelatih untuk merancang program latihan yang lebih terarah, meningkatkan performa pemain di lapangan, serta meminimalkan risiko cedera. Selain itu, pelatihan ini memperkuat kolaborasi antara akademisi olahraga dan pelatih lokal, yang berkontribusi pada pengembangan pendekatan berbasis ilmiah dalam pengelolaan tim. Dengan pelatihan yang berkelanjutan, Persetala Tanah Laut dapat meningkatkan standar kompetitifnya dan menjadi model bagi pengelolaan tim sepak bola di tingkat lokal. Training Test and Dominant Physical Measurement of Tanah Laut Football Players Abstract Persetala Tanah Laut is a football club that has participated in various national championships, such as the National League 3 and Suratin Cup. To ensure the effectiveness of its training program, a dominant physical measurement and testing training was conducted for coaches and players. The training involved 5 coaches and 15 players, focusing on five key physical aspects: VO2max, leg muscle strength, agility, speed, and flexibility. The activity began with the socialization of measurement test theory, followed by field practice conducted in accordance with standardized procedures. The results of the training showed a significant improvement in the players' average physical test scores, rising from 55 in the initial test to 80 in the final test. The VO2max test demonstrated increased aerobic capacity, while the leg muscle strength test using a leg dynamometer indicated an improvement in maximal muscle strength. Agility tests, such as the Illinois Agility Test, recorded significant progress in the players' ability to move quickly and change direction. The speed test, involving a 20-meter sprint, showed enhanced acceleration, and the flexibility test noted better overall body flexibility among the players. The implications of this training include the provision of objective data to evaluate the physical condition and specific needs of players. This data enables coaches to design more targeted training programs, enhance on-field performance, and minimize injury risks. Additionally, the training fostered collaboration between sports academics and local coaches, contributing to the development of a scientific approach to team management. With continuous training, Persetala Tanah Laut can elevate its competitive standards and serve as a model for local football team management.