cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
muhammadasyari1991@gmail.com
Phone
+6285338219596
Journal Mail Official
lumbunginovasi@gmail.com
Editorial Address
Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2541626X     DOI : -
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat | Lumbung Inovasi: Journal of Community Service (ISSN: 2541-626X) is an open access scientific journal that publish community service and empowerment articles. This journal published twice a year (bianually) in May and November.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 522 Documents
Empowering Communities through Utilization of Coffee Skin Waste into Tea Ratna Azizah Mashami; Husnul Hatimah; Nova Kurnia; Khaeruman Khaeruman
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2022): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v7i4.957

Abstract

Desa Karang Sidemen terletak di pinggir kawasan hutan di bawah naungan Balai Tahura Nuraksa dan Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (BPKH) Pelangan Tastura. Masyarakat desa tersebut memiliki masalah yaitu proses pengolahan buah kopi menghasilkan limbah kulit kopi dalam jumlah yang besar. Limbah tersebut menimbulkan pencemaran udara dan menjadi sumber penyakit akibat ditumbuhi mikroba. Solusi untuk mengatasi permasalahan di atas adalah pelatihan pengolahan limbah kulit kopi menjadi teh. Tujuan program pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah kulit kopi menjadi teh dan menambah jenis produk usaha sehingga berpengaruh terhadap peningkatan perekonomian masyarakat. Kegiatan dilaksanakan dengan metode Focus Group Discussion (FGD), ceramah, dan praktik. Tahap pelaksanaan kegiatan terdiri dari persiapan, pelatihan, dan evaluasi. Peserta kegiatan sebanyak 24 orang yang berasal dari 8 Kelompok Tani Hutan (KTH). Setelah kegiatan dilaksanakan terlihat adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam membuat teh kulit kopi dan adanya produk baru yang dapat dijadikan usaha masyarakat. Selain itu, masyarakat memberikan respon sangat baik pada semua indikator yaitu ketertarikan peserta, peningkatan pengetahuan peserta, kemudahan materi pelatihan, dan kebermanfaatan kegiatan. Empowering Communities through Utilization of Coffee Skin Waste into Tea Karang Sidemen Village is located on the edge of a forest area under the auspices of the Balai Tahura Nuraksa and the Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (BPKH) Pelangan Tastura. The village community has a problem, namely the processing of coffee cherries produces large amounts of coffee skin waste. The waste causes air pollution and becomes a source of disease. The solution to overcome the problems above is training on processing coffee skin waste into tea. The purpose of this community service program is to improve community skills in processing coffee skin waste into tea and to increase the types of business products so that it affects the improvement of the community's economy. The activities were carried out using the Focus Group Discussion (FGD) method, lectures, and practices. The implementation phase of the activity consists of preparation, training, and evaluation. The participants of the activity were 24 people from 8 Forest Farmer Groups (FFG). After the activity was carried out, it was seen that there was an increase in community knowledge and skills in making coffee skin tea and the existence of new products that could be used as community businesses. In addition, the community responded very well to all indicators, namely participant interest, increased knowledge of participants, ease of training materials, and usefulness of activities  
Pelatihan Budidaya Ikan Lele (Clarias sp.) dengan Sistem Bioflok pada Masyarakat Desa Mekar Baru Kubu Raya Mega Sari Juane Sofiana; Agus Yuliono; Neva Satyahadewi; Amriani Amir; Apriansyah Apriansyah; Ikha Safitri
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2022): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v7i4.959

Abstract

Pandemi Covid-19 berdampak secara langsung terhadap penurunan daya beli masyarakat, serta krisis pemenuhan kebutuhan pangan khususnya sumber protein. Perlu adanya usaha nyata untuk meningkatkan keterampilan masyarakat, salah satunya dengan budidaya Ikan Lele sistem bioflok. Ikan Lele merupakan komoditas budidaya air tawar bernilai ekonomis tinggi, mengandung gizi lengkap, harga murah, serta banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan sosialisasi sistem budidaya yang praktis, ramah lingkungan, efisien, dan berkelanjutan. Selain itu, kegiatan pelatihan diharapkan dapat memberikan keterampilan bagi masyarakat dalam berwirausaha. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 19 September 2021. Mitra kegiatan yaitu warga Kompleks Perumahan Afifah Hilya Regency, Desa Mekar Baru, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Kegiatan dilakukan dengan metode ceramah, diskusi, dan praktek. Sebelum kegiatan, sebanyak 10% masyarakat telah mengetahui tentang budidaya sistem bioflok. Selain itu, semua peserta (100%) juga belum mengetahui tentang probiotik, komposisi, dan cara pembuatannya. Pada evaluasi yang dilakukan di akhir kegiatan menunjukkan bahwa 100% peserta telah memahami metode budidaya dengan sistem bioflok, serta pemanfaatan probiotik untuk meningkatkan imunitas tubuh ikan terhadap kemungkinan serangan penyakit. Training on the Cultivation of Catfish (Clarias sp.) with the Biofloc System for the Community of Mekar Baru Kubu Raya The global pandemic Covid-19 has a direct impact on the decline in public purchasing power, as well as the crisis in fulfillment of food needs, especially protein sources. There needs to be a real effort to improve community skills, one of which is by cultivating catfish with a biofloc system. Catfish is a freshwater aquaculture commodity with high economic value, complete nutrition, low price, and much consumed by the community. This activity aimed to disseminate practical, eco-friendly, efficient and sustainable cultivation systems. In addition, training activities were expected to provide skills for the community in entrepreneurship. This community service activity was carried out on 19th September 2021. The partners are residents of the Perumahan Afifah Hilya Regency, Mekar Baru Village, Sungai Raya District, Kubu Raya Regency, West Kalimantan. Activities were carried out using lecture, discussion, and practice methods. Prior to the activity, only as much as 10% of the community had known biofloc cultivation system. In addition, all participants (100%) did not comprehend as well about probiotics, their composition, and how to make them. The evaluation was carried out at the end of the activity, showed that 100% of the participants had understood the cultivation method with the biofloc system, as well as the use of probiotics to increase the fish immunity against possible disease attacks.
Penguatan Literasi Numerasi dan Adaptasi Teknologi Melalui Program Kampus Mengajar Neva Satyahadewi; Amriani Amir; Asri Mulya Ashari; Rita Kurnia Apindiati; Lucky Hartanti
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2022): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v7i4.962

Abstract

Program Kampus Mengajar (KM) adalah salah satu solusi dalam permasalahan yang dialami dunia pendidikan selama pandemic covid 19, diprogramkan untuk semua sekolah khususnya sekolah dasar dan menengah di seluruh Indonesia dalam usaha mengefektifkan proses pembelajaran. Sekolah Dasar Negeri (SDN) No 15 Segedong Kabupaten Bengkayang adalah salah satu sekolah dengan status belum terakreditasi, mendapatkan jatah penempatan peserta Kampus Mengajar 2 (KM2) sebanyak 4 orang. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membantu terselenggaranya layanan pendidikan dalam usaha meningkatkan kemampuan literasi, numerasi dan teknologi dari siswa di sekolah tersebut. Pelaksanaan kegiatan ini dibagi dalam beberapa tahapan yaitu proses pembelajaran, adaptasi teknologi dan penertiban administrasi sekolah. Kegiatan dilaksanakan selama 20 minggu efektif, dimulai dari awal Agustus-20 Desember 2022. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kualitas sekolah, dari yang belum akreditasi menjadi terakreditasi C, selain itu semangat dan motivasi siswa dalam belajar juga semakin tinggi. Increasing Numeral Literacy and Technology Adaptation Through the Teaching Campus Program  The Teaching Campus Program (KM) is one solution to the problems experienced by the world of education during the COVID-19 pandemic, programmed for all schools, especially elementary and secondary schools throughout Indonesia in an effort to streamline the learning process. State Elementary School (SDN) No. 15 Segedong, Bengkayang Regency is one of the schools with an unaccredited status, receiving 4 participants from Teaching Campus 2 (KM2). The purpose of this activity is to assist the implementation of educational services in an effort to improve the literacy, numeracy and technology skills of students at the school. The implementation of this activity is divided into several stages, namely the learning process, adapting technology and controlling school administration. The activity was carried out for 20 effective weeks, starting from the beginning of August-20 December 2022. The results of the activity showed an increase in the quality of schools, from those that have not been accredited to become accredited C, besides that the enthusiasm and motivation of students in learning is also getting higher.
Kolaborasi Yayasan Palung dan Pelajar SMPN 03 Segedong Dalam Edukasi dan Kreativitas Pengelolaan Sampah Plastik Desita Sari; Syarifah Ema Rahmaniah; Agus Yuliono; Sonia Utami; Vindy Andraeni; Riska Wati; Anggi Jessica
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2022): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v7i4.967

Abstract

Permasalahan sampah yang semakin meningkat menjadi isu bersama yang harus dihadapi dan perlu solusi bersama. Di wilayah Segedong, Kabupaten Mempawah ternyata masyarakat kurang memperhatikan permasalahan sampah termasuk pengelolaannya. Permasalahan sampah berdampak pada bencana alam dan penyakit. Tujuan pelaksanaan pengabdian kepada siswa SMPN 03 Segedong adalah memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada siswa mengenai sampah, dampak sampah pada lingkungan, mampu membedakan sampah organik dan non organik dan cara kreativitas mengolah sampah menjadi barang yang bernilai guna. Metode yang digunakan yaitu dengan memberikan sosialisasi, edukasi dan workshop pengelolaan sampah. Sasaran kegiatan ini adalah para pelajar karena agar pelajar mengerti sangat pentingnya pengelolaan sampah di lingkungan, serta membuat pelajar untuk dapat menanamkan kebiasaan mengelola sampah dengan baik. Hasil kegiatan berdasarkan hasil post-test adalah peningkatan pengetahuan siswa dalam menjaga lingkungan dan pengelolaan sampah plastik. Secara praktik para siswa berhasil membuat lima tempat sampah sesuai dengan pembagian lima kelompok dan tempat sampah ini digunakan untuk tempat pembuangan sampah di SMPN 03 Segedong. Collaboration between the Palung Foundation and SMPN 03 Segedong Students in Plastic Waste Management Education and Creativity  The increasing waste problem is a common issue that must be faced and needs a joint solution.  In the Segedong area, Mempawah Regency, it turns out that the community pays little attention to waste problems, including its management.  The waste problem has an impact on natural disasters and diseases.  The purpose of implementing community service for SMPN 03 Segedong students is to provide knowledge and understanding to students regarding waste, the impact of waste on the environment, being able to distinguish between organic and non-organic waste and how to be creative in processing waste into valuable goods.  The method used is by providing outreach, education and waste management workshops.  The target of this activity is students because students understand the importance of waste management in the environment, and make students able to instill the habit of managing waste properly. The results of the activities based on the post test are an increase in students' knowledge in protecting the environment and managing plastic waste. Practically the students succeeded in making five trash bins according to the distribution of the five groups and the trash bins were used for garbage disposal at SMPN 03 Segedong.
Pemberian Edukasi Kesehatan Melalui Penggunaan Media Pembelajaran Dalam Upaya Peningkatan Kesehatan Di Vila Quran Fathul Mubiin Meda Yuliani; Mela Mustika Sari; Mohamad Isronijaya; Susan Irawan Rivai; Eneng Daryanti; Tata Juarta
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2022): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v7i4.968

Abstract

Yayasan Fathul Mubiin merupakan yayasan yang bergerak dalam bidang sosial dan pendidikan. Yayasan ini menyelenggarakan Pondok Pesantren Tahfid Quran. Yayasan ini menyediakan asrama putra dan putri yang terdiri atas anak yatim, yatim piatu, dan kaum dhuafa serta masyarakat umum. Jumlah santri yang bermukim di pondok sekitar 75 orang santri terdiri dari santri putra dan putri dengan rerata usia mulai dari 9 -20 tahun. Kegiatan rutin yang dilakukan adalah melalukan hafalan quran yang merupakan kegiatan utama di vila quran ini. Hasil Studi pendahuluan terdapat beberapa informasi terkait masalah kesehatan seperti santri yang mengeluh gatal-gatal, pusing, pegal-pegal, selain itu juga pihak pengelola mengharapkan adanya penyampaian informasi kesehatan bagi para santrinya. Untuk itu, kami perlu dilakukan pengabdian kepada masyarakat di vila quran ini, terkait prilaku hidup bersih dan sehat serta pemberian informasi tentang kesehatan reproduksi bagi remaja. Hal ini untuk meningkatkan pengetahuan bagi para santri serta mengubah perilaku kesehatan sehingga dapat megoptimalkan kesehatan bagi para santri. Kegiatan inti yang dilakukan yaitu pemberian edukasi kesehatan. Pertama edukasi mengenai kesehatan reproduksi bagi remaja putra dan putri dengan media UTARI (Ular Tangga Kesehatan reproduksi), kegiatan berikutnya yaitu tentang edukasi penguatan protokol kesehatan, perilaku hidup bersih dan sehat dengan pemberian materi diskusi serta praktik mencuci tangan, serta para santri diajarkan untuk melakukan kegiatan senam sehat ceria. Hasil yang didapatkan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini, selain peningkatan pengetahuan terkait kesehatan reproduksi dan PHBS, juga perubahan perilaku hidup sehat serta terbentuknya pojok literasi kesehatan sebagai wadah untuk menginisiasikan kesehatan melalui pengetahuan kesehatan. Providing Health Education Through The Use Of Learning Media In An Effort To Improve Health At Vila Quran Fathul Mubiin Fathul Mubiin Foundation is a foundation engaged in social and educational fields. This foundation organizes the Tahfid Quran Islamic Boarding School. The foundation provides male and female dormitories consisting of orphans, orphans, and the poor as well as the general public. The number of students living in the cottage is around 75 students consisting of male and female students with an average age ranging from 9-20 years. The routine activity carried out is to memorize the Quran which is the main activity in this quran villa. The results of the preliminary study contained some information related to health problems such as students complaining of itching, dizziness, aches, besides that the manager also expects the delivery of health information for their students. For this reason, we need to do community service in this quran villa, related to clean and healthy living behaviors and providing information about reproductive health for adolescents. This is to increase knowledge for students and change health behaviors so that they can optimize health for students. The core activity carried out is the provision of health education. First, education about reproductive health for young men and women with UTARI (Reproductive Health Snakes and Ladders) media, the next activity is about education on strengthening health protocols, clean and healthy living behaviors by providing discussion materials and hand washing practices, and students are taught to do cheerful healthy gymnastics activities. The results obtained from this community service activity, in addition to increasing knowledge related to reproductive health and PHBS, also changes in healthy living behaviors and the formation of a health literacy corner as a forum for initiating health through health knowledge.
Sosialisasi dan Edukasi Pencegahan Dini Resiko Kebakaran Lahan Gambut di Musim Kemarau kepada Masyarakat Desa Kapur Gusti Eva Tavita; Asri Mulya Ashari; Riza Linda; Desriani Lestari; Bambang Kurniadi
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2022): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v7i4.969

Abstract

Meningkatnya kebutuhan pangan dan perumahan telah menjadi pemicu pembukaan lahan gambut, karena membakar lahan merupakan salah satu usaha paling ekonomis dalam pembukaan lahan tersebut. Saat musim kemarau, budaya membuka lahan ini sangat beresiko terhadap terjadinya kebakaran lahan gambut yang luas  serta sulit dipadamkan. Tujuan dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini adalah untuk mengedukasi dan mensosialisasikan usaha-usaha pencegahan dini kebakaran lahan serta tindakan-tindakan untuk mengurangi resiko atau bahaya yang disebabkan oleh kabut asap dari kebakaran lahan tersebut kepada kelompok masyarakat Desa Kapur  Kubu Raya. Kegiatan ini dilakukan secara offline dengan tetap menggunakan protokol kesehatan untuk pencegahan Covid 19. Kegiatan ini diikuti oleh peserta sebanyak 20 orang merupakan perwakilan warga masyarakat, dengan menggunakan metode ceramah yang dilanjutkan dengan simulasi dan demonstrasi penanganan kebakaran. Dalam kegiatan itu juga dibagikan masker kesehatan dan handsanitizer  kepada seluruh peserta yang hadir. Monitoring dan evaluasi kegiatan dilaksanakan sepanjang kegiatan melalui pengamatan aktivitas peserta dalam simulasi dan demonstrasi, sedangkan tingkat pemahaman dan kemampuan masyarakat dalam menangani kebakaran menunjukkan kemajuan, yang dilihat pada hasil kuisioner yang diberikan pada awal dan akhir kegiatan. Socialization and Education on Early Prevention of the Risks of Peatland Fires in the Dry Season to the Villagers of Kapur  The increasing need for food and housing has become a trigger for clearing peatlands, because burning land is one of the most economical ways to clear these lands. During the dry season, this culture of clearing land is very risky for large peatland fires that are difficult to extinguish. The purpose of this Community Service activity (PKM) is to educate and socialize early efforts to prevent land fires and actions to reduce the risk or danger caused by haze from land fires to the Kapur Kubu Raya Village community group. This activity was carried out offline while still using the health protocol for the prevention of Covid 19. This activity was attended by 20 participants who were representatives of community members, using the lecture method followed by simulations and demonstrations of handling fires. In this activity health masks and hand sanitizer were also distributed to all participants who attended. Monitoring and evaluation of activities is carried out throughout the activity through observing the activities of participants in simulations and demonstrations, while the level of understanding and ability of the community in dealing with fires shows progress, as seen in the results of the questionnaires given at the beginning and end of the activity.
Implementasi Blue Economy Melalui Kegiatan Budi Daya Rumput Laut Eucheuma cottonii di Wilayah Pesisir Pulau Lemukutan Pamela Pamela; Sukal Minsas; Bambang Kurniadi; Warsidah Warsidah; Mega Sari Juane Sofiana; Sofiana Sofiana; Ruqiah Ganda Putri Panjaitan; Renny Sari; Uray Ristian; Sy. Irwan Nurdiansyah
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2022): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v7i4.971

Abstract

Blue Economy adalah usaha memanfaatkan  potensi sumber daya laut berbasis lingkungan dalam menunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat wilayah pesisir. Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) sebagai bagian dari program Kedaireka Matching Fund Direktorat Pendidikan Tinggi ini, dilakukan di wilayah Lemukutan untuk tujuan meningkatkan keterampilan  dan kesejahteraan masyarakat pesisir  melalui kegiatan Implementasi Blue Economy Melalui  Kegiatan  Budi Daya Rumput Laut E. cottonii di Wilayah Pesisir . Budidaya E. cottonii dilaksanakan dengan menggunakan metode longline, melibatkan sebanyak 15 orang mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan Universitas Tanjungpura serta 10 orang masyarakat setempat, selama 4 bulan berkegiatan. Kesuksesan usaha  budidaya rumput laut sangat tergantung pada pemilihan lahan dengan parameter lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan rumput laut, teknik serta metode budidaya yang sesuai. Kegiatan PKM ini menggunakan metode ceramah, simulasi di darat kemudian dilanjutkan dengan praktek langsung menanam rumput laut E. cottonii di wilayah perairan Lemukutan. Dari hasil kegiatan ini menunjukkan kemampuan masyarakat menggunakan metode long line dalam budidaya rumput laut E. cottonii sudah sangat memadai, dengan pengamatan selama 50 hari menunjukkan pertumbuhan relatifve sebesar 220,50%, dan  pertumbuhan harian 3.36 %. Penanaman rumput laut harus memperhitungkan intensitas matahari untuk memaksimalkan berlangsungnya fotosintesis serta menghindari penanaman di masa menjelang ekstrim di mana terjadi curah hujan tinggi dan gelombang laut yang kuat. Blue Economy Implementation Through Eucheuma cottonii Seaweed Cultivation Activities in the Coastal Area of ??Lemukutan Island  Blue Economy is an effort to exploit the potential of marine resources based on the environment in supporting the economic growth of coastal communities. Community Service (PKM) as part of the Directorate of Higher Education's Kedaireka Matching Fund program, is carried out in the Lemukutan area for the purpose of improving the skills and welfare of coastal communities through Blue Economy Implementation activities through E. cottonii Seaweed Cultivation Activities in the Coastal Area. The cultivation of E. cottonii was carried out using the longline method, involving as many as 15 students from various study programs at Tanjungpura University and 10 local people, for 4 months of activities. The success of seaweed farming is highly dependent on the selection of land with environmental parameters that support the growth and development of seaweed, appropriate cultivation techniques and methods. This PKM activity used the lecture method, simulations on land and then continued with direct practice of planting E. cottonii seaweed in the waters of Lemukutan. The results of this activity show that the community's ability to use the long line method in cultivating E. cottonii seaweed is very adequate, with observations for 50 days showing a relative growth of 220.50% and a daily growth of 3.36%. Seaweed planting must take into account the intensity of the sun to maximize photosynthesis and avoid planting at extreme times when there is high rainfall and strong sea waves.
Peningkatan Kemampuan Literasi dan Numerasi Berbasis Tematik pada Siswa Kelas 2 Sekolah Dasar Negeri No 16 Pontianak Utara Warsidah Warsidah; Asri Mulya Ashari; Amriani Amir; Neva Satyahadewi; Gusti Eva Tavita
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2022): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v7i4.977

Abstract

Pembelajaran literasi numerasi saat ini menjadi perhatian utama pemerintah dalam usaha meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Kegiatan Kampus Mengajar (KM) sebagai bagian dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), adalah salah satu upaya pemerintah untuk membantu percepatan peningkatan kemampuan literasi numerasi dan adaptasi teknologi di tingkat sekolah dasar dan menengah. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dasar literasi numerasi siswa di kelas 2 Sekolah Dasar Negeri No 16 Pontianak Utara. Kegiatan dilakukan selama 4 bulan dengan beberapa tahapan yaitu persiapan model dan materi pembelajaran berdasarkan kurikulum tematik (Kurikulum 2013), berperan langsung membantu guru kelas dalam proses pembelajaran di kelas 2, dan mengevaluasi kegiatan berdasarkan capaian pembelajaran di akhir kegiatan. Dari serangkaian kegiatan proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh tim pelaksana PKM yaitu mahasiswa kampus mengajar 3 dan dosen pembimbing lapangan (DPL) menunjukkan bahwa kemampuan literasi numerasi dari peserta didik kelas 2 di SDN No 16 Pontianak Utara meningkat, yang diindikasikan dari kelancaran membaca dan berhitung serta menyimak pesan yang tertuang di dalam cerita yang dibaca. Thematic-Based Literacy and Numeracy Skills in Grade 2 Students of Public Elementary School No 16 Pontianak Utara Learning numeracy literacy is currently the government's main concern in efforts to improve the quality of education in Indonesia. Teaching Campus (KM) activities as part of the Independent Learning Campus Merdeka (MBKM) program, are one of the government's efforts to help accelerate the improvement of numeracy literacy skills and technology adaptation at the elementary and secondary school levels. This community service activity aims to improve the basic numeracy literacy skills of students in grade 2 of Public Elementary School No. 16 Pontianak Utara. The activity was carried out for 4 months with several stages, namely the preparation of learning models and materials based on the thematic curriculum (2013 Curriculum), playing a direct role in assisting class teachers in the learning process in grade 2, and evaluating activities based on learning outcomes at the end of the activity. From a series of learning process activities carried out by the PKM implementing team, namely teaching campus students 3 and field supervisors (DPL) it shows that the numeracy literacy skills of grade 2 students at SDN No. 16 Pontianak Utara have increased, which is indicated by fluency in reading and counting and listening message contained in the story read.
Edukasi Masyarakat Tentang Pewujudan ODHIV Bebas Stigma Dalam Rangka Peringatan Hari AIDS di Kabupaten Tulungagung Tahun 2022 Nursalam Nursalam; Ninuk Dian Kurniawati; Tintin Sukartini; Ahsan Ahsan; Retno Indarwati; Makhfudli Makhfudli; Rio Ady Erwansyah; Aesthetica Islamy; Ifada Nurrohmaniah
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2022): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v7i4.980

Abstract

Masih terus bertambahnya jumlah penderita HIV harus memerlukan upaya pencegahan dan penanggulangan HIV yang efektif, Stigma dan diskriminasi merupakan hambatan terbesar dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi Masyarakat tentang pewujudan ODHIV bebas stigma dalam rangka peringatan hari AIDS di Kabupaten Tulungagung tahun 2022. Pengabdian masyarakat ini ditujukan bagi masyarakat Tulungagung. Sasaran edukasi ini adalah seluruh masyarakat di Tulungagung. Jumlah orang yang terlibat dalam kegiatan ini sebanyak 30 orang. Tahapan yang diterapkan dalam pelaksanaan pengabdian ini terbagi dalam persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Metode pengumpulan data dilakukan dengan pre dan post test. Penilaian stigma terhadap ODHIV  mengalami perubahan, sebelum  pelaksanaan edukasi kesehatan sebagian besar (69,9%) masyarakat memiliki stigma (negatif) yang tinggi terhadap ODHIV. Setelah dilakukan edukasi kesehatan, stigma (negatif) masyarakat menurun  menjadi 47,2%. Terlihat bahwa stigma masyarakat terhadap ODHIV yang berkategori rendah mengalami peningkatan sebesar 22,7%. Hasil menunjukkan bahwa peserta yang telah menerima edukasi ada peningkatan pengetahuan mengenai HIV dan stigma negative masyarakat terhadap ODHIV menurun. Kegiatan edukasi dan sosialisasi ini memberikan pengetahuan mengenai HIV dan pemahaman masyarakat tentang status kesehatan yang baik. Kegiatan sosialisasi ini memberikan efek positif kepada masyarakat guna keberlangsungan hidup ODHIV yang berkaitan dengan stigma. Community Education about the realization of stigma-free PLHIV in commemoration of AIDS Day in Tulungagung District in 2022 The continuing increase in the number of people living with HIV requires effective HIV prevention and control efforts. Stigma and discrimination are the biggest obstacles in efforts to prevent and control HIV/AIDS. This activity aims to educate the public about the realization of stigma-free PLHIV in commemoration of AIDS Day in Tulungagung District in 2022. This community service is intended for the community in Tulungagung. The number of people involved in this activity was 30 people. The target of this education is the entire community in Tulungagung. The stages applied in the implementation of this service are divided into preparation, implementation and evaluation. Methods of data collection is done by pre and post test. The stigma assessment of PLHIV has changed, before the implementation of health education most (69.9%) of the community had a high (negative) stigma against PLHIV. After health education was carried out, the community's (negative) stigma decreased to 47.2%. Thus, it can be seen that the community's stigma towards PLHIV, which is in the low category, has increased by 22.7%. The results show that participants who have received education have increased knowledge about HIV and the community's negative stigma towards PLHIV has decreased. This educational and outreach activity provides knowledge about HIV and community understanding of good health status. This socialization activity has a positive effect on the community for the survival of PLHIV related to stigma
Usaha Pencegahan Penularan Penyakit Malaria melalui Sosialisasi Bersih Lingkungan Ekowisata Mangrove Kuala Mempawah Rafdinal Rafdinal; Desriani Lestari; Asri Mulya Ashari; Rita Kurnia Apindiati; Anthoni B. Aritonang
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2022): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v7i4.981

Abstract

Penyakit malaria disebabkan oleh plasmodium yang kemudian ditularkan oleh nyamuk anopheles. Kegiatan PKM ini dilaksanakan mengingat masih ditemukannya beberapa pasien penderita malaria di wilayah Mempawah. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan sosialisasi tentang usaha preventif penularan penyakit malaria melalui giat bersih lingkungan di wilayah Ekowisata mangrove Kuala Mempawah. Kegiatan ini dilakukan dengan metode ceramah dan demonstrasi langsung dalam mengklasifikasikan sampah berdasarkan jenis sampah organik dan an organik, kemudian sampah an organik seperti kaca dan plastik dipisahkan, dan sisanya dibakar bersama dengan sampah ranting kayu dan daun mangrove kering, dilanjutkan dengan penutupan tong-tong air dan genangan air di jalanan yang bisa menjadi sumber berkembangbiaknya nyamuk anopheles sebagai vektor penularan malaria dari manusia ke manusia lainnya. Giat bersih ini diikuti oleh 30 warga yang terdiri dari remaja dan dibantu oleh mahasiswa yang turun mengambil peran dalam pembersihan wilayah ekowisata tersebut. Monitoring dan evaluasi dilakukan sepanjang kegiatan melalu pengamatan aktivitas peserta kegiatan dalam giat bersih dan diskusi yang melibatkan semua peserta. Dari hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan wilayah sekitar ekowisata bersih dari genangan air dan tumpukan sampah, serta kegiatan pembersihan lokasi masyarakat secara periodik sudah dilakukan setiap 2 minggu. Efforts to Prevent Malaria Transmission through Clean Socialization of the Kuala Mempawah Mangrove Ecotourism Environment Malaria is caused by Plasmodium which is then transmitted by the Anopheles mosquito. This PKM activity was carried out bearing in mind that several patients with malaria were still found in the Mempawah area. This activity aims to socialize efforts to prevent the transmission of malaria through environmental cleaning activities in the Kuala Mempawah mangrove Ecotourism area. This activity was carried out using the lecture method and direct demonstrations in classifying waste based on the type of organic and inorganic waste, then the inorganic waste such as glass and plastic was separated, and the remainder was burned together with wood twigs and dry mangrove leaves, followed by closing the water barrels. and stagnant water on the streets which can be a breeding ground for Anopheles mosquitoes as vectors of human-to-human transmission of malaria. This clean activity was attended by 30 residents consisting of teenagers and assisted by students who took part in cleaning up the ecotourism area. Monitoring and evaluation is carried out throughout the activity through observing the activities of activity participants in clean activities and discussions involving all participants. From the results of the implementation of the activity, it shows that the area around ecotourism is clean from puddles and piles of garbage, and periodic cleaning of community sites has been carried out every 2 weeks.Keywords: Ecotourism, Kuala Mempawah, malaria, mangrove