cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
muhammadasyari1991@gmail.com
Phone
+6285338219596
Journal Mail Official
lumbunginovasi@gmail.com
Editorial Address
Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2541626X     DOI : -
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat | Lumbung Inovasi: Journal of Community Service (ISSN: 2541-626X) is an open access scientific journal that publish community service and empowerment articles. This journal published twice a year (bianually) in May and November.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 522 Documents
Pengabdian pada Masyarakat dalam Pemetaan Kondisi Sosial dan Potensi Desa Karimunting Kabupaten Bengkayang Afghany Jayuska; Ibnur Rusi; Neva Satyahadewi
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2023): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i2.1183

Abstract

Pemetaan sosial adalah suatu rangkaian kegiatan untuk mengidentifikasi kondisi sosial-ekonomi dan budaya masyarakat, sebagai informasi awal terkait dengan pelaku proses relasi sosial, kekuatan dan kepentingan termasuk masalah sosial yang banyak timbul di masyarakat, di antaranya adalah adanya  kelompok massa yang rentan, potensi alam dan sumber daya  manusia, kemampuan finansial, infrastruktur maupun modal sosial yang merupakan aset dari wilayah yang dipetakan. Kegiatan  dilakukan sebagai usaha untuk mendapatkan informasi awal yang dapat menjadi rekomendasi kebutuhan masyarakat dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai wujud tanggung jawab sosial dari PT. Golden Concord Limited IndoTenaga yang disingkat dengan  PT. GCLIT (Pembangkit Listrik Tenaga Uap/PLTU Kalbar. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendapatkan data konkrit dari kondisi sosial masyarakat dan potensi Desa Karimunting dalam usaha  mengembangkan dan mensejahterahkan masyarakat Desa Karimunting Kecamatan Sungai Raya Kepulauan Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat. Mitra dari kegiatan ini adalah masyarakat desa Karimunting dan  pelaksana kegiatan PKM mandiri adalah sebagai fasilitator dibantu oleh kader-kader desa Karimunting. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tahapan observasi lapangan, pengambilan data dan terakhir adalah evaluasi dan monitoring selama kegiatan berlangsung. Analisis data adalah  dengan mengunakan metode deskriptif kualitatif yang didasarkan pada pendekatan partisipatif, melibatkan semua lapisan masyarakat yang terdiri dari 1200 kepala keluarga untuk mengidentifikasi seluruh aspek terkait kondisi sosial dan potensi yang dimiliki oleh Desa. Hasil kegiatan menunjukkan pendataan berlangsung dengan lancar, dan menghasilkan output berupa mapping desa Karimunting yang representatif untuk direkomendasikan sebagai program kerja dari CSR PT GCLIT.   Mapping the Social Conditions and Potential of Kerimunting Village, Sungai Raya Kepulauan Subdistrict, Bengkayang Regency Social mapping is a series of activities to identify the socio-economic and cultural conditions of the community, as initial information related to actors in the process of social relations, strengths and interests including social problems that arise in society, including the existence of vulnerable mass groups, potential natural and human resources, financial capability, infrastructure and social capital which are the assets of the area being mapped. The activity was carried out in an effort to obtain initial information that could become a recommendation for community needs in the Corporate Social Responsibility (CSR) program as a form of social responsibility from PT. Golden Concord Limited IndoTenaga, abbreviated as PT. GCLIT (Steam Power Plant/PLTU Kalbar. The purpose of this activity is to obtain concrete data from the social conditions of the community and the potential of Karimunting Village in an effort to develop and prosper the people of Karimunting Village, Sungai Raya Kepulauan Subdistrict, Bengkayang Regency, West Kalimantan. The partners of this activity are the community Karimunting village and implementers of independent PKM activities are as facilitators assisted by Karimunting village cadres.This activity is carried out with the stages of field observation, data collection and finally is evaluation and monitoring during the activity.Data analysis is by using a qualitative descriptive method based on the approach participatory, involving all levels of society consisting of 1200 heads of families to identify all aspects related to social conditions and potential possessed by the Village.The results of the activity show that the data collection went smoothly, and produced output in the form of a representative Karimunting village mapping to be recommended as a work program from CSR PT GCLIT.
Introduksi Bahaya Penggunaan Pestisida Dan Pemanfaatan Daun Sirsak Sebagai Biopestisida Pada Masyarakat Palam Novianti Adi Rohmanna; Rila Rahma Apriani; Nurlaila Nurlaila; Nukhak Nufita Sari; Hikma Ellya; Rony Mulyawan; Zuliyan Agus Nur Muchlis Majid
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2023): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i2.1197

Abstract

Desa Palam merupakan salah satu kecamatan Cempaka yang memiliki banyak rumah tangga petani, dan sebagian besar mata pencaharian masyarakatnya adalah petani. Pertanian menjadi salah satu sektor penting dalam menjaga stabilitas ketersediaan pangan. Permasalahan yang dihadapi oleh petani desa Palam adalah serangan hama dan penyakit tanaman. Hal tersebut mengakibatkan kerugian besar bagi. Untuk mengatasi hal tersebut, petani menggunakan pestisida kimia. Kegiatan pemberdayaan dilakukan untuk mengedukasi bahaya penggunaan pestisida kimia dan memperkenalkan daun sirsak sebagai bahan baku biopestisida. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Juli 2021 di desa Palam, Kecamatan Cempaka, Banjarbaru dan melibatkan sekitar 20 peserta. Kegiatan ini terdiri dari 3 tahap yaitu tahap input (pendataan), proses (sosialisasi dan pendistribusian benih sirsak), dan tahap output. Hasil program menunjukkan bahwa indikator kegiatan telah tercapai. Setelah diberikan sosialisasi, sebanyak 90% peserta menjadi lebih memahami akan bahaya pestisida kimia terhadap lingkungan dan kesehatan. Selain itu, petani juga mengetahui potensi daun sirsak sebagai biopestisida. Kegiatan ini diharapkan dapat berkelanjutan dan mendapatkan pendampingan lebih intensif dari pemerintah. Introduction Of Pesticide Hazard And Utilization Of Soursop Leaves As Biopesticide In The Palam Society Palam Village is one of the Cempaka sub-districts, which has many farmer households, and most of the people's livelihoods are farmers. Agriculture is one of the crucial sectors in supporting the stability of food availability. Pests and plant diseases are a problem for farmers. It resulted in significant losses. To overcome this, farmers use chemical pesticides. Empowerment programs are carried out to educate the hazards of using chemical pesticides and introduce soursop leaves as biopesticides. This activity was held in July 2021 in Palam village, Cempaka district, Banjarbaru, and involved about 20 participants. This activity consists of 3 stages: the input stage (data collection), the process (socialization and distribution of soursop seeds), and the output stage. The results of the program indicate that the activity indicators have been achieved. After being given socialization, 90% audiens become more aware of the hazards of chemical pesticides to the environment and health. In addition, farmers also know the potential of soursop leaves as a biopesticide. This activity is expected to be sustainable and get more intensive assistance from the government.
Pelatihan Perancangan Komunikasi Visual Pada Media Sosial Resmi Organisasi Di Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah VII Provinsi Sumatera Selatan Dan Bangka Belitung Yosef Yulius; Bobby Halim; Imelda Saluza
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2023): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i2.1204

Abstract

Seiring meningkatnya perkembangan teknologi informasi, proses berkomunikasi haruslah mengikuti perkembangan jaman. Penyaluran informasi dari komunikator kepada komunikan mengalami perubahan, media baru dengan koneksi internet mulai bermunculan tidak hanya sebagai media hiburan namun dipakai sebagai media untuk bersosialisasi. Hal tersebut secara tidak langsung membuat para penggiat organisasi turut serta menggunakan media sosial sebagai media informasi. Proses perancangan media sosial ini menjadi problematika organisasi karena tidak semua sumberdaya manusia yang dimiliki memiliki kemampuan merancang  yang baik secara grafis, visual dan verbal. Maka dari itu pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan sebagai bentuk pemecahan masalah yang dialami mitra yakni Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah VII (BPTD VII) dengan mengadakan pelatihan perancangan komunikasi visual pada media sosial organisasi resmi dengan narasumber dari bidang desain komunikasi visual. Dalam pelatihan ini jumlah peserta yang dilibatkan berjumlah 40 orang staff kehumasan dari BPTD VII yang dimana 85% peserta belum menguasai kemampuan desain komunikasi visual dan grafis. Metode yang dipakai dalam pengabdian ini menggunakan metode design thinking lima tahap yaitu emphatize, define, ideate, prototype dan test. Metode ini dianggap efektif sebagai pemecah masalah dari suatu perancangan visual dengan harapan kegiatan ini mampu memberikan edukasi terhadap peserta agar mampu menciptakan konten media sosial yang baik, kreatif dan estetis secara visual maupun verbal sebagai sarana informasi yang tepat dan mudah diterima di masyarakat. Secara teknis peserta mendapatkan peningkatan kemampuan kreatif dalam menggunakan aplikasi desain grafis diatas 70% dengan nilai kebermanfaatan di angka 83%. Semoga pelatihan ini dapat dilaksanaan secara berkelanjutan agar mampu meningkatkan kualitas dari konten media sosial yang selalu berkembang mengikuti perkembangan jaman. Visual Communication Design Training on Organizational Official Social Media at the Region VII Land Transportation Management Center in South Sumatra and Bangka Belitung Provinces Along with the increasing development of information technology, the communication process must keep up with the times. The distribution of information from communicators to communicants has changed, new media with internet connections have begun to emerge not only as entertainment media but are used as media for socializing. This indirectly makes organizational activists participate in using social media as a medium of information. The process of designing social media is an organizational problem because not all human resources have the ability to design well graphically, visually and verbally. Therefore this community service is carried out as a form of solving problems experienced by partners, namely BPTD VII by holding training on visual communication design on official organizational social media with resource persons from the field of visual communication design. In this training the number of participants involved was 40 public relations staff from BPTD VII where 85% of the participants had not mastered visual and graphic communication design skills. The method used in this service uses a five-stage design thinking method, namely empathize, define, ideate, prototype and test. This method is considered effective as a problem solver of a visual design with the hope that this activity will be able to educate participants so that they are able to create good, creative and aesthetically pleasing social media content both visually and verbally as a means of accurate information and easily accepted in society. Technically the participants get an increase in creative ability in using graphic design applications above 70% with a usefulness value of 83%. Hopefully this training can be carried out on an ongoing basis so as to be able to improve the quality of social media content which always evolves with the times.
Peningkatan Pelayanan Melalui Sosialisasi Kebijakan Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) Di Kantor Camat Sumberasih Kabupaten Probolinggo Husni Mubaroq; Kristiyono Kristiyono
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2023): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i2.1208

Abstract

Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) merupakan suatu inovasi pelayanan guna mendekatkan jarak antara pemerintah sebagai penyedia layanan dengan masyarakat sebagai penerima layanan, yang didasari oleh adanya pendelegasian kewenangan dari Bupati kepada Camat. Pelaksanaan kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan hari senin 21 Mei 2023 selama 1 hari dengan durasi 5 jam, yaitu dimulai pada pukul 08.00 WIB di kecamatan Sumberasih sampai dengan 13.00 WIB, yang diikuti oleh 40 peserta yang berasal dari masyarakat dan perangkat desa, serta dari pihak kecamatan sumberasih. Pengabdian ini bertujuan Untuk memberikan kesadaran dan pengetahuan kepada masyarakat sekitar tentang adanya Kebijakan Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) Pada Kantor Camat Sumberasih Kabupaten Probolinggo tersebut. Diharapkan dari kegiatan pengabdian ini Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan di kecamatan Sumberasih bisa berjalan dengan baik dan dapat memberikan kepuasan kepada masyarakat. Dalam implementasi kebijakan PATEN dari Persyaratan Substantif sudah cukup jelas, Persyaratan Administratif, dan Persyaratan Teknis sudah baik. Dalam pengabdian masyarakat di kecamatan sumberasih ini diperoleh hasil pengetahuan masyarakat meningkat tentang bagaimana menggunakan pelayanan kecamatan melalui kebijakan PATEN di Kecamatan Sumberasih dan munculnya kerjasama antara pihak kecamatan dengan desa-desa untuk melakukan sosialisasi di setiap desa dengan tujuan untuk memberitahukan secara luas adanya kebijakan PATEN untuk mempermudah masyarakat untuk menerima pelayanan yang lebih prima. Improving Services Through Dissemination Of Integrated Administrative Service Policies (PATEN) St The Sumberasih Sub-District Office, Probolinggo District The District Integrated Administration Service (PATEN) is a service innovation to bring the distance between the government as a service provider and the community as service recipients, based on the delegation of authority from the Regent to the Camat. This socialization activity was carried out on Monday 21 May 2023 for 1 day with a duration of 5 hours, starting at 08.00 WIB in the Sumberasih sub-district until 13.00 WIB, which was attended by 40 participants from the community and village officials, as well as from the Sumberasih sub-district. This service aims to provide awareness and knowledge to the surrounding community about the existence of the District Integrated Administrative Service Policy (PATEN) at the Sumberasih District Office, Probolinggo Regency. It is hoped that from this service activity the District Integrated Administrative Services in the Sumberasih sub-district can run well and can provide satisfaction to the community. In the implementation of the PATENT policy, the Substantive Requirements are clear enough, the Administrative Requirements and the Technical Requirements are good. In this community service in Sumberasih sub-district, the result was an increase in community knowledge about how to use sub-district services through the PATEN policy in Sumberasih Sub-district and the emergence of cooperation between the sub-district and the villages to conduct outreach in each village with the aim of widely informing them of the existence of a PATENT policy to facilitate community to receive better service  
Pelatihan Manajemen Event Olahraga Bagi Siswa SMAN 1 Wonoayu Erta Erta; Hapsari Shinta Citra Puspita Dewi; Nur Shanti Retno Pembayun; Anggara Cahya Nugraha; Ela Nur Fadilah
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i1.1214

Abstract

Kompetensi utama yang harus dikuasai, perlu juga kompetensi pendukung. Era digital yang terjadi saat ini mulai merubah kegiatan dalam masyarakat. Salah satunya adalah memanfaatkan platform digital untuk membuat kegiatan berbasis digital. Event Organizer atau EO adalah istilah untuk penyedia jasa professional penyelenggara acara. Tugas dari EO adalah membantu kliennya untuk dapat menyelenggarakan acara yang diinginkan. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pengetahuan kepada siswa tentang bagaimana memahami strategi manajemen event khususnya olahraga dan melatih keterampilan siswa dalam membuat sebuah proposal event. Metode pelaksanaannya ini meliputi 5 tahapan, yakni (1) analisis kebutuhan pelatihan, (2) desain, (3) pengembangan, (4) implementasi, dan (5) evaluasi Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah siswa-siswi SMAN 1 wonoayu mampu membuat proposal event Olahraga dan siswa-siswi memilki semangat yang tinggi untuk mengeksplorasi kemampuan mereka terkait peneyelenggaraan sebuah event olahraga. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Siswa dalam mengelola suatu manajemen event olahraga. Sports Event Management Training for Students of SMAN 1 Wonoayu Abstract The main competencies that must be mastered, also need supporting competencies. The digital era that is happening now is starting to change activities in society. One of them is utilizing digital platforms to create digital-based activities. Event Organizer or EO is a term for professional event organizer service providers. The EO's job is to help its clients to be able to organize the desired event. The purpose of this community service activity is to provide knowledge to students about how to understand event management strategies, especially sports and to train students' skills in making an event proposal. The implementation method includes 5 stages, namely (1) training needs analysis, (2) design, (3) development, (4) implementation, and (5) evaluation. The results of this community service activity are that SMAN 1 Wonoayu students are able to make sports event proposals and students have high enthusiasm to explore their abilities related to organizing a sports event. This community service activity aims to increase students' knowledge and skills in managing a sports event management.
Training of trainer coaching clinic Petanque di Jawa Timur Nurhasan Nurhasan; Muchamad Arif Al Ardha; Erta Erta; Hapsari Shinta Citra Puspita Dewi
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i1.1215

Abstract

Petanque merupakan olahraga yang berkaitan dengan pelemparan boules (bola) dimana seorang pemain harus di dalam lingkaran untuk melempar bola yang sudah disediakan. Permainan petanque mudah dilakukan sehingga dapat mendorong motivasi masyarakat Indonesia untuk melakukan olahraga secara aktif dan teratur. Teknik permaiann ini sangat sederhana tapi mengandalkan kesimbangan yang luar biasa agar presisi dan tepat sasaran pada saat pelemparan. Sayangnya, pengenalan permainan pentaque masih jarang dilakukan mengingat olahraga ini yang tergolong baru sehingga perlu untuk mengenalkan permainan petanque di tingkat provinsi jawa timur. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan wawasan tentang cara bermain olahraga permainan petanque dan mengetahui perkembangannya di lingkungan mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Metode yang digunakan adalah sharing pengetahuan melalui kegiatan pendampingan Training of Trainer coaching clinic Petanque di Jawa Timur. Hasil evaluasi menunjukkan kegiatan ini memberikan manfaat yang baik bagi pengembangan pengetahuan mahasiswa dan pelatih permainan petanque yang ada di linkungan UNESA, sehingga untuk masa yang akan dating, penting untuk lebih sering mengadakan turnamen mini sebagai aktualisasi dan respon terhadap hasil temuan dalam kegiatan ini. Training of Trainer Coaching Clinic Petanque in East Java Abstract Petanque is a sport related to throwing boules (balls) where a player must be in a circle to throw the ball that has been provided. The petanque game is easy to do so it can motivate the Indonesian people to exercise actively and regularly. The technique of this game is very simple but relies on extraordinary balance for precision and on target when throwing. Unfortunately, the introduction of the game of pentaque is still rarely done considering that this sport is relatively new, so it is necessary to introduce the game of petanque at the provincial level of East Java. This community service activity aims to provide knowledge and insight on how to play the petanque game and find out its development in the Surabaya State University (UNESA) student environment. The method used is sharing knowledge through the training of trainer training coaching clinic Petanque in East Java. The evaluation results show that this activity provides good benefits for developing the knowledge of students and petanque game trainers in the UNESA environment, so that for the future, it is important to hold mini tournaments more often as an actualization and response to the findings in this activity.
Sosialisasi Manajemen Hidup Sehat bagi Guru dan Siswa SMKN 1 Wonoayu melalui Pelatihan Olahraga Pickleball Erta Erta; Hapsari Shinta Citra Puspita Dewi; Nur Shanti Retno Pembayun
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i1.1231

Abstract

Indeks Prestasi Manusia (IPM) yang dimiliki suatu Negara menjadi salah satu alat ukur apakah negeri tersebut telah berhasil dalam upaya meningkatkan kualitas hidup manuasi di Negara tersebut. Status kesehatan menjadi salah satu indicator pengungukuran IPM. Pengabdian masyarakat ini memiliki tujuan untuk meningkatkan motivasi masyarakat dalam mempertahankan pola hidup sehat pasca pandemic Covid-19 melalui sosialisai manajemen hidup sehat bagi siswa di SMAN 1 Wonoayu. Metode yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dengan melakukan sosilaisasi kesehatan secara interakif, agar materi serta tujuan yang diharapkan dapat sampai secara langsung kepada masyakarat tersebut. Untuk menciptakan manajemen hidup sehat di kolaborasikan dengan pengenalan permaianan olahraga baru Pickleball supaya siswa sekolah dapat melakukan olahrga sederhana dan menyenangkan. Secara umum, hasil kegiatan menunjukkan ketercapaian target materi yang telah direncakan dinilai baik (90%). Semua materi teori dan praktek cabang olahraga pickleball yang telah di rencanakan dapat disampaikan pada mitra, meskipun karna keterbatasan waktu ada beberapa materi yang hanya disampaikan secara garis besar. Kesimpulan yang didapat dari kegiatan ini adalah sebagai berikut, secara keseluruhan baik guru dan siswa SMAN 1 wonoayu merasakan manfaat dari kegiatan edukasi pola hidup sehat yang disampaikan, meskipun masih ada sedikit hambatan terkait sarana dan prasarana yang ada di sekolah. Healthy Life Management Socialization for Teachers and Students of SMKN 1 Wonoayu through Pickleball Sports Training Abstract The Human Achievement Index owned by a country is a measure of whether the country has been successful in efforts to improve the quality of human life in that country. Health status is one of the indicators for measuring HDI. This community service has the aim of increasing people's motivation in maintaining a healthy lifestyle after the Covid-19 pandemic through the socialization of healthy life management for students at SMAN 1 Wonoayu. The method used in this community service activity is to carry out interactive health outreach, so that the expected material and objectives can reach the community directly. To create healthy living management in collaboration with the introduction of the new sports game Pickleball so that school students can do simple and fun sports. In general, the results of the activity showed that the target material that had been planned was achieved, which was considered good (90%). All theoretical and practical materials for pickleball sports that have been planned can be delivered to partners, although due to time constraints some material is only presented in outline. The conclusions drawn from this activity are as follows, overall both teachers and students of SMAN 1 Wonoayu feel the benefits of the healthy lifestyle education activities delivered, although there are still some obstacles regarding the facilities and infrastructure in schools.
Perintisan Wirausaha Berbasis E-Commerce oleh Kelompok Pekerja Seks Komersial (PSK) Online di Kota Denpasar Dewa Putu Yudi Pardita; Anak Agung Gde Krisna Paramita; I Putu Gde Chandra Artha Aryasa
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2023): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i2.1242

Abstract

Perintisan wirausaha dan konseling agama dapat menjadi salah satu alternatif bagi Pekerja Seks Komersial dalam merubah perspektif hidupnya sehingga PSK dapat mengahargai hidup dan mendapat penghasilan lebih layak. Pelaksanaan konseling agama digunakan sebagai salah satu pendekatan untuk membantu PSK dalam mengatasi tantangan dan masalah yang mereka hadapi. Konseling agama dapat memberikan panduan moral dan spiritual kepada PSK, serta membantu mereka dalam memahami dan memperbaiki hubungan mereka dengan agama dan keyakinan mereka. Sementara itu, perintisan wirausaha dapat membantu PSK untuk mempelajari keterampilan baru dan memperoleh pengetahuan tentang peluang usaha di luar industri prostitusi. Ini memungkinkan mereka untuk beralih ke pekerjaan yang lebih beragam dan memiliki keberagaman pendapatan, sehingga mengurangi risiko yang terkait dengan pekerjaan prostitusi. Wirausaha yang dibuatkan pada kegiatan program kemitraan masyarakat ini adalah toko online di Shopee dengan nama Coco La Mode, serta produk yang dijual berupa pakaian tidur untuk wanita dari distributor Lovera Official Shop. Perintisan wirausaha berbasis e-commerce memiliki hambatan dan kesulitan. Namun, perencanaan yang matang, kesabaran, dan ketekunan, mitra kegiatan diharapkan dapat mengatasi tantangan ini dan mencapai kesuksesan dalam bisnis online di Shopee. Peran dosen dan mahasiswa juga diperlukan dalam memantau serta mengevaluasi wirausaha online mitra agar konsisten dilaksanakan sebagai sumber pendapatan utama. E-Commerce-Based Entrepreneur Pioneering by Online Commercial Sex Worker Group (PSK) in Denpasar City  Entrepreneurship mentoring and religious counseling can serve as alternatives for Commercial Sex Workers (CSWs) to transform their perspectives on life, enabling them to value life and attain more dignified income. The implementation of religious counseling is employed as one approach to assist CSWs in overcoming the challenges and problems they face. Religious counseling can provide moral and spiritual guidance to CSWs, helping them understand and improve their relationship with their religion and beliefs. Meanwhile, entrepreneurship mentoring can aid CSWs in acquiring new skills and knowledge about business opportunities beyond the prostitution industry. This allows them to transition into more diverse and income-generating work, thereby reducing the risks associated with prostitution. The entrepreneurship venture initiated through this community partnership program is an online store on Shopee named Coco La Mode, with products consisting of women's sleepwear from the distributor Lovera Official Shop. E-commerce-based entrepreneurship faces barriers and challenges. However, with careful planning, patience, and perseverance, the program partners are expected to overcome these challenges and achieve success in the online business on Shopee. The role of lecturers and students is also crucial in monitoring and evaluating online entrepreneurial ventures to ensure their consistent implementation as the primary source of income.
Program Kemitraan Masyarakat: Layanan Psikologi dalam Mendukung Perkembangan dan Penanganan Pertama Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Bimbel Buah Hati Erna Fitriatun; Baiq Febriyanti; Farida Ariany; Sukarman Sukarman; Johan Irmasyah; Subki Subki
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2023): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i2.1246

Abstract

Pemberian layanan psikologi kepada keluarga ABK dan ABK sendiri tentunya akan sangat bermanfaat untuk perkembangan ABK yang sedang mendapatakan layanan tatalaksana baik berupa terapi perilaku maupun terapi remidial. Tujuan dari sosialisasi ini adalah untuk memberikan layanan psikologi bagi orangtua ABK dan ABK itu sendiri sebagai upaya peningkatan pengetahuan orangtua ABK terhadap penangan pertama ketika terjadi disintegrasi pada ABK. Metode pelaksanaan kegiatan sosialisasi layanan psikologi ini menggunakan pendekatan Participatory Rapid Appraisal (PRA) untuk mengidentifikasi, menilai, mencari solusi, memfasilitasi, dan mengevaluasi perubahan sosial dalam pengaturan masyarakat. Untuk mendukung ketercapaian program terapi di Bimbel Buah Hati, maka dibutuhkan layanan psikologi baik untuk orangtua atau keluarga ABK maupun ABK sendiri. Untuk ABK membutuhkan layanan jasa berupa pengukuran psikologis, pre-edukasi, penelitian dan intervensi sosial. Sedangkan, untuk keluarga ABK membutuhkan layanan psikologi berupa praktik psikologi yaitu intervensi psikologi dan bantuan psikologi awal. Community Partnership Program: Psychological Services in Supporting the Development and First Handling of Children with Special Needs (ABK) at Bimbel Buah Hati Providing psychological services to families with ABK and ABK themselves will certainly be very beneficial for the development of ABK who are receiving management services in the form of both behavioral therapy and remedial therapy. The purpose of this socialization is to provide psychological services for parents of ABK and ABK themselves as an effort to increase the knowledge of ABK parents of first handlers when disintegration occurs in ABK. The method of implementing this psychology service socialization activity uses a Participatory Rapid Appraisal (PRA) approach to identify, assess, find solutions, facilitate, and evaluate social change in community settings. To support the achievement of the therapy program at the Fruits of the Heart Guidance, psychological services are needed for both the parents or families of ABK and ABK themselves. ABK requires services in the form of psychological measurements, pre-education, research and social intervention. Meanwhile, families with special needs need psychological services in the form of psychological practice, namely psychological intervention and initial psychological assistance
BimbinganTeknis Pembuatan Proposal Bantuan Modal Usaha Bagi Pelaku Umkm Gampong Beuringen Kecamatan Samudera Kabupaten Aceh Utara Neni Triana; Mulia Andirfa Andirfa; Fauzan Fauzan; Faisal Faisal; Muhammad Ariansyah Zulmi; Alin Adrian Pratama
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2023): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i2.1218

Abstract

Kurangnya permodalan merupakan masalah utama yang sering dihadapi oleh Pelaku UMKM. Modal yang terbatas membuat UMKM tidak bisa melakukan ekspansi bisnis walaupun prospek usaha bagus, kurangnya akses permodalan serta informasi dan pemahaman tentang penyusunan proposal pinjaman pembiayaan bagi UMKM juga mengancam keberadaan dan keberlanjutan usaha. Hal ini terjadi pada pelaku UMKM di Desa Beuringen, dimana dalam proses pengajuan kredit masih mengalami kesulitan dalam penyusunan proposal usaha yang sesuai dengan standar perbankan, seperti tidak lengkapnya profil usaha. Sehingga hal ini tidak memadai, maka besar kemungkinan pengajuan kredit akan ditolak. Oleh karena itu Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Lhokseumawe melakukan kegiatan Pengabdian dengan metode bimbingan dan pendampingan bagi usaha mikro dan kecil tentang bagaimana pembuatan proposal bantuan modal usaha, dan meningkatkan kemampuan para pelaku UMKM terhadap potensi yang dimiliki, serta memberikan pemahaman serta keterampilan bagi para pelaku UMKM. Ada 10 pelaku UMKM di Desa Beuringen Kecamatan Samudera Geudong Kabupaten Aceh Utara yang mengikuti kegiatan tersebut yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 13 Agustus 2022. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mendapatkan pemahaman dan pengetahuan mengenai prinsip dasar dalam pembuatan profil usaha dan proposal bantuan modal usaha sebesar 80,06 persen.     Technical Guidance For Proposal Making Business Capital Assistance For Umkm Beuringen Gampong, Ocean District North Aceh District Lack of capital is the main problem that is often faced by SMEs. Limited capital makes MSMEs unable to expand their business even though business prospects are good, lack of access to capital as well as information and understanding about preparing financing loan proposals for MSMEs also threatens the existence and sustainability of businesses. This happened to MSME players in Beuringen Village, where in the credit application process they still experienced difficulties in preparing business proposals that were in accordance with banking standards, such as incomplete business profiles. So that this is inadequate, it is very likely that the credit application will be rejected. Therefore the Community Service Team at the Lhokseumawe High School of Economics conducts Community Service activities with guidance and assistance methods for micro and small businesses on how to make venture capital assistance proposals, and increase the ability of MSME actors to their potential, as well as provide understanding and skills for MSME actors. There were 10 MSME actors in Beuringen Village, Samudera Geudong District, North Aceh Regency who took part in the activity which was carried out on Saturday, August 13, 2022. The results of the activity showed that the participants gained understanding and knowledge about the basic principles in making business profiles and business capital assistance proposals of 80,06 percent.