cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
muhammadasyari1991@gmail.com
Phone
+6285338219596
Journal Mail Official
lumbunginovasi@gmail.com
Editorial Address
Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2541626X     DOI : -
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat | Lumbung Inovasi: Journal of Community Service (ISSN: 2541-626X) is an open access scientific journal that publish community service and empowerment articles. This journal published twice a year (bianually) in May and November.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 522 Documents
Sosialisasi Pembentukan Tim Desa Tanggap Bencana dan Edukasi Mitigasi Bencana berbasis Masyarakat di Desa Rodaya Kecamatan Ledo Kalimantan Barat Aritonang, Anthoni Batahan
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2023): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i3.1425

Abstract

Potensi bencana di Indonesia sangat dipengaruhi oleh faktor geografis, geologis, hidrologis, dan demografis. Faktor-faktor ini dapat menyebabkan bencana alam, baik yang disebabkan oleh alam maupun oleh tindakan manusia. Upaya peningkatan kesiapsiagaan masyarakat di desa untuk menghadapi bencana telah menghasilkan konsep "desa tanggap bencana," baik dalam bentuk komunitas maupun di tingkat desa. Penanganan bencana akan lebih efektif jika semua pihak yang terlibat berperan dalam mengurangi kemungkinan terjadinya bencana dan risiko yang ditimbulkan oleh bencana tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menyebarkan informasi tentang pembentukan "desa tanggap bencana" (Destana) dan memberikan pelatihan kepada tim Destana yang telah terbentuk untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam menghadapi bencana. Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta yang mewakili tiga dusun di wilayah tersebut. Metode pelaksanaan Penelitian adalah melalui ceramah dan diskusi, diikuti dengan pengukuhan tim Destana Desa Rodaya serta memberikan pendidikan kepada tim yang telah terbentuk. Evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa tim Destana desa yang terdiri dari 10 orang telah berhasil dikukuhkan, dan pengetahuan tentang teknik-teknik penanggulangan bencana di wilayah Desa Rodaya telah disampaikan kepada 25 peserta kegiatan melalui kuis sebelum dan setelah kegiatan dilaksanakan.. Socialization of the Formation of a Village Disaster Response Team and Community-based Disaster Mitigation Education in Rodaya Village, Ledo District, West Kalimantan  The potential for disasters in Indonesia is greatly influenced by geographical, geological, hydrological and demographic factors. These factors can lead to natural disasters, whether caused by nature or by human actions. Efforts to increase community preparedness in villages to face disasters have resulted in the concept of "disaster response villages," both in the form of communities and at the village level. Disaster management will be more effective if all parties involved play a role in reducing the possibility of disasters and the risks posed by these disasters. This research aims to disseminate information about the formation of "disaster response villages" (Destana) and provide training to the Destana team that has been formed to increase their knowledge and skills in dealing with disasters. This activity was attended by 25 participants representing three hamlets in the area. The research implementation method is through lectures and discussions, followed by the inauguration of the Rodaya Village Destana team and providing education to the team that has been formed. Evaluation of the activity showed that the village Destana team consisting of 10 people had been successfully confirmed, and knowledge about disaster management techniques in the Rodaya Village area had been conveyed to 25 activity participants through quizzes before and after the activity was carried out.
Pelatihan Aplikasi Mendeley sebagai Instrumen Citation dan Reference Manager pada Penulisan Karya Ilmiah Muhammad Rusli; Jud Jud; Suhartiwi Suhartiwi; Sariul Sariul; Marsuna Marsuna
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2023): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i3.1428

Abstract

Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat yaitu untuk memberikan pelatihan kepada mahasiswa tentang pelatihan aplikasi mendeley sebagai instrumen citation dan reference manager pada penulisan karya ilmiah. Metode pelaksanaan pelatihan dilaksanakan dengan metode demonstrasi yaitu pemateri secara langsung mengajarkan tentang penggunaan aplikasi mendeley. Pelaksanaan pelatihan penggunaan aplikasi mendeley ini dilakukan secara langsung di lokasi pengabdian dan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan keamanan pada tanggal 8 September 2023 yang dihadiri oleh tim pengabdian kepada masyarakat serta mahasiswa Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi. Pelaksanaan pelatihan aplikasi mendeley sebagai instrumen citation dan reference manager pada penulisan karya ilmiah untuk mahasiswa, dapat diambil beberapa kesimpulan penting yaitu pelatihan mendeley merupakan komponen penting dalam membantu mahasiswa mengelola referensi dan mematuhi prinsip akademik dalam penulisan karya ilmiah mereka. Ini adalah keterampilan yang diperlukan dalam dunia akademik dan profesional. Mahasiswa yang mengikuti pelatihan ini akan mendapatkan manfaat signifikan. Mendeley membantu mahasiswa menghemat waktu dalam manajemen referensi, meningkatkan akurasi dalam sitasi dan referensi, serta meningkatkan kualitas karya ilmiah mereka. Mahasiswa harus diberikan kesempatan untuk berlatih dan menerapkan pengetahuan yang mereka peroleh dalam situasi nyata. Latihan praktis, seperti mengimpor referensi atau membuat daftar pustaka, akan membantu mereka memahami konsep dengan lebih baik. Setelah pelatihan, penting untuk tetap menyediakan dukungan lanjutan kepada mahasiswa. Mendeley Application Training as a Citation and Reference Manager Instrument in Writing Scientific Papers The aim of community service is to provide training to students regarding Mendeley application training as a citation and reference manager instrument in writing scientific papers. The training implementation method is carried out using the demonstration method, namely the presenter directly teaches about using the Mendeley application. The training on using the Mendeley application was carried out directly at the research location and still paying attention to health and safety protocols on September 8 2023, which was attended by the community service team and students from the Department of Physical Education, Health and Recreation. Implementing Mendeley application training as a citation and reference manager instrument in writing scientific papers for students, several important conclusions can be drawn, namely Mendeley training is an important component in helping students manage references and comply with academic principles in writing their scientific papers. This is a necessary skill in the academic and professional world. Students who take part in this training will gain significant benefits. Mendeley helps students save time in reference management, increase accuracy in citations and references, and improve the quality of their scientific work. Students must be given the opportunity to practice and apply the knowledge they gain in real situations. Practical exercises, such as importing references or creating a bibliography, will help them understand concepts better. After training, it is important to continue to provide continued support to students.
Pemberdayaan Berbasis Kolaborasi dalam Penataan Fisik dan Sumber Daya Manusia di Bendungan Sungai Paku Rd. Siti Sofro Sidiq; Seger Sugiyanto; Yayat Firmansyah
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2023): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i3.1430

Abstract

Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mendampingi kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dan masyarakat dalam mengelola Bendungan Sungai Paku. Pelaksanaan pengabdian ini menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal dengan mengedepankan prinsip kebersamaan dan kolaborasi, mitra dalam kegiatan ini berjumlah 20 orang yang terdiri dari unsur pokdarwis, pemuda, masyarakat dan Pemerintah Desa Sungai Paku. Tahap pelaksanaan pengabdian meliputi persiapan pembentukan tim, perumusan tujuan, identifikasi pemangku kepentingan, pengumpulan dan analisis kebutuhan, penentuan prioritas solusi masalah, persiapan, pelaksanaan, monitoring, evaluasi dan penentuan kebutuhan lainnya. Hasil pengabdian ini dapat disimpulkan bahwa dari segi waktu kegiatan terlaksana sesuai dengan perencanaan. Partisipasi mitra sangat baik mereka terlibat aktif mulai dari proses awal hingga akhir. Bersama masyarakat tim pengabdian membangun dan memperindah objek foto sebagai daya tarik tambahan. Dari sisi kelembagaan dilaksanakan penyuluhan tentang kepariwisataan serta manajemen kelompok. Dalam penyuluhan ditekankan bahwa keberhasilan pengelolaan suatu objek wisata sangat bergantung pada kontribusi aktif masyarakat secara pentahelix. Peserta kegiatan antusias mengikuti rangkaian acara. Keikutsertaan dalam rangkaian pengabdian ini didasari oleh keinginan untuk memajukan dan membangun objek wisata Bendungan Sungai Paku. Sementara itu, respon masyarakat terhadap kegiatan pengabdian memperoleh nilai yang tinggi (baik) antara 3,7-4,5. Secara garis besar, masyarakat merasakan manfaat dari kegiatan yang dilakukan dan berharap kegiatan serupa dapat berlanjut di tahun berikutnya agar pengelolaan potensi Bendungan Sungai Paku semakin optimal sebagai sumber penghasilan masyarakat berbasis potensi alam.  Collaboration-Based Empowerment in Physical and Human Resources Management at Bendungan Sungai Paku  The purpose of this service is to assist the tourism awareness group (Pokdarwis) and the community in managing the Bendungan Sungai Paku. The implementation of this service uses the Participatory Rural Appraisal approach by prioritizing the principles of togetherness and collaboration, the partners in this activity totaled 20 people consisting of elements of Pokdarwis, youth, community and Sungai Paku Village Government. The stage of service implementation includes preparation of team formation, formulation of objectives, identification of stakeholders, collection and analysis of needs, prioritization of problem solutions, preparation, implementation, monitoring, evaluation and determination of other needs. The results of this service can be concluded that in terms of time the activities were carried out in accordance with the plan. Partner participation is very good, they are actively involved from the beginning to the end of the process. Together with the community, the service team built and beautified the photo object as an additional attraction. From the institutional side, counseling on tourism and group management was carried out. In counseling, it is emphasized that the success of managing a tourist attraction is highly dependent on the active contribution of the community in a pentahelix manner. The participants were enthusiastic in participating in the series of events. Participation in this series of services is based on the desire to advance and develop the Bendungan Sungai Paku tourist attraction. Meanwhile, the community's response to the community service activities received a high score (good) between 3.7-4.5. Broadly speaking, the community feels the benefits of the activities carried out and hopes that similar activities can continue in the following year so that the management of the potential of the Bendungan Sungai Paku is optimized as a source of income for the community based on natural potential.
Pelatihan Desain Pembelajaran di Masa Post-Pandemi Covid-19 dengan Integrasi Lingkungan Lahan Basah Rina Listia; Nasrullah Nasrullah; Abdul Muth'im; Dwi Astuti Muslimawati; Siti Alpiyah Damayanti; Rizky Amelia
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2023): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i3.1438

Abstract

Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan wawasan kepada 45 Guru MGMP Bahasa Inggris SMA se-kota Banjarmasin mengenai desain pembelajaran berbasis kurikulum merdeka pada lingkup topik lahan basah. Metode pelaksanaan pelatihan ini terdiri dari tiga tahap yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Narasumber menjelaskan Language Features in Writing, Genre-based Approach, dan pendekatan desain pembelajaran yang dapat diaplikasikan post-pandemi dengan integrasi teknologi pada fokus topik lingkungan lahan basah dilanjutkan pembimbingan langsung praktik penggunaan aplikasi pendukung. Hasil angket pada tahap evaluasi pelatihan menunjukkan bahwa 91% peserta pelatihan menyatakan bahwa mereka mendapatkan pemahaman baru/ tambahan mengenai Genre-based approach. Selain itu, peserta juga memiliki pengetahuan yang baik tentang Genre-based approach yaitu 73% dari peserta dapat menjelaskan tahap building knowledge of the field dengan tepat dan 86% dari peserta dapat menjelaskan tahap modelling of the text dengan tepat. Sedangkan, penjelasan tahap joint construction of the text dijelaskan dengan baik oleh 91% dan tahap independent writing dijelaskan dengan tepat oleh seluruh peserta. Selain itu, peserta menyatakan bahwa genre-based approach dapat dipertimbangkan untuk digunakan agar dapat memfasilitasi siswa dalam menulis secara lebih mudah (91%) karena memberi siswa kesempatan untuk bekerja dalam tim secara bertahap dan lebih terarah. Secara keseluruhan, pelaksanaan pelatihan dinilai sangat bermanfaat oleh peserta (73%) dan 27% peserta menyatakan bermanfaat. Kesimpulan yang didapat yaitu setelah menghadapi dampak pandemi COVID-19, penting bagi guru untuk melakukan adaptasi dan bagi akademisi perguruan tinggi untuk terus memperkenalkan dan menarik benang merah Kurikulum Merdeka di dunia Pendidikan serta mendiseminasikannya pada guru-guru di sekolah agar terjalin pemahaman selaras dalam dimulai dari bentuk desain pembelajaran. Workshop on Learning Design in the Post-Pandemic Covid-19 Era with Wetland Environment Integration  The aim of this service is to provide insight to 45 high school English MGMP teachers throughout the city of Banjarmasin regarding independent curriculum-based learning designs on the topic of wetlands. The method for implementing this training consists of three stages, namely preparation, implementation and evaluation. The resource person explained Language Features in Writing, Genre-based Approach, and learning design approaches that can be applied post-pandemic with technology integration focusing on wetland environmental topics followed by direct practical guidance in using supporting applications. The results of the questionnaire at the training evaluation stage showed that 91% of training participants stated that they gained new/additional understanding regarding the Genre-based approach. Apart from that, the participants also had good knowledge about the Genre-based approach, namely 73% of the participants could explain the building knowledge of the field stage correctly and 86% of the participants could explain the modeling of the text stage correctly. Meanwhile, the explanation of the joint construction of the text stage was explained well by 91% and the independent writing stage was explained correctly by all participants. Apart from that, participants stated that a genre-based approach could be considered to be used to facilitate students in writing more easily (91%) because it gives students the opportunity to work in teams gradually and in a more focused manner. Overall, the implementation of the training was considered very useful by participants (73%) and 27% of participants said it was useful. The conclusion obtained is that after facing the impact of the COVID-19 pandemic, it is important for teachers to adapt and for higher education academics to continue to introduce and draw out the common thread of the Independent Curriculum in the world of education and disseminate it to teachers in schools so that there is a harmonious understanding starting from form of learning design.
Penguatan Literasi Elektronik Siswa Melalui Pelatihan Kodifikasi Elektronik Tanaman Berbasis QR Code Di SMKN 1 Narmada Zulkarnain Zulkarnain; Linda Sekar Utami; M. Isnaini; Johri Sabaryati; Khairil Anwar; M. Firman Ramadhan
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2023): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i3.1440

Abstract

memaksimalkan penguasaan teknologi sebagai upaya penguatan literasi digital siswa melalui kodifikasi elektronik tanaman berbasis QR Code. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian adalah metode couching/pelatihan dengan bentuk kegiatan ceramah, tanya jawab & praktik. Mitra sasaran dalam kegiatan ini adalah siswa core pertanian SMKN 1 Narmada sebanyak 20 orang dan 2 orang guru sebagai pendamping. Kegiatan pengabdian ini terlaksana dengan baik dan lancar, serta berhasil menunjukkan bahwa para siswa menjadi terampil dalam mendesain template informasi tanaman dan menyandi url google drive melalui platform penyedia QR Code. Disamping itu, hasil evaluasi terhadap pelaksanaan pelatihan ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman siswa terhadap kodifikasi tanaman berbasis QR Code dimana perolehan skor pretest memberikan nilai rata-rata sebesar 48,2 kemudian meningkat menjadi 85,4 untuk rata-rata skor posttest. Hasil pengujian dengan menggunakan metode Wilcoxon Signed Rank juga menunjukkan nilai p-value sebesar 0.001. Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman sebelum pelatihan dengan setelah pelatihan. Metode pengabdian yang serupa diharapkan dapat ditindaklanjuti ke skala yang lebih luas yaitu pada dunia usaha dunia industri atau bekerjasama dengan dinas pertanian dan dinas kehutanan sebagai upaya penguatan literasi digital pada masyarakat. Strengthening Students' Elektronik Literacy Through QR Code-Based Plant Electronic Codification Training at SMKN 1 Narmada The aim of this service activity is to produce a QR Code-based electronic codification system and maximize mastery of technology in an effort to strengthen students' elektronik literacy through QR Code-based electronic plant codification. The method used in service activities is the couching/training method in the form of lectures, questions and answers, and practice activities. The target partners in this activity are 20 core agricultural students at SMKN 1 Narmada and 2 teachers as assistants. This service activity was carried out well and smoothly and succeeded in showing that the students became skilled in designing plant seed templates and encoding Google Drive URLs via the QR Code provider platform. Apart from that, the results of the evaluation of the implementation of this training showed that there was an increase in students' understanding of QR Code-based plant codification, where the pretest score gave an average score of 48.2, which then increased to 85.4 for the average posttest score. Test results using the Wilcoxon signed rank method also show a p-value of 0.001. These results show that there is an increase in elektronik literacy before and after the training. It is hoped that similar service methods can be followed up on a wider scale, namely in the business world of industry or in collaboration with agricultural and forestry services, as an effort to strengthen digital literacy in society.
Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Berbahan Kotoran Sapi Bagi Petani di Kecamatan Sambung Makmur Kabupaten Banjar Riza Adrianoor Saputra; Jumar Jumar; Anis Wahdi; Rabiatul Wahdah; Muhammad Saifuddin Anshary; Norwinda Norwinda; Irvan Indra Resnawan
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2023): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i3.1446

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan petani di Kecamatan Sambung Makmur Kabupaten Banjar dalam membuat pupuk organik berbahan kotoran sapi. Khalayak sasaran PKM berupa penyuluhan teknik pembuatan pupuk organik berbahan kotoran sapi dalam rangka menambah ilmu pengetahuan dan keterampilan bagi petani di Kecamatan Sambung Makmur Kabupaten Banjar. Kegiatan PKM dilaksanakan pada 14 Juni 2023, bertempat di BPP Sambung Makmur, Kabupaten Banjar dengan jumlah peserta sebanyak 25 orang yang terdiri dari anggota kelompok tani dan karang taruna di wilayah Kecamatan Sambung Makmur Kabupaten Banjar. Hasil PKM menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani di Kecamatan Sambung Makmur Kabupaten Banjar mengenai pembuatan pupuk organik berbahan kotoran sapi. Sebanyak 100% peserta mengetahui apa itu pupuk organik, 100% peserta mengetahui jenis-jenis pupuk organik, 100% peserta mengetahui apa itu pupuk organik kotoran sapi, 100% peserta mengetahui manfaat pupuk organik bagi tanah dan tanaman, 96% peserta mengetahui keunggulan pupuk organik dibanding pupuk kimia, 100% peserta mengetahui bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan pupuk organik kotoran sapi, 100% peserta mengetahui kotoran ternak dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik kotoran sapi, 94% peserta mengetahui proses pembuatan pupuk organik kotoran sapi secara baik dan benar, 88% peserta mengetahui ciri-ciri pupuk organik kotoran sapi yang telah selesai di fermentasi, dan 100% peserta mengetahui cara penggunaan pupuk organik kotoran sapi ke tanaman. Training on Making Organic Fertilizer Made from Cow Manure for Farmers in Sambung Makmur District, Banjar Regency This community service aims to increase the knowledge and skills of farmers in Sambung Makmur District, Banjar Regency, in making organic fertilizer from cow manure. Community service's target audience is in the form of providing information on techniques for making organic fertilizer from cow manure in order to increase knowledge and skills for farmers in Sambung Makmur District, Banjar Regency. The community service activity was carried out on June 14, 2023, at the Sambung Makmur Agricultural Extension Center, Banjar Regency, with a total of 25 participants consisting of members of farmer groups and youth organizations in the Sambung Makmur District, Banjar Regency. The community service results show an increase in the knowledge and skills of farmers in Sambung Makmur District, Banjar Regency, regarding making organic fertilizer from cow manure. As many as 100% of participants know what organic fertilizer is; 100% of participants know the types of organic fertilizer; 100% of participants know what organic cow manure fertilizer is; 100% of participants know the benefits of organic fertilizer for soil and plants; 96% of participants know the advantages of organic fertilizer compared to chemical fertilizers; 100% of participants know the ingredients used in making organic cow manure fertilizer; 100% of participants know that livestock manure can be used as raw material for making organic cow manure fertilizer; and 94% of participants know the process of making organic cow manure fertilizer properly. That's right, 88% of participants know the characteristics of organic cow manure fertilizer that has been fermented, and 100% of participants know how to use organic cow manure fertilizer on plants.  
Pelatihan Pembuatan Telur Asin Bebek untuk Peningkatan Daya Saing Usaha Ternak Satwa Sari di Kabupaten Jembrana I Made Wahyu Wijaya; Putu Sekarwangi Saraswati; I Gusti Ngurah Alit Wiswasta; I Ketut Widnyana; Putu Eka Pasmidi Ariati; I Gusti Ngurah Made Wiratama; I Made Budiasa
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2023): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i3.1449

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat di Usaha Ternak Satwa Sari bertujuan meningkatkan kesejahteraan peternak dan mendukung ekonomi lokal melalui diversifikasi produk telur bebek menjadi telur asin. Dalam kegiatan ini, 15 anggota Usaha Ternak Satwa Sari dilatih dalam pembuatan telur asin melalui tahapan penyuluhan, praktek langsung, dan evaluasi. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dari 28.93% menjadi 88%. Diversifikasi ini mengurangi risiko pasar, menambah nilai produk, dan membantu perkembangan pasar baru, mendukung keberlanjutan usaha ternak. Keberhasilan kegiatan ini memberikan dampak positif pada ekonomi lokal, meningkatkan kemandirian peternak, serta membuka peluang pasar dan pengembangan usaha peternakan. Dukungan berkelanjutan seperti penyediaan modal, infrastruktur, akses pasar yang lebih luas, dan pengembangan produk olahan bernilai tambah diperlukan. Kolaborasi tim PKM Unmas Denpasar dan Usaha Ternak Satwa Sari memberikan manfaat nyata dalam mengembangkan hasil ternak bebek dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal di Kabupaten Jembrana. Duck Salted-Egg Production Training for Improving the Business Competitiveness of Satwa Sari in Jembrana Regency Community service activities at the Sari Animal Farm Business aim to improve the welfare of farmers and support the local economy by diversifying duck egg products into salted eggs. In this activity, 15 members of the Sari Animal Farm Business were trained in making salted eggs through the stages of counseling, direct practice and evaluation. The results of the training showed an increase in participants' knowledge from 28.93% to 88%. This diversification reduces market risk, adds product value, and helps the development of new markets, supporting the sustainability of livestock businesses. The success of this activity has had a positive impact on the local economy, increasing the independence of breeders, as well as opening up market opportunities and livestock business development. Continuous support such as providing capital, infrastructure, wider market access and development of value-added processed products is needed. The collaboration between the PKM Unmas Denpasar team and the Sari Animal Farming Business has provided real benefits in developing duck livestock products and supporting local economic growth in Jembrana Regency.
Pemberdayaan Masyarakat Pedalaman Melalui Tekonologi Akuaponik Untuk Meningkatkan Ekonomi Di Dusun III Sri Pengantin Fitria Lestari; Yuli Febrianti; Nopriyeni Nopriyeni; Agus Andriansah; Frengky Alexander Pratama; Gusti Aldo Wijaya
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2023): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i3.1452

Abstract

Dusun III Sri Pengantin merupakan salah satu desa terisolir dari desa lainnya yang berada di Kecamatan STL Ulu Terawas Kabupaten Musi Rawas, dimana untuk mencapai dusun tersebut harus menggunakan transportasi khusus yang dikenal dengan “ketek” selama 45 menit hingga 1 jam. Dusun yang terisolir juga diperparah dengan ketiadaan sumber listrik, tingkat pendidikan yang minim, serta fasilitas sarana prasarana yang sangat memprihatinkan. Hal ini berdampak pada ekonomi masyarakatnya yang hanya mengandalkan hasil kebun yang letaknya jauh dari rumah asli penduduk dan umumnya mendapatkan barang umumnya masyarakat saling menggunakan sistem barter. Padahal, dusun ini memiliki potensi sumber daya alam yang sangat banyak, seperti sungai, bukit, ikan, dan lahan yang luas. Oleh karena itu, dengan daya dukung sumber daya alam yang ada, salah satu usaha untuk meningkatkan ekonomi masyarakat adalah dengan menerapkan teknologi akuaponik dimana hasil yang didapatkan tidak hanya ikan, tetapi juga sayur-sayuran.
Pengabdian kepada Masayarat: Peningkatan Pemahaman Bahasa Inggris bagi Siswa Tuna Grahita di SMALB Dharma Wanita Madiun Melalui Media SLEBEW (Sound Language be The New) Angela Valentiara Giofanny; Renaldy Sepbrio Pramudya; Neny Febriana Devi; Silvia Dian Paramita Rosadi; Fitra Pinandhita
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2023): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i3.1454

Abstract

Abstrak: Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi dan meningkatkan pemahaman Bahasa Inggris dengan menggunakan media ajar Sound Language be the New (SLEBEW) bagi siswa SMALB. Sasaran pengabdian ini adalah siswa penyandang Tuna Grahita pada jenjang Sekolah Menengah Atas Luar Biasa sebanyak 5 siswa. Siswa yang diamati memiliki rentang usia 20 - 22 tahun. Adapun kondisi awal sebelum dilakukannya pengabdian ini adalah adanya keterbatasan dalam proses penerimaan materi yang lebih lama, tingkat kejenuhan siswa, dan media pembelajaran yang monoton serta kurang menarik. Sehingga, metode SLEBEW diterapkan dalam pengabdian ini, dimana hal ini dapat membantu proses pembelajaran Bahasa Inggris. SLEBEW yang didalamnya berisi kegiatan sing, listen, echo, build, enjoy, watch dan tersaji dalam bentuk media ajar berupa boneka tangan (hand puppet) berbentuk hewan dapat mengeluarkan suara dalam bahasa Inggris. Hasil yang didapatkan dari pengabdian ini adalah media ajar SLEBEW dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman terhadap kemampuan berbahasa Inggris pada speaking, listening, reading, dan writing skills Improving English Understanding for Mentally Disabled Students at SMALB Dharma Wanita Madiun Through SLEBEW (Sound Language be The New) Media  The purpose of this dedication is to provide education and improve understanding of English by using Sound Language Be the New (SLEBEW) teaching media for SMALB students.The target of this dedication is students with mental disabilities at the SMALB, as many as five students. The students observed have an age range of 20–22 years. The initial conditions before this dedication was carried out were limitations in the process of receiving longer material, the level of student boredom, and monotonous and less interesting learning media. Thus, the SLEBEW method is applied in this activity, which can help the English learning process. SLEBEW, which contains sing, listen, echo, build, enjoy, and watch activities, is presented in the form of teaching media in the form of animal-shaped hand puppets that can make sounds in English. The results obtained from this activity are that SLEBEW teaching media can be used to train speaking, listening, reading, and writing skills using SLEBEW teaching media.
Diversifikasi Kemiri Dalam Rangka Peningkatan Pendapatan Petani Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Kabupaten Bone Muhammad Wajdi; Ashar Ashar; Nurdiyanti Nurdiyanti
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2023): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i3.1465

Abstract

Tanaman kemiri memiliki potensi untuk mengembangkan dalam kegiatan hutan rakyat karena dapat menghasilkan buah dan kayu dengan nilai ekonomis yang tinggi. Buah kemiri ini dapat digunakan sebagai bahan bumbu masakan yang memberikan rasa istimewah, serta memiliki manfaat sebagai obat tradisional untuk penyakit kulit, merangsang pertumbuhan rambut, serta mengobati linu pada pinggang. Dengan berbagai manfaat dan penggunaan yang luas, tanaman kemiri menjadi pilihan yang menarik untuk dikembangkan dalam kegiatan hutan rakyat, karena dapat memberikan keuntungan ekonomi yang dignifikan serta mendukung berbagai industri lokal. Dalam kegiatan penngabdian ini, metode yang digunakan meliputi sosialisasi dan praktek langsung dalam pembuatan kemasan bumbu dapur dalam olahan buah kemiri. Peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti prosses pembuatan kemasan bumbu dapur dalam olahan buah kemiri ini terlihat dari jumlah warga yang hadir dalam kegiatan ini sekitar 100 orang. Diversification Of Kemiri (Aleurites moliccanus) In Order To Increase Farmers' Income In Bone District Candlenut plants have the potential to develop in community forest activities because they can produce fruit and wood with high economic value. The hazelnut fruit can be used as a cooking spice ingredient which gives it a special taste, and has benefits as a traditional medicine for skin diseases, stimulates hair growth, and treats sciatica in the waist. With various benefits and broad uses, candlenut plants are an attractive choice to be developed in community forest activities, because they can provide significant economic benefits and support various local industries. In this service activity, the method used includes socialization and direct practice in making packaging for spices in processed candlenut fruit. Participants showed high enthusiasm in participating in the process of making packaging for kitchen spices in processed candlenuts, as seen from the number of residents who attended this activity, around 100 people.