cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
muhammadasyari1991@gmail.com
Phone
+6285338219596
Journal Mail Official
lumbunginovasi@gmail.com
Editorial Address
Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2541626X     DOI : -
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat | Lumbung Inovasi: Journal of Community Service (ISSN: 2541-626X) is an open access scientific journal that publish community service and empowerment articles. This journal published twice a year (bianually) in May and November.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 540 Documents
Pelatihan Vokasional Membuat Damar Kurung Dalam Pengembangan Kemampuan Berwirausaha Bagi Atlet Paralimpik Sidoarjo Anggraeny, Diah; Sujarwanto, Sujarwanto; Endang Pudjiastuti Sartinah; Siti Mahmudah; Danis Ade Dwirisnanda
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i4.1429

Abstract

Atlet merupakan salah satu pahlawan yang dapat mengharumkan dan  membanggakan nama bangsa. Namun, Atlet Paralimpik (penyandang disabilitas) tidak sekedar membanggakan untuk negara, menjadi atlet paralimpik merupakan kebanggaan tersendiri bagi individu tersebut. Atlet memiliki masa purna atau pensiun setelah masa kejayaan mereka telah berakhir. Kegiatan atau keterampilan perlu dimiliki oleh para atlet dalam meningkatkan ekonomi disamping kegiatan yang dilakukan dalam kejuaraan ataupun saat berada di masa pensiun. Salah satu peluang yang sedang berkembang adalah terkait kebudayaan atau warisan budaya yakni damar kurung. Berdasarkan peluang tersebut, terbentuklah kegiatan pelatihan vokasional dalam membuat damar kurung yang bekerja sama dengan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Sidoarjo sebagai bentuk pengembangan kemampuan berwirausaha bagi atlet paralimpik di sidoarjo. Kegiatan pelatihan dilaksanakan pada tanggal 1 hingga 2 september 2023 yang dilaksanakan di SLB B Dharma Wanita Sidoarjo. Jumlah peserta dalam pelatihan yakni 10 orang atlet paralimpik Sidoarjo. Metode yang digunakan dalam melaksanakan kegiatan ini yakni metode pelatihan sehingga para atlet dapat membuat damar kurung secara langsung dalam kegiatan pelatihan yang dilaksanakan. Dalam proses pelatihan yang dilaksanakan, para atlet juga dibekali dengan teori Sejarah, proses dan tahapan pembuatan, serta teknik penggambaran dari damar kurung.  Setelah mengikuti kegiatan pelatihan ini, atlet paralimpik sidoarjo memiliki pengetahuan dan pengalaman  dalam  membuat damar kurung sehingga dapat menjadi peluang untuk berwirausaha dalam meningkatkan perekenomian atlet tersebut. Vocational Training In Making Damar Kurung To Develop Entrepreneurial Skills For Paralympic Athletes In Sidoarjo  Athletes are one of the heroes who can make the nation proud. However, Paralympic Athletes (people with disabilities) are not just proud of the country, being a paralympic athlete is a pride for the individual. Athletes have a period of retirement or retirement after their heyday has ended. Activities or skills need to be owned by athletes in improving the economy in addition to activities carried out in championships or while in retirement. One of the growing opportunities is related to culture or cultural heritage, namely damar kurung. Damar kurung is one of the typical Gresik cultures that is being intensively introduced to the younger generation as one of the cultural heritages that needs to be developed and preserved. Based on these opportunities, vocational training activities in making damar kurung were formed in collaboration with the National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Sidoarjo as a form of developing entrepreneurial skills for paralympic athletes in Sidoarjo. Training activities were carried out on September 1 to 2, 2023 which was held at SLB B Dharma Wanita Sidoarjo. The number of participants in the training was 10 Sidoarjo paralympic athletes. After participating in this training activity, Sidoarjo paralympic athletes have knowledge and experience in making damar kurung so that it can be an opportunity for entrepreneurship in improving the athlete's economy.  
Sosialisasi Teknik Penulisan Artikel Ilmiah dan Proses Submission pada Mahasiswa Jurusan Ilmu Keolahragaan FKIP Universitas Halu Oleo Arwih, Muhammad Zaenal; Mongsidi, Wolter; Marsuna, Marsuna
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2024): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i1.1434

Abstract

Permasalahan yang dihadapi oleh mahasiswa saat menulis artikel ilmiah dan mengikuti proses pengiriman (submission) ke jurnal ilmiah yaitu kurangnya pengalaman yang cukup dalam menulis artikel ilmiah dan tidak familiar dengan aturan dan pedoman penulisan ilmiah. Kemampuan menulis ilmiah memerlukan keterampilan khusus. Mahasiswa kesulitan dalam merumuskan argumen, merancang metodologi penelitian, atau menyusun artikel dengan struktur yang baik. Tujuan pengabdian kepada masyarakat yaitu memberikan sosialisasi teknik penulisan artikel ilmiah dan proses submission pada mahasiswa Jurusan Ilmu Keolahragaan. Metode pelaksanaan dilaksanakan dengan menggunakan metode demonstrasi yaitu tim PKM langsung memberikan arahan terkait sosialisasi teknik penulisan artikel ilmiah dan proses submission pada mahasiswa Jurusan Ilmu Keolahragaan FKIP Universitas Halu Oleo yang diikuti sebanyak 60 mahasiswa angkatan 2021. Pelaksanaannya melalui beberapa tahap yaitu melalui tahap Persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dalam bentuk sosialisasi teknik penulisan artikel ilmiah dan proses submission pada mahasiswa dilaksanakan pada tanggal 9 September 2023. Sosialisasi teknik penulisan artikel ilmiah dan proses submission pada mahasiswa memiliki dampak yang signifikan dalam pengembangan pengetahuan dan keterampilan mereka. Sehingga dari proses pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat 60% mahasiswa paham tentang cara penulisan artikel ilmiah dan proses submission, sedangkan 40% masih bingung pada teknik penulisan, sehingga Dengan dukungan yang tepat dari institusi pendidikan dan dosen, mahasiswa dapat mengembangkan keterampilan penulisan yang kuat dan menjadi kontributor berharga dalam dunia ilmiah. Socialization of Scientific Article Writing Techniques and Submission Process for students majoring in sports science FKIP Halu Oleo University Abstract: The problems faced by students when writing scientific articles and following the submission process to scientific journals are lack of sufficient experience in writing scientific articles and unfamiliarity with the rules and guidelines for scientific writing. The ability to write scientifically requires special skills. Students have difficulty formulating arguments, designing research methodologies, or compiling articles with a good structure. The aim of community service is to provide socialization on scientific article writing techniques and the submission process to students of the Sports Science Department. The implementation method was carried out using a demonstration method, namely the PKM team directly provided direction regarding the socialization of scientific article writing techniques and the submission process to students of the Sports Science Department, FKIP, Halu Oleo University, which was attended by 60 students from the class of 2021. The implementation went through several stages, namely through the Preparation, Implementation and evaluation. The results of the implementation of Community Service (PKM) in the form of socialization of scientific article writing techniques and the submission process to students were carried out on September 9 2023. Socialization of scientific article writing techniques and the submission process to students had a significant impact on developing their knowledge and skills. So that from the process of implementing community service, 60% of students understand how to write scientific articles and the submission process, while 40% are still confused about writing techniques, so that with the right support from educational institutions and lecturers, students can develop strong writing skills and become contributors. valuable in the scientific world.
Penguatan Pembelajaran Berdiferensiasi Bagi Guru Melalui Lokakarya Kurukulum Merdeka Berbasis IT dan Google Drive Utami, Linda Sekar; Isnaini, M; Nisa, Hairun; Nadyawati, Nadyawati; Gunawan, Ardi
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i4.1437

Abstract

Tujuan dari pengabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun modul ajar berdiferensiasi berbasis IT. Pengabdian kepada Masyarakat ini dilakukan di SMP Islam Al Mubarok Tempos Lombok Barat. Jumlah guru yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan lokakarya ini adalah sebanyak 19 guru. Permaslahan yang diperoleh oleh guru adalah belum pernah diadakan pelatihan pembuatan modul ajar berbasis IT. Metode yang dilakukan adalah Pelatihan dengan tahapan: Observasi, membuat modul, evaluasi. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 7 September 2023. Hasil yang diperoleh adalah 78,9 % guru dapat membuat modul ajar, senang dengan adanya pelatihan yang selama ini belum pernah dilakukan di SMP Islam Al Mubarok Tempos. Harapan guru-guru adalah agar kegiatan serupa dapat terus berlanjut. Strengthening Differentiated Learning for Teachers Through Independent Curriculum Workshops Based on IT and Google Drive The aim of this community service is to improve teachers' abilities in compiling IT-based differentiated teaching modules. This community service was carried out at Al Mubarok Islamic Middle School, Tempos, West Lombok. The number of teachers who participated in this workshop was 19 teachers. The method used is training with stages: Observation, creating modules, evaluation. This activity was carried out on September 7 2023. The results obtained were that 78,9 % of teachers were able to create teaching modules, happy with the training which had never been carried out at Al Mubarok Tempos Islamic Middle School. The teachers' hope is that similar activities can continue.
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Meningkatkan Self Management Hipertensi Dan Diabetes Mellitus Melalui Edukasi Pada Masyarakat Di Puskesmas Panyileukan Bandung: Self Edukasi Hipertensi dan Diabetes Mellitus Vitniawati, Vina; Herawati, Ade Tika; Suprapti, Tuti; Darajat, Agus Mi’raj
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i4.1461

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) menjadi beban kesehatan karena mennyebabkan tingginya angka kesakitan dan kematian. Puskesmas Panyileukan, merupakan salah satu Puskesmas yang menyumbangkan data tingginya kasus  penyakit  Tidak  Menular  (PTM)  di  Kota  Bandung.  Data menunjukan PTM Hipertensi dan Diabetes merupakan penyakit terbanyak sejak Januari-Maret 2022 adalah penyakit Hipertensi (185 Pasien) dan penyakit Diabetes Mellitus (103 Pasien). Peningkatan aspek kognitif pada masyarakat dengan PTM diharapkan akan meningkatkan Self Management dalam hal ini adalah pada pasien Hipertensi dan Diabetes Melitus. Diawali dengan meningkatkan aspek kognitif kader dalam meningkatkan kader dalam pemberdayaan massyarakt sehingga masyarakat akan melakukan perawatan sendiri  terutama pada pasien Hipertensi dan Diabetes Mellitus. Sasaran dalam kegiatan ini dimulai dari Kader di wilayah kerja Puskesmas Panyileukan yang dilakukan dengan metode ceramah dan diskusi. Kegiatan dilakukan secara bertahap yaitu terkait Penyakit Diabetes Melitus dan Hipertensi. Program edukasi dilakukan evaluasi dengan melakukan pre test dan post test. Hasil pretest sebagian besar responden memiliki pengetahuan cukup (74%) dan setelah post test pengetahuan responden menjadi 87% pengetahuan nya baik. Sehingga Puskesmas Panyileukan perlu tetap melakukan peningkatan informasi tentang Penyakit Tidak menular secara kontinu untuk meningkatkan Self Management masyarakat terkait Hipertensi dan Diabetes Mellitus dengan selalu berkoordinasi dengan kader dan melakukan kegiatan Posbindu PTM. Community Empowerment In Improving Self Management Of Hypertension And Diabetes Mellitus Through Community Education At The Panyileukan Puskesmas Bandung Non-Communicable Diseases (NCDs) are a health burden because they cause high rates of morbidity and mortality. Panyileukan Community Health Center is one of the community health centers that contributes data on the high number of cases of non-communicable diseases (NCDs) in the city of Bandung. Data shows that PTM Hypertension and Diabetes are the most common diseases from January-March 2022, namely hypertension (185 patients) and diabetes mellitus (103 patients). It is hoped that improving cognitive aspects in people with PTM will improve Self Management, in this case for Hypertension and Diabetes Mellitus patients. Starting with improving the cognitive aspects of cadres in increasing cadres in empowering the community so that people will carry out their own care, especially for patients with hypertension and diabetes mellitus. The target of this activity starts from cadres in the Panyileukan Community Health Center working area which is carried out using lecture and discussion methods. Activities are carried out in stages, namely related to Diabetes Mellitus and Hypertension. The educational program is evaluated by conducting a pre-test and post-test. The pretest results showed that most of the respondents had sufficient knowledge (74%) and after the posttest, 87% of respondents' knowledge was good. So the Panyileukan Health Center needs to continue to continuously improve information about non-communicable diseases to improve community self-management regarding hypertension and diabetes mellitus by always coordinating with cadres and carrying out PTM Posbindu activities.
Edukasi Pemenuhan Gizi Dalam Upaya Pencegahan Stunting Pada Balita Di Kelurahan Melong Herawati, Ade Tika; Emawati, Emma; Priyadi, Akhmad; Sandi, Shinta Ika; Rokayah, Cucu; Cikal , Athaariq
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i4.1462

Abstract

Berdasarkan Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) tahun 2022, masih terdapat 3.036 balita yang mengalami stunting (9, 70%), sedangkan berdasarkan Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) prevelensi stunting Kota Cimahi berada di 16,4 %. Hal tersebut yang mendasari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Cimahi untuk melakukan berbagai Upaya untuk mempercepat penurunan tingkat stunting di Kota Cimahi. Peningkatan jumlah stunting pada balita akan berdampak pada perkembangan kognitif dikarenakan terganggunya perkembangan otak sehingga dapat menurunkan kecerdasan anak dan menjadi rentan terjangkit penyakit. Oleh sebab itu, tujuan umum dari program KKN-PPM Tematik ini adalah untuk membantu memberdayakan Masyarakat dalam menurunkan angka stunting di Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi. Sedangkan tujuan khusus dari kegiatan ini adalah : 1) Peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pemenuhan gizi pada balita; 2) Peningkatan pengetahuan Masyarakat mengenai hidup sehat dalam Upaya pencegahan stunting; 3) Pencegahan gizi buruk pada balita. 3. Kehidupan sehat dan sejahtera bertujuan untuk memastikan layanan kesehatan reproduksi dan kesehatan keluarga dengan edukasi pendidikan termasuk ke dalam perencanaan peningkatan kesehatan dalam strategi program kesehatan Nasional. Kegiatan pemberdayaan Masyarakat yang kami laksanakan dengan judul Edukasi Pemenuhan Gizi Dalam Upaya Pencegahan Stunting Pada Balita Melalui sosialisai di wilayah RW 01 Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi. Kegiatan ini mempunyai tujuan utama untuk mencegah ternyatanya stunting di Wilayah RW 01. Dengan adanya penyuluhan Kesehatan secara luring, memberikan edukasi mengenai pencegahan stunting, serta memberikan edukasi mengenai penyebab terjadinya stunting. Kemudian diikuti dengan kegiatan Pemberian Makanan Terpenuhi (PMT) untuk balita stunting. Education on Nutrition Fulfillment in Stunting Prevention Efforts For Toddlers in Melong Village Based on the Electronic Recording and Reporting of Community-Based Nutrition (e – PPGBM) in 2022, there are still 3,036 children under five who are stunted (9, 70%), while based on the Indonesian Nutritional Status Survey (SSGI) the prevalence of stunting in Cimahi City is at 16.4%. This underlies the Office of Women's Empowerment, Child Protection, Population Control and Family Planning (DP3AP2KB) of Cimahi City to make various efforts to accelerate the reduction of stunting rates in Cimahi City. An increase in the number of stunting in toddlers will have an impact on cognitive development due to disruption of brain development so that it can reduce children's intelligence and become vulnerable to disease. Therefore, the general purpose of this Thematic KKN-PPM program is to help empower the community in reducing stunting rates in Melong Village, South Cimahi District, Cimahi City. While the specific objectives of this activity are: 1) Increasing public knowledge about the fulfillment of nutrition in toddlers; 2) Increasing public knowledge about healthy living in stunting prevention efforts; 3) Prevention of malnutrition in toddlers. 3. Healthy and prosperous life aims to ensure reproductive health and family health services with educational education are included in health improvement planning in the National health program strategy. Our community empowerment activities are entitled Education on Nutrition Fulfillment in Efforts to Prevent Stunting in Toddlers through socialization in the RW 01 area of Melong Village, South Cimahi District, Cimahi City. This activity has the main objective to prevent stunting in RW 01. With offline health counseling, providing education about stunting prevention, and providing education about the causes of stunting. Then followed by Fulfilled Feeding (PMT) activities for stunting toddlers.
Sosialisasi Pemanfaatan Limbah Sekam Padi Sebagai Bahan Baku Pembuatan Biochar Bakti, Lalu Arifin Aria; Iemaaniah, Zuhdiyah Matienatul; Sukartono, Sukartono; Selvia, Siska Ita; Salsabil, Haidir Ali; Jasrodi, Jasrodi
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2024): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i1.1467

Abstract

Banyaknya limbah pertanian yang tidak dimanfaatkan oleh petani dapat menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan. Salah satu limbah pertanian yang biasa dibuang dilahan pertanian yaitu limbah sekam padi. Sekam padi merupakan kulit pembungkus padi yang dipisahkan dari biji padinya. Limbah sekam padi ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembenah tanah dengan mengubahnya menjadi biochar. Biochar limbah sekam padi dapat meningkatkan kandungan karbon dan nitrogen dalam tanah. Desa Sukadana merupakan salah satu desa yang memiliki potensi pertanian yang baik, disisi lain Masyarakat belum memanfaatkan limbah pertaniannya. Oleh karena itu kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam memanfaatkan limbah sekam padi sebagai bahan baku pembuatan biochar. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan metode edukatif dan sosialisasi aktif dengan diskusi dan sharing yang melibatkan seluruh peserta pengabdian. Dari kegiatan pengabdian yang dilakukan telah diketahui bahwa kelompok tani 1.) Sebagian besar anggota kelompok tani belum bisa baca tulis; 2.) kegiatan pretest dan posttest perlu dilakukan dalam bentuk diskusi tanpa adanya kegiatan tulis menulis; 3.) Pengetahuan tentang pemanfaatan limbah pertanian yang rendah; 4) Setelah adanya sosialisasi ini, masyarakat semakin paham dalam mengelola limbah pertanian, terutama sekam padi; 5.) Perlu adanya tindak lanjut praktik pembuatan biochar limbah pertanian. Socialization of the Use of Rice Husk Waste as Raw Material for Making Biochar Abstract: The large amount of agricultural waste that is not utilized by farmers can cause environmental pollution. One of the agricultural wastes that is usually disposed of on agricultural land is rice husk waste. Rice husks are the skin covering the rice which is separated from the rice grains. This rice husk waste can be used as a soil amendment by turning it into biochar. Rice husk waste biochar can increase carbon and nitrogen content in the soil. Sukadana Village is one of the villages that has good agricultural potential, on the other hand, the community has not utilized its agricultural waste. Therefore, this service activity was carried out with the aim of increasing farmers' knowledge in using rice husk waste as raw material for making biochar. Service activities are carried out using educational methods and active socialization with discussions and sharing involving all service participants. From the community service activities carried out, it is known that the farmer groups 1.) Most of the members of the farmer groups cannot read and write; 2.) pretest and posttest activities need to be carried out in the form of discussions without any writing activities; 3.) Knowledge about low utilization of agricultural waste; 4) After this socialization, people understand more about managing agricultural waste, especially rice husks; 5.) There needs to be follow-up on the practice of making biochar from agricultural waste.
Peran Karang Taruna dalam Penguatan UMKM Melalui Media Fotografi di Kelurahan Sukajaya Halim, Bobby; Dion, Keni
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i4.1471

Abstract

Kegiatan pelatihan Media Fotografi bagi UMKM di Kelurahan Sukajaya merupakan respon dari pihak terkait. Di tengah kondisi ketidakpastian saat ini, pemerintah Indonesia terus menerus mendukung UMKM agar terus berinovasi. Saat New Normal sekarang ini, keadaan tidak menjadi lebih baik daripada masa pandemic sebelumnya. Universitas Indo Global Mandiri Palembang, berkomitmen untuk selalu berusaha melakukan pengabdian kepada masyarakat secara berkesinambungan sebagai bentuk kepedulian civitas akademika untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Oleh karena itu, Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Indo Global Mandiri Palembang bermaksud menjalin kerjasama dengan UMKM di Kelurahan Sukajaya dengan skema pelayanan internal yaitu: 1) Memberikan gambaran mengenai UMKM.  2). Memberikan keterampilan fotografi umum. 3). Mendorong dan membimbing peserta agar  menjadi lebih baik orang-orang yang mandiri dan mempunyai kemampuan mengaplikasikan fotografi pada bisnisnya, baik bisnis yang sudah ada maupun yang akan datang.. Metode yang digunakan dalam kegiatan pelatihan Media Fotografi ini adalah Metode Sosialisasi dan Ceramah, Metode Demonstrasi & Bimbingan & Metode Partisipatif. Kegiatan pelatihan UMKM di Kelurahan Sukajaya, para peserta dapat membuat Foto Produk yang memiliki nilai ekonomis sehingga dapat diaplikasikan ke E-Commerce dan dapat bersaing baik di tingkat lokal, nasional bahkan internasional. The Role of Karang Taruna in Strengthening MSMEs Through Photography Media in Sukajaya Village Photography Media training activities for MSMEs in Sukajaya Village are a response from related parties. In the midst of current conditions of uncertainty, the Indonesian government continues to support MSMEs to continue to innovate. During the current New Normal, the situation is no better than during the previous pandemic. Indo Global Mandiri University Palembang is committed to always trying to provide continuous community service as a form of concern for the academic community to improve the quality of life of the community. Therefore, the Indo Global Mandiri University Palembang Community Service Team intends to collaborate with MSMEs in Sukajaya Village with an internal service scheme, namely: 1) Providing an overview of MSMEs. 2). Provides general photography skills. 3). Encourage and guide participants to become better people who are independent and have the ability to apply photography to their business, both existing and future businesses. The methods used in this Photography Media training activity are the Socialization and Lecture Method, Demonstration Method & Guidance & Participatory Methods. MSME training activities in Sukajaya Village, participants can create product photos that have economic value so that they can be applied to E-Commerce and can compete at local, national and even international levels.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Peningkatan Keterampilan Mengelola Website bagi Kader Penggerak RW 04 Airlangga Surabaya Wulandari, Sri Hariani Eko; Sagirani, Tri; Oktaviani, Oktaviani; Wahyuningtyas, Nunuk
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i4.1473

Abstract

Sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah kota Surabaya menuju Smart City, terutama Smart Society yang salah satu indokatornya adalah mendorong masyarakat untuk memiliki ketrampilan literasi digital, maka tim pelaksana merencanakan sebuah program pelatihan pembuatan website untuk masyarakat penggerak di RW 04 Kelurahan Airlangga. Upaya ini dilakukan untuk meningkat keterampilan dalam literasi digital masyarakat. Program ini bertujuan untuk memberikan keterampilan kepada masyarakat dalam membuat website dan memperkenalkan manfaat teknologi informasi dan internet untuk peningkatan branding usaha, organisasi dan citra diri bagi masyarakat.  Program ini memiliki urgensi yang kuat untuk dilaksanakan, tidak hanya untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan masyarakat dalam bidang teknologi informasi, namun juga untuk memberdayakan masyarakat dalam mengembangkan usaha mereka secara online. Metode pengumpulan data dalam kegiatan ini dilakukan dengan survei dan wawancara. Hasil dari survei menunjukkan 95 dari 110 orang kader penggerak belum menggunakan website untuk organisasi. Peserta pelatihan berjumlah 100 kader. Secara keseluruhan, 100% kader mampu membangun 100 website baik untuk tujuan individu, usaha, maupun organisasi sosial kemasyarakat dan merasa bahwa pelatihan berlangsung dengan baik, menyenangkan, berkesan, dan bermanfaat. Empowering the Community Through Enhanced Skills in Managing Websites for Community Mobilizers in RW 04 Airlangga, Surabaya In support of the Surabaya city government's efforts towards becoming a smart city, particularly fostering a smart society with a key indicator being the promotion of digital literacy skills, the implementation team has devised a website creation training program for the community activists in RW 04, Airlangga Village. This initiative aims to enhance the digital literacy skills of the community. The program is designed to impart skills to the community in website creation and introduce the benefits of information technology and the internet for enhancing business, organizational branding, and the self-image of the community. The program holds strong urgency for implementation, not only to elevate the skills and knowledge of the community in the field of information technology but also to empower them to develop their businesses online. Data collection methods for this activity include surveys and interviews. Survey results indicate that 90 out of 110 community mobilizer cadres have not yet utilized websites for organizational purposes. Overall, 100% of the cadres express their willingness to build websites for individual, business, and social community organization purposes and perceive the training as well-conducted, enjoyable, impactful, and beneficial.
Pelatihan Literasi Keuangan Kepada Generasi Milenial Untuk Mendukung Keamanan Finansial Warsidah, Warsidah; Sofiana, Mega Sari Juane; Helena, Shifa
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i4.1481

Abstract

Generasi millennial adalah generasi terpelajar, memiliki kemampuan dan pengetahuan formal yang lebih tinggi dibandingan dengan generasi sebelumnya. Generasi ini tergolong dalam kelompok usia produktif, yang diharapkan memiliki produktivitas tinggi dalam mendukung perekonomian negara. Produktivitas yang tinggi harus dibarengi dengan kemampuan dan pemahaman tentang literasi keuangan, yang terarah dan terstruktur sehingga tidak berpotensi merugikan di masa yang akan datang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada mahasiswa Jurusan Ilmu Kelautan yang akan melaksanakan magang di dunia industri ataupun yayasan nirlaba, menjadi mitra dalam kegiatan ini. Tujuan PKM ini adalah untuk meningkatkan pemahaman tentang literasi keuangan kepada generasi millenial untuk mendukung keamanan finansialnya di masa yang akan datang, baik secara individu maupun skala rumah tangga atau komunitas. Kegiatan ini diikuti oleh 20 orang peserta, dan dilakukan secara offline dengan menggunakan metode ceramah, simulasi dan diskusi terkait dengan sumber pemasukan dan rencana pengeluaran, serta trik untuk mengefisiensikan pengeluaran Evaluasi kegiatan dilaksanakan melalui pertanyaan yang diberikan sebelum materi diberikan dan sebelum acara berakhir. Dari hasi kegiaitan inimenunjukkan peningkatan kemampuan peserta kegiatan dalam memahami istilah-istilah yang berhubungan dengan literasi, serta kemampuan dalam menyusun rencana keuangan dengan baik. Financial Literacy Training for Millennial Generation to Support Financial Security The millennial generation is an educated generation, having higher abilities and formal knowledge compared to previous generations. This generation belongs to the productive age group, which is expected to have high productivity in supporting the country's economy. High productivity must be accompanied by ability and understanding of financial literacy, which is focused and structured so that it does not have the potential to cause harm in the future. Community service activities for Marine Science Department students who will carry out internships in the industrial world or non-profit foundations, become partners in this activity. The aim of this PKM is to increase understanding of financial literacy among the millennial generation to support their financial security in the future, both individually and on a household or community scale. This activity was attended by 20 participants, and was carried out offline using lecture methods, simulations and discussions related to sources of income and expenditure plans, as well as tricks for making expenditures more efficient. Activity evaluation is carried out through questions given before the material is given and before the event ends. The results of this activity show an increase in the ability of activity participants to understand terms related to financial literacy, as well as the ability to prepare financial plans well.
Model Pengembangan Ekonomi Kreatif Dengan Pemanfaatan limbah rumah Tangga Plastik Kresek Pada Gampong Paloh Lada Kabupaten Aceh Utara Chyntia, Eka; Zahara, Ana; Maisyarah, Siti; PG, Eko Gani; Herlina, Herlina; Khiarunnisa , Khiarunnisa
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i4.1484

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan ekonomi dan kemandirian sosial di Gampong Paloh Lada, yang saat ini masih dalam kategori ekonomi rendah. Fokusnya adalah pada pemberdayaan ekonomi kreatif melalui pengelolaan limbah plastik kresek menjadi kerajinan bernilai ekonomis. Mitra kegiatan ini adalah kelompok ibu-ibu PKK Gampong Paloh Lada yang ingin meningkatkan ekonomi rumah tangga dengan menghasilkan produk dari limbah plastik. Pelatihan melibatkan 20 ibu rumah tangga dan anak perempuan di Gampong Paloh Lada. Kegiatan dilakukan melalui tiga tahap utama: pertama, peningkatan pendapatan keluarga melalui pengolahan limbah rumah tangga menjadi produk bernilai ekonomis. Kedua, pembinaan ketrampilan usaha sesuai dengan keinginan mitra, namun tetap menghasilkan produk yang memiliki nilai jual di pasar. Ketiga, dukungan pembinaan motivasi dan ketrampilan manajerial kewirausahaan. Meskipun mengalami kendala, seperti adanya kenduri di salah satu dusun yang mengundur jadwal pelatihan, kegiatan ini telah berhasil dilaksanakan dengan baik. Kesuksesan pelatihan terlihat dari antusiasme dan partisipasi peserta yang cukup banyak. Pasca-pelatihan, pendapatan rumah tangga di Gampong Paloh Lada meningkat 30% berkat peningkatan penjualan produk kerajinan hasil olahan limbah plastik oleh ibu rumah tangga. Creative Economy Development Model by Utilizing Plastic Household Waste in Paloh Lada Village, North Aceh Regency  This service activity aims to develop economic and social independence in Gampong Paloh Lada, which is currently still in the low economic category. The focus is on empowering the creative economy through managing plastic waste into economically valuable crafts. The partners for this activity are the PKK Gampong Paloh Lada women's group who want to improve the household economy by producing products from plastic waste. The training involved 20 housewives and girls in Gampong Paloh Lada. Activities are carried out in three main stages: first, increasing family income through processing household waste into economically valuable products. Second, developing business skills according to partners' wishes, but still producing products that have selling value in the market. Third, support for fostering entrepreneurial motivation and managerial skills. Despite experiencing obstacles, such as a kenduri in one of the hamlets which postponed the training schedule, this activity was successfully implemented well. The success of the training was seen from the enthusiasm and participation of quite a lot of participants. After the training, household income in Gampong Paloh Lada increased by 30% thanks to increased sales of handicraft products made from plastic waste by housewives