cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
muhammadasyari1991@gmail.com
Phone
+6285338219596
Journal Mail Official
lumbunginovasi@gmail.com
Editorial Address
Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2541626X     DOI : -
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat | Lumbung Inovasi: Journal of Community Service (ISSN: 2541-626X) is an open access scientific journal that publish community service and empowerment articles. This journal published twice a year (bianually) in May and November.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 522 Documents
Sosialisasi dan Edukasi Mitigasi Bencana Perubahan Iklim bagi Masyarakat Pesisir Batu Ampar Kurniadi, Bambang; Minsas, Sukal; Helena, Shifa
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i4.1486

Abstract

Perubahan iklim secara global berpotensi mengancam keberlangsungan hidup manusia. Wilayah pesisir dengan interaksi pengaruh darat dan laut, menjadi salah satu wilayah yang terdampak kuat oleh adanya perubahan iklim tersebut, terutama bagi masyarakat nelayan yang mengandalkan perekonomiannya di laut. Perubahan iklim ditandai dengan meningkatkan volume dan permukaan air laut, siklus musim barat dan musim timur yang mengalami perubahan serta naiknya suhu dan derajat keasaman di perairan laut. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat nelayan Batu Ampar mitigasi bencana akibat perubahan iklim yang ekstrim. Kegiatan ini diikuti oleh 15 keluarga nelayan dari wilayah Batu Ampar, yang terdampak kuat dengan perubahan iklim selama beberapa tahun belakangan. Kegiatan dilaksanakan dengan metode ceramah, dan evaluasi kegiatan melalui pertanyaan yang diajukan oleh pemateri kepada peserta sebelum dan sesudah kegiatan, secara lisan. Evaluasi menunjukkan ada peningkatan kemampuan pemahaman peserta dalam menghadapi bencana perubahan iklim. Socialization and Education on Climate Change Disaster Mitigation for the Batu Ampar Coastal Community Global climate change has the potential to threaten human survival. Coastal areas, with the interaction of land and sea influences, are one of the areas that are strongly impacted by climate change, especially for fishing communities who rely on their economy at sea. Climate change is characterized by an increase in the volume and level of sea water, changes in the west and east monsoon cycles and an increase in temperature and acidity in sea waters. The aim of this community service activity (PKM) is to socialize and educate the Batu Ampar fishing community on disaster mitigation due to extreme climate change. This activity was attended by 15 fishing families from the Batu Ampar area, which has been strongly affected by climate change over the past few years. The activity is carried out using the lecture method, and the activity is evaluated through questions asked by the presenter to the participants before and after the activity, orally. The evaluation showed that there was an increase in the participants' understanding ability in dealing with climate change disasters.
Menumbuhkan Jiwa dan Sikap Maritime preneur bagi Mahasiswa Program Studi Ilmu Kelautan Minsas, Sukal; Amir , Amriani; Amran, Arman; Helena, Shifa
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i4.1489

Abstract

Bonus demografi adalah kondisi di mana jumlah kelompok usia produktif jauh lebih besar dibandingkan usia non produktif, baik usia muda maupun manula. Kondisi ini dapat menjadi berpotensi menjadi masalah besar jika tidak dikelola dengan baik, terutama dengan munculnya kecerdasan buatan yang dapat mengurangi kebutuhan tenaga kerja untuk industri atau institusi pemerintah. Menyikapi hal tersebut, sangat penting untuk menanamkan atau menumbuhkan jiwa, sikap dan nilai kewirausahaah sejak dini. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah untuk memberikan pemahaman kewirausahaan sejak dini kepada mahasiswa program studi Ilmu Kelautan Universitas Tanjungpura,  yang berorientasi pada wirausaha produk dan jasa kelautan (maritime preneur). Kegiatan diikuti oleh 40 peserta yaitu perwakilan mahasiswa dari setiap angkatan, dan kegiatan dilaksanakan berdasarkan metode ceramah dan diskusi interaktif. Berdasarkan hasil evaluasi menunjukkan kegiatan sudah berhasil meningkatkan kemampuan pemahaman mahasiswa terkait dengan wirausaha berbasis jasa dan produk kelautan. Developing Maritimepreneur Spirit, Attitudes and Values ??for Marine Science Study Program Students The demographic bonus is a condition where the number of the productive age group is much greater than the non-productive age group, both young and elderly. This condition can potentially become a big problem if not managed well, especially with the emergence of artificial intelligence which can reduce labor requirements for industry or government institutions. In response to this, it is very important to instill or foster an entrepreneurial spirit, attitudes and values ??from an early age. The aim of this community service activity (PKM) is to provide an early understanding of entrepreneurship to students of the Tanjungpura University Marine Science study program, which focuses on maritime product and service entrepreneurship (maritime preneur). The activity was attended by 40 participants, namely student representatives from each class, and the activity was carried out based on interactive lecture and discussion methods. Based on the evaluation results, it shows that the activity has succeeded in increasing students' understanding abilities related to marine product and service-based entrepreneurship.  
Pelatihan Pembuatan Kompos Dari Canang Sari di SD Saraswati 6 Denpasar, Bali Wiratama, I Gusti Ngurah Made; Enggar Maharani, Shinta; Putri Anjani, Ni Komang Ayu; Mardika, Made; Made Rustini, Ni; Luh Putu Gangga Partiwi, Ni; Putu Wijani, Ni
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i4.1490

Abstract

Canang sari merupakan simbolik dari kehadiran Ida Sang Hyang Widhi. Sebelum memulai kegiatan belajar, sekolah di Bali selalu menghaturkan canang sari di Pura Sekolah. Canang sari menjadi sampah ketika sudah selesai digunakan dalam kegiatan persembahyangan di sekolah. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah siswa mampu melaksanakan siklus canang sari. Pelaksanaan pengabdian dilakukan selama 4 bulan dengan tahapan observasi, persiapan dan perancangan kegiatan, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah Siswa-siswi SD Sarawati 6 Denpasar memahami makna dari canang sari. Indikator penilaian meliputi memahami pengertian canang sari, memahami fungsi canang sari, menyebutkan bahan-bahan untuk membuat canang sari, membuat canang sari, memahami jenis-jenis sampah, membedakan sampah organik dan non organik, menjelaskan manfaat sampah organik dan non organik. Pada kegiatan kegidua, siswa-siswi SD Saraswati 6 Denpasar mampu memahami dan membuat kompos dari canang sari. Indikator penilaian yaitu mampu menyebutkan alat dan bahan pembuatan kompos dari canang sari, melaksanakan pembuatan kompos dari canang sari, menganalisis keadaan kompos pada saat pembuatan, dan mempresentasikan cara membuat kompos dari canang sari. Training on Making Compost from Canang Sari Offerings At SD Saraswati 6, Denpasar, BaliCanang sari is symbolic of the presence of Ida Sang Hyang Widhi. Before starting learning activities, schools in Bali always offer canang sari at the tample. Canang sari becomes garbage when it has finished being used in prayer activities at school. The purpose of this community service is that students are able to carry out the canang sari cycle. The implementation of the service was carried out for 4 months with the stages of observation, preparation and design of activities, implementation of activities, and evaluation. The results of community service activities are students of SD Sarawati 6 Denpasar understand the meaning of canang sari. Assessment indicators include understanding the meaning of canang sari, understanding the function of canang sari, mentioning the ingredients for making canang sari, making canang sari, understanding the types of waste, distinguishing organic and non-organic waste, explaining the benefits of organic and non-organic waste. In the second activity, students of SD Saraswati 6 Denpasar were able to understand and make compost from canang sari. The assessment indicators are being able to mention the tools and materials for making compost from canang sari, carry out the making of compost from canang sari, analyze the state of compost at the time of making, and present how to make compost from canang sari.
Penguatan Literasi Digital Staff Pelayanan Publik di Kelurahan Sempaja Timur untuk Percepatan Transformasi Digital Sebagai Kota Penyangga IKN Wahyuni, Wahyuni; Adytia, Pitrasacha; Fahmi, Muhammad; Yunita, Yunita
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i4.1494

Abstract

Untuk meningkatkan aktivitas pekerjaan dan akses layanan publik dalam berinternet serta mengatasi hambatan-hambatan yang dihadapi staff pelayanan publik di Kelurahan Sempaja Timur, maka ditawarkan suatu solusi yaitu dengan adanya penguatan literasi digital terhadap staff pelayanan publik di Kelurahan Sempaja Timur. Adapun metode pelaksanaan meliputi Survei Awal, Identifikasi potensi dan Peluang Mitra, Analisis Kebutuhan, Rencana Kegiatan Bersama, dan pelaksanaan kegiatan yang meliputi pra pelatihan, pelatihan dan pendampingan, serta pasca pelatihan. Kegiatan ini dilaksanakan di Kelurahan Sempaja Timur, Samarinda, Kalimantan Timur. Kegiatan dimulai dengan pengukuran indeks literasi digital kepada staff kelurahan berupa pre-test hasil dari pre-test di analisis kemudian dibuat modul dan pelatihan yang bersesuaian. Hasil dari pelatihan yang dilengkapi dengan modul LMS menunjukkan penguatan indeks literasi digital staff kelurahan, dimana pilar digital skill sub pilar kemampuan penggunaan teknologi sangat signifikan naik yaitu dari sebelumnya 2,71 (kurang) naik menjadi 3,21 (cukup). Dari kegiatan yang sudah dilakukan, dapat dilihat bahwa indeks literasi digital untuk masing-masing pilar mengalami peningkatan, khususnya pada pilar digital skill. Perlu adanya monitoring dan pendampingan untuk menumbuhkan semangat budaya digital di lingkungan kelurahan. Pelatihan diturunkan ke lingkup Rukun Tetangga yang berada di bawah Kelurahan Sempaja Timur. Dan pelatihan juga perlu disampaikan kepada masyarakat Kelurahan Sempaja Timur. Strengthening Digital Literacy of Public Service Staff in The East Sempaja District to Accelerate Digital Transformation as a City That Supports IKN To increase work activities and public service access to the internet as well as overcome the obstacles faced by public service staff in East Sempaja Village, a solution is offered, namely by strengthening digital literacy for public service staff in East Sempaja Village. Implementation methods include Initial Survey, identification of potential and Partner Opportunities, Needs Analysis, Joint Activity Plan, and implementation of activities including pre-training, training and mentoring, and post-training. This activity was carried out in East Sempaja Village, Samarinda, East Kalimantan. The activity began with measuring the digital literacy index for sub-district staff in the form of pre-test results from the pre-test which were analyzed and then appropriate modules and training were created. The results of the training equipped with the LMS module showed a strengthening of the digital literacy index of sub-district staff, where the digital skills pillar, sub-pillar, ability to use technology, increased very significantly, namely from the previous 2.71 (poor) to 3.21 (sufficient). From the activities that have been carried out, it can be seen that the digital literacy index for each pillar has increased, especially for the digital skills pillar. There is a need for monitoring and assistance to foster the spirit of digital culture in the sub-district environment. The training was expanded to cover the Neighborhood Units under the East Sempaja Village. And training also needs to be delivered to the people of East Sempaja Village.
Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Desa Sungai Nibung Kabupaten Kubu Raya dalam Penyediaan Tanaman Obat Keluarga Sofiana, Mega Sari Juane; Warsidah, Warsidah; Safitri, Ikha
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2024): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i1.1504

Abstract

Desa Sungai Nibung terletak di pesisir Kubu Raya, ditempuh selama 2-3 jam perjalanan air, dari Pelabuhan Rasau. Akses transportasi yang cukup sulit menyebabkan perlunya dilaksanakan edukasi tentang penyediaan tanaman obat keluarga yang dapat dijadikan sebagai salah satu pertolongan pertama saat ada warga Masyarakat yang menderita penyakit. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mensosialisasikan pembuatan Taman Obat Keluarga sebagai usaha pengobatan mandiri dalam keluarga, dengan memanfaatkan lahan pekarangan. Hal ini secara langsung akan berdampak pada meningkatnya derajat kesehatan Masyarakat Desa Sungai Nibung. Kegiatan dihadiri sebanyak 25 orang perwakilan warga masyarakat yang terdiri dari ibu rumah tangga dan tim penggerak pendidikan kesejateraan keluarga (PKK). Kegiatan dilakukan dengan metode ceramah edukatif terkait pemanfaatan tanaman berpotensi obat yang dapat dibudidayakan di pekarangan, dilanjutkan dengan praktek pembuatan taman obat keluarga menggunakan rak bersusun 3, untuk menghindari terendamnya media tanam dengan air laut pada saat terjadinya pasang. Hasil evaluasi menunjukkan terjadinya peningkatan pemahaman masyarakat dalam menyebutkan jenis tanaman obat keluarga, khasiat, bagian tanaman yang berkhasiat  dan cara mengolahnya sebelum dikonsumsi. Empowerment of the Sungai Nibung Village Community, Kubu Raya Regency in Providing Family Medicinal Plants Abstract: Sungai Nibung Village is located on the coast of Kubu Raya, a 2-3 hour water journey from Rasau Harbor. Access to transportation is quite difficult, which makes it necessary to carry out education regarding the provision of family medicinal plants which can be used as first aid when a member of the community suffers from illness. The aim of this community service is to socialize the creation of a Family Medicine Park as an independent medical business within the family, by utilizing yard space. This will directly have an impact on increasing the health status of the Sungai Nibung Village Community. The activity was attended by 25 representatives of community members consisting of housewives and the family welfare education team (PKK). The activity was carried out using an educational lecture method regarding the use of potentially medicinal plants that can be cultivated in the yard, followed by the practice of creating a family medicine garden using 3-tiered shelves, to avoid submerging the planting medium in sea water during high tide. The evaluation results show that there has been an increase in public understanding of the types of family medicinal plants, their properties, the parts of the plant that are useful and how to process them before consuming them.
Peningkatan Kemampuan Merias Pengantin Solo Puteri, Upacara Adat Perias Pengantin di Kabupaten Gresik Maspiyah, Maspiyah; Windayani, Novia Restu; Wibowo, Joni Susilo; Mahardika, Mutiara; Putri, Fadila Wimala
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2024): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i1.1510

Abstract

Perias pengantin memiliki berbagai acam karakteristik maupun keunikannya, dalam hal ini memiliki suatu organisasi yaitu Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPI MELATI) Dewan Pimpinan Cabang Kabupaten Gresik. Seperti halnya dengan sanggar lainnya, sanggar rias pengantin di Kabupaten Gresik juga mengalami pasang surut dalam melaksanakan bisnis usaha mereka. Para wirausaha sanggar rias selain memiliki perkembangan mode dalam merias, juga melakukan manajemen usaha. Dalam melaksanakan usaha para periasjuga memiliki beberapa permasalahan dalam melangsungkan usaha mereka. Tujuan dalam kegiatan ini dilaksanakan (1) Memberikan pengetahuan dan ketrampilan tata rias pengantin Solo Puteri. (2) Memberikan pengetahuan dan ketrampilan upacara adat pengantin Solo Puteri, Tujuan PKM ini adalah melatih para pengusaha tata rias pengantin di Kabupaten Gresik agar dapat mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan tentang aspek produksi tata rias pengantin terutamapengantin Solo Puteri, serta dari aspek manajemen usaha diharapkan dapat mengelola usaha mereka dengan baik dengan cara membuat laporan keuangan unit usahanya sesuai dengan prosedur yang sesuai. Improvement Of Solo Puteri Bridal Makeup Ability, Traditional Ceremonies, Bridal Makeup In Gresik Regency Abstract: Bridal makeup has various characteristics and uniqueness, in this case it has an organization, namely the Association of Indonesian Bridal Makeup Experts (HARPI MELATI) Gresik Regency Branch Leadership Council. As is the case with other studios, bridal makeup studios in Gresik Regency also experience ups and downs in carrying out their business business. The makeup studio entrepreneurs in addition to having fashion developments in makeup, also do business management. The makeup studio entrepreneurs in addition to having fashion developments in makeup, also do business management. In carrying out business, the makeup also has some problems in carrying out their business. The objectives of this activity are carried out (1) Provide knowledge and skills in bridal makeup Solo Puteri. (2) Providing knowledge and skills of the traditional bridal ceremony of Solo Puteri, the purpose of this PKM is to train bridal makeup entrepreneurs in Gresik Regency in order to develop knowledge and skills about the production aspects of bridal makeup, especially Solo Puteri brides, and from the aspect of business management are expected to be able to manage their business well by making financial statements of their business units in accordance with appropriate procedures.
Pelatihan Seni Grafis Menggunakan Teknik Cukil Guna Meningkatkan Keterampilan Mahasiswa di Palembang Iswandi, Heri; Mubarat, Husni
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i4.1521

Abstract

Pendidikan seni rupa dan desain juga merupakan bagian dari ilmu yang mempunyai manfaat yang sangat besar bagi kelangsungan hidup manusia. Pada hakikatnya pembelajaran seni rupa lebih ditekankan pada pembentukan skill yaitu dapat menghasilkan sebuah produk atau karya seni. Maka dari itu penulis beserta tim pengabdian mencoba untuk memberikan pelatihan seni grafis dengan menggunakan teknik cukil kepada mahasiswa di Kota Palembang. Adapun tujuan dari kegiatan pelatihan ini merupakan salah satu upaya perwujudan untuk meningkatkan keterampilan bagi mahasiswa agar dapat menjadi generasi yang memiliki ilmu dan keterampilan serta memiliki peran untuk meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat. Pelatihan seni grafis menggunakan teknik cukil melibatkan sebuah sanggar seni bernama Bekucak Artwork Painting Palembang sebagai mitra yang sudah banyak membantu untuk menyediakan bahan dan alat untuk keperluan praktek pada pelatihan, serta turut mengidentifikasi calon peserta yang akan ikut dalam pelatihan tersebut. Adapun metode yang digunakan pada kegiatan pelatihan ini adalah Sosialisasi, demonstrasi, praktikum, bimbingan dan metode evaluasi. Adapun hasil dari pelatihan ini memberikan pengetahuan serta pengalaman terhadap semua peserta, diantaranya adalah pengetahuan terkait bahan dan alat yang digunakan dan penerapan teknik dengan mempraktekannya secara langsung. Mulai dari pembuatan sketsa, memindahkan sketsa pada media cetakan hardboard, proses pencukilan pada media hardboard, dan yang terkahir yaitu proses mencetak pada media kertas dengan menentukan jumlah atau banyaknya edisi yang akan dicetak. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh mahasiswa di Palembang selama pelatihan seni grafis, tentunya menjadi modal berharga untuk membuka usaha mandiri di bidang industri kreatif. Graphic Arts Training Using Cutting Techniques to Improve Student Skills in Palembang  Fine arts and design education is also a part of science that has enormous benefits for human survival. In essence, fine arts learning places more emphasis on skill formation, namely being able to produce a product or work of art. Therefore, the author and the service team are trying to provide graphic arts training using the gouge technique to students in the city of Palembang. The aim of this training activity is one of the efforts to improve students' skills so that they can become a generation that has knowledge and skills and has a role in improving the welfare of society. Graphic arts training using the gouge technique involves an art studio called Bekucak Artwork Painting Palembang as a partner who has helped a lot in providing materials and tools for practical purposes in the training, as well as identifying potential participants who will take part in the training. The methods used in this training activity are socialization, demonstration, practicum, guidance and evaluation methods. The results of this training provide knowledge and experience for all participants, including knowledge regarding the materials and tools used and the application of techniques by practicing them directly. Starting from making a sketch, transferring the sketch to hardboard printing media, the cutting process on hardboard media, and finally the process of printing on paper media by determining the number or number of editions to be printed. The knowledge and experience gained by students in Palembang during graphic arts training is of course valuable capital to open an independent business in the creative industry.
Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelompok Sadar Wisata Sendang Gile Desa Senaru Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara Zaeniah, Zaeniah; Hambali, Hambali; Erniwati, Surni; Indriana, Pathul; Rahman, Lalu Isnaeni
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i4.1526

Abstract

PKM ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para anggota kelompok dalam bidang teknologi informasi dan meningkatkan kemampuan kelompok dalam berkomunikasi menggunakan bahasa inggris. Permasalahan pertama yang dihadapi oleh kelompok sadar wisata sendang gile adalah terbatasnya pengetahuan kelompok sadar wisata sendang gile dalam menggunakan teknologi informasi khususnya dalam bidang pariwisata. Permasalahan yang kedua adalah terbatasnya kemampuan kelompok sadar wisata dalam berkomunikasi menggunakan bahasa inggris. Metode yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah dengan mengadakan pelatihan dan pendampingan kepada kelompok sadar wisata tentang pemanfaatan teknologi informasi pada sektor pariwisata seperti pembuatan video untuk promosi desa wisata, pelatihan digital marketing melalui sosial media dan pelatihan pengelolaan website sebagai media promosi desa wisata senaru. Selain itu, pada kegiatan ini diadakan pelatihan dan pendampingan bahasa inggris khususnya penggunaan bahasa inggris dalam bidang pariwisata. Setelah mengadakan pelatihan teknologi telah dilakukan evaluasi kepada seluruh peserta sehingga dihasilkan 90% peserta mampu membuat video promosi desa wisata yang ditunjukkan melalui tugas membuat video setelah pelatihan selesai. Sedangkan pelatihan bahasa inggris dilakukan evaluasi dengan memberikan beberapa pertanyaan kepada peserta dan hasilnya seluruh peserta mendapatkan nilai yang berkisar antara 80 – 85 sesuai dengan hasil evaluasi pada akhir acara pelatihan. Setelah acara pelatihan selesai dilakukan pendampingan bagi peserta yang membutuhkan pembinaan dalam membuat video promosi, digital marketing, pengelolaan website dan bahasa inggris, sehingga kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat bermanfaat bagi kelompok sadar wisata sendang gile Desa Senaru Kecamatan Bayan kabupaten Lombok Utara. Human Resources Development of the Sendang Gile Tourism Awareness Group, Senaru Village, Bayan District, North Lombok Regency This PKM aims to improve the abilities of group members in the field of information technology and improve the group's ability to communicate using English. The first problem faced by the Sendang Gile tourism awareness group is the limited knowledge of the Sendang Gile tourism awareness group in using information technology, especially in the tourism sector. The second problem is the limited ability of tourism awareness groups to communicate using English. The method used to resolve this problem is by providing training and assistance to tourism awareness groups regarding the use of information technology in the tourism sector, such as making videos to promote tourist villages, digital marketing training via social media and training on website management as a promotional medium for Senaru tourist villages. Apart from that, this activity provides English language training and assistance, especially the use of English in the tourism sector. After holding technology training, an evaluation was carried out on all participants so that 90% of participants were able to make promotional videos for tourist villages, which was demonstrated through the task of making videos after the training was completed. Meanwhile, the English language training was evaluated by asking several questions to the participants and the result was that all participants received scores ranging from 80 - 85 according to the evaluation results at the end of the training event. After the training event is completed, assistance is provided for participants who need guidance in making promotional videos, digital marketing, website management and English, so that this community service activity can be useful for the Sendang Gile tourism awareness group, Senaru Village, Bayan District, North Lombok Regency.
Peningkatan Hygiene Dan Sanitasi Depot Air Minum Di Kelurahan Jemur Wonosari Kecamatan Wonocolo Kota Surabaya Marlik, Marlik; Kriswandana, Ferry; Thohari, Imam; Nurmayanti, Demes
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2024): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i1.1530

Abstract

Air minum bersumber PDAM yang dikonsumsi masyarakat belum memenuhi persyaratan apabila diminum/dikonsumsi secara langsung oleh masyarakat. Upaya peningkatan kualitas air minum melalui Depot Air Minum (DAM) melalui Penyuluhan Kesehatan Masyarakat bertujuan untuk mendorong dan mengkondisikan pengusaha atau pengelola Depot Air Minum melakukan upaya perbaikan kualitas air minum sehingga mampu menyediakan air minum yang memenuhi syarat kesehatan di masyarakat di Kelurahan Jemur Wonosari, Surabaya, dengan cara meningkatkan hygiene dan sanitasi Depot Air Minum. Pendekatan kegiatan PKM melalui sosialisasi dan penyuluhan yang diberikan kepada 15 pemilik Depot Air Minum dan masyarakat sekitar selanjutnya menggunakan metode analisis data secara deskriptif dan paired t-test. Sebagai indikator keberhasilan dalam pelaksanaan kegiatan penyuluhan Kesehatan masyarakat ini adalah terjadinya perubahan perilaku pengelola/pengusahan Depot Air Minum sehingga akan meningkatkan hygiene sanitasi DAM, sehingga dapat menghilangkan kontaminasi Coliform dan E. coli dalam air minum yang diidentifikasi melalui pemeriksaan rutin kualitas air minum setiap 6 bulan dan pemeliharaan peralatan Depot secara rutin. Dengan demikian masyarakat akan mendapatkan kualitas air minum yang memenuhi persyaratan dan terhindar dari resiko penyakit akibat penyediaan air minum yang kurang sehat. Meningkatnya kepercayaan masyarakat akan kualitas air minum yang dihasilkan oleh Depot Air Minum akan memberikan keuntungan finansial bagi pengusaha/pengelola. Improving Hygiene and Sanitation of Drinking Water Depots in Jemur Wonosari Village, Wonocolo District, Surabaya City Abstract: Drinking water sourced from PDAM consumed by the community does not meet the requirements if it is drunk/consumed directly by the community. Efforts to improve the quality of drinking water through Drinking Water Depots (DAM) through Public Health Education aim to encourage and condition entrepreneurs or managers of Drinking Water Depots to make efforts to improve the quality of drinking water so that they are able to provide drinking water that meets health requirements in the community in Jemur Wonosari Village, Surabaya , by improving hygiene and sanitation at the Drinking Water Depot. The approach to PKM activities is through socialization and counseling given to 15 Drinking Water Depot owners and the surrounding community, then using descriptive data analysis methods and paired t-test. As an indicator of success in implementing this public health education activity, there is a change in the behavior of the management/operator of the Drinking Water Depot so that it will improve the sanitation hygiene of the DAM, so that it can eliminate Coliform and E.coli contamination in drinking water which is identified through routine checks of drinking water quality every 6 months. and routine maintenance of Depot equipment. In this way, people will get quality drinking water that meets the requirements and avoid the risk of disease due to unhealthy drinking water supplies. Increasing public confidence in the quality of drinking water produced by the Drinking Water Depot will provide financial benefits for entrepreneurs/managers.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Pembuatan Dodol Jagung Pasca Panen di Labuapi Lombok Barat Ayu, Dewi Citra; Kurniasih, Yeti; Lukitasari, Diah
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i4.1532

Abstract

Permasalahan yang dihadapi petani jagung di wilayah Labuapi adalah mereka belum terbiasa dengan teknik pengolahan jagung, karena upaya untuk memberikan nilai tambah pada produk jagung dan minat masyarakat terhadap pangan berbahan dasar jagung masih rendah. Alasannya antara lain kurangnya pengetahuan  tentang nilai gizi jagung, tampilan makanan berbahan jagung yang tidak menarik, dan adanya anggapan bahwa  hanya  masyarakat ekonomi lemah yang boleh mengonsumsi jagung. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah produk jagung dengan memanfaatkan teknologi produksi dodol jagung yang hemat biaya dan mudah digunakan oleh petani jagung. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan selama satu bulan pada semester genap tahun ajaran 2022 dengan melibatkan mitra dari tiga desa yakni Desa Telagawaru, Desa Gubuq Aida dan Desa Paok Kambut. Metode yang digunakan adalah metode workshop berupa pelatihan dan pendampingan. Kegiatan yang  dilakukan antara lain: persiapan, pelatihan dan pendampingan  langsung  tahapan produksi produk olahan jagung berupa dodol jagung. Berdasarkan hasil pelatihan yang dilakukan diperoleh skor pemahaman dan keterampilan masyarakat (petani jagung) desa Telagawaru sebesar 80%, desa  Gubuq Aida sebesar 84% dan desa Paok Kambut sebesar 78% dengan kategori baik dan kompeten, sedangkan hasil uji organoleptik dodol jagung pada ketiga desa secara keseluruhan berada pada kategori layak dikonsumsi dan disukai  disukai masyarakat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan pelatihan produksi dodol jagung dapat dijadikan salah satu alternatif untuk meningkatkan nilai tambah  pasca panen jagung. Community Empowerment through Post-Harvest Corn Dodol Making Training in Labuapi, West Lombok The problem faced by corn farmers in the Labuapi area is that they are not familiar with corn processing techniques, because efforts to provide added value to corn products and public interest in corn-based food are still low. The reasons include lack of knowledge about the nutritional value of corn, the appearance of unattractive corn-based foods, and the assumption that only economically weak people should consume corn. This service activity aims to increase the added value of corn products by utilizing corn dodol production technology that is cost-effective and easy to use by corn farmers. This service activity was carried out for one month in the even semester of the 2022 academic year by involving partners from three villages, namely Telagawaru Village, Gubuq Aida Village and Paok Kambut Village. The method used is a workshop method in the form of training and mentoring. Based on the results of the training conducted, the score of understanding and skills of the community (corn farmers) of Telagawaru village was 80%, Gubuq Aida village was 84% and Paok Kambut village was 78% in the good and competent category, while the results of the corn dodol organoleptic test in the three villages as a whole were in the category of suitable for consumption and liked by the community. Thus, it can be concluded that corn dodol production training activities can be used as an alternative to increase the added value of corn post-harvest.