cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd. (085239967417) Technical Support Contact: Randi Pratama M., M.Pd. (085781267181) Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan
ISSN : 27748030     EISSN : 27744183     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 49 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 4 (2025)" : 49 Documents clear
IMPLEMENTASI SISTEM E-SKA UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PENGIRIMAN BARANG EKSPOR Isqak, Krisma Maulana; Arifin, Syamsul; Pratama, Devangga Putra Adhitya
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.7132

Abstract

ABSTRACT The rapid growth of international trade demands export delivery services that are fast, accurate, and transparent. This study aims to analyze the implementation of the e-SKA (Electronic Certificate of Origin) system at PT Abi Kencana Express Line Surabaya and its impact on the effectiveness of the export delivery process. The research employed a qualitative approach with a case study design, focusing on the operational activities of export document submission. Data were collected through direct field observations, semi-structured interviews with export staff, and documentation of the company’s export records and reports. The research procedures included planning, data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing, which were validated through source and technique triangulation. The results indicate that the implementation of the e-SKA system has accelerated administrative processes, reduced data input errors by more than 50%, decreased operational costs by up to 20%, and improved transparency and work efficiency. However, challenges remain, including limited employee understanding, internet network disruptions, and dependency on IPSKA verification. Overall, the implementation of the e-SKA system has proven to enhance the effectiveness of the export process at PT Abi Kencana Express Line and holds potential as a model for optimizing digital-based export services in the future. ABSTRAK Pesatnya perkembangan perdagangan internasional menuntut adanya layanan pengiriman ekspor yang cepat, akurat, dan transparan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi sistem e-SKA (Elektronik Surat Keterangan Asal) pada PT Abi Kencana Express Line Surabaya serta dampaknya terhadap efektivitas proses pengiriman barang ekspor. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, berfokus pada aktivitas operasional pengajuan dokumen ekspor. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung di lapangan, wawancara semi-terstruktur dengan staf ekspor, serta dokumentasi terhadap arsip dan laporan kegiatan ekspor perusahaan. Prosedur penelitian meliputi tahap perencanaan, pengumpulan data, reduksi, penyajian hasil, hingga penarikan kesimpulan yang divalidasi melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan e-SKA mampu mempercepat proses administrasi, mengurangi kesalahan input data lebih dari 50%, menekan biaya operasional hingga 20%, serta meningkatkan transparansi dan efisiensi kerja. Meskipun demikian, hambatan berupa keterbatasan pemahaman karyawan, gangguan jaringan internet, serta ketergantungan pada verifikasi IPSKA masih menjadi tantangan yang perlu diselesaikan. Secara keseluruhan, penerapan e-SKA terbukti meningkatkan efektivitas proses ekspor di PT Abi Kencana Express Line dan berpotensi menjadi model optimalisasi layanan ekspor berbasis digital di masa depan.
PREVALENSI Trichomonas vaginalis PADA SAMPEL URIN PENYEBAB KEPUTIHAN DI KELURAHAN CISARANTEN Soraya, Soraya; Najah, Lulu Ah
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.7138

Abstract

Trichomonas vaginalis infections are increasing. Trichomoniasis is caused by the protozoan Trichomonas vaginalis, which often attacks the lower urogenital tract. Age, education, genital hygiene, use of clean water, changing sexual partners, regular health checks, use of medication or vaginal cleansing fluids, and knowledge about Trichomonas vaginalis infections are some of the factors associated with this incident. The parasite T. vaginalis is a group of protozoan microorganisms that can cause vaginal discharge and inflammation. The focus of this study was the presence of T. vaginalis in the urine of housewives residing in the Cisaranten sub-district of Arcamanik district in Bandung, West Java. The study was conducted at the Microbiology Laboratory of SMKN 13 Bandung. Qualitative analysis was used in this study. Two approaches were used: urine sediment sedimentation to identify the movement of Trichomonas vaginalis and Giemsa staining to identify the form of Trichomonas vaginalis. This study used a random sampling method. The sample size was 30 housewives. Out of 30 housewives, the study results revealed that two (7%) had contracted the protozoan T. vaginalis. This indicates that people still don't maintain proper hygiene to prevent fungal, bacterial, or parasitic infections that cause vaginal discharge. ABSTRAKInfeksi Trichomonas Vaginalis semakin meningkat.  Trichomoniasis disebabkan oleh protozoa Trichomonas vaginalis, yang sering menginfeksi saluran urogenitalis bagian bawah.  Pendidikan, Umur, penggunaan air bersih, kebersihan alat kelamin, pemeriksaan kesehatan rutin, berganti-ganti pasangan seksual, penggunaan obat atau cairan pembersih vagina, dan pengetahuan tentang infeksi Trichomonas vaginalis adalah beberapa faktor yang berhubungan dengan kejadian tersebut.  Parasit T. vaginalis adalah protozoa yang dapat menimbulkan keputihan serta radang vagina.  Gambaran T. vaginalis pada urin ibu rumah tangga (IRT) di kelurahan cisaranten, kecamatan arcamanik, Bandung, Jawa Barat adalah subjek penelitian ini. Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi SMKN 13 Bandung dan Analisa kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Dua pendekatan yang digunakan yaitu pengendapan sedimen urin untuk mengidentifikasi pergerakan Trichomonas vaginalis dan pewarnaan giemsa untuk mengidentifikasi bentuk Trichomonas vaginalis. Penelitian ini menggunakan metode random sampling. Jumlah sampel adalah tiga puluh ibu rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 IRT, dua orang (7%) terinfeksi protozoa T. vaginalis. Ini menunjukkan bahwa Masyarakat masih tidak menjaga organ kewanitaan dengan bersih supaya tidak terinfeksi parasit, jamur, dan bakteri yang menyebabkan keputihan
METODE KONSELING ISLAM DALAM MENGATASI PENYIMPANGAN REMAJA (STUDI KASUS DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK KELAS II KOTA TERNATE) Wongsokarto, Jenjang Waldiono; Kurniawan, Wawan
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.7139

Abstract

The purpose of this research is to analyze the Islamic counseling methods used and to identify the factors underlying the deviant behavior of juveniles fostered at LPKA. This study employs a case study method. Data were collected through interviews, observation, and documentation. The analysis was conducted using data reduction, presentation, and conclusion drawing, while data validation was carried out through triangulation. The results show that Islamic counseling methods in the form of lectures, group and individual Islamic guidance and counseling, as well as the “Lentera Tego Ngaji” program, have proven effective in increasing juveniles’ awareness of deviant behavior and building closeness to Allah. The factors contributing to deviance include internal factors (self-control, motivation, and innate personality traits of juveniles) and external factors (family environment, peer validation, media, and economic conditions). The obstacles encountered in counseling are limited counseling time and scheduling conflicts with LPKA daily activities. The findings highlight the importance of integrating moral and religious education for juveniles at LPKA and the need for policy support, adequate facilities, and continuous mentoring. ABSTRAKTujuan penelitian ini untuk menganalisis metode konseling Islam yang digunakan serta mengetahui faktor yang melatar belakangi penyimpangan remaja binaan LPKA. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui metode wawancara, observasi serta dokumentasi. Analisis dilakukan dengan reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan, dan validasi data dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode konseling Islam berupa ceramah, bimbingan dan konseling Islam berkekompok maupun individu serta program “Lentera Tego Ngaji” terbukti efektif  meningkatkan kesadaran remaja terhadap perilaku menyimpang dan membangun kedekatan dengan Allah. Faktor penyimpangan yang didapati diantaranya mencakup faktor internal (kontrol diri, motivasi serta kepribadian bawaan remaja) dan faktor eksternal (lingkungan keluarga, validasi lingkungan pergaulan, media dan ekonomi). Kendala yang dihadapi dalam bimbingan adalah  keterbatasan waktu konseling dan benturan jadwal kegiatan harian LPKA. Hasil penelitian ini menekankan pentingnya integrasi pendidikan moral dan agama remaja di LPKA serta pentingnya dukungan kebijakan, fasilitas dan pendampingan berkelanjutan.
IMPLEMENTASI ARSITEKTUR MICROSERVICE PADA APLIKASI BANK SAMPAH DIGITAL BERBASIS DONATJS Sismadi, Wawan; Martono, Besar Agung; Hartini, Estuti Fitri; Putri, Dika Wahyudanti
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.7140

Abstract

Digital waste management has emerged as an important innovation in supporting sustainable development and the circular economy. However, most digital waste bank applications still face critical challenges in terms of scalability, performance, and maintainability as the number of users increases. This study aims to design and implement a digital waste bank application based on microservice architecture using the DonatJS framework. The research method applies Extreme Programming (XP) through four stages: planning, design, coding, and testing. System performance was evaluated using six Core Web Vitals metrics: First Contentful Paint (FCP), Largest Contentful Paint (LCP), Speed Index (SI), Total Blocking Time (TBT), Cumulative Layout Shift (CLS), and Responsiveness. The results indicate that DonatJS achieves faster content rendering times (FCP and LCP), lowers the Speed Index, and improves layout stability (CLS) compared to conventional MVC frameworks such as Laravel and CodeIgniter. The discussion shows that integrating microservice architecture with DonatJS enhances development flexibility, transaction processing efficiency, and the sustainability of community-based digital services. Thus, this research contributes to the literature by providing an implementable model that can be replicated in environmentally friendly technology-based systems. ABSTRAKPengelolaan sampah digital merupakan salah satu inovasi penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan ekonomi sirkular. Namun, sebagian besar aplikasi bank sampah digital masih menghadapi kendala serius pada aspek skalabilitas, kinerja, dan maintainability ketika jumlah pengguna meningkat. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan aplikasi bank sampah digital berbasis microservice architecture dengan menggunakan DonatJS framework. Metode penelitian menggunakan Extreme Programming (XP) melalui tahapan planning, design, coding, dan testing. Evaluasi performa dilakukan menggunakan enam metrik Core Web Vitals, yaitu FCP, LCP, SI, TBT, CLS, dan Responsiveness. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DonatJS mampu menghasilkan waktu rendering konten lebih cepat (FCP dan LCP), menurunkan Speed Index, serta meningkatkan stabilitas layout (CLS) dibandingkan framework MVC konvensional seperti Laravel dan CodeIgniter. Pembahasan menunjukkan bahwa integrasi microservice dengan DonatJS mendukung fleksibilitas pengembangan, efisiensi pemrosesan transaksi, dan keberlanjutan layanan digital komunitas. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi pada literatur dengan menyediakan model implementasi yang dapat direplikasi pada sistem berbasis teknologi ramah lingkungan.
NAFKAH ANAK BAGI PASANGAN KAWIN SIRI MENURUT MAZHAB SYAFI’I (STUDI PUTUSAN PENGADILAN AGAMA NO. 0882/PDT.G/2020/PA.MLG DAN NO. 289/PDT.G/2019/PA.PBM) Annaufal, Muhammad; Husaini, Akhmad
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.7142

Abstract

This study analyzes the differences between the rulings of the Religious Court of Malang (No. 0882/Pdt.G/2020/PA.Mlg) and the Religious Court of Prabumulih (No. 289/Pdt.G/2019/PA.Pbm) concerning the obligation of child support from unregistered marriages (siri), which reveal a tension between formal-legal and substantial-normative judicial approaches. The research focuses on examining the judges' legal considerations in both rulings and linking them to the principles of the Shafi'i school of jurisprudence (fiqh) and positive law in Indonesia. Using a normative legal approach and descriptive qualitative methods, secondary data was collected from copies of the court rulings cited in a thesis, as well as from fiqh literature, journals, and legislation. The results indicate that the Malang Religious Court granted the claim for child support based on the establishment of lineage through paternal acknowledgment, aligning with the Shafi'i school's view that considers the obligation of support as the child's luzum (inherent and permanent) right. Conversely, the Prabumulih Religious Court rejected the claim due to the absence of official marriage registration, reflecting a formalistic approach that overlooks substantive aspects. Therefore, this study concludes that courts which prioritize the establishment of lineage, including through scientific evidence, are more aligned with the objective of Islamic law (maqasid al-shari'ah) to protect the rights of the child. ABSTRAKPenelitian ini menganalisis perbedaan putusan Pengadilan Agama Malang (No. 0882/Pdt.G/2020/PA.Mlg) dan Pengadilan Agama Prabumulih (No. 289/Pdt.G/2019/PA.Pbm) terkait kewajiban nafkah anak dari pernikahan siri, yang menunjukkan adanya ketegangan antara pendekatan hukum formal-legal dan substansial-normatif. Fokus penelitian ini adalah mengkaji pertimbangan hukum hakim dalam kedua putusan tersebut dan mengaitkannya dengan prinsip-prinsip fikih mazhab Syafi’i dan hukum positif di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan hukum normatif dan metode kualitatif deskriptif, data sekunder dikumpulkan dari salinan putusan yang dikutip dalam tesis serta literatur fikih, jurnal, dan perundang-undangan. Hasilnya menunjukkan bahwa Putusan PA Malang mengabulkan gugatan nafkah dengan dasar pembuktian nasab melalui pengakuan ayah, sejalan dengan pandangan mazhab Syafi’i yang menganggap kewajiban nafkah sebagai hak anak yang bersifat luzum (tetap). Sebaliknya, Putusan PA Prabumulih menolak gugatan karena ketiadaan pencatatan resmi, mencerminkan pendekatan formal yang mengabaikan aspek substansial. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa pengadilan yang mengedepankan pembuktian nasab, termasuk melalui bukti ilmiah, lebih sesuai dengan tujuan syariat (maqasid syari’ah) untuk melindungi anak.
HUBUNGAN JUMLAH SEL LEUKOSIT MONONUKLEAR (MONOSIT, LIMFOSIT) DENGAN HASIL UJI TUBEX TF TERHADAP PASIEN SUSPEK DEMAM TIFOID Kumahartati, Intan; Woelansari, Evy Diah; Istanto, Wisnu; Suhariyadi, Suhariyadi
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.7143

Abstract

Typhoid fever can be diagnosed in suspected patients through the Tubex TF test, which has a relatively high sensitivity and specificity of 73%. Typhoid fever can also be diagnosed by examining the number of mononuclear leukocytes, particularly monocytes and lymphocytes, which are indicators of bacterial infection. Typhoid fever is a disease caused by Salmonella typhi. Typhoid fever cases in Indonesia range from 350 to 810 per 100,000 people, with a prevalence of 1.6%. The purpose of this study was to determine the relationship between the number of mononuclear leukocytes (monocytes and lymphocytes) and Tubex TF results in patients suspected of typhoid fever. This study was an analytical observational study and the sampling technique used was consecutive sampling, with all subjects meeting the selection criteria, amounting to 63 samples. The number of mononuclear leukocytes (monocytes, lymphocytes) was determined using a Hematology Analyzer and the Tubex TF test was determined using the IMBI method. Spearman's correlation test was used for statistical analysis. The findings showed a significant correlation between the number of monocytes and the Tubex TF results in patients suspected of typhoid fever (p = 0.006 < ? = 0.05). In contrast, no significant correlation was found between the number of lymphocytes and the Tubex TF results in the same group of patients (p = 0.296 > ? = 0.05). ABSTRAKDiagnosis demam tifoid pada pasien suspek dapat dilakukan melalui uji Tubex TF yang menunjukkan sensitivitas dan spesifisitas yang relative tinggi, yaitu sebesar 73%. Demam tifoid dapat pula didiagnosis dengan pemeriksaan jumlah sel leukosit mononuklear, khususnya sel monosit dan sel limfosit yang akan menjadi indikator ketika terjadi infeksi akibat bakteri. Demam tifoid adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi. Kasus demam tifoid di Indonesia berkisar antara 350 hingga 810 per 100.000 penduduk, dengan prevalensi 1,6%. Tujuan penelitian ini, untuk mengetahui hubungan jumlah sel leukosit mononuklear (monosit, limfosit) dengan hasil Tubex TF pada pasien suspek demam tifoid. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dan juga teknik pengambilan sampelnya ialah dengan cara Consecutive Sampling yaitu semua subyek yang memenuhi kriteria pemilihan yaitu sebanyak 63 sampel. Jumlah sel leukosti mononuclear (monosit, limfosit) ditentukan dengan alat Hematology Analyzer dan uji Tubex TF ditentukan dengan metode IMBI. Uji korelasi Spearman digunakan untuk analisis statistik. Temuan menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara jumlah monosit dan hasil Tubex TF pada pasien yang diduga demam tifoid (p = 0,006 < ? = 0,05). Sebaliknya, tidak ditemukan korelasi yang signifikan antara jumlah limfosit dan hasil Tubex TF pada kelompok pasien yang sama (p = 0,296 > ? = 0,05).
STRATEGI PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA PADA REMAJA: TINJAUAN LITERATUR DAN HASIL SEMINAR DI KALIMANTAN TIMUR Abdi, Rianda
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.7144

Abstract

Drug abuse in Indonesia remains a serious problem, including in East Kalimantan, which is recognized as one of the regions with high vulnerability. This article aims to analyze the situation of drug abuse in East Kalimantan based on seminar data and supporting literature, while also examining prevention strategies. The research employed a descriptive qualitative approach using primary data from the Seminar and Declaration of Drug-Free Students: “Smart Generation, Stay Away from Drugs” as well as secondary data from publicly accessible reports of the National Narcotics Board (BNN), the Narcotics Directorate of the East Kalimantan Regional Police, and academic articles. The analysis shows that the teenager age group (13–25 years) constitutes the largest proportion of drug users in East Kalimantan. Geographic factors as a transit area, urbanization, and weak social control exacerbate drug circulation in the region. Preventive efforts should be directed toward community-based strategies involving families, schools, local communities, and government institutions. In conclusion, addressing drug abuse in East Kalimantan requires multi-actor collaboration to reduce the increasing rate of misuse. ABSTRAKPenyalahgunaan narkoba di Indonesia masih menjadi permasalahan serius, termasuk di Kalimantan Timur yang dikenal memiliki tingkat kerentanan tinggi. Artikel ini bertujuan menganalisis situasi penyalahgunaan narkoba di Kalimantan Timur berdasarkan data seminar dan literatur pendukung, sekaligus mengkaji strategi pencegahannya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan memanfaatkan data primer dari catatan Seminar dan Deklarasi Mahasiswa Bebas Narkoba: “Generasi Cerdas, Jauhi Narkoba” serta data sekunder berupa laporan publik dari Badan Narkotika Nasional (BNN), Ditresnarkoba Polda Kalimantan Timur, dan artikel akademik. Hasil analisis menunjukkan bahwa kelompok usia remaja (13–25 tahun) merupakan pengguna narkoba terbesar di Kalimantan Timur. Faktor geografis sebagai wilayah transit, urbanisasi, dan lemahnya kontrol sosial memperparah peredaran narkoba di daerah ini. Upaya pencegahan perlu diarahkan pada strategi berbasis masyarakat dengan melibatkan keluarga, kampus, komunitas lokal, serta lembaga pemerintah. Kesimpulannya, penanganan narkoba di Kalimantan Timur memerlukan kolaborasi multiaktor agar dapat menekan angka penyalahgunaan yang terus meningkat.
ANALISIS KEBUTUHAN SUMBER DAYA DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD XXX BERDASARKAN PERMENKES NO. 24 TAHUN 2020 Alamri, Gifara Syawaliah; Mukmin, Amril; Utami, Asih Puji
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.7145

Abstract

This research was motivated by the gap between the human resource standards mandated by Minister of Health Regulation No. 24 of 2020 and the actual conditions in the Radiology Unit of XXX Regional Hospital. The regulation requires administrative staff and radiology nurses, but initial observations indicated the absence of both professions, potentially leading to overlapping duties and service inefficiencies. Therefore, this study focused on analyzing the human resource (HR) needs at the unit and identifying strategies to address them. This study used a qualitative descriptive approach, with data collected through in-depth interviews with the Head of the Radiology Unit and two radiographers, as well as a documentation study conducted in May 2025. The results confirmed that the Radiology Unit of XXX Regional Hospital did not meet the standards stipulated by Minister of Health Regulation No. 24 of 2020 due to the lack of administrative staff and radiology nurses. Key findings indicate that this shortage leads to overlapping duties and an increased workload for radiographers. It was concluded that to maintain smooth operations, the installation implemented an adaptive strategy in the form of optimizing existing personnel through rotating task allocation and collaboration with other units such as the Emergency Room. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara standar ketenagaan yang diamanatkan oleh Permenkes No. 24 Tahun 2020 dengan kondisi riil di Instalasi Radiologi RSUD XXX. Peraturan tersebut mensyaratkan adanya tenaga administrasi dan perawat radiologi, namun observasi awal menunjukkan ketiadaan kedua profesi tersebut, yang berpotensi menyebabkan tumpang tindih tugas dan inefisiensi pelayanan. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus untuk menganalisis kesenjangan kebutuhan sumber daya manusia (SDM) di instalasi tersebut dan mengidentifikasi strategi yang diterapkan untuk mengatasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap Kepala Instalasi Radiologi dan dua radiografer, serta studi dokumentasi pada Mei 2025. Hasil penelitian mengonfirmasi bahwa Instalasi Radiologi RSUD XXX belum memenuhi standar Permenkes No. 24 Tahun 2020 karena tidak memiliki tenaga administrasi dan perawat radiologi. Temuan utama menunjukkan bahwa kekurangan ini menyebabkan tumpang tindih tugas dan meningkatnya beban kerja radiografer. Disimpulkan bahwa untuk menjaga kelancaran operasional, pihak instalasi menerapkan strategi adaptif berupa optimalisasi tenaga yang ada melalui pembagian tugas secara bergilir dan kerja sama dengan unit lain seperti IGD.
KAJIAN KELAYAKAN WATER FRONT CITY KABUPATEN MALUKU TENGGARA, PROVINSI MALUKU Berhitu, Pieter Thomas; Boreel, Aryanto; Botanri, Adnan Affan Akbar
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.7146

Abstract

Coastal development in Indonesia is receiving increasing attention as the need for urban spaces oriented towards sustainability, comfort, and aesthetics increases. One relevant approach is the Waterfront City (WFC) concept, a coastal-based city development that integrates ecological, social, cultural, and economic aspects. This study aims to assess the feasibility of developing a Waterfront City in Southeast Maluku Regency by assessing the area's existing conditions, social potential, and economic prospects. The research method uses a descriptive-analytical approach through a combination of secondary data in the form of regional planning documents and primary data from field surveys, interviews, and questionnaires. The analysis is conducted based on social, economic, technical, and environmental aspects to obtain a comprehensive picture. The results show that the coastal area of ??Langgur City, particularly Watdek, Ohoijang, and Tanah Misi, faces pressure due to dense settlements above the sea, environmental degradation, and limited basic infrastructure. From a social perspective, the majority of the community supports waterfront development in the hope of increasing public space, tourist access, and new job opportunities, despite concerns regarding the relocation of traditional settlements. Local cultural factors, such as Larvul Ngabal and the principle of ain ni ain, serve as important social capital in encouraging community acceptance. From an economic perspective, the feasibility analysis shows a positive NPV, high IRR, and a B/C ratio >1, indicating that the project is financially viable. Overall, the development of Waterfront City in Southeast Maluku is considered feasible if designed in a participatory manner and based on sustainable development principles. The project's success is largely determined by the integration of spatial planning policies, community involvement, and efforts to maintain a balance between economic growth, cultural preservation, and coastal environmental sustainability. ABSTRAKPembangunan kawasan pesisir di Indonesia semakin mendapat perhatian seiring meningkatnya kebutuhan ruang kota yang berorientasi pada keberlanjutan, kenyamanan, dan estetika. Salah satu pendekatan yang relevan adalah konsep Waterfront City (WFC), yaitu pengembangan kota berbasis pesisir yang mengintegrasikan aspek ekologis, sosial, budaya, dan ekonomi secara terpadu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kelayakan pembangunan Waterfront City di Kabupaten Maluku Tenggara dengan menilai kondisi eksisting kawasan, potensi sosial, serta prospek ekonomi. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-analitis melalui kombinasi data sekunder berupa dokumen perencanaan daerah dan data primer dari survei lapangan, wawancara, serta kuesioner. Analisis dilakukan berdasarkan aspek sosial, ekonomi, teknis, dan lingkungan untuk memperoleh gambaran komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan pesisir Kota Langgur, khususnya Watdek, Ohoijang, dan Tanah Misi, menghadapi tekanan akibat padatnya permukiman di atas laut, degradasi kualitas lingkungan, serta keterbatasan infrastruktur dasar. Dari sisi sosial, mayoritas masyarakat mendukung pembangunan waterfront dengan harapan meningkatnya ruang publik, akses wisata, dan lapangan kerja baru, meskipun terdapat kekhawatiran terkait relokasi permukiman tradisional. Faktor budaya lokal, seperti Larvul Ngabal dan prinsip ain ni ain, menjadi modal sosial penting dalam mendorong penerimaan masyarakat. Dari sisi ekonomi, analisis kelayakan menunjukkan nilai NPV positif, IRR tinggi, dan B/C ratio > 1, menandakan bahwa proyek ini layak secara finansial. Secara keseluruhan, pengembangan Waterfront City di Maluku Tenggara dinilai feasible apabila dirancang secara partisipatif dan berlandaskan prinsip pembangunan berkelanjutan. Keberhasilan proyek ini sangat ditentukan oleh integrasi kebijakan tata ruang, keterlibatan masyarakat, serta upaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian budaya, dan kelestarian lingkungan pesisir.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PERSYARATAN KESEHATAN LINGKUNGAN DI RSUD SITI FATIMAH PROVINSI SUMATERA SELATAN Weti, Wiska; Novaria, Eva; H, Deby Chintia
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.7147

Abstract

This research is motivated by the environmental health risks posed by hospital waste and the gap between ideal regulations, such as Minister of Health Regulation No. 7 of 2019, and the reality of their implementation. At Siti Fatimah Regional General Hospital in South Sumatra Province, initial observations indicated challenges in implementing this policy due to limited human resources. Therefore, this study focused on an in-depth analysis of the environmental health policy implementation process at the hospital using George C. Edwards' four-dimensional model. This research employed a qualitative approach with a descriptive study design, where data were collected through in-depth interviews with key informants, direct observation, and documentation studies. Key findings indicate that effective policy implementation is supported by three strong pillars: clear communication through socialization and standard operating procedures (SOPs), disciplined and responsible implementers, and a well-organized bureaucratic structure. However, a critical weakness was identified in the resource dimension, namely the lack of certified personnel. It was concluded that although implementation was successful, its success is fragile because it relies heavily on the dedication of limited staff, making additional human resources crucial for long-term sustainability. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh risiko kesehatan lingkungan yang ditimbulkan oleh limbah rumah sakit dan adanya kesenjangan antara regulasi ideal, seperti Permenkes No. 7 Tahun 2019, dengan realitas implementasinya. Di RSUD Siti Fatimah Provinsi Sumatera Selatan, observasi awal menunjukkan adanya tantangan dalam penerapan kebijakan ini akibat keterbatasan sumber daya manusia. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus untuk menganalisis secara mendalam proses implementasi kebijakan kesehatan lingkungan di rumah sakit tersebut menggunakan empat dimensi model George C. Edwards. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan kunci, observasi langsung, dan studi dokumentasi. Temuan utama menunjukkan bahwa implementasi kebijakan berjalan efektif didukung oleh tiga pilar kuat: komunikasi yang jelas melalui sosialisasi dan SOP, disposisi (sikap) pelaksana yang disiplin dan bertanggung jawab, serta struktur birokrasi yang terorganisir dengan baik. Namun, ditemukan kelemahan kritis pada dimensi sumber daya, yaitu kurangnya jumlah tenaga kerja bersertifikat. Disimpulkan bahwa meskipun implementasi berhasil, keberhasilannya bersifat rentan karena sangat bergantung pada dedikasi staf yang terbatas, sehingga penambahan SDM menjadi krusial untuk keberlanjutan jangka panjang.