cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd. (085239967417) Technical Support Contact: Randi Pratama M., M.Pd. (085781267181) Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan
ISSN : 27748030     EISSN : 27744183     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 463 Documents
KAJIAN PEMANFAATAN RUANG PADA KAWASAN LINDUNG DI KOTA MANADO (STUDI KASUS: KECAMATAN MAPANGET) Pangauw, Kindly Anugerah Imanuel; Dariwu, Claudia Talita; Pangalila, Fiska Chintya Ezra
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.7155

Abstract

Mapanget District, as a new growth center in Manado City, faces significant challenges in controlling spatial utilization, particularly within its protected areas. The dynamics of rapid economic and population growth have triggered land-use changes that are often inconsistent with the Spatial Plan (RTRW), potentially leading to environmental degradation and a decline in spatial quality. This study aims to assess the level of suitability between existing spatial utilization and the spatial pattern plan for protected areas in Mapanget District. The primary focus is to identify the extent and distribution of non-compliant locations and to analyze the contributing factors to provide a basis for government recommendations. The research employed a quantitative approach with an overlay analysis method using ArcGIS 10.8 software. Spatial data from the 2023-2042 Manado City Spatial Plan were overlaid with existing land use data from 2024, updated via satellite imagery. The analysis revealed a very high level of non-compliance: of the total 233.17 hectares of protected areas analyzed, 169.80 hectares (72.8%) were found to be inconsistent with the spatial pattern plan, while only 63.37 hectares (27.2%) were compliant. The most significant non-compliance was identified in areas designated as Green Open Space (RTH), such as District Parks and Cemeteries, which are now dominated by mixed-crop plantations (150.85 hectares) and built-up areas like settlements. In conclusion, there is an urgent need for the Manado City Government to evaluate and strengthen the enforcement of spatial planning regulations through more effective supervision, law enforcement actions, and the prioritization of land acquisition programs to secure the function of protected areas from massive land-use conversion. ABSTRAKKecamatan Mapanget, sebagai pusat pertumbuhan baru di Kota Manado, menghadapi tantangan signifikan dalam pengendalian pemanfaatan ruang, khususnya di kawasan lindung. Dinamika pertumbuhan ekonomi dan penduduk yang pesat memicu alih fungsi lahan yang seringkali tidak sejalan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), sehingga berpotensi merusak lingkungan dan menurunkan kualitas ruang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat kesesuaian antara pemanfaatan ruang eksisting dengan rencana pola ruang pada kawasan lindung di Kecamatan Mapanget. Fokus utama adalah untuk mengidentifikasi luasan dan sebaran lokasi yang tidak sesuai serta menganalisis faktor-faktor penyebabnya sebagai dasar rekomendasi bagi pemerintah. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis tumpang susun (overlay) menggunakan software ArcGIS 10.8. Data spasial rencana pola ruang RTRW Kota Manado Tahun 2023-2042 ditumpangsusunkan dengan data penggunaan lahan eksisting tahun 2024 yang diperbaharui melalui citra satelit. Hasil analisis menunjukkan tingkat ketidaksesuaian yang sangat tinggi, di mana dari total 233,17 hektar kawasan lindung yang dianalisis, sebesar 169,80 hektar (72,8%) tidak sesuai dengan rencana pola ruang, dan hanya 63,37 hektar (27,2%) yang telah sesuai. Ketidaksesuaian terbesar ditemukan pada lahan yang direncanakan sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH), seperti Taman Kecamatan dan Pemakaman, yang kini didominasi oleh Kebun Campuran (150,85 hektar) serta kawasan terbangun seperti permukiman. Kesimpulannya, terdapat urgensi bagi Pemerintah Kota Manado untuk mengevaluasi dan memperkuat penegakan regulasi tata ruang melalui pengawasan yang lebih efektif, penertiban, dan prioritas pada program pengadaan tanah untuk mengamankan fungsi kawasan lindung dari alih fungsi lahan yang masif.
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI SARANA PROMOSI WISATA PENDAKIAN DUSUN USALI, NEGERI HATUMETE, KECAMATAN TEHORU KABUPATEN MALUKU TENGAH Hatapayo, Bunda Rahmini; Nurhaeny, Andiah; Bandjar, Antasari
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.7156

Abstract

This research is motivated by the natural and cultural tourism potential of Usali Hamlet, Hatumete Village, which has not been optimally promoted despite being designated a tourist destination. The lack of promotional activities by the management in the digital era is a major obstacle in introducing the uniqueness of this destination to the wider public. Therefore, this study focuses on analyzing the potential and effectiveness of utilizing social media as a strategic promotional tool to increase tourist visits to Usali Hamlet. This study used a descriptive method, collecting data through literature review and distributing online questionnaires to 40 tourist respondents. The collected data were analyzed descriptively to identify their behaviors and preferences. The results showed that the majority of respondents (80%) are active social media users, with tourism information being the most frequently searched content (40%). A crucial finding was the high influence of visuals, with 75% of respondents expressing interest in visiting after seeing photos of the destination. The majority of respondents also strongly supported the existence of official, professionally managed social media accounts. It was concluded that social media is a very appropriate and effective tool for promoting tourism in Usali Hamlet, capable of significantly increasing awareness and interest in visiting. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh potensi wisata alam dan budaya Dusun Usali, Negeri Hatumete, yang belum terpromosikan secara optimal meskipun telah ditetapkan sebagai destinasi wisata. Ketiadaan aktivitas promosi oleh pihak pengelola di era digital menjadi hambatan utama dalam memperkenalkan keunikan destinasi ini kepada publik luas. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus untuk menganalisis potensi dan efektivitas pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi strategis untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Dusun Usali. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pengumpulan data melalui studi literatur dan penyebaran kuesioner daring kepada 40 responden wisatawan. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi perilaku dan preferensi mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden (80%) adalah pengguna aktif media sosial, dengan informasi pariwisata menjadi konten yang paling banyak dicari (40%). Temuan krusial adalah tingginya pengaruh visual, di mana 75% responden menyatakan tertarik untuk berkunjung setelah melihat foto-foto destinasi tersebut. Mayoritas responden juga sangat mendukung adanya akun media sosial resmi yang dikelola secara profesional. Disimpulkan bahwa media sosial merupakan sarana yang sangat tepat dan efektif untuk mempromosikan wisata Dusun Usali, mampu meningkatkan kesadaran dan minat kunjungan secara signifikan.
OPTIMALISASI STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR TEACHING FACTORY CAFÉ POLIMDO DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN DAN KUALITAS PELAYANAN Mangolo, Mikhael Credo Samuel; Samehe, Januar Valentino; Pongtuluran, Alma; Bawole, Merryany Theovanny
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.7157

Abstract

The existence of the Polimdo Cafe teaching factory provides students with a learning experience that mirrors the real industrial world. Students not only gain a theoretical understanding of service and product delivery but also acquire the practical skills needed to enter the workforce and industry. To implement a high-quality teaching factory learning model that aligns with industry standards, a set of Standard Operating Procedures (SOP) must be established at the Polimdo Cafe. Based on the researcher's observations, the current implementation still has several inconsistencies with the SOPs of the hotel industry. This ranges from employee uniforms, grooming, adherence to work schedules, to operational procedures where students are not yet performing tasks according to industry standards. This study aims to determine the implementation of Standard Operating Procedures at the Polimdo Cafe teaching factory and identify the efforts being made to optimize their application. This research uses a qualitative approach, with data collected through interviews, observation, and documentation. The results of the study indicate that the absence of officially documented SOPs for the Polimdo Cafe significantly impacts the quality of learning and service. The lack of a standard reference for the student staff leads to inconsistencies in their operational work, which affects the quality of service provided. On the learning aspect, the absence of SOPs hinders the process of enhancing students' competencies. ABSTRAKKeberadaan teaching factory Cafe Polimdo memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa sesuai dengan suasana yang terjadi di dunia industri yang sesungguhnya, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pemahaman teoritis dalam pelayanan jasa dan produk, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang dibutuhkan sebagai modal untuk terjun ke dunia kerja dan dunia industri. Dalam mengimplementasikan model pembelajaran teaching factory yang berkualitas dan sesuai dengan standar di dunia industri dibutuhkan suatu standar operasional prosedur (SOP) yang harus ditetapkan di Cafe Polimdo. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti, pada penerapannya masih terdapat beberapa hal yang tidak sesuai dengan SOP di industri hotel. Mulai dari uniform karyawan, grooming, kepatuhan terhadap jadwal kerja, sampai pada operasional kerja di mana mahasiswa belum melakukan pekerjaan sesuai standar industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan standar operasional prosedur di teaching factory Cafe Polimdo dan upaya apa saja yang dilakukan dalam mengoptimalkan penerapan SOP di teachig factory Cafe Polimdo. Jenis penelitian dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara, observasi, dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa tidak adanya dokumentasi SOP teaching factory Café Polimdo secara resmi berdampak signifikan terhadap kualitas pembelajaran dan kualitas pelayanan Café Polimdo. Tidak adanya acuan baku bagi staf café yang merupakan mahasiswa menyebabkan inkonsistensinya dalam pelaksanaan operasional kerja yang berppengaruh terhadap kualitas pelayanan yang diberikan. Pada apek pembelajaran, ketiadaan SOP menghambat proses peningkatan kompetensi peserta didik.
ANALISIS KEBUTUHAN LAHAN TEMPAT PEMAKAMAN UMUM (TPU) DI KECAMATAN SIRIMAU, KOTA AMBON Botanri, Adnan Affan Akbar; Putuhena, Jusmy Dolvis; Hentihu, Elman
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.7158

Abstract

Rapid population growth in Sirimau District, the center of Ambon City, has led to a shortage of burial land, a vital component of green open space. The underlying problem is that existing burial grounds are nearly full and no longer adequate, as evidenced by the practice of piling up graves. Facing this situation, this study focuses on analyzing land needs and suitability for new burial sites, with the aim of projecting needs through 2044 and identifying suitable areas. The study used arithmetic projection methods to predict the number of deaths, which were then analyzed using spatial overlay techniques based on physical, ecological, economic, and land-use criteria. The projection results indicated that 11.74 hectares of new burial land would be needed. However, the analysis in Sirimau District indicated that only 6.57 hectares of suitable land were available, making it insufficient. An expanded analysis across Ambon City identified several potential sites in five sub-districts. It concluded that Sirimau District is unable to meet its own needs, necessitating city-wide cemetery planning. These results can serve as recommendations for the government in spatial planning and contribute to meeting the 30% green open space target. ABSTRAKPertumbuhan penduduk yang pesat di Kecamatan Sirimau, pusat Kota Ambon, telah menyebabkan krisis lahan pemakaman yang merupakan bagian penting dari ruang terbuka hijau. Latar belakang masalah ini adalah kapasitas pemakaman yang ada saat ini hampir penuh dan tidak lagi memadai, yang ditandai dengan adanya praktik penumpukan makam. Menghadapi kondisi tersebut, penelitian ini berfokus pada analisis kebutuhan dan kesesuaian lahan untuk lokasi pemakaman baru, dengan tujuan memproyeksikan kebutuhan hingga tahun 2044 dan mengidentifikasi area yang layak. Penelitian ini menggunakan metode proyeksi aritmatik untuk memprediksi jumlah kematian, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik overlay spasial berdasarkan kriteria fisik, ekologi, ekonomi, dan penggunaan lahan. Hasil proyeksi menunjukkan bahwa dibutuhkan lahan pemakaman baru seluas 11,74 ha. Namun, temuan analisis di Kecamatan Sirimau menunjukkan ketersediaan lahan yang sesuai hanya 6,57 ha, sehingga tidak mencukupi. Analisis yang diperluas ke seluruh Kota Ambon berhasil mengidentifikasi beberapa lokasi potensial di lima kecamatan. Disimpulkan bahwa Kecamatan Sirimau tidak mampu memenuhi kebutuhannya sendiri, sehingga perencanaan pemakaman harus dilakukan dalam skala kota. Hasil ini dapat menjadi rekomendasi bagi pemerintah dalam perencanaan tata ruang sekaligus kontribusi untuk pemenuhan target 30% ruang terbuka hijau.
ANALISIS HUBUNGAN ILMU SOSIAL DAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) MELALUI STUDI LITERATUR Salsabila, Syifa; Naibaho, Amanda D.; Panggabean, Revalina; Halawa, Clara. N.; Sibarani, Fitri; Khairunnisa, Khairunnisa
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.7188

Abstract

This study departs from a conceptual issue regarding the relationship between Social Sciences and Social Studies (IPS), which is often still vaguely understood. Social Sciences as an academic discipline has broad branches, such as sociology, economics, history, geography, anthropology, politics, and social psychology, while IPS is present as a form of implementation of these branches of science in primary and secondary education. Through a literature review using the SPAR-4-SLR approach, this study not only collects and summarizes relevant sources but also analyzes the contribution of each Social Science discipline to Social Studies material, while highlighting the role of society as both a source and a real-world laboratory for learning. The results of the study show that Social Sciences and Social Studies have a hierarchical and functional relationship. Social Sciences provide the theoretical framework, concepts, and scientific methods, while Social Studies simplifies and contextualizes them to suit the developmental level of students. This shows that Social Studies cannot be separated from the roots of Social Sciences, while Social Sciences find their relevance through application in Social Studies. Furthermore, IPS learning is not merely a transfer of knowledge, but also plays an important role in shaping students' critical attitudes, social skills, and civic character. Thus, this study confirms that the relationship between Social Sciences and IPS is not only important to understand theoretically, but must also be used as a basis for developing an IPS curriculum that is more contextual, responsive to scientific developments, and in line with the dynamics of contemporary society. ABSTRAKPenelitian ini berangkat dari persoalan konseptual mengenai hubungan antara Ilmu Sosial dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang seringkali masih dipahami secara kabur. Ilmu Sosial sebagai disiplin akademik memiliki cabang yang luas, seperti sosiologi, ekonomi, sejarah, geografi, antropologi, politik, dan psikologi sosial, sementara IPS hadir sebagai bentuk implementasi dari cabang-cabang ilmu tersebut dalam ranah pendidikan dasar maupun menengah. Melalui metode literature review dengan pendekatan SPAR-4-SLR, penelitian ini tidak hanya mengumpulkan dan merangkum sumber relevan, tetapi juga menganalisis kontribusi tiap disiplin Ilmu Sosial terhadap materi IPS, sekaligus menyoroti peran masyarakat sebagai sumber sekaligus laboratorium nyata pembelajaran. Hasil kajian memperlihatkan bahwa Ilmu Sosial dan IPS memiliki hubungan yang hierarkis sekaligus fungsional. Ilmu Sosial menjadi penyedia kerangka teori, konsep, dan metode ilmiah, sedangkan IPS menyederhanakan serta mengontekstualisasikannya agar sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik. Hal ini menunjukkan bahwa IPS tidak dapat dilepaskan dari akar Ilmu Sosial, sementara Ilmu Sosial menemukan relevansinya melalui penerapan di IPS. Selain itu, pembelajaran IPS tidak hanya sekadar transfer pengetahuan, tetapi juga berperan penting dalam membentuk sikap kritis, keterampilan sosial, dan karakter kewargaan peserta didik. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa relasi antara Ilmu Sosial dan IPS tidak hanya penting dipahami secara teoretis, tetapi juga harus dijadikan pijakan dalam mengembangkan kurikulum IPS yang lebih kontekstual, responsif terhadap perkembangan ilmu, serta selaras dengan dinamika masyarakat kontemporer.
HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN KERJA DAN KOMITMEN ORGANISASI: TELAAH LITERATUR SEBAGAI KONTRIBUSI TERHADAP STRATEGI MSDM Arinindyah, Otisia; Ar, Norman Sobari
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.7197

Abstract

ABSTRACT In the era of globalization, human resource management (HRM) plays a strategic role in enhancing organizational competitiveness. One of the key issues is the relationship between job satisfaction and organizational commitment, which is believed to significantly influence employee loyalty, performance, and workforce sustainability. This study employs a literature review method by examining eleven scientific articles from international and national journals published between 2015–2025. The analysis was conducted using a thematic approach to identify the direction of the relationship, similarities, differences, and practical implications. The findings indicate that job satisfaction is positively related to organizational commitment, either directly or through mediating variables such as work engagement and job characteristics. International studies emphasize the complex psychological mechanisms involved, while local research highlights the direct influence within the Indonesian organizational context. Practically, increasing job satisfaction can be achieved by creating a supportive work culture, implementing fair reward systems, ensuring effective communication, and providing career development opportunities. Thus, the findings reinforce the importance of positioning job satisfaction as a strategic element of HRM to strengthen employee commitment and support organizational sustainability. ABSTRAK Dalam era globalisasi, manajemen sumber daya manusia (MSDM) memegang peranan strategis dalam meningkatkan daya saing organisasi. Salah satu isu penting adalah keterkaitan antara kepuasan kerja dan komitmen organisasi yang diyakini berpengaruh signifikan terhadap loyalitas, kinerja, dan keberlangsungan tenaga kerja. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur (literature review) dengan menelaah sebelas artikel ilmiah dari jurnal internasional dan nasional yang terbit antara tahun 2015–2025. Analisis dilakukan melalui pendekatan tematik untuk mengidentifikasi arah hubungan, kesamaan, perbedaan, serta implikasi praktis. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepuasan kerja berhubungan positif dengan komitmen organisasi, baik secara langsung maupun melalui variabel mediasi seperti keterlibatan kerja dan karakteristik pekerjaan. Studi internasional menekankan mekanisme psikologis yang kompleks, sedangkan penelitian lokal lebih menyoroti pengaruh langsung dalam konteks organisasi di Indonesia. Secara praktis, peningkatan kepuasan kerja dapat dilakukan melalui penciptaan budaya kerja suportif, sistem penghargaan yang adil, komunikasi efektif, serta peluang pengembangan karier. Dengan demikian, temuan ini menegaskan pentingnya menempatkan kepuasan kerja sebagai elemen strategis MSDM untuk memperkuat komitmen karyawan dan mendukung keberlanjutan organisasi.
FORMULASI DAN UJI STABILITAS FISIK SEDIAAN SCRUB DARI AMPAS KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) CANDIROTO Widiyaningrum, Dania Dewi; Soegiantoro, Didiek Hardiyanto; Rawar, Ellsya Angeline
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.7204

Abstract

ABSTRACT Candiroto Robusta coffee grounds, an underutilized waste product, hold potential as a base material for body scrub formulations, aligning with efforts to enhance the economic value of local commodities and reduce waste. This study aimed to formulate these coffee grounds into a scrub and evaluate its physical stability and consumer hedonic acceptance. An experimental method was employed, creating four scrub formulas (F0, F1, F2, F3) with varying concentrations of coffee grounds (0, 2.5, 5, and 7.5 grams). Physical stability was tested through organoleptic evaluation, homogeneity, pH, spreadability, and accelerated stability testing (3 cycles), while hedonic acceptance was assessed by 10 panelists. The results demonstrated that all formulations were physically stable throughout testing, evidenced by a constant pH of 6 (suitable for skin), homogeneous condition, and spreadability values meeting the standards for semisolid preparations. Organoleptic characteristics (color, aroma, texture) remained consistent, with higher coffee ground concentrations resulting in darker colors and coarser textures. Hedonic test results for color, aroma, and texture indicated that all scrub formulations were liked by the panelists. Formula F3, with a 7.5-gram concentration of coffee grounds, was the most preferred (average score of 43.22). In conclusion, Candiroto Robusta coffee grounds can be formulated into a scrub that is physically stable and sensorially acceptable, with F3 being the optimal formula. ABSTRAK Limbah ampas kopi robusta Candiroto berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku sediaan scrub, sejalan dengan upaya peningkatan nilai ekonomis komoditas lokal dan pengurangan limbah. Penelitian ini bertujuan memformulasi ampas kopi tersebut menjadi sediaan scrub dan menguji stabilitas fisik serta tingkat penerimaan konsumennya secara hedonik. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan membuat empat formula (F0, F1, F2, F3) yang berbeda konsentrasi ampas kopi (0; 2,5; 5; dan 7,5 gram). Stabilitas fisik diuji melalui organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, dan stabilitas dipercepat (3 siklus), sedangkan uji hedonik melibatkan 10 panelis. Hasil uji stabilitas fisik menunjukkan semua formula stabil selama pengujian, dengan pH konstan 6 yang sesuai untuk kulit, kondisi homogen, serta daya sebar yang memenuhi standar sediaan semisolid. Karakteristik organoleptik (warna, aroma, tekstur) juga konsisten, dimana semakin tinggi konsentrasi ampas kopi, warna semakin tua dan tekstur semakin kasar. Hasil uji hedonik terhadap warna, aroma, dan tekstur menunjukkan bahwa semua formula scrub disukai panelis. Formula F3 dengan konsentrasi ampas kopi 7,5 gram merupakan formula yang paling disukai (nilai rata-rata 43,22). Disimpulkan bahwa ampas kopi robusta Candiroto dapat diformulasi menjadi scrub yang stabil secara fisik dan diterima secara sensori, dengan formula F3 sebagai formula terpilih.
ANALISIS SENGKETA HASIL PILKADA DI MAHKAMAH KONSTITUSI Putra, Livia Sikmon; Khairazi, Fauzan
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.7205

Abstract

The resolution of disputes over the election results of Governors, Regents, and Mayors is a crucial aspect of Indonesia’s electoral system as it directly relates to the legitimacy of election outcomes, legal certainty, and the enforcement of justice for all parties involved. This study is a legal research (legal research) employing four approaches: statute approach, conceptual approach, analytical approach, and comparative approach. These approaches are used to examine legislation, legal theories and doctrines, as well as the practice of resolving Pilkada disputes at the Constitutional Court and other related electoral institutions. The findings indicate that the legal framework governing Pilkada disputes is not yet comprehensive, and there is still overlapping authority among the institutions responsible for dispute resolution. Moreover, electoral organizers are not yet fully professional, independent, or transparent. This situation causes legal uncertainty, may reduce public trust, and weakens the protection of the constitutional rights of election participants. Therefore, regulatory reform and institutional strengthening are required to establish a dispute resolution mechanism that is effective, fair, transparent, and consistent with constitutional principles. ABSTRAK Penyelesaian sengketa hasil pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota merupakan aspek penting dalam sistem pemilihan umum di Indonesia karena berkaitan langsung dengan legitimasi hasil pemilu, kepastian hukum, dan tegaknya prinsip keadilan bagi seluruh pihak. Penelitian ini merupakan penelitian hukum (legal research) dengan menggunakan empat pendekatan, yaitu statute approach, conceptual approach, analytical approach, dan comparative approach. Pendekatan ini digunakan untuk menelaah peraturan perundang-undangan, teori dan doktrin hukum, serta praktik penyelesaian sengketa Pilkada di Mahkamah Konstitusi dan lembaga penyelenggara pemilu terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan hukum mengenai sengketa Pilkada belum komprehensif dan masih terdapat tumpang tindih kewenangan antar lembaga penyelesai sengketa. Selain itu, penyelenggara pemilu belum sepenuhnya profesional, independen, dan transparan. Kondisi ini menimbulkan ketidakpastian hukum, berpotensi mengurangi kepercayaan publik, dan melemahkan perlindungan hak konstitusional peserta pemilihan. Oleh karena itu, diperlukan reformulasi regulasi dan penguatan kelembagaan guna menciptakan mekanisme penyelesaian sengketa Pilkada yang efektif, adil, transparan, dan konsisten dengan prinsip konstitusional.
PERAN FINANCIAL TECHNOLOGY DALAM MANAJEMEN KEUANGAN Agustian, Aldy; Aidah, Risa Nur; Ridwan, Rizky; Rachmanda, Yudi Setia
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.7208

Abstract

ABSTRACT The rapid advancement of Financial Technology (FinTech) has introduced innovations in digital financial services such as electronic wallets, peer-to-peer lending, and investment applications. This transformation creates opportunities to improve transaction efficiency, cash flow management, and financial transparency. However, its adoption in Indonesia still faces challenges, including low digital financial literacy, limited infrastructure, data security issues, and incomplete regulations. These conditions highlight a research gap regarding the contribution of FinTech to the effectiveness of financial management, particularly for individuals and MSMEs. This study employs a scoping review method based on the Arksey and O’Malley framework, which includes five stages: identifying research questions, searching for relevant studies, selecting articles, analyzing data, and compiling the report. Of the 854 articles identified, 12 met the inclusion criteria for further analysis. The analysis focuses on the role of FinTech in financial management, the challenges faced, and the factors influencing its success. The findings show that FinTech significantly contributes to expanding access to financial services, improving literacy, and enhancing the effectiveness of financial management for both individuals and MSMEs. Digital features such as real-time transaction recording, automatic payment reminders, and capital access through P2P lending have been shown to increase efficiency and transparency. However, low digital literacy, technological disparities, and issues of security and regulation remain major obstacles. FinTech holds great potential to support financial inclusion and management effectiveness; therefore, synergy between technological innovation, enhanced digital literacy, and adaptive regulation is needed to create an inclusive and sustainable digital financial ecosystem. ABSTRAK Kemajuan pesat Financial Technology (FinTech) telah menghadirkan inovasi dalam layanan keuangan digital seperti dompet elektronik, peer-to-peer lending, dan aplikasi investasi. Transformasi ini membuka peluang peningkatan efisiensi transaksi, pengelolaan arus kas, dan transparansi keuangan. Namun, pemanfaatannya di Indonesia masih menghadapi kendala berupa rendahnya literasi keuangan digital, keterbatasan infrastruktur, keamanan data, dan regulasi yang belum komprehensif. Kondisi ini menimbulkan kesenjangan penelitian terkait kontribusi FinTech terhadap efektivitas manajemen keuangan, khususnya bagi individu dan UMKM. Penelitian ini menggunakan metode scoping review dengan mengacu pada kerangka Arksey dan O’Malley yang meliputi lima tahap: identifikasi pertanyaan penelitian, penelusuran studi relevan, seleksi artikel, analisis data, dan penyusunan laporan. Dari 854 artikel yang ditemukan, 12 memenuhi kriteria inklusi untuk dianalisis lebih lanjut. Analisis difokuskan pada peran FinTech dalam manajemen keuangan, tantangan yang dihadapi, serta faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FinTech berkontribusi signifikan dalam memperluas akses layanan keuangan, meningkatkan literasi, dan mendorong efektivitas pengelolaan keuangan pribadi maupun UMKM. Fitur digital seperti pencatatan transaksi real-time, pengingat pembayaran otomatis, dan akses modal melalui P2P lending meningkatkan efisiensi dan transparansi. Namun, rendahnya literasi digital, kesenjangan teknologi, serta isu keamanan dan regulasi masih menjadi hambatan utama. FinTech berpotensi besar mendukung inklusi dan efektivitas manajemen keuangan, sehingga diperlukan sinergi antara inovasi teknologi, peningkatan literasi digital, dan regulasi adaptif untuk menciptakan ekosistem keuangan digital yang inklusif dan berkelanjutan.
BAKTI KEPADA ORANG TUA DALAM TINJAUAN HADIS SHAHIH: UPAYA MENGUATKAN KARAKTER GENERASI Z DI ERA DIGITAL Mardiana, Agam; Syamsurizal, Rahmat Hidayat
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.7822

Abstract

The digital era has significantly transformed the mindset and behavior of Generation Z, including their understanding of Islamic values such as birrul walidain (devotion to parents). This study aims to examine authentic hadiths (hadith shahih) that emphasize the obligation of filial piety and to analyze the level of understanding and implementation of this value among Generation Z in the digital age. This research employs a qualitative method with a living hadith approach and thematic analysis of hadiths from Sahih al-Bukhari and Sahih Muslim, supported by secondary data from Islamic education and digital culture journals. The findings reveal that birrul walidain embodies essential moral, social, and spiritual values that shape Islamic character. However, in the digital context, these values often experience a shift due to the influence of individualistic and instant lifestyles. Nevertheless, technology can also serve as a positive medium to revive filial devotion through digital communication and creative da’wah content. Therefore, strengthening birrul walidain values through education, family example, and digital media becomes a strategic effort to build a faithful, well-mannered, and respectful Generation Z in the modern era. ABSTRAK Perkembangan era digital telah membawa perubahan signifikan terhadap pola pikir dan perilaku Generasi Z, termasuk dalam cara mereka memaknai nilai-nilai keagamaan seperti birrul walidain (bakti kepada orang tua). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hadis-hadis shahih yang menjelaskan kewajiban berbakti kepada orang tua serta menganalisis tingkat pemahaman dan implementasinya di kalangan Generasi Z di era digital. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan living hadis dan analisis tematik terhadap hadis-hadis dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim, serta pengumpulan data sekunder dari jurnal-jurnal pendidikan Islam dan budaya digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa birrul walidain merupakan nilai moral, sosial, dan spiritual yang sangat penting dalam membentuk karakter Islami. Namun, di era digital, nilai ini sering mengalami pergeseran makna akibat pengaruh budaya individualistik dan gaya hidup instan. Meskipun demikian, teknologi juga dapat menjadi sarana positif untuk menghidupkan kembali nilai bakti kepada orang tua melalui komunikasi digital dan konten dakwah kreatif. Dengan demikian, penguatan nilai birrul walidain melalui pendidikan, keteladanan keluarga, dan media digital menjadi langkah strategis untuk membentuk Generasi Z yang beriman, berakhlak mulia, dan berbakti kepada orang tua.