cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd. (085239967417) Technical Support Contact: Randi Pratama M., M.Pd. (085781267181) Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan
ISSN : 27748030     EISSN : 27744183     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 463 Documents
ANALISIS KEBUTUHAN SUMBER DAYA DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD XXX BERDASARKAN PERMENKES NO. 24 TAHUN 2020 Alamri, Gifara Syawaliah; Mukmin, Amril; Utami, Asih Puji
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.7145

Abstract

This research was motivated by the gap between the human resource standards mandated by Minister of Health Regulation No. 24 of 2020 and the actual conditions in the Radiology Unit of XXX Regional Hospital. The regulation requires administrative staff and radiology nurses, but initial observations indicated the absence of both professions, potentially leading to overlapping duties and service inefficiencies. Therefore, this study focused on analyzing the human resource (HR) needs at the unit and identifying strategies to address them. This study used a qualitative descriptive approach, with data collected through in-depth interviews with the Head of the Radiology Unit and two radiographers, as well as a documentation study conducted in May 2025. The results confirmed that the Radiology Unit of XXX Regional Hospital did not meet the standards stipulated by Minister of Health Regulation No. 24 of 2020 due to the lack of administrative staff and radiology nurses. Key findings indicate that this shortage leads to overlapping duties and an increased workload for radiographers. It was concluded that to maintain smooth operations, the installation implemented an adaptive strategy in the form of optimizing existing personnel through rotating task allocation and collaboration with other units such as the Emergency Room. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara standar ketenagaan yang diamanatkan oleh Permenkes No. 24 Tahun 2020 dengan kondisi riil di Instalasi Radiologi RSUD XXX. Peraturan tersebut mensyaratkan adanya tenaga administrasi dan perawat radiologi, namun observasi awal menunjukkan ketiadaan kedua profesi tersebut, yang berpotensi menyebabkan tumpang tindih tugas dan inefisiensi pelayanan. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus untuk menganalisis kesenjangan kebutuhan sumber daya manusia (SDM) di instalasi tersebut dan mengidentifikasi strategi yang diterapkan untuk mengatasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap Kepala Instalasi Radiologi dan dua radiografer, serta studi dokumentasi pada Mei 2025. Hasil penelitian mengonfirmasi bahwa Instalasi Radiologi RSUD XXX belum memenuhi standar Permenkes No. 24 Tahun 2020 karena tidak memiliki tenaga administrasi dan perawat radiologi. Temuan utama menunjukkan bahwa kekurangan ini menyebabkan tumpang tindih tugas dan meningkatnya beban kerja radiografer. Disimpulkan bahwa untuk menjaga kelancaran operasional, pihak instalasi menerapkan strategi adaptif berupa optimalisasi tenaga yang ada melalui pembagian tugas secara bergilir dan kerja sama dengan unit lain seperti IGD.
KAJIAN KELAYAKAN WATER FRONT CITY KABUPATEN MALUKU TENGGARA, PROVINSI MALUKU Berhitu, Pieter Thomas; Boreel, Aryanto; Botanri, Adnan Affan Akbar
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.7146

Abstract

Coastal development in Indonesia is receiving increasing attention as the need for urban spaces oriented towards sustainability, comfort, and aesthetics increases. One relevant approach is the Waterfront City (WFC) concept, a coastal-based city development that integrates ecological, social, cultural, and economic aspects. This study aims to assess the feasibility of developing a Waterfront City in Southeast Maluku Regency by assessing the area's existing conditions, social potential, and economic prospects. The research method uses a descriptive-analytical approach through a combination of secondary data in the form of regional planning documents and primary data from field surveys, interviews, and questionnaires. The analysis is conducted based on social, economic, technical, and environmental aspects to obtain a comprehensive picture. The results show that the coastal area of ??Langgur City, particularly Watdek, Ohoijang, and Tanah Misi, faces pressure due to dense settlements above the sea, environmental degradation, and limited basic infrastructure. From a social perspective, the majority of the community supports waterfront development in the hope of increasing public space, tourist access, and new job opportunities, despite concerns regarding the relocation of traditional settlements. Local cultural factors, such as Larvul Ngabal and the principle of ain ni ain, serve as important social capital in encouraging community acceptance. From an economic perspective, the feasibility analysis shows a positive NPV, high IRR, and a B/C ratio >1, indicating that the project is financially viable. Overall, the development of Waterfront City in Southeast Maluku is considered feasible if designed in a participatory manner and based on sustainable development principles. The project's success is largely determined by the integration of spatial planning policies, community involvement, and efforts to maintain a balance between economic growth, cultural preservation, and coastal environmental sustainability. ABSTRAKPembangunan kawasan pesisir di Indonesia semakin mendapat perhatian seiring meningkatnya kebutuhan ruang kota yang berorientasi pada keberlanjutan, kenyamanan, dan estetika. Salah satu pendekatan yang relevan adalah konsep Waterfront City (WFC), yaitu pengembangan kota berbasis pesisir yang mengintegrasikan aspek ekologis, sosial, budaya, dan ekonomi secara terpadu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kelayakan pembangunan Waterfront City di Kabupaten Maluku Tenggara dengan menilai kondisi eksisting kawasan, potensi sosial, serta prospek ekonomi. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-analitis melalui kombinasi data sekunder berupa dokumen perencanaan daerah dan data primer dari survei lapangan, wawancara, serta kuesioner. Analisis dilakukan berdasarkan aspek sosial, ekonomi, teknis, dan lingkungan untuk memperoleh gambaran komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan pesisir Kota Langgur, khususnya Watdek, Ohoijang, dan Tanah Misi, menghadapi tekanan akibat padatnya permukiman di atas laut, degradasi kualitas lingkungan, serta keterbatasan infrastruktur dasar. Dari sisi sosial, mayoritas masyarakat mendukung pembangunan waterfront dengan harapan meningkatnya ruang publik, akses wisata, dan lapangan kerja baru, meskipun terdapat kekhawatiran terkait relokasi permukiman tradisional. Faktor budaya lokal, seperti Larvul Ngabal dan prinsip ain ni ain, menjadi modal sosial penting dalam mendorong penerimaan masyarakat. Dari sisi ekonomi, analisis kelayakan menunjukkan nilai NPV positif, IRR tinggi, dan B/C ratio > 1, menandakan bahwa proyek ini layak secara finansial. Secara keseluruhan, pengembangan Waterfront City di Maluku Tenggara dinilai feasible apabila dirancang secara partisipatif dan berlandaskan prinsip pembangunan berkelanjutan. Keberhasilan proyek ini sangat ditentukan oleh integrasi kebijakan tata ruang, keterlibatan masyarakat, serta upaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian budaya, dan kelestarian lingkungan pesisir.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PERSYARATAN KESEHATAN LINGKUNGAN DI RSUD SITI FATIMAH PROVINSI SUMATERA SELATAN Weti, Wiska; Novaria, Eva; H, Deby Chintia
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.7147

Abstract

This research is motivated by the environmental health risks posed by hospital waste and the gap between ideal regulations, such as Minister of Health Regulation No. 7 of 2019, and the reality of their implementation. At Siti Fatimah Regional General Hospital in South Sumatra Province, initial observations indicated challenges in implementing this policy due to limited human resources. Therefore, this study focused on an in-depth analysis of the environmental health policy implementation process at the hospital using George C. Edwards' four-dimensional model. This research employed a qualitative approach with a descriptive study design, where data were collected through in-depth interviews with key informants, direct observation, and documentation studies. Key findings indicate that effective policy implementation is supported by three strong pillars: clear communication through socialization and standard operating procedures (SOPs), disciplined and responsible implementers, and a well-organized bureaucratic structure. However, a critical weakness was identified in the resource dimension, namely the lack of certified personnel. It was concluded that although implementation was successful, its success is fragile because it relies heavily on the dedication of limited staff, making additional human resources crucial for long-term sustainability. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh risiko kesehatan lingkungan yang ditimbulkan oleh limbah rumah sakit dan adanya kesenjangan antara regulasi ideal, seperti Permenkes No. 7 Tahun 2019, dengan realitas implementasinya. Di RSUD Siti Fatimah Provinsi Sumatera Selatan, observasi awal menunjukkan adanya tantangan dalam penerapan kebijakan ini akibat keterbatasan sumber daya manusia. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus untuk menganalisis secara mendalam proses implementasi kebijakan kesehatan lingkungan di rumah sakit tersebut menggunakan empat dimensi model George C. Edwards. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan kunci, observasi langsung, dan studi dokumentasi. Temuan utama menunjukkan bahwa implementasi kebijakan berjalan efektif didukung oleh tiga pilar kuat: komunikasi yang jelas melalui sosialisasi dan SOP, disposisi (sikap) pelaksana yang disiplin dan bertanggung jawab, serta struktur birokrasi yang terorganisir dengan baik. Namun, ditemukan kelemahan kritis pada dimensi sumber daya, yaitu kurangnya jumlah tenaga kerja bersertifikat. Disimpulkan bahwa meskipun implementasi berhasil, keberhasilannya bersifat rentan karena sangat bergantung pada dedikasi staf yang terbatas, sehingga penambahan SDM menjadi krusial untuk keberlanjutan jangka panjang.
ANALISIS SISTEM PERENCANAAN LOGISTIK NONMEDIK DI BAGIAN RUMAH TANGGA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SITI FATIMAH PROVINSI SUMATERA SELATAN Alala, Angga Yogie; Novaria, Eva; Mahriadi, Nopriawan
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.7148

Abstract

This research is motivated by a chronic problem in non-medical logistics management at Siti Fatimah Regional Hospital, namely the simultaneous occurrence of stock-outs and overstocks, indicating systemic weaknesses. Unlike studies that focus on inventory, this study aims to analyze the root causes of the imbalance in the logistics planning system in the Household Department. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation studies, then analyzed based on the four management functions: planning, organizing, directing, and supervising. The results reveal a paradox: the directing and supervising functions perform remarkably well thanks to participatory leadership and highly motivated staff. However, these strengths only serve as compensatory mechanisms for fundamental weaknesses in the traditional planning function and, most critically, in the organizing function, which is hampered by inadequate warehouse infrastructure and information systems. It is concluded that current operational success is driven more by human factors than by system efficiency, an unsustainable situation that requires strategic investment in integrated information systems and infrastructure modernization. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah kronis dalam manajemen logistik nonmedik di RSUD Siti Fatimah, yaitu terjadinya kekosongan stok (stock out) dan kelebihan stok (over stock) secara bersamaan, yang mengindikasikan adanya kelemahan sistemik. Berbeda dari studi yang berfokus pada inventaris, penelitian ini bertujuan menganalisis akar masalah pada sistem perencanaan logistik di Bagian Rumah Tangga untuk mengidentifikasi penyebab fundamental ketidakseimbangan tersebut. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis berdasarkan empat fungsi manajemen: perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan. Hasil penelitian mengungkap sebuah paradoks: fungsi pengarahan dan pengawasan berjalan sangat baik berkat kepemimpinan partisipatif dan staf yang bermotivasi tinggi. Namun, kekuatan ini hanya berfungsi sebagai mekanisme kompensasi atas kelemahan fundamental pada fungsi perencanaan yang masih tradisional dan, yang paling kritis, pada fungsi pengorganisasian yang terhambat oleh infrastruktur gudang serta sistem informasi yang tidak memadai. Disimpulkan bahwa keberhasilan operasional saat ini lebih ditopang oleh faktor manusia daripada efisiensi sistem, sebuah kondisi yang tidak berkelanjutan dan memerlukan investasi strategis pada sistem informasi terintegrasi serta modernisasi infrastruktur.
EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PENGADAAN BAHAN MAKANAN PASIEN DI RSUD SITI FATIMAH PROVINSI SUMATERA SELATAN Herwansyah, Dicky; Novaria, Eva; Asteriniah, Femi; Lisdiana, Lisdiana
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.7149

Abstract

Nutrition services are a crucial factor in maintaining, improving, and enhancing patient nutritional status, thus accelerating the healing process at Siti Fatimah Regional General Hospital, South Sumatra Province. Procurement of patient food supplies requires the appointment of competent, qualified, financially capable, and professional providers to carry out procurement effectively, efficiently, and safely. This study aims to analyze the effectiveness of patient food procurement at Siti Fatimah Regional General Hospital, South Sumatra Province. This is a descriptive study with a qualitative approach. The data used are quantitative and qualitative, while the sources are primary and secondary. Data collection instruments used were observation, interviews, and documentation. Data analysis was qualitative using an interactive model. The results of this study concluded that the implementation of patient food procurement at Siti Fatimah Regional General Hospital, South Sumatra Province, is effective because it complies with applicable Standard Operating Procedures (SOPs). However, equipment maintenance is needed to improve service quality. ABSTRAKPelayanan gizi merupakan salah satu faktor penting dilakukan untuk mempetahankan, memperbaiki dan meningkatkan status gizi bagi pasien agar dapat mempercepat proses penyembuhan bagi pasien di RSUD Siti Fatimah Provinsi Sumatera Selatan. Untuk melaksanakan Pengadaan kebutuhan bahan makanan pasien, perlu menunjuk penyedia barang/jasa yang memiliki kompetensi, memenuhi persyaratan kualifikasi, dan memiliki kemampuan keuangan, serta profesional untuk melaksanakan pengadaan secara efektif, efisien dan safety. Penelitian ini bertujuan menganalisis Efektivitas Pelaksanaan Pengadaan Bahan Makanan Pasien di RSUD Siti Fatimah Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data yang digunakan terdiri atas data kuantitatif dan data kualitatif, sedangkan ditinjau dari sumbernya meliputi data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, serta studi dokumentasi. Selanjutnya, analisis data dilakukan secara kualitatif dengan menerapkan model analisis interaktif. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Pelaksanaan Pengadaan Bahan Makanan Pasien di RSUD Siti Fatimah Provinsi Sumatera Selatan sudah efektif karena sudah sesuai Standard Operational Procedur (SOP) yang berlaku namun perlu pemeliharaan alat guna peningkatan kualitas pelayanan.
EKSPLORASI MOTION GRAPHICS SEBAGAI ALAT NARATIF PADA KARYA DOKUMENTER USAI MERDEKA Tegar, M. Farhan Putra; Astuti, Aprilina Dwi; Hakim, Herry Abdul
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.7150

Abstract

This study aims to explore the type of motion graphics that are suitable as narrative reinforcement in the documentary work After Independence. The documentary work After Independence is a documentary that explains the mining of limestone mountains in the karst landscape of Mount Sewu and its relationship with nature. The use of motion graphics in this documentary helps illustrate visual explanations so that they are easily understood by users. The selection of motion graphics techniques also strengthens the message conveyed in this documentary work. This study uses a qualitative descriptive method, the research process goes through three stages: pre-production, production and post-production. The motion graphics techniques applied include animation techniques, map animation graphics and easing. The results of the study Animation techniques successfully create visual information that is easy to digest and interesting, applied with text animator, path animation, and parent. The easing technique produces flexible movement of graphic elements and gets a realistic impression in a movement according to real-world conditions whose application uses a graph editor by adjusting the ease curve to determine the initial and final speed of a movement. Map animation graphic technique is applied to help visualize geographic statistical data into an attractive and easier to understand map visual, implemented by animating geographic maps combined with geographic data in the form of geoshape files applied using the GEOlayer3 plug-in. By exploring motion graphics, a documentary work is produced with attractive, informative and easy to digest data visualization. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi jenis motion graphyc yang sesuai sebagai penguat naratif  pada karya dokumenter Usai Merdeka.  Karya dokumenter Usai Merdeka merupakan sebuah dokumenter yang menjelaskan tentang penambangan gunung kapur pada bentang alam karst gunung sewu dan hubungannya dengan alam. Penggunaan motion graphyc pada karya dokumenter  ini membantu mengilustrasikan penjelasan visual agar  mudah dipahami oleh pengguna.  Pemilihan teknik  motion graphyc turut serta memperkuat pesan yang disampaikan pada karya dokumenter ini. Penelitian ini menggunakan metode diskriptif kualitatif, proses penelitian melalui tiga tahapan yaitu pra produksi, produksi dan pasca produksi. Teknik motion graphyc yang diterapkan meliputi  teknik animation, map animation graphic dan easing. Hasil dari penelitian Teknik animation berhasil menciptakan visual informasi yang mudah dicerna dan menarik,  diterapkan dengan  text animator, path animation, dan parent. Teknik easing menghasilkan  pergerakan elemen grafis yang lentur dan  mendapatkan kesan realistis dalam sebuah pergerakan sesuai pada kondisi di dunia nyata yang penerapannya menggunakan graph editor dengan mengatur kurva ease untuk menentukan kecepatan awal dan akhir suatu gerakan. Teknik map animation graphic diterapkan untuk membantu memvisualisasikan data statistik geografis menjadi visual peta yang menarik dan lebih mudah dipahami, diterapkan dengan  menganimasikan peta geografis yang digabungkan data geografis berupa geoshape file diaplikasikan  menggunakan plug-in GEOlayer3. Dengan mengeksplorasi motion graphyc dihasilkan sebuah karya dokumenter dengan visualisasi data yang menarik, informatif dan mudah dicerna.
PENGEMBANGAN LAHAN PERUMAHAN KECAMATAN TELUK AMBON BERDASARKAN DAYA DUKUNG Kiriwenno, Ariel Frando; Berhitu, Pieter Thomas; Aswad, Wa Ode S. J.
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.7151

Abstract

This research is motivated by the increasing pressures of development and population growth in Teluk Ambon District, which pose challenges to sustainable settlement planning. The gap between the vast potential land area and the legal issues and uneven distribution necessitates a comprehensive regional capacity analysis. Therefore, this research focuses on analyzing the carrying capacity and carrying capacity of residential land and formulating sustainable development scenarios until 2044. This research uses a descriptive quantitative approach with overlay and scoring methods for carrying capacity analysis, and population projections for carrying capacity analysis. The results show that although the designated residential land area reaches 1,614.08 ha, only 343.45 ha is legally designated and ready for development. Population projections indicate that although the area has an overall surplus, some sub-districts experience a carrying capacity deficit. Of the three scenarios formulated, Scenario II (50% landed houses and 50% flats) is considered the most balanced. It is concluded that housing development in Teluk Ambon District requires an integrative, scenario-based approach that balances land efficiency with community preferences to ensure sustainability. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya tekanan pembangunan dan pertumbuhan penduduk di Kecamatan Teluk Ambon, yang menimbulkan tantangan dalam perencanaan permukiman berkelanjutan. Adanya kesenjangan antara potensi lahan yang luas dengan permasalahan legalitas dan distribusi yang tidak merata mendorong perlunya analisis kapasitas wilayah secara komprehensif. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus untuk menganalisis daya dukung dan daya tampung lahan perumahan serta merumuskan skenario pengembangan yang berkelanjutan hingga tahun 2044. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode overlay dan skoring untuk analisis daya dukung, serta proyeksi penduduk untuk analisis daya tampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun peruntukan lahan perumahan mencapai 1.614,08 ha, hanya 343,45 ha yang berstatus legal dan siap dikembangkan. Proyeksi penduduk mengindikasikan bahwa meskipun secara keseluruhan wilayah ini surplus, beberapa kelurahan mengalami defisit daya tampung. Dari tiga skenario yang dirumuskan, Skenario II (50% rumah tapak dan 50% rumah susun) dinilai paling seimbang. Disimpulkan bahwa pengembangan perumahan di Kecamatan Teluk Ambon memerlukan pendekatan integratif berbasis skenario yang menyeimbangkan efisiensi lahan dengan preferensi masyarakat untuk menjamin keberlanjutan.
KAJIAN KEMAMPUAN LAHAN DALAM MENDUKUNG IMPLEMENTASI RTRW DI KECAMATAN AIRMADIDI Ramadhani, Nur Fitri; Sigar, Brenda Risita; Tulis, Daniel Harvey
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.7152

Abstract

This research is motivated by the strategic position of Airmadidi District as the capital of North Minahasa Regency and a National Activity Center, which faces significant development pressures. The potential for conflict between development needs and environmental conservation in spatial use necessitates land capability analysis to support the sustainable implementation of the Regional Spatial Plan (RTRW). Therefore, this study focuses on analyzing and mapping land capability classes in Airmadidi District based on their biophysical characteristics. This study uses a quantitative approach with overlay and scoring methods based on Geographic Information Systems (GIS) on secondary data, including rainfall, topography, geology, slope gradient, and disaster vulnerability. The results indicate variations in land capability classes. Most areas fall into the moderately high category (class d), suitable for development with attention to mitigation. Areas with very high capability (class e) were identified in Upper Airmadidi, ideal for activity centers. Meanwhile, areas with moderate capability (class c) in Sawangan and Tanggari are more suitable for conservation. It is concluded that spatial planning in Airmadidi District must refer to this land capability map to rationally guide development and prevent environmental degradation. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh posisi strategis Kecamatan Airmadidi sebagai ibu kota Kabupaten Minahasa Utara dan Pusat Kegiatan Nasional, yang menghadapi tekanan pembangunan signifikan. Adanya potensi konflik pemanfaatan ruang antara kebutuhan pembangunan dengan konservasi lingkungan mendorong perlunya analisis kemampuan lahan untuk mendukung implementasi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) secara berkelanjutan. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus untuk menganalisis dan memetakan kelas kemampuan lahan di Kecamatan Airmadidi berdasarkan karakteristik biofisiknya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode overlay dan skoring berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) terhadap data sekunder, meliputi curah hujan, topografi, geologi, kemiringan lereng, dan kerawanan bencana. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi kelas kemampuan lahan. Sebagian besar wilayah masuk dalam kategori agak tinggi (kelas d), yang sesuai untuk pengembangan dengan memperhatikan mitigasi. Wilayah dengan kemampuan sangat tinggi (kelas e) teridentifikasi di Airmadidi Atas, ideal untuk pusat kegiatan. Sementara itu, wilayah berkemampuan sedang (kelas c) di Sawangan dan Tanggari lebih cocok untuk konservasi. Disimpulkan bahwa perencanaan ruang di Kecamatan Airmadidi harus mengacu pada peta kemampuan lahan ini untuk mengarahkan pembangunan secara rasional dan mencegah degradasi lingkungan.
PROSEDUR PEMERIKSAAN CT SCAN KEPALA DENGAN KLINIS STROKE HEMORRHAGIC DI RS PKU MUHAMADIYAH YOGYAKARTA Helmida, Sri Liana; Dewi, Sofie Nornalita; Widyasari, Dina
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.7153

Abstract

This study was motivated by variations in head CT scan protocols for hemorrhagic stroke cases. While general practice uses a 5-8 mm slice thickness, PKU Muhammadiyah Hospital Yogyakarta employs a 2 mm slice thickness, accompanied by hemorrhage volume calculations. This discrepancy between general practice and the specific protocol necessitates an in-depth analysis. Therefore, this study focuses on describing the examination procedure, analyzing the rationale for using a 2 mm slice thickness, and understanding the role of hemorrhage volume calculations. This study employed a qualitative method with a case study approach involving three radiographers, one radiologist, and one patient. Data collection was conducted through observation, interviews, and documentation. The results showed that the procedures implemented were in accordance with theoretical standards. Key findings revealed that the use of a 2 mm slice thickness aims to produce higher image detail, allowing for clearer visibility of intracerebral hemorrhage. Furthermore, automatic hemorrhage volume calculations play a crucial role in determining neurosurgical procedures. It was concluded that this specific protocol is effective for diagnosis and treatment planning, but additional fixation and radiation protection of the ocular lens are recommended to optimize patient safety. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya variasi protokol dalam pemeriksaan CT Scan kepala untuk kasus strok hemoragik, di mana praktik umum menggunakan slice thickness 5-8 mm, sedangkan di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta diterapkan slice thickness 2 mm disertai perhitungan volume perdarahan. Kesenjangan antara praktik umum dengan protokol spesifik ini mendorong perlunya analisis mendalam. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus untuk mendeskripsikan prosedur pemeriksaan, menganalisis alasan penggunaan slice thickness 2 mm, dan mengetahui peran perhitungan volume perdarahan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang melibatkan tiga radiografer, satu dokter spesialis radiologi, dan satu pasien. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur yang diterapkan telah sesuai dengan standar teori. Temuan utama mengungkap bahwa penggunaan slice thickness 2 mm bertujuan untuk menghasilkan detail citra yang lebih tinggi sehingga perdarahan intraserebral dapat terlihat lebih jelas. Selain itu, perhitungan volume perdarahan secara otomatis berperan krusial dalam menentukan tindakan bedah saraf. Disimpulkan bahwa protokol spesifik ini efektif untuk diagnosis dan perencanaan terapi, namun direkomendasikan penambahan fiksasi dan proteksi radiasi pada lensa mata untuk mengoptimalkan keamanan pasien.
ANALISIS KRITIK NORMATIF DAN FENOMENOLOGIS TERHADAP PASAR TRADISIONAL SEBAGAI RUANG PUBLIK STUDI KASUS; PASAR BERSEHATI MANADO Nuchri, Asni Amaliah; Ramadhani, Nur Fitri
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.7154

Abstract

Traditional markets are not merely places of trade but also living spaces where communities interact, share stories, and construct cultural identity. Revitalization programs are often implemented to provide a more modern appearance; however, in practice, many fail to fully address the actual needs of their users. This study focuses on the Bersehati Market in Manado as a case study to examine how government-led revitalization has affected the market’s function as a public space. Employing a qualitative approach, data were collected through field observations, semi-structured interviews with vendors, buyers, and architectural experts, as well as visual documentation. The analysis was conducted using normative criticism, which evaluates aspects of function, aesthetics, social ethics, culture, and sustainability, and phenomenological criticism, which emphasizes the multisensory experiences of users. The findings reveal that the revitalization successfully highlights local cultural identity through a Bentenan-patterned façade. Nevertheless, several critical issues remain unaddressed, including sanitation, circulation, and spatial comfort. From the users’ perspective, the market retains its vibrancy and colorful atmosphere, yet it often proves physically exhausting. Synthesizing the two approaches demonstrates a gap between the market’s modernized appearance and the lived spatial realities that remain problematic. This study underscores the importance of pursuing market revitalization that is not only visually appealing but also inclusive, sustainable, and responsive to the needs of the community. ABSTRAKPasar tradisional tidak hanya menjadi tempat jual beli, tetapi juga ruang hidup tempat masyarakat berinteraksi, berbagi cerita, dan membangun identitas budaya. Revitalisasi pasar sering kali dilakukan untuk memberi wajah baru yang lebih modern, namun kenyataannya banyak yang belum sepenuhnya menjawab kebutuhan nyata para penggunanya. Penelitian ini berfokus pada Pasar Bersehati Manado sebagai obyek studi kasus untuk melihat bagaimana revitalisasi yang dilakukan pemerintah setempat berdampak pada fungsi pasar sebagai ruang publik. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara dengan pedagang, pembeli, pakar arsitektur, serta dokumentasi visual. Analisis dilakukan melalui kritik normatif yang mengkaji penilaian terhadap fungsi, estetika, etika sosial, budaya, dan keberlanjutan, serta kritik fenomenologis yang menekankan pengalaman multisensori pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi berhasil menampilkan identitas budaya lokal lewat fasad bermotif Bentenan. Namun, masih ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan seperti persoalan sanitasi, sirkulasi, dan kenyamanan ruang yang belum terpenuhi. Dari pengalaman pengguna, pasar tetap terasa hidup dan penuh warna, tetapi sering kali melelahkan secara fisik. Sintesis kedua pendekatan ini menunjukkan adanya kesenjangan antara wajah pasar yang tampak modern dengan kenyataan ruang yang masih penuh tantangan. Penelitian ini menegaskan pentingnya menghadirkan revitalisasi pasar yang bukan hanya indah dipandang, melainkan juga ramah, inklusif, dan berkelanjutan bagi masyarakat.