cover
Contact Name
Syarifuddin
Contact Email
syarifmbojo2@gmail.com
Phone
+6285290880751
Journal Mail Official
bimaberilmu@gmail.com
Editorial Address
Jalan Lintas Sumbawa, RT. 009, RW. 003 desa Leu, Bolo, Bima, Nusa Tenggara Barat.
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI)
ISSN : 27972879     EISSN : 27972860     DOI : https://doi.org/10.53299/jppi.v1i1
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) dengan p-ISSN: 2797-2879 dan e-ISSN: 2797-2860 merupakan jurnal pendidikan dan pembelajaran yang menerbitkan artikel hasil kajian teori dan hasil penelitian dibidang pendidikan dan pembelajaran pada satuan pendidikan sekolah dasar, satuan pendidikan sekolah menengah, dan pendidikan tinggi, serta menerbitkan hasil kajian teori dan hasil penelitian dibidang pendidikan non-formal. Untuk mengirim artikel pada JPPI, silahkan sesuaikan dengan template dan ketentuan yang berlaku pada jurnal ini.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 679 Documents
Implementasi Scrapbook Berbasis QR Code pada Materi Kerajaan Islam di Indonesia dalam Pembelajaran IPS Zerlinda Nova Ardelia; Eva Banowati; Fadly Husain
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i3.4763

Abstract

Rendahnya keterlibatan siswa dalam pembelajaran IPS pada materi Kerajaan Islam di Indonesia menjadi permasalahan yang perlu mendapat perhatian, terutama karena keterbatasan media pembelajaran yang mampu menghubungkan materi sejarah yang abstrak dengan realitas digital peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam mengenai implementasi scrapbook berbasis QR code sebagai media pembelajaran interaktif pada materi Kerajaan Islam di Indonesia dalam mata pelajaran IPS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang dilaksanakan di salah satu SMP di kota Semarang pada Februari–April 2026. Subjek penelitian terdiri atas satu guru IPS dan 159 siswa kelas VII. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi scrapbook berbasis QR code berhasil mentransformasi pembelajaran IPS menjadi lebih dinamis. QR code yang terintegrasi dalam scrapbook fisik berfungsi sebagai pintu gerbang menuju konten multimedia (video visualisasi visual kerajaan, pelacakan peta digital, dan replika artefak 3D) yang memperkuat pemahaman tekstual. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa pemanfaatan scrapbook berbasis QR code secara signifikan meningkatkan keterlibatan aktif, motivasi, dan kemampuan imajinasi historis siswa dalam merekonstruksi peristiwa masa lalu Kerajaan Islam di Indonesia.
Interaksi Teman Sebaya Memoderasi Pengaruh Flow Akademik terhadap Prokrastinasi Akademik Siswa SMKN 1 Percut Sei Tuan Yuningsih Yuningsih; Salamiah Sari Dewi; Amanah Surbakti
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i3.4773

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh flow akademik terhadap prokrastinasi akademik dengan interaksi teman sebaya sebagai variabel moderator pada siswa SMKN 1 Percut Sei Tuan. Prokrastinasi akademik merupakan perilaku menunda tugas yang menghambat keberhasilan belajar siswa kejuruan. Perilaku ini dipengaruhi oleh flow akademik, yakni kondisi saat individu terlibat penuh, fokus, dan menikmati aktivitas belajar. Interaksi teman sebaya juga menjadi faktor sosial yang memberi dukungan positif atau pengaruh negatif terhadap kebiasaan belajar. Penelitian kuantitatif dengan metode survei ini melibatkan 171 siswa kelas XI Teknik Otomotif SMKN 1 Percut Sei Tuan. Pengumpulan data menggunakan skala psikologis untuk mengukur flow akademik, interaksi teman sebaya, dan prokrastinasi akademik. Analisis data dilakukan dengan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS) menggunakan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa flow akademik berpengaruh signifikan terhadap interaksi teman sebaya dan prokrastinasi akademik. Selain itu, interaksi teman sebaya terbukti memoderasi hubungan flow akademik dan prokrastinasi akademik. Semakin tinggi flow akademik dan semakin positif interaksi teman sebaya, kecenderungan prokrastinasi akademik akan semakin rendah. Oleh karena itu, sekolah perlu menciptakan lingkungan belajar yang meningkatkan keterlibatan siswa dan membangun interaksi sosial positif.
Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Mobile Learning Mohammad Khoirul Amin; Rina Rusdiawati; Sabariah Sabariah
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i3.4792

Abstract

Perkembangan teknologi digital menuntut adanya inovasi dalam penyediaan bahan ajar yang mampu mendukung proses pembelajaran yang fleksibel, interaktif, dan mudah diakses. Fenomena ini membuat peneliti mengembangkan bahan ajar berbasis mobile learning yang layak, praktis, dan efektif digunakan dalam proses pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan mengadaptasi model ADDIE yang meliputi tahap analisis (analysis), perancangan (design), pengembangan (development), implementasi (implementation), dan evaluasi (evaluation). Subjek penelitian terdiri atas ahli materi, ahli media, guru, dan peserta didik yang terlibat dalam uji coba produk. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket validasi, angket respons pengguna, dan tes hasil belajar. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar berbasis mobile learning yang dikembangkan memperoleh kategori sangat layak berdasarkan penilaian ahli materi dan ahli media. Selanjutnya, respons guru dan peserta didik menunjukkan tingkat kepraktisan yang tinggi dalam penggunaan bahan ajar. Hasil uji efektivitas juga menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar peserta didik setelah menggunakan bahan ajar berbasis mobile learning. Kesimpulan pengembangan bahan ajar yang dikembangkan dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran yang mendukung pembelajaran mandiri, meningkatkan keterlibatan peserta didik, serta memfasilitasi proses belajar yang lebih fleksibel sesuai dengan tuntutan era digital.
Peran Kesadaran terhadap Artificial Intelligence, Persepsi terhadap Artificial Intelligence, dan Motivasi Belajar dalam Meningkatkan Praktik Pembelajaran Inovatif Guru Linda Fauziyah Ariyani; Alim Harun Pamungkas
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i3.4825

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah mengubah berbagai aspek penyelenggaraan pembelajaran dan mendorong guru untuk semakin siap mengintegrasikan teknologi tersebut secara tepat dalam proses pendidikan. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh kesadaran terhadap AI, persepsi terhadap AI, dan motivasi belajar terhadap praktik pembelajaran inovatif yang dilakukan guru. Penelitian dilaksanakan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui desain survei eksplanatori. Sebanyak 501 guru yang berasal dari Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, dan Kota Padang, Sumatera Barat dilibatkan sebagai responden dengan menerapkan teknik sampling jenuh (total sampling). Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner berskala Likert lima tingkat yang telah dinyatakan valid dan reliabel. Data selanjutnya dianalisis melalui regresi linear berganda menggunakan IBM SPSS Statistics 26 setelah memenuhi seluruh prasyarat analisis, meliputi uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan linearitas. Hasil analisis memperlihatkan bahwa kesadaran terhadap AI, persepsi terhadap AI, serta motivasi belajar masing-masing memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap praktik pembelajaran inovatif guru. Pengujian secara simultan juga menunjukkan bahwa ketiga variabel tersebut berkontribusi secara signifikan, dengan motivasi belajar muncul sebagai faktor yang memberikan pengaruh paling besar. Temuan ini mengindikasikan bahwa keberhasilan guru dalam mengembangkan pembelajaran inovatif pada era AI tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan memanfaatkan teknologi, tetapi juga oleh tingkat kesadaran terhadap pemanfaatan AI, persepsi yang positif mengenai teknologi tersebut, serta dorongan untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi profesional. Oleh karena itu, pengembangan profesional guru perlu dirancang secara lebih komprehensif melalui penguatan literasi AI, pembentukan persepsi yang positif dan konstruktif terhadap teknologi, serta pengembangan budaya belajar sepanjang hayat sebagai fondasi transformasi pembelajaran di era digital.
Pengaruh Strategi Scaffolding Reading Experience terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Siswa SD Apriyanto Apriyanto; Noviriani Noviriani; Wiwin Narti
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i3.4854

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Strategi Scaffolding Reading Experience terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa kelas V SD serta besarnya peningkatan yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experiment one-group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 25 siswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui tes pretest dan posttest yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, paired sample t-test, N-Gain, dan effect size. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest dengan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05, serta peningkatan rata-rata skor dari 13,40 menjadi 16,68. Nilai N-Gain sebesar 0,41 berada pada kategori sedang, sedangkan effect size menunjukkan pengaruh yang kuat. Dengan demikian, Strategi Scaffolding Reading Experience terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa sekolah dasar melalui proses pembelajaran yang bertahap dan terarah.
Strategi Guru dalam Membangun Hubungan Afektif Siswa Kelas V di SD Labschool UNNES dengan Pendekatan Mindful Learning Setiawan Hakim Utama; Titi Prihatin
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i3.4859

Abstract

Hubungan afektif antara guru dan siswa merupakan faktor penting yang mendukung keberhasilan pembelajaran di sekolah dasar. Namun, pembelajaran di sekolah masih cenderung berfokus pada aspek kognitif sehingga pengembangan hubungan afektif belum memperoleh perhatian yang optimal. Salah satu pendekatan yang dapat mendukung penguatan hubungan afektif adalah Mindful Learning. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam membangun hubungan afektif siswa kelas V di SD Labschool UNNES serta menganalisis penerapan Mindful Learning dalam mendukung hubungan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek guru dan siswa kelas V. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket siswa, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru membangun hubungan afektif melalui pemberian motivasi dan ice breaking, komunikasi yang terbuka, dukungan emosional, empati, serta penguatan positif. Hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa strategi tersebut menciptakan suasana belajar yang nyaman dan mendorong keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Hasil angket juga menunjukkan bahwa mayoritas siswa memberikan respons positif terhadap hubungan afektif yang terjalin dengan guru. Penerapan Mindful Learning dilakukan melalui kegiatan refleksi, kesadaran napas dan tubuh, fleksibilitas kognitif, serta keterbukaan terhadap pengalaman baru. Penerapan tersebut mendukung pengembangan kesadaran belajar, regulasi emosi, dan interaksi yang lebih empatik antara guru dan siswa. Dengan demikian, Mindful Learning dapat mendukung penguatan hubungan afektif di sekolah dasar.
Higher Order Thinking Skills in Reading Questions on the “My Next Words” English Textbook Hafsha Fadhla Maghfira; Agus Gunawan; Muhammad Rizky Fadhil
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i3.4868

Abstract

In the application of the Merdeka Curriculum, Higher Order Thinking Skills (HOTS) serve as a benchmark for learning competency standards in the classroom, particularly in reading skills. Therefore, this research aims to determine the distribution of Higher Order Thinking Skills (HOTS) and Lower Order Thinking Skills (LOTS) in reading comprehension questions in the “My Next Words” textbook for 6th grade elementary school under the Merdeka Curriculum, based on the Revised Bloom’s Taxonomy. This research employs a qualitative research approach with data analysis using content analysis; the data collected consist of reading questions. Data were collected through document analysis; each reading question identified was then categorized based on the Revised Bloom’s Taxonomy, namely: Recall (C1), Understand (C2), Apply (C3), Analyze (C4), Evaluate (C5), and Create (C6). The data were then categorized based on a checklist analysis table, the frequency and percentage of cognitive levels for each test item were then calculated. The results of this analysis show that out of 36 reading questions, 33 were categorized at level C1 (91.67%), while 3 were classified at level C2 (8.33%). No questions were found at levels C3 through C6. Accordingly, 100% of the reading questions in the book were classified as Lower Order Thinking Skills (LOTS). The results of this research show that the reading questions in the “My Next Words” book under the Merdeka Curriculum focus only on the levels of recalling and explicitly understanding information. Therefore, it is necessary to develop the questions in the book to be Higher-Order Thinking Skills (HOTS)-based in order to support the development of HOTS. So that in the future, it will be clear that HOTS-based questions can help students engage in higher-order thinking.
Pengaruh Interaksi Pendekatan Deep Learning dan Social-Emotional Competence terhadap Pemahaman Konsep Sains Siswa Sekolah Dasar Rika Ayumawarsih; Sarwanto Sarwanto; Deni Zein Tarsidi
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i3.4873

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh interaksi antara penggunaan pendekatan deep learning dan social-emotional competence (SEC) terhadap pemahaman konsep sains siswa sekolah dasar se-Kecamatan Grogol. Pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimental faktorial 2×2 digunakan untuk menganalisis efek interaksi antara dua faktor tersebut. Subjek penelitian terdiri atas 144 siswa kelas V dari empat sekolah dasar negeri di Kecamatan Grogol yang dipilih melalui teknik cluster random sampling. Faktor A adalah pendekatan pembelajaran (deep learning dan pembelajaran diferensiasi) dan Faktor B adalah tingkat SEC (tinggi dan rendah). Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes pemahaman konsep sains berbentuk pilihan ganda beralasan dan kuesioner SEC yang diadaptasi dari kerangka CASEL. Data dianalisis menggunakan Two-Way Analysis of Variance (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi yang signifikan antara pendekatan deep learning dan SEC terhadap pemahaman konsep sains (F = 8.73, p < .05). Siswa dengan SEC tinggi memperoleh manfaat yang lebih besar dari pendekatan deep learning dibandingkan siswa dengan SEC rendah. Temuan ini menegaskan bahwa efektivitas pendekatan deep learning dalam meningkatkan pemahaman konsep sains tidak bersifat seragam, melainkan bergantung pada tingkat SEC yang dimiliki siswa.
Peran Pembelajaran Reflektif dalam Mengelola Fenomena Fear of Missing Out (FoMO) Peserta Didik Yuli Setyawati; Purnomo Purnomo
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i3.4874

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengalaman subjektif peserta didik terkait fomo, memahami makna fomo dalam kehidupan sehari-hari, serta menganalisis peran pembelajaran reflektif dalam membantu peserta didik mengelola kecenderungan fomo. Penelitian menggunakan pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) dengan enam informan peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Tengaran yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi terstruktur kepada enam peserta didik dan satu guru PAI, observasi terhadap proses pembelajaran PAI, serta dokumentasi berupa catatan lapangan. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber (peserta didik dan guru) serta triangulasi teknik (wawancara, observasi, dan dokumentasi), dengan analisis data dilakukan melalui tahapan IPA mulai dari membaca dan membaca ulang (reading and re-reading) hingga penyusunan Group Experiential Themes (GET). Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, fomo dirasakan sebagian besar informan sebagai dorongan yang wajar dan menyenangkan, bukan kecemasan, sehingga lebih sulit disadari dan cenderung muncul saat pembelajaran membosankan. Kedua, fomo tidak berhenti sebagai perasaan tetapi mendorong tindakan nyata yang dilakukan oleh peserta didik, mulai dari meniru konten hingga keputusan belanja yang tidak direncanakan. Ketiga, pembelajaran reflektif terbukti menghasilkan perubahan nyata secara bertahap terhadap cara peserta didik bersikap di media sosial, dengan perubahan yang bersumber dari pemahaman diri peserta didik sendiri. Penelitian lanjutan disarankan untuk memperluas konteks pada mata pelajaran atau jenjang pendidikan lain guna mendalami kontribusi pembelajaran reflektif dalam membantu peserta didik mengelola kecenderungan fomo.
Efektivitas Project Based Learning Berbantuan Media Flashcard AR terhadap Kreativitas dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SD Dwi Budiarti; Tri Joko Raharjo; Bambang Subali; Ellianawati Ellianawati
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i3.4883

Abstract

Pembelajaran abad ke-21 menuntut peserta didik memiliki keterampilan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi sebagai bekal menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat. Dalam implementasi Kurikulum Merdeka, pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di sekolah dasar diarahkan untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi melalui pengalaman belajar yang bermakna dan berpusat pada peserta. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran IPAS di sekolah dasar masih cenderung menggunakan metode konvensional sehingga kreativitas dan kemampuan berpikir kritis siswa belum berkembang secara optimal. Salah satu alternatif pembelajaran yang dapat diterapkan adalah model Project Based Learning (PjBL) yang dipadukan dengan media flashcard berbasis Augmented Reality (AR). Metode penelitian menggunakan literature review dengan menganalisis berbagai artikel ilmiah nasional dan internasional yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan PjBL mampu meningkatkan kreativitas peserta didik melalui aktivitas perencanaan, investigasi, dan penyelesaian proyek. Selain itu, penggunaan flashcard berbasis AR memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan konkret sehingga mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Integrasi PjBL dan flashcard berbasis AR terbukti efektif dalam meningkatkan kreativitas, motivasi belajar, keterlibatan siswa, serta kemampuan berpikir kritis pada pembelajaran IPAS di sekolah dasar.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (3) Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (2) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (1) Vol. 5 No. 4 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (4) Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (3) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (2) Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (1) Vol. 4 No. 4 (2024): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2024 (4) Vol. 4 No. 3 (2024): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2024 (3) Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2024 (2) Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2024 (1) Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), Edisi Juli - Desember 2023 Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), Edisi Januari - Juni 2023 Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), Edisi Juli - Desember 2022 Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), Edisi Januari - Juni 2022 Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), Edisi Juli - Desember 2021 Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), Edisi Januari - Juni 2021 More Issue