cover
Contact Name
Muhammad Muzaini
Contact Email
ucha.2610@gmail.com
Phone
+628114408260
Journal Mail Official
redaksi.jrip@gmail.com
Editorial Address
Education and Talent Development Center of Indonesi (ETDC Indonesia) Office Jalan Bumi 18 Blok A No. 1 Bumi Permata Hijau, Makassar, Indonesia
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran
ISSN : 27761959     EISSN : 27768872     DOI : https://doi.org/10.51574
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran (JRIP) adalah jurnal penelitian dan pengembangan kependidikan yang diterbitkan oleh Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia). Tujuan artikel ini adalah untuk mempublikasikan penelitian atau kajian kritis dibidang kependidikan dengan kualitas terbaik. Fokus Kajian & Ruang Lingkup Inovasi Pembelajaran Riset Pembelajaran Lesson Study Evaluasi Pembelajaran STE(A)M (Science, Technology, Enginering, Art, And Mathematics) Kemampuan Berpikir Siswa Learning Disability
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 34 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2025): May-August 2025" : 34 Documents clear
Strategi Kepala Sekolah SMA Negeri Kabupaten Luwu Dalam Mewujudkan Sekolah Berkarakter Susi, Susi; Alimuddin, Alimuddin; Thaha, Hisban
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025): May-August 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v5i2.2831

Abstract

Krisis moral, rendahnya kedisiplinan, dan meningkatnya perilaku negatif di kalangan peserta didik menuntut sekolah tidak hanya berperan sebagai lembaga pengembangan akademik, tetapi juga sebagai pusat pembentukan karakter. Pemerintah Indonesia telah menegaskan pentingnya pendidikan karakter melalui UU No. 20 Tahun 2003 dan Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Dalam konteks ini, kepala sekolah memiliki peran strategis dalam menciptakan budaya sekolah yang berkarakter. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi kepala sekolah dalam mewujudkan sekolah berkarakter serta menganalisis faktor pendukung dan penghambatnya di SMA Negeri 15 Kabupaten Luwu. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepala sekolah dilakukan melalui tiga tahap: perencanaan (perumusan visi-misi bersama guru dan orang tua), pelaksanaan (program 5S, kegiatan ibadah rutin, pembinaan rohis, perayaan Natal, dan kegiatan sosial), serta evaluasi (briefing mingguan). Faktor pendukung mencakup sinergi antar pemangku kepentingan sekolah dan sarana prasarana yang memadai, sedangkan penghambatnya meliputi rendahnya motivasi belajar, masalah keluarga, pengaruh lingkungan negatif, rendahnya partisipasi masyarakat, dan latar belakang siswa yang beragam. Penelitian dilakukan di satu sekolah sehingga generalisasi terbatas. Temuan ini dapat menjadi rujukan bagi kepala sekolah lain dalam merancang strategi pembentukan budaya sekolah berkarakter. Penelitian ini memberikan pemetaan komprehensif tentang strategi kepala sekolah yang mengintegrasikan pendekatan manajemen strategis dan teori ekologi perkembangan dalam pendidikan karakter.
Eksplorasi Konsep Bilangan Dalam Al-Qur’an Sebagai Konteks Dalam Pembelajaran Matematika Rina, Nisrina Apriani; Kusaeri, Al; Negara, Habibi Ratu Perwira
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025): May-August 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v5i2.3009

Abstract

Pembelajaran matematika di lingkungan pendidikan Islam sering mengalami kesenjangan epistemologis dengan nilai-nilai keislaman, sehingga menimbulkan krisis relevansi bagi siswa. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi ayat-ayat Al-Qur’an yang memuat konsep bilangan, menganalisis nilai-nilai matematis yang terkandung, serta merumuskan relevansinya dalam pengembangan pembelajaran matematika berbasis nilai-nilai Islam. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis isi terhadap teks Al-Qur’an, penelitian ini menganalisis 149 ayat dari 59 surah yang secara eksplisit menyebutkan bilangan. Data dianalisis secara tematik berdasarkan jenis bilangan, konteks ayat, dan nilai pendidikan karakter, serta divalidasi melalui triangulasi sumber dengan tafsir dan literatur relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bilangan dalam Al-Qur’an tidak hanya menyampaikan makna kuantitatif, tetapi juga merefleksikan prinsip keteraturan, keadilan, kesabaran, dan rasa syukur. Temuan ini mengungkap potensi ayat-ayat bilangan sebagai konteks pembelajaran matematika, misalnya operasi perkalian dari QS. Al-Baqarah:261 dan pecahan dari QS. An-Nisa’:11–12, yang dapat diintegrasikan melalui model Realistic Mathematics Education (RME) untuk menghubungkan konsep matematis dengan nilai spiritual. Penelitian ini memiliki keterbatasan karena belum diuji secara empiris di kelas, sehingga diperlukan studi lanjutan untuk mengukur efektivitas penerapannya. Secara praktis, hasil penelitian dapat menjadi dasar pengembangan modul ajar, soal kontekstual, dan pelatihan guru untuk pembelajaran matematika berbasis Al-Qur’an di madrasah dan sekolah Islam. Kebaruan penelitian ini terletak pada klasifikasi sistematis ayat-ayat bilangan, elaborasi nilai matematis dan karakter, serta aplikasinya dalam strategi pembelajaran, yang berfungsi sebagai jembatan antara sains dan spiritualitas dalam pendidikan matematika.
Pengembangan Media Pembelajaran “SEPED” untuk Mendorong Keterampilan Visual Dalam Desain Interior dan Eksterior Azis, Septiyan Nur; Nuris, Dudung Ma’ruf; Basuki, Yoyok Rahayu; Sarda, Muh
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025): May-August 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v5i2.3062

Abstract

Kualitas pembelajaran desain dalam pendidikan kejuruan sangat dipegaruhi oleh pemilihan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik mata pelajaran dan kebutuhan siswa. Di SMK Nasional Malang, rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Desain Interior dan Eksterior menunjukkan ketidaksesuaian metode pembelajaran konvensional yang diterapkan dengan kebutuhan siswa dalam mengembangkan keterampilan visual dan pemahaman spasial. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran digital bernama SEPED (Sistem Edukasi Desain) berbasis platform Padlet, yang dirancang untuk meningkatkan hasil belajar dan kreativitas siswa. Metode yang digunakan adalah R&D dengan model ADDIE. Subjek penelitian adalah 20 siswa kelas XI DPIB yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi lembar wawancara, lembar validasi ahli, soal pretest-posttest, dan kuesioner respon siswa. Data dianalisis secara kuantitatif menggunakan statistik deskriptif, paired sample t-test, analisis N-Gain untuk mengukur efektivitas media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media SEPED memperoleh penilaian “sangat layak” dari ahli materi dan ahli media dengan skor rata-rata 87.50%. Hasil belajar siswa meningkat signifikan dengan rata-rata nilai posttest sebesar 82, dibandingkan pretest sebesar 60, dan N-Gain sebesar 0,52 (kategori sedang). Respon siswa terhadap media menunjukkan kepraktisan dan daya tarik tinggi dengan persentase rata-rata 86,25%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media SEPED efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa dan memberikan pengalaman belajar yang lebih kreatif serta berbasis visual. Temuan ini menunjukkan pentingnya penggunaan media digital berbasis kolaboratif dalam pembelajaran di pendidikan kejuruan, terutama dalam visualisasi konsep desain interior dan eksterior. Kontribusi utama penelitian ini adalah pengembangan media Padlet untuk mendukung pembelajaran berbasis proyek dan visualisasi digital dalam konteks kejuruan. Selain meningkatkan pemahaman, media ini juga mendorong keterampilan kolaborasi dan kreativitas siswa. Temuan ini merekomendasikan SEPED sebagai alternatif pembelajaran desain berbasis proyek di SMK dan institusi serupa.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe JIGSAW untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas X Pada Elemen Ilmu Bahan di SMKN 11 Kota Malang 'Aulia, Diah Nurlita; Sugandi, R Machmud; Malikha, Siti
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025): May-August 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v5i2.3068

Abstract

Pendidikan abad ke-21 menuntut model pembelajaran yang mendorong kolaborasi, komunikasi, kreativitas, dan berpikir kritis. Namun, pembelajaran konvensional di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) cenderung membuat siswa pasif dan kurang termotivasi. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw guna meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas X DPIB pada mata pelajaran Ilmu Bahan di SMKN 11 Kota Malang. Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dua siklus dengan subjek 32 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas guru dan siswa, serta posttest berbasis soal HOTS. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif untuk menilai peningkatan motivasi dan ketuntasan belajar. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam motivasi dan hasil belajar. Pada siklus I, 62% siswa mencapai kategori hasil belajar tinggi, meningkat menjadi 78% pada siklus II. Aktivitas kolaboratif seperti diskusi kelompok, presentasi, dan saling mengajar antar siswa meningkatkan partisipasi aktif, rasa tanggung jawab, serta kepercayaan diri. Penelitian terbatas pada satu kelas dan dua siklus pembelajaran sehingga generalisasi masih perlu diuji pada konteks, mata pelajaran, dan jenjang yang berbeda. Model jigsaw dapat diadaptasi oleh guru SMK untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, menyenangkan, dan relevan dengan kebutuhan vokasi. Penelitian ini memberikan kontribusi baru dengan menerapkan jigsaw pada pembelajaran Ilmu Bahan di SMK bidang konstruksi. Selain meningkatkan motivasi, model ini juga memperkuat soft skills seperti kerja sama, komunikasi, dan rasa tanggung jawab yang penting bagi kesiapan kerja siswa.
Penerapan Pembelajaran Sketchup Berbasis Augmented Reality untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas XI DPIB SMKN 11 Malang Galih, Fakhrizal Darma; Sugandi, R Machmud; Malikha, Siti
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025): May-August 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v5i2.3071

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di SMKN 11 Malang pada jurusan Desain Permodelan dan Informasi Bangunan (DPIB), khususnya pada elemen Konstruksi Utilitas Gedung (KUG). Peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami serta mengenali bagian-bagian bangunan beserta fungsinya, yang disebabkan oleh kurang efektifnya metode pembelajaran sebelumnya yang masih didominasi oleh metode ceramah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keaktifan dan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah diberikan perlakuan melalui penerapan metode Pembelajaran Interaktif menggunakan SketchUp berbasis Augmented reality (Assemblr). Penelitian Tindakan Kelas (PTK) digunakan pada penelitian ini dan dilakukan pada satu kelas sebanyak 28 orang. Uji paired sample t-test digunakan untuk analisis dengan membandingkan rata-rata skor post-test 1 dan post-test 2. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dengan nilai Sig 0,001 yang mengindikasikan bahwa penggunaan metode Pembelajaran Interaktif menggunakan SketchUp dan teknologi Augmented reality (Assemblr) memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan keaktifan dan hasil belajar siswa. Implikasi dari hasil temuan ini adalah bahwa integrasi teknologi interaktif dalam pembelajaran, khususnya pemanfaatan perangkat lunak pemodelan 3D dan AR, dapat menjadi alternatif efektif untuk menggantikan metode konvensional seperti ceramah. Hal ini memberikan peluang bagi guru untuk merancang strategi pembelajaran yang lebih menarik, kontekstual, dan mampu meningkatkan keterlibatan serta pemahaman siswa secara visual dan praktis. Dengan demikian, hasil ini dapat dijadikan dasar untuk pengembangan model pembelajaran serupa di mata pelajaran teknik lainnya dalam pendidikan kejuruan.
Efektivitas Asesmen Berbasis Inkuiri Dalam Memperkuat Kemandirian dan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar Diana, Rizki; Muniroh, Siti Mumun
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025): May-August 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v5i2.3116

Abstract

Praktik asesmen di sekolah dasar sering berfokus pada reproduksi pengetahuan sehingga kurang mendorong kemandirian dan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Asesmen berbasis inkuiri memberikan peluang bagi siswa untuk secara aktif membangun pengetahuan, bertanggung jawab atas proses belajarnya, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas asesmen berbasis inkuiri dalam meningkatkan kemandirian dan berpikir kritis siswa kelas IV sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimen dengan pretest–posttest control group. Subjek penelitian adalah 26 siswa kelas IV yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol (masing-masing 13 siswa). Kelompok eksperimen memperoleh asesmen berbasis inkuiri selama enam minggu, sedangkan kelompok kontrol menggunakan asesmen konvensional. Data dikumpulkan melalui rubrik kemandirian yang tervalidasi, tes berpikir kritis (10 butir soal), observasi kelas, serta wawancara siswa. Data kuantitatif dianalisis menggunakan uji t dan N-gain, sedangkan data kualitatif dianalisis secara tematik sebagai triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kemandirian (N-gain = 0,65 vs. 0,28) dan berpikir kritis (N-gain = 0,58 vs. 0,31) pada kelompok eksperimen dibandingkan kelompok kontrol (p < 0,001). Observasi dan wawancara menguatkan temuan bahwa siswa menjadi lebih mandiri, percaya diri dalam pengambilan keputusan, serta menunjukkan penalaran yang lebih baik dalam pemecahan masalah. Penelitian dilakukan pada sampel kecil di satu sekolah sehingga generalisasi terbatas. Penelitian lanjutan perlu melibatkan sampel lebih besar dan meninjau keberlanjutan efek dalam jangka panjang. Asesmen berbasis inkuiri dapat diintegrasikan ke pembelajaran sekolah dasar untuk menumbuhkan kemandirian dan berpikir kritis, serta memberi guru strategi evaluasi formatif yang aplikatif. Penelitian ini memberikan bukti empiris mengenai peran pendekatan asesmen dalam membentuk kemandirian dan berpikir kritis siswa sekolah dasar, sekaligus menegaskan asesmen sebagai sarana pembelajaran, bukan sekadar evaluasi.
Penerapan Metode Tutor Sebaya untuk Meningkatkan Kemampuan Dasar Pemodelan Menggunakan Sketchup Pada Pembelajaran KJJ Siswa SMK Walladina, Dini Asa; Sugandi, R. Machmud; Malikha, Siti
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025): May-August 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v5i2.3120

Abstract

Pendidikan kejuruan menuntut siswa memiliki keterampilan teknis yang relevan dengan kebutuhan industri, termasuk kemampuan pemodelan 3D pada mata pelajaran Konstruksi Jalan dan Jembatan (KJJ). Namun, pembelajaran di SMK sering menghadapi kendala seperti rendahnya partisipasi siswa, keterbatasan penguasaan perangkat lunak pemodelan, dan kurangnya pendampingan individual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode tutor sebaya dalam meningkatkan kemampuan siswa menggambar objek 3D menggunakan SketchUp, sekaligus mengevaluasi keterlaksanaan pembelajaran pada mata pelajaran KJJ. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dalam dua siklus, melibatkan 29 siswa kelas XI DPIB SMKN 11 Malang. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas belajar, pretest, dan posttest, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan paired sample t-test dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil menunjukkan data posttest I (sig. 0,079) dan posttest II (sig. 0,250) terdistribusi normal. Rata-rata nilai meningkat dari 79,80 pada posttest I menjadi 85,00 pada posttest II, dengan nilai signifikansi 0,000 (<0,05), menunjukkan adanya peningkatan signifikan kemampuan siswa menggambar 3D menggunakan SketchUp. Penelitian terbatas pada satu mata pelajaran dan satu kelas sehingga perlu replikasi pada konteks dan jenjang berbeda untuk memperkuat generalisasi. Metode tutor sebaya dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan interaksi, kolaborasi, dan penguasaan keterampilan teknis pada pembelajaran berbasis praktik. Studi ini memperluas temuan sebelumnya dengan mengkaji implementasi metode tutor sebaya secara spesifik pada mata pelajaran KJJ, yang belum pernah diteliti sebelumnya, serta membuktikan efektivitasnya secara empiris.
Derivasi Verba Deadjektiva Pada Website Google Sites MA Arifah Gowa Mono, Nur Zaim; Syamsudduha, Syamsudduha; Maman, Mayong
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025): May-August 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v5i2.3169

Abstract

Dalam bahasa Indonesia, proses derivasi merupakan salah satu mekanisme utama pembentukan kata yang mengubah kategori leksikal dan makna gramatikal, salah satunya adalah derivasi verba deadjektiva, yaitu pembentukan verba dari adjektiva melalui afiksasi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk, proses morfologis, dan makna gramatikal derivasi verba deadjektiva yang terdapat pada konten website Google Site MA Arifah Gowa. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan landasan teori morfologi struktural, data berupa kosakata yang mengalami derivasi verba deadjektiva dikumpulkan melalui teknik simak dan catat dari konten website selama April–Mei 2025. Analisis dilakukan dengan metode agih, disajikan secara formal melalui tabel dan secara informal melalui uraian naratif, sedangkan validitas data dijamin melalui triangulasi, member check, peer debriefing, dan kecukupan referensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 19 kosakata yang mengalami derivasi verba deadjektiva melalui afiksasi ber-, me- (dengan variasi meng-, men-, mem-), di-, dan ter-. Proses tersebut mengubah adjektiva menjadi verba aktif atau pasif dengan penyesuaian morfofonemik serta perubahan makna gramatikal sesuai fungsi afiks yang digunakan. Penelitian ini terbatas pada satu sumber data dan tidak menganalisis frekuensi maupun persebaran kata secara kuantitatif. Secara praktis, temuan dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran bahasa Indonesia, khususnya materi morfologi, serta memberikan gambaran penggunaan bahasa formal di media digital pendidikan. Kebaruan penelitian ini terletak pada kajian derivasi verba deadjektiva pada media digital sekolah dengan mengaitkan proses morfologis, perubahan kategori kata, dan fungsi komunikatif dalam konteks nyata.
Efektivitas Metode Drill Dalam Meningkatkan Keterampilan Kesenian Tari Tradisional Minangkabau Pada Siswa Disabilitas Intelektual Ringan Luthvia, Fitrah; Budi, Setia; Kusumastuti, Grahita; Handayani, Endang Sri
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025): May-August 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v5i2.3287

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh problematika yang didapati di SLB Negeri 1 Ampek Angkek, yaitu seorang siswa disabilitas intelektual yang pencapaian kemampuan belum optimal dalam mengembangkan keterampilan kesenian tarinya.  Penenelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode drill dalam mengoptimalkan keterampilan kesenian tari tradisional pada siswa disabilitas intelektual ringan.Studi ini menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan penelitian subjek tunggal (Single Subject Research) yang menerapkan desain A-B-A. Analisis data dilakukan dengan pendekatan visual yang disajikan melalui grafik, sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi yang disertai berbasis praktik. Penelitian ini melibatkan seorang siswa kelas V di SLB Negeri 1 Ampek Angkek yang memiliki disabilitas intelektual ringan sebagai subjek. Data diperoleh dari analisis sebanyak 14 kali pertemuan yang terbagi ke dalam tiga fase, yaitu baseline awal (A1), intervensi (B), dan baseline akhir (A2). Hasil penelitian pada fase baseline awal (A1), data menunjukkan konsistensi dengan persentase kemampuan 33,33% pada 3 kali sesi pengamatan. Selanjutnya, selama fase intervensi terjadi peningkatan kemampuan bertahap yang ditunjukkan melalui persentase 40%, 44,44%, 48,88%, 60%, 64,44%,  77,77%, 77,77%, dan 77,77%. Setelah intervensi dihentikan, fase baseline kedua (A2) tetap menunjukan hasil yang tinggi dan stabil dengan persentase sebesar 86,66% pada 3 kali pengamatan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode drill memberikan kontribusi terhadap peningkatan kemampuan siswa dengan disabilitas intelektual dalam seni tari piring. Implikasi dari temuan ini menunjukkan bahwa metode drill dapat diterapkan sebagai pendekatan pembelajaran di Sekolah Luar Biasa, karena pengulangan terstruktur yang diterapkan mampu meningkatkan konsistensi gerak pada siswa berkebutuhan khusus.
Kompetensi Strategis Mahasiswa Calon Guru Dalam Pembuktian Limit Berdasarkan Gender dan Kemampuan Matematika Syukriani, Andi; Rusli, Rusli; Saputra, Andika
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025): May-August 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v5i2.3307

Abstract

Kemampuan pembuktian formal limit merupakan keterampilan esensial bagi mahasiswa calon guru matematika karena terkait erat dengan pemahaman konsep, penalaran logis, dan kesiapan mengajar, namun variasi kompetensi strategis mahasiswa dipengaruhi oleh faktor internal seperti gender dan tingkat kemampuan matematika. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi strategi mahasiswa dalam memformulasi, merepresentasi, dan memecahkan pembuktian limit berdasarkan gender dan kemampuan matematika. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan 12 mahasiswa program studi pendidikan matematika yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan gender (laki-laki dan perempuan) dan kemampuan matematika (tinggi, sedang, rendah). Data diperoleh melalui observasi pengerjaan soal pembuktian limit, lembar observasi, dan dokumentasi, dengan validasi triangulasi sumber dan kecukupan referensi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa berkemampuan tinggi, baik laki-laki (LT) maupun perempuan (PT), menggunakan definisi formal limit secara tepat hingga menentukan δ dan menyajikan representasi simbol serta gambar, tetapi tidak menyelesaikan pembuktian formal secara menyeluruh. Mahasiswa berkemampuan sedang (LS dan PS) menggunakan definisi yang tidak lengkap; PS cenderung menambahkan representasi visual, sedangkan LS hanya menyajikan simbol. Mahasiswa berkemampuan rendah (LR dan PR) cenderung menggunakan strategi yang jauh dari konsep formal limit, berfokus pada penyederhanaan fungsi tanpa pembuktian yang tepat. Temuan ini mengindikasikan bahwa perempuan, khususnya pada kelompok kemampuan sedang, lebih banyak menggunakan visualisasi dibanding laki-laki. Penelitian ini terbatas pada topik limit dan tidak mengukur perbedaan secara kuantitatif, namun hasilnya dapat menjadi dasar pengembangan pembelajaran yang menekankan kelengkapan pembuktian formal dan adaptasi strategi pengajaran sesuai kecenderungan gender dan tingkat kemampuan.

Page 1 of 4 | Total Record : 34