cover
Contact Name
Muhammad Muzaini
Contact Email
ucha.2610@gmail.com
Phone
+628114408260
Journal Mail Official
redaksi.jrip@gmail.com
Editorial Address
Education and Talent Development Center of Indonesi (ETDC Indonesia) Office Jalan Bumi 18 Blok A No. 1 Bumi Permata Hijau, Makassar, Indonesia
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran
ISSN : 27761959     EISSN : 27768872     DOI : https://doi.org/10.51574
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran (JRIP) adalah jurnal penelitian dan pengembangan kependidikan yang diterbitkan oleh Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia). Tujuan artikel ini adalah untuk mempublikasikan penelitian atau kajian kritis dibidang kependidikan dengan kualitas terbaik. Fokus Kajian & Ruang Lingkup Inovasi Pembelajaran Riset Pembelajaran Lesson Study Evaluasi Pembelajaran STE(A)M (Science, Technology, Enginering, Art, And Mathematics) Kemampuan Berpikir Siswa Learning Disability
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 650 Documents
Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Sari, Diana; Amin, Alfauzan; Dewi, Desy Eka Citra
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2024): May-August 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v4i2.1578

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan evalusi implementasi kurikulum merdeka pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pakerti di SMAN 3 Kota Bengkulu. Metode penelitian ini menggunakan jenis kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan secara deskriptif kualitatif. Penelitian ini melibatkan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. Perencanaan pembelajaran pada kurikulum merdeka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pakerti di SMAN 3 Kota Bengkulu sudah menggunakan perangkat kurikulum merdeka, yaitu; a) Membuat capaian pembelajaran (CP) b) Membuat alur tujuan pembelajaran c) Membuat modul ajar d) Melakukan projek profil pancasila, pembuatan teh kombucha dan pembuatan taman sekolah. Pembuatan bahan ajar ini difasilitasi oleh sekolah, melalui in house training (IHT) di sekolah, kegiatan musyawarah guru mata pelajaran (MGMP), dan belajar mandiri di platform merdeka mengajar (PMM) 2. Pelaksanaan kurikulum merdeka pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pakerti di SMAN 3 Kota Bengkulu telah melaksanakan pembelajaran dengan a) Kegiatan pendahuluan b) Kegiatan inti c) Kegiatan penutup 3. Evaluasi kurikulum merdeka pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pakerti di SMAN 3 Kota Bengkulu yaitu menggunakan; a) Assessment diagnostik b) Assessment formatif dan c) Assessment sumatif. Dapat disimpulkan bahwa implementasi kurikulum merdeka pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pakerti di SMAN 3 Kota Bengkulu telah berjalan dengan baik, meskipun masih ada ruang untuk perbaikan terutama dalam hal penyempurnaan bahan ajar dan teknik evaluasi yang lebih efektif
Analisis Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Mahasiswa dalam Menyelesaikan Soal Pemecahan Masalah Matematika pada Mata Kuliah Kalkulus Peubah Banyak Budiarti, Marlinda Indah Eka; Kahar, Muhammad Syahrul; Jotlely, Eline Makdalena
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2024): May-August 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v4i2.1599

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan berpikir tingkat tinggi mahasiswa dalam menyelesaikan soal-soal pemecahan masalah pada materi kalkulus peubah banyak pada tingkat menganalisis (C4), mengevaluasi (C5), dan mencipta (C6). Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester III yang berjumlah 16 mahasiswa. Metode pengumpulan data yang digunakan mencakup instrumen tes berupa soal tes dan instrumen non-tes berupa wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis tes dan analisis wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan berpikir tingkat tinggi berada pada kategori sedang dengan persentase 75%. Analisis keterampilan berpikir tingkat tinggi dalam kategorinya adalah: (1) kategori tinggi sebanyak 2 mahasiswa (12,5%), (2) kategori sedang sebanyak 12 mahasiswa (75%), dan (3) kategori rendah sebanyak 2 mahasiswa (12,5%). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa keterampilan berpikir tingkat tinggi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sorong, khususnya Program Studi Pendidikan Matematika, masih berada pada kategori sedang. Hasil penelitian ini memberikan informasi bahwa meskipun sebagian besar mahasiswa berada pada kategori sedang dalam keterampilan berpikir tingkat tinggi, hanya sedikit yang berada pada kategori tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat kebutuhan untuk meningkatkan strategi pembelajaran dan pendekatan pedagogis yang dapat mendorong pengembangan HOTS secara lebih efektif di kalangan mahasiswa. Kontribusi dari penelitian ini juga dapat menjadi acuan bagi pengembangan kurikulum dan metode pengajaran yang lebih fokus pada peningkatan kemampuan berpikir analitis (C4), evaluatif (C5), dan kreatif (C6) mahasiswa. Dengan demikian, hasil ini penting bagi para pendidik dan pengelola program studi untuk merancang intervensi pendidikan yang lebih tepat sasaran guna meningkatkan kualitas pemahaman dan keterampilan berpikir mahasiswa, khususnya di Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Sorong.
Pengembangan Media Pembelajaran Video Interaktif Berbantuan Aplikasi Geogebra Pada Materi Dimensi Tiga Kelas XII Makatuu, Risti Adinda; Sulangi, Victor R; Pitoy, Cory
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2024): May-August 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v4i2.1607

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan dalam pendidikan matematika yang diidentifikasi dari berbagai sudut pandang, salah satunya adalah kurangnya pemanfaatan bahan ajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyediakan materi pendidikan yang valid, praktis, dan efektif untuk materi dimensi tiga kelas XII. Materi tersebut akan berbentuk film interaktif dengan memanfaatkan program Geogebra. Penelitian ini melibatkan pemanfaatan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) pada jenis metode penelitian dan pengembangan (R&D). Penilaian ahli media menghasilkan persentase validitas sebesar 94,66%, sedangkan penilaian ahli materi menghasilkan tingkat validitas sebesar 92,08% dengan kategori sangat valid. Kepraktisan media dinilai sebesar 90,66% oleh guru dan 94,6% oleh siswa, keduanya masuk dalam kategori “sangat baik”. Media pembelajaran yang dikembangkan telah berhasil memenuhi kriteria efektif, dibuktikan dengan persentase siswa yang mencapai ketuntasan belajar klasikal sebesar 80% atau lebih. Hal ini menunjukkan bahwa setidaknya 75% siswa berhasil menyelesaikan pembelajarannya dengan menggunakan media pembelajaran yang disediakan. Secara keseluruhan media video pembelajaran yang dikembangkan dinilai valid, praktis, dan sangat efektif untuk melaksanakan pembelajaran matematika dimensi tiga. Dengan validitas tinggi yang diverifikasi oleh para ahli, kepraktisan dalam penggunaannya oleh guru dan siswa, serta efektivitas dalam meningkatkan ketuntasan belajar siswa, media ini menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis video dapat secara drastis meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa. Ini juga memungkinkan pembelajaran yang lebih fleksibel dan mandiri, di mana siswa dapat belajar sesuai dengan kecepatan mereka sendiri. Secara keseluruhan, media ini memberikan kontribusi penting dalam memodernisasi metode pengajaran dan meningkatkan kualitas pendidikan matematika di sekolah.
Penerapan Model Problem-Based Learning Berbantuan Alat Peraga Roda Berputar Pada Materi Kubus Sasamira, Indriyani; Mangobi, James U L.; Manurung, Ontang
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2024): May-August 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v4i2.1608

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan menggunakan model problem based learning berbantuan alat peraga dan model problem based learning tanpa bantuan alat peraga pada materi kubus. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain posttest only-control group design. Subjek penelitian adalah siswa kelas 8B dan siswa kelas 8C SMP Negeri 3 Tondano. Hasil menunjukkan bahwa diperoleh dan untuk dan . Sehingga dengan demikian berdasarkan kriteria pengujian, jika maka tolak , artinya rata-rata hasil belajar siswa yang diajar menggunakan model PBL berbantuan alat peraga roda berputar lebih dari rata-rata hasil belajar siswa yang diajar menggunakan model PBL tanpa bantuan alat peraga. Implikasi dari hasil penelitian ini bahwa penggunaan model problem based learning (PBL) berbantuan alat peraga roda berputar dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi kubus dibandingkan dengan penggunaan model PBL tanpa bantuan alat peraga. Temuan ini mengindikasikan bahwa alat peraga roda berputar dapat membantu siswa dalam memahami konsep-konsep yang terkait dengan kubus secara lebih baik, sehingga meningkatkan pencapaian mereka dalam pembelajaran tersebut. Hal ini relevan sebagai pertimbangan dalam pengembangan metode pembelajaran yang lebih efektif di sekolah.
Studi Komparasi Hasil Belajar Teorema Pythagoras Siswa yang Diajarkan Menggunakan Model Problem-Based Learning dengan Direct Instruction Bangki, Nindy Titania; Mangobi, James U.L.; Kaunang, Derel Filandy
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2024): May-August 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v4i2.1609

Abstract

Kurangnya pemahaman siswa disebabkan oleh pendekatan pembelajaran dalam pengajaran Teorema Pythagoras, yang masih didominasi pengajaran yang berpusat pada guru daripada pengajaran yang berpusat pada siswa. Penelitian eksperimen dilakukan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara kelas yang diajar dengan model Problem-Based Learning dengan kelas yang diajar dengan metodologi Direct Instruction. Subyek penelitian terdiri dari dua kelas homogen, masing-masing dengan 15 siswa. Satu kelas ditetapkan sebagai kelompok eksperimen, sedangkan kelas lainnya dijadikan sebagai kelompok kontrol. Data tersebut digunakan untuk menilai tingkat kompetensi yang dicapai melalui ujian akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang diajar dengan model Problem-Based Learning mempunyai rata-rata hasil belajar sebesar 80,33, sedangkan siswa yang diajar dengan model Direct Instruction memperoleh rata-rata hasil belajar sebesar 69,00. Pengujian hipotesis penelitian dengan menggunakan Uji Beda Rata-rata Dua Kelompok Tidak Berpasangan menunjukkan bahwa siswa yang memperoleh pembelajaran melalui model Problem Based Learning menunjukkan hasil belajar yang lebih besar dibandingkan dengan siswa yang memperoleh pembelajaran melalui model Direct Teaching.
Meta Analisis: Pengaruh Pembelajaran Berbantuan Geogebra Terhadap Pemahaman Konsep Matematika Langi, Rafael Kaleb; Tumalun, Nicky Kurnia; Regar, Vivian Eleonora
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2024): May-August 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v4i2.1610

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas pembelajaran berbantuan geogebra terhadap pemahaman konsep matematika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif menggunakan meta analisis. Meta analisis digunakan untuk mengukur ukuran efek dari setiap studi yang dikumpulkan. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh pembelajaran berbantuan geogebra terhadap pemahaman konsep matematika memiliki hasil yang positif, dengan ukuran efek sebesar 0,854 masuk pada kategori Large Effect berdasarkan interpretasi Cohen. Berdasarkan jenjang pendidikan, ukuran efek yang diperoleh SMA/SMK yaitu 1,191 dan ukuran efek yang diperoleh SMP yaitu 0,709. Berdasarkan model pembelajaran yang digunakan, model pembelajaran Problem Based Learning menunjukkan hasil paling tinggi yaitu 1,041. Selanjutnya berdasarkan materi yang diberikan, geometri pada jenjang pendidikan SMA/SMK memperoleh nilai ukuran efek paling tinggi yaitu sebesar 1,519. Dari temuan yang diperoleh model pembelajaran Problem Based Learning terbukti efektif jika digabungkan dengan Geogebra. Oleh karena itu, disarankan untuk menerapkan Geogebra dalam proses pembelajaran matematika untuk mengoptimalkan pemahaman siswa.
Deskripsi Pemahaman Konsep Matematika Siswa Kelas VII SMP Ditinjau Dari Gaya Belajar Auditori Takdirmin, Takdirmin; Syamsuadi, Ahmad; Mahmud, Randy Saputra; Quraisy, Quraisy; Qadri, Ikhbariati Kautsar
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2024): May-August 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v4i2.1611

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan pemahaman konsep matematika dengan gaya belajar auditori pada siswa kelas VII SMP. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sebelum menentukan subjek terlebih dahulu diberikan angket gaya belajar, kemudian setelah diperoleh gaya belajar auditori siswa diberikan soal pemahaman konsep matematika materi bilangan bulat. Setelah itu peneliti memilih satu orang siswa yang memiliki gaya belajar auditori yang memperoleh nilai terbaik dari tes kemampuan pemahaman konsep matematika materi bilangan bulat tersebut dan dengan hasil diskusi dari guru terhadap siswa yang bisa diajak berkomunikasi secara baik ketika diwawancarai. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, angket gaya belajar, tes kemampuan pemahaman konsep, dan wawancara. Teknik analisis data pada penelitian ini yaitu: kondensasi data, penyajian data, verifikasi data, dan penarikan kesimpulan dan menggunakan triangulasi data. Adapun indikator kemampuan pemahaman konsep yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: menyatakan ulang sebuah konsep, mengklasifikasikan objek-objek menurut sifat-sifat tertentu (sesuai dengan konsepnya), memberikan contoh dan bukan contoh dari konsep, menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis, dan siswa mampu menggunakan, memanfaatkan, dan memilih operasi atau prosedur tertentu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa dengan gaya belajar auditorial dalam menyelesaikan soal pemahaman konsep matematika siswa mampu menyatakan ulang sebuah konsep, mampu mengklasifikasikan objek-objek menurut sifat-sifat tertentu, dan mampu memberikan contoh dan bukan contoh pada materi bilangan bulat. Sehingga dapat disimpulkan bahwa subjek hanya mampu menjawab soal dengan memenuhi tiga indikator dari lima indikator kemampuan pemahaman konsep matematika. Dengan adanya hasil penelitian ini bisa menjadi suatu rujukan dalam pembelajaran matematika bahwasanya konsep matematika sangat penting dan berpengaruh dalam memahami materi berikutnya.
TED Talks: An Influential Medium to Improve Students’ Listening Skill Ramadhan, Rifqi; Aminatun, Dyah
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2024): May-August 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v4i2.1632

Abstract

Listening difficulties in English often stem from a lack of confidence and issues with concentration, particularly noticeable among students at SMAN 1 Pringsewu, who often feel anxious and unsure when communicating in English class. To tackle this challenge, a learning approach that enhances focus and confidence is crucial. Researchers have opted for TED Talks as a solution. These talks offer concise yet profound ideas within a span of 18 minutes, presenting engaging and informative content that can bolster listening skills. Employing quantitative research methods with a quasi-experimental design, researchers collected data from students' pre-test and post-test scores. The findings indicate that TED Talks effectively assist students, sparking their interest and enthusiasm for English studies. Consequently, the researchers posit that when students have the opportunity to listen at their own pace, they exhibit improved concentration in listening and are mentally better equipped for learning.
The Effectiveness of BBC Learning English to Teaching Reading for Eleventh Grade Students Paramita, Aprilian; Ayu, Mutiara
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2024): May-August 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v4i2.1635

Abstract

The significance of English language acquisition within the Indonesian education system lies in its impact on students' futures, but they face many challenges in mastering it. It discusses the fundamental skills required for proficiency, including reading, listening, speaking, and writing, emphasising enhancing listening abilities. The framework integrates English into education, and language centres collaborate with other departments. Furthermore, it emphasises the importance of reading comprehension and the role of resources like BBC Learning English in improving this skill. A study was conducted at SMAN 14 Bandar Lampung, aiming to evaluate eleventh-grade students' reading proficiency and the impact of BBC Learning English on their language abilities. Additionally, it outlines the research methodology, which employs quantitative analysis with a one-group design to assess students' reading comprehension levels and the effectiveness of the intervention. The researcher used a pre-test and post-test to measure the students' capacity to read narrative text. The research found improved scores between the pre-test and post-test. The mean of the pre-test was 60.89 while the post-test was 78.54; the difference was 17.65 in the mean. The hypothesis table shows that the significance (2-tailed) value is 0.00, which is below the threshold of 0.05. Therefore, we reject the null hypothesis (H0) and accept the alternative hypothesis (H1), confirming the existence of a statistically significant difference between the pre-test and post-test scores.
Hambatan Guru Dalam Mengembangkan Kompetensi Kepribadian Nugroho, Imam Wahyu; Sriyanti, Lilik
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2024): May-August 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v4i2.1643

Abstract

Setiap guru memiliki kepribadian, pengalaman, dan latar belakang yang berbeda. Namun, jika menyangkut kepribadian, guru selalu dihadapkan pada tantangan atau hambatan. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini untuk memeperoleh hambatan hambatan apa saja yang guru temui ketika akan mengembangkan kompetensi kepribadiannya. Jenis penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian library research atau studi kepustakaan. Analisis penelitian mengguanakan content analysis atau mengkaji sumber sumber yang relevan. Berdasarkan hasil analisis studi kepustkaan menunjukkan bahwa hambatan kompetensi kepribadian guru di pengaruhi oleh 2 faktor, pertama faktor dari dalam diri guru meliputi; 1) perilaku guru; 2) integritas guru; 3) keilmuan yang dimiliki guru. Kedua faktor dari luar diri guru meliputi; 1) lingkungan tinggal dan kerja guru; 2) peraturan sekolah; 3) jam kerja guru yang panjang.