cover
Contact Name
Muhammad Muzaini
Contact Email
ucha.2610@gmail.com
Phone
+628114408260
Journal Mail Official
redaksi.jrip@gmail.com
Editorial Address
Education and Talent Development Center of Indonesi (ETDC Indonesia) Office Jalan Bumi 18 Blok A No. 1 Bumi Permata Hijau, Makassar, Indonesia
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran
ISSN : 27761959     EISSN : 27768872     DOI : https://doi.org/10.51574
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran (JRIP) adalah jurnal penelitian dan pengembangan kependidikan yang diterbitkan oleh Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia). Tujuan artikel ini adalah untuk mempublikasikan penelitian atau kajian kritis dibidang kependidikan dengan kualitas terbaik. Fokus Kajian & Ruang Lingkup Inovasi Pembelajaran Riset Pembelajaran Lesson Study Evaluasi Pembelajaran STE(A)M (Science, Technology, Enginering, Art, And Mathematics) Kemampuan Berpikir Siswa Learning Disability
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 650 Documents
Peningkatan Kemampuan Mengenal Bilangan 1-10 pada Siswa dengan Hambatan Intelektual melalui Aplikasi Fun Math: Studi Subjek Tunggal Kurnia, Rts; Taufan, Johandri; Marlina, Marlina; Tsaputra, Antoni; Nasri, Yosa Yulia
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026): Januari-April 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i1.4322

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menguji efektivitas penggunaan aplikasi Fun Math dalam meningkatkan kemampuan mengenal bilangan 1–10 pada siswa kelas III dengan hambatan intelektual. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen dengan desain Single Subject Research (SSR) tipe A-B. Subjek penelitian adalah satu orang siswa dengan hambatan intelektual yang mengalami kesulitan dalam mengenal bilangan 1-10. Fase baseline (A) dilakukan tanpa perlakuan untuk mengidentifikasi kemampuan awal siswa, sedangkan fase intervensi (B) dilakukan dengan menerapkan aplikasi Fun Math sebagai media pembelajaran numerasi dasar. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen checklist yang mencakup kemampuan menyebutkan bilangan, membilang jumlah benda, dan mencocokkan simbol bilangan dengan kuantitas yang sesuai. Data dianalisis menggunakan analisis visual grafik dengan memperhatikan perubahan level, arah tren, dan stabilitas data. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan mengenal bilangan yang konsisten dan signifikan setelah penerapan intervensi, ditandai dengan perubahan level yang positif, tren meningkat, serta stabilitas data yang tinggi pada fase intervensi. Temuan ini mengindikasikan bahwa aplikasi Fun Math efektif digunakan sebagai media pembelajaran numerasi dasar yang bersifat konkret, interaktif, dan adaptif bagi siswa dengan hambatan intelektual. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan bukti empiris tentang pemanfaatan media digital interaktif dalam pembelajaran matematika pada konteks pendidikan khusus.
Analisis Kebutuhan Belajar pada Pembelajaran Matematika Berbasis Konstruktivisme bagi Siswa Disabilitas Intelektual Virlinia, Gisel; Budi, Setia; Ardisal, Ardisal; Nasri, Yosa Yulia
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025): September-December 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v5i3.4344

Abstract

Pembelajaran matematika bagi siswa disabilitas intelektual menuntut pendekatan yang sesuai dengan karakteristik kognitif, khususnya dalam memahami konsep dasar bilangan. Namun, praktik pembelajaran di sekolah luar biasa masih cenderung berpusat pada guru dan belum sepenuhnya memfasilitasi proses konstruksi pengetahuan secara bertahap dan bermakna. Kondisi ini menunjukkan perlunya pemetaan kebutuhan belajar yang komprehensif sebagai dasar pengembangan media pembelajaran yang adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan belajar siswa disabilitas intelektual dalam pembelajaran matematika pada materi mengenal lambang bilangan 1–10 sebagai landasan pengembangan e-modul berbasis teori konstruktivisme. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model 4D, namun dibatasi pada tahap Define (analisis kebutuhan). Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek seorang guru matematika dan tiga siswa disabilitas intelektual ringan Fase A di salah satu SLB di Kota Bukittinggi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara terstruktur, dan studi dokumen, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran matematika masih didominasi metode konvensional dengan keterbatasan media visual dan interaktif. Siswa mengalami kesulitan mengenali lambang bilangan akibat kurangnya penyajian materi yang konkret, bertahap, dan berulang. Analisis kebutuhan mengindikasikan perlunya media pembelajaran berbentuk e-modul yang menyajikan visual konkret, latihan bertingkat, serta umpan balik langsung untuk mendukung konstruksi pengetahuan siswa. Penelitian ini terbatas pada tahap analisis kebutuhan dan jumlah subjek yang terbatas, sehingga belum mengkaji efektivitas media secara empiris. Hasil penelitian menjadi dasar perancangan e-modul matematika berbasis konstruktivisme yang lebih sesuai dengan kebutuhan belajar siswa disabilitas intelektual. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa pemetaan kebutuhan belajar yang spesifik dan kontekstual sebagai fondasi pengembangan media digital matematika bagi siswa disabilitas intelektual.
Kemampuan Penalaran Aljabar Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Non-Rutin Ditinjau Dari Math Anxiety Yuliana Asmayani; Syawahid, M.; Evendi, Erpin
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025): September-December 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v5i3.4346

Abstract

Penalaran aljabar merupakan kemampuan penting dalam penyelesaian soal non-rutin, namun proses ini sering terhambat oleh kecemasan matematika (math anxiety). Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan variasi kualitas pemenuhan indikator penalaran aljabar pattern seeking, pattern recognizing, dan generalization pada siswa dengan tingkat state anxiety dan trait anxiety yang berbeda. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus jamak (multiple-case study) untuk memungkinkan perbandingan lintas kategori kecemasan. Partisipan penelitian terdiri atas 50 siswa kelas VII MTs yang diberikan angket School Mathematics Anxiety Questionnaire (SMAQ). Berdasarkan skor dominan state atau trait anxiety dan kategori tingkat kecemasan (tinggi, sedang, rendah), dipilih enam subjek secara purposif sebagai kasus tipikal, masing-masing mewakili setiap kombinasi kategori. Data dikumpulkan melalui satu soal aljabar non-rutin bersifat terbuka (open-ended) yang menuntut pemodelan, verifikasi, dan generalisasi, serta wawancara berbasis tugas semi-terstruktur. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan pengodean berbasis rubrik tiga tingkat. Keandalan pengodean diperkuat melalui kesepakatan antar-rater dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek dengan math anxiety tinggi cenderung berhenti pada tahap identifikasi pola awal dan menunjukkan kesalahan manipulasi simbolik, sehingga indikator pattern recognizing dan generalization belum terpenuhi. Subjek dengan kecemasan sedang mampu membangun model aljabar yang tepat, namun verifikasi dan generalisasi masih terbatas. Subjek dengan kecemasan rendah menunjukkan pemenuhan ketiga indikator secara lebih konsisten. Temuan ini mengindikasikan adanya keterkaitan antara tingkat math anxiety dan variasi kualitas penalaran aljabar dalam konteks penyelesaian soal non-rutin, dengan batasan pada generalisasi hasil karena sifat studi kasus.
Landasan Sosiokultural dan Multikultural dalam Konseling di Indonesia: Tantangan Dikolonisasi Pengetahuan dan Kearifan Lokal Sebagai Landasan Bimbingan dan Konseling Sari, Devi Prima
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026): Januari-April 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i1.4357

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji pentingnya landasan sosiokultural dan multikultural dalam praktik bimbingan dan konseling di Indonesia, dengan menyoroti tantangan dekolonisasi pengetahuan serta integrasi kearifan lokal sebagai dasar layanan konseling yang kontekstual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui kajian pustaka dan studi lapangan eksploratif. Data diperoleh dari publikasi ilmiah yang relevan dengan konseling multikultural, landasan sosiokultural, dan dekolonisasi pengetahuan, serta analisis konteks budaya masyarakat Magetan, Indonesia. Data dianalisis secara interpretatif untuk mengidentifikasi tema dan implikasi terhadap praktik konseling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dominasi paradigma konseling Barat yang bersifat individualistik sering kali kurang selaras dengan nilai kolektivitas dan keberagaman budaya di Indonesia. Nilai-nilai kearifan lokal seperti gotong royong, musyawarah, serta penghormatan terhadap tokoh adat dan keluarga berperan penting dalam meningkatkan relevansi, inklusivitas, dan penerimaan layanan konseling. Namun demikian, keterbatasan kompetensi multikultural konselor dan dukungan institusional masih menjadi tantangan utama. Penelitian ini bersifat eksploratif dan terbatas pada satu konteks wilayah, sehingga generalisasi temuan masih terbatas. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan studi empiris dan komparatif di berbagai daerah dengan latar budaya yang berbeda. Temuan penelitian ini mengimplikasikan perlunya penguatan kurikulum pendidikan konselor yang mengintegrasikan kearifan lokal dan kompetensi multikultural, serta peningkatan kolaborasi antara konselor, tokoh adat, dan masyarakat. Penelitian ini memberikan kontribusi orisinal dengan menyoroti dekolonisasi pengetahuan dalam praktik bimbingan dan konseling di Indonesia serta menawarkan perspektif konseling berbasis kearifan lokal yang masih terbatas dibahas dalam kajian akademik.global.
Inovasi Pembelajaran Problem-Based Liveworksheets untuk Meningkatkan Keterampilan Problem Solving Siswa Nuraida, Indri; Maharani, Salsabilla; Supriatno, Bambang; Hamdiyati, Yanti
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026): Januari-April 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i1.4410

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas inovasi pembelajaran Problem-Based Liveworksheets dalam meningkatkan keterampilan problem solving siswa pada materi keanekaragaman hayati. Inovasi ini mengintegrasikan tahapan Problem-Based Learning (PBL) dengan lembar kerja digital interaktif serta pemanfaatan data dari IUCN Red List. Penelitian menggunakan metode pra-eksperimen dengan desain One-Group Pretest–Posttest yang melibatkan 36 siswa kelas X. Instrumen yang digunakan berupa tes problem solving yang dikembangkan berdasarkan empat indikator. Data dianalisis menggunakan box plot, persentase perubahan skor, dan perhitungan N-gain untuk melihat perkembangan kemampuan siswa setelah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan problem solving siswa mengalami peningkatan setelah mengikuti pembelajaran Problem-Based Liveworksheets. Peningkatan ini tampak pada distribusi skor yang pretest dan posttest, serta tercermin pada seluruh indikator keterampilan problem solving. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa Problem-Based Liveworksheets merupakan pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan keterampilan problem solving siswa dalam pembelajaran biologi, khususnya pada materi yang menuntut kemampuan analitis dan berpikir kritis.
Studi Kasus Perundungan terhadap Peserta Didik dengan Disabilitas Fisik di Sekolah Pendidikan Khusus dan Strategi Penanganan Guru Alzahri, Fauzia Salsabillah; Budi, Setia; Nurhastuti, Nurhastuti; Tsaputra, Antoni
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026): Januari-April 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i1.4419

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk-bentuk perundungan yang dialami peserta didik dengan disabilitas fisik serta strategi guru dalam menanganinya di sekolah pendidikan khusus. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas guru kelas, wakil kesiswaan, dan kepala sekolah yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan Teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik dengan disabilitas fisik mengalami perundungan dalam berbagai bentuk, yaitu perundungan verbal (ejekan, panggilan negatif, dan sindiran terkait kondisi fisik), non-verbal (pengucilan sosial dan pembatasan interaksi), serta fisik (mendorong, menarik, dan mengambil barang milik korban). Perundungan verbal merupakan bentuk yang paling dominan. Strategi guru dalam menangani perundungan terbagi menjadi tiga kategori utama, yakni strategi preventif melalui penanaman empati, penerapan aturan kelas, dan program anti-perundungan; strategi intervensi berupa teguran langsung, mediasi, dan pemberian konsekuensi edukatif; serta strategi kuratif melalui pendampingan emosional terhadap korban dan pembinaan perilaku pelaku. Temuan ini menegaskan pentingnya peran guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan inklusif bagi peserta didik dengan disabilitas fisik. Sekolah pendidikan khusus perlu memperkuat kompetensi guru, mengembangkan prosedur operasional standar anti-perundungan yang kontekstual, serta meningkatkan kolaborasi dengan orang tua. Penelitian ini berkontribusi secara empiris dengan mengkaji pengalaman perundungan peserta didik disabilitas fisik dan strategi penanganan guru yang masih terbatas dibahas dalam konteks negara berkembang.
Pemanfaatan AI dalam Aktivitas Akademik Mahasiswa: Persepsi Manfaat, Risiko, dan Strategi Etis di Pendidikan Tinggi (Studi Mixed Methods) Anisa, Anisa; Nurdiyanti, Nurdiyanti; Thahir, Rahmatia; Magfirah, Nurul; Hambali, Hilmi; Fadhilah, Nurul
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026): Januari-April 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i1.4514

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pola kuantitatif penggunaan Artificial Intelligence (AI) oleh mahasiswa serta mengintegrasikannya dengan penjelasan kualitatif untuk memahami manfaat yang dirasakan, risiko, dan strategi etis penggunaan AI dalam aktivitas akademik di perguruan tinggi Indonesia. Secara khusus, penelitian ini mengkaji jenis alat AI yang digunakan, bentuk tugas akademik yang didukung AI, serta persepsi mahasiswa terhadap manfaat-risiko dan strategi etis penggunaan AI. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan desain mixed methods konvergen (Convergent Parallel) yang mengintegrasikan data kuantitatif dan kualitatif secara simultan guna menghasilkan gambaran komprehensif dan kontekstual tentang penggunaan AI oleh mahasiswa. Data dikumpulkan secara bersamaan melalui kuesioner tertutup dan respon terbuka, kemudian diintegrasikan pada tahap interpretasi. Partisipan penelitian berjumlah 44 mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Makassar (34 perempuan dan 10 laki-laki) pada tahun akademik 2024-2025. Meskipun sampel purposif yang terbatas pada satu program studi membatasi generalisasi statistik, temuan penelitian ini memberikan potret mendalam yang relevan bagi pengembangan kebijakan dan praktik institusional dalam konteks serupa. Secara kuantitatif, alat AI yang paling banyak digunakan adalah ChatGPT (86,4%), Canva AI (38,6%), Gemini (25,0%), dan Perplexity (25,0%). Aktivitas akademik yang paling sering didukung AI meliputi pencarian referensi, penulisan esai/artikel, penyusunan presentasi, dan penyelesaian tugas. Sebagian besar mahasiswa menilai AI sebagai alat yang membantu, namun mayoritas juga menyadari risiko seperti plagiarisme, ketergantungan, penurunan berpikir kritis, dan ketidakakuratan informasi. Temuan kualitatif menunjukkan mahasiswa menerapkan strategi etis dengan memverifikasi keluaran AI dan menggunakan AI sebagai penghasil ide. Penelitian ini merekomendasikan penguatan pedoman penggunaan AI, literasi AI, dan desain asesmen berbasis berpikir tingkat tinggi.
Peningkatan Kemampuan Penjumlahan Bilangan Deret Ke Bawah Melalui Media Counting Board Bagi Peserta Didik Disabilitas Intelektual Ringan Sari, Annisa Hikmanita; Iswari, Mega; Rahmahtrisilvia, Rahmahtrisilvia; Tsaputra, Antoni; Zulpiani, Mardhatillah
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026): Januari-April 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i1.4565

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh subjek penelitian yang kesulitan dalam kemampuan penjumlahan bilangan deret ke bawah bagi peserta didik disabilitas intelektual ringan. Oleh karena itu, tujuan penelitian yaitu untuk meningkatkan kemampuan penjumlahan bilangan deret ke bawah bagi peserta didik disabilitas intelektual ringan. Penelitian menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen dalam bentuk Single Subject Research (SSR) dengan desain A-B. Subjek penelitian adalah satu orang peserta didik disabilitas intelektual kelas V di SLB Karakter Mandiri. Teknik pengumpulan data berupa tes pengujian bilangan deret kebawah 1-50 berupa soal dan kemudian hasil jawaban dicentang pada lembar penilaian dan data tersebut diolah menjadi persentase kemudian data dianalisis dengan teknik analisis visual grafik. Penelitian ini dilaksanakan di kelas selama 10 kali pertemuan yang terbagi dalam 2 fase yaitu baseline (A) sebanyak 3 kali pertemuan dengan persentase 30%, 30%, 30% dan fase Intervensi (B) sebanyak 7 kali pertemuan dengan persentase 50%, 70%, 70%, 80%, 90%, 90%, 90%. Persentase tersebut diperoleh dari jumlah jawaban benar peserta didik terhadap 10 soal penjumlahan bilangan deret ke bawah yang diberikan pada setiap pertemuan, kemudian dikonversikan ke dalam bentuk persentase. Berdasarkan analisis visual grafik, fase baseline (A) menunjukkan kecenderungan arah mendatar dengan data yang stabil, sedangkan fase intervensi (B) menunjukkan kecenderungan arah meningkat dengan persentase overlap data sebesar 0%, yang menegaskan bahwa peningkatan kemampuan penjumlahan bilangan deret ke bawah terlihat setelah penerapan media counting board pada peserta didik disabilitas intelektual ringan.
Efektivitas Assertiveness Training untuk Mengurangi Perilaku Agresif Verbal Anak dengan Gangguan Emosi dan Perilaku Hartono, Dewi Asria Putri; Marlina, Marlina; Rahmahtrisilvia, Rahmahtrisilvia; Safaruddin, Safaruddin
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026): Januari-April 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i1.4568

Abstract

Anak dengan gangguan emosi dan perilaku yang menunjukkan perilaku agresif verbal mengalami berbagai masalah dalam keterampilan sosial, seperti perilaku pengucilan (ostracism) terhadap teman, kebiasaan menyindir (mocking), menghina (insult), serta menggunakan kata-kata kasar (profanity). Berdasarkan hasil asesmen salah satu anak gangguan emosi dan perilaku di SDN 17 Jawa Gadut memiliki perilaku agresif verbal. Tujuan penelitian ini untuk megetahui efektivitas assertiveness training untuk mengurangi perilaku agresif verbal pada anak dengan gangguan emosi dan perilaku. Penelitian ini menggunakan desain multiple baseline yaitu multiple baseline cross variabel dengan 2 fase yaitu baseline dan intervensi. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi dengan menggunakan alat pencatatan kejadian untuk menghitung frekuensi perilaku. Subjek ditentukan berdasarkan hasil identifikasi dan asesmen gangguan emosi dan perilaku. Instrumen yang digunakan merupakan non-tes berupa lembar observasi perilaku. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan grafik visual, baik analisis dalam kondisi maupun antar kondisi. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan perilaku agresif verbal setelah assertiveness training diterapkan di SDN 17 Jawa Gadut.
Integrasi STEM dalam Modul Pembelajaran Matematika dan Dampaknya terhadap Argumentasi Matematis Siswa Wartini, Wartini; Andriani, Parhaini; Afifurrahman, Afifurrahman
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026): Januari-April 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i1.4581

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penggunaan modul pembelajaran matematika berbasis STEM terhadap kemampuan argumentasi matematis siswa sekolah menengah pertama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-eksperimental, yaitu posttest only control group design. Subjek penelitian terdiri atas 68 siswa kelas VII MTs Negeri 2 Lombok Tengah yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol melalui teknik purposive sampling. Kelompok eksperimen mengikuti pembelajaran menggunakan modul matematika berbasis STEM, sedangkan kelompok kontrol mengikuti pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan menggunakan tes kemampuan argumentasi matematis dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif, uji prasyarat (normalitas dan homogenitas), serta uji hipotesis menggunakan independent sample t-test. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kemampuan argumentasi matematis siswa pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Siswa yang belajar menggunakan modul pembelajaran matematika berbasis STEM memiliki kemampuan argumentasi matematis yang lebih tinggi dibandingkan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Temuan ini mengindikasikan bahwa pembelajaran matematika yang terintegrasi melalui pendekatan STEM efektif dalam mendorong siswa untuk menyusun argumen matematis yang logis, terstruktur, dan berbasis alasan. Penelitian ini terbatas pada jumlah sampel dan konteks sekolah tertentu. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melibatkan sampel yang lebih luas dan desain penelitian yang lebih beragam. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi guru dan sekolah dalam mengembangkan bahan ajar inovatif berbasis STEM untuk meningkatkan kemampuan argumentasi matematis siswa. Penelitian ini memberikan bukti empiris mengenai efektivitas modul pembelajaran matematika berbasis STEM dalam meningkatkan kemampuan argumentasi matematis siswa.