cover
Contact Name
Koesmoyo Ponco Aji
Contact Email
jurnaljaim@gmail.com
Phone
+62217540121
Journal Mail Official
jurnaljaim@gmail.com
Editorial Address
Jalan Raya Gandul No. 4, Cinere, Depok, Jawa Barat, Indonesia 16514
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Abdimas Imigrasi (JaIM)
Published by Politeknik Imigrasi
ISSN : -     EISSN : 2722502X     DOI : https://doi.org/10.52617/jaim
Core Subject : Humanities, Social,
An objective of JAIM: Jurnal Abdimas Imigrasi is to promote the wide dissemination of the results of systematic scholarly inquiries into the broad field of migration research. JAIM: Jurnal Abdimas Imigrasi is intended to be the journal for publishing articles reporting the results of research on migration studies. JAID: Journal of Administration and International Development invites manuscripts in the areas: Migration Studies; Community Service Public Service Social Empowerment JAIM: Jurnal Abdimas Imigrasi accepts articles in any business related subjects and any research methodology that meet the standards established for publication in the journal. The primary, but not exclusive, audiences are academicians, graduate students, practitioners, and others interested in business research. The primary criterion for publication in JAIM: Jurnal Abdimas Imigrasi is the significance of the contribution an article makes to the literature in business area, i.e., the significance of the contribution and on the rigor of analysis and presentation of the paper. The acceptance decision is made based upon an independent review process that provides critically constructive and prompt evaluations of submitted manuscripts.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 80 Documents
SINERGI POLITEKNIK IMIGRASI DAN KANTOR IMIGRASI DALAM PENGEMBANGAN KOMPETENSI PRAKTIS TARUNA MELALUI PROGRAM LATJAPURA DI KANTOR IMIGRASI KELAS I TPI MALANG Susaningsih, Catur; Hartati, Besse; Rosmaya, Mila; Prabadhi, Isidorus Anung
Jurnal Abdimas Imigrasi Vol 6 No 1 (2025): JURNAL ABDIMAS IMIGRASI
Publisher : Polteknik Imigrasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52617/jaim.v6i1.747

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini menerapkan pendekatan Participatory Action Research (PAR) untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang sistem Autogate di Kantor Imigrasi Jakarta Barat. Program kolaboratif antara akademisi, petugas imigrasi, dan masyarakat ini dirancang melalui tiga tahap utama: (1) identifikasi kebutuhan berbasis partisipasi, (2) pengembangan materi penyuluhan interaktif, dan (3) implementasi dengan pendekatan learning by doing. Metode evaluasi menggunakan kombinasi kuesioner pre-test/post-test (N=85), observasi partisipan, dan diskusi kelompok terfokus menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman teknis (47%), persepsi manfaat (52%), dan kemudahan penggunaan (43%). Temuan ini memperkuat teori Technology Acceptance Model dengan menegaskan pentingnya experiential learning dalam adopsi teknologi. Program ini juga menghasilkan modul pelatihan standar yang telah diadopsi oleh Kantor Imigrasi sebagai bagian dari kurikulum pelatihan petugas. Implikasi praktisnya mencakup rekomendasi untuk desain antarmuka yang lebih inklusif dan model kolaborasi institusi pendidikan-instansi pemerintah yang lebih terstruktur.
IMPLEMENTASI PENGABDIAN MASYARAKAT DALAM PENINGKATAN PEMAHAMAN AUTOGATE DI KANTOR IMIGRASI JAKARTA BARAT Nursanto, Gunawan Ari; Priati, Priati; Trinata, Cakra; Piranti, Nurul Maharani
Jurnal Abdimas Imigrasi Vol 6 No 1 (2025): JURNAL ABDIMAS IMIGRASI
Publisher : Polteknik Imigrasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52617/jaim.v6i1.748

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini menerapkan pendekatan Participatory Action Research (PAR) untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang sistem Autogate di Kantor Imigrasi Jakarta Barat. Program kolaboratif antara akademisi, petugas imigrasi, dan masyarakat ini dirancang melalui tiga tahap utama: (1) identifikasi kebutuhan berbasis partisipasi, (2) pengembangan materi penyuluhan interaktif, dan (3) implementasi dengan pendekatan learning by doing. Metode evaluasi menggunakan kombinasi kuesioner pre-test/post-test (N=85), observasi partisipan, dan diskusi kelompok terfokus menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman teknis (47%), persepsi manfaat (52%), dan kemudahan penggunaan (43%). Temuan ini memperkuat teori Technology Acceptance Model dengan menegaskan pentingnya experiential learning dalam adopsi teknologi. Program ini juga menghasilkan modul pelatihan standar yang telah diadopsi oleh Kantor Imigrasi sebagai bagian dari kurikulum pelatihan petugas. Implikasi praktisnya mencakup rekomendasi untuk desain antarmuka yang lebih inklusif dan model kolaborasi institusi pendidikan-instansi pemerintah yang lebih terstruktur.
THE ROLE OF IMMIGRATION OFFICERS' SERVICE IN COMMUNITY EDUCATION AND COLLABORATION IN THE INDONESIA–MALAYSIA BORDER AREA Purnama Wijaya, Dewi Hana
Jurnal Abdimas Imigrasi Vol 6 No 1 (2025): JURNAL ABDIMAS IMIGRASI
Publisher : Polteknik Imigrasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52617/jaim.v6i1.750

Abstract

This The Indonesia–Malaysia border area is a strategic region that is vulnerable to various threats such as immigration violations, smuggling, and transnational crimes. In this context, the involvement of immigration officers in community service plays a crucial role in strengthening national defense through educational and collaborative approaches. This community service aims to describe the role of immigration officers in educating border communities and building solid cooperation to raise awareness of the importance of safeguarding national sovereignty. The method used in this service is a literature review, analyzing various relevant sources such as academic journals, policy reports, and official documents related to immigration functions in border areas. The results show that the educational approaches conducted by immigration officers have increased public understanding of immigration regulations and the risks of legal violations, while cross-sectoral collaboration has strengthened surveillance networks and early detection of potential threats. These findings affirm that national defense in border regions does not rely solely on security forces, but also requires the active participation of well-informed communities who are concerned about immigration issues. Therefore, the development of educational programs and the reinforcement of collaboration between immigration officers and local communities should be continuously enhanced to ensure sustainable border security.
INNOVATION IN DISABILITY-FRIENDLY IMMIGRATION SERVICES THROUGH THE IMPLEMENTATION OF BRAILLE CORNER SERVICES AT THE CLASS I NON-TPI IMMIGRATION OFFICE IN BOGOR KARTIKA, AYU
Jurnal Abdimas Imigrasi Vol 6 No 1 (2025): JURNAL ABDIMAS IMIGRASI
Publisher : Polteknik Imigrasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52617/jaim.v6i1.755

Abstract

Inclusive public service is one of the main indicators in realizing respect for human rights, including the right of persons with disabilities to obtain equal access to information. In the immigration environment, access to procedural information is often not fully accessible to visually impaired individuals. Based on this condition, an innovation in the form of implementing a Braille Corner service at the Class I Non-TPI Bogor Immigration Office is proposed as an alternative solution to create disability-friendly services. This research aims to examine the urgency and relevance of implementing the Braille Corner in the context of immigration public services through a literature study approach. The method used is a literature review of various scientific sources, government policies, laws and regulations, and good practices in disability services in the public sector. The results of the study indicate that the implementation of the Braille Corner has the potential to provide significant benefits, including increased accessibility of immigration information for visually impaired applicants, strengthening the institution's image as humane and inclusive, and contributing to the fulfillment of the principles of Human Rights-Based Public Services (P2HAM). In addition, this service can also be a strategic step in supporting bureaucratic reform and accelerating services that are adaptive to the needs of vulnerable groups. The conclusion of this research recommends that the Ministry of Law and Human Rights, especially the Directorate General of Immigration, begin to consider piloting the Braille Corner service as a form of disability-friendly immigration service innovation that can be replicated nationally.
EDUKASI MASYARAKAT TENTANG LAYANAN IMIGRASI BERBASIS DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN KEPATUHAN HUKUM Ponco Aji, Koesmoyo; Wilonotomo, Wilonotomo; Hertantyo, Galuh Boy
Jurnal Abdimas Imigrasi Vol 6 No 2 (2025): JURNAL ABDIMAS IMIGRASI
Publisher : Polteknik Imigrasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52617/jaim.v6i2.817

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas program edukasi masyarakat tentang layanan digital imigrasi dalam meningkatkan literasi digital dan kepatuhan hukum di Kantor Imigrasi Sukabumi. Metode yang digunakan adalah studi longitudinal dengan pendekatan mixed-methods, menggabungkan kuesioner (200 responden), wawancara mendalam (15 peserta), dan analisis data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman layanan digital sebesar 44% (dari 28% menjadi 72%) setelah intervensi, serta penurunan pelanggaran imigrasi seperti paspor palsu (25%) dan overstay (18%). Analisis regresi mengungkap bahwa intensitas pelatihan (β=0.45) lebih berpengaruh daripada faktor infrastruktur (β=0.32) atau dukungan petugas (β=0.23). Program ini juga memberikan dampak ekonomi dengan ROI 1:4.5 melalui penghematan biaya administratif. Temuan utama penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan hybrid (online-offline) berbasis komunitas, pendampingan peer-to-peer oleh taruna imigrasi, dan modul pelatihan adaptif merupakan kunci keberhasilan transformasi digital di daerah semi-urban. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model literasi digital sektor publik yang kontekstual, khususnya untuk layanan imigrasi di negara berkembang.
PERAN PETUGAS IMIGRASI PEMBINA DESA (PIMPASA) DALAM UPAYA PENCEGAHAN TPPO DAN TPPM MELALUI PENDEKATAN COLLABORATIVE GOVERNANCE Sintawati, Fatika; Mulyawan, Budy; Widayat, Wisnu; Piranti, Nurul Maharani
Jurnal Abdimas Imigrasi Vol 6 No 2 (2025): JURNAL ABDIMAS IMIGRASI
Publisher : Polteknik Imigrasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52617/jaim.v6i2.818

Abstract

Artikel ini mengkaji peran strategis Petugas Pengawas Imigrasi Desa (PIMPASA) dalam mencegah Perdagangan Orang (TPPO) dan Penempatan Migran Nonprosedural (TPPM) melalui pendekatan Tata Kelola Kolaboratif. Program Desa Binaan Imigrasi, yang dipimpin oleh PIMPASA, merupakan respons pemerintah terhadap meningkatnya kasus migrasi ilegal dan eksploitasi warga negara Indonesia di luar negeri. Studi ini menggunakan metode kualitatif deskriptif partisipatif, yang mengintegrasikan teori tata kelola kolaboratif, birokrasi tingkat jalanan, dan model jaringan kebijakan publik. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa PIMPASA, sebagai agen kolaboratif, berhasil menjembatani kebijakan keimigrasian dengan kebutuhan masyarakat setempat. Keterlibatan tokoh masyarakat, aparat desa, dan lembaga pendidikan memperkuat fungsi pencegahan terhadap TPPO dan TPPM. Studi ini juga menyoroti bahwa efektivitas program bergantung pada sinergi multisektoral, kapasitas komunikasi PIMPASA, dan dukungan kelembagaan yang berkelanjutan. Artikel ini merekomendasikan penguatan kapasitas PIMPASA, digitalisasi sistem pemantauan, dan perluasan kerja sama antarkementerian untuk memastikan keberlanjutan dan skalabilitas program di wilayah lain.
MENANAMKAN NILAI-NILAI PANCASILA, MENUJU GENERASI EMAS INDONESIA 2045 DI SEKOLAH ANAK PERCAYA Firlana, Habbi; Sohirin, Sohirin; Wibowo, Pascalis Danny Kristi; Adillah, Muhammad Arief; Astuti, Rita Kusuma; Ardi, Imma Yedida
Jurnal Abdimas Imigrasi Vol 6 No 2 (2025): JURNAL ABDIMAS IMIGRASI
Publisher : Polteknik Imigrasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52617/jaim.v6i2.819

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan internalisasi nilai-nilai Pancasila pada anak-anak usia dini serta meningkatkan kapasitas pendamping lokal melalui metode pembelajaran interaktif dan pelatihan berkelanjutan. Permasalahan utama yang dihadapi meliputi rendahnya pemahaman nilai Pancasila di keluarga kurang mampu, keterbatasan akses pendidikan karakter, serta minimnya sumber dana untuk mendukung kegiatan. Solusi yang dilakukan adalah penerapan media pembelajaran interaktif seperti drama boneka, puzzle, gambar, dan buku ajar; pelatihan fasilitator dan pendamping lokal; serta pengelolaan dana mandiri melalui pengumpulan dan penjualan sampah. Hasil yang dicapai menunjukkan peningkatan pemahaman dan pengamalan nilai Pancasila oleh anak-anak, peningkatan kapasitas pendamping, dan terwujudnya pemberdayaan ekonomi komunitas yang mendukung keberlanjutan program. Kegiatan ini membuktikan efektivitas intervensi edukatif dan pemberdayaan ekonomi dalam membangun karakter bangsa yang berlandaskan Pancasila.
PMI CERDAS, MASA DEPAN BERKUALITAS: SOSIALISASI BAHAYA DAN PENCEGAHAN PEKERJA MIGRAN NON PROSEDURAL Anung, Ishidorus; Mulyawan, Budy; Nurkumalawati, Intan; Trinata, Cakra; Mastur, Anida Sri Rahayu; Jani, Salsabila Andi
Jurnal Abdimas Imigrasi Vol 6 No 2 (2025): JURNAL ABDIMAS IMIGRASI
Publisher : Polteknik Imigrasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52617/jaim.v6i2.820

Abstract

Tingginya angka penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara non-prosedural masih menjadi permasalahan serius yang berdampak pada meningkatnya kerentanan terhadap praktik Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Berdasarkan data BP2MI per September 2024, sebanyak 85,07% pengaduan terkait PMI berasal dari jalur tidak resmi, menunjukkan perlunya intervensi edukatif sejak dini, terutama bagi kelompok masyarakat rentan secara ekonomi dan informasi. Menanggapi situasi tersebut, Tim Dosen Jurusan Keimigrasian Politeknik Pengayoman Indonesia melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di Sekolah Percaya Jakarta Barat, yang merupakan lembaga pendidikan nonformal bagi anak-anak dari keluarga marginal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hukum, literasi migrasi, dan kemampuan deteksi dini terhadap risiko TPPO di kalangan remaja pendidikan paket C. Metode yang digunakan berupa sosialisasi tematik dan workshop interaktif yang dibagi dalam lima sesi utama, mencakup pengenalan jalur migrasi aman, bahaya TPPO, prosedur legal penempatan PMI, serta refleksi berbasis studi kasus nyata. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta serta partisipasi aktif dalam sesi diskusi dan kuis. Kegiatan ini membuktikan efektivitas pendekatan naratif, partisipatif, dan kontekstual dalam meningkatkan ketahanan hukum masyarakat terhadap praktik migrasi non-prosedural dan perdagangan orang.
PERAN INOVASI SIBANGKIT DALAM MEWUJUDKAN PELAYANAN KEIMIGRASIAN RAMAH HAM DI KANTOR IMIGRASI KELAS I TPI PALEMBANG Hilmy, Muhadzib Rezki
Jurnal Abdimas Imigrasi Vol 6 No 2 (2025): JURNAL ABDIMAS IMIGRASI
Publisher : Polteknik Imigrasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52617/jaim.v6i2.821

Abstract

Pelayanan publik yang inklusif dan responsif merupakan salah satu pilar penting dalam reformasi birokrasi modern, termasuk di bidang keimigrasian. Namun, prosedur pelayanan konvensional yang mensyaratkan kehadiran fisik pemohon di kantor seringkali menimbulkan hambatan signifikan bagi kelompok rentan, khususnya pemohon yang sedang sakit atau memiliki keterbatasan mobilitas. Menjawab permasalahan tersebut, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palembang menginisiasi inovasi SIBANGKIT (Layanan Keimigrasian bagi Pemohon yang Sakit), sebuah program jemput bola yang dirancang untuk mendekatkan akses layanan kepada masyarakat dengan kebutuhan khusus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data primer berupa observasi, dokumentasi, dan interaksi dengan petugas, serta data sekunder berupa jurnal ilmiah, laporan kinerja, dan regulasi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SIBANGKIT berhasil meningkatkan aksesibilitas layanan, meringankan beban pemohon sakit, dan memperkuat citra positif imigrasi sebagai institusi yang humanis. Kontribusi layanan ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga berimplikasi pada pemenuhan prinsip Hak Asasi Manusia (HAM) dalam pelayanan publik, dengan menegakkan nilai nondiskriminasi, perlindungan kelompok rentan, dan penguatan legitimasi sosial. Lebih jauh, SIBANGKIT memberikan kontribusi terhadap agenda reformasi birokrasi melalui sinergi lintas unit, peningkatan kepuasan masyarakat, serta peluang replikasi sebagai model praktik baik di kantor imigrasi lain. Kesimpulannya, inovasi SIBANGKIT telah menjadi instrumen penting dalam mewujudkan pelayanan keimigrasian yang inklusif, ramah HAM, dan berorientasi pada nilai kemanusiaan, sekaligus mendukung pencapaian tujuan pembangunan nasional yang berkeadilan dan berkelanjutan..
PERAN KOMUNIKASI ORGANISASI DALAM MENINGKATKAN KUALITAS LAYANAN PUBLIK DI KANTOR IMIGRASI Pratama, George Eros Delbert; Adillah, M. Arief; Nurkumalawati, Intan
Jurnal Abdimas Imigrasi Vol 6 No 2 (2025): JURNAL ABDIMAS IMIGRASI
Publisher : Polteknik Imigrasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52617/jaim.v6i2.822

Abstract

Komunikasi organisasi yang efektif merupakan elemen penting dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang berkualitas, khususnya di Kantor Imigrasi yang memiliki intensitas tinggi interaksi antara petugas dengan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunikasi organisasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kantor Imigrasi melalui pendekatan studi literatur. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan memanfaatkan sumber-sumber sekunder berupa jurnal ilmiah, buku, peraturan perundang-undangan, serta publikasi daring yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa komunikasi organisasi baik vertikal (atasan-bawahan), horizontal (antar-seksi), maupun eksternal (antara instansi dengan masyarakat) memiliki pengaruh signifikan terhadap efisiensi, transparansi, dan kepuasan pemohon layanan. Hambatan komunikasi kerap menimbulkan keterlambatan pelayanan dan menurunkan kepercayaan publik. Oleh karena itu, penguatan saluran komunikasi serta pembangunan budaya kerja kolaboratif sangat diperlukan untuk menjamin keberlanjutan pelayanan publik yang efektif, transparan, dan akuntabel.