cover
Contact Name
I KETUT MUDITE ADNYANE
Contact Email
adnyane@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
acta.vet.indones@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
ACTA VETERINARIA INDONESIANA
ISSN : 23373207     EISSN : 23374373     DOI : -
Core Subject : Health,
Acta Veterinaria Indonesiana (Indonesian Veterinary Journal) mempublikasikan artikel-artikel dalam bentuk: penelitian, ulasan, studi kasus, dan komunikasi singkat yang berkaitan dengan berbagai aspek ilmu dalam bidang kedokteran hewan, biomedis, peternakan dan bioteknologi. Artikel ditulis dalam bahasa Indonesia atau Inggris. Acta Veterinaria Indonesiana diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Hewan bekerjasama dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia. Terbit dua kali dalam satu tahun pada bulan Januari dan Juli. [ISSN 2337-3202, E-ISSN 2337-4373]
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 3 (2024): November 2024" : 11 Documents clear
Penambatan Molekuler Senyawa Bioaktif Tanaman Metang terhadap Reseptor Estrogen Alfa sebagai Antikanker Agus Saputra; Ietje Wientarsih; Lina Novianti Sutardi; Mohamad Rafi; Silmi Mariya
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 12 No. 3 (2024): November 2024
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.12.3.203-210

Abstract

Breast cancer is a common health problem in women and causes a high mortality rate. Cancer cells can grow and metastasize to other organs and related to estrogen and estrogen receptor alpha (ERα). The search for plant-based bioactive compounds that are antagonistic to ERα is currently being carried out using an in silico approach. Lunasia amara blanco is a medicinal plant that contains quinolone alkaloid compounds and has been known to inhibit DNA Topoisomerase II. This study aims to predict the interaction of lunacrine, graveoline, lunine, lunacridine, and lumarine compounds on the estrogen receptor alpha (ERα) (PDB 1SJ0) by in silico method. Docking will be done with PyRex 0.8 and the result visualization will be done with the BIOVIA Discovery Studio Visualizer. Base on the results of molecular docking, graveoline and lunine compounds have bond energies of -8.4 and -8.0 kcal/mol, approaching the native ligan of tamoxifen, which is -9.7 kcal/mol. The type of interaction with amino acids affects the bond energy. The amino acid residues that formed interactions with all the test compounds were Ala350, Leu387, Met388, Phe404, and Ile424. The stability of the binding of tamoxifen and graveoline is also thought to be due to the amino acids Asp351 and Cys530. The interaction of the two amino acids is not found in other compounds and the interactions formed are in the form of hydrogen bonds or hydrophobicity. Lunamarine has the lowest bond energy and make interactions with different amino acids
Pencitraan Ultrasonografi Ginjal dan Profil Symmetric Dimethylarginine (SDMA) Anjing Ras Belgian Malinois di Badan Narkotika Nasional Widanti, Berlian; Fitriya Nur Annisa Dewi; Fitria Senja Murtiningrum; Deni Noviana
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 12 No. 3 (2024): November 2024
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.12.3.181-186

Abstract

Pencitraan Ultrasonografi (USG) ginjal dapat memberikan informasi struktur internal organ yang bermanfaat, terlebih apabila dikombinasikan dengan parameter kimia darah seperti profil Symmetric Dimethylarginine (SDMA). Penelitian ini bertujuan untuk deteksi dini perubahan morfometri dan fisiologis pada ginjal serta mengevaluasi apakah terdapat kaitan mengenai kesehatan ginjal dengan latihan fisik. Sampel yang digunakan adalah 6 ekor anjing ras Belgian malinois dengan umur 3 - 4 tahun. Tiga ekor anjing merupakan anjing yang aktif dilatih dan 3 ekor lainnya adalah anjing yang tidak aktif dilatih. Pemeriksaan USG dilakukan pada posisi hewan right and left lateral dengan microconvex probe frekuensi 5 – 8 MHz. Sampel darah diambil sebanyak 0.5 ml melalui v. cephalica dan dilakukan pemeriksaan SDMA. Hasil pengukuran menunjukan rasio panjang ginjal:aorta pada anjing aktif adalah 6.02, 6.85, dan 6.87, sedangkan pada anjing tidak aktif adalah 5.76, 6.36, dan 5.5. Nilai SDMA pada anjing aktif adalah 10, 11, dan 8 µg/dL, sedangkan pada anjing tidak aktif adalah 12, 11, dan 15 µg/dL. Hasil ini menunjukan bahwa anjing yang aktif berlatih memiliki ukuran ginjal yang lebih besar dibandingkan dengan anjing yang tidak aktif dilatih. Hasil SDMA pada ketiga anjing yang aktif berada pada rentang normal. Terdapat 1 ekor anjing yang memiliki nilai SDMA diatas rentang normal pada anjing yang tidak aktif dilatih, yang mengindikasikan mengalami chronic kidney disease (CKD) stage 1 menurut International Renal Interest Society (IRIS). Berdasarkan penelitian ini, aktifitas fisik mempengaruhi morfometri ginjal tanpa mengganggu fungsi ginjal anjing Belgian Malinois di Badan Narkotika Nasional (BNN).
Nilai Normal Ekokardiografi Transthorakalis pada Hewan Model Babi (Sus scrofa domestica) Bintang Nurul Iman; Deni Noviana; Fitria Senja Murtiningrum; Dwi Utari Rahmiati; Nindya Dwi Utami; Arni Diana Fitri; Gunanti
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 12 No. 3 (2024): November 2024
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.12.3.249-256

Abstract

Penelitian gangguan sistem kardiovaskular semakin berkembang dilakukan pada hewan model. Babi merupakan hewan model yang umum digunakan dalam penelitian biomedis. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai normal ekokardiografi jantung babi (Sus scrofa domestica) jantan dan betina. Babi yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 12 ekor babi yang digunakan dalam penelitian ini dengan usia 3 sampai 4 bulan dengan rata-rata berat badan 55 Kg (52 sampai 69 Kg). Pemeriksaan ekokardiografi transtorakalis dengan posisi right parasternal (RPS) long-axis (LAx) dan short-axis (SAx) menggunakan transduser phase-array probe dengan frekuensi 2.5-6.0 MHz yang dilakukan pada babi dalam kondisi teranestesi. Posisi RPS-SAx bertujuan menilai bentuk dan struktur dari ventrikel kiri jantung babi, sedangkan RPS-LAx bertujuan membandingkan dimensi antara ventrikel serta melihat pergerakan katup mitral jantung. Hasil pemeriksaan ekokardiografi menunjukkan bahwa struktur dari ventrikel kiri babi yang dapat terlihat adalah interventricular septum (IVS), left ventricle (LV), left ventricle wall (LVW), pericardium (P), papillary muscle (PM), dan right ventricle (RV). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pada parameter frekuensi jantung (HR), left ventricular internal dimension at end-diastole (LVIDd), dan stroke volume (SV) menunjukkan hasil yang berbeda secara signifikan, sedangkan parameter lainnya memiliki hasil yang tidak signifikan antara jantan dan betina. Nilai ekokardiografi normal pada babi ini dapat digunakan sebagai acuan dalam penelitian kardiovaskular lanjut yang menggunakan babi sebagai hewan model.
DETEKSI PATOGEN ZOONOSIS Q FEVER PADA TERNAK RUMINANSIA DI ACEH Adi
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 12 No. 3 (2024): November 2024
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.12.3.240-248

Abstract

Coxiella burnetii merupakan agen infeksius yang dapat menyebabkan penyakit Query fever (Q fever). Q fever merupakan penyakit yang bersifat zoonosis yaitu penyakit yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia ataupun sebaliknya. Reservoir utama kasus Q fever yang terjadi pada manusia adalah hewan ruminansia. Secara geografis Provinsi Aceh berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan C. burnetii sebagai penyebab Q fever serta karakterisasi perubahan jaringan akibat infeksi C. burnetii melalui analisa molekuler dan histopatologi pada ternak ruminansia di Provinsi Aceh. Sampel yang dikoleksi adalah organ hati, paru-paru, limpa dan ginjal sapi dan kambing dari wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar sejumlah 100 sampel sapi dan 15 sampel kambing. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah nested-PCR dan pemeriksaan histopatologi menggunakan pewarnaan Haematoxylin Eosin (HE). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa telah terdeteksi C. burnetii pada 2 individu sampel sapi (2%) dari organ paru, hati, limpa dan ginjal yang berasal dari Rumah Potong Hewan (RPH) Banda Aceh, Provinsi Aceh. C. burnetii tidak terdeteksi pada sampel organ kambing.
Perkembangan Sel Punca Mesenkimal Melalui Kultur Primer Eksplan Wharton’s Jelly Tali Pusat Sapi Puspitasari, Riris; Boediono, Arief; Prasetyaningtyas, Wahono; Subangkit, Mawar; Lindiawati, Riris
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 12 No. 3 (2024): November 2024
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.12.3.231-239

Abstract

Saat ini penggunaan sel punca mesenkimal Wharton’s jelly (SPMWJ) sapi dapat menjadi alternatif bagi terapi pet animals. Manfaat SPM antara lain meregulasi jalur persinyalan sel, rendahnya penolakan sistim imun pada pemberian alogenik, tidak adanya resiko keganasan, stabil penyimpanannya, dan mudah transportasinya. Kultur tali pusat sapi belum dilaporkan perkembangan eksplan WJ terutama proses pertumbuhan eksplan WJ mulai dari attach hingga sel konfluen. Tujuan penelitian adalah menentukan perkembangan eksplan WJ tali pusat sapi. Faktor yang dilihat diantaranya attachment eksplan, munculnya outgrowth, morfologi sel, dan konfluensi sel. Eksplan mampu attach sebanyak 42% pada hari ke-8 kultur dan 88% (hari ke-12). Outgrowth sel teramati pada 45% eksplan (hari ke-8) dan 100% (hari ke-12). Morfologi sel yang terlihat adalah fibroblastik. Konfluensi sel didapat pada hari ke-12, hari ke-16, dan hari ke-20 yaitu 3%, 83%, dan 100%.
Pengujian Toksisitas Akut Lethal Dose 50 (LD50) Infusa Ikan Nomei (Harpodon nehereus) dengan Menggunakan Mencit (Mus musculus) sebagai Hewan Uji Adnyane, I Ketut Mudite; yuri, Nurasmi yuri; I Ketut Mudite; Andriyanto; Wasmen Manalu
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 12 No. 3 (2024): November 2024
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.12.3.187-193

Abstract

Ikan Nomei (Harpodon nehereus) merupakan jenis ikan yang lembek dan memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi untuk dapat dimanfaatkan secara luas. Penelitian bertujuan menguji toksisitas akut ekstrak infusa daging ikan nomei Harpodon nehereus pada mencit betina dengan menentukan nilai lethal dose 50 (LD50), mengamati pengaruhnya pada organ tubuh mencit, dan menghitung konsentrasi ekstrak yang paling efektif. Hewan uji yang digunakan adalah mencit galur DDY sebanyak 25 ekor dibagi secara acak ke dalam 5 kelompok perlakuan, yaitu kelompok kontrol (pemberian akuades) dan kelompok perlakuan pemberian infusa nomei masing-masing dengan dosis 5, 10, 15, dan 20 g/kg BB secara per oral. Parameter yang diamati meliputi mortalitas, respons fisiologis, gejala klinis, bobot badan, bobot absolut organ, dan bobot relatif organ. Nilai LD50 menunjukkan pemberian infusa ikan nomei pada mencit betina bersifat tidak toksik. Pemberian infusa nomei sampai dengan dosis 20 g/kg BB tidak menimbulkan gejala klinis yang bersifat patologis, perubahan makroanatomi organ, atau kematian. Pemberian infusa tidak menunjukkan efek yang signifikan pada peningkatan atau penurunan bobot badan. Berdasarkan penelitian, pemberian infusa ikan nomei sampai dengan dosis 20 g/kg BB bersifat tidak menimbulkan kelainan baik secara klinis atau kelainan pada organ mencit. Kesimpulan dari penelitian ini adalah infusa ikan nomei termasuk dalam golongan bahan yang diklasifikasikan dalam sediaan praktis tidak toksik (aman).
IDENTIFIKASI MORFOLOGI DAN PREVALENSI PARASIT SALURAN PENCERNAAN PADA ANJING IMPOR MELALUI BANDARA INTERNASIOAL SOEKARNO HATTA Cahyaningsih, Umi
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 12 No. 3 (2024): November 2024
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.12.3.194-202

Abstract

Isosporiasis dan Toxascariasis adalah parasit saluran pencernaan yang umum pada anjing. Kejadian infeksi parasit saluran pencernaan di luar negeri bervariasi mulai dari 24 – 63.5%. 100 sampel feses dikoleksi dari anjing impor yang masuk melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta pada periode waktu Februari – Agustus 2023. Sampel diperiksa menggunakan metode Mc Master untuk menghitung Ookista tiap gram tinja (OTGT) dan Telur tiap gram tinja (TTGT) serta metode flotasi untuk mengetahui ada atau tidaknya ookista atau telur cacing dalam sampel feses. Hasil pemeriksaan flotasi yang positif ookista selanjutnya dilakukan sporulasi menggunakan Kalium dikromat (K2Cr2O7), sedangkan sampel yang positif telur cacing dilakukan pemupukan menggunkan larutan formalin 2%. Hasil pemeriksaan flotasi diperoleh 5 sampel positif ookista dan 1 sampel positif telur cacing dengan prevalensi 6%. Hasil Mc Master menunjukkan jumlah OTGT 50 – 2000 ookista per gram tinja, sedangkan jumlah TTGT sebesar 200 telur cacing per gram tinja. Hasil sporulasi ookista dan pemupukan telur cacing dilakukan identifikasi morfologi dan diperoleh 1 sampel terinfeksi Isospora canis, 4 sampel terinfeksi Isospora ohioensis dan 1 sampel terinfeksi Toxascaris leonina.
Respon Fisiologis Sapi Friesian Holstein yang disuplementasi UMMB Mengandung Bahan Perekat Alami Utamy, Renny Fatmyah
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 12 No. 3 (2024): November 2024
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.12.3.222-230

Abstract

Urea molases multi-nutrien blok (UMMB) merupakan suplemen pakan untuk sapi perah yang terdiri atas bahan pengisi dan perekat. Perekat yang umum digunakan yakni semen. Namun, semen merupakan bahan anorganik yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan ternak. Sehingga penggunaannya harus disubtitusi dengan bahan organik seperti tepung tapioka karena memiliki sifat gelatinisasi yang baik. Pemanfaatannya sebagai substitusi semen perlu diuji melalui respon fisiologi, karena respon ini merupakan indikator tingkat kesehatan ternak. Tujuan penelitian ini adalah menguji respon fisiologis sapi perah Friesian Holstein (FH) yang disuplementasi UMMB mengandung perekat alami. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial dengan Faktor A adalah waktu pengukuran: pagi (w1); siang (w2); dan sore (w3) dan Faktor B adalah level subtitusi semen:tepung tapioca: 100:0 (P0); 75:25 (P1); 50:50 (P2); 25:75 (P3); 0:100 (P4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Faktor A berpengaruh (P<0,05) terhadap nilai fisiologis, dengan nilai tertinggi pada siang hari. Faktor B berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap frekuensi respirasi dan denyut jantung, dimana semakin tinggi level subtitusi, nilai fisiologis sapi perah semakin tinggi. Meskipun demikian, nilai fisiologis tersebut masih berada pada kisaran normal yakni suhu rektal (38,2–39,10°C), frekuensi respirasi (24-37 kali/menit), dan denyut jantung (58–84 kali/menit). Tidak ada interaksi antara Faktor A dan B menunjukkan bahwa waktu pengukuran dan substitusi tepung tapioka tidak berkaitan dalam mempengaruhi nilai fisiologi ternak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan tepung tapioka untuk mensubstitusi seman sebagai bahan perekat alami hingga level 100%.
UJI TOKSISITAS AKUT dan PERKEMBANGAN LACTICASEIBACILLUS RHAMNOSUS MG5511 dari SUSU KUDA BIMA dalam USUS SERTA EFEKNYA TERHADAP MUKOSA USUS dari PRODUK UJI PROBIOTIK Subangkit, Mawar; Andriyanto, Andriyanto
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 12 No. 3 (2024): November 2024
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.12.3.211-221

Abstract

Probiotik merupakan mikroorganisme hidup yang dapat memberikan efek kesehatan dengan menyeimbangkan mikroba positif usus, serta mengendalikan mikroba patogen pada saluran pencernaan. Probiotik genus Lactobacillus merupakan jenis probiotik yang paling banyak digunakan. Selain uji efektivitas, pengembangan dan penelitian mengenai probiotik perlu dilengkapi dengan bukti dari data klinis dan nonklinis. Penelitian ini bertujuan mengoleksi data nonklinis dengan menguji efektivitas dan toksisitas kandidat probiotik Lacticaseibacillus rhamnosus MG 5511 dari susu kuda BIma yang selanjutnya disingkat KRG dalam usus, serta efeknya terhadap mukosa usus. Penelitian di hewan dilakukan dengan memasukkan galur spesifik tersebut dalam kaldu MRS dengan konsentrasi 107 sampai 1010 CFU/mL ke mencit. Parameter yang diamati berupa pengamatan tanda toksik dan klinis, pengamatan berat badan secara harian, gross patologi organ, dan koleksi sampel isi usus untuk mengamati jumlah populasi bakteri yang tumbuh. Berdasarkan hasil penelitian, galur murni Lacticaseibacillus rhamnosus MG5511 mampu sintas sampai ke saluran pencernaan sampai 14 hari dan termasuk dalam kategori relatif tidak membahayakan berdasarkan hasil uji toksisitas.
Efek Aplikasi Komposit Pati Terhadap Kadar Glukosa Darah High Fat Diet Rattus novergicus Kawengian, Priska Rosalina; Gedoan, Sukmarayu Pieter; Rawung, Livana Dethris; Rahardiyan, Dino; Maliangkay, Hendra Pratama; Moko, Emma Mauren
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 12 No. 3 (2024): November 2024
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.12.3.263-270

Abstract

Beras, umbi-umbian, dan pangan olahan dari tepung-tepungan dan pati seperti mie, pasta dan bakery merupakan bahan pangan utama bagi masyarakat Indonesia. Tanaman daluga berpotensi sebagai sumber pangan yang baik, mempunyai komposisi karbohidrat dengan kompisis amilosa dan amilopektin yang baik sehingga memberikan karakter pencernaan yang lebih sehat di pangan olahannya dengan mengurangi percepatan pembongkaran karbohidrat menjadi gula. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian komposit pati daluga, tepung jagung dan tepung beras terhadap kadar glukosa darah Rattus novergicus yang diinduksi high fat diet. Pengujian in vivo menggunakan 18 ekor Rattus novergicus jantan dengan modelling syndrom metabolic. Darah tikus dikoleksi melalui vena orbitalis mata pada hari ke-0, 7 dan 14 untuk pengujian kadar glukosa darah. Metode pengujian ex vivo dilakukan nekropsi setelah perlakuan 14 hari dengan pengambilan sampel usus bagian jejunum untuk pengamatan laju absorbsi glukosa pada usus. Data dianalisa menggunakan perangkat lunak R-Software. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data yang diperoleh pada hari ke-14 terdapat perbedaan signifikan antara kelompok (p<0,05) sedangkan, pada hari ke-7 tidak adanya perbedaan yang signifikan antar kelompok (p>0,05). Pemberian komposit pati daluga, tepung beras dan tepung jagung memiliki potensi yang dapat meningkatkan kadar glukosa darah tikus putih yang diinduksi high fat diet.

Page 1 of 2 | Total Record : 11