cover
Contact Name
Syarifuddin
Contact Email
bimaberilmu@gmail.com
Phone
+6285290880751
Journal Mail Official
jurnalbimaabdi@gmail.com
Editorial Address
Jalan Lintas Sumbawa, desa Leu, RT. 009, RW. 004, Bolo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27979407     EISSN : 27979423     DOI : https://doi.org/10.53299/bajpm.v1i1
Core Subject : Education,
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat terdaftar dengan e-ISSN: 2797-9423 dan p-ISSN: 2797-9407 menerbitkan artikel dari hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat maupun metode pengabdian yang berkaitan dengan bidang pendidikan dan dapat diterapkan dalam mengembangkan dan membantu dosen, guru, perguruan tinggi, sekolah, dan masyarakat meningkatkan keilmuan, inovasi, maupun kesejahteraan. Bima Abdi menerima artikel yang sesuai dengan ketentuan dan panduan yang ada dalam template yang sudah disediakan oleh pengelola dalam website ini. Bima Abdi dibawah naungan Publisher Yayassan Pendidikan Bima Berilmu.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 272 Documents
Dialog Warga: Pelatihan Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) Anak di Kota Bima Nurnazmi, Nurnazmi; Mardianti, Rizkiah; Syahruddin, Syahruddin; Muhammad, Muhammad
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v4i2.459

Abstract

Program yang dicanangkan oleh pemerintah dalam memanimalisir dan mengurangi pernikahan usia anak, yakni program Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP). Dasar permasalahan yang sering kali terjadi dimasyarakat yakni disfungsi keluarga, pengetahuan anak yang minim tentang reproduksi dan seksualitas, lingkungan sosial dan budaya, dan wilayah tempat tinggal pedesaan atau perkotaan. Metode pemberdayaan masyarakat bertumpu kekuatan disebut Dialog Warga, dengan melalui empat sesi, yakni: (1) Perkenalan dan pengantar, (2) Membangun suasana apresiatif, (3) Mengenali pendekatan pemberdayaan masyarakat bertumpu pada kekuatan, dan (4) Presentasi “Buku tentang Mimpi”. Langkah-langkah kegiatan Dialog Warga dalam Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) anak, sebagai berikut: (1) Persiapan, (2) Mengenali atau Menggali Kekuatan, (3) Mengangkap atau Mendekatkan Mimpi, (4) Menyusun Rencana Aksi, (5) Merayakan Mimpi Bersama, dan (6) Implementasi Rencana Aksi dan Pemantauan. Hasil pelatihan yang tersebar di lima Kecamatan yakni tahun 2016 dilaksanakan di Kelurahan Rabadompu Timur Kecamatan Raba sebagai penentu kegiatan selanjutnya. Tahun 2017 meluas di Kelurahan Rabangodu Utara Kecamatan Raba. Kecamatan Rasanae Timur. Tahun 2018 kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Penaraga, Kelurahan Penanae Kecamatan Raba dan Kelurahan Melayu Kecamatan Asakota. Untuk mendorong persiapan kota layak anak dan pembuatan Peraturan Walikota (Perwali) tentang Perlindungan Anak, maka kegiatan dilaksanakan pada tahun 2020 di Kelurahan Tanjung Kecamatan Rasanae Barat dan Kelurahan Oimbo Kecematan Rasanae Timur. Pada tahun 2021 kegiatan Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) dilaksanakan di Kelurahan Oi Fo’o Kecamatan Rasanae Timur.
Penguatan Keterampilan Guru SD Kelas IV dalam membuat Bahan Ajar Digital dengan Pendekatan Culturally Responsive Teaching di Kecamatan Kaloran Temanggung Rasiman, Rasiman; Miyono, Noor; Kusumaningsih, Widya; Wakhyudin, Husni
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v4i2.500

Abstract

Melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat bagi tenaga pendidik adalah salah satu upaya untuk melaksanakan salah satu Tridarma perguruan tinggi yaitu Pengabdian. Kegiatan pengabdian ini adalah suatu upaya Universitas PGRI Semarang, agar supaya bisa memberikan sumbangsih ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat. Berkaitan dengan tersebut, kami Tim dari S2 Manajemen Pendidikan/Pendidikan Dasar Program Pascasarjana mengajukan usulan kegiatan Pengabdian bagi guru SD kelas IV, V, VI se Kecamatan Kaloran Temanggung. Tujuan Pengabdian ini adalah memberikan pelatihan bagi guru SD kelas IV agar mempunyai kemampuan untuk mengembangan bahan ajar berbasis CRT dan melaksanakan pembelajaran dengan e-modul yang telah dibuat karena siswa SD sekolah masih memerlukan pembelajaran yang menarik dan hal-hal yang konkrit. Dengan adanya kegiatan pengabdian ini, maka guru SD mempunyai dan dapat memahami tentang penggunaan bahan ajar digital berbasis CRT secara daring maupun luring dapat berjalan dengan baik dan lancar. Dengan menerapkan bahan ajar digital berbasis CRT, maka memberikan peluang bagi anak-anak untuk dapat bermain sambil belajar. Target luaran yang diharapkan dari kegitan ini adalah (1) guru SD dapat mengembangkan bahan ajar digital berbasis CRT yang menyajikan gabungan dua unsur atau lebih media yang terdiri dari teks, image, animasi, audio dan video secara terintegrasi dan (2) pembelajaran yang dilaksanakan guru dengan bahan ajar digital dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran yang bervariatif, menarik dan lebih  maksimal.
Workshop Peningkatan Kompetensi Guru dalam Pembelajaran Berdiferensiasi untuk Memenuhi Kebutuhan Peserta Didik Rosmiati, Rosmiati; Juniarso, Triman; Fiantika, Feny Rita; Ladyawati, Erlin; Fanny, Arif Mahya
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v4i2.546

Abstract

Salah satu pendekatan yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran adalah dengan menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. Namun, penerapan pembelajaran berdiferensiasi memerlukan pemahaman dan keterampilan khusus dari para guru. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kompetensi guru dalam pembelajaran berdiferensiasi terhadap kebutuhan peserta didik. Metode pengabdian yang di gunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasilnya adalah meningkatkan kompetensi guru 30 orang sangat setuju, 20 orang setuju. Pemahaman terhadap pembelajaran berdiferensiasi 20 orang sangat setuju, 26 setuju dan 3 orang cukup. Diskusi berjalan dengan lancar dan saat pemaparan materi peserta antusias menerimanya. Kesimpulannya adalah lah para peserta mengatakan bahwa workshop ini dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi di Sekolah Dasar.
Demistifikasi Hambatan, Pemerolehan, dan Perkembangan Bahasa dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Harefa, Afore Tahir; Telaumbanua, Yasminar Amaerita; Zega, Riswan; Marua’o, Nursayani
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v4i2.581

Abstract

Pemerolehan bahasa merupakan proses yang kompleks dan dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti lingkungan, nutrisi, dan interaksi sosial. Pengabdian ini bertujuan untuk menyampaikan penyuluhan tentang hambatan pemerolehan bahasa yang dihadapi oleh anak kelas enam sekolah dasar di masyarakat. Setelah dilaksanakan observasi, wawancara, dan tugas membaca yang dilakukan pada 30 anak, 15 anak diantaranya bekerja paruh waktu sepulang sekolah, dan 15 anak lainnya tidak, penyuluhan selanjutnya dilaksanakan kepada anak-anak tersebut. Kepada anak-anak kelas VI SD, disampaikan bahwa adanya perbedaan yang signifikan dalam penguasaan bahasa antara kedua kelompok tersebut, yang mengarah pada identifikasi delapan faktor yang menghambat perkembangan bahasa. Faktor-faktor ini termasuk kurangnya kegiatan belajar di rumah, fokus yang berlebihan pada pekerjaan atau kegiatan non-akademis, kekurangan gizi, interaksi dua arah yang terbatas, kurangnya perhatian saat berkomunikasi, penggunaan gawai yang berlebihan, dan rendahnya rasa percaya diri. Memahami hambatan-hambatan ini memberikan wawasan bagi anak-anak, orang tua, pendidik dan pembuat kebijakan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung yang mendorong perkembangan bahasa yang efektif pada anak-anak.
Pendampingan Mahasiswa Program Kampus Mengajar di SDN 15 Woja Kabupaten Dompu Irwansyah, Muhammad; Perkasa, Magfirah; Hayuman, Muhammad; Arpian, Jumiatul; Rahmawati, Lili; Khasanah, Uswatun; Nirwana, Siti
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v4i2.620

Abstract

Program Kampus Mengajar bertujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di daerah dan untuk mengatasi learning loss akibat pandemi covid-19. Mahasiswa yang terlibat dalam program kampus mengajar berperan aktif dalam meningkatkan literasi, numerasi serta perbaikan karakter siswa di sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Adapun mahasiswa yang terlibat dalam program ini berjumlah 5 orang yang berasal dari Universitas Negeri Malang, Universitas Islam Malang, Universitas Islam Indonesia dan Universitas Muhammadiyah Mataram. Kegiatan ini bertempat di SDN 15 Woja Kabupaten Dompu. Dimulai pada tanggal 28 Februari 2022 sampai tanggal 29 Juni 2022.  Adapun kegiatan yang sudah dilakukan mahasiswa program kampus mengajar yaitu pengajaran dengan mengembangkan bahan ajar terintegrasi teknologi digital, membantu adaptasi teknologi untuk siswa dan guru, dan membantu adminitrasi sekolah dengan menata serta mengaktifkan kembali perpustakaan sekolah. Hasil dari kegiatan pendampingan ini yaitu membantu pihak sekolah dalam mewujudkan visi misi sekolah, apalagi mahasiswa program kampus mengajar menerapkan kegiatan yang dapat meningkatkan literasi, numerasi dan karakter siswa.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Pengembangan Olahan Daun Teh dalam Rangka Meningkatkan Potensi Agrowisata Ulayya, Atikah
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v4i2.641

Abstract

Pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan olahan daun teh merupakan langkah strategis yang tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga pada aspek sosial dan lingkungan. Melalui program pemberdayaan ini, masyarakat desa akan mendapatkan pelatihan dan pendampingan dalam mengolah daun teh menjadi berbagai produk yang bernilai jual tinggi. Secara keseluruhan, pengembangan olahan daun teh di PT. Perkebunan Nusantara IV merupakan langkah strategis yang dapat memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat. Melalui pemberdayaan masyarakat, pelatihan, dan dukungan dari berbagai pihak, potensi besar perkebunan teh di desa ini dapat dimanfaatkan secara optimal. Beberapa tahapan metode pelaksanaan kegiatan berupa: Sosialisasi dan Penggalangan Dukungan, Pelatihan dan Pendampingan Teknis, Pengembangan Manajemen Usaha, Pembangunan Fasilitas Produksi, Pemasaran dan Promosi, dan Monitoring dan Evaluasi. Pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan olahan daun teh menunjukkan hasil yang positif dalam meningkatkan potensi agrowisata. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan dan pengetahuan masyarakat dalam bidang pertanian dan pengolahan produk, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Masyarakat yang sebelumnya hanya mengandalkan penjualan daun teh mentah kini dapat meningkatkan nilai jual produknya melalui diversifikasi produk. Hal ini meningkatkan pendapatan mereka dan menciptakan lapangan kerja baru di desa. Produk olahan teh yang memiliki kualitas tinggi dan kemasan menarik juga berhasil menarik minat wisatawan, sehingga meningkatkan jumlah kunjungan ke desa tersebut. Selain dampak ekonomi, kegiatan ini juga memberikan dampak sosial yang positif. Masyarakat menjadi lebih kompak dan termotivasi untuk bekerja sama dalam mengembangkan produk olahan teh. Pelatihan dan peningkatan kapasitas yang diberikan juga meningkatkan rasa percaya diri masyarakat dalam mengelola usaha mereka.
Sosialisasi Pencegahan Perilaku Bullying di SDIT Bombang Talluna Bira Kota Makassar Azis, Abdul; Saleh, Sitti Fithriani; Juminah, Juminah; T, Magfiratush Sholihah; Husnah, Asmaul; Akbar, Baso Nur; Maharani, A. Putri; Azizah, Nurul; Mansyur, Muvida; Fitrah, Eky; Munandar, Ashari Agus
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v4i2.693

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertajuk Sosialisasi Pencegahan Perilaku Bullying ini dilaksanakan di SDIT Bombang Talluna Bira. Kegiatan PKM ini bertujuan mensosialisasikan pencegahan bullying pada siswa sekolah dasar. Sasaran kegiatan sosialisasi ini adalah siswa SDIT Bombang Talluna Bira sebanyak 43 orang. Kegiatan PKM ini dilakukan secara kolaboratif oleh dosen Universitas Muhammadiyah Makassar, guru SDIT Bombang Talluna Bira Makassar, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar, mahasiswa Universitas Negeri Makassar, dan mahasiswa Universitas Islam Makassar. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi dan perwujudan Indikator Kinerja Utama Perguruan Tinggi, yaitu dosen berkegiatan di luar kampus dan mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus. Kegiatan PKM dilakukan dalam tiga tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan. Tahap perencanaan terdiri dari mengidentifikasi masalah, merumuskan solusi, menyusun materi, dan membuat media papan kantong bullying. Tahap pelaksanaan terdiri dari penyampaian materi dan permainan menggunakan media papan kantong bullying. Tahap pelaporan terdiri dari penyusunan laporan hasil pelaksanaan kegiatan PKM dan publikasi. Hasil dari kegiatan PKM ini adalah siswa SDIT Bombang Talluna Bira semakin memahami pengertian, jenis, dan ciri perilaku bullying, serta cara pencegahannya.
Peningkatan Mutu Pendidikan di Kelurahan Rua melalui Sosialisasi Pendidikan dan Penggunaan E-Modul Ishak, Hasriani; Waliyanti, Ida Kurnia; Ardiana, Ardiana; Sapsuha, Yusri
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v4i2.627

Abstract

Pendidikan merupakan fondasi utama bagi kemajuan masyarakat, namun Kelurahan Rua menghadapi berbagai tantangan dalam meningkatkan mutu pendidikan, termasuk keterbatasan fasilitas, kualitas pengajaran, dan aksesibilitas materi ajar. E-modul, yang merupakan modul pembelajaran berbasis elektronik, menawarkan berbagai keunggulan, seperti aksesibilitas yang fleksibel, integrasi berbagai media pembelajaran, dan kemampuan untuk personalisasi. Melalui penerapan e-modul, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dengan menyediakan materi yang lebih menarik dan interaktif. Implementasi e-modul memerlukan pelatihan guru, infrastruktur teknologi yang memadai, pengembangan konten yang sesuai, dan evaluasi berkelanjutan. Kegiaatan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dilakukan dengan tujuan untuk mengeksplorasi pemanfaatan e-modul sebagai solusi inovatif untuk mengatasi permasalahan pendidikan di Kelurahan Rua Kota Ternate. Hasil kegiatan memperlihatkan bahwa penggunaan e-modul di Kelurahan Rua memiliki potensi besar untuk meningkatkan mutu pendidikan, dapat membantu mengatasi berbagai tantangan pendidikan yang dihadapi. Dapat meningkatkan akses dan kualitas pendidikan di Kelurahan Rua melalui penggunaan e-modul. Serta meningkatkan keterampilan digital di kalangan siswa dan pendidik.
Program P5 Kurikulum Merdeka: Mengasah Kreativitas dan Keterampilan Siswa melalui Kegiatan Memasak dan Menyulam Zebua, Martina; Gulo, Margareta; Lubis, Giovani Br; Tarigan, Noveria Br; Simanungkalit, Tuti Vina Winata Br; Situngkir, Friska Ledina
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2024): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v4i3.795

Abstract

Program P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) Kurikulum Merdeka bertujuan untuk mengembangkan kreativitas dan keterampilan siswa melalui pendekatan pembelajaran berbasis proyek. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan di SMP Budi Murni 2 Medan adalah projek memasak dan menyulam. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai kewirausahaan sosial kepada seluruh  siswa kelas IX  yang berjumlah  sekitar 210 siswa. Dalam proses ini, siswa diajarkan cara mengolah bahan makanan menjadi produk siap jual serta menciptakan produk kerajinan tangan melalui menyulam yang bernilai ekonomi. Melalui kolaborasi tim, siswa belajar bekerja sama, berpikir kreatif, dan mengembangkan kemampuan manajerial sederhana. Projek ini bertujuan untuk mempersiapkan siswa agar lebih mandiri, inovatif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja di masa depan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan kreativitas dan keterampilan siswa, serta munculnya minat mereka dalam bidang kewirausahaan. Dengan adanya program ini, diharapkan siswa dapat mengaplikasikan keterampilan yang diperoleh tidak hanya dalam lingkungan sekolah, tetapi juga di masyarakat. Program ini menjadi contoh sukses dalam penerapan Kurikulum Merdeka yang mendukung pengembangan potensi siswa secara menyeluruh.
Seminar Kesehatan Mental (Mental Health) di UPT SMA Negeri 1 Kabupaten Gowa Azis, Abdul; Nur, Nahdatul; Amanda, Nurul Rahma; Pongdatu, Rana Tabita; Kardi, Muhammad; Sari, Mayan; Mawaddah, Maisya Hurin; Pratiwi, Suci; Sumarsono, Klinton; Nurwana, Nurwana; Alifigo, Muh. Furqon; Fitriani, Nur Elisa
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2024): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v4i3.849

Abstract

Masalah kesehatan mental ini tidak hanya mencakup stres atau gangguan serius, tetapi juga pengelolaan emosi, kepercayaan diri, dan manajemen diri dalam meningkatkan proses belajar. Kesehatan mental merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan dan kesejahteraan peserta didik. Di tengah tekanan akademis, perubahan sosial, dan tantangan kehidupan sehari-hari, banyak peserta didik mengalami stres, kecemasan, dan masalah emosional yang dapat mempengaruhi hasil akademik mereka serta kualitas hidup secara keseluruhan. Seminar ini bertujuan membantu peserta didik lebih baik dalam memahami dan mengelola perasaan mereka, berdasarkan hasil observasi yang menunjukkan adanya masalah kesehatan mental di kalangan peserta didik yang dipengaruhi oleh lingkungan sekolah dan keluarga maupun lingkungan sosial. Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah Projek Kepemimpinan pada program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Universitas Muhammadiyah Makassar Gelombang 1 Tahun 2024 bidang Studi Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Kegiatan ini dilaksanakan dalam tiga tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan. Pada tahap perencanaan terdiri dari menentukan tema, melakukan observasi,merumuskan solusi kemudian menyusun materi dan media Kotak Rasa dan Kotak Harapan. Pada tahap pelaksanaan terdiri dari penyampaian materi, mengisi kotak rasa dan Kotak Harapan. Pada tahap pelaporan yaitu menyusun laporan dan publikasi. Hasil dari kegiatan seminar Kesehatan Mental (Mental Health) ini membantu peserta didik mengembangkan rasa percaya diri, kemampuan mengelola emosi, dan keterampilan interpersonal yang penting. Dukungan emosional yang memadai meningkatkan kepercayaan diri siswa, membuat mereka lebih aktif berpartisipasi dalam kelas dan lebih terbuka menghadapi tantangan akademik. Pengelolaan stres dan kecemasan yang lebih baik, berkat teknik-teknik relaksasi dan strategi coping, membantu peserta didik lebih fokus pada pembelajaran dan menyelesaikan tugas dengan sikap positif. Selain itu, pendekatan sosial-emosional memperbaiki hubungan antara peserta didik dengan guru dan teman sebaya, serta menciptakan lingkungan belajar yang inklusif.

Page 9 of 28 | Total Record : 272