cover
Contact Name
Andi Rahmad Rahim
Contact Email
dedikasimu.lppm@umg.ac.id
Phone
+6285255518547
Journal Mail Official
dedikasimu.lppm@umg.ac.id
Editorial Address
Jl. Sumatera 101 GKB Randu Agung Gresik Telp. 031 39514141, Fax. 031 3952585
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
DedikasiMU: Journal of Community Service
ISSN : 27165140     EISSN : 27165175     DOI : http://dx.doi.org/10.30587/dedikasimu
Jurnal DedikasiMU merupakan jurnal pengabdian kepada masyarakat yang mewadai hasil pengabdian dosen, praktisi atau mahasiswa kepada masyarakat yang menerapkan model ataupun konsep dalam bidang pendidikan, teknik, kesehatan, psikologi, sosiologi, hukum, pertanian, ekonomi dan keagamaan yang bertujuan dalam rangka berpartisipasi dalam mewujudkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang mandiri, kreatif dan sejahterah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 350 Documents
PENDAMPINGAN SERTIFIKASI HALAL SELF DECLARE PADA USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH UD. AKAR PULUNG Nur Cahyadi; Djoko Soelistya; Putra Panji Respati
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol 6 No 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v6i1.7500

Abstract

Sertifikasi halal sangat penting dan diperlukan oleh pelaku usaha khususnya UMKM sebagai salah satu bentuk dalam menghadapi daya saing terhadap produk yang ditawarkan kepada konsumen dan juga sebagai salah satu bentuk dalam mematuhi peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Kegiatan pendampingan sertifikasi halal ini bertujuan untuk membantu pelaku usaha untuk mendapatkan legalitas usaha berupa sertifikat halal terhadap produk yang dihasilkan. Usaha yang dijalankan oleh pelaku usaha UD.. Akar Pulung mengajukan sertifikasi halal terhadap produk yang sudah dihasilkan. Pendampingan ini dilakukan mulai dari proses input data, verifikasi dan validasi dan sampai kepada pengajuan fatwa dan terbit sertifikat halal terhadap produk. Hasil pendampingan yang telah dilakukan menunjukkan pentingnya edukasi tengang sertifikasi halal kepada pelaku usaha agar dapat menjamin terhadap produknya yang halal dan thayyib. Kendala yang sering didahapi oleh pendamping dilapangan adalahnya masih banyaknya pelak usaha yang belum memiliki NIB, sehingga proses pengajuan sertifikasi halal terhalang berkaitan lagalitas ijin usahanya belum dimiliki, dan juga penguasaan pelaku usaha terhadap teknologi masih kurang karena untuk proses pengajuan harus melalui pengisian sitem jaminan produk halal (SJPH) secara online sehingga perlu adanya pendampingan secara intensif. Untuk mensukseskan progam pemerintah dan memfasilitasi para pelaku usaha untuk mendapatkan sertifikasi hala maka perlu adanya penambahan jumlah pendamping agar mampu menjangkau pelak usaha skala mikro, kecil, dan menengah. Dan disarankan adanya dukungan dan kerjasama semua pihak dalam proses pendampngan sertifikasi halal bagi UMKM pada sektor makanan dan minuman.
PENDAMPINGAN IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KETERAMPILAN ABAD 21 BAGI GURU-GURU SMP LABSCHOOL UNTAD Bakri Mallo; Mustamin Idris; Sutji Rochaminah; Rita Lefrida
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol 5 No 4 (2023): DedikasiMU Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v5i4.6765

Abstract

Pada abad 21 ini telah terjadi pergeseran pembelajaran yang signifikan dari pembelajaran yang berpusat pada pendidik bergeser ke pembelajaran yang berpusat pada peserta didik begitu pula orientasi pembelajaran dari bersifat pengetahuan ke pembelajaran berorientasi pada keterampilan. Pemerintah melalui BNSP merumuskan 5 framework kemampuan yang harus ditanamkan dalam pembelajaran di abad 21 yaitu; 1) Critical-thinking and problem-solving skills, 2) Communication, and collaboration skills, 3) Creativity and innovation Skills, 4) Information and communication technology literacy, and 5) Contextual learning skills. Namun kenyataannya di SMP Labschool Untad pembelajaran yang yang menekankan pada keterampilan abad 21 belum sepenuhnya dilaksanakan. Guru-guru belum memahami keseluruhan keterampilan abad 21 dan belum menerapkan semua keterampilan abad 21 ini dalam pembelajaran di kelas. Oleh karena itu melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini tim pengabdi memilih metode pendampingan dalam memecahkan permasalahan mitra. Proses pendampingan dilakukan selama tiga hari yaitu tanggal 5, 6, dan 9 Agustus 2023, dihadiri sebanyak 20 orang guru SMP Labschool Untad Palu. Hasil kegiatan pengabdian berupa perangkat pembelajaran untuk kelas VIII dan IX yang masih menggunakan Kurikulum K-13 dan modul ajar untuk kelas VII yang sudah menggunakan kurikulum Merdeka. Hasil kegiatan juga menunjukkan bahwa pemahaman guru-guru SMP Labschool Untad tentang keterampilan Abad 21 dan cara mengimplementasikan di ruang kelas mengalami peningkatan.
PELATIHAN PEWARNAAN KAOS DENGAN TEKNIK JUMPUTAN (TIE DYE) PADA PESERTA DIDIK SEKOLAH MUHAMMADIYAH DI KABUPATEN BOGOR Agus Pambudi Dharma; Meitiyani Meitiyani; Retno Fitria Setyawati; Mushoddik Mushoddik; Arshya Oktaviani
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol 6 No 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v6i1.7442

Abstract

Jumputan, juga dikenal sebagai “tie-dye” merupakan teknik pewarnaan di atas kain atau kaos dengan menutup bagian yang tidak ingin terkena warna menggunakan bahan perintang (kelereng, uang koin atau batu) yang tidak mudah menyerap. Tie dye telah menarik minat banyak kalangan dari berbagai lapisan masyarakat termasuk usia remaja dan anak-anak. Pelaksanaan pelatihan pewarnaan di atas kain dilaksanakan di SMP Muhammadiyah Almadani Gunungsari, Citeureup dengan jumlah peserta didik sebanyak 23 orang. Metode pelaksanaan yang dilakukan berkaitan dengan realisasi pemecahan masalah tersebut, diantaranya: 1) penyampaian materi tentang jumputan, yang meliputi: teori tentang jumputan, perbedaan antara jumputan dan batik, karakteristik jumputan, cara pembuatan jumputan, 2) pemberian handout bagi para peserta pelatihan, 3) demonstrasi pembuatan tie dye, dilakukan tentang cara mendesain jumputan untuk membuat taplak meja, cara mengikat, cara memberi warna remasol, cara memberi water glass, cara pencelupan, dan 4) praktek pembuatan tie dye. Peserta melakukan secara interaktif dan mandiri setiap tahapannya dari proses pembentukan pola atau motif diatas kaos bekas hingga proses penjemuran sehingga meningkatkan kreativitas. Proses pembuatan produk tie dye dapat diterapkan melalui pembelajaran project based learning dan bisa juga sebagai implementasi dari pengelolaan 3R yang dilakukan oleh guru di sekolah.
DARI PISANG MENJADI PELUANG: STRATEGI PENINGKATAN USAHA KERIPIK DI SURABAYA Aristyanto, Erwan; Abdillah, Khubbi; Hindratmo, Astria; Pratama, Adi Putra; Putra, Giovanni Firmansyah; Wawan, Yulianus
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol 6 No 4 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v6i4.8450

Abstract

This PKM activity supports one of the main focus areas of Community Service 2024, namely the Green Economy sector in the use of composter tubes to process banana waste into fertilizer. The partner in this PKM is Mr. Sukri, owner of the JOYO banana chips business, located at Pakal Madya Jaya 5 no 11A RT 03 RW 02 Pakal Village, Pakal District, Surabaya City, which is 2.2 KM from the UWP campus. The urgency of this activity is low production capacity and the products produced are not good so it requires a touch of science and technology. The aim of this activity is to increase partner production capacity and quality and increase partner turnover. Priority problems, namely, in the Production sector, production equipment is still traditional and not ergonomic, wastes fuel, unhealthy and dirty inventory space and lots of rodents, workers do not wear PPE: Marketing sector, sales are unstable, packaging still uses thin plastic, labels and brands are less attractive, in the field of Business Management, there is no financial record keeping and there is no understanding of food health. The solution offered is to increase the quality and capacity of the business through developing banana chips TTG, increasing business capabilities, expanding marketing, improving packaging, labels and brands as well as financial records. Implementation method with TTG development of banana chips machine, partnership, training and mentoring. The results of the implementation of activities in this program include coordination of program implementation with partners, dissemination of TTG Banana Chips Machines, procurement of equipment and training on healthy production, dissemination of TTG Waste Processing Composter Tubes, online and offline sales training and assistance, training and assistance in making labels and logos , training and assistance in recording business financial transactions. The impact of this activity is an increase in the capacity and quality of partner products by 30%, an increase in partner turnover by 30%, an increase in partner knowledge and skills by 50%.
PELATIHAN PENYUSUNAN MODUL AJAR UNTUK MEMPERSIAPKAN SISWA MENGHADAPI KURIKULUM MERDEKA PADA PON-PES DARUL ARQAM MUHAMMADIYAH PUNNIA KAB. PINRANG Badolo, Mas’ud; Malik, Marwati; Saputra, Yusuf; Fahira, Nurtasya; Kalsum, Umi
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol 6 No 4 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v6i4.8365

Abstract

Modul ajar merupakan salah satu jenis perangkat ajar yang memuat rencana pelaksanaan pembelajaran untuk membantu mengarahkan proses pembelajaran mencapai capaian pembelajaran. Kurikulum merdeka mewajibkan untuk pembuatan modul ajar bagi guru sehingga guru dapat mengimplemetasikan proses pembelajaran interaktif dengan perencanaan yang matang. Pada dasarnya modul dibuat oleh guru dengan tujuan dapat merangkap bahan ajar, Latihan untuk penilaian pengetahuan, keterampilan dan sikap pada peserta didik. Untuk membuat modul ajar tidak membutuhkan modal yang banyak justru guru dapat memanfaatkan bahan ajar yang telah ada dan bisa dimodifikasi menjadi modul nantinya, sehingga lebih ekonomis dan praktis. Selain itu membuat modul ajar dari bahan ajar yang sudah ada dapat menjaga keaslian file dan pengembangan lebih jauh pada setiap mata pelajaran. Modul ajar yang di buat nantinya dapat diterapkan pada semua mata pelajaran dengan konsep mengikuti regulasi dan aturan dari kurikulum merdeka.
PENINGKATAN LITERASI TEHNOLOGI DAN KAPASITAS DIRI PETANI GARAM DESA PLIWETAN DALAM USAHANYA MENINGKATKAN KUALITAS DAN KUANTITAS PRODUKSI GARAM Suwarsih, Suwarsih; Joesidawati, Marita Ika; Nuruddin, Abdul Wahid
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol 6 No 4 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v6i4.8874

Abstract

Permasalahan Mitra yang sering dihadapi petani garam tradisional di Desa Pliwetan Kecamatan Palang Kabupaten Tuban adalah (1) Kelompok masyarakat rata-rata tidak memiliki lahan yang cukup untuk membuat produksi garam sehingga memanfaatkan lahan pekarangan rumah dan bahan baku utama yang digunakan untuk membuat garam adalah air laut yang didiamkan (air tua), masih mengandung kotoran serta berlumpur sehingga mutu garam masih rendah, (2) Teknologi pembuatan garam masih menggunakan metode konvensional, proses penampungan air muda dan air tua tanpa proses filterisasi sehingga masih banyak kotoran, (3) permasalahan eksternal yang mempengaruhi produksi garam yaitu curah hujan yang tinggi yang dapat menurunkan hasil panen garam. Melalui kegiatan pemberdayaan kemitraan masyarakat yang diusulkan selama 1 tahun ini diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan produksi garam dan meningkatkan pendapatan petani garam di Desa Pliwetan Kecamatan Palang Kabupaten Tuban. Solusi yang ditawarkan (1) Pembuatan alat Evaporator “CEPEK (Cepat, Efektif, Portable, Efisien dan Praktis)” untuk meningkatkan produksi garam (2) Pelatihan penggunaan alat evaporator “CEPEK” untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas garam (3) Pelatihan Manajemen Operasional Produksi Garam MenggunakanAlat Evaporator “CEPEK”. Metode pengabdian dibagi menjadi 5 tahapan yaitu Sosialisasi, Pelatihan, Penerapan teknologi, Pendampingan dan evaluasi, Keberlanjutan program. Hasil Kegiatan Pengabdian pada Pelatihan Pertama menunjukkan 13 dari 15 anggota mampu menggunakan Alat Evaporator “CEPEK” dan dapat memproduksi garam lebih cepat antara 7-10 hari dengan volume air 1 m3 menghasilkan garam 8-9 kg. Sedangkan dari hasi kegiatan manajemen operasional produksi garam menunjukkan adanya peningkatan hasil produksi dan peningkatan pengetahuan manajemen usaha pada mitra sehingga berdampak pada peningkatan ekonomi Kelompok “Gudang Garam” Kelompok Usaha Garam Rakyat (KUGAR) yang ada di Desa Pliwetan Kecamatan Palang Kabupaten Tuban
INSIASI PROGRAM HEALTHPREUNER BERBASIS METODE ECARE PADA PONKEDES DESA WAHAS Widiharti, Widiharti; Mulyani, Endah; Pratama, Firman Hadi Sukma; Taba, Masrizal Khilda; Lita, Diana Aura; Nabilasari, Khoirunisrina
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol 6 No 4 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v6i4.8477

Abstract

Ponkesdes merupakan salah satu upaya dalam memberikan pelayanan kesehatan sebaik – baiknya kepada masyarakat desa. Tenaga kesehatan yang ada di ponkesdes adalah perawat dan bidan. Bidan dan perawat mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksankan dua kegiatan yaitu program upaya kesehatan perorangan (UKP) dan program upaya kegiatan masyarakat (UKM). Desa Wahas terdapat di Kecamatan Balongpanggang Kabupaten Gresik. Ponkesdes di desa Wahas merupakan pelayanan kesehatan pertama yang dapat dimanfaatkan oleh warga desa sebelum ke puskesmas dan ke rumah sakit. Berdasarkan hasil wawancara dengan pengelola ponkesdes didapatkan bahwa terdapat kendala yaitu belum lengkap fasilitas prasarana dan sarana karena terbatasnya dana operasional yang hanya bersumber dari puskesmas dan belum terjangkaunya pasien dengan kondisi khusus seperti lansia dan pasien terminal. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan persiapan dalam penyelesaian masalah, kemudian dengan pelaksanaan program dengan tahap workshop, tahap sosialisasi, tahap pelaksanaan di ponkesdes dan yang terakhir mengevaluasi program. Tahap persiapan dilakasanakan berbagai persiapan dalam rangka menyelesaikan masalah yang ada dengan menggunakkan ilmu yang dimiliki. Adapun persiapan yang dilakukan meliputi persiapan mitra, persiapam tim pengabdi, persiapan pembuatan website E-care, persiapan sosial persiapan sosialisasi program healthpreuner dan launching website E-Care pada pihak terkait, persiapan pendampingan tata kelola. Pada tahap implementasi ada beberapa tahap pelaksanaan yaitu tahap workshop dengan tema ‘peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan pelayanan pada ponkedes di desa wahas”, tahap sosialisasi program healthpreneur berbasis e-care dengan mensosialisasikan website pribadi ponkesdes dengan link web http://ponkesdes.com/ yang berisi tentang profil ponkedes, jenis pelayanan, promosi kesehatan, tahap pelaksanaan diponkesdes secara keseluruhan berjalan dengan baik dan masyarakat sangat antusias menggunakan pelayanan yang disediakan oleh ponkesdes. Tahap evaluasi program dilakukan dengan mengukur tingkat pemahaman petugas ponkesdes dan kader tentang helathpreuner melalui E-care, kedua adanya web/aplikasi terkait E-care melalui website dalam pelayanan kesehatan dan diaplikasikan oleh Masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman petugas ponkesdes dan kader sebagian besar baik.
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI PENINGKATAN PRODUKTIVITAS POTHIL DAN MANAJEMEN KEUANGAN DI DESA BONDOWOSO KABUPATEN MAGELANG Khikmah, Siti Noor; Uliyah, Ida; Habibi, Ilham; Mubarok, Bayu Lutvi; Utami, Cici Tri
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol 6 No 4 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v6i4.8518

Abstract

Desa Bondowoso terdiri dari 11 dusun, salah satunya adalah dusun Gedongan Lor. Dusun Gedongan Lor salah satu sentra pothil di Desa Bondowoso, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Terdapat sepuluh pengrajin perempuan memproduksi pothil secara mandiri dan belum dilakukan secara kelompok atau berkolaborasi. Pothil merupakan salah satu jenis makanan ringan khas Magelang yang dibuat dari tepung singkong dengan rasa asin gurih. Para pengrajin pothil tersebut dalam usaha yang dilakukan belum dikelola dengan baik. Tidak ada pencatatan pembukuan dan pemasarannya dilakukan secara konvensional. Mengingat prospek produk pothil yang bagus dan diharapkan dapat menambah penghasilan keluarga, maka akan dilakukan pelatihan kepada para pengrajin pothil untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi, sehingga di Dusun Gedongan Lor Desa Bondowoso benar-benar dapat menjadi sentra pothil yang maju dan solid. Tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan pendapatan membantu memperbaiki strategi pemasaran yang tepat dan pembukuan usaha berbasis digital, membantu pengrajin pothil dalam legalitas usaha. Kegiatan pengabdian ini menggunakan metode pendekatan partisipatif. Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi 3 tahapan yaitu sosialisasi, pelatihan, pemeriksaan dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Agustus sampai September 2024. Kegiatan ini diikuti oleh para pengrajin pothil yang semua adalah perempuan. Peserta sangat antusias selama menjalankan kegiatan pelatihan kemasan produk, CPPB IRT dan pengurusan legalitas usaha, pelatihan pembukuan, dan pelatihan digital marketing. Kegiatan akhir pengabdian ini dengan melakukan pemeriksaan dan evaluasi. Kegiatan ini dilakukan secara berkala, ketika pelatihan selesai dilakukan
SOSIALISASI PEMANFAATAN LIMBAH BONGGOL JAGUNG UNTUK PEMBUATAN BRIKET DI DESA CIPEUNDEUY Nurudin, Arif; Kisworo, Banu; Badawi, Badawi; Gusman, Tania Avianda; Bachtiar, Irgi Verlandika
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol 6 No 4 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v6i4.8282

Abstract

Pemanfaatan limbah bonggol jagung menjadi briket telah terbukti menjadi metode yang layak untuk memanfaatkan energi alternatif. Terbatasnya pemanfaatan limbah bonggol jagung oleh masyarakat dapat disebabkan oleh kurangnya kesadaran dan pemahaman, sehingga minim kepedulian terhadap pengelolaan yang baik. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya sosialisasi yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai pemanfaatan limbah bonggol jagung. Tujuannya adalah untuk memanfaatkan ketersediaan bonggol jagung secara maksimal agar lebih diminati masyarakat, sehingga dapat menjadi sumber energi alternatif. Metode pada tahap pelaksanaan pemanfaatan limbah ini berupa pendampingan dan pelatihan. Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan pelatihan kepada karang taruna setempat untuk membuat briket dari bonggol jagung yang tidak termanfaatkan sebelumnya di Desa Cipeundeuy. Di sisi lain aktivitas ini dapat menunjang penerapan inovasi dalam energi terbarukan yang berguna secara langsung kepada masyarakat untuk meningkatkan ekonomi dan pemanfaatan limbah yang ada. Berdasarkan pelatihan yang dilakukan di Desa Cipeundeuy melalui pemanfaatan limbah bonggol jagung menjadi briket sebagai upaya peningkatan ekonomi kreatif Desa Cipeundeuy, bertambahnya kesadaran warga dalam mengelola potensi desa, bertambahnya pengetahuan, dan keterampilan warga. Dalam hal ini terkait dengan pemanfaatan limbah bonggol jagung dapat mengurangi biaya rumah tangga untuk pembelian bahan bakar minyak/gas dikarenakan briket merupakan bahan bakar alternatif yang dapat diperbaharui dari limbah dengan jumlah yang banyak dan biaya yang terjangkau
PELATIHAN PUBLIK SPEAKING DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DAN KEPALA SEKOLAH BAGI SEKOLAH MUHAMMADIYAH Nuryakin, Nuryakin; Supangkat, Gatot
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol 6 No 4 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v6i4.8982

Abstract

Setiap individu memiliki ketrampilan komunikasi yang berbeda-beda dalam aktivitas profesi mereka. Ketrampilan dalam berkomunikasi memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan manusia, terutama dalam pekerjaan keseharian mereka. Berkomunikasi adalah proses bertukar pesan dan informasi kepada indovidu lainnya sehingga memberikan dampak atau efek kepada audiens. Seni berbicara di depan umum, yang dikenal sebagai public speaking, merupakan salah satu bentuk komunikasi yang membutuhkan keterampilan khusus. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan pelatihan public speaking. Pelatihan public speaking ini dilakukan pada guru dan kepala sekolah yang ada pada sekolah-sekolah Muhammadiyah Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah dan Kabupaten Seram Bagian Barat yang dilaksanakan sebagai bagian dari program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dan diikuti oleh 40 peserta yang merupakan guru dan kepala sekolah. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi para guru dan kepala sekolah untuk meningkatkan kompetensi dalam berbicara di depan umum, memahami dasar-dasar public speaking, serta menguasai teknik dan strategi keterampilan berbicara di depan umum dalam hal ini adalah kompetensi guru dan kepala sekolah dalam mengajar kepada para siswa. Pelatihan ini berlangsung selama dua hari, di mana peserta mendapatkan materi dasar yang dikombinasikan dengan teknik public speaking. Proses pra-pelaksanaan diawali dengan observasi awal, diskusi sedang, adaptasi pelatihan, pretest, penyampaian materi, praktik, diskusi dan refleksi serta post test untuk mengukur pencapaian tujuan kegiatan. Hasil dari pelatihan menunjukkan peningkatan yang cukup baik. Para peserta mulai menguasai dasar-dasar public speaking, seperti meningkatkan rasa percaya diri, mengadopsi sikap ideal saat berbicara dengan memanfaatkan gestur dan gerakan tubuh (kontak mata, bahasa tubuh), serta mampu menyampaikan materi dengan baik menggunakan teknik-teknik public speaking.