cover
Contact Name
DEWI YULIASARI
Contact Email
dewiys52@yahoo.co.id
Phone
+6285279526789
Journal Mail Official
dewiys52@yahoo.co.id
Editorial Address
http://ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/PERAKMALAHAYATI/about/editorialTeam
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Perak Malahayati : Pengabdian Kepada Masyarakat
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 2685547X     EISSN : 26848899     DOI : 10.33024
Core Subject : Health,
jurnal perak malahayati adalah jurnal pengabdian kesehatan masyarakat(PKM) Khusus untuk bidang kesehatan.
Articles 254 Documents
SOSIALISASI KONSUMSI JUS JAMBU BIJI UNTUK MENINGKATKAN HB PADA IBU HAMIL DENGAN ANEMIA (JUS JAMILA) DI DESA LEBUNGSARI, KECAMATAN MERBAU MATRAM, LAMPUNG SELATAN Yantina, Yuli; Ermasari, Anissa; Handayani, Sri
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 Mei 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v6i1.15301

Abstract

Anemia adalah suatu  kondisi medis di mana jumlah sel darah merah atau hemoglobin kurang  dari normal. Pada ibu hamil dikatakan anemia bila Hb < 11,0 g/dl. Anemia gestasional adalah peningkatan kadar cairan plasma selama  kehamilan yang mengencerkan darah  ( hemodilusi )  yang dapat digambarkan sebagai anemia. Anemia kehamilan  yang paling umum adalah anemia nutrisi besi.WHO melaporkan bahwa prevalensi ibu-ibu hamil di seluruh dunia yang mengalami anemia sebesar 41,8%. Prevalensi di antara ibu hamil bervariasi dari 31% di Amerika Selatan hingga 64% di Asia bagian selatan. Di Indonesia data ibu hamil masih cukup tinggi. Pada Riskesdas tahun 2013 sebesar 37,15% sedangkan hasil Riskesdas 2018 telah mencapai 48,9% sehingga dapat disimpulkan selama 5 tahun terakhir masalah anemia pada ibu hamil telah meningkat sebesar 11,8%. Sedangkan jumlah anemia pada ibu hamil di Provinsi Lampung yaitu sebanyak 69,7. Lampung Selatan tahun 2021 mencatat anemia dengan jumlah 737 kasus.Risiko ibu hamil dengan anemia sangat besar bahkan bisa berisiko kematian pada kehamilan. Salah satu upaya non farmakologi untuk mengatasi anemia adalah dengan pemberian jus jambu biji merah. Pemberian jus jambu biji merah pada bertujuan untuk mengetahui rata-rata peningkatan hemoglobin sebelum dan sesudah diberikan jus jambu biji merah pada ibu hamil.Metode yang dipakai saat penyuluhan adalah penyuluhan kelompok disertai peragaan secara langsung tentang pembuatan jus jambu biji merah dan pemberian leaflet tentang anemia pada ibu hamil dan jus jambu biji merah. Subjek dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah ibu hamil trimester Ⅲ yang berada di desa Lebung sari, Merbau Mataram, Lampung Selatan.Hasil dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang manfaat mengonsumsi jus jambu biji merah dan tablet tambah darah (Fe). Saat sebelum dilakukan pemberian jus jambu biji merah dan tablet Fe banyak subjek yg kadar hemoglobinnya rendah, setelah rutin mengkonsumsi jus jambu bii merah dan fe selama 7 hari,rata-rata sujek mengalami peningkatan kadar hemoglobin.Berdasarkan hasil dari pengabdian masyarakat ini dapat disimpulkan bahwa anemia pada ibu hamil dapat diatasi salah satunya dengan pemberian jus jambu biji merah ini. Diharapkan jus jambu biji merah ini dapat dipergunakan oleh masyarakat desa Lebung Sari untuk mengatasi anemia pada ibu hamil. Mengingat ketersediaan jambu biji merah yang ada di sekitar pemukiman masyarakat yang selama ini sering tidak dimanfaatkan.
RINTISAN PROGRAM POSYANDU PRIMA DI KAMPUNG NOTOHARJO KECAMATAN TRIMURJO KABUPATEN LAMPUNG TENGAH Yuniastini, Yuniastini; Fithri, Yulida; Mulyono, Rifai Agung; S, Suryani Catur
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 Mei 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v6i1.15159

Abstract

Inovasi layanan posyandu sesuai dengan transformasi layanan kesehatan primer melahirkan wadah baru yang dikenal dengan Posyandu Prima. Layanan kesehatan posyandu prima menjangkau semua masyarakat karena setiap fase kehidupan selalu ada permasalahan kesehatan tersendiri. Mewujudkan posyandu prima membutuhkan persiapan yang tidak mudah karena melibatkan pembiayaan tinggi, SDM dan kerjasama lintas sektor. Namun selalu ada jalan untuk mewujudkan hal baik. Untuk menyiasatinya Pengabdian Masyarakat Dosen Poltekkes Tanjungkarang difokuskan pada persiapan yang dapat dilakukan sejak dini yaitu mempersiapkan SDM kader. Rintisan Posyandu Prima di Desa Notoharjo mulai berjalan dengan membekali dan menyiapkan kader terlebih dahulu. Metode kegiatan dimulai dengan advokasi, sosialisasi, pelatihan posyandu prima untuk kader, praktik kunjungan rumah, penguatan keterampilan kunjungan rumah dan survey kesehatan masyarakat. Hasilnya diperoleh responden usia produktif sebanyak 95 orang. Kesehatan masyarakat Desa Notoharjo termasuk dalam keadaan baik. Masalah kesehatan usia produktif yang muncul adalah kebiasaan merokok (37,9%) hipertensi (4,2%) dan gangguan penglihatan (9,5%), Ini masih menjadi fenomena karena sebagian besar warga tidak tahu keadaan kesehatan dirinya sendiri karena minimnya pemeriksaan/deteksi dini penyakit. Kata Kunci: Posyandu prima, rintisan 
SOSIALISASI TENTANG BAHAYA SEKS BEBAS DI SMA NEGRI 15 BANDAR LAMPUNG Fitria, Fitria; Hamzah, Zarma; Parina, Febriyantina
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2023): Volume 5 Nomor 2 November 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v5i2.13238

Abstract

Seks bebas merupakan penyuluhan yang bertujuan agar para siswa/siswi remaja mengerti apa dampak dari seks bebas tersebut dan untuk mengetahui fenomena prilaku seks bebas tersebut. Pengabdian yang dilakukan dengan beberapa orang siswa /siswi remaja  yang rentan melakukan seks bebas dan didapatkan hampir semua siswa/siswi tersebut belum mengetahui dampak akibat dari seks bebas tersebut. Tujuan diadakan kegiatan ini ialah agar siswa/siwi dapat mengerti tentang bahaya seks bebas bagi kesehatan. Kegiatan ini dilakukan pada hari rabu 5 februari 2020 di SMA Negri 15 Bandar Lampung dengan sebanyak 32 siswa/siswi . Kegiatan yang dilakukan ialah berupa penyuluhan tentang bahaya seks bebas dengan menggunakan slide (power point). Pengabdian memberikan dampak yang signifikan terhadap pengetahuan siswa/siswi. Oleh sebab itu tenaga kesehatan harus terus memberikan edukasi kepada siswa/siswi remaja  tentang bahaya seks bebas 
KEGIATAN PENINGKATAN PENGETAHUAN TERHADAP MASYARAKAT DALAM MENCEGAH STUNTING Fitria, Fitria; Hamza, Zarma; Parina, Febriyantina; Hatta, Muhammad
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 Mei 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v6i1.15304

Abstract

 Masalah anak pendek (stunting) merupakan salah satu permasalahan kondisi gizi yang sedang dihadapi di Indonesia. Stunting menjadi masalah yang signifikan karena berdampak pada peningkatan risiko terjadinya kesakitan, kematian, penurunan perkembangan otak dan mental, serta motorik pada anak. Berdasarkan data pendahuluan sebelum dilakukan nya penyuluhan Kesehatan ini di dapatkan Hasil pengukuran menunjukkan bahwa sebanyak 40% dari total responden memiliki pengetahuan yang kurang mengenai gizi pada balita, hanya 21% responden yang memiliki pengetahuan baik terkait gizi pada balita. Sebanyak 50% dari total responden memiliki pola/perilaku yang kurang dalam pemberian makanan pada anak dan hanya 9% yang memiliki pola/perilaku yang baik. Kegiatan ini merupakan sebuah pengabdian kepada masyarakat dan Pengabdian terkait kondisi stunting di Indonesia. Pengabdian ini bertujuan untuk mengukur tingkat pengetahuan ibu mengenai gizi pada balita dan perilaku pemberian makanan pada anak. Kegiatan pengabdian ini dilakukan pada hari senin,05 februari 2024, Hasil kegiatan pengabdian ini didapatkan adanya peningkatan pengetahuan ibu sebanyak 35 %.
MANFAAT NUGGET LELE UNTUK MENGATASI BALITA BGM (BAWAH GARIS MERAH) PADA BALITA DI DESA MERAK BATIN DUSUN CITEREP KECAMATAN NATAR LAMPUNG SELATAN Yuviska, Ike Ate; Yuliasari, Dewi
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2023): Volume 5 Nomor 2 November 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v5i2.12787

Abstract

Masa balita merupakan periode perkembangan fisik dan mental yang pesat. Kesehatan seorang balita sangat dipengaruhi oleh gizi yang diserap oleh tubuh mengakibatkan mudah terserang penyakit karena gizi memberi pengaruh yang besar terhadap kekebalan tubuh( Ellya, 2010).Gizi memegang peranan penting dalam Siklus hidup manusia. Kekurangan gizi pada bayi dan balita dapat menimbulkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan, apabila tidak diatasi dapat berlanjut hingga dewasa dimana tidak dapat mencapai tumbuh kembang optimal sehingga sangat di perlukan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang cukup dan bermutu sejak bayi berumur 6 bulan sampai 24 bulan, dan meneruskan pemberian ASI sampai anak berusia 24 bulan atau lebih (Nurheti,2010).Penyuluhan ini bertujuan untuk mengetahui Untuk melihat gambaran,menganalisa dan melakukan Intervensi terhadap masalah yang menjadi prioritas kesehatan masyarakat di Desa Merak Batin Dusun Citerep Kecamatan Natar Lampung Selatan.Hasil penyuluhan diperoleh Menurut Departemen Kesehatan (2005) Balita Bawah Garis Merah (BGM ) adalah balita yang saat ditimbang berat badannya berada pada garis merah atau di bawah garismerah pada Kartu Menuju Sehat (KMS). Berat badan yang berada di Bawah GarisMerah (BGM) pada KMS merupakan perkiraan untuk menilai seseorang menderita gizi buruk, tetapi bukan berarti seseorang balita telah menderita gizi buruk, karena ada anak yang telah mempunyai pola pertumbuhan yang memang selalu dibawah garis merah pada KMS. Berat Badan di Bawah Garis Merah (BGM) bukan menunjukkan keadaangizi buruk tetapi sebagai peringatan untuk konfirmasi dan tindak lanjut. Hal ini tidak  berlaku pada anak dengan berat badan awalnya sudah berada dibawah garis merah. Ikan termasuk hewan bertulang belakang (vertebrata) yang hidup di air . ikan di klasifikasikan ke dalam Filum Chordata dengan karakteristik memiliki insang yang berfungsi untuk mengambil oksigen terlarut dari air dan memiliki sirip untuk berenang. Ikan dapat ditemukan hampir di semua tipe perairan di dunia dengan  bentuk dan karakter yang berbeda-beda (Adrim, 2010). Ikan lele yang hidup di air tawar ini kaya akan gizi sebagai penyedia protein yang baik, selain itu menggandung fosfor, kalium, lemak, omega – 3, omega – 6, dan vitamin B12 dengan kandungan merkuri yang rendah (Rukmana dkk., 2017). Kata Kunci     : Gizi, Balita, NugetLele
PENDAMPINGAN IBU DALAM PENGGUNAAN BEDONG HASTAN DALAM RANGKA PEMBINAAN DESA TANGGUH ASI DI DESA MARGA AGUNG KECAMATAN JATI AGUNG KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Novadela, Nora Isa Tri; Nurchairina, Nurchairina; Sulistianingrum, Lely
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2023): Volume 5 Nomor 2 November 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v5i2.12791

Abstract

Hipotermi merupakan 6,3% penyebab kematian neonatal. Kejadian hipotermi pada bayi baru lahir cukup tinggi, secara global berkisar 8,5% - 52%, diperkirakan 17 juta bayi baru lahir mengalami hipotermia di negara berkembang. Kejadian hipotermi terjadi pada 92,3% bayi baru lahir, lebih dari 50% mengalami moderat hipotermi, risiko ini meningkat pada 24 -72 jam pertama kehidupannya. Bayi baru lahir akan memiliki mekanisme pengaturan suhu tubuh yang belum efisien dan masih lemah, sehingga penting untuk mempertahankan suhu tubuh agar tidak terjadi hipotermi. Hipotermi terjadi apabila suhu tubuh di bawah 36,5°C. Sangat penting untuk menjaga suhu tubuh BBL. Seorang ibu atau bidan dapat melakukan beberapa upaya untuk menghangatkan dan mempertahankan suhu tubuh bayi. Upaya pertama yang dapat dilakukan yaitu memberikan ASI atau menyusui, upaya kedua dapat dilakukan dengan metode kangguru, dan upaya selanjutnya yaitu membedong bayi dan menempatkan di ruangan yang hangat. Sejumlah penelitian medis menemukan manfaat bedong bayi, seperti kutipan dari Preciouslittlesleep, Senin (14/3/2016), yaitu, mengurangi resiko SIDS (Suddent Infant Death Syndrom), menenangkan bayi, melatih gerakannya, mengatasi tangisan bayi dan membuat bayi tidur lebih nyenyak. Kegiatan Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan kepada ibu hamil tentang penggunaan bedong hastan yang lebih hangat, praktis, efektif dan efisien dibandingkan bedong kontemporer. Kegiatan berjalan dengan baik dan telah dilaksanakan Pada Tanggal 10 Juni 2023 di Posyandu Melati Desa Marga Agung. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 35 orang. Diharapkan kegiatan ini dapat bermanfaat bagi ibu hamil dalam meningkatkan pengetahuan ibu tentang perawatan bayi baru lahir, khususnya dalam pencegahan hipotermi pada bayi baru lahir.  Kata kunci : Suhu tubuh bayi, Hipotermi, Bedong Hastan.ABSTRACT
SOSIALISASI JAGA IBU HAMIL ANEMIA DENGAN DAUN KELOR DI KELURAHAN KEMILING RAYA KECAMATAN KEMILING BANDAR LAMPUNG Susilawati, Susilawati; Rachmawati, Fijri; Hevi, Hevi
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 Mei 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v6i1.15262

Abstract

Latar Belakang Daun kelor memiliki banyak khasiatnya salah satunya dalam upaya meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil anemia, karena kandungan zat besi dalam 100 gram daun kelor yautu 25 kali lebih banyak dari bayam. Tumbuhan kelor yang berpotensi sebagai obat sangat banyak tumbuh dan mudah ditemui di berbagai daerah, sehingga perlu adanya pengetahuan untuk memanfaatkannya. Tanaman Kelor ini sudah sejak lama dikenal dan digunakan sebagai alternatif alami pengobatan. Pemanfaatan penyajian daun kelor ini masih kurang menarik atau kurang praktis, oleh karena itu perlu pemanfaatan daun kelor dalam bentuk yang lebih mudah, cepat dan siap disajikan.Tujuan dari praktik komunitas ini yaitu Ibu hamil mampu memahami manfaat daun kelor terhadap keningkatkan hemoglobin ibu hamil dengan anemia.Sasaran dari prakttik Komunitas ini adalah ibu hamil dengan anemia yang di data melalui SDM dan dari hasil penentuan prioritas masalah dalam MMD.Penatalaksanaan dengan memberikan inovasi makanan bebahan daun kelor pada ibu hamil seperti bolu daun kelor, botok dau kelor, stik daun kelor, dan pudding daun kelor.Kesimpulan dengan memberikan inovasi makanan dengan kandungan daun kelor diharapkan ibu hamil yang mengalami anemia dapat teratasi dengan baik. 
PROMOSI KESEHATAN DALAM PENCEGAHAN PENYAKIT GANGGUAN METABOLISME ASAM URAT GOUT ARTHRITIS Alfarisi, Ringgo; Fahrurozi, Fahrurozi; Adlina, Dina; Liana, Dwi Febi; Ramdhani, Dita Nurul
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 Mei 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v6i1.14544

Abstract

Pendahuluan: Prevalensi gout atrhritis secara global pada tahun 2017 mencapai 34,2%. Prevalensi gout artritis cukup besar, di US mencapai 3,9% di Eropa mencapai 2,5%. Sedangkan di Indonesia berdasarkan data Riskesdas tahun 2018 prevalensi penderita gout artritis sebanyak 7,3%.. Pengetahuan akan pentingnya menjaga keseimbangan metabolism asam urat untuk mencegah penyakit gout arthritis, merupakan hal penting yang harus dimiliki bagi masyarakat agar memiliki kesehatan yang optimal.Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman warga dalam mencegah penyakit gout arthritisMetode: Kegiatan promosi kesehatan kepada anggota keluarga para mahasiswa Universitas Malahayati Bandar Lampung,  dilakukan dengan menggunakan metode penyuluhan secara online melalui aplikasi zoom meet. Kegiatan diwalai dengan persiapan pembuatan web poster, bahan kegiatan, dan penyusunan materi penyuluhan oleh tim penyuluh. Peserta penyuluhan sebanyak 40 orang. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pengambilan data nilai pengetahuan peserta terkait gangguan metabolisme asam urat, baik sebelum maupun sesudah penyuluhanHasil: Didapatkan bahwa peserta penyuluhan terbanyak adalah perempuan (67,5%) dengan kelompok usia terbanyak adalah dewasa (50,0%), dan pekerjaan wiraswasta (40,0%). Didapatkan hasil bahwa sebelum kegiatan penyuluhan, sebanyak ≤ 50% peserta yang mengetahui pengertian, penyebab, serta cara mencegah gangguan metabolisme asam urat gout arthritis. Setelah dilakukan kegiatan penyuluhan, didapatkan bahwa seluruh peserta (100%), dapat mengetahui pengertian, penyebab, serta cara mencegah gangguan metabolisme asam urat gout arthritis.Kesimpulan: Kegiatan promosi kesehatan berupa penyuluhan mengenai penyakit gangguan metabolisme asam urat gout arthritis, berjalan dengan baik. Kegiatan penyuluhan memiliki dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan peserta penyuluhan tentang pencegahan penyakit gout arthritis.Kata Kunci: promosi kesehatan, asam urat, gout arthritis
SOSIALISASI PENERAPAN METODE RELAKSASI OTOT PROGRESIF UNTUK MENURUNKAN NYERI MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI DI DESA SUMBER AGUNG LAMPUNG TENGAH Adelta, Yosi; Keswara, Umi Romayati; Rilyani, Rilyani; Trismiyana, Eka; Elliya, Rahma; Wandini, Riska; Triyoso, Triyoso
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2023): Volume 5 Nomor 2 November 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v5i2.13146

Abstract

Menstruasi atau haid ialah perdarahan secara periodik dan siklik dari uterus, disertai pelepasan (deskuamasi) endometrium. Dan pada masa remaja ini tak jarang mengalami gangguan menstruai seperti dismenorea. Dismenorea atau nyeri haid mungkin merupakan suatu gejala yang paling sering menyebabkan wanita - wanita muda pergi ke dokter untuk konsultasi dan pengobatan (Winkjosastro, 2016). Menurut World Health Organization (WHO) angka kejadian dismenore cukup tinggi diseluruh dunia. Angka kejadian nyeri menstruasi di seluruh dunia masih sangat banyak, persentase kejadian nyeri menstruasi di dunia rata-rata lebih dari 50% atau berkisar sebesar 15,8-89,5% wanita di setiap negara mengalami nyeri menstruasi. (Widiatami, 2018). Di Indonesia, angka kejadian dismenorhea 64,25 % terdiri dari 54,89 % dismenorhea primer dan 9,36 % dismenorhea sekunder. Selama 50 tahun terakhir tercatat 75 % perempuan mengalami nyeri haid. Biasanya gejala dismenorhea primer terjadi pada perempuan usia produktif dan perempuan yang belum pernah hamil. Dismenorhea sering terjadi pada perempuan yang berusia antara 20 tahun atau pada usia sebelum 25 tahun. Sebanyak 61 % terjadi pada perempuan yang belum menikah (Syamsurita., Ikawati, 2022)  Hasil prasurvey yang dilakukan di Desa Sumber Agung Lampung Tengah dengan jumlah keseluruhan remaja putri sejumlah 10 didapat jumlah remaja putri sebanyak 8 orang yang mengalami nyeri haid di hari pertama. Penggunaan latihan relaksasi progresif merupakan salah satu metode non farmaklogi yang bisa  digunakan untuk penatalaksanaan nyeri. Kata Kunci : Nyeri Menstruasi, Metode Relaksasi Otot Progresif 
MANFAAT DAUN KATUK SEBAGAI PELANCAR ASI DI DESA JATIMULYO KECAMATAN JATI AGUNG LAMPUNG SELATAN Evrianasari, Nita; Astriana, Astriana
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2023): Volume 5 Nomor 2 November 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v5i2.12674

Abstract

Pemberian ASI Eksklusif dikenal sebagai salah satu yang memberikan pengaruh paling kuat terhadap kelangsungan hidup anak, pertumbuhan dan perkembangan. Zat gizi yang berkualitas tinggi pada Air Susu Ibu (ASI). Dukungan pemberian ASI Eksklusif bentuk memberikan perlindungan kepada ibu dengan memberikan ASI eksklusif kepada bayinya dan meningkatkan peran dan dukungan keluarga, masyarakat, pemerintah daerah dan pemerintah terhadap ASI eksklusif (Kemenkes RI, 2012).Menurut laporan tahunan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung tampak bahwa cakupan pemberian Asi Ekslusif pada tahun 2011 adalah sebesar 29,24 dengan angka target 60%, sedangkan pada tahun 2012 angka cakupan tercatat sebesar 30, 05% dengan target sebesar 80% di provinsi Lampung belum mencapai target yang ditetapkan provinsi. Pada tahun 2011 tercatat pencapaian ASI ekslusif di Kota Bandar lampung sebesar 65, 1% dan di tahun berikutnya 2012 terjadi peningkatan sebesar 67, 93% namun di tahun 2013 mengalami penurunan yaitu sebesar 66,54%.Tahun 2014 cakupan pemberian ASI ekslusif di Kota Bandar Lampung adalah 68,7% terjadi peningkatansebesar 72, 9% di tahun 2015. Angka ini bila dibandingkan dengan target nasional masih dibawah dari target yang di inginkan (82,25%) (Dinkes,2019).Kegiatan inovasi dimulai dengan memberikan soal pre test guna menggali pemahaman ibu menyusui tentang manfaat daun katuk untuk produksi ASI. Selanjutnya memberikan edukasi/penyuluhan mengenai manfaat daun katuk dan demonstrasi cara pembuatan puding daun katuk yang ditujukan kepada ibu menyusui dan selanjutnya melakukan evaluasi terhadap pemahaman ibu menyusui setelah diberikan penyuluhan dengan memberikan soal post test. Terdapat peningkatan pengetahuan ibu menyusui setelah diberikan edukasi akan manfaat dari konsumsi puding daun katuk. Diharapkan kader dan Masyarakat khususnya ibu- ibu menyusui dapat melaksanakan dan melanjutkan kegiatan penyuluhan tentang pemberian ASI eksklusif pada bayi dengan menggunakan puding daun katuk sebagai inovasi lain dalam mengonsumsi daun katuk yang bermanfaat untuk melancarkan ASI.Kata Kunci : Penyuluhan, Asi Ekslusif, Ibu Menyusui, Puding Daun Katuk