cover
Contact Name
DEWI YULIASARI
Contact Email
dewiys52@yahoo.co.id
Phone
+6285279526789
Journal Mail Official
dewiys52@yahoo.co.id
Editorial Address
http://ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/PERAKMALAHAYATI/about/editorialTeam
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Perak Malahayati : Pengabdian Kepada Masyarakat
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 2685547X     EISSN : 26848899     DOI : 10.33024
Core Subject : Health,
jurnal perak malahayati adalah jurnal pengabdian kesehatan masyarakat(PKM) Khusus untuk bidang kesehatan.
Articles 254 Documents
INOVASI DAUN KATUK DALAM BERBAGAI OLAHAN MAKANAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI ASI DI KAMPUNG SARI BAKTI KECAMATAN SEPUTIH BANYAK KABUPATEN LAMPUNG TENGAH Nurliani, Nurliani; Rachmawati, Fijri
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2023): Volume 5, Nomor 1, MEI 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v5i1.10179

Abstract

Pendahuluan: Kegiatan Desa Siaga merupakan kegiatan dalam memberdayakan masyarakat agar mau dan mampu untuk hidup sehat. Oleh karena itu dalam pengembangannya diperlukan langkah-langkah pendekatan edukatif, yaitu upaya mendampingi masyarakat untuk menjalani proses pembelajaran yang berupa proses identifikasi masalah hingga upaya pemecahan masalah-masalah kesehatan yang dihadapi. Berdasarkan hasil survey didapatkan angka penggunaan fasilitas kesehatan dengan dukun tidak ada, pemeriksaan kehamilan tidak lengkap 76,9 %, imunisasi tidak lengkap 63,6 %, ibu tidak ASI Ekslusif 47%., anemia ibu hamil berjumlah 7 ibu hamil. Ibu hamil KEK sebanyak 23,1 %, ibu tidak berKB 28,4.Tujuan: Untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam inovasi daun katuk dalam berbagai olahan makanan sebagai upaya  peningkatan produksi asi di Kampung Sari Bakti Kecamatan Seputih Banyak Lampung TengahMetode Penelitian: Metode yang digunakan penyuluhan dengan langkah yang dilakukan yaitu pendekatan tingkat desa, survei mawas diri, musyawarah masyarakat desa, dan kegiatan intervensi. Hasil: Berdasarkan prioritas masalah didapatkan prioritas pertama adalah melakukan peningkatan pengetahuan ibu tentang cara meningkatkan ASI yaitu dengan membuat olahan daun katuk seperti pembuatan bolu kukus, puding, cendol, rolade, dan di jus dicampur dengan lemon. Hasil kegiatan menunjukkan masyarakat yang hadir memberi respon cukup baik dari permulaan penyuluhan sampai akhirnya masyarakat mengerti dan berusaha untuk melakukan seperti apa yang dijelaskan selama proses penyuluhan.Kesimpulan: Dengan kegiatan ini masyarakat telah mengerti cara mengatasi permasalahan kesehatan yang ada sehingga dapat membantu pencapaian MDGs dengan membentuk Desa Sari Bakti  menjadi Desa Siaga menuju Desa Sehat Kata kunci: penyuluhan, daun katuk, produksi ASI
SENAM HAMIL UNTUK MENGURANGI NYERI PUNGGUNG BAWAH Rahayu, Rahayu; Wandini, Riska; Wardiyah, Aryanti; Kusumaningsih, Dewi; Setiawati, Setiawati; Rilyani, Rilyani; Eliya, Rahma
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2023): Volume 5, Nomor 1, MEI 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v5i1.10291

Abstract

Masa kehamilan berlangsung selama 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 10 hari) dari konsepsi sampai lahirnya janin dihitung dari hari pertama haid terakhir. Nyeri pinggang secara signifikan menjadi masalah kesehatan secara global.  Berdasarkan  data  WHO  (World  Health  Organization),  80%  manusia selama hidupnya pernah mengalami nyeri pinggang. 53,3% nyeri pinggang terjadi pada wanita dan sekitar 50% wanita mengalami nyeri pinggang dimana 10 % dari wanita  dengan  nyeri  pinggang  kronis  dimulai  ketika  dia  hamil.  Berdasarkan survey awal yang dilakukan peneliti di BPM Hasmiati Basri, S. ST dengan mewawancarai 5 ibu hamil, ditemukan bahwa 3 diantaranya mengalami nyeri pinggang yang sangat mengganggu saat menjalani aktivitasnya dan 2 ibu hamil mengeluhkan nyeri pinggang tapi tidak sampai mengganggu aktivitasSaat ditanya mengenai aktivitas olahraga seperti senam hamil 3 ibu hamil menjawab pernah melakukan kegiatan tersebut tetapi tidak teratur dan 2 diantaranya tidak pernah melakukan senam hamil. Memberikan asuhan keperawatan pada ibu hamil trimester III dengan senam hamil untuk mengurangi nyeri punggung bawah di BPM Hasmiati, S. ST Bandar Lampung Tahun 2023. Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan Asuhan Keperawatan, yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Populasi  dalam  penelitian   ibu   hamil  dengan  nyeri   pinggang   sebanyak  3 responden dilakukan selama 1 minggu pada tanggal 06 Mei 2023 sampai dengan 13 Mei di BPM Hasmiati Bahri, S. ST Bandar Lampung
sosialisasi implementasi program peduli stunting dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku sehat di pekon argomulyo kecamatan sumberejo kabupaten tanggamus Nurjihan, Nia; Hatta, Muhammad
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2023): Volume 5 Nomor 2 November 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v5i2.11918

Abstract

Stunting merupakan Kondisi dimana keadaan gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek dari standar WHO, menurut hasil SSGI (Studi status Gizi Indonesia) Kementrian Kesehatan (Kemenkes) jumlah stunting di Indonesia sempat melonjak menjadi 37,2% pada tahun 2013 kemudian mengalami penurunan menjadi 30,8% pada 2018, dan 26,92% (2020). tercatat bayi usia 0-59 bulan (balita) di Lampung mengalami stunting mencapai 18,5% pada 2021. di dapatkan populasi sebanyak 132 yaitu pada flamboyan 1 sebanyak 82 balita dan flamboyan 2 sebanyak 50 balita. Berdasarkan rumus slovin didapatkan sampel sebanyak 57, karena adanya dashat masyarakat dapat memanfaatkan bahan bahan lokal sebagai makanan bergizi untuk mencegah stunting dan dari kegiatan Peyuluhan PHBS ( Perilaku Hidup Bersih Sehat) masyarakat mampu melakukan dan menerapkan cara mencuci tangan yang baik dan benar ditemukan bahwa 10 data yang berpotensi sebagai resiko stunting di Pekon Argomulyo. faktor yang menjadi penyebab resiko stunting yaitu pengetahuan orang tua rendah, keterbatasan ekonomi, pemberian ASI Eksklusif yang belum optimal, inisiasi menyusui dini (IMD) yang masih rendah, makanan yang kurang bervariasi, hygiene dan sanitasi yang kurang baikkurang baik.
PIJAT BAYI DALAM RANGKA MENSTIMULUS PENINGKATAN BERAT BADAN BALITA DI DESA WAY HUI KECAMATAN JATI AGUNG KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Novadela, Nora Isa Tri; Nurchairina, Nurchairina; Sulistianingrum, Lely
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 Mei 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v6i1.15318

Abstract

 Periode penting dalam tumbuh kembang anak adalah masa bayi dan balita karena pada masa ini pertumbuhan dasar akan memengaruhi dan menentukan pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya. Agar anak dapat mencapai pertumbuhan yang optimal, maka diperlukan suatu bentuk perawatan yang lebih intensif diantaranya berupa sentuhan dan stimulasi yang terus menerus. Pijat bayi merupakan seni perawatan kesehatan yang mampu melemaskan sendi yang terlalu kaku dan menyatukan organ tubuh dengan sentuhan. Manfaat pijat bayi adalah meningkatkan daya tubuh, keseimbangan kognitif, sensorik, motorik dan stimulasi syaraf, selain mendapatkan manfaat fisik dari pijat bayi, juga mampu meningkatkan bounding antara anak dan orang tua.Kegiatan Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan kepada ibu mengenai keterampilan pijat bayi dalam menstimulus kenaikan berat badan bayi. Metode kegiatan ini  dilakukan dengan memberikan penyuluhan menggunakan power point dan bahan peraga pijat bayi kepada ibu.Kegiatan berjalan dengan baik dan telah dilaksanakan pada tanggal 23 November 2023 di Posyandu Bougenville Desa Way Hui. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 35 orang. Peserta mendapatkan edukasi pentingnya mengenal pijat bayi untuk menstimulus kenaikan berat badan bayi. Diharapkan kegiatan ini dapat bermanfaat dan dapat memotivasi ibu dalam keberhasilan pertumbuhan dan perkembangan bayinya. Kegiatan pendampingan kesehatan berupa dan praktik mengenai pijat bayi . Kegiatan penyuluhan memiliki dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan peserta penyuluhan tentang pijat bayi dalam rangka meningkatkan daya tahan tubuh dan ikatan bounding ibu dengan bayinya. 
SOSISALISASI DETEKSI, INTERVENSI, EDUKASI DENGAN KUNJUNGAN RUMAH DI DESA MERBAU MATARAM KABUPATEN LAMPUNG SELATAN TAHUN 2023 Sumiasih, Sumiasih; iqmy, ledy octavia
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2023): Volume 5 Nomor 2 November 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v5i2.12671

Abstract

Masalah gizi anak dan risiko tinggi pada ibu hamil memiliki dampak signifikan terhadap angka kematian ibu dan bayi. Gizi anak yang tidak mencukupi dapat menyebabkan pertumbuhan yang terhambat, penurunan daya tahan tubuh, dan perkembangan kognitif yang terganggu. Sementara itu, risiko tinggi pada ibu hamil seperti hipertensi, diabetes gestasional, dan komplikasi obstetrik lainnya, dapat menyebabkan kelahiran prematur, berat bayi lahir rendah, dan masalah kesehatan pada bayi baru lahir. Metode dalam inovasi ini meliputi deteksi, edukasi, pemberian makanan tambahan bagi bayi balita, pemberian bahan makanan bagi ibu hamil, serta pemberian vitamin. Penanganan yang holistik dan terintegrasi diperlukan untuk mengatasi masalah ini, melibatkan perbaikan gizi bayi balita melalui pendidikan dan akses terhadap makanan bergizi, serta perawatan medis yang cermat selama kehamilan untuk mengurangi risiko pada ibu dan bayi. Upaya kolaboratif dari berbagai sektor sangat penting guna mengurangi angka kematian ibu dan bayi serta meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari inovasi adalah untuk mengevaluasi survei mawas diri dalam memantau gizi anak dan kondisi ibu hamil, serta dampaknya terhadap penurunan angka kematian maternal dan neonatal. Hasil inovasi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi penting dalam upaya pencegahan kematian ibu dan bayi melalui pendekatan partisipatif dan pemantauan berkala. Kata Kunci: Gizi Anak, Ibu Hamil Resiko Tinggi, Survei Mawas Diri.
Edukasi Meningkatkan Produksi ASI Pada Ibu Menyusui Dan Gerakan Tanam Katu, Kelor,Kacang-kacangan Di Desa Jati Mulyo Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan Fithri, Yulida; Putriana, Yeyen; Rosmadewi, Rosmadewi
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2023): Volume 5 Nomor 2 November 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v5i2.12811

Abstract

Puskesmas Karang Anyar merupakan salah satu puskesmas yang menjadi mitra Pusat unggulan (Center of Excellence) Jurusan Kebidanan di bidang manajemen laktasi.  Wilayah kerja puskesmas Karang Anyar meliputi 12 Desa. Berdasarkan Data Puskesmas Karang Anyar Tahun 2021 jumlah bayi dan balita di Posyandu Teratai 2 Desa Jati Mulyo sebanyak 120 anak. Tercatat 52 Ibu menyusui bayinya. Menyusui memerlukan upaya pengelolaan kesehatan yang baik agar derajat kesehatan ibu dan anak dapat tercapai dengan maksimal. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan edukasi cara meningkatkan produksi ASI dan memberikan dukungan agar ibu menyusui bersedia mengkonsumsi makanan bergizi termasuk sayur-sayuran.Kegiatan Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan bibit tanaman sayur katuk, kelor dan kacang tanah sebagai bahan konsumsi sayur untuk meningkatkan produksi ASI. Selain itu edukasi kepada ibu menyusui dan kader tentang upaya meningkatkan produksi ASI juga diberikan.  Kegiatan berjalan dengan baik dan telah dilaksanakan Pada Tanggal 15 September 2022 di dua tempat yaitu penanaman kelor katu dan kacang yang dilaksanakan di kebun tanaman obat dan sayur milik Desa Jatimulyo. Dan pemberian edukasi di Posyandu teratai 2. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 64 orang. Diharapkan kegiatan ini dapat bermanfaat dan dapat memotivasi ibu untuk sukses menyusui  dan meningkatkan motivasi pentingnya konsumsi sayur untuk ibu menyusui. Kata kunci : Edukasi, Menyusui, Produksi ASI 
INOVASI “GULE CETING (GERAKAN NUGET LELE CEGAH STUNTING)” DI DESA BUKOPOSO KECAMATAN WAY SERDANG KABUPATEN MESUJI Sunarsih, Sunarsih; Lhatifah, Neneng Siti; Sriniati, Nengah
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 Mei 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v6i1.15260

Abstract

Tingginya angka kematian bayi dan anak merupakan ciri yang umum dijumpai di negara–negara berkembang termasuk Indonesia. Status gizi yang buruk pada bayi dan anak dapat menimbulkan pengaruh yang sangat menghambat pada pertumbuhan fisik, mental, maupun kemampuan berpikir yang pada masanya nanti akan menurunkan produktivitas kerja. Pada hakikatnya gizi buruk atau kurang akan berdampak pada menurunnya kualitas sumber daya manusia (Adriani, 2012). Pencapaian target MDGs belum maksimal dan belum merata di setiap provinsi. Berdasarkan data riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2010, secara nasional prevalensi balita gizi buruk sebesar 4,9 persen dan kekurangan gizi 17,9 persen. Provinsi Jawa Timur termasuk daerah dengan balita gizi buruk masih tergolong tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan prevalensi gizi buruk sebesar 4,8 persen. (Bappenas, 2010 dalam Harahap 2014).. Studi ini bertujuan untuk mengatasi masalah bayi balita yang mengalami gizi kurang (Stunting) di Desa Desa Bukoposo, Kecamatan Way Serdang, Kabupaten Mesuji. Pengabdian melibatkan 25 peserta. Hasil pembinaaan dari inovasi yang telah dilakukan yaitu : Kader dan peserta dapat menyebutkan KIE tentang gizi pada balita, timbulnya kesadaran dan kemauan ibu membuat nuget lele untuk anak nya, timbulnya kesadaran ibu akan gizi yang baik untuk anak. Kata Kunci: Ikan Lele, Stanting, Balita, Edukasi. 
PENYULUHAN INISIASI MENYUSU DINI (IMD) PADA IBU TRIMESTER III DI KECAMATAN PEMATANGSIANTAR Daulay, Safrina; Malahayati, Inke
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 Mei 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v6i1.14012

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Menyusui merupakan salah intervensi yang efektif  untuk mencegah kematian dan kesakitan pada neonatal. Bahkan dapat mengurangi 55-87% kejadian infeksi karena diare, sepsis neonatal, dan pneumonia. Secara global,pemberian Air Susu Ibu (ASI) yang optimal dapat menghindari kematian lebih dari 800.000 balita setiap tahunnya. Pemebrian ASI pada bayi baru lahir memiliki implikasi penting bagi kesehatan saat ini dan masa depan, terutama pada Negara berkembang. Kolostrum merupakan ASI yang berwarna kekuningan dan lengketyang diproduksi pada akhir kehamilan dan beberapa hari pertama setelah melahirkan. Inisiasi menyusu dini (IMD) didefinisikan sebagai pemberian ASI pada bayi baru lahir dalam waktu satu jam setelah kelahiran. Waktu inimerupakan saat kolostrum disekresikan dengan manfaat potensial. Pelaksanaan IMD ini memungkinkan bayi baru lahir untuk mendapatkan kolostrum, selanjutnya merangsang produksi ASI dan meningkatkan pelepasan oksitosin.Solusi Permasalahan : Penyuluhan adalah salah satu cara promosi kesehatan yang dilakukan pada ibu hamil trimester III untuk meningkatkan pengetahuan dan membangkitkan kesadaran ibu untuk menerapkan pelaksanaan IMD pada bayi baru lahiruntuk mendapatkan kolustrum.Metodologi Pelaksanaan: Pengabdian masyarakat yang akan dilaksanakan menggunakan metode penyuluhan, Tanya jawab, dan diskusi.Hasil: Sebelum diberikan penyuluhan pada ibu hamil trimester III sebanyak 30 orang didapat pengetahuan buruk pada saat pretes sebanyak 5 orang dan setelah dilakukan postes didapat tingkat pengetahuan ibu baik sebanyak 25 orang.Kesimpulan: Penyuluhan kesehatan tentang IMD yang dilakukan pada ibu hamil meningkatkan pemahaman mereka tentang inisisi menyusui dini. Kata Kunci : Ibu Menyusui Dini ( IMD), Ibu Trimester III  ABSTRACT Introduction: Breastfeeding is an effective intervention for prevent death and morbidity in neonates. It can even reduce 55-87% of infections were due to diarrhea, neonatal sepsis and pneumonia. Globaly, Providing optimal breast milk (ASI) can avoid more deaths of 800,000 toddlers every year. Providing breast milk to newborn babies has important implications for current and future health, especially in countries develop. Colostrum is breast milk that is yellowish and sticky which is produced at the end of pregnancy and the first few days after give birth to. Early initiation of breastfeeding (IMD) is defined as breastfeeding in newborns within one hour of birth. This time This is when colostrum is secreted with potential benefits. Implementation This IMD allows newborn babies to get colostrum, further stimulates breast milk production and increases the release of oxytocin. Problem Solution: Counseling is one way of health promotioncarried out on third trimester pregnant women to increase knowledge and raise awareness of mothers to implement IMD implementation for babies newborn to get colostrum. Implementation Methodology: Community service to be implemented using counseling, question and answer and discussion methods. Results: Before giving counseling to pregnant women in the third trimester, there were 30 people got bad knwledge during the pretest 10 people and after After conducting a post-test, it was found that the mother's knowledge level was good as many as 25 people.Conclusion: Health education about IMD is carried out for pregnant women improve their understanding of early initiation of breastfeeding. Keywords:Early Breastfeeding Mothers (IMD), Second Trimester Mother
SOSIALISASI PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA DENGAN MENGKONSUMSI OLAHAN DAUN KELOR DI KELURAHAN REJOMULYO METRO SELATAN TAHUN 2023” Purnaningsih, Widarti Tri; Isnaini, Nurul
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2023): Volume 5 Nomor 2 November 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v5i2.12678

Abstract

Anemia pada remaja merupakan anemia yang banyak disebabkan karena kurangnya asupan zat gizi yang dibutuhkan untuk pembentukan hemoglobin, yaitu zat besi ( Fe), vitamin C dan tembaga. Zat besi diperlukan untuk membentuk bagian heme dari hemoglobin, vitamin C juga merupakan unsur esensial untuk pembentukan hemoglobin dan tembaga diperlukan untuk absorpsi besi dari traktus gastrointestinal. Anemia ditandai dengan gejala letih, lesu, pucat, tidak bertenaga, kurang selera makan dan tangan dan kaki dingin.Gejala-gejala tersebut harus segera diatasi agar tidak menimbulkan dampak yang lebih serius terhadap kualitas sumber daya manusia.Dampak anemia pada remaja antara lain menurunnya kemampuan dan konsentrasi belajar, mengganggu pertumbuhan,menurunkan kemampuan fisik, menurunkan daya tahan tubuh dan produktivitas kerja serta kebugaran yang menurun.(Savitri, dkk, 2015) Berdasarkan data dan informasi berdasarkan prevalensi data Kemenkes RI tahun 2021, Prevalensi anemia gizi besi pada remaja putri di Indonesia sebesar 22,7%. (Kemenkes RI, 2021). Lalu pada tahun 2018, anemia di Provinsi Lampung adalah sebesar 11,67%, sedangkan prevalensi anemia di kota Metro sebesar 23,37% (Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, 2022).Kegiatan dimulai dengan terlebih dahulu memberikan soal pre test guna menggali pemahaman remaja putri tentang anemia dan manfaat daun kelor untuk mencegah anemia. Selanjutnya memberikan edukasi/penyuluhan dan demonstrasi cara pembuatan sop dan puding daun kelor yang ditujukan kepada remaja putri selama 50 menit dan selanjutnya melakukan evaluasi terhadap pemahaman remaja putri setelah diberikan penyuluhan dengan memberikan soal post test. Terdapat peningkatan pengetahuan remaja putri setelah diberikan edukasi akan manfaat dari konsumsi sop dan puding daun kelor. Diharapkan kader dapat melaksanakan dan melanjutkan kegiatan penyuluhan tentang pencegahan anemia pada remaja putri dengan pemanfaatan sop dan puding daun kelor ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera lam.) Kata Kunci: Anemia, Remaja Putri, Daun Kelor 
MANFAAT ABON LELE UNTUK KEKURANGAN ENERGI KRONIK DAN STUNTING DI PEKON PODOSARI PRINGSEWU Puspariny, Cynthia; Anggraini, Anggi; Suharman, Suharman
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2023): Volume 5 Nomor 2 November 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v5i2.12673

Abstract

Pendahuluan: Masalah gizi merupakan masalah kesehatan masyarakat yang disebabkan oleh banyak faktor salah satu faktor tidak langsung yaitu ketersedian pangan rumah tangga. Beberapa kasus masalah gizi yang umum terjadi pada Kesehatan ibu dan anak yaitu masalah Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil dan Balita Stunting. Riskesdas (2018) mengatakan bahwa proporsi ibu hamil dengan KEK di Indonesia secara menyeluruh Lampung sebesar 17%; Pringsewu sebesar 9,5% dan prevalensi stunting Kabupaten Pringsewu 20,19 %.Pelaksanaan kegiatan dibagi dalam beberapa tahapan yaitu perencanaan meliputi penetapan penyusunan jadwal kegiatan dilaksanakan oleh tim bersama dengan mitra, persiapan meliputi persiapan media, alat, bahan, tempat dan perizinan lalu tahap evaluasi. Pelatihan pengolahan abon ikan lele sebagai sumber protein menjadi abon yang disukai semua kalangan, terdapat peningkatan pengetahuan mengenai pengolahan abon lele serta terjadi peningkatan ukuran LILA ibu hamil. Diharapkan bidan desa dan kader dapat melanjutkan program inovasi Boluking agar dapat dijadikan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah tinggi, bernilai jual dan dapat meningkatkan ekonomi masyarakatKata Kunci: Abon Lele, Kekurangan energi kronis, Stunting