cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27770583     EISSN : 27770575     DOI : https://doi.org/10.51878/learning.v1i2.376
Core Subject : Education,
LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan Ikatan Guru Indonesia Kab. Tulang Bawang. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 970 Documents
PENGARUH MOTIVASI, METODE PEMBELAJARAN DAN PENGALAMAN BELAJAR MICROTEACHING TERHADAP KESIAPAN MENGAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI UNIVERESITAS NEGERI MEDAN Dea Natalia Sembiring; Sondang Aida Silalahi; Weny Nurwendari; Pasca Dwi Putra; Haryani Pratiwi Sitompul
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.15338

Abstract

This study was motivated by the still-low teaching readiness of Accounting Education students at Medan State University, as identified through a pre-survey, particularly in the psychological (36.50%), mental (31.75%), and moral (33.33%) aspects, which prompted the researcher to examine the factors influencing it. This study aims to determine the influence of motivation, teaching methods, and microteaching learning experiences on students’ teaching readiness. The population of this study consists of all Accounting Education students enrolled in the 2022 cohort, totaling 60 students, with the sample selected using total sampling. This study employed a quantitative approach using a Likert-scale questionnaire as the data collection instrument. Data analysis was conducted using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS 4 software, involving validity and reliability tests as well as hypothesis testing using the bootstrapping procedure. The results indicate that motivation has a positive and significant effect on teaching readiness, with a T-statistic of 2.495 > 1.96 and a p-value of 0.013 < 0.05; teaching methods have a positive and significant effect with a T-statistic of 3.369 > 1.96 and a p-value of 0.001 < 0.05; and microteaching experience has a positive and significant effect with a T-statistic of 5.969 > 1.96 and a p-value of 0.000 < 0.05. Collectively, these three variables account for 68.1% of the variance in teaching readiness. The conclusion of this study is that motivation, teaching methods, and microteaching learning experiences have a positive effect on teaching readiness, with microteaching learning experiences being the most dominant variable. This study recommends strengthening the implementation of microteaching, applying innovative teaching methods, and increasing student motivation to produce competent and teaching-ready prospective teachers. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kesiapan mengajar mahasiswa Pendidikan Akuntansi Universitas Negeri Medan yang teridentifikasi melalui pra-survei, terutama pada aspek psikis (36,50%), mental (31,75%), dan moral (33,33%), sehingga mendorong peneliti untuk mengkaji faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi, metode pembelajaran, dan pengalaman belajar microteaching terhadap kesiapan mengajar mahasiswa. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Pendidikan Akuntansi stambuk 2022 yang berjumlah 60 mahasiswa, dengan sampel diambil menggunakan teknik total sampling. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan instrumen pengumpulan data berupa angket skala Likert, dan analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan SmartPLS 4 melalui tahapan uji validitas, reliabilitas, dan pengujian hipotesis menggunakan prosedur bootstrapping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan mengajar dengan nilai T-statistics 2,495 > 1,96 dan p-values 0,013 < 0,05; metode pembelajaran berpengaruh positif dan signifikan dengan T-statistics 3,369 > 1,96 dan p-values 0,001 < 0,05; dan pengalaman belajar microteaching berpengaruh positif dan signifikan dengan T-statistics 5,969 > 1,96 dan p-values 0,000 < 0,05. Secara simultan, ketiga variabel tersebut memberikan kontribusi sebesar 68,1% terhadap kesiapan mengajar dengan nilai R-square 0,681, sedangkan sisanya 31,9% dipengaruhi oleh variabel lain di luar model penelitian. Simpulan penelitian ini adalah motivasi, metode pembelajaran, dan pengalaman belajar microteaching berpengaruh positif terhadap kesiapan mengajar, dengan pengalaman belajar microteaching sebagai variabel yang paling dominan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan pelaksanaan microteaching, penerapan metode pembelajaran inovatif, dan peningkatan motivasi mahasiswa untuk menghasilkan calon guru yang kompeten dan siap mengajar.    
ANALISIS PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA MATERI BELAJAR BERWIRAUSAHA BERDASARKAN GAYA BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS V SD NEGERI 076686 TETEHOSI SOROWI Kasiani Nazara; Wahyutra Adilman Telaumbanua; Dernius Hura
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.15339

Abstract

The use of learning media tailored to students' diverse learning styles is the key to creating an inclusive and effective learning process. However, the implementation of media based on learning style differentiation in the Merdeka Curriculum has not been optimally carried out in elementary schools. This study aims to describe the implementation of Indonesian language learning on the subject of Entrepreneurship Learning, identify students' learning styles, and analyze the use of learning media based on the learning styles of fifth-grade students at SD Negeri 076686 Tetehosi Sorowi. This study uses a descriptive qualitative approach with main informants consisting of one fifth-grade teacher and 10 students selected purposively, alongside 22 students as supporting questionnaire respondents. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, questionnaires, and documentation, while data analysis used data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that learning implementation is still teacher-centered with media usage limited to textbooks, whiteboards, and simple pictures. Students exhibit visual, auditory, and kinesthetic learning styles, with a dominant tendency toward visual learning styles. The questionnaire results show that the visual learning style obtained the highest percentage of 72.50% (54.55% dominant), followed by auditory at 68.30% (13.64% dominant), and kinesthetic at 65.00% (31.82% dominant). The required learning media are varied, engaging, interactive, and capable of accommodating all three learning styles. This study demonstrates that adapting learning media to students' learning styles can foster more effective and meaningful Indonesian language learning. ABSTRAK Penggunaan media pembelajaran yang disesuaikan dengan beragam gaya belajar peserta didik merupakan kunci utama dalam menciptakan proses pembelajaran yang inklusif dan efektif. Namun, penerapan media berbasis diferensiasi gaya belajar pada materi Kurikulum Merdeka masih belum dilaksanakan secara optimal di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran Bahasa Indonesia pada materi Belajar Berwirausaha, mengidentifikasi gaya belajar peserta didik, serta menganalisis penggunaan media pembelajaran berdasarkan gaya belajar peserta didik kelas V SD Negeri 076686 Tetehosi Sorowi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan informan utama satu orang guru kelas V dan 10 peserta didik yang dipilih secara purposive, serta 22 peserta didik sebagai responden angket pendukung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan prosedur reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran masih berpusat pada guru (teacher-centered) dengan penggunaan media yang terbatas pada buku paket, papan tulis, dan gambar sederhana. Peserta didik memiliki gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik, dengan kecenderungan dominan pada gaya belajar visual. Hasil angket menunjukkan gaya belajar visual memperoleh persentase tertinggi sebesar 72,50% (54,55% dominan), diikuti auditori 68,30% (13,64% dominan), dan kinestetik 65,00% (31,82% dominan). Media pembelajaran yang dibutuhkan adalah media yang variatif, menarik, interaktif, serta mampu mengakomodasi ketiga gaya belajar tersebut. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran yang disesuaikan dengan gaya belajar peserta didik dapat menciptakan pembelajaran Bahasa Indonesia yang lebih efektif dan bermakna.    
PENGEMBANGAN VIDEO ANIMASI BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI IKATAN KIMIA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI SAINS Indah Levia; Muhammad Rusdi; Wilda Syahri; Yusnaidar Yusnaidar; Febrry Romundza
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.15340

Abstract

The abstract nature of chemical bonding concepts involving three levels of representation (macroscopic, submicroscopic, and symbolic) often poses major challenges in classroom instruction, directly contributing to low student scientific literacy. This study aims to develop a Problem-Based Learning (PBL)-based animated video on chemical bonding and determine its feasibility and student responses. The research employed the Research and Development (R&D) method using the Lee & Owens (2004) model, comprising analysis, design, development, implementation, and evaluation phases. Data collection instruments included teacher interview guides, student needs analysis questionnaires, expert validation sheets, and student response questionnaires. The developed product was validated by instructional design and learning model experts, subject matter and media experts, and evaluated by a chemistry teacher, followed by one-to-one and small-group evaluations. The validation results confirmed high feasibility scores: 90.00% from design and model experts, 91.25% from material and media experts, and 94.00% from the chemistry teacher, all categorized as "Very Feasible". The small-group trial with 10 students achieved a 92.92% positive response rate, categorized as "Very Good". In conclusion, the PBL-based animated video is highly feasible, practical, and recommended for chemistry instruction to enhance students' scientific literacy. ABSTRAK Karakteristik materi ikatan kimia yang bersifat abstrak dan melibatkan tiga level representasi (makroskopis, submikroskopis, dan simbolik) kerap menjadi kendala utama dalam pembelajaran sehingga berimplikasi pada rendahnya capaian literasi sains siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan video animasi berbasis Problem Based Learning (PBL) pada materi ikatan kimia serta menguji tingkat kelayakan dan respons siswa terhadap media yang dikembangkan. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Lee & Owens (2004) yang mencakup lima tahapan: analisis (analysis), perancangan (design), pengembangan (development), implementasi (implementation), dan evaluasi (evaluation). Instrumen pengumpulan data meliputi lembar wawancara guru, angket analisis kebutuhan siswa, lembar validasi ahli, serta angket respons siswa. Produk yang dikembangkan divalidasi oleh ahli desain dan model pembelajaran, ahli materi dan media, serta dinilai oleh guru kimia, kemudian diujicobakan melalui uji coba satu-satu (one-to-one evaluation) dan uji coba kelompok kecil (small group evaluation). Hasil validasi menunjukkan tingkat kelayakan yang sangat tinggi, yaitu 90,00% dari ahli desain dan model pembelajaran, 91,25% dari ahli materi dan media, serta 94,00% dari guru kimia yang seluruhnya berkategori "Sangat Layak". Uji coba kelompok kecil terhadap 10 orang siswa memperoleh persentase respons sebesar 92,92% dengan kategori "Sangat Baik". Berdasarkan hasil pengembangan dan evaluasi, disimpulkan bahwa video animasi berbasis PBL sangat layak dan praktis digunakan sebagai media pembelajaran kimia untuk mendukung penguatan literasi sains siswa.  
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN DISKUSI PADA MATERI TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA Era Az Zhuhra; Elva Sulastriana; Try Hariadi
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.15341

Abstract

Critical thinking skills are essential in learning observational report texts, yet student participation often remains low due to less engaging instructional strategies. This study aims to analyze the effectiveness of the discussion learning model on students' critical thinking skills in observational report texts. The study used a quantitative approach with a quasi-experimental method and a nonequivalent control group design. The study sample consisted of 32 students in the experimental class and 28 students in the control class at SMA Negeri 1 Jawai. Data collection techniques used a critical thinking ability test in the form of a pretest and posttest. Data were analyzed using the Mann-Whitney U Test and N-Gain test. The hypothesis testing results using the Mann-Whitney U Test showed a significant difference between the experimental and control classes (U=58.000; Z=-5.906; p<0.001). The average N-Gain score for the experimental class was 63.74% (quite effective), higher than the control class's 22.60% (ineffective). The results concluded that the discussion learning model was effective in improving students' critical thinking skills in observational report texts. ABSTRAK Kemampuan berpikir kritis merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran materi teks laporan hasil observasi, namun partisipasi siswa di kelas kerap kali rendah akibat penggunaan strategi pembelajaran yang kurang bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran diskusi terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada materi teks laporan hasil observasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment dan desain nonequivalent control group design. Sampel penelitian terdiri atas 32 siswa kelas eksperimen dan 28 siswa kelas kontrol di SMA Negeri 1 Jawai. Teknik pengumpulan data menggunakan tes kemampuan berpikir kritis berupa pretest dan posttest. Data dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney U Test dan N-Gain. Hasil pengujian hipotesis Mann-Whitney U Test menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol (U=58,000; Z=-5,906; p<0,001). Nilai rata-rata N-Gain kelas eksperimen sebesar 63,74% (cukup efektif), lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 22,60% (tidak efektif). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran diskusi efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi teks laporan hasil observasi.    
PENGARUH LATIHAN PASSING BAWAH MENGGUNAKAN MEDIA DINDING SEBAGAI TARGET TERHADAP KEMAMPUAN PASSING PADA EKSTRAKURIKULER VOLI PUTRI SMA NEGERI 2 OKU Fahrul Irwansyah; Siti Ayu Risma Putri; Ilham Arvan Junaidi
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.15406

Abstract

Low accuracy and consistency in underhand passing technique among female volleyball extracurricular participants pose a primary obstacle in constructing team attack patterns, necessitating structured independent training media such as wall-target bouncing drills. This study aimed to determine the effect of underhand passing training using wall media as a target on the underhand passing ability of female volleyball extracurricular participants at SMA Negeri 2 OKU. This research used a quantitative method with a one-group pretest-posttest experimental design. The population in this study consisted of 30 female students participating in the volleyball extracurricular activity at SMA Negeri 2 OKU, while the sample consisted of 15 students selected using the purposive sampling technique. The research instrument used was the AAHPERD volleyball skill test (volleying test). Data analysis techniques included the Shapiro-Wilk normality test and the paired sample t-test hypothesis test using SPSS 26 software. The results showed that the mean pretest score of 27.93 increased to 37.73 in the posttest. The normality test results indicated that the pretest and posttest data were normally distributed, with significance values of 0.169 and 0.273 (p>0.05), respectively. Furthermore, the hypothesis test results showed that the t-count value was 22.343, which was greater than the t-table value of 2.145, with a significance value of 0.000 (p<0.05). Therefore, H_0 was rejected and H_a was accepted. Based on the results of the study, it can be concluded that underhand passing training using wall media as a target had a significant effect on improving the underhand passing ability of female volleyball extracurricular participants at SMA Negeri 2 OKU. The training, which was conducted repeatedly and systematically, proved effective in improving the accuracy, coordination, and consistency of underhand passing movements. ABSTRAK Rendahnya akurasi dan konsistensi teknik passing bawah pada peserta ekstrakurikuler voli putri menjadi kendala utama dalam membangun pola serangan tim, sehingga diperlukan bentuk latihan mandiri dan terarah seperti pemanfaatan media dinding sebagai target pantulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan passing bawah menggunakan media dinding sebagai target terhadap kemampuan passing bawah pada peserta ekstrakurikuler voli putri SMA Negeri 2 OKU. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimen one-group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 30 siswi ekstrakurikuler voli putri SMA Negeri 2 OKU, sedangkan sampel penelitian berjumlah 15 siswi yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan tes keterampilan bola voli AAHPERD (volleying test). Teknik analisis data menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji hipotesis paired sample t-test dengan bantuan program SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest sebesar 27,93 meningkat menjadi 37,73 pada posttest. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data pretest dan posttest berdistribusi normal dengan nilai signifikansi masing-masing sebesar 0,169 dan 0,273 (p>0,05). Selanjutnya, hasil uji hipotesis diperoleh nilai t_"hitung"  sebesar 22,343 lebih besar dari t_"tabel"  sebesar 2,145 dengan nilai signifikansi 0,000<0,05. Dengan demikian, H_0 ditolak dan H_a diterima. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa latihan passing bawah menggunakan media dinding sebagai target memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan passing bawah pada peserta ekstrakurikuler voli putri SMA Negeri 2 OKU. Latihan yang dilakukan secara berulang dan terprogram terbukti efektif dalam meningkatkan ketepatan, koordinasi, dan konsistensi gerakan passing bawah.    
ANALISIS IMPLEMENTASI INSTRUMEN ASESMEN SUMATIF TERHADAP CAPAIAN PEMBELAJARAN IPAS DALAM KURIKULUM MERDEKA DI SD NEGERI 070996 FULOLO BOTOMUZOI Analisman Lase; Agnes Renostini Harefa; Noveri Amal Jaya Harefa; Eka Periaman Zai
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.15407

Abstract

The implementation of summative assessments aligned with Learning Outcomes (CP) is essential to ensure the mastery of Science and Social Studies (IPAS) competencies in the Merdeka Curriculum at elementary schools. This study aims to analyze the implementation of summative assessment instruments toward learning outcomes in IPAS within the Merdeka Curriculum at SD Negeri 070996 Fulolo Botomuzoi. The study focuses on the forms of summative assessment instruments used by teachers, their alignment with learning outcomes, and the supporting and inhibiting factors affecting implementation. A qualitative phenomenological approach was employed. Participants consisted of four IPAS teachers (grades IV, V, and VI) selected through purposive sampling based on having over three years of teaching experience and participation in Merdeka Curriculum training. Data were collected through interviews, document analysis, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The findings reveal that summative assessment instruments are still dominated by written tests (multiple-choice, short-answer, and essays) that primarily measure lower-order cognitive skills. Alignment between assessment instruments and learning outcomes is not yet optimal because assessments are constructed based on textbook materials rather than CP competence frameworks. Supporting factors include available learning resources and peer collaboration, while inhibiting factors include teachers' limited understanding of translating CP into assessment indicators and time constraints. Improving teachers' professional competence in designing authentic, outcome-based assessment instruments is critical to enhancing IPAS instruction. ABSTRAK Pelaksanaan asesmen sumatif yang selaras dengan Capaian Pembelajaran (CP) merupakan kunci utama dalam memastikan ketercapaian kompetensi esensial Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) pada Kurikulum Merdeka di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi instrumen asesmen sumatif terhadap capaian pembelajaran IPAS dalam Kurikulum Merdeka di SD Negeri 070996 Fulolo Botomuzoi. Fokus penelitian meliputi bentuk instrumen asesmen sumatif yang digunakan pendidik, kesesuaian instrumen dengan capaian pembelajaran, serta faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Informan penelitian terdiri atas empat pendidik mata pelajaran IPAS (kelas IV, V, dan VI) yang dipilih secara purposive berdasarkan kriteria masa kerja di atas tiga tahun dan telah mengikuti pelatihan Kurikulum Merdeka. Data diperoleh melalui wawancara, observasi dokumen, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman (data reduction, data display, conclusion drawing/verification). Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen asesmen sumatif masih didominasi oleh tes tertulis berupa pilihan ganda, isian singkat, dan uraian yang berorientasi pada aspek kognitif tingkat rendah (remembering dan understanding). Kesesuaian instrumen dengan capaian pembelajaran belum sepenuhnya optimal karena penyusunan instrumen masih berorientasi pada materi buku teks daripada konstruksi kompetensi CP. Faktor pendukung meliputi ketersediaan sumber belajar dan diskusi antarpendidik, sedangkan faktor penghambat utama adalah keterbatasan pemahaman dalam menurunkan CP menjadi indikator asesmen serta keterbatasan waktu. Diperlukan peningkatan kompetensi pendidik dalam merancang asesmen autentik berbasis CP IPAS.  
ARAHAN PENGEMBANGAN WISATA EDUKASI LEMBAH HIJAU SEBAGAI LABORATORIUM ALAM GEOGRAFI BERDASARKAN ANALISIS KELAYAKAN POTENSI Zulzafitri Zulzafitri; Baiq Ahda Razula Apriyeni; Hasrul Hadi
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.15489

Abstract

Geography learning requires direct experience through fieldwork activities to understand geosphere phenomena in a real context, making the existence of a natural laboratory an essential need in the learning process. Lembah Hijau Educational Tourism, located in Ijobalit Village, Labuhan Haji Subdistrict, possesses a diversity of geosphere phenomena along with educational and historical value that has the potential to be developed as a geography natural laboratory; however, its level of feasibility has not yet been measured. This study aims to analyze the feasibility level of Lembah Hijau Educational Tourism's potential as a geography natural laboratory and to formulate directions for its development. The research employed a descriptive quantitative approach using a scoring method adapted from the ADO-ODTWA feasibility assessment of the Directorate General of Forest Protection and Nature Conservation (2003), which covers four indicators: the diversity of geosphere phenomena, accessibility and site suitability, facilities and infrastructure, and sustainability management. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The results show that Lembah Hijau obtained a total feasibility index of 83.07%, categorized as feasible, with the diversity of geosphere phenomena achieving the highest index (91.6%), facilities and infrastructure as well as sustainability management each at 83.3%, and accessibility and site suitability at 78.5%. Based on these findings, development priorities are directed toward improving road access, providing educational trails and observation posts, and strengthening economic activities and community partnerships, so that Lembah Hijau can be optimized as a geography natural laboratory that supports sustainable field-based learning.
PENGARUH PROJECT BASED LEARNING BERBANTUAN LKPD BERMUATAN KEARIFAN LOKAL TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA Leni Safitri; Anwar Ardani
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.15584

Abstract

This study was motivated by the low mathematical problem-solving ability of fifth-grade students at Ta’allumul Huda Islamic Elementary School, Bumiayu, as indicated by the average pre-research scores, which were below the Minimum Mastery Criteria. The study aimed to examine the differences in and improvement of students’ mathematical problem-solving skills following the implementation of the Project Based Learning (PjBL) model supported by Student Worksheets (LKPD) integrating local wisdom, compared with conventional instruction. A quantitative approach was employed using a Quasi-Experimental method with a Nonequivalent Control Group Design. The population consisted of all fifth-grade students, and total sampling was applied, with class VA serving as the control group and class VB as the experimental group. Data were collected through observation, documentation, and a mathematical problem-solving  test. The data were analyzed using the Independent Sample T-Test and the Paired Sample T-Test. The results showed a significant difference between the two groups. The experimental group, which implemented the PjBL model,  obtained a mean posttest score of 63.97, which was higher than the control group, which received conventional instruction and obtained a mean score of 59.87. This difference was further supported by the results of the Independent Samples T-Test, which showed a t-count value of 2.1468  t-table value of 1.9990. Furthermore, the PjBL model was proven to improve student’s problem-solving abilities, as indicated by the t-count value of  9.0755  t-table value of 2.0369. Based on these findings, it was concluded that the Project Based Learning model supported by student worksheet (LKPD) integrating local wisdom has a positive effect on the mathematical problem-solving skills of fifth-grade students. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemecahan masalah Matematika siswa kelas V di SD Islam Ta’allumul Huda Bumiayu yang ditunjukkan oleh rata-rata nilai pra-penelitian yang masih berada di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan dan peningkatan kemampuan tersebut setelah penerapan model Project Based Learning berbantuan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) bermuatan kearifan lokal dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Quasi Experimental Design melalui desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi meliputi seluruh siswa kelas V, dengan teknik sampling total, kelas VA sebagai kelas kontrol dan kelas VB sebagai kelas eksperimen. Teknik pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi, dan tes. Kemudian dianalisis menggunakan uji Independent Sample T-Test dan Paired Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Rata-rata nilai posttest kelas eksperimen yang menerapkan PjBL adalah 63,97, lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional yang memperoleh rata-rata 59,87. Perbedaan ini diperkuat dengan hasil uji Independent Sample T-Test yang menunjukkan nilai Thitung sebesar 2,1468  Ttabel sebesar 1,9990. Selain itu, model PjBL juga terbukti meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dengan nilai Thitung  Ttabel (9,0755  2,0369). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa model Project Based Learning berbantuan LKPD bermuatan kearifan lokal memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan pemecahan masalah Matematika siswa kelas V.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEKSTUAL TEACHING AND LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS NARASI PESERTA DIDIK KELAS IV Grace Sri Leony Lase; Dernius Hura; Riana Riana; Aprianus Telaumbanua
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.15664

Abstract

ABSTRACT Narrative writing is an important aspect of language skills that elementary school students need to master. However, the narrative writing skills of fourth-grade students at UPTD SD Negeri 070989 Hilina’a still need to be improved. This study aimed to examine the improvement of students’ narrative writing skills through the implementation of the Contextual Teaching and Learning (CTL) model. The study employed a Classroom Action Research (CAR) method conducted in two cycles, each consisting of planning, action implementation, observation, and reflection stages. The subjects were 18 fourth-grade students at UPTD SD Negeri 070989 Hilina’a. Data were collected through observation, narrative writing skill assessment, and documentation. The results showed that the students’ mastery of narrative writing skills increased from 33.33% (6 students) in Cycle I to 83.33% (15 students) in Cycle II. This improvement indicated that the research success criterion, namely at least 75% of students achieving the Minimum Learning Achievement Criteria (KKTP) score of 65, had been met. Therefore, the implementation of the Contextual Teaching and Learning model demonstrated an improvement in the narrative writing skills of fourth-grade students at UPTD SD Negeri 070989 Hilina’a. ABSTRAK Keterampilan menulis teks narasi merupakan salah satu aspek keterampilan berbahasa yang penting dikuasai peserta didik sekolah dasar. Namun, keterampilan menulis teks narasi peserta didik kelas IV UPTD SD Negeri 070989 Hilina’a masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan menulis teks narasi melalui penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing melalui tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 18 peserta didik kelas IV UPTD SD Negeri 070989 Hilina’a. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, penilaian keterampilan menulis teks narasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketuntasan keterampilan menulis teks narasi mengalami peningkatan dari 33,33% (6 peserta didik) pada Siklus I menjadi 83,33% (15 peserta didik) pada Siklus II. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa indikator keberhasilan penelitian, yaitu minimal 75% peserta didik mencapai KKTP 65, telah terpenuhi. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning menunjukkan perkembangan keterampilan menulis teks narasi peserta didik kelas IV UPTD SD Negeri 070989 Hilina’a.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPAS KELAS V Yeni Madina Matondang; Antonius Remigius Abi; Lasmaria Agnes Sinaga
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.15789

Abstract

Natural and Social Sciences (IPAS) learning in elementary schools requires contextual conceptual understanding; however, student achievement remains low due to passive instructional practices that fail to accommodate diverse learning styles. This study aimed to determine the effect of the quantum teaching learning model on the IPAS learning outcomes of fifth-grade students at SD Swasta Cenderamata in the 2025/2026 academic year. This research employed a quantitative approach with an experimental method using a pre-experimental one-group pretest-posttest design. The sampling technique was purposive sampling, selecting 28 students from class V-A as the research participants. Data were gathered through a 20-item multiple-choice cognitive achievement test with verified validity and reliability, supported by an instructional implementation questionnaire. The results demonstrated that the average pretest score increased from 62.57 to 84.00 in the posttest following the implementation of the quantum teaching model. The correlation coefficient analysis yielded an r_"count"  of 0.834, which exceeded the r_"table"  value of 0.388 at the 5% significance level. Furthermore, the hypothesis testing using the t-test revealed t_"count" =7.700, surpassing t_"table" =2.048 (p=0.000<0.05), thus confirming the acceptance of the alternative hypothesis (H_a). It can be concluded that the quantum teaching learning model exerts a positive and statistically significant effect on elementary school students' IPAS learning outcomes. ABSTRAK Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di sekolah dasar menuntut penguasaan konsep yang kontekstual, namun dalam praktiknya hasil belajar siswa masih tergolong rendah akibat pembelajaran yang cenderung pasif dan belum mengakomodasi keberagaman gaya belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran quantum teaching terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas V SD Swasta Cenderamata Tahun Ajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen melalui desain pre-experimental jenis one-group pretest-posttest design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dengan memilih kelas V-A yang berjumlah 28 siswa sebagai subjek penelitian. Instrumen pengumpulan data berupa tes hasil belajar berbentuk pilihan ganda sebanyak 20 butir soal yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, serta didukung oleh angket keterlaksanaan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata pretest sebelum perlakuan sebesar 62,57 meningkat menjadi 84,00 pada saat posttest setelah penerapan model quantum teaching. Pengujian koefisien korelasi menghasilkan nilai r_"hitung"  sebesar 0,834 yang lebih besar dari r_"tabel"  sebesar 0,388 pada taraf signifikansi 5%. Analisis uji hipotesis melalui uji-t menghasilkan nilai t_"hitung"  sebesar 7,700 yang melampaui t_"tabel"  sebesar 2,048 (p=0,000<0,05), sehingga hipotesis alternatif (H_a) diterima. Dengan demikian, disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran quantum teaching berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan hasil belajar IPAS siswa sekolah dasar.