cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27770583     EISSN : 27770575     DOI : https://doi.org/10.51878/learning.v1i2.376
Core Subject : Education,
LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan Ikatan Guru Indonesia Kab. Tulang Bawang. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 970 Documents
EKSPLORASI PENGALAMAN BELAJAR SISWA DALAM PENGGUNAAN MEDIA DIGITAL TERHADAP MINAT BELAJAR PADA PEMBELAJARAN EKONOMI DI SMA NEGERI 1 GUNUNGSITOLI UTARA Vivistin Yenita Telaumbanua; Eka Septianti Laoli; Yearning Harefa; Wahyutra Adilman Telaumbanua
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.14979

Abstract

Learning interest is an important factor influencing students' engagement in the learning process. Although digital media has been used in Economics learning in class XI-2 at SMA Negeri 1 Gunungsitoli Utara, some students still show low participation in asking questions, engaging in discussions, and giving responses. This study aimed to describe and understand students' learning experiences in using digital media and their relationship to learning interest in Economics learning. This study employed a descriptive qualitative approach involving nine informants consisting of the principal, an Economics teacher, and seven students of class XI-2. Data were collected through semi-structured interviews and documentation and analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings showed that students' learning experiences in using digital media varied from active and moderately active to relatively passive experiences. Similarly, students' learning interest was identified at three levels: high among I3 and I7, moderate among I4, I5, and I8, and low among I6 and I9. Students with high learning interest demonstrated active participation in asking questions, discussions, and independent searches for additional learning materials, whereas students with low learning interest tended to be passive due to difficulties in understanding the material and low self-confidence. Therefore, digital media can support students' interest and engagement in Economics learning, but its effects are not uniform because they are influenced by students' understanding of the material and self-confidence. ABSTRAK Minat belajar merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Meskipun media digital telah digunakan dalam pembelajaran ekonomi di kelas XI-2 SMA Negeri 1 Gunungsitoli Utara, sebagian siswa masih menunjukkan keterlibatan yang rendah dalam bertanya, berdiskusi, dan memberikan tanggapan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan memahami pengalaman belajar siswa dalam penggunaan media digital serta keterkaitannya dengan minat belajar pada pembelajaran ekonomi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan informan sebanyak 9 orang yang terdiri atas kepala sekolah, guru ekonomi, dan 7 siswa kelas XI-2. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman belajar siswa dalam penggunaan media digital terbagi ke dalam pengalaman aktif, cukup aktif, dan cenderung pasif. Sejalan dengan itu, minat belajar siswa teridentifikasi dalam tiga tingkatan, yaitu tinggi pada I3 dan I7, sedang pada I4, I5, dan I8, serta rendah pada I6 dan I9. Siswa dengan minat tinggi menunjukkan keaktifan bertanya, berdiskusi, dan mencari materi tambahan, sedangkan siswa dengan minat rendah cenderung pasif karena kesulitan memahami materi dan kurang percaya diri. Dengan demikian, media digital dapat mendukung peningkatan ketertarikan dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran ekonomi, tetapi pengaruhnya tidak berlangsung secara seragam karena dipengaruhi oleh pemahaman materi dan kepercayaan diri siswa.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBASIS KEARIFAN LOKAL NIAS TERHADAP LITERASI KEUANGAN SISWA SMA NEGERI 1 SIROMBU Alfri Sopian Maruao; Yearning Harefa; Arianto Lahagu; Eka Septianti Laoli
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.14981

Abstract

This study was motivated by the low level of students’ financial literacy and the limited integration of local cultural values into economics learning at SMA Negeri 1 Sirombu. This study aimed to analyze the effect of contextual learning based on Nias local wisdom on students’ financial literacy. The study employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a non-equivalent control group design. The sample consisted of 34 students in class X-B as the experimental group and 36 students in class X-A as the control group. Both groups were administered a pretest and posttest, while the experimental group received Contextual Teaching and Learning (CTL) integrated with Nias local wisdom, including falulusa, barter practices, bowo, deliberation, and amaedola. The results showed that contextual learning based on Nias local wisdom had a significant effect on improving students’ financial literacy. The experimental group also demonstrated greater improvement in financial literacy than the control group. These findings indicate that integrating local cultural contexts into economics learning can strengthen the connection between learning materials and students’ real-life experiences, thereby supporting the development of financial literacy in a more meaningful and contextual manner. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya literasi keuangan siswa serta belum optimalnya integrasi nilai budaya lokal dalam pembelajaran ekonomi di SMA Negeri 1 Sirombu. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pembelajaran kontekstual berbasis kearifan lokal Nias terhadap literasi keuangan siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi-experiment dan desain non-equivalent control group. Sampel terdiri atas 34 siswa kelas X-B sebagai kelompok eksperimen dan 36 siswa kelas X-A sebagai kelompok kontrol. Kedua kelompok diberikan pretest dan posttest, sedangkan kelompok eksperimen memperoleh pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) yang diintegrasikan dengan kearifan lokal Nias, meliputi falulusa, sistem barter, bowо, musyawarah, dan amaedola. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan pembelajaran kontekstual berbasis kearifan lokal Nias terhadap literasi keuangan siswa. Hasil analisis juga menunjukkan adanya peningkatan skor literasi keuangan setelah pembelajaran pada kedua kelompok, dengan peningkatan kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Temuan tersebut menunjukkan bahwa integrasi konteks budaya lokal dalam pembelajaran ekonomi dapat memperkuat keterkaitan materi dengan pengalaman kehidupan siswa dan mendukung peningkatan literasi keuangan.
ANALISIS PERAN GURU DALAM MENDUKUNG KREATIVITAS SISWA BERBASIS POTENSI LOKAL DI UPTD SMP NEGERI 5 MANDREHE Setiaman Gulo; Asali Lase; Yearning Harefa; Eka Septianti Laoli
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.14982

Abstract

Creativity is an important competency in 21st-century learning that needs to be developed through contextual learning experiences. The utilization of local potential can serve as a learning resource that enables students to develop ideas, produce creative works, and solve problems based on their surrounding environment. This study aimed to analyze the role of teachers in supporting student creativity based on local potential and to describe the forms of student creativity at UPTD SMP Negeri 5 Mandrehe. A descriptive qualitative approach was employed involving 15 informants consisting of 5 subject teachers and 10 eighth-grade students. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation, and analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing and verification. The results showed that teachers performed five main roles: facilitator, motivator, innovator, guide, and liaison between the school and the local community. These roles were implemented by utilizing the natural environment, economic activities, local culture, and locally available materials through Project Based Learning (PjBL), group discussions, field observations, and problem-based learning. Student creativity was demonstrated through the ability to identify local potential, develop ideas, collaborate, solve contextual problems, and produce creative works using coconut shells, coconut leaves, clay, and recycled materials. These findings indicate that integrating local potential with active teacher support creates more contextual learning experiences and provides students with opportunities to develop creativity through direct engagement with their surrounding environment. ABSTRAK Kreativitas merupakan salah satu kompetensi penting dalam pembelajaran abad ke-21 yang perlu dikembangkan melalui pengalaman belajar yang kontekstual. Pemanfaatan potensi lokal dapat menjadi sumber belajar yang memungkinkan siswa mengembangkan gagasan, menghasilkan karya, dan memecahkan masalah berdasarkan lingkungan di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam mendukung kreativitas siswa berbasis potensi lokal serta mendeskripsikan bentuk kreativitas siswa di UPTD SMP Negeri 5 Mandrehe. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 15 informan yang terdiri atas 5 guru mata pelajaran dan 10 siswa kelas VIII. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menjalankan lima peran utama, yaitu sebagai fasilitator, motivator, inovator, pembimbing, dan penghubung antara sekolah dengan lingkungan masyarakat. Peran tersebut diwujudkan melalui pemanfaatan lingkungan alam, aktivitas ekonomi, budaya, dan bahan lokal dalam pembelajaran melalui Project Based Learning (PjBL), diskusi kelompok, observasi lapangan, dan pembelajaran berbasis masalah. Kreativitas siswa terlihat dari kemampuan mengidentifikasi potensi lokal, mengembangkan gagasan, bekerja sama, memecahkan masalah kontekstual, serta menghasilkan karya berupa kerajinan dari tempurung kelapa, daun kelapa, tanah liat, dan barang bekas. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi potensi lokal dengan dukungan aktif guru menciptakan pembelajaran yang lebih kontekstual dan memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas melalui pengalaman langsung di lingkungan mereka.
STUDI LITERATUR: ASESMEN FORMATIF SEBAGAI SARANA UMPAN BALIK EFEKTIF BAGI PESERTA DIDIK Muhamad Refki Yunus; Firmansyah Firmansyah; Merry C. Sarce Rumainum; Enggar Kurniasih; Arie Favian Syahmar Marpaung; Yuli Kombong; Amos Yeimo
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.15000

Abstract

Formative assessment is a key element in modern learning systems that functions as a means of providing continuous feedback to improve the quality of the learning process and student learning outcomes. This study aims to examine the concept, role, and impact of formative assessment as an effective feedback mechanism in the context of primary education. Using a narrative review approach, this study analyzes and synthesizes 25 relevant scientific articles published between 2019 and 2025, obtained through reputable academic databases. The analysis was conducted through a narrative synthesis process, which includes identifying key findings, categorizing themes, and conceptual integration. The results show that formative assessment contributes significantly to increasing learning motivation, active engagement, and students' reflective abilities. Feedback that is provided constructively and in a directed manner encourages students to develop metacognitive awareness and independent learning. In addition, this study confirms that the effectiveness of formative assessment is strongly influenced by the quality of teacher-student interaction, the clarity of learning objectives, and the consistency of feedback implementation. Theoretically, this article strengthens the integration between constructivism theory, self-regulated learning, and mastery learning in the context of competency-based assessment. Practically, the results of this study provide a conceptual foundation for educators and policymakers to design learning systems that are oriented toward reflective feedback and the continuous growth of students. ABSTRAK Asesmen formatif merupakan elemen kunci dalam sistem pembelajaran modern yang berperan sebagai sarana pemberian umpan balik berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep, peran, dan dampak asesmen formatif sebagai mekanisme umpan balik efektif dalam konteks pendidikan dasar. Menggunakan pendekatan narrative review, penelitian ini menelaah dan mensintesis 25 artikel ilmiah yang relevan dan terpublikasi antara tahun 2019 hingga 2025, yang diperoleh melalui basis data akademik bereputasi. Analisis dilakukan melalui proses narrative synthesis yang meliputi identifikasi temuan utama, kategorisasi tema, dan integrasi konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen formatif berkontribusi signifikan terhadap peningkatan motivasi belajar, keterlibatan aktif, serta kemampuan reflektif peserta didik. Umpan balik yang diberikan secara konstruktif dan terarah mendorong peserta didik mengembangkan kesadaran metakognitif dan kemandirian belajar. Selain itu, penelitian ini menegaskan bahwa efektivitas asesmen formatif sangat dipengaruhi oleh kualitas interaksi guru-siswa, kejelasan tujuan pembelajaran, serta konsistensi penerapan umpan balik. Secara teoretis, artikel ini memperkuat integrasi antara teori konstruktivisme, self-regulated learning, dan mastery learning dalam konteks asesmen berbasis kompetensi. Secara praktis, hasil kajian ini memberikan landasan konseptual bagi pendidik dan pembuat kebijakan untuk merancang sistem pembelajaran yang berorientasi pada umpan balik reflektif dan pertumbuhan berkelanjutan peserta didik.
PENERAPAN MEDIA SNAKES AND LADDERS DALAM PEMBELAJARAN IPAS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV DI UPTD SD NEGERI 075019 DAHANA TABALOHO Sofiani Hia; Envilwan Berkat Harefa; Eka Periaman Zai; Arozatulo Bawamenewi
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.15031

Abstract

The low learning outcomes of fourth-grade students in the Science and Social Studies (IPAS) subject at UPTD SD Negeri 075019 Dahana Tabaloho indicated the need to improve the learning process through the use of more interactive instructional media. The initial condition showed that the students’ mean learning outcome was only 63.00, with a learning mastery rate of 42.11%, while the school’s Learning Objective Achievement Criteria (KKTP) was set at 80. This study aimed to improve students’ learning outcomes through the implementation of snakes and ladders media in IPAS learning. The study employed Classroom Action Research based on the Kemmis and McTaggart model and was conducted in two cycles, each consisting of planning, action, observation, and reflection stages. The participants were 19 fourth-grade students. Data were collected through learning outcome tests, observations, and documentation and were analyzed using descriptive quantitative and qualitative techniques. The results showed that the students’ mean learning outcome increased from 63.00 in the pre-cycle to 64.05 in Cycle I and 87.23 in Cycle II. The percentage of learning mastery also increased from 42.11% in the pre-cycle to 57.89% in Cycle I and 89.47% in Cycle II. The implementation of snakes and ladders media also encouraged increased student activity, participation, and collaboration during the learning process. Therefore, snakes and ladders media can serve as an effective alternative instructional medium for improving elementary school students’ learning outcomes in IPAS. ABSTRAK Rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas IV-B UPTD SD Negeri 075019 Dahana Tabaloho menunjukkan perlunya perbaikan proses pembelajaran melalui penggunaan media yang lebih interaktif. Kondisi awal menunjukkan bahwa nilai rata-rata hasil belajar siswa hanya mencapai 63,00 dengan persentase ketuntasan sebesar 42,11%, sedangkan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang ditetapkan sekolah adalah 80. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan media snakes and ladders dalam pembelajaran IPAS. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas 19 siswa kelas IV-B. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata hasil belajar meningkat dari 63,00 pada pra-siklus menjadi 64,05 pada Siklus I dan 87,23 pada Siklus II. Persentase ketuntasan belajar juga meningkat dari 42,11% pada pra-siklus menjadi 57,89% pada Siklus I dan 89,47% pada Siklus II. Penerapan media snakes and ladders juga mendorong peningkatan aktivitas, partisipasi, dan kerja sama siswa selama pembelajaran. Dengan demikian, penerapan media snakes and ladders dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan hasil belajar IPAS siswa sekolah dasar
PENERAPAN VIDEO PEMBELAJARAN BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS V SD NEGERI 077279 SIOFABANUA Desiaman Gea; Okniel Zebua; Indah Wijaya Lase; Riana Riana
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.15054

Abstract

This study was motivated by the low learning interest of fifth-grade students at SD Negeri 077279 Siofabanua in the IPAS subject, particularly the topic Indonesia Kaya Raya. Initial observations indicated that the learning process was still predominantly teacher-centered, resulting in limited student attention and engagement. Of the 27 students, only 10 students (37.04%) achieved the minimum mastery criterion (KKM) of 70, with an average score of 65. This study aimed to improve students' learning interest through the implementation of learning videos based on Problem Based Learning (PBL). The study employed Classroom Action Research (CAR), conducted in two cycles, with each cycle consisting of two meetings. The subjects were 27 fifth-grade students, consisting of 11 male and 16 female students. Data were collected through observation, questionnaires, tests, and documentation. The results showed an improvement in students' learning interest following the implementation of PBL-based learning videos. In Cycle I, the percentage of learning interest reached 68%, with a classical mastery rate of 52%. In Cycle II, learning interest increased to 85%, while the classical mastery rate reached 81%. These findings indicate that the implementation of PBL-based learning videos can create a more engaging, active, and contextual learning environment, thereby improving students' learning interest in IPAS, particularly the Indonesia Kaya Raya topic. Therefore, PBL-based learning videos can be used as an alternative instructional approach to improve learning interest among elementary school students. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar peserta didik kelas V SD Negeri 077279 Siofabanua pada mata pelajaran IPAS, khususnya materi Indonesia Kaya Raya. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa proses pembelajaran masih cenderung berpusat pada guru sehingga keterlibatan dan perhatian peserta didik belum optimal. Dari 27 peserta didik, hanya 10 orang (37,04%) yang mencapai KKM 70 dengan rata-rata nilai 65. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar peserta didik melalui penerapan video pembelajaran berbasis Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan masing-masing siklus terdiri atas dua pertemuan. Subjek penelitian berjumlah 27 peserta didik kelas V, terdiri atas 11 laki-laki dan 16 perempuan. Data dikumpulkan melalui observasi, angket, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan minat belajar peserta didik setelah penerapan video pembelajaran berbasis PBL. Pada siklus I, persentase minat belajar mencapai 68% dengan ketuntasan klasikal sebesar 52%. Pada siklus II, persentase minat belajar meningkat menjadi 85% dengan ketuntasan klasikal sebesar 81%. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa penerapan video pembelajaran berbasis Problem Based Learning dapat menciptakan pembelajaran yang lebih menarik, aktif, dan kontekstual sehingga mampu meningkatkan minat belajar peserta didik pada mata pelajaran IPAS materi Indonesia Kaya Raya. Dengan demikian, video pembelajaran berbasis PBL dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran untuk meningkatkan minat belajar peserta didik sekolah dasar.
PENGEMBANGAN MEDIA OCEAN ADVENTURE UNTUK MENSTIMULASI KEMAMPUAN BERPIKIR SIMBOLIK ANAK USIA 4-5 TAHUN Sitti Saodah Rahmadan Soamole; Ahmad Samawi
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.15123

Abstract

Early symbolic thinking and early numeracy skills are essential foundations for cognitive development in early childhood; however, the utilization of interactive technology-based learning media in early childhood education institutions remains limited. This study aims to develop an interactive digital learning media called Ocean Adventure that is feasible and effective in stimulating symbolic thinking abilities in children aged 4–5 years. The study employed the Research and Development (R&D) method using the ADDIE model across five systematic stages: Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The media was developed as a web-based application utilizing the Figma platform and tested at KB-TK Afkar and TK Kartika IV-80. The media integrates ocean adventure-themed animated videos with four educational games covering key indicators: counting 1–10, recognizing number concepts, recognizing number symbols, and recognizing letter symbols. Material expert validation yielded an average score of 91% (highly feasible), media expert validation reached 80% (highly feasible), and user (teacher) validation scored 97% (highly feasible). Small group trials produced a feasibility percentage of 88%, while large group trials achieved 98%, both categorized as highly feasible. The findings demonstrate that Ocean Adventure media is highly feasible and effective for stimulating symbolic thinking skills in early childhood in an interactive and enjoyable manner. ABSTRAK Kemampuan berpikir simbolik dan literasi numerasi awal merupakan fondasi esensial bagi perkembangan kognitif anak usia dini, namun pemanfaatan media pembelajaran interaktif berbasis teknologi di satuan PAUD masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran digital interaktif Ocean Adventure yang layak dan efektif dalam menstimulasi kemampuan berpikir simbolik anak usia 4–5 tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan menerapkan model ADDIE melalui lima tahapan: Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Media dikembangkan berbasis website menggunakan platform Figma dan diujicobakan di KB-TK Afkar serta TK Kartika IV-80. Media mengintegrasikan video animasi bertema petualangan bawah laut dengan empat permainan edukatif yang mencakup indikator membilang 1–10, mengenal konsep bilangan, mengenal lambang bilangan, dan mengenal lambang huruf. Hasil validasi ahli materi memperoleh persentase rata-rata 91% (sangat layak), ahli media sebesar 80% (sangat layak), dan validasi pengguna (pendidik) sebesar 97% (sangat layak). Uji coba kelompok kecil menghasilkan persentase kepraktisan sebesar 88% dan uji coba kelompok besar mencapai 98%, keduanya berada pada kategori sangat layak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Ocean Adventure sangat layak digunakan untuk menstimulasi kemampuan berpikir simbolik anak usia dini secara efektif, interaktif, dan menyenangkan.    
LEBIH DARI SEKADAR MENGHAFAL: IMPLEMENTASI SELF-REGULATED LEARNING DALAM PEMBENTUKAN KEMAMPUAN PROBLEM SOLVING SISWA TAHFIDZ Rohmatul Ummah; Hajar Nurma Wachidah; Saifuddin Saifuddin
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.15181

Abstract

ABSTRACT The Al-Qur'an tahfidz program is not only oriented toward achieving memorization targets but also has the potential to develop self-regulation skills that support the development of students' problem-solving abilities. This study aims to analyze the implementation of self-regulated learning in the Al-Qur'an tahfidz program and its impact on the development of students' problem-solving abilities at SMP Al-Qur'an An-Nawawiy. This study employed a qualitative approach with a case study design. Data were obtained through interviews, observations, documentation, and open-ended questionnaires involving the principal, tahfidz coordinator, tahfidz teachers, and students, and were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña through the stages of data condensation, data display, and conclusion drawing. The results show that the implementation of self-regulated learning is carried out through a structured tahfidz program, guidance on memorization targets, the application of learning strategies, as well as continuous monitoring and evaluation. This process develops students' abilities to plan, control, and reflect on their learning processes. The implementation of self-regulated learning also contributes to the development of problem-solving abilities, as demonstrated by students' abilities to identify and analyze the causes of difficulties, manage emotions when facing obstacles, select appropriate problem-solving strategies, and evaluate and improve learning strategies based on experience. Thus, the Al-Qur'an tahfidz program not only serves as a means of achieving memorization targets but also as a medium for developing independent, reflective, and adaptive learning characteristics in facing various learning challenges. ABSTRAK Program tahfidz Al-Qur'an tidak hanya berorientasi pada pencapaian target hafalan, tetapi juga berpotensi membentuk kemampuan regulasi diri yang mendukung berkembangnya kemampuan problem solving siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi self-regulated learning dalam program tahfidz Al-Qur'an serta dampaknya terhadap pembentukan kemampuan problem solving siswa di SMP Al-Qur'an An-Nawawiy. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan angket terbuka yang melibatkan kepala sekolah, koordinator tahfidz, guru tahfidz, serta siswa, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi self-regulated learning berlangsung melalui pelaksanaan program tahfidz yang terstruktur, pembimbingan target hafalan, penerapan strategi belajar, serta monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan. Proses tersebut membentuk kemampuan siswa dalam merencanakan, mengendalikan, dan merefleksikan proses belajarnya. Implementasi self-regulated learning juga berdampak pada berkembangnya kemampuan problem solving yang ditunjukkan melalui kemampuan mengidentifikasi dan menganalisis penyebab kesulitan, mengelola emosi ketika menghadapi hambatan, memilih strategi penyelesaian yang sesuai, serta mengevaluasi dan memperbaiki strategi belajar berdasarkan pengalaman. Dengan demikian, program tahfidz Al-Qur'an tidak hanya berfungsi sebagai sarana mencapai target hafalan, tetapi juga menjadi media pengembangan karakter belajar yang mandiri, reflektif, dan adaptif dalam menghadapi berbagai tantangan belajar.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBASIS LAHAN BASAH SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI Farah Dhafiya; Ahmad Suriansyah; Rizky Amelia
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.15297

Abstract

Early childhood learning requires concrete, meaningful learning experiences that are appropriate to the environmental context in which children grow. However, learning practices in early childhood education centers often still focus on worksheets and simple academic activities, thereby limiting children's opportunities to explore their surroundings. This study aimed to describe the implementation of constructivist theory in wetland-based learning through artificial river exploration activities for early childhood at PAUD Fantasha Banjarbaru. The study used a descriptive quantitative approach supported by qualitative data, involving six children aged 4–6 years as subjects. Data were collected through structured observation using a child development checklist instrument and documentation of learning activities, then analyzed descriptively through calculation of mean scores and achievement percentages per developmental aspect, supported by qualitative descriptions of developmental patterns and dynamics. The findings indicate that contextual learning based on wetlands can stimulate children’s development holistically, achieving an overall mean score of 2.99 out of 4.00, with 64% of total evaluations categorized as Developing as Expected (BSH) and Very Well Developed (BSB). The specific achievement scores across developmental aspects were fine motor (3.67), socio-emotional (3.33), Religious and Moral Values/NAM (3.17), cognitive (2.93), language (2.83), and creativity (2.00). Fine motor and socio-emotional aspects showed the most optimal development, while the creativity aspect requires more sustained and structured stimulation. Environmental exploration activities indicate the potential to provide children with opportunities to build knowledge through direct interaction with concrete objects, increase active engagement, and develop social skills through interaction with peers and teachers. Therefore, utilizing wetland environments as a source of contextual learning shows potential as an effective strategy in supporting the holistic development of early childhood while simultaneously strengthening the relevance of learning to the local environment of South Kalimantan. ABSTRAK Pembelajaran anak usia dini membutuhkan pengalaman belajar yang konkret, bermakna, dan sesuai dengan konteks lingkungan tempat anak tumbuh. Namun, praktik pembelajaran di PAUD masih sering berfokus pada lembar kerja dan aktivitas akademik sederhana, sehingga kesempatan anak untuk mengeksplorasi lingkungan sekitar menjadi terbatas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi teori konstruktivisme dalam pembelajaran berbasis lahan basah melalui kegiatan eksplorasi sungai buatan pada anak usia dini di PAUD Fantasha Banjarbaru. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan dukungan data kualitatif, melibatkan enam anak dengan rentang usia 4–6 tahun sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur menggunakan instrumen checklist perkembangan anak dan dokumentasi kegiatan pembelajaran. Data observasi dianalisis secara deskriptif kuantitatif melalui penghitungan skor rata-rata dan persentase capaian per aspek perkembangan, didukung deskripsi kualitatif untuk menjelaskan pola dan dinamika perkembangan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kontekstual berbasis lahan basah mampu menstimulasi perkembangan anak secara holistik dengan rata-rata skor keseluruhan sebesar 2,99 (skala 4) dan 64% total penilaian berada pada kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB). Rincian capaian skor per aspek perkembangan meliputi: motorik halus (3,67), sosial-emosional (3,33), Nilai Agama dan Moral/NAM (3,17), kognitif (2,93), bahasa (2,83), serta kreativitas (2,00). Aspek motorik halus dan sosial-emosional menunjukkan perkembangan yang paling optimal, sementara aspek kreativitas memerlukan stimulasi yang lebih berkelanjutan dan terstruktur. Kegiatan eksplorasi lingkungan mengindikasikan potensi keberhasilan dalam memberikan kesempatan kepada anak untuk membangun pengetahuan melalui interaksi langsung dengan objek konkret, meningkatkan keterlibatan aktif, serta mengembangkan kemampuan sosial melalui interaksi dengan teman sebaya dan guru. Dengan demikian, pemanfaatan lingkungan lahan basah sebagai sumber belajar kontekstual menunjukkan potensi sebagai strategi yang efektif dalam mendukung perkembangan anak usia dini secara holistik sekaligus memperkuat relevansi pembelajaran dengan lingkungan lokal Kalimantan Selatan.  
PENGARUH STRATEGI MENGAJAR GURU TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN EKONOMI KELAS X Diandra Taruna; Radia Hafid; Fatmawaty Damiti; Frahmawati Bumulo; Maya Novrita Dama
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.15298

Abstract

The implementation of appropriate teaching strategies and high levels of student learning motivation are crucial elements in achieving effective economics education in secondary schools. This study aims to determine the extent of teachers' teaching strategies' influence on students' learning motivation in Economics among Grade X Social Science students at SMA Negeri 1 Bone, Bone Bolango Regency. This study employed a quantitative approach using simple linear regression analysis. The research population comprised 126 students in Grade X Social Science, with a sample of 32 students determined using Slovin's formula (margin of error 15%). Data were collected using questionnaires. Data analysis techniques included normality testing, simple linear regression, partial t-tests, and coefficient of determination testing. The findings indicate that teachers' instructional strategies positively affect students' learning motivation. A total of 54.3% of the variability in the Students' Learning Motivation variable in Economics subjects for Grade X Social Science students at SMA Negeri 1 Bone, Bone Bolango Regency, can be explained by the Teachers' Teaching Strategies variable, while the remaining 45.7% is explained by other factors not examined in this study. ABSTRAK Penerapan strategi mengajar yang tepat dan tingkat motivasi belajar siswa merupakan dua elemen krusial dalam mencapai efektivitas pembelajaran ekonomi di sekolah menengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh strategi mengajar guru terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Ekonomi kelas X IPS di SMA Negeri 1 Bone Kabupaten Bone Bolango. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif regresi linier sederhana. Populasi penelitian berjumlah 126 siswa kelas X IPS, dengan sampel sebanyak 32 siswa yang ditentukan menggunakan rumus Slovin (margin of error 15%). Teknik pengumpulan data menggunakan angket/kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan meliputi uji normalitas, uji regresi linier sederhana, uji t parsial, dan uji koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh positif strategi mengajar guru terhadap motivasi belajar siswa. Sebesar 54,3% variabilitas variabel motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Ekonomi kelas X IPS di SMA Negeri 1 Bone Kabupaten Bone Bolango dapat diterangkan oleh variabel strategi mengajar guru, sedangkan sisanya sebesar 45,7% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.