cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA
ISSN : 27970744     EISSN : 27971031     DOI : https://doi.org/10.51878/science.v1i2.389
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan matematika dan IPA.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 378 Documents
DESAIN VIDEO BASED LEARNING PADA MATA KULIAH AERONAUTICAL INFORMATION SERVICE Arti, Endang Sugih; Amir , Elfi; Endrawijaya, Ika; Anggraini , Dian; Wagini , Dini; Sadiatmi , Rini; Sinaga , Togi A. Maruli; Muzaki , Mochamad Faisal
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i1.4560

Abstract

This study is to design video-based learning in the Aeronautical Information Services (AIS) course, because according to the survey results, among others, the need for AIS visualization in order to improve students' understanding of AIS, while the purpose of this study is to improve the effectiveness, involvement and understanding of students in the AIS course whose material can be more interesting, practical and accessible according to students' needs. This study uses the Research & Development (R & D) research method, and the results of the study are based on the provisions that the AIS course in 1 semester has 16 meetings consisting of 14 theory meetings and 1 meeting for the Mid-Semester Exam (UTS) and 1 meeting for the Final Semester Exam (UAS). This learning video is very important to improve students' understanding which can be accessed anytime, anywhere and repeatedly according to students' needs, both online and offline. ABSTRAKPenelitian ini adalah mendesain pembelajaran berbasis video pada mata kuliah Aeronautical Information Services (AIS), karena menurut hasil survey diantaranya adalah perlunya visualisasi AIS agar dapat meningkatkan pemahaman AIS bagi peserta didik, sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan efektifitas, keterlibatan dan pemahaman peserta didik pada mata kuliah AIS yang materinya dapat menjadi lebih menarik, praktis dan dapat diakses  sesuai dengan kebutuhan siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian  Research & Development (R & D), dan hasil penelitian berdasarkan ketentuan bahwa mata kuliah AIS dalam 1 semester ada 16 pertemuan yang terdiri dari 14 pertemuan teori dan 1 pertemuan untuk Ujian Tengah Semester (UTS) dan 1 pertemuan untuk Ujian Akhir Semester (UAS). Video pembelajaran ini sangat penting untuk meningkatkan pemahaman siswa yang dapat diakses kapanpun, dimanapun dan berulang kali sesuai kebutuhan siswa, baik online maupun offline.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA KELAS 5 MELALUI PENGGUNAAN MEDIA PALAM PADA PEMBELAJARAN IPAS Fitriani, Vida Amalia; Al-‘Adawiyah, Rabi’ah; Anggreani, Selvi Dewi Nur; Ningrum, Sansan Hastuti; Estiyani , Weny; Utomo , Yudhi
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i1.4561

Abstract

Creative thinking skills are one of the 21st century skills that today's students must have. The purpose of this study was to examine the effect of PALAM learning media on the creative thinking skills of 5th grade students of MIN 2 Pasuruan, focusing on the aspects of originality, fluency, flexibility, and elaboration. Using a quantitative descriptive research design, this study involved 15 students as research subjects. The instruments used were creative thinking test questions in the form of essay questions and interview guidelines as supporting instruments. The results showed that the average creative thinking ability of students included in the obtained value of 65 with a good category and a pretest value of 60. The results of the analysis on each aspect stated that the average creative thinking ability of students in the original aspect obtained a value of 70% and was classified as a good category. The fluency aspect has an overall average score of 78% in the good category. The flexibility aspect has a value of 70% with a good category. The elaboration aspect has a value of 94% with a very good category. The results showed that the average creative thinking ability of students after using PALAM media was in the good category. ABSTRAKKemampuan berpikir kreatif merupakan salah satu kemampuan pada abad ke-21 yang harus dimiliki siswa saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh media pembelajaran PALAM terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa kelas 5 MIN 2 Pasuruan, dengan fokus pada aspek originalitas, fluency, fleksibilitas, dan elaborasi. Menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif, penelitian ini melibatkan 15 siswa sebagai subjek penelitian. Instrumen yang digunakan adalah soal tes berpikir kreatif yang berbentuk soal essay dan pedoman wawancara sebagai instrumen pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan berpikir kreatif siswa termasuk kedalam diperoleh nilai 65 dengan kategori baik dan nilai pretest sebesar 60. Hasil analisis pada tiap aspek menyatakan bahwa rata-rata kemampuan berpikir kreatif siswa pada aspek original diperoleh nilai 70% dan tergolong kategori baik. Aspek fluency memiliki rata-rata nilai keseluruhan sebesar 78% dengan kategori baik. Aspek flexibility memiliki nilai sebesar 70% dengan kategori baik. Aspek elaboration memiliki nilai 94% dengan kategori sangat baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan berpikir kreatif siswa setelah menggunakan media PALAM berada dalam kategori baik.
PENINGKATAN KREATIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PROSES BELAJAR IPA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INQUIRI TRAINING PADA KELAS VIII SMP NASIONAL MAKASSAR Bahar, Irnayanti; Jelinda, Elisabet Gorita
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i1.4562

Abstract

This research aims to improve creativity and student learning outcomes in the science teaching and learning process in class VIII of SMP Nasional Makassar through the implementation of the inquiry training learning model and individual learning approach. The inquiry training learning model is a series of learning activities that emphasize critical and analytical thinking processes to independently search for and find answers to questioned problems. It teaches students the process of investigation and seeking explanations about rare phenomena. The subjects in this study were 22 students of class VIII. Research data for science learning outcomes were obtained through evaluation tests from learning cycles 1 and II. The results showed that implementing the inquiry training learning model and individual learning approach can improve science learning outcomes in class VIII. This is indicated by the increase in student scores from cycle 1 to cycle II. In cycle 1, there were 9 students who achieved the Minimum Competency Criteria (KKM) or 40.9%, and 13 students who had not yet achieved it or 59.1%, while in cycle II, there were 20 students who achieved the KKM or 90.9%, and 2 students who had not yet achieved it or 9.1%. From this data analysis, it can be concluded that the implementation of the inquiry training learning model and individual learning approach can improve science learning outcomes in class VIII of SMP Nasional Makassar. ABSTRAKPenelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk meningkatkan kreativitas dan hasil belajar siswa dalam proses belajar mengajar IPA pada kelas VIII SMP Nasional Makassar melalui penerapan model pembelajaran inquiri training dan pendekatan belajar individual. Model pembelajaran inquiry training adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan. Mengajarkan siswa proses penyelidikan dan mencari penjelasan tentang fenomena yang jarang terjadi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII yang berjumlah 22 siswa. Data penelitian untuk hasil belajar IPA diperoleh melalui tes evaluasi dari pembelajaran siklus 1 dan II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran inquiri traning dan pendekatan belajar individual dapat meningkatkan hasil belajar IPA pada kelas VIII. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan nilai siswa dari siklus 1 dan siklus II. Pada siklus 1 terdapat 9 siswa yang tuntas dalam KKM atau sebesar 40,9% dan yang belum tuntas terdapat 13 siswa atau sebesar 59.1%, sedangkan pada siklus II terdapat 20 siswa yang tuntas dalam KKM atau sebesar 90,9% dan yang belum tuntas dalam belajar terdapat 2 siswa atau sebesar 9,1%. Dari analisis data tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran inquiri training dan pendekatan belajar individual dapat meningkatkan hasil belajar IPA pada kelas VIII SMP Nasional Makassar.
PENERAPAN TEORI BELAJAR KOGNITIF UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA SD BERBASIS DIMENSI BERNALAR KRITIS DENGAN MEMANFAATKAN APLIKASI QUIZIZZ Pramularsih, Mariano Satya; Puspita , Ryan Dwi
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i1.4584

Abstract

Researchers carried out this research with the aim of describing the application of cognitive learning theory to develop the character of elementary school students in the critical reasoning dimension by using the Quizizz application in Indonesian language lessons. The method used is a qualitative method using a questionnaire. The research was carried out in the first semester of the 2024/2025 academic year in class V (five) of SDN 4 Bajur, Labuapi District, West Lombok Regency. The results of the numerical analysis show that students have experienced an increase in learning. Before using the Quizizz Application, students showed low interest in reading and analyzing reading. After using the Quizizz Application, students showed improvement in reading and analyzing reading. From this it can be interpreted that using the Quizizz application can increase the activeness and learning outcomes of Indonesian language for class V students at SDN 4 Bajur, Labuapi, West Lombok. ABSTRAKPeneliti melaksanakan penelitian ini dengan tujuan untuk mendeskripsikan penerapan teori belajar kognitif untuk mengembangkan karakter siswa SD dalam dimensi bernalar kritis dengan menggunakan aplikasi Quizizz dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan menggunakan angket. Penelitian  dilaksanakan  pada semester  satu  Tahun Ajaran 2024/2025  di  kelas  V (lima) SDN 4 Bajur, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Hasil analisa angkaet menunjukkan bahwa siswa mengalami peningkatan dalam belajar. Sebelum menggunakan Aplikasi Quizizz, siswa menunjukkan minat yang rendah dalam membaca dan menganalisis bacaan. Setelah menggunakan Aplikasi Quizizz, siswa menunjukkan peningkatan dalam membaca dan menganalisis bacaan. Dari sini dapat diartikan bahwa penggunaan Aplikasi Quizizz dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas V SDN 4 Bajur, Labuapi, Lombok Barat.
PEMBELAJARAN BERBASIS STUDI KASUS DALAM PENDIDIKAN KIMIA: PEMAHAMAN DAN ANALISIS, EVALUASI MOTIVASI, KETERLIBATAN MAHASISWA Side, Sumiati; Munawwarah , Munawwarah
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i1.4616

Abstract

Studi kasushas been implemented in chemistry education as a strategy to enhance students' conceptual understanding and analytical skills. This study aims to evaluate the effectiveness of the studi kasus in increasing students' motivation and engagement in learning, as well as to identify the challenges encountered during its implementation. This research employs a mixed-methods approach with a descriptive evaluative design. Data were collected through a questionnaire consisting of Likert-scale closed-ended questions and open-ended questions. The research subjects were 26 chemistry education students who had participated in courses using the studi kasus. The results indicate that students exhibit a high level of motivation towards this method, particularly in terms of understanding the relevance of the material and their interest in learning. Additionally, the studi kasus enhances student engagement in class discussions and teamwork. However, several challenges were identified, including varying levels of participation within groups, limited discussion time, and the need for further guidance from lecturers in analyzing cases. Therefore, the implementation of this method should be accompanied by more adaptive strategies, such as providing clearer case analysis guidelines, facilitating more effective discussions, and optimizing time management to maximize its effectiveness in learning. ABSTRAKPembelajaran berbasis studi kasus telah diterapkan dalam pendidikan kimia sebagai strategi untuk meningkatkan pemahaman konseptual dan keterampilan analitis mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas metode studi kasus dalam meningkatkan motivasi dan keterlibatan mahasiswa dalam pembelajaran, serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam penerapannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed-methods dengan desain deskriptif evaluatif. Data dikumpulkan melalui angket yang terdiri dari pertanyaan tertutup berbasis skala Likert dan pertanyaan terbuka. Subjek penelitian adalah 26 mahasiswa program studi Pendidikan Kimia yang telah mengikuti perkuliahan dengan metode studi kasus. Hasil analisis menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki tingkat motivasi yang tinggi terhadap metode ini, terutama dalam hal pemahaman terhadap relevansi materi dan ketertarikan terhadap pembelajaran. Selain itu, studi kasus juga meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam diskusi kelas dan kerja sama tim. Namun, terdapat beberapa tantangan, seperti perbedaan tingkat partisipasi dalam kelompok, keterbatasan waktu diskusi, serta kebutuhan akan bimbingan lebih lanjut dari dosen dalam menganalisis kasus. Oleh karena itu, penerapan metode ini perlu disertai dengan strategi yang lebih adaptif, seperti penyediaan panduan analisis kasus yang lebih jelas, fasilitasi diskusi yang lebih efektif, serta pengelolaan waktu yang lebih optimal agar dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PBL (PROBLEM BASED LEARNING) BERBANTUAN MEDIA WORDWALL DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA Tiban, Sindi Pratiwi B.; Abdullah, Gamar; Marshanawiah, Andi
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i1.4617

Abstract

This study aims to improve student learning outcomes by implementing the PBL (problem based learning) learning model assisted by wordwall media. This research method is Classroom Action Research (CAR). Data collection techniques are observation, tests and documentation. The subjects in this study were fifth grade students of SDN 3 Kwandang. Based on a preliminary study, the abilities obtained by students were still very low, namely only 5 students completed the course with a percentage of 31.25%. In cycle I, there was an increase of 9 students with a percentage of 56%. This has not reached the classical completeness criteria that have been set, namely 80%, so the study will be continued in the next cycle, namely cycle II. In cycle II, there was an increase of 14 students with a percentage of 87.5%. The results of the study showed that the use of the PBL (Problem based learning) learning model assisted by Wordwall media on the material on the Area of ??Triangles and Quadrilaterals can improve the learning outcomes of fifth grade students at SDN 3 Kwandang. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran pbl (problem based learning) berbantuan media wordwall. Metode penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Teknik pengumpulan data yaitu observasi, tes dan dokumentasi. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 3 Kwandang. Berdasarkan studi pendahuluan kemampuan yang diperoleh siswa masih sangat rendah yakni hanya 5 orang siswa yang tuntas dengan persentase 31,25%. Pada siklus I terjadi peningkatan yakni sebanyak 9 orang dengan persentase 56%. Hal ini belum mencapai kriteria ketuntasan klasikal yang telah ditetapkan yakni 80%, sehingga penelitian akan dilanjutkan pada siklus selanjutnya yakni siklus II. Pada siklus II terjadi peningkatan sebanyak 14 orang dengan persentase 87,5%. Hasil penelitian menunjukan  bahwa penggunaan model permbelajaran PBL (Problem based learning) dengan berbantuan media Wordwall pada materi Luas bangun Datar Segitiga dan Segiempat dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V di SDN 3 Kwandang.
POTRET AWAL SELF-EFFICACY SISWA SMP PADA MATERI ZAT ADITIF Herlina, E.; Suprapto, P.K.; Badriah, L.; Hernawati , D.
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i1.4630

Abstract

This study aims to analyze the self-efficacy of students of SMP N 8 Banjar class VIII on the material of additives. Self-efficacy is important as one of the psychological aspects that play a role in learning. Specifically, the role of self-efficacy in learning includes increasing students' self-confidence in understanding difficult material, encouraging motivation to learn with greater effort and persist in facing challenges, helping students set realistic goals according to their abilities, and encouraging the selection of effective learning strategies. The method used is descriptive quantitative with a questionnaire consisting of 27 questions and involving 32 students. Self-efficacy is measured based on 3 dimensions based on magnitude level, generality, strength. The results of the study showed an average value of each dimension, namely: magnitude level (66), generality (70) and strength (63). The overall average value of the self-efficacy dimension is 66 with a sufficient category. The less than optimal study was caused by students' lack of confidence in their abilities, giving up easily if given more complex tasks and low learning motivation. Strategies such as providing positive feedback, real-world problem-based learning, more contextual learning models, and social support that encourage students' self-confidence and resilience in facing academic tasks are recommended. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis self-efficacy siswa SMP N 8 Banjar kelas VIII pada materi zat aditif. Self-efficacy ini penting sebagai salah satu aspek psikologis yang berperan dalam pembelajaran. Secara spesifik, peran self-efficacy dalam pembelajaran meliputi peningkatan kepercayaan diri siswa dalam memahami materi yang sulit, mendorong motivasi untuk belajar dengan usaha lebih keras dan bertahan menghadapi tantangan, membantu siswa menetapkan tujuan yang realistis sesuai dengan kemampuan mereka, serta mendorong pemilihan strategi belajar yang efektif. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan angket kuesioner sebanyak 27 butir soal dan melibatkan 32 siswa. Self-efficacy  yang diukur berdasarkan 3 dimensi berdasarkan magnitude level, generality, strength. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata tiap dimensi yaitu : magnitude level (66), generality (70) dan strength (63). Nilai rata-rata secara keseluruhan dimensi self-efficacy yaitu 66 dengan kategori cukup. Kurang optimalnya penelitian ini disebabkan oleh kurang yakinnya siswa terhadap kemampuan yang dimiliki, mudah menyerah jika diberi tugas yang lebih komplek serta motivasi belajar yang masih rendah. Disarankan strategi seperti pemberian umpan balik positif, pembelajaran berbasis masalah nyata, model pembelajaran yang lebih kontekstual, serta dukungan sosial yang mendorong rasa percaya diri dan ketahanan siswa dalam menghadapi tugas akademik.
ANALISIS KESALAHAN MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA DALAM MEMAHAMI DAN MENYELESAIKAN SOAL INDUKSI MATEMATIKA PADA MATERI PENGANTAR GRUP BERDASARKAN TEORI KASTOLAN Sinaga, Debora; Silalahi, Lisbeth Grace Luciana; Saing, Nasib Maruli Tua; Manurung, Sri Lestari
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i1.4658

Abstract

Mathematics education students often face difficulties in understanding and solving problems related to mathematical induction, particularly in introductory group theory. This study aims to identify and analyze students' errors in induction proof based on Kastolan’s Theory, which classifies errors into three categories: conceptual, procedural, and technical. Using a qualitative approach with a case study method, this research involved 20 fourth-semester mathematics education students. Data were collected through diagnostic tests and document analysis of students' work. The findings reveal that students frequently make conceptual errors in selecting the appropriate formula and understanding the steps of proof. Procedural errors arise due to inconsistencies in structuring proof steps and difficulties in simplifying problems to their final form. Additionally, technical errors are commonly found in the form of inaccuracies in algebraic calculations and symbol manipulation. These findings emphasize the need for more effective learning strategies, such as scaffolding and group discussions, to enhance students' understanding of mathematical induction concepts. ABSTRAKMahasiswa pendidikan matematika kerap menghadapi kesulitan dalam memahami serta menyelesaikan soal terkait induksi matematika, khususnya pada materi pengantar grup. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kesalahan mahasiswa dalam pembuktian induksi berdasarkan Teori Kastolan, yang mengklasifikasikan kesalahan ke dalam tiga kategori: konseptual, prosedural, dan teknis. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi kasus, penelitian ini melibatkan 20 mahasiswa pendidikan matematika semester IV. Data dikumpulkan melalui tes diagnostik serta analisis dokumen hasil pekerjaan mahasiswa. Hasil penelitian mengungkap bahwa mahasiswa sering melakukan kesalahan konseptual dalam memilih rumus yang sesuai serta memahami tahapan pembuktian. Kesalahan prosedural muncul akibat ketidakteraturan dalam menyusun langkah-langkah pembuktian dan kesulitan dalam menyederhanakan soal hingga bentuk akhir. Selain itu, kesalahan teknis banyak ditemukan dalam bentuk ketidaktelitian perhitungan aljabar dan manipulasi simbol. Temuan ini menegaskan perlunya strategi pembelajaran yang lebih efektif, seperti scaffolding dan diskusi kelompok, guna meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap konsep induksi matematika.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK SMP PADA MATERI SISTEM PERNAPASAN MANUSIA Syaifuddin, Syafa Shahnaz; Martini, Martini
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i1.4683

Abstract

Critical thinking skills of students serve as the foundation for developing the competencies and qualities required in the 21st century. Therefore, teachers play a crucial role in helping students improve these skills through appropriate learning strategies. This study aims to describe students' critical thinking skills using a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest design. The research sample consisted of 36 eighth-grade students from class B at a public junior high school in Surabaya. The instruments used were pretest and posttest sheets. Data collection was conducted through tests, while data analysis involved paired t-tests and N-Gain analysis. The t-test results indicated a significant difference in the average critical thinking skills before and after the implementation of the guided inquiry learning model. Additionally, the N-Gain analysis resulted in a score of 0.8, which falls into the high category. Based on these results, it can be concluded that the implementation of the guided inquiry learning model in the human respiratory system material is effective in improving students' critical thinking skills. ABSTRAKKeterampilan berpikir kritis peserta didik menjadi dasar dalam pengembangan kompetensi dan kualitas yang dibutuhkan di abad ke-21. Oleh karena itu, guru memiliki peran penting dalam membantu peserta didik meningkatkan keterampilan ini melalui strategi pembelajaran yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan berpikir kritis peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan berpikir kritis peserta didik dengan menggunakan jenis penelitian pre-experimental design dalam rancangan one-group pretest-posttest design. Sampel penelitian terdiri dari 36 peserta didik kelas VIII-B di salah satu SMP Negeri Surabaya. Instrumen yang digunakan adalah lembar pretest dan posttest. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes, sementara teknik analisis data melibatkan uji-t berpasangan dan analisis N-Gain. Hasil uji-t menunjukkan adanya perbedaan rerata keterampilan berpikir kritis sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Selain itu, hasil analisis N-Gain memperoleh nilai sebesar 0,8, yang termasuk dalam kategori tinggi. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi sistem pernapasan manusia efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMP Meriska, Novi; Sudibyo, Elok
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i1.4684

Abstract

In the 21st century, critical thinking is a crucial skill that supports the development of students' competence and quality. Therefore, teachers play a strategic role in designing effective learning strategies to enhance this ability. This study aims to describe critical thinking skills. This research uses a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest research design. The research sample consists of 34 students from class VII-E at SMP Negeri 61 Surabaya. The instruments used in this study include pretest and posttest sheets, learning implementation observation sheets, and student response questionnaires. The data collection techniques used in this study are tests, observations, and questionnaires. The data analysis technique for measuring the improvement of critical thinking skills uses a paired t-test and N-Gain analysis. The t-test results indicate a difference in the average critical thinking skills of students before and after the implementation of the PBL model. The N-Gain analysis results show a score of 0.8, categorized as high. Based on these results, it can be concluded that the implementation of the PBL model in the water pollution material can improve students' critical thinking skills. ABSTRAKDi era abad ke-21, berpikir kritis menjadi keterampilan penting yang mendukung pengembangan kompetensi dan kualitas siswa. Oleh sebab itu, guru memiliki peran strategis dalam merancang pembelajaran yang efektif guna meningkatkan kemampuan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan berpikir kritis siswa. Jenis penelitian ini menggunakan pre-experimental design dengan menggunakan desain penelitian one-group pretest posttest design. Sampel penelitian ini adalah 34 peserta didik kelas VII-E SMP Negeri 61 Surabaya. Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian yaitu lembar pretest dan posttest, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran dan lembar angket respons peserta didik. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah tes, observasi, dan angket. Teknik analisis data peningkatan keterampilan berpikir kritis menggunakan uji-t berpasangan dan analisis N-Gain. Hasil uji-t menunjukkan terdapat perbedaan rerata keterampilan berpikir kritis siswa sebelum dan sesudah penerapan model PBL. Hasil analisis N-Gain mendapatkan nilai sebesar 0,8 dengan kategori tinggi. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model PBL pada materi pencemaran air dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik.