cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.p4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnal.p4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Core Subject : Education, Social,
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Community Service
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 37 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2025)" : 37 Documents clear
MENGANGKAT ISU LOKAL DARI MASYARAKAT SUKU BATIN KECAMATAN TABIR MELALUI PERTUNJUKAN SENI TARI DI MI DARUSSALAM JELUTUNG KOTA JAMBI Ulfa, Rhesti Laila; Matvayodha, Gupo; Nurhasanah, Andi; Sholehah, Alya Jum’atul; Harmen, Chelsia; Mardhatillah, Dina; Ardianti, Gus; Parastika, Yulia Diah
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i1.6691

Abstract

This research is motivated by the decline in appreciation for local culture and the marginalization of indigenous issues, such as the Batin Tribe in Tabir District, due to modernization. The focus of this research is to analyze the use of dance performances as an innovative educational medium to raise local issues of the Batin Tribe and instill cultural awareness in students at MI Darussalam Jelutung, Jambi City. As a crucial step, this research uses a descriptive qualitative method with a mentoring approach, which includes stages of material preparation, intensive practice, and development of performance creativity. The main findings indicate that dance art that raises the theme of traditional life is successful as an effective means to communicate the values of local wisdom symbolically and emotionally. This activity has a significant impact on improving students' contextual understanding of their culture, fostering empathy, and strengthening self-confidence and teamwork. In conclusion, dance performances have proven to be a powerful pedagogical strategy for cultural preservation. By integrating local issues into artistic expression, schools create meaningful, relevant, and transformative learning experiences for the younger generation. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh lunturnya apresiasi terhadap budaya lokal dan terpinggirkannya isu-isu masyarakat adat, seperti Suku Batin di Kecamatan Tabir, akibat arus modernisasi. Fokus penelitian ini adalah untuk menganalisis pemanfaatan pertunjukan seni tari sebagai media edukasi inovatif untuk mengangkat isu lokal Suku Batin dan menanamkan kesadaran budaya pada siswa di MI Darussalam Jelutung, Kota Jambi. Sebagai langkah penting, penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan pendampingan, yang meliputi tahapan persiapan materi, latihan intensif, dan pengembangan kreativitas pertunjukan. Temuan utama menunjukkan bahwa seni tari yang mengangkat tema kehidupan tradisional berhasil menjadi sarana yang efektif untuk mengkomunikasikan nilai-nilai kearifan lokal secara simbolis dan emosional. Kegiatan ini berdampak signifikan pada peningkatan pemahaman kontekstual siswa terhadap budaya mereka, menumbuhkan rasa empati, serta memperkuat rasa percaya diri dan kerja sama tim. Kesimpulannya, pertunjukan seni tari terbukti menjadi strategi pedagogis yang kuat untuk pelestarian budaya. Dengan mengintegrasikan isu lokal ke dalam ekspresi seni, sekolah menciptakan pengalaman belajar yang bermakna, relevan, dan transformatif bagi generasi muda.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENANGGULANGAN BENCANA UNTUK MEWUJUDKAN KAMPUNG SIAGA BENCANA (KSB) DI DESA BANGBAYANG KAMPUNG CIPADANG AYAM PELUNG Situmorang, Marningot Tua Natalis; Noviana, Linda
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i1.6692

Abstract

Indonesia is an archipelagic country located at the confluence of three tectonic plates, which means that the possibility of occurrence of disasters is extremely high. Especially after the issue of the potential earthquake and tidal flood 'Megatrust' that could hit this country at any time. Bangbayang Village is one of the tectonic areas located in Cianjur Regency, with the potential for earthquakes, tidal floods and tornadoes. With the Disaster Preparedness Village (KSB) it is hoped that it can help and increase public awareness of the importance of disaster preparedness, and the community can be independent and adapt in facing potential threats of disasters that will occur. In an effort to realize the Disaster Preparedness Village, community participation is a very important indicator. Because the main principle of implementing the Disaster Alert Village is to prioritize community independence in disaster management and to know what actions to take during pre-disaster, during disaster and post-disaster. The method used in this research is descriptive qualitative by conducting a pre test, lecture, and post test. The results of this community service are other steps taken in disaster management to create a disaster preparedness village. ABSTRAKIndonesia adalah negara kepulauan yang terletak di pertemuan tiga lempeng tektonik, yakni lempeng eurasia, lempeng pasifik dan lempeng indo-australia sehingga tingkat kemungkinan terjadinya bencana sangat tinggi. Beredarnya isu mengenai potensi gempa bumi “Megatrust” yang bisa terjadi kapan pun di negeri ini salah satu akibat dari hal tersebut. Desa Bangbayang sebuah desa yang tertetak di wilayah pegunungan di Kabupaten Cianjur, yang memiliki potensi kebencanaan berupa gempa bumi dan banjir rob. Program Kampung Siaga Bencana (KSB) diharapkan dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesiapsiagaan bencana, serta mendorong masyarakat untuk menjadi lebih mandiri dan mampu beradaptasi dalam menghadapi ancaman bencana yang berpotensi terjadi. Dalam upaya mewujudkan Kampung Siaga Bencana partisipasi masyarakat menjadi indikator yang sangat penting. Hal ini karena prinsip utama dalam pelaksanaan Kampung Siaga Bencana adalah meningkatkan kemandirian masyarakat dalam menghadapi bencana serta memahami langkah-langkah yang harus dilakukan pada fase pra bencana, saat bencana terjadi dan pasca bencana. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan melakukan test awal, ceramah dan post test serta dalam ceramah ada diskusi (tanya jawab) terkait tema pengabdian kepada masyarakat. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini adalah informasi dan pengetahuan tentang partisipasi masyarakat dalam upaya penanggulangan bencana untuk mewujudkan Kampung Siaga Bencana.
PENDAMPINGAN INVENTARISASI DAN PENGHAPUSAN SARPRAS UNTUK TERTIB ADMINISTRASI SMP YPK HEDAM DAN SD YPK SION PADANG BULAN JAYAPURA Aryesam, Agnes; Sampe, Novihta; Toam, Agnes; Maseyra, Mutiara; Tanggronefa, Delvi
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i1.6716

Abstract

ABSTRACT The inventory and disposal of school facilities and infrastructure (sarpras) constitute a critical component of effective and accountable school asset management. However, field observations reveal that many schools—including SMP YPK Hedam and SD YPK Sion Padang Bulan in Jayapura City—have yet to implement these processes in a systematic and compliant manner. Key challenges include the absence of valid inventory data, non-compliance with proper disposal procedures, and limited administrative competence among school personnel. This community service initiative aims to provide both technical and educational support to schools through structured training, simulations, and hands-on practice. The implementation methods include preliminary observations, the development of training materials, demonstrations of inventory and disposal procedures, and participatory evaluations. A participatory approach was employed, involving principals, teachers, and administrative staff in each stage of the program. The results indicate a significant improvement in participants' understanding and skills related to asset recording, the preparation of official disposal reports, and the classification of asset conditions. Furthermore, the activity fostered a collective awareness of the importance of administrative order in managing school infrastructure and resources. In conclusion, the practice-based assistance effectively strengthened schools' managerial capacities, enhanced asset accountability, and laid the groundwork for a more professional and transparent educational administrative system. ABSTRAK Inventarisasi dan penghapusan sarana-prasarana (sarpras) merupakan bagian penting dari pengelolaan aset sekolah yang efektif dan akuntabel. Namun, praktik di lapangan menunjukkan bahwa banyak sekolah, termasuk SMP YPK Hedam dan SD YPK Sion Padang Bulan di Kota Jayapura, belum melaksanakan kedua proses tersebut secara tertib. Permasalahan yang dihadapi mencakup ketiadaan data inventaris yang valid, prosedur penghapusan yang tidak sesuai aturan, serta rendahnya pemahaman administrasi oleh tenaga kependidikan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pendampingan teknis dan edukatif kepada pihak sekolah melalui pelatihan, simulasi, dan praktik langsung. Metode pelaksanaan mencakup observasi awal, penyusunan materi pelatihan, demonstrasi prosedur inventarisasi dan penghapusan, serta evaluasi partisipatif. Pendekatan dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan kepala sekolah, guru, dan staf administrasi dalam setiap tahapan kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan peserta mengenai pencatatan aset, penyusunan dokumen berita acara penghapusan, serta klasifikasi kondisi barang. Selain itu, terbentuk kesadaran kolektif akan pentingnya tertib administrasi dalam pengelolaan sarpras. Simpulan dari kegiatan ini menegaskan bahwa pendampingan berbasis praktik mampu memperkuat kapasitas manajerial sekolah, meningkatkan akuntabilitas aset, dan menjadi langkah awal menuju sistem administrasi pendidikan yang profesional dan transparan.
PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENGENALAN BUAH MELALUI PEMANFAATAN APLIKASI QUIZIZZ BAGI GURU KB TK TARUNA PRIMA JAGAKARSA Syamsiah, Syamsiah; Darmawan, Agus
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i1.4735

Abstract

Learning activities for early childhood require fun, interactive, and easy-to-understand methods to foster interest in learning from an early age. At KB TK Taruna Prima Jagakarsa, the introduction of fruits has mostly been conducted using conventional methods such as printed pictures and lectures, which tend to lack active student participation. Through this Community Service Program (PKM), training and assistance were provided to teachers in utilizing the Quizizz application as an interactive quiz-based learning tool. This application enables teachers to present fruit recognition material in a visually and auditorily engaging way through fun quizzes. The PKM activities included socialization, training on how to use Quizizz, the creation of fruit-themed quiz questions, and classroom implementation. The results of the program showed increased teacher creativity in developing digital teaching media and higher enthusiasm among children during learning sessions. The use of simple technologies like Quizizz has proven effective in improving the quality of early childhood education. ABSTRAKKegiatan pembelajaran pada anak usia dini membutuhkan metode yang menyenangkan, interaktif, dan mudah dipahami agar dapat menumbuhkan minat belajar sejak dini. Namun, di KB TK Taruna Prima Jagakarsa, proses pengenalan buah-buahan masih dilakukan secara konvensional, seperti menggunakan gambar cetak dan metode ceramah, yang kurang melibatkan partisipasi aktif anak. Melalui Program Kreativitas Masyarakat (PKM) ini, dilakukan pelatihan dan pendampingan kepada para guru dalam memanfaatkan aplikasi Quizizz sebagai media kuis pembelajaran interaktif. Aplikasi ini memungkinkan guru menyampaikan materi pengenalan buah secara visual dan audio dengan cara bermain kuis yang menarik. Kegiatan PKM meliputi sosialisasi, pelatihan penggunaan Quizizz, pembuatan soal kuis bertema buah, hingga implementasi di kelas. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kreativitas guru dalam menyusun media ajar digital, serta meningkatnya antusiasme anak-anak dalam mengikuti kegiatan belajar. Pemanfaatan teknologi sederhana seperti Quizizz terbukti mampu meningkatkan kualitas pembelajaran di jenjang pendidikan anak usia dini
PENGUATAN KEMAMPUAN BERBICARA BAHASA INGGRIS GURU SMP MELALUI TEKNOLOGI DIGITAL DI ERA INDUSTRI 4.0 EK, Yudha; Rohman, Rohman; Tombeng, David; Rabbani, Reia
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i1.5938

Abstract

English speaking fluency continues to pose a challenge for junior high school teachers in the teaching and learning process. To address this issue, a community service program was developed, offering practical solutions through the integration of digital tools, namely the Duolingo and ELSA Speak applications and the application of the Task-Based Language Teaching (TBLT) approach. The training sessions were conducted online and involved teachers from SMP Negeri 2 Malingping Lebak Regency Banten. The program combined instructional presentations, hands-on practice via teleconferencing (Zoom), and reflective sessions on the use of digital applications and the implementation of task-based instruction. The results revealed notable improvements: teachers gained a better grasp of educational technology, felt more confident in using spoken English, and were better equipped to design engaging and interactive lessons. Duolingo supported the development of vocabulary and sentence structure, while ELSA Speak effectively enhanced pronunciation through AI-powered feedback. Meanwhile, the TBLT method encouraged teachers to apply English in more authentic and meaningful classroom contexts. This initiative illustrates that blending technology with communicative teaching strategies can significantly boost teachers’ speaking proficiency. ABSTRAKKelancaran berbicara (speaking fluency) dalam bahasa Inggris masih menjadi tantangan bagi guru SMP dalam proses pembelajaran. Kegiatan pengabdian ini dirancang untuk memberikan solusi praktis dengan mengintegrasikan teknologi digital, yaitu melalui pemanfaatan aplikasi Duolingo dan ELSA Speak, serta penerapan pendekatan Task-Based Language Teaching (TBLT). Pelatihan dilaksanakan secara daring dan diikuti oleh guru-guru SMP Negeri 2 Malingping, Kabupaten Lebak, Banten. Metode yang digunakan mencakup penyampaian materi, praktik langsung secara teleconference (ZOOM Platform), serta refleksi terhadap penggunaan aplikasi dan penerapan metode pembelajaran berbasis tugas. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa para guru mengalami peningkatan pemahaman terhadap teknologi pembelajaran, lebih percaya diri dalam menggunakan bahasa Inggris secara lisan, serta mampu merancang pembelajaran yang lebih interaktif. Duolingo terbukti efektif dalam membantu penguasaan kosakata dan struktur kalimat, sementara ELSA Speak membantu dalam memperbaiki pelafalan melalui umpan balik berbasis AI. Adapun metode TBLT mendorong guru untuk menggunakan bahasa Inggris dalam konteks yang lebih bermakna dan aplikatif di dalam kelas. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa integrasi teknologi dan pendekatan komunikatif dapat meningkatkan kemampuan berbicara guru secara signifikan.
EDUKASI DAN PELATIHAN INSTALASI LISTRIK RUMAH SEBAGAI PEMAHAMAN MAHASISWA TENTANG KESADARAN BAHAYA LISTRIK DI IAIN MANADO Ridwan, Ridwan; Nurmanita, Mutiara
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i1.5971

Abstract

Many students living in boarding houses often have limited knowledge about how to use electrical appliances at home. Some students may not understand the risks associated with using electrical devices, such as water heaters, irons, or fans. As a result, this lack of knowledge can not only lead to damage to the equipment but also has the potential to cause fire hazards. Therefore, it is important for them to receive information and training on the safe and efficient use of electrical appliances. Community service activities that focus on education and training for household electrical installations provide a significant positive impact on students' knowledge. This community service activity takes place at the IAIN Manado campus, where the participants consist of 25 students. The method used in this community service is through lectures, questions and answers, and supported by demonstrating electrical installations, electrical hazards, and fire risks through teaching aids and simulation videos. The results obtained from this community service indicate that through this program, students not only learn about the technical aspects of electrical installations but also the importance of safety and energy efficiency. With the skills acquired, students have a 93% understanding that increases awareness of the safe and responsible use of electricity. Furthermore, this activity also fosters a sense of concern and social responsibility among students, making them agents of change who can make a real contribution to reducing the risk of accidents related to improper electrical installations. ABSTRAKBanyak mahasiswa yang tinggal di kos sering kali memiliki minim pengetahuan tentang cara pemakaian peralatan listrik di rumah. Beberapa mahasiswa mungkin tidak memahami risiko yang terkait dengan penggunaan alat listrik, seperti pemanas air, setrika, atau kipas angin. Akibatnya, minimnya pengetahuan ini tidak hanya dapat menyebabkan kerusakan pada peralatan, tetapi juga berpotensi menimbulkan bahaya kebakaran. Oleh karena itu, penting bagi mereka untuk mendapatkan informasi dan pelatihan mengenai penggunaan peralatan listrik secara aman dan efisien. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada edukasi dan pelatihan instalasi listrik rumah memberikan dampak positif yang signifikan bagi pengetahuan mahasiswa. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertempat di kampus IAIN Manado, dimana objek pengabdian mahasiswa dengan jumlah peserta 25 orang. Metode yang di gunakan pengabdian ini berupa ceramah, tanya jawab, dan didukung dengan mendemontrasikan instalasi listrik, bahaya listrik dan kebakaran melalui alat peraga dan video simulasi. Hasil yang diperoleh pengabdian masyarakat ini, melalui program ini, mahasiswa tidak hanya belajar tentang aspek teknis instalasi listrik, tetapi juga pentingnya keselamatan dan efisiensi energi. Dengan keterampilan yang diperoleh, mahasiswa memiliki pemahaman 93% meningkatkan kesadaran akan penggunaan listrik yang aman dan bertanggung jawab. Selain itu, kegiatan ini juga membangun rasa kepedulian dan tanggung jawab sosial di kalangan mahasiswa, menjadikan mereka agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi nyata dalam masyarakat pengurangan risiko kecelakaan yang terkait dengan instalasi listrik yang tidak tepat.
DIGITALISASI KEARIFAN LOKAL SEBAGAI MEDIA LITERASI TINJAUAN MANAJEMEN DAN HUKUM DI SDN 173280 LOBU SIREGAR Siallagan, Dahlia Nopelina; Simangunsong, Rini T; Siagian, Ester Mawar; Sibarani, Sariayu
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i1.6058

Abstract

This community service aims to develop the digitization of local wisdom as literacy media at SD Negeri 173280 Lobu Siregar with a focus on management reviews and legal aspects. The development of digital technology opens up new opportunities in the preservation and dissemination of local wisdom as literacy media. This activity aims to analyze the digitization of local wisdom at SDN 173280 Lobu Siregar from a management and legal perspective. The method of this activity uses a qualitative approach with data collection techniques through interviews. The results of this activity show that the digitization of local wisdom, such as folklore, customs, and traditional arts, can improve student literacy while preserving regional culture. From the management aspect, schools need strategic planning, teacher training and collaboration with local communities to ensure program sustainability. Meanwhile, from the legal side, it is necessary to pay attention to intellectual property rights, data protection, and digital ethics in the use of cultural content. The main challenges include limited technological infrastructure and teachers' understanding of the legal aspects of digitization. This service activity recommends strengthening school policies and government support in the integration of digital-based local wisdom for sustainable education. ABSTRAK Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan digitalisasi kearifan lokal sebagai media literasi di SD Negeri 173280 Lobu Siregar dengan fokus pada tinjauan manajemen dan aspek hukum. Perkembangan teknologi digital membuka peluang baru dalam pelestarian dan penyebarluasan kearifan lokal sebagai media literasi. Kegiatan ini bertujuan untuk menganalisis digitalisasi kearifan lokal di SDN 173280 Lobu Siregar dari perspektif manajemen dan hukum. Metode kegiatan ini  menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa digitalisasi kearifan lokal, seperti cerita rakyat, adat istiadat, dan kesenian tradisional, dapat meningkatkan literasi siswa sekaligus melestarikan budaya daerah. Dari aspek manajemen, sekolah memerlukan perencanaan strategis, pelatihan guru, serta kolaborasi dengan komunitas lokal untuk memastikan keberlanjutan program. Sementara itu, dari sisi hukum, perlu diperhatikan hak kekayaan intelektual, perlindungan data, serta etika digital dalam penggunaan konten budaya. Tantangan utama meliputi keterbatasan infrastruktur teknologi dan pemahaman guru terhadap aspek legal digitalisasi. Kegiatan Pengabdian ini merekomendasikan penguatan kebijakan sekolah dan dukungan pemerintah dalam integrasi kearifan lokal berbasis digital untuk pendidikan yang berkelanjutan.
PEMBERIAN KONSELING DENGAN PENDEKATAN CLIENT CENTERED THERAPY PADA KASUS PERNIKAHAN USIA DINI DI UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH PERLINDUNGAN PEREMPUAN DAN ANAK DI KABUPATEN SIKKA Shanputra, Gusti Agustinus Ama; Ladapase, Epifania Margareta; Gaharpung, Maria M.H.
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i1.6206

Abstract

Complex marital problems require interventions that focus on individual empowerment. This study aims to evaluate in depth the effectiveness of counseling with the Client-Centered Therapy (CCT) approach in handling marital cases at the Regional Technical Implementation Unit for the Protection of Women and Children (UPTD PPA) of Sikka Regency. This approach is based on the core principles of empathy, unconditional acceptance, and deep understanding, which view clients as whole individuals with the capacity to grow and make the best decisions for themselves. The counseling process focuses on building a safe and non-judgmental therapeutic relationship, so that clients can freely explore various complex feelings related to their marriage, such as inner conflict, disappointment in the relationship, or pressure from the environment. The results of the study indicate that the CCT approach is significantly effective in helping clients articulate their problems and find authentic solutions according to their values ??and needs. This contributes directly to improving emotional well-being, reducing stress levels, and strengthening clients' capacity to make wiser and more constructive decisions about the future of their relationship. ABSTRAKPermasalahan pernikahan yang kompleks menuntut intervensi yang berfokus pada pemberdayaan individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi secara mendalam efektivitas konseling dengan pendekatan Client-Centered Therapy (CCT) dalam menangani kasus-kasus pernikahan di Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kabupaten Sikka. Pendekatan ini berlandaskan pada prinsip inti yaitu empati, penerimaan tanpa syarat, dan pemahaman mendalam, yang memandang klien sebagai individu utuh dengan kapasitas untuk bertumbuh dan mengambil keputusan terbaik bagi dirinya. Proses konseling difokuskan untuk membangun hubungan terapeutik yang aman dan non-judgmental, sehingga klien dapat secara bebas mengeksplorasi berbagai perasaan yang kompleks terkait pernikahannya, seperti konflik batin, kekecewaan dalam hubungan, atau tekanan dari lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan CCT secara signifikan efektif dalam membantu klien mengartikulasikan masalahnya dan menemukan solusi yang otentik sesuai dengan nilai serta kebutuhannya. Hal ini berkontribusi langsung pada peningkatan kesejahteraan emosional, penurunan tingkat stres, dan penguatan kapasitas klien untuk mengambil keputusan yang lebih bijak dan konstruktif mengenai masa depan hubungannya.
PELATIHAN PEMBUATAN PRODUK ABON JAMBU MENTE DI DESA SEKOTONG TENGAH Maulidin, Maulidin; Rachman, Irna Ningsi Amalia; Irawan, M. Ary; Suminar, Tiassari Janjang; Wardani, Intan Kusuma
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i1.6207

Abstract

The utilization of cashew fruit flesh in Sekotong Tengah Village is still very limited and is often considered waste, even though it has superior nutritional content with vitamin C levels five times higher than oranges. Seeing this potential, a cashew floss product production training program was initiated with the main objective of optimizing neglected local resources and turning them into products of high economic value. This activity specifically targets PKK mothers and local youth as agents of change to improve productive skills at the community level. The implementation method is designed comprehensively, starting with a counseling session on nutritional potential and business opportunities, followed by a demonstration and direct practice of making floss step by step. The results showed a significant increase in participants' knowledge and skills in processing cashew nuts. In addition, innovation in product packaging equipped with modern labels has proven to be successful in drastically increasing the appeal and selling value. Ultimately, this activity not only has a positive impact on the local economy by creating new business opportunities, but also becomes a model for developing sustainable natural resource-based products. ABSTRAKPemanfaatan daging buah jambu mete di Desa Sekotong Tengah masih sangat terbatas dan seringkali dianggap sebagai limbah, padahal memiliki kandungan nutrisi superior dengan kadar vitamin C lima kali lebih tinggi dari jeruk. Melihat potensi ini, program pelatihan pembuatan produk abon jambu mete diinisiasi dengan tujuan utama untuk mengoptimalkan sumber daya lokal yang terabaikan dan mengubahnya menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Kegiatan ini secara khusus menyasar ibu-ibu PKK dan para pemuda setempat sebagai agen perubahan untuk meningkatkan keterampilan produktif di tingkat komunitas. Metode pelaksanaan dirancang secara komprehensif, diawali dengan sesi penyuluhan mengenai potensi gizi dan peluang usaha, dilanjutkan dengan demonstrasi dan praktik langsung pembuatan abon tahap demi tahap. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengolah jambu mete. Selain itu, inovasi pada pengemasan produk yang dilengkapi label modern terbukti berhasil meningkatkan daya tarik dan nilai jual secara drastis. Pada akhirnya, kegiatan ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal dengan menciptakan peluang usaha baru, tetapi juga menjadi model pengembangan produk berbasis sumber daya alam secara berkelanjutan.
STRATEGI BAURAN PEMASARAN DALAM MENINGKATKAN JUMLAH KUNJUNGAN DI AGROWISATA DEPATI COFFEE PADA ERA DIGITALISASI Liantifa, Melifia; Lestari, Anggia Ayu
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i1.6208

Abstract

The development of tourist villages, such as Agrowisata Depati Coffee in Sungai Penuh City, is a government strategy to encourage economic growth and the welfare of local communities. Despite its great potential, this agrotourism faces several significant challenges, including low levels of cooperation, ineffective communication, and a lack of understanding of clean production and digital marketing. To address these issues, the service team from STIE Sakti Alam Kerinci implemented a training program that focused on three main areas: improving service quality, optimizing digital marketing, and strengthening business management. This activity was designed to provide practical solutions for local business actors. The results of the program showed a very high level of participant participation and understanding of the material presented. The main conclusion is that this training provides real and positive benefits for the development of Agrowisata Depati Coffee. However, to ensure the sustainability and improvement of all aspects that have been learned, consistent action and active involvement from all relevant stakeholders are needed in the future. ABSTRAKPengembangan desa wisata, seperti Agrowisata Depati Coffe di Kota Sungai Penuh, merupakan strategi pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat lokal. Meskipun memiliki potensi besar, agrowisata ini menghadapi berbagai tantangan signifikan, termasuk rendahnya tingkat kerja sama, komunikasi yang tidak efektif, serta kurangnya pemahaman mengenai produksi bersih dan pemasaran digital. Untuk mengatasi masalah tersebut, tim pengabdi dari STIE Sakti Alam Kerinci melaksanakan program pelatihan yang berfokus pada tiga area utama: peningkatan kualitas pelayanan, optimalisasi pemasaran digital, dan penguatan manajemen usaha. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan solusi praktis bagi para pelaku usaha setempat. Hasil dari program menunjukkan tingkat partisipasi dan pemahaman peserta yang sangat tinggi terhadap materi yang disampaikan. Simpulan utamanya adalah bahwa pelatihan ini memberikan manfaat nyata dan positif bagi pengembangan Agrowisata Depati Coffe. Namun, untuk memastikan keberlanjutan dan peningkatan seluruh aspek yang telah dipelajari, diperlukan tindakan yang konsisten serta keterlibatan aktif dari semua pemangku kepentingan terkait di masa mendatang.

Page 3 of 4 | Total Record : 37