cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik
ISSN : 28072294     EISSN : 28071808     DOI : https://doi.org/10.51878/academia.v1i2.649
Core Subject : Education,
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Academic Research
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 193 Documents
PERAN MATA KULIAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PEMBINAAN AKHLAK MAHASISWA UIN SYAHADA PADANGSIDIMPUAN Siregar, Riska Adinda Putri; Harahap, Uci Wardiana; Hasibuan, Sulham Efendi
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i1.9302

Abstract

This study aims to analyze the role of the Islamic Religious Education (Pendidikan Agama Islam/PAI) course in fostering students’ moral character at Syekh Ali Hasan Ahmad Addary State Islamic University of Padangsidimpuan. Moral development has become an important issue in higher education along with the increasing moral and social challenges faced by students. This research employed a qualitative approach with a phenomenological design to explore students’ subjective experiences related to the internalization of moral values through PAI learning. Data were collected through in-depth interviews with 15 students from the Islamic Religious Education study program who had completed the PAI course. Data analysis was conducted using thematic analysis, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that the PAI course plays a significant role in shaping students’ moral character, particularly in instilling values such as honesty, responsibility, discipline, tolerance, and academic ethics. Students perceive PAI as a moral and spiritual guideline that helps direct their behavior in academic and social life. Factors influencing the effectiveness of moral development include lecturer quality, learning methods, campus environment, and students’ motivation. Therefore, PAI makes an important contribution to holistic student character development. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran mata kuliah Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam pembinaan akhlak mahasiswa di Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan. Pembinaan akhlak menjadi isu penting dalam pendidikan tinggi seiring dengan meningkatnya tantangan moral dan sosial di kalangan mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis untuk menggali pengalaman subjektif mahasiswa terkait internalisasi nilai-nilai akhlak melalui pembelajaran PAI. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 15 mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam yang telah menempuh mata kuliah PAI. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mata kuliah PAI berperan signifikan dalam membentuk akhlak mahasiswa, terutama dalam menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, toleransi, serta etika akademik. Mahasiswa memaknai PAI sebagai pedoman moral dan spiritual yang membantu mengarahkan perilaku dalam kehidupan akademik dan sosial. Faktor yang mempengaruhi efektivitas pembinaan akhlak meliputi kualitas dosen, metode pembelajaran, lingkungan kampus, serta motivasi mahasiswa. Dengan demikian, PAI memiliki kontribusi penting dalam pembinaan karakter mahasiswa secara holistik.
ISLAMISASI DI INDONESIA: SEJARAH, POLA PENYEBARAN, DAN RELEVANSINYA DALAM PEMBELAJARAN SKI Panjaitan, Awaliyah Putri; Gultom, Nur Jelita; Hasibuan, Sulham Efendi
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i1.9389

Abstract

The arrival of Islam in Indonesia represents a historical process that significantly influenced the social, cultural, political, and educational development of the archipelago. Islamization did not occur instantly but developed gradually through peaceful interactions, particularly via trade, da‘wah, education, and cultural acculturation between Muslim migrants and local communities. This article aims to examine the history of Islam’s arrival in Indonesia by analyzing several prevailing theories, including the Arab, Gujarati, Persian, and Chinese theories, as well as the patterns of Islamic dissemination in the region. This study employs a library research method by analyzing historical books, scholarly journal articles, and other relevant documents. The findings indicate that Islam spread in Indonesia gradually and adaptively through the roles of traders, scholars, and Islamic preachers who emphasized cultural approaches and accommodation of local traditions. This process not only facilitated the acceptance of Islam but also shaped a distinctive form of Indonesian Islam characterized by moderation and tolerance. These findings are highly relevant to the teaching of Islamic Cultural History (SKI), particularly in fostering students’ understanding of cultural diversity, tolerance, and contextual historical awareness. ABSTRAK Masuknya Islam ke Indonesia merupakan proses historis yang berpengaruh besar terhadap pembentukan sosial, budaya, politik, dan pendidikan masyarakat Nusantara. Proses islamisasi tidak berlangsung secara instan, melainkan melalui interaksi yang panjang dan damai, terutama melalui jalur perdagangan, dakwah, pendidikan, serta akulturasi budaya antara pendatang Muslim dan masyarakat lokal. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji sejarah masuknya Islam ke Indonesia dengan menelaah berbagai teori yang berkembang, seperti teori Arab, Gujarat, Persia, dan Cina, serta mengkaji pola penyebaran Islam di Nusantara. Penelitian ini menggunakan metode kajian kepustakaan (library research) dengan menganalisis buku-buku sejarah, artikel jurnal ilmiah, dan dokumen relevan lainnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa penyebaran Islam di Indonesia berlangsung secara bertahap dan adaptif melalui peran pedagang, ulama, dan wali yang mengedepankan pendekatan kultural terhadap tradisi lokal. Proses ini tidak hanya mempercepat penerimaan Islam, tetapi juga membentuk corak Islam Nusantara yang moderat dan toleran. Temuan penelitian ini memiliki relevansi penting dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), khususnya dalam menanamkan nilai toleransi, akulturasi budaya, dan pemahaman historis yang kontekstual kepada peserta didik.
REPRESENTATION OF WOMEN IN SHAMPOO ADVERTISEMENTS Siagian, Novitasari; Mandalahi, Esterlita; Siregar, Grace Shinta Wulandari; Marbun, Charli; Sitinjak , Vivi Novalia
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.9453

Abstract

ABSTRACT This study examines the representation of women in shampoo advertisements through a semiotic analysis of three popular brands: Sunsilk, Clear, and Pantene. Drawing on Roland Barthes’ framework, the research analyzes denotative, connotative, and ideological meanings embedded in the visual and verbal elements of the advertisements. The findings show that all three brands consistently portray women with idealized hair, which is healthy, shiny, strong, and problem-free, positioning hair as a key marker of femininity, confidence, and social value. While Sunsilk emphasizes lifestyle and self-expression, Clear highlights strength and resilience, and Pantene promotes efficiency through an all-in-one solution, these differences operate within the same ideological framework. The advertisements reproduce dominant beauty myths that associate women’s self-worth with physical appearance and continuous body management. Although some narratives adopt the language of empowerment or practicality, such strategies remain embedded within commercial and consumerist logics. This study argues that shampoo advertisements function not only as promotional media but also as ideological texts that normalize narrow beauty standards and present product consumption as the primary pathway to confidence, empowerment, and social acceptance. ABSTRAK Penelitian ini mengkaji representasi perempuan dalam iklan sampo melalui analisis semiotika terhadap tiga merek populer: Sunsilk, Clear, dan Pantene. Dengan menggunakan kerangka Roland Barthes, penelitian ini menganalisis makna denotatif, konotatif, dan ideologis yang terkandung dalam elemen visual dan verbal iklan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga merek tersebut secara konsisten menampilkan perempuan dengan rambut yang diidealkan, yaitu sehat, berkilau, kuat, dan bebas masalah, serta memposisikan rambut sebagai penanda utama feminitas, kepercayaan diri, dan nilai sosial. Meskipun Sunsilk menekankan gaya hidup dan ekspresi diri, Clear menonjolkan kekuatan dan ketahanan, serta Pantene mempromosikan efisiensi melalui solusi all-in-one, perbedaan tersebut tetap beroperasi dalam kerangka ideologis yang sama. Iklan-iklan tersebut mereproduksi mitos kecantikan dominan yang mengaitkan harga diri perempuan dengan penampilan fisik dan pengelolaan tubuh secara terus-menerus. Meskipun beberapa narasi mengadopsi bahasa pemberdayaan atau kepraktisan, strategi tersebut tetap tertanam dalam logika komersial dan konsumerisme. Penelitian ini berpendapat bahwa iklan sampo tidak hanya berfungsi sebagai media promosi, tetapi juga sebagai teks ideologis yang menormalisasi standar kecantikan yang sempit dan menghadirkan konsumsi produk sebagai jalan utama menuju kepercayaan diri, pemberdayaan, dan penerimaan sosial.
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN GUIDED NOTE TAKING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI MA. MUHAMMADIYAH CAMBAJAWAYA Agung, Eka Adnan; Nurwahdania, Nurwahdania
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i1.9520

Abstract

Teachers are required to deliver instructional content effectively to foster active student engagement in the learning process. The selection of appropriate instructional methods is therefore essential, as less engaging approaches may lead to decreased motivation and suboptimal learning outcomes. This study aimed to examine the effect of the guided note taking method on students’ learning outcomes at MA. Muhammadiyah Cambajawaya, Bontonompo Selatan District, Gowa Regency. The study employed a quasi-experimental research design involving students of class XI.B as research participants. Data were collected through learning achievement tests and analyzed using quantitative techniques. The results demonstrated a significant improvement in students’ learning outcomes following the implementation of the guided note taking method, both individually and classically. The t-test analysis revealed a significant difference between pretest and posttest scores. In addition, simple linear regression analysis indicated that the guided note taking method had a significant effect on students’ learning outcomes, as evidenced by the calculated F-value exceeding the critical F-value at the 0.05 significance level. These findings suggest that the guided note taking method is effective in enhancing students’ learning outcomes. ABSTRAKGuru dituntut mampu menyampaikan materi pembelajaran secara efektif agar siswa terlibat aktif dalam proses belajar. Pemilihan metode pembelajaran menjadi unsur penting karena metode yang kurang menarik dapat menimbulkan kebosanan, menurunkan motivasi belajar, dan berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa. Permasalahan tersebut mendorong dilakukannya penelitian ini dengan menerapkan metode guided note taking sebagai alternatif pembelajaran yang berorientasi pada keaktifan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode guided note taking terhadap hasil belajar siswa di MA. Muhammadiyah Cambajawaya, Kecamatan Bontonompo Selatan, Kabupaten Gowa. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen semu (quasi experimental research) dengan subjek siswa kelas XI.B. Data diperoleh melalui hasil tes belajar siswa yang dianalisis secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa setelah penerapan metode guided note taking, baik secara individual maupun klasikal. Uji t menunjukkan perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest. Selain itu, hasil analisis regresi linear sederhana menunjukkan bahwa metode guided note taking berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa, yang ditunjukkan oleh nilai F hitung lebih besar daripada F tabel pada taraf signifikansi 0,05. Dengan demikian, metode guided note taking terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa.
TRANSFORMASI PERAN GURU DALAM PENDIDIKAN ERA DIGITAL: SEBUAH SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW TENTANG ADAPTASI PEDAGOGIK DAN LITERASI TEKNOLOGI Suryani, Heni
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i1.9626

Abstract

Technological literacy and teachers’ digital competence constitute key elements in the transformation of education in the digital era. This article aims to comprehensively analyze the concepts, challenges, and strategies for strengthening teachers’ technological literacy through a literature review method based on recent national and international scholarly publications. The synthesis findings indicate that technological literacy extends beyond technical skills in operating digital devices; it also encompasses pedagogical competence, digital ethics, professional identity management, and the capacity to adapt to emerging innovations such as artificial intelligence. Variations in teachers’ digital competence levels are influenced by factors including professional experience, institutional policy support, and access to continuous professional development and training. The enhancement of technological literacy has been shown to be effective through practice-based professional development programs, technology mentoring, and the systematic integration of digital pedagogical strategies. Furthermore, institutional support and adaptive educational policies play a decisive role in accelerating the transformation of teachers’ digital competencies. Overall, technological literacy and teachers’ digital competence represent a multidimensional construct that must be continuously developed to foster innovative, effective, and relevant learning aligned with the demands of 21st-century education. ABSTRAKLiterasi teknologi dan kompetensi digital guru merupakan elemen kunci dalam transformasi pendidikan di era digital. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif konsep, tantangan, dan strategi penguatan literasi teknologi guru melalui metode literature review terhadap berbagai jurnal nasional dan internasional terkini. Hasil sintesis menunjukkan bahwa literasi teknologi tidak hanya mencakup kemampuan teknis dalam mengoperasikan perangkat digital, tetapi juga meliputi kompetensi pedagogis, etika digital, manajemen identitas profesional, serta kemampuan adaptasi terhadap inovasi seperti kecerdasan buatan. Variasi tingkat kompetensi digital guru dipengaruhi oleh faktor pengalaman, dukungan kebijakan sekolah, serta akses terhadap pelatihan berkelanjutan. Penguatan literasi teknologi terbukti efektif melalui program pengembangan profesional berbasis praktik, pendampingan teknologi, dan integrasi strategi pedagogi digital yang sistematis. Selain itu, dukungan institusional dan kebijakan pendidikan yang adaptif menjadi faktor determinan dalam mempercepat transformasi kompetensi digital guru. Secara keseluruhan, literasi teknologi dan kompetensi digital guru merupakan konstruk multidimensional yang harus dikembangkan secara berkelanjutan guna mewujudkan pembelajaran yang inovatif, efektif, dan relevan dengan tuntutan abad ke-21.
MASLAHAH MURSALAH DALAM REKONSTRUKSI HUKUM PIDANA INDONESIA: KAJIAN LITERATUR PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Junaedi, Asep Mahbub
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i1.9627

Abstract

The reconstruction of Indonesian criminal law has become an urgent necessity alongside the shift in penal paradigms from a retributive approach toward a more humanistic, restorative, and socially beneficial system. This development requires a philosophical foundation capable of bridging substantive justice with contemporary social dynamics. This study aims to analyze the relevance of maslahah mursalah as a reconstructive approach in examining the reform of Indonesian criminal law from the perspective of Islamic law. The research employs a qualitative–normative literature review method through the synthesis of various scholarly sources, including journal articles on Islamic law and criminal law, academic books, and national legal regulations, particularly Law Number 1 of 2023 concerning the Indonesian Criminal Code. The data were analyzed thematically by connecting the concept of public benefit within maqāṣid al-sharī‘ah with the development of modern penal paradigms such as restorative justice, progressive law, and alternative sentencing models. The findings indicate that the principle of maslahah mursalah substantively aligns with the direction of national criminal law reform, emphasizing community protection, offender rehabilitation, and victim restoration. The concept of public benefit serves as a methodological framework that strengthens both the moral legitimacy and social effectiveness of criminal policy. This study concludes that integrating the value of public benefit into criminal law reform has the potential to develop a more just, proportional, and socially responsive criminal justice system in Indonesia. ABSTRAKRekonstruksi hukum pidana Indonesia menjadi kebutuhan mendesak seiring perubahan paradigma pemidanaan dari pendekatan retributif menuju sistem yang lebih humanistik, restoratif, dan berorientasi pada kemanfaatan sosial. Perkembangan tersebut menuntut landasan filosofis yang mampu menjembatani nilai keadilan substantif dengan dinamika sosial modern. Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi maslahah mursalah sebagai pendekatan rekonstruktif dalam mengkaji pembaharuan hukum pidana Indonesia dari perspektif hukum Islam. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan kualitatif-normatif melalui sintesis berbagai sumber ilmiah, meliputi artikel jurnal hukum Islam dan hukum pidana, buku akademik, serta regulasi nasional, khususnya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Data dianalisis secara tematik dengan menghubungkan konsep kemaslahatan dalam maqasid syariah dengan perkembangan paradigma pemidanaan modern seperti restorative justice, hukum progresif, dan alternatif pemidanaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa prinsip Maslahah Mursalah memiliki kesesuaian substantif dengan arah reformasi hukum pidana nasional yang menekankan perlindungan masyarakat, rehabilitasi pelaku, dan pemulihan korban. Konsep kemaslahatan mampu menjadi kerangka metodologis yang memperkuat legitimasi moral sekaligus efektivitas sosial kebijakan pidana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi nilai kemaslahatan dalam pembaharuan hukum pidana berpotensi membangun sistem peradilan pidana Indonesia yang lebih adil, proporsional, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
IMPLEMENTASI METODE TAHSIN IWR (ILMAN WA RUHAN) DALAM PEMBELAJARAN AL-QUR’AN Yasin, Ahmad; Wahyudiati, Dwi; Lailatul Khusniah, Nurul; Sulhan, Ahmad
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.10262

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the implementation of the Tahsin IWR (Ilman wa Ruhan) method in Qur'an learning at SMPIT Anak Sholeh Mataram. The study used a case study. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using an interactive model that includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the implementation of the Tahsin IWR method was carried out through four main stages, namely opening, core activities, evaluation, and closing. This method integrates the scientific and spiritual dimensions in Qur'an learning. Learning takes place actively through direct practice of reading the Qur'an with teacher guidance. Evaluation is carried out continuously to correct student reading errors. The successful implementation of this method is supported by teacher competence, the availability of learning modules, a religious school environment, and student learning motivation. However, there are several obstacles, namely differences in student reading abilities, limited learning time, and lack of reading practice outside the classroom. This study concludes that the Tahsin IWR method is effective in improving Qur'an reading skills while shaping students' religious character. Therefore, this method is worthy of being developed as a Qur'an learning model in Islamic educational institutions. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi metode Tahsin IWR (Ilman wa Ruhan) dalam pembelajaran Al-Qur’an di SMPIT Anak Sholeh Mataram. Penelitian menggunakan study kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode Tahsin IWR dilaksanakan melalui empat tahapan utama, yaitu pembukaan, kegiatan inti, evaluasi, dan penutup. Metode ini mengintegrasikan dimensi keilmuan dan spiritual dalam pembelajaran Al-Qur’an. Pembelajaran berlangsung secara aktif melalui praktik langsung membaca Al-Qur’an dengan bimbingan guru. Evaluasi dilakukan secara berkelanjutan untuk memperbaiki kesalahan bacaan siswa. Keberhasilan implementasi metode ini didukung oleh kompetensi guru, ketersediaan modul pembelajaran, lingkungan sekolah yang religius, dan motivasi belajar siswa. Namun, terdapat beberapa kendala, yaitu perbedaan kemampuan membaca siswa, keterbatasan waktu pembelajaran, dan kurangnya latihan membaca di luar kelas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode Tahsin IWR efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an sekaligus membentuk karakter religius peserta didik. Oleh karena itu, metode ini layak dikembangkan sebagai model pembelajaran Al-Qur’an di lembaga pendidikan Islam.
PERSPEKTIF KEBIJAKAN PENINGKATAN PRODUKTIVITAS USAHA KECIL MENENGAH (UKM) DI KEBUMEN MELALUI PENATAAN AKSES REFORMA AGRARIA Widodo, Widodo; Wening, Nur
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.10321

Abstract

Agrarian reform extends beyond land redistribution to include access reform aimed at enhancing the productivity of small and medium enterprises (SMEs). This study examines the role of access reform in improving SME productivity using a Systematic Literature Review (SLR) approach. The review follows the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) framework, covering identification, screening, eligibility, and inclusion stages. A literature search across Google Scholar, Scopus, and SINTA databases for the 2019–2025 period initially identified 54 articles, of which 25 met the inclusion criteria and were analyzed. The synthesis reveals that access reform contributes to SME productivity through improved financing access, capacity building, and market expansion. However, its effectiveness depends on policy integration, institutional capacity, and alignment with local conditions. Key challenges include weak coordination, regulatory inconsistencies, and limited adoption of digital technologies. These findings indicate that access reform is a central determinant of agrarian reform outcomes in economic terms. Therefore, integrated and context-sensitive policies are required to support sustainable SME productivity growth. ABSTRAKReforma agraria tidak hanya berfokus pada redistribusi tanah, tetapi juga pada penataan akses guna meningkatkan produktivitas usaha kecil dan menengah (UKM). Penelitian ini bertujuan mengkaji peran penataan akses dalam mendorong produktivitas UKM melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Proses analisis mengikuti tahapan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA), mulai dari identifikasi hingga inklusi studi. Penelusuran literatur pada Google Scholar, Scopus, dan SINTA periode 2019–2025 menghasilkan 54 artikel, yang kemudian diseleksi menjadi 25 artikel yang relevan dan memenuhi kriteria. Hasil sintesis menunjukkan bahwa penataan akses berpengaruh terhadap peningkatan produktivitas UKM melalui akses pembiayaan, penguatan kapasitas usaha, serta perluasan pasar. Namun, efektivitasnya sangat ditentukan oleh integrasi kebijakan, kapasitas kelembagaan, dan kesesuaian dengan kondisi lokal. Hambatan utama meliputi lemahnya koordinasi, ketidaksinkronan regulasi, dan rendahnya pemanfaatan teknologi. Temuan ini menegaskan bahwa penataan akses merupakan faktor kunci dalam keberhasilan reforma agraria berbasis ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang terintegrasi dan kontekstual untuk mendorong peningkatan produktivitas UKM secara berkelanjutan.
ANALISIS PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS DIGITAL UNTUK PERKEMBANGAN NILAI ETIKA ANAK USIA DINI Nur Maharani Islami, Andi; Yusri Bachtiar, Muhammad; Makkasau, Andi
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.10361

Abstract

ABSTRACT Early childhood ethical values are a fundamental aspect of moral and socio-emotional development that forms the foundation of children's character for the future. However, the suboptimal formation of ethical values observed in several early childhood education institutions indicates the need for innovative and supportive learning strategies, one of which is through the utilization of digital-based learning media. This study aims to analyze the relationship between the use of digital-based learning media and the development of ethical values in early childhood. The research employed a quantitative correlational approach. Data were collected using two instruments: a questionnaire measuring the use of digital-based learning media and an instrument assessing children's ethical values, both completed by teachers as evaluators. Teachers assessed children's ethical behavior based on their observations during digital media-based learning activities. The sample consisted of 23 teachers (35% of the total teacher population) and 95 children aged 4–5 years (10% of the total student population) in Gowa Regency, selected through simple random sampling. Data were analyzed using Pearson's correlation test with the assistance of SPSS version 24. The results revealed a very strong and significant relationship between the use of digital-based learning media and the development of children's ethical values (r = 0.872; p < 0.0001). ABSTRAK Nilai etika anak usia dini merupakan aspek mendasar dalam perkembangan moral dan sosial emosional yang menjadi pondasi karakter anak di masa depan. Namun, pembentukan nilai etika yang belum optimal di beberapa lembaga PAUD menunjukkan perlunya strategi pembelajaran yang inovatif dan mendukung, salah satunya melalui pemanfaatan media pembelajaran berbasis digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pemanfaatan media pembelajaran berbasis digital dengan perkembangan nilai etika anak usia dini. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain korelasional. Data dikumpulkan melalui dua instrumen, yaitu kuesioner pemanfaatan media pembelajaran berbasis digital dan instrumen nilai etika anak yang diisi oleh guru sebagai penilai. Guru menilai perilaku nilai etika anak berdasarkan pengamatan selama kegiatan pembelajaran menggunakan media digital berlangsung. Sampel penelitian terdiri atas 23 guru (35% dari total populasi guru) dan 95 anak usia 4-5 tahun (10% dari total populasi peserta didik) di Kabupaten Gowa yang dipilih secara acak. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson degan bantuan SPSS versi 24. Hasil menunjukkann adanya hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara pemanfaatan media pembelajaran berbasis digital dan perkembangan nilai etika anak (r= 0,872; p < 0,0001).
ISLAM DALAM MEWUJUDKAN KESEIMBANGAN EKOLOGI: MEMAHAMI PRINSIP-PRINSIP ISLAM TENTANG KESEIMBANGAN ALAM Fahrurrozi, Muhammad; Manshur, Hamim Sirojuddin Al; Azmi, Safira Mufida; Annur, Fauzi
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i4.10256

Abstract

ABSTRACT The global environmental crisis, characterized by ecosystem degradation, climate change, and uncontrolled resource exploitation, reflects challenges that are not merely technical in nature but also deeply rooted in value-based dimensions of the human–nature relationship. This study aims to conceptually examine the role of Islamic teachings in constructing an ecological ethical framework through the integration of the concepts of tauhid, khilafah, and mizan. The research employs a qualitative approach using a library research design, where data are collected from scholarly literature and Islamic sources selected thematically, and subsequently analyzed through content analysis to identify patterns of conceptual interconnections. The findings reveal that these three concepts form an interconnected value system that shapes awareness, responsibility, and balance in environmental management. The study also identifies a gap between normative values and social practices, which remain largely dominated by exploitative patterns. It concludes that strengthening environmental ethics based on Islamic teachings requires integration at both individual and structural levels through education, policy, and social practices. Therefore, the Islamic ecological framework is not only conceptual but also operationally relevant in promoting sustainable relationships between humans and the natural environment. ABSTRAK Krisis lingkungan global yang ditandai oleh degradasi ekosistem, perubahan iklim, dan eksploitasi sumber daya menunjukkan adanya persoalan yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga berkaitan dengan dimensi nilai dalam relasi manusia dan alam. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara konseptual peran ajaran Islam dalam membangun kerangka etika ekologis melalui integrasi konsep tauhid, khilafah, dan mizan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis library research, di mana data diperoleh dari literatur ilmiah dan sumber keislaman yang diseleksi secara tematik, kemudian dianalisis menggunakan teknik content analysis untuk mengidentifikasi pola keterkaitan antar konsep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga konsep tersebut membentuk sistem nilai yang saling terhubung dalam membangun kesadaran, tanggung jawab, dan prinsip keseimbangan dalam pengelolaan lingkungan. Temuan juga mengindikasikan adanya kesenjangan antara nilai normatif dan praktik sosial yang masih didominasi oleh pola eksploitatif. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan etika lingkungan berbasis ajaran Islam memerlukan integrasi pada level individu dan struktural melalui pendidikan, kebijakan, serta praktik sosial. Dengan demikian, kerangka ekologis Islam tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga memiliki relevansi operasional dalam mendorong keberlanjutan hubungan manusia dan alam.