cover
Contact Name
Elida Soviana
Contact Email
jurnalidcom@gmail.com
Phone
+6285157550006
Journal Mail Official
jurnalidcom@gmail.com
Editorial Address
Jalan Serma Mukhlas, Karangtengah, RT 02 RW 03, Kecamatan Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Kode pos 53416
Location
Kab. banjarnegara,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia
Published by CV Firmos
ISSN : 28076605     EISSN : 28076567     DOI : https://doi.org/10.54082/jamsi.IDPaper
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) adalah jurnal nasional yang berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pendidikan, teknik, pertanian, sosial humaniora, komputer dan kesehatan. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) terdaftar di LIPI dengan P-ISSN : 2807-6605 dan E-ISSN : 2807-6567. Selain itu, JAMSI terdaftar di Crossref dengan DOI : https://doi.org/10.54082/jamsi.idpaper Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) dipublikasikan dua bulan sekali, yaitu pada bulan Januari, Maret, Mei, Juli, September, dan November. Semua penerimaan naskah akan diproses secara double blind review oleh mitra bestari.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,065 Documents
Pendidikan Seksual pada Anak Usia Dini “Aku dan Diriku” di TK Xaverius 4 Palembang Eva Elfrida Pardede; Rotua Tindaon; Dina Waldani; Erike Septa Prautami; Adelina Irmayani Lubis; Dwi Inda Sari; Dina Supriyati
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 4 No 4 (2024): JAMSI - Juli 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1201

Abstract

Pendidikan seksual merupakan informasi penting yang perlu diketahui oleh anak. Melalui diskusi seputar hal-hal yang bersifat seksual, anak pun bisa lebih memahami pentingnya seksualitas sebagai bagian dari kesehatan tubuh, bukan sekadar hubungan antara pria dan wanita. Beberapa orang beranggapan bahwa pendidikan seksual merupakan hal yang tabu untuk dibicarakan dengan anak sebelum mereka dewasa. Padahal, hal ini justru dapat memberikan pemahaman kepada anak dan membekali anak agar lebih sadar dan peduli dengan kesehatan seksual mereka nantinya dan dapat melindungi anak dari kekerasan seksual. Hasil dalam pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa anak memiliki pandangan tentang pentingnya pendidikan seks dan anak menjadi tahu bagian tubuh mana yang boleh disentuh dan tidak boleh disentuh, namun masih terbatas pada pengenalan jenis kelamin anak sebagai perempuan atau laki-laki dan menyebutkan bagian bagian organ tubuh. Adapun rekomendasi yang diberikan yaitu orang tua hendaknya mencari informasi yang akurat dan tepat tentang berbagai cara dan metode pengenalan pendidikan seks bagi anak yang sesuai dengan tahapan perkembangannya.
Peranan Mahasiswa Manajemen Pendidikan Kristen dalam Meningkatkan Kesadaran Lingkungan dan Pengelolaan Sumber Daya Alam di Gereja HKBP 1 Sidikalang Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara Asnija Hutajulu; Hetti Debora Hutajulu; Tanica Simatupang; Yohana Silali; Lasmaria Sihaloho; Bryan King Hutagalung
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 4 No 4 (2024): JAMSI - Juli 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1202

Abstract

Kuliah Pengabdian Pada Masyarakat (KPPM) merupakan kegiatan akademik yang dilakukan mahasiswa dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Permasalahan yang terjadi di Gereja HKBP 1 Sidikalang adalah kurangnya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Hal itu terindikasi dari pembuangan sampah sembarangan dianggap sebagai sebuah hal yang wajar dan sering dilakukan masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan KPPM ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekitar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Pelaksanaan pengabdian dilakukan melalui kegiatan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, pelaksanaan langsung dan evaluasi. Adapun kegiatan yang dilakukan antara lain mencabut rumput, penataan taman, pembersihan pekarangan gereja, pengelolaan sampah masyarakat, pembersihan rumah milik gereja dan pembersihan selokan. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa KPPM, Naposo Bulung Gereja, pendeta, pengurus gereja dan masyarakat sekitar. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pengetahuan, motivasi masyarakat dan pemahaman akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya secara berkelanjutan. Kegiatan ini juga bermanfaat bagi Mahasiswa untuk lebih paham terhadap lingkungan sekitar dan berkontribusi dalam pengembangan masyarakat. Kesimpulannya, kegiatan KPPM efektif dalam mendorong masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.
Sosialisasi Perencanaan Karier pada Generasi Z Kota Samarinda, Kalimantan Timur Halimatus Sa'diyah; Khairil Anwar; Adietya Arie Hetami; Tuti Wediawati
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 4 No 4 (2024): JAMSI - Juli 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1206

Abstract

Sebagai generasi yang tumbuh dalam era digital, generasi z memiliki satu ciri yang sama, yaitu ketergantungannya pada teknologi serta sesuatu yang cenderung instan. Hal ini dapat berpengaruh ketika mereka beranjak dewasa dan mempersiapkan karier mereka. Untuk itu, diadakannya kegiatan sosialisasi ini, guna memberikan pemahaman bahwa karier di dunia kerja harus dipersiapkan dengan 3 tahapan, yaitu self-asssessment, axploration, dan taking-action. Tahapan-tahapan itulah yang nantinya akan membantu mereka untuk merencanakan karier mereka kedepannya. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 11 Mei 2024 secara daring ini dihadiri sebanyak 30 peserta generasi z yang berasal dari kota Samarinda, Kalimantan Timur. Hasil dari kegiatan ini cukup baik, dimana para generasi z yang menjadi peserta menunjukkan pemahaman terhadap materi yang dibawakan.
Edukasi dan Pemeriksaan Status Gizi sebagai Upaya Pencegahan Masalah Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja di SMP Kota Palembang Ayu Nina Mirania; Stephanie Lexy Louis; Evi Yuniarti; Aprida Manurung; Agnes Felicia Lubis; Lidwina Septie Christyawardani
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 4 No 4 (2024): JAMSI - Juli 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1207

Abstract

Pada masa remaja terjadi perubahan fisik. Asupan makanan yang buruk dapat menyebabkan masalah gizi pada remaja, Selain itu aktifitas fisik juga mempengaruhi kesehatan pada remaja. Remaja yang mengalami masalah pada gizi dapat berpengaruh pada kesehatan repoduksinya, penurunan pada konsentrasi belajar dan penyakit infeksi. Pelayanan kesehatan anak usia sekolah dan usia remaja dilakukan melalui pelayanan kesehatan peduli remaja dan usaha kesehatan sekolah. Kegiatan dapat dilakukan bersama petugas kesehatan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan mengetahui status gizi pada remaja. Kegiatan edukasi dan pemeriksaan dilakukan di SMP Inaba Palembang dalam bentuk penyuluhan dan pemeriksaan Kesehatan. Metode pelaksanaan edukasi secara diskusi menggunakan powerpoit. Hasil edukasi yang didapatkan pengetahuan siswa/i sebelum diberikan pendidikan kesehatan sebesar 8 orang (26%) yang berkategori baik dan setelah sebesar 20 orang (64,5%) yang berkategori baik. Pada pemeriksaan Indeks Massa Tubuh (IMT) didapatkan sebesar 27 orang (87,1%) yang berkategori status gizi normal. Kegiatan edukasi dan pemeriksaan membuat adanya peningkatan pengetahuan remaja dari sebelum dan setelah diberikan dan mengetahui kategori status gizi yang dialami sehingga dapat menjaga asupan makanan setiap yang dikonsumsi dan mencegah masalah yang berhubungan petumbuhan dan perkembangan.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Edukasi kepada Siswa SD, Ibu Hamil dan Para Kader Posyandu untuk Pencegahan Gangguan Tumbuh Kembang Gigi dan Mulut karena Gizi Buruk di Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang Seno Pradopo; Tania Saskianti; Maulidina Nabilah Tasyakuranti; Meidy Damayanti; Hartman Tanzil; Nadira Jasmin; Amalia Wimarizky
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 4 No 4 (2024): JAMSI - Juli 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1208

Abstract

Gizi buruk pada anak adalah masalah global yang diukur dengan indeks tinggi badan menurut umur (TB/U) dengan z-score <-2 SD. Gizi buruk bisa terjadi dalam 1000 hari setelah konsepsi dan dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti sosial ekonomi, nutrisi ibu hamil, infeksi, dan lingkungan. Kejadian stunting di Indonesia mengalami penurunan namun masih diatas standar yang ditetapkan WHO dibawah 20%. Nutrisi yang baik sangat penting untuk tumbuh kembang anak, termasuk erupsi gigi dan perkembangan rahang. Anak dengan gizi buruk berisiko mengalami masalah gigi seperti maloklusi dan karies. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang dampak gizi buruk terhadap gangguan tumbuh kembang gigi dan mulut, yang dilakukan melalui metode edukasi dengan cara memberikan pre-test, melakukan penyuluhan, sesi tanya jawab (brainstorming), diakhiri dengan pemberian post-test dan pemeriksaan gigi pada siswa-siswi SD, ibu hamil dan para kader posyandu. Kegiatan pemberdayaan masyarakat dilaksanakan melalui beberapa tahapan yaitu tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil pengukuran awal dan akhir pengetahuan tentang dampak gizi buruk terhadap gangguan tumbuh kembang gigi dan mulut didapatkan sebagian besar siswa-siswi SD, ibu hamil dan para kader posyandu menunjukkan peningkatan yang baik dari rata-rata 19% menjadi 55% untuk siswa, dan 15% menjadi 30% untuk ibu hamil dan para kader posyandu.
Literasi Perilaku Hidup Bersih Perspektif Islam pada Mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan Mahriani Mahmud; Tanwir Djafar; Musakkar Musakkar; Nirwan Nirwan; Hadi Pajarianto; Nurlinda Thamrin
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 4 No 4 (2024): JAMSI - Juli 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1209

Abstract

Literasi menjadi keterampilan yang sangat penting di tengah kemajuan teknologi informasi, karena berkaitan dengan kemauan dan kemampuan seseorang dalam menerima dan memanfaatkan informasi. Literasi Perilaku Hidup Bersih Perspektif Islam pada Mahasiswa sangat penting dilakukan agar memahami dan mengimplementasikan hidup bersih bukan semata motivasi kesehatan, tetapi juga dorongan agama. Kegiatan dilakukan selama 1 hari pada tanggal 29 januari 2024. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan PALS (Participatory Action Learning System) dengan strategi keaktifan peserta dalam setiap aktifitas pendampingan. Hasil menunjukkan, tingkat partisipasi aktif peserta sebesar 95%. Peningkatan pengetahuan dan pemahaman terhadap perilaku hidup bersih adalah: (i) mahasiswa memahami dan mampu mempraktikkan mandi wajib secara benar sebanyak 20 orang (100%); (ii) memotong kuku dengan teratur sebanyak 18 orang (90%), dan masih ada mahasiswa yang masih mempertahankan kukunya dengan alasan penampilan atau kegunaannya dalam kehidupan mereka; (iii) sebanyak 17 orang (85%) menerapkan dan merapikan rambut dan bulu secara teratur; dan (iv) sebanyak 19 orang (95%) memahami dan siap membersihkan mulut dan gigi secara teratur sebagai salah satu perilaku hidup bersih dalam Islam.
Peningkatan Pengetahuan melalui Inovasi Berdasarkan Scientific Evidence di Layanan Kesehatan Dasar di Jawa Tengah melalui Metode Webinar Fitriana Mustikaningrum; Agus Sudaryanto; Dwi Linna Suswardany; Sudrajah Warajati Kisnawaty; Dyah Intan Puspitasari
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 4 No 4 (2024): JAMSI - Juli 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1213

Abstract

Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Indonesia (RPJMN) 2020-2024, transformasi sektor jasa, khususnya di bidang layanan kesehatan dapat berjalan dengan baik jika ada peningkatan pada inovasi dan teknologi. Oleh karena itu, pembangunan bidang kesehatan melalui inovasi teknologi yang efektif dan responsif terhadap perubahan kondisi dan kebutuhan kesehatan masyarakat perlu dilakukan. Penelitian di Solo Raya menyatakan bahwa bahwa self efficacy dan inovasi perawat secara signifikan lebih rendah dibandingkan dengan petugas promosi kesehatan. Hasil survey yang dilakukan secara acak terhadap 30 petugas kesehatan di Jawa Tengah menyatakan bahwa 30% petugas kesehatan merasa bingung dan tidak tau cara memulai melakukan inovasi berdasarkan data ilmiah. Oleh karena itu, webinar mengenai inovasi pada petugas kesehatan khususnya perawat dan kesehatan masyarakat sangat penting dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan petugas kesehatan yang diharapkan akan meningkatkan upaya promotif yang lebih tepat sasaran dan memiliki keberhasilan yang tinggi. Webinar dilakukan dengan cara metode online dan materi diberikan dengan power point dan booklet. Pretest dan posttest dilakukan untuk mengetahui peningkatan pengetahuan pada peserta webinar. Hasil pretest dan post test menunjukkan bahwa terjadi peningkatan jawaban yang benar sebanyak 5-15%. Workshop mengenai perencanaan inovasi di tingkat Puskesmas perlu dilakukan untuk mendukung rencana tindak lanjut inovasi guna meningkatkan pelayanan terintegrasi untuk peningkatan pelayanan kesehatan tingkat primer.
Increasing Community Knowledge through Larvitrap’s Making Training as an Effort to Prevent Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) in Rowosari Village, Semarang Mochamad Rizal Maulana; Eko Naning Sofyanita; Ichsan Hadipranoto
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 4 No 4 (2024): JAMSI - Juli 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1214

Abstract

Dengue fever is a disease caused by the dengue virus and transmitted through the bite of the Aedes aegypti mosquito. The emergence of this disease is related to environmental conditions including weather and community behavior. The purpose of this activity is to increase community knowledge and skills in efforts to prevent and control dengue hemorrhagic fever (DHF). The method used was socialization and training on larvitrap making for the Rowosari village community, Semarang. The participants were 50 men and women with an average age of 50 years with various educational backgrounds who live in the Rowosari Village area, Semarang City. The results of this activity showed an increase in knowledge through socialization and training. Paired sample t-test on the pre-test and post-test scores showed a p-value of 0.000 or less than 0.05, which means that there is a difference in community knowledge before and after the socialization and training. The conclusion of this activity is that the training on prevention and control of DHF through Larvitrap making is effective in increasing the knowledge and skills of the community in Rowosari Village, Tembalang Subdistrict, Semarang City.
Visualisasi Budaya Rasulan melalui Media Mural di Pendopo Desa Pereng Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah sebagai Upaya Pelestarian Kearifan Lokal Siroj Ibnu Hajar Al Anshori; Ari Kurniawan; Desy Nurcahyanti; Achmad Nur Kholis
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 4 No 4 (2024): JAMSI - Juli 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1215

Abstract

Perkembangan zaman membuat seni mural menjadi strategi untuk memperindah kualitas visual dengan elemen-elemen tertentu yang memperkuat karakter kawasan. Selain menghidupkan ruang publik, mural dapat menggambarkan tradisi dan nilai-nilai budaya melalui representasi isual yang kuat. Salah satunya adalah budaya Rasulan atau biasa disebut sebagai bersih desa di Desa Pereng. Tradisi Rasulan mulai jarang dilakukan karena berbagai faktor, seperti kondisi panen, kesibukan warga, kurangnya peminat, dan regenerasi. Rasulan mengandung banyak nilai seperti keikhlasan, rasa syukur, gotong royong, tanggung Jawab, toleransi, serta empati terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut dapat dimaksimalkan apabila tradisi bersih desa konsisten dilakukan. Pembuatan mural bertujuan untuk menciptakan “iklim” bermanfaat bagi pelestarian budaya. Seni visual dapat membentuk pengalaman berkesan dan memperkuat ingatan, sehingga warga Desa Pereng khususnya generasi muda termotivasi untuk melestarikan tradisi tahunan tersebut. Metode yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan mengumpulkan dan pengolahan data mengenai mural dan Rasulan. Hasil penelitian divisualisasikan melalui pembuatan mural pada dinding di Pendopo Balai Desa Pereng. Bagian utama mural berupa kegiatan petani di sawah dan pelaksanaan budaya Rasulan mendapat apresiasi positif. Pemilihan tempat pelaksanaan mural membuat warga sekitar dapat melihat dan mengamati sebagai langkah pelestarian budaya Rasulan.
Edukasi Teknik Berburu Lebah Hutan yang Berkelanjutan dan Pengenalan Teknologi Tikung di Desa Tapporang Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Indonesia Sitti Nuraeni; Andi Sadapotto; Baharuddin Baharuddin; Andi Prastiyo; Aldi Aldi; Nurfadilah Latif
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 4 No 4 (2024): JAMSI - Juli 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1216

Abstract

Desa Tapporang di Kabupaten Pinrang memiliki potensi besar dalam pemanfaatan lebah hutan sebagai hasil hutan bukan kayu (HHBK). Namun, permasalahan yang ditemukan adalah adanya praktik berburu dan teknik panen madu yang tidak berkelanjutan dapat mengancam kelestarian lebah hutan endemik Sulawesi (Apis binghamii) dan meningkatkan resiko kebakaran hutan. Kebiasaan berburu dan pemanenan masih menggunakan cara pengasapan dan memanjat pohon yang tinggi serta panen dengan mengambil semua bagian sarang. Kegiatan pengabdian ini bermitra dengan kelompok tani hutan (KTH) dan penyuluh dari Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Sawitto. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman teknik berburu ramah lingkungan dan lestari dengan memperkenalkan teknologi tikung. Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini adalah identifikasi permasalahan lebih detail dengan cara pengisian kuisener, edukasi melalui penyuluhan dan memperkenalkan teknologi tikung. Hasil identifikasi mendalam adalah pengalaman berburu lebah hutan mitra masih kurang dari 10 tahun dengan jumlah tim berburu 4-5 orang. Mitra sebagian besar (88,9 – 100%) sudah memiliki pengalaman penandaan pohon inang, sudah mampu membedakan koloni siap panen, praktik pengasapan dan panen madu cara sarang diperas. Sebagian besar mitra bahkan ada belum paham (77,8-100%) tentang lilin dan roti lebah. Mitra belum pernah mendapatkan penyuluhan yang serupa (100%). Pada akhirnya semua peserta penyuluhan bersepakat menerima dan akan merubah perilaku berburu yang tidak berkelanjutan dan tidak ramah lingkungan.

Page 69 of 107 | Total Record : 1065