cover
Contact Name
Wulan Agung
Contact Email
aristarkhusagung@gmail.com
Phone
+6282227139081
Journal Mail Official
jurnalsabdanusantara@gmail.com
Editorial Address
Sabda: Jurnal Teologi Kristen adalah jurnal ilmiah dalam bidang teologi yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Nusantara Salatiga. Diterbitkan dua kali dalam 1 tahun yaitu bulan Mei dan Nopember. Menerima naskah hasil penelitian dalam bidang: Teologi Biblika Teologi Sistematika Pendidikan Kristen (Gereja, Sekolah, dan Keluarga) Pastoral, Kepemimpinan Kristen, dan Manajemen Gereja Misi dan Penginjilan Seluruh naskah yang masuk akan diperiksa terlebih dahulu oleh editor, jika memenuhi ketentuan maka dapat diproses untuk review.
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
Sabda : Jurnal Teologi Kristen
ISSN : 27223078     EISSN : 2722306X     DOI : https://doi.org/10.55097/sabda.v2i2
Sabda: Jurnal Teologi Kristen menerima artikel dengan fokus: Teologi Biblika Teologi Sistematika Pendidikan Kristen (Gereja, Sekolah, dan Keluarga) Pastoral, Kepemimpinan Kristen, dan Manajemen Gereja Misi dan Penginjilan
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2025): MEI" : 11 Documents clear
Menyuarakan Iman di Tengah Penindasan: Analisis Naratif Tematik Kisah Gadis Tawanan dari 2 Raja-Raja 5:1-5 Pattinaja, Aska Aprilano
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 6, No 1 (2025): MEI
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55097/sabda.v6i1.187

Abstract

This captive girl demonstrated an active faith in spite of her oppression. Her testimony became the catalyst for Naaman's healing and his encounter with the God of Israel. This study aims to explore the narrative and thematic dynamics of the story, especially in relation to the themes of witness, God's providence, and inclusiveness in the plan of salvation. This study uses narrative and thematic analysis methods to uncover the theological messages contained in the actions and words of the captive girl. Therefore, four important values emerge from this research: first, the power of forgiveness; second, being trustworthy; third, having mercy; and fourth, trusting God. This research enriches biblical theology's understanding of the role of the "small and powerless" in the fulfillment of God's plan, affirms that hope and salvation can be present in the context of suffering, and makes it relevant to the dialogue of theologies of mission and social justice.AbstrakGadis tawanan ini memperlihatkan iman yang aktif meskipun berada dalam situasi penindasan. Kesaksiannya menjadi katalis untuk penyembuhan Naaman dan perjumpaannya dengan Allah Israel. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika naratif dan tematik dari kisah tersebut, khususnya terkait tema kesaksian, providensi Allah, dan inklusivitas dalam rencana keselamatan.   Penelitian ini menggunakan metode analisis naratif dan tematik untuk mengungkap pesan teologis yang terkandung dalam tindakan dan perkataan gadis tawanan itu. Oleh sebab itu ada empat nilai penting yang didapat dari penelitian ini, yakni: pertama, kuasa pengampunan; kedua, bisa dipercaya; ketiga, memiliki belas kasihan; dan keempat, mempercayai Tuhan. Riset ini memperkaya pemahaman teologi biblika tentang peran "yang kecil dan tak berdaya" dalam melaksanakan rencana Allah, menegaskan bahwa harapan dan keselamatan dapat hadir dalam konteks penderitaan, sehingga relevan dalam dialog teologi misi dan keadilan sosial. Kata Kunci: Naaman, Gadis, Tawanan
Spiritual Intelligence sebagai upaya Antisipatif Terjadinya Judi Online Akibat dampak Disrupsi Menurut Yakobus 4:7-8 Astuti, Tri Endah; Kiamani, Andris
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 6, No 1 (2025): MEI
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55097/sabda.v6i1.186

Abstract

There are many social problems that arise in society, one of which is online gambling which is becoming more prevalent every day. This situation causes anxiety as a result of disruption, so the author of the letter of James provides encouragement to maintain spiritual life even in the midst of suffering. Therefore, this study aims to analyze the anticipatory steps in dealing with the rampant practice of online gambling as an impact of disruption, with reference to the spiritual perspective found in James 4:7-8. Through the use of qualitative exegesis method, it is expected to provide effective measures. Thus this study found that spiritual intelligence can be an effective solution by: First, submitting to God, Second, drawing near to God, Third, sanctifying oneself, Fourth, purifying the heart. By applying these four steps, it is hoped that each individual can develop better spiritual intelligence, which helps overcome the challenges that arise due to disruption in daily life.Abstrak:Banyaknya masalah sosial yang muncul di tengah masyarakat, salah satunya adalah judi online yang semakin hari semakin marak. Situasi tersebut menimbulkan kegelisahan sebagai dampak disrupsi, sehingga penulis surat Yakobus memberikan dorongan untuk menjaga kehidupan spiritual meskipun di tengah penderitaan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis langkah-langkah antisipatif dalam menghadapi maraknya praktik judi online sebagai dampak dari disrupsi, dengan merujuk pada perspektif spiritual yang terdapat dalam Yakobus 4:7-8. Melalui penggunaan metode kualitatif eksegesis diharapkan dapat memberikan langkah-langkah yang efektif. Dengan demikian penelitian ini menemukan bahwa kecerdasan spiritual dapat menjadi solusi efektif dengan cara yaitu: Pertama, tunduk kepada Allah, Kedua, mendekat kepada Allah, Ketiga, menguduskan diri, Ke empat, menyucikan hati. Dengan menerapkan keempat langkah ini, diharapkan setiap individu dapat mengembangkan kecerdasan spiritual yang lebih baik, yang membantu mengatasi tantangan yang muncul akibat disrupsi dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: Stimulasi, Kehidupan Kerohanian, Disrupsi, Disorentasi
Mengulik Dampak Profesi Sampingan Gembala Sidang Terhadap Pelayanan di Gereja Beraliran Pentakostal Berhitoe, Jevon Rainhard; Simon, Simon
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 6, No 1 (2025): MEI
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55097/sabda.v6i1.219

Abstract

There is still debatale about side profession of pastor among Pentecostals.Usually, the important factors that are taken into consideration in choosing a side profession are those that do not contradict God's words, do not interfere with ministry, means of self-actualization, and get results that can support ministry..This article aims to carefully examine the impact of a pastor's side profession on his ministry in a Pentecostal church. By using a qualitative descriptive method and combining it with a literature study, it is believed that we will be able to review carefully and systematically the description of services within the Pentecostal church, descriptions of the side professions of pastors, as well as their impact on services within the Pentecostal church. It was concluded that the side profession of pastor has a very good impact because this side profession can be a source of additional income for the welfare of the pastor when the local congregation is unable to meet the financial needs of their family, as a means of developing talents from God, increasing greater opportunities to help others, and can be an entry point into market place services. Abstrak:Masih menjadi perdebatan di kalangan kaum Pentakostal terkait apakah gembala boleh bekerja atau tidak.Biasanya faktor penting yang yang dijadikan pertimbangan dalam pemilihan profesi sampingan adalah yang tidak bertentangan dengan firman Tuhan, tidak menggangu pelayanan, sarana aktualisasi diri, dan mendapatkan hasil yang bisa mendukung pelayanan. Artikel ini bertujuan mengulik secara cermat dampak profesi sampingan gembala sidang terhadap pelayanannya di gereja beraliran Pentakostal. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan mengkombinasikannya dengan kajian litaratur diyakini mampu mengulas secara cermat dan sistimatik terkait deskripsi pelayanan di lingkup gereja Pentakostal, deskripsi profesi sampingan gembala, serta dampaknya terhadap pelayanan di lingkup gereja Pentakostal. Disimpulkan bahwa profesi sampingan gembala sidang memiliki dampak sangat baik karena profesi sampingan ini bisa menjadi sumber penghasilan tambahan untuk meningkatkan kesejahteraan gembala manakala jemaat lokal belum mampu memenuhi kebutuhan keuangan keluarganya, sebagai sarana mengembangkan bakat dari Tuhan, meningkatkan peluang lebih besar untuk membantu sesama, serta bisa menjadi pintu masuk ke pelayanan market place.Kata Kunci: Gembala Sidang, Gereja Pentakostal, Profesi Sampingan, Teologi Pentakostal
Misi dalam Tantangan Zaman: Sebuah Analisa Perjalanan Misi Kaum Pentakosta di Indonesia Zega, David Folind; Simatupang, Febe; Ditakristi, Agiana Her Visnhu
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 6, No 1 (2025): MEI
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55097/sabda.v6i1.223

Abstract

The church's role in fulfilling God's mission is a primary calling for all people across religions and cultures. However, many churches today have begun to lose their zeal in responding to the Great Commission entrusted by God. In this modern era of rapid technological development, some churches in Indonesia tend to focus more on internal matters. This condition poses a serious challenge that may hinder the fulfillment of God's mission. Ironically, technological advancements have not been maximized to expand the scope of mission work. This article aims to identify the challenges faced by Pentecostal churches in Indonesia in the context of modern society and highlight the role of the Holy Spirit in awakening missional awareness among churches and God’s servants. Using a qualitative approach, this study encourages churches to actively respond to contemporary challenges while remaining faithful to their divine mission in a relevant and contextual manner. Abstrak:Peran gereja dalam misi Allah merupakan panggilan utama bagi seluruh umat manusia lintas agama dan budaya. Namun, banyak gereja mulai kehilangan semangat dalam menanggapi Amanat Agung yang Tuhan percayakan. Di era modern yang ditandai oleh pesatnya perkembangan teknologi, sebagian gereja di Indonesia justru lebih fokus pada urusan internal. Kondisi ini menjadi tantangan serius yang dapat menghambat pelaksanaan misi Allah. Ironisnya, kemajuan teknologi belum dimanfaatkan secara maksimal untuk memperluas pelayanan misi. Artikel ini bertujuan mengidentifikasi tantangan yang dihadapi gereja Pentakostal dalam konteks zaman modern serta menyoroti peran Roh Kudus dalam membangkitkan kesadaran misi di kalangan gereja dan hamba Tuhan. Dengan pendekatan kualitatif, tulisan ini diharapkan mendorong gereja untuk aktif menjawab tantangan zaman dan tetap setia pada panggilan misinya secara relevan dan kontekstual. Kata Kunci: Era Modern, Pelayanan Misi Pentakosta, Tantangan.
Strategi Pendidikan Kristen dalam Mengatasi Fenomena FoMO pada Remaja di Gereja Pandie, Remegises Danial Yohanis; Romika, Romika; Sitanggang, Martauli Dina Rahayu; Bangngu, Ester
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 6, No 1 (2025): MEI
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55097/sabda.v6i1.206

Abstract

This writing aims to examine the Christian education perspective on the FoMO phenomenon and Christian education strategies to solve the FoMO problem that occurs among teenagers in the church, so that it has a new perspective that can contribute to the church paying more attention to teenagers in using social media or directing teenagers to have the right motivation. In church. Where, The FoMO phenomenon not only occurs in the form of dependence on social media to view certain subjects, but in the real world it occurs in idolizing someone excessively, so that teenagers forget the main goal and essence of church. The research method used is a qualitative phenomenological method and literature study. The research results show that Christian education strategies in overcoming the FoMO phenomenon in the church are throughapproach teenagers;church special programs for teenagers; Christian Education collaborates with families to provide instructional equipment to youth; Christian Education creates talk shows; Christian education creates camp activities; Christian education directs teenagers to have the right motivation in church; Christian education directs teenagers to use social media properly and correctly. Good Christian education produces spirituality for teenagers.Abstrak:Penulisan ini bertujuan mengkaji sudut pandang pendidikan Kristen tentang fenomena FoMO dan strategi pendidikan Kristen menyelesaikan persoalan FoMO yang terjadi pada remaja di gereja, sehingga memiliki kebaharuan yang bisa memberikan sumbangsih bagi gereja untuk lebih memperhatikan remaja dalam menggunakan media sosial ataupun mengarahkan remaja untuk memiliki motivasi yang benar dalam bergereja. Di mana, fenomena FoMO tidak saja terjadi dalam bentuk ketergantungan terhadap media sosial untuk melihat subyek tertentu, namun dalam dunia nyata terjadi dalam mengidolakan seseorang secara berlebihan, sehingga remaja melupakan tujuan utama dan esensi dalam bergereja. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif fenomenologis dan studi ahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pendidikan Kristen dalam mengatasi fenomena FoMO di gereja melalui melakukan pendekatan terhadap remaja; gereja program khusus untuk remaja; Pendidikan Kristen bekerja sama dengan keluarga memberikan pengajaran perlengkapan kepada para remaja; Pendidikan Kristen membuat talks show; Pendidikan Kristen membuat kegiatan camp; Pendidikan Kristen mengarahkan remaja untuk memiliki motivasi yang benar dalam bergereja; Pendidikan Kristen mengarahkan remaja untuk menggunakan media sosial dengan baik dan benar. Pendidikan Kristen yang baik menghasilkan spiritualitas yang bagi bagi remaja. Kata Kunci: Pendidikan Kristen; Remaja; Gereja; Fear of Missing Out; Fenomena. 
Peran Roh Kudus dalam Pembentukan Karakter Kristiani: Sebuah Kajian Teologis Nainggolan, Jisman; Sumual, Elisa Nimbo
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 6, No 1 (2025): MEI
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55097/sabda.v6i1.234

Abstract

This article discusses the role of the Holy Spirit in the process of Christian character formation. Through theological studies and literature studies, the author investigates various important aspects of how the Holy Spirit works in the life of a Christian, influencing the understanding of sanctification, growth of faith, and character formation that reflects the nature of Christ. The purpose of this study is to explore and understand how the Holy Spirit works in the lives of Christians, especially in the process of character formation that reflects the nature of Christ. This study uses a qualitative method with a literature review approach to analyze various relevant literature. The results of this study indicate that the contribution of the Holy Spirit in changing, guiding, and strengthening believers in their efforts to live according to Christian principles to become more like Christ, both in thoughts, feelings, and actions. AbstrakArtikel ini membahas peran Roh Kudus dalam proses pembentukan karakter Kristiani. Melalui kajian teologis dan studi literatur, penulis mengidentifikasi berbagai aspek penting bagaimana Roh Kudus bekerja dalam kehidupan seorang Kristen, mempengaruhi pemahaman tentang pengudusan, pertumbuhan iman, dan pembentukan karakter yang mencerminkan sifat Kristus..Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggali dan memahami bagaimana Roh Kudus bekerja dalam kehidupan orang Kristen, khususnya dalam proses pembentukan karakter yang mencerminkan sifat Kristus. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan tinjauan pustaka untuk menganalisis berbagai literatur yang relevan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kontribusi Roh Kudus dalam mengubah, membimbing, dan menguatkan umat percaya dalam upaya mereka untuk hidup sesuai dengan prinsip-prinsip Kristen agar semakin serupa dengan Kristus, baik dalam pikiran, perasaan, maupun tindakan.Kata Kunci: Roh Kudus, karakter Kristiani, pembentukan karakter, teologi Kristen.
Pola Hidup Sehat Berdasarkan 1 Korintus 6:19-20 untuk Pencegahan Human Metapneumovirus Sirait, Endy Amos Todo Hasudungan; Halomoan, Yan Kristian; Manurung, Chrismas Eben E; Jonathans, Kornelius Rulli
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 6, No 1 (2025): MEI
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55097/sabda.v6i1.252

Abstract

This study aims to explore the role of healthy lifestyle and spiritual approach in preventing human metapneumovirus (HMPV) infection, a respiratory virus that attacks at-risk groups such as children, the elderly, and individuals with weak immune systems. Using a literature study method and a descriptive qualitative approach, this study examines medical literature and spiritual principles from 1 Corinthians 6:19–20. The results of the study indicate that the implementation of a healthy lifestyle, including personal hygiene, balanced nutrition, adequate rest, and physical activity, plays an important role in strengthening the immune system and reducing the risk of HMPV infection. The integration of medical and spiritual approaches has been proven to provide a more holistic prevention strategy, not only reducing the risk of infection but also increasing collective awareness in society. This study recommends that health education be integrated with religious values to form a comprehensive and sustainable healthy lifestyle culture. Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk menggali peran pola hidup sehat dan pendekatan spiritual dalam pencegahan infeksi Human Metapneumovirus (HMPV), sebuah virus pernapasan yang menyerang kelompok yang beresiko seperti anak-anak, orang lanjut usia, dan individu dengan sistem imun yang lemah. Menggunakan metode studi pustaka dan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menelaah literatur medis dan prinsip-prinsip spiritual dari 1 Korintus 6:19–20. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan pola hidup sehat meliputi kebersihan pribadi, gizi seimbang, istirahat cukup, dan aktivitas fisik berperan penting dalam memperkuat sistem imun dan menurunkan risiko infeksi HMPV. Integrasi antara pendekatan medis dan spiritual teruji memberikan strategi pencegahan yang lebih holistik, tidak hanya mengurangi risiko infeksi tetapi juga meningkatkan kesadaran kolektif dalam masyarakat. Penelitian ini merekomendasikan agar edukasi kesehatan diintegrasikan dengan nilai-nilai keagamaan untuk membentuk budaya hidup sehat yang komprehensif dan berkelanjutan.Kata Kunci: HMPV, hidup sehat,penyakit , spiritualitas Kristen.
Strategi Penginjilan dalam Menjangkau Generasi Z Hia, Firman Jaya; Purdaryanto, Samuel; Daeli, Regueli
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 6, No 1 (2025): MEI
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55097/sabda.v6i1.243

Abstract

The Great Commission is the mandate of the Lord Jesus to all believers (His church) which is always relevant throughout the century including in the digital era. In implementing it, of course, it requires an effective strategy, intellectual and perseverance and targets to complete it. In relation to generation Z called I-generation and digital natives are more adept at technology (Tech Savvy) and social media becomes their lifestyle. This study describes the actualization of the great commission in the era of digital strategy evangelism to reach generation Z through the use of digital platforms. The author uses qualitative methods to answer research problems. The final result is the author describes the use of digital platforms, types of digital platforms and evangelism strategies in the digital era through digital platforms, so that through this study it can be a guide for churches and believers to reach today's generation Z in the digital era. Abstrak:Amanat Agung adalah mandat Tuhan Yesus kepada seluruh orang percaya (gereja-Nya) yang senantiasa relevan sepanjang abad termasuk diera digital. Dalam mengimplementasikannya tentunya membutuhkan Strategi yang efektif, intelektual ketekunan dan sasaran untuk menutaskannya. Sehubungan dengan generasi Z disebut I-generation dan digital native lebih mahir dalam teknologi (Tech Savvy) dan media sosial menjadi gaya hidup mereka. Penelitian ini mendeskripsikan aktualisasi amanat agung diera digital strategi penginjilan untuk menjangkau generasi Z melalui pemanfaatan Platform digital. Penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk menjawab permasalahan penelitian. Hasil akhirnya penulis menemukan pemanfaatan platform digital, jenis-jenis platform digital dan strategi penginjilan diera digital, temuan ini dapat menjadi panduan bagi gereja dan orang percaya untuk menjangkau generasi Z masa kini diera digital. Kata Kunci: Amanat Agung, Era digital,  generasi Z
Kepemimpinan Kristen Berdasarkan I Timotius 4:11-16 Terhadap Antusiasme Pelayanan Weekend Mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi Nusantara Salatiga Kia, Desi Yanti; Yulia, Tantri
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 6, No 1 (2025): MEI
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55097/sabda.v6i1.239

Abstract

This study aims to understand the relationship between the characteristics of Christian leadership according to I Timothy 4:11-16 and the enthusiasm of students' weekend service. This study uses a quantitative research method with a correlational research type, namely a form of research used with the aim of exploring the relationship between variables. The results of the study obtained a result of 0.922 or 92% including the interval 0.80 - 1000 very strong. Based on the results of the calculation of the hypothesis (Ho) the characteristics of Christian leadership according to 1 Timothy 4:11-16 on the enthusiasm of weekend worship of students at the Nusantara Theological College Salatiga are included in the moderate category or less than or equal to 60% of the maximum value is rejected, so the alternative hypothesis (Ha) namely: Characteristics of Christian Leadership according to 1 Timothy 4:11-16, Against the Enthusiasm of Weekend Student Service at the Nusantara Theological College Salatiga in the high category or more equivalent to 60% of the maximum value received.AbstrakPenelitian ini bertujuan memahami hubungan karakteristikkepemimpinan Kristen menurut I Timotius 4:11-16 terhadap antusias pelayanan weekend mahasiswa. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional yaitu bentuk penelitian yang digunakan dengan tujuan mengeksplorasi hubungan antar variabel. Dari hasil penelitian diperoleh hasil 0,922 atau 92% termasuk pada interval 0, 80 – 1000 sangat kuat. Berdasarkan hasil perhitungan hipotesis (Ho) karakteristik kepemimpinan Kristen menurut 1 Timotius 4:11-16 terhadap antusiasme ibadah akhir pekan siswa Sekolah Tinggi Teologi Nusantara Salatiga termasuk kategori sedang atau kurang dari sama dengan 60% nilai maksimal ditolak, sehingga hipotesis alternatif (Ha) yaitu : Karakteristik Kepemimpinan Kristen menurut 1 Timotius 4:11-16, Terhadap Antusiasme Pelayanan Mahasiswa Weekend Sekolah Tinggi Teologi Nusantara Salatiga pada kategori tinggi atau lebih setara dengan 60% nilai maksimal yang diterima.Kata Kunci: Karakteristik, Kepemimpinan Kristen, Antusiasme, Pelayanan Weekend
Rancangan Kurikulum Sekolah Minggu bagi anak Usia 7 Tahun di Sinode Gereja Bethel Tabernakel Kristiawan, Ragil; Susilo, David Priyo; Suwito, Gregorius; Pontonuwu, Willyanto; Astuti, Tri
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 6, No 1 (2025): MEI
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55097/sabda.v6i1.209

Abstract

The curriculum is a vital part of the implementation of Sunday school. The GBT Synod understands this so they plan to create a curriculum that can be used nationally. As a concrete step, the GBT Synod collaborated with STT KAO to produce Sunday school curriculum teaching for 7-year-old children. What is the right curriculum design for 7-year-old Sunday schoolchildren at the GBT Synod? By using this type of qualitative research, literature studies are obtained several important things to answer this question. Some aspects that need to be considered in making this curriculum include: the urgency of the curriculum itself, the characteristics of 7-year-old Sunday school children, and the spirituality of Sunday school children at the age of 7. As a result, several things can be mentioned in this curriculum. First, the curriculum is set in a span of one year. Second, the content in the curriculum must pay attention to the themes that have been the dogma of GBT. Third, the content of the curriculum must also pay attention to the ecclesiastical calendars. Finally, 7-year-old Sunday schoolchildren are equipped with the creation stories in the Bible as the basis for an introduction to Christian doctrine.Abstrak:Kurikulum menjadi bagian yang vital dalam penyelenggaraan sekolah minggu. Sinode GBT memahami akan hal ini sehingga mereka merencanakan adanya pembuatan kurikulum yang dapat dipakai secara nasional. sebagai langkah konkritnya, Sinode GBT bekerjasama dengan STT KAO untuk menghasilkan pengajaran kurikulum sekolah minggu bagi anak usia 7 tahun. Bagaimanakah rancangan kurikulum yang tepat bagi anak sekolah minggu usia 7 tahun di Sinode GBT? Dengan menggunakan jenis penelitian kualitatif studi pustaka didapatkan beberapa hal penting untuk menjawab pertanyaan ini. Beberapa aspek yang perlu dipertimbangkan dalam pembuatan kurikulum ini diantaranya: urgensi dari kurikulum itu sendiri, karakteristik anak sekolah minggu usia 7 tahun, serta kerohanian anak sekolah minggu di usia 7 tahun. Sebagai hasilnya, beberapa hal dapat disebutkan dalam kurikulum ini. Pertama, kurikulum ditetapkan dalam rentang satu tahun. Kedua, Isi dalam kurikulum harus memperhatikan tema-tema yang selama ini menjadi dogma GBT. Ketiga, isi kurikulum juga harus memperhatikan kalender-kalender gerejani. Terakhir, anak sekolah minggu usia 7 tahun dibekali dengan cerita-cerita penciptaan dalam Alkitab sebagai dasar pengenalan doktrin Kristen. Kata Kunci: Kurikulum Sekolah Minggu, Anak 7 Tahun, Sinode GBT

Page 1 of 2 | Total Record : 11