cover
Contact Name
E Sutandar
Contact Email
Erwin_sutandar@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
fanypuspabella@student.untan.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik, Universitas Tanjungpura Jl. Prof. Dr. H. Hadari Nawawi, Pontianak, 78124, Kalimantan Barat, Indonesia. E-mail: jmts@teknik.untan.ac.id
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang
ISSN : -     EISSN : -     DOI : https://dx.doi.org/10.26418/jelast.v9i1.53691
Core Subject : Engineering,
Pesatnya perkembangan di dunia pendidikan mengakibatkan peningkatan kebutuhan terhadap bangunan tinggi sebagai sarana dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Bersumber pada Standar Nasional Indonesia (SNI 1726-2019) mengenai Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung, Kota Pontianak termasuk ke dalam daerah dengan gempa ringan. Setiap perancangan bangunan di Kota Pontianak saat ini harus memperhitungkan parameter gaya gempa. Sehingga dilakukan perhitungan struktur gedung 7 lantai Sekolah Santu Petrus untuk mendapatkan dimensi komponen struktur yang tahan terhadap beban gempa. Perancangan gedung ini merupakan struktur beton bertulang dengan Sistem Rangka Pemikul Momen dan dimodelkan dengan bantuan program analisis struktur. Struktur dianalisis terhadap beban yang bekerja pada gedung tersebut. Pada analisis pengaruh gempa, gedung ini termasuk kategori desain seismik KDS D, maka dalam analisisnya akan mengikuti persyaratan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Hasil kontrol perilaku struktur terdapat ketidakberaturan struktur tipe 2 dan 3 serta ketidakberaturan vertikal struktur tipe 2. Dimensi struktur pelat lantai setebal 100 mm, balok induk 300/600 mm dan 450/800 mm, balok anak 300/600 mm dan 200/400 mm, serta kolom persegi 700/700 mm dan kolom bundar diameter 700 mm. Fondasi yang digunakan adalah fondasi dalam tiang pancang karena sesuai dengan kondisi tanah di Kota Pontianak.
Arjuna Subject : -
Articles 1,475 Documents
ANALISIS PERKEMBANGAN LAHAN PERMUKIMAN DI KOTA PONTIANAK TAHUN 2002 - 2012 Pramestianti, Indriade Cahyani; Nurhidayati, Ely; Wulandari, Agustiah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 4 (2023): JeLAST Edisi Desember 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i4.68054

Abstract

Perkembangan fisik yang terjadi di wilayah perkotaan memberikan berbagai dampak terhadap wilayah yang ada disekitarnya. Salah satu dampak yang dapat dilihat akibat dari adanya perkembangan kota yaitu meningkatnya lahan permukiman. Pesatnya perkembangan dan pertumbuhan kota didorong dengan pertambahan penduduk yang pesat setiap tahunnya menyebabkan kebutuhan akan lahan permukiman semakin bertambah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perkembangan lahan permukiman yang terjadi di Kota Pontianak dalam 20 tahun terakhir secara time series yaitu perkembangan lahan permukiman tahun 2002, 2012, dan 2022. Teknik analisis yang digunakan yaitu teknik penginderaan jauh menggunakan data citra landsat 5 TM tahun 2002, citra landsat 5 TM tahun 2012, dan citra landsat 8 OLI/TIRS tahun 2022. Hasil penelitian menunjukan bahwa lahan permukiman di Kota Pontianak tahun 2002-2022 bertambah sebanyak 13,8% yaitu 1.645 ha. Adapun tren perkembangan lahan permukiman di Kota Pontianak tahun 2002-2022 adalah Kecamatan Pontianak Kota. Hal tersebut disebabkan karena kompleksnya aktivitas yang ada pada wilayah Kecamatan Pontianak Kota.
ANALISIS TINGKAT POTENSI EROSI DI DESA WAJOK HILIR KABUPATEN MEMPAWAH Ira Wasani; Kartini Kartini; Henny Herawati
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 3 (2022): JELAST EDISI AGUSTUS 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i3.58317

Abstract

Perkembangan jumlah penduduk yang meningkat akan berpengaruh terhadap kebutuhan dan tata guna lahan. Hal ini menyebabkan penggunaan tanah akan mengalami kelebihan kapasitas yang mengakibatkan terjadi perlepasan tanah seperti erosi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai parameter yang mempengaruhi tingkat potensi erosi, serta upaya konservasi lahan. Penelitian ini dilakukan pengambilan sampel tanah 5 titik di Desa Wajok Hilir untuk dilakukan uji laboratorium, kemudian dianalisis menggunakan metode USLE dan SIG. Hasil penelitian ini menunjukkan klasifikasi tangkat bahaya erosi terdiri dari 35,6% erosi sangat ringan dengan luas 2800,6 ha, 22,6% erosi ringan dengan luas 1772,6 ha, 21,1% erosi sedang dengan luas 1659 ha, dan 20,7 erosi berat dengan luas 1623,9 ha. Hasil permeabilitas untuk Desa Wajok Hilir diperoleh sangat lambat, sehingga nilai toleransi digunakan 8,96 ton/ha/tahun. Upaya konservasi agar bisa menekan erosi yang tidak lebih dari nilai toleransi adalah dengan metode vegetatif yaitu memadukan atau memperbanyak tanaman yang memiliki nilai CP kurang dari 0,06 pada daerah yang memiliki klasifikasi bahaya erosi sedang dan berat, seperti jenis tanaman ubi kayu dan kacang tanah yang memiliki nilai C 0,02. Metode mekanik yang dapat digunakan adalah pembuatan saluran berumput untuk pembuangan air (waterways).Kata Kunci : Erosi, Konservasi Lahan, USLE, Wajok Hilir  
STRATEGI PENGEMBANGAN EKOWISATA BUKIT JAMUR DI KABUPATEN BENGKAYANG Tita Khairiyah; Erni Yuniarti; Meta Indah Fitriani
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 7, No 3 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2020
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v7i3.42693

Abstract

Bukit Jamur merupakan icon wisata perkotaan dengan hiking berskala ringan yang memiliki potensi berupa hamparan padang ilalang, area camping terbuka di puncak, aliran air yang jernih, batu lontaran gunung merapi purba, flora fauna dilindungi dan spot foto dengan view alam. Namun potensi-potensi di Bukit Jamur, belum dikelola dan kembangkan secara baik seperti sarana dan prasarana yang belum memadai, aksesibilitas kurang baik, kerusakan pada lokasi wisata serta kurang koordinasi antar kelembagaan. Tujuan penelitian ini yaitu merumuskan strategi pengembangan wisata alam berbasis ekowisata di Bukit Jamur sebagai upaya memanfaatkan potensi alam yang ada serta dapat memberikan income bagi desa dan daerah tersebut. Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan analisis SWOT. Hasil analisis Bukit Jamur memiliki potensi bentang alam, batu peninggalan purba dan terdapat flora fauna dilindungi. Tetapi belum dimanfaatkan secara optimal karena kelembagaan belum bergerak aktif. Strategi yang didapatkan dari hasil hitungan skoring SWOT yaitu kuadran I dengan strategi SO yang menerapkan konsep ekowisata mengedepankan konservasi alam, pemberdayaan masyarakat lokal dan kesadaran menjaga lingkungan. Kata kunci : Bukit Jamur, ekowisata, strategi
Analisis Curah Hujan Efektif di Daerah Tangkapan Air Parit Keladi 1 Tasya Dyta Arzita; Nurhayati Nurhayati; Danang Gunarto
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 4 (2022): JeLAST Desember 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i4.60244

Abstract

Besarnya kebutuhan air tanaman ditentukan oleh nilai curah hujan efektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis curah hujan efektif menggunakan Program Cropwat 8.0 di daerah tangkapan air Parit Keladi 1 yang terletak di Desa Parit Keladi, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Penginputan nilai curah hujan pada program tersebut digunakan nilai curah hujan dengan kemungkinan terpenuhi 80% (R80). Penelitian ini menggunakan data sekunder curah hujan pada stasiun PTK-12 Tahun 2009 hingga 2020. Berdasarkan hasil analisis jumlah curah hujan efektif selama 12 tahun sebesar 607,6 mm, curah hujan hujan efektif maksimum terjadi pada bulan Oktober sebesar 117,7 mm yang dipengaruhi oleh curah hujan tinggi, dan curah hujan efektif minimum terjadi pada bulan Februari sebesar 6,3 mm yang dipengaruhi oleh curah hujan rendah.Kata Kunci: Cropwat 8.0, Curah hujan efektif, Parit Keladi 1
ANALISA DAYA DUKUNG TIANG PANCANG BERDASARKAN HASIL DATA KALENDERING PADA PROYEK PEMBANGUNAN RUMAH SUSUN BWS KUBU RAYA Siregar, Yustika Handayani; Priadi, Eka; Aprianto, Aprianto
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 1 (2022): JeLAST EDIS FEBRUARI 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i1.53762

Abstract

Setiap fondasi harus mampu mendukung beban sampai batas keamanan yang telah ditentukan, termasuk mendukung beban maksimum yang mungkin terjadi. Sehingga, fondasi pada struktur bangunan harus diperhitungkan daya dukung agar dapat menjamin kestabilan bangunan dalam menahan beban yang diterima dan memperhitungkan penurunan yang terjadi dan tidak melebihi batas yang sudah ditetapkan. Fondasi yang digunakan pada penelitian ini adalah tiang pancang spun pile. Perhitungan daya dukung aksial berdasarkan data kalendering, SPT, menggunakan bantuan Program Plaxis v.8.6, dan penurunan segera dan konsolidasi tiang kelompok pada Proyek Pembangunan Rumah Susun BWS Kalimantan Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung kapasitas daya dukung aksial dan penurunan segera maupun konsolidasi yang terjadi akibat perubahan perencanaan. Berdasarkan hasil perhitungan data kalendering menggunakan metode Hiley, Modified ENR, dan Eyitelwein. Berdasarkan hasil perhitungan data SPT menggunakan metode API dan Meyerhof. Dari analisa perhitungan daya dukung yang memiliki nilai terendah yaitu Modified ENR, sehingga penambahan tiang pada tiang tunggal dan perubahan konfigurasi tiang pancang kelompok disesuaikan dengan metode ini.Kata kunci: daya dukung, fondasi, kalendering, penurunan, tiang   pancang
PERENCANAAN JEMBATAN BOX GIRDER DI TANGGUL LAUT KEC. SUNGAI KAKAP Mulyana, Nauval; Yusuf, M.; Aryanto, Aryanto
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 1 (2024): JeLAST Edisi Februari 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i1.76558

Abstract

projected traffic flow in the form of an increase in vehicle volume every year and to eliminate conflicts to connect the Rengas River and the Berembang River in Sungai Kakap District, Kubu Raya Regency makes planning a reinforced concrete bridge the preferred solution and is planned as a class 1 bridge which must have a traffic design load of 100% of the total load. With a traffic lane width of 8.00 m using 1 unit of Box Girder with 2 Hollows with a bridge span of 36 m with specifications: girder height 3.00 m, bridge width 10 m, prestressed concrete quality box girder (fc' = 41.50 MPa), and the quality of the bridge floor slab/concrete (fc' = 41.50 MPa).Based on the results of calculations and analysis, the initial prestressing force was 28,138.94 kN, experiencing a total prestress loss of 17.48% so that the remaining stress was 18,524.56 kN from the prestressing force due to jacking force of 22,449.41 kN.. In one section of the box girder using tendons prestressing consists of: 3 tendons with nominal diameter specifications of strands of 12.7 mm (0.5") totaling 7 uncoated type wires 7 super wire strands ASTM A-416-06 grade 270  Key Words: box girder bridges, prestress loss, prestressed concrete, tendon placemen
PENGEMBANGAN KELING KUMANG AGROWISATA DI KECAMATAN KELAM PERMAI KABUPATEN SINTANG kurniawan, fransiskus; mulki, gusti zulkifli; septianti, anthy
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i1.67515

Abstract

Keling Kumang Agrowisata merupakan objek wisata baru di Kecamatan Kelam Permai yang memiliki berbagai potensi wisata alam. Keling Kumang Agrowisata saat ini masih dalam tahap pembangunan, sehingga masih belum sempurna dan masih diperlukan pengembangan sebagai pelindung dan pelestari lingkungan. Permasalahan tersebut meliputi masih kurangnya fasilitas umum dan infratsruktur kurang memadai. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi wisata Keling Kumang Agrowisata di Kecamatan Kelam Permai. Pendekatan penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. sedangkan variable yang digunakan meliputi aspek 3A, yaitu atraksi, aksesbilitas dan amenitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa Keling Kumang Agrowisata berada di posisi yang strategis dan tidak juah dari Kota Sintang. Sedangkan sarana dan prasarana yang tersedia, jumlahnya sudah mencukupi dan kondisinya cukup baik.
ANALISA SISTEM DRAINASE UNTUK PENANGGULANGAN BANJIR DENGAN JENIS DRAINASE KAWASAN PERUMAHAN BERWAWASAN LINGKUNGAN (STUDI KASUS JALAN NAWAWI HASAN) Ajeng Utari Diah Ramadhanti; Kartini Kartini; Umar Umar
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 3 (2022): JELAST EDISI AGUSTUS 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i3.59105

Abstract

ABSTRAKKondisi sistem drainase pada Jalan Nawawi Hasan, Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak, yang saat ini mengalami penurunan dalam fungsi pelayanannya. Permasalahan yang terjadi adalah saat curah hujan tinggi disertai pasang surut selalu terjadi banjir. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa kondisi saluran drainase di Jalan Nawawi Hasan dengan menggunakan aplikasi HEC-RAS 6.1.0. Hasil analisa menunjukkan pada kondisi tanpa hujan dan dipengaruhi pasang surut elevasi muka air maksimum adalah + 0,5115 m yang berada diatas permukaan saluran, pada curah hujan periode ulang 2 tahun dan 5 tahun dengan disertai pasang surut, elevasi muka air maksimum berada diatas permukaan saluran yaitu + 0,5160 m dan + 0,5170 m. Setelah dilakukan skenario normalisasi, pada kondisi tanpa hujan dan dipengaruhi pasang surut elevasi muka air berada dibawah permukaan tanah yaitu  - 0,5139 m, dan pada curah hujan periode ulang 2 tahun dan 5 tahun disertai pasang surut elevasi muka air juga berada dibawah permukaan tanah, yaitu - 0,5139 m, dan - 0,5670 m. Secara keseluruhan kondisi saluran drainase di Jalan Nawawi Hasan masih dapsat berfungsi dengan baik. Saluran drainase yang baik dapat berfungsi untuk mencegah terjadinya genangan yang menjadi salah satu penyebab berkembang biaknya nyamuk, mengurangi erosi tanah yang mengakibatkan kerusakan jalan, serta menjaga kesehatan di lingkungan sekitarnya.Kata kunci: banjir, drainase, HEC-RAS, hujan, normalisasi, pasang surut. ABSTRACT                The condition of the drainage system on Street Nawawi Hasan, West Pontianak District, Pontianak City, which is currently service function deflation. The problem that occurs is when there is high rainfall accompanied by high tides, flooding always occurs. The purpose of this study is to analyze the condition of the drainage canal on Street Nawawi Hasan using the HEC-RAS 6.1.0 application. The results of the analysis show that in conditions without rain and influenced by tides the maximum water level elevation is + 0.5115 m above the canal surface, in the 2 year and 5 year return period rainfall accompanied by tides, the maximum water level elevation is above the canal surface that is + 0.5160 m and + 0.5170 m. After the normalization scenario was carried out, in conditions without rain and influenced by tides, the water level elevation was below the ground surface, that is - 0.5139 m, and in the 2 year and 5 year return period rainfall accompanied by ups and downs the water level was also below the ground surface. That is - 0.5139 m, and - 0.5670 m. Overall, the condition of the drainage canal on Street Nawawi Hasan be able to function properly. Good drainage canals function be able to prevent puddles which are one of the causes of mosquito breeding, reduce soil erosion that causes road damage, and maintain health in the surrounding environment. Keywords: flood, drainage, HEC-RAS, rain, normalization, ebb and flow
PENGOLAHAN AIR ASAM TAMBANG DI LAHAN BEKAS PERTAMBANGAN EMAS TANPA IZIN (PETI) MANDOR SEBAGAI ELEKTROLIT FUEL CELL Zuliah Anggraini; Septami Setiawati; Yoga Herlambang
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 3 (2022): JELAST EDISI AGUSTUS 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i3.57195

Abstract

Kerusakan lahan akibat Penambangan Emas Tanpa Izin di Mandor sekitar ±1.000 Ha. Lahan tersebut mengandung tailing dengan kandungan belerang yang tinggi sebagai potensi air asam tambang (AMD). Tujuan penelitian adalah menganalisis potensi DAL dan energi listrik, karakterisasi sampel, pengujian sel bahan bakar dan perubahan pH dan konsentrasi Fe sebelum dan sesudah pengujian sel bahan bakar. Metode penelitian ini dilakukan dengan Composite Sampling disertai dengan pengujian in-situ dan pengukuran tambak. Kemudian karakterisasi sampel DAL melalui uji AAS dan pH, sedangkan sampel batuan melalui uji XRD dan XRF. Sampel AAT diproses menggunakan rangkaian sel bahan bakar dan lampu, dan diuji kembali di laboratorium untuk menghitung perubahan pH dan konsentrasi Fe. Hasil pengukuran lapangan menunjukkan bahwa volume AAT sebanyak 22.400 liter memiliki pH 2. 1 dan konsentrasi Fe 6,67 mg/liter. Berdasarkan hasil pengujian XRD diketahui bahwa sampel batuan mengandung pirit, sedangkan hasil XRF mendeteksi beberapa unsur terbesar, seperti Fe, S, dan Mo. Berdasarkan pengujian sel bahan bakar, semakin lama sel bekerja, semakin rendah tegangan, arus, dan cahaya. Semakin banyak jumlah sel dan lampu, semakin besar tegangan, semakin kuat arus, dan nyala api. Potensi energi listriknya adalah 0,25 Watt/liter. Penelitian ini meningkatkan pH dengan efektivitas 48,78%, 52,27% dan 56,25%, serta menurunkan konsentrasi Fe dengan efektivitas 97,90%, 98,50%, dan 99,40%. semakin lama sel bekerja, semakin rendah tegangan, arus, dan cahaya. Semakin banyak jumlah sel dan lampu, semakin besar tegangan, semakin kuat arus, dan nyala api. Potensi energi listriknya adalah 0,25 Watt/liter. Penelitian ini meningkatkan pH dengan efektivitas 48,78%, 52,27% dan 56,25%, serta menurunkan konsentrasi Fe dengan efektivitas 97,90%, 98,50%, dan 99,40%. semakin lama sel bekerja, semakin rendah tegangan, arus, dan cahaya. Semakin banyak jumlah sel dan lampu, semakin besar tegangan, semakin kuat arus, dan nyala api. Potensi energi listriknya adalah 0,25 Watt/liter. Penelitian ini meningkatkan pH dengan efektivitas 48,78%, 52,27% dan 56,25%, serta menurunkan konsentrasi Fe dengan efektivitas 97,90%, 98,50%, dan 99,40%.
ANALISIS PERKEMBANGAN PERMUKIMAN DI KELURAHAN SUNGAI BELIUNG, KECAMATAN PONTIANAK BARAT Willyanto, -; Wulandari, Agustiah; Chairunnisa, Chairunnisa
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 1 (2022): JeLAST EDIS FEBRUARI 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i1.52355

Abstract

Perubahan penggunaan lahan merupakan hal yang pasti akan terjadi setiap tahunnya. Salah satu perubahan penggunaan lahan yang terjadi secara signifikan ialah kawasan permukiman. Kelurahan Sungai Beliung mengalami perkembangan permukiman yang cukup tinggi pada tahun 2010-2019, ini disebabkan Kelurahan Sungai Beliung memiliki jumlah penduduk terbanyak di Kecamatan Pontianak Barat. Hal ini menjadi dasar untuk melakukan penelitian terkait perkembangan permukiman di Kelurahan Sungai Beliung. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis perkembangan permukiman di Kelurahan Sungai Beliung. Metode pada penelitian ini yaitu pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif deskriptif. Metode kuantitatif dalam penelitian ini digunakan untuk menganalisis perubahan perkembangan permukiman di Kelurahan Sungai Beliung. Selain itu teknik analisis pada penelitian ini menggunakan metode overlay. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diketahui bahwa perubahan lahan yang ada di Kelurahan Sungai Beliung cukup tinggi. Perubahan yang nampak hanya pada penggunaan lahan permukiman serta perdagangan dan jasa. Perkembangan kawasan permukiman yang ada di Kelurahan Sungai Beliung yaitu sebesar ±15 ha. Selain itu pada penelitian ini Kelurahan Sungai Beliung dibagi menjadi 4 blok dan memiliki hasil perkembangan permukiman yang berbeda-beda. Pada blok 1 lahan permukiman berkurang sebesar -1,9 ha, blok 2 bertambah seluas 0,6 ha, blok 3 bertambah seluas 10 ha dan blok 4 bertambah seluas 6,9 ha.  Kata Kunci: Kelurahan Sungai Beliung, perkembangan permukiman, perubahan penggunaan lahan

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 1 (2026): JeLAST Edisi Februari 2026 Vol 12, No 4 (2025): JeLAST Edisi Desember 2025 Vol 12, No 3 (2025): JeLAST Edisi Agustus 2025 Vol 12, No 2 (2025): JeLAST Edisi Juni 2025 Vol 12, No 1 (2025): JeLAST Edisi Februari 2025 Vol 11, No 4 (2024): JeLAST Edisi Desember 2024 Vol 11, No 3 (2024): JeLAST Edisi Agustus 2024 Vol 11, No 2 (2024): JeLAST Edisi Juni 2024 Vol 11, No 1 (2024): JeLAST Edisi Februari 2024 Vol 10, No 4 (2023): JeLAST Edisi Desember 2023 Vol 10, No 3 (2023): JeLAST Edisi Agustus 2023 Vol 10, No 2 (2023): JeLAST Edisi Juni 2023 Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023 Vol 9, No 4 (2022): JeLAST Desember 2022 Vol 9, No 3 (2022): JELAST EDISI AGUSTUS 2022 Vol 9, No 2 (2022): JeLAST EDISI JUNI 2022 Vol 9, No 1 (2022): JeLAST EDIS FEBRUARI 2022 Vol 8, No 3 (2021): JeLAST EDISI DESEMBER 2021 Vol 8, No 2 (2021): JeLAST Juni 2021 Vol 8, No 1 (2021): JeLast Edisi Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2020 Vol 7, No 2 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2020 Vol 7, No 1 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2020 Vol 6, No 3 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019 Vol 6, No 2 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019 Vol 6, No 1 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2019 Vol 5, No 3 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2018 Vol 5, No 2 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018 Vol 5, No 1 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2018 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2017 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017 Vol 3, No 3 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2016 Vol 2, No 2 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2016 Vol 1, No 1 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI FEBRUARI 2016 Vol 2, No 2 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI JUNI 2015 Vol 3 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI DESEMBER 2015 Vol 1, No 1 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN Vol 3, No 2 (2014): VOL 3 NO 2 DESEMBER 2014 Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Edisi Februari 2014 Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil UNTAN Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Untan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Untan More Issue