cover
Contact Name
E Sutandar
Contact Email
Erwin_sutandar@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
fanypuspabella@student.untan.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik, Universitas Tanjungpura Jl. Prof. Dr. H. Hadari Nawawi, Pontianak, 78124, Kalimantan Barat, Indonesia. E-mail: jmts@teknik.untan.ac.id
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang
ISSN : -     EISSN : -     DOI : https://dx.doi.org/10.26418/jelast.v9i1.53691
Core Subject : Engineering,
Pesatnya perkembangan di dunia pendidikan mengakibatkan peningkatan kebutuhan terhadap bangunan tinggi sebagai sarana dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Bersumber pada Standar Nasional Indonesia (SNI 1726-2019) mengenai Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung, Kota Pontianak termasuk ke dalam daerah dengan gempa ringan. Setiap perancangan bangunan di Kota Pontianak saat ini harus memperhitungkan parameter gaya gempa. Sehingga dilakukan perhitungan struktur gedung 7 lantai Sekolah Santu Petrus untuk mendapatkan dimensi komponen struktur yang tahan terhadap beban gempa. Perancangan gedung ini merupakan struktur beton bertulang dengan Sistem Rangka Pemikul Momen dan dimodelkan dengan bantuan program analisis struktur. Struktur dianalisis terhadap beban yang bekerja pada gedung tersebut. Pada analisis pengaruh gempa, gedung ini termasuk kategori desain seismik KDS D, maka dalam analisisnya akan mengikuti persyaratan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Hasil kontrol perilaku struktur terdapat ketidakberaturan struktur tipe 2 dan 3 serta ketidakberaturan vertikal struktur tipe 2. Dimensi struktur pelat lantai setebal 100 mm, balok induk 300/600 mm dan 450/800 mm, balok anak 300/600 mm dan 200/400 mm, serta kolom persegi 700/700 mm dan kolom bundar diameter 700 mm. Fondasi yang digunakan adalah fondasi dalam tiang pancang karena sesuai dengan kondisi tanah di Kota Pontianak.
Arjuna Subject : -
Articles 1,475 Documents
KARAKTERISTIK PEDAGANG KAKI LIMA (PKL) DI KORIDOR JALAN DAYA NASIONAL KOTA PONTIANAK Kania, Dewi; Hernovianty, Firsta Rekayasa; Azwansyah, Heri
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 4 (2024): JeLAST Edisi Desember 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i4.85821

Abstract

Koridor Jalan Daya Nasional Kota Pontianak merupakan kawasan strategis yang berada di pusat kota dan dekat dengan Universitas Tanjungpura. Jalan ini memiliki status jalan kolektor sekunder yang berfungsi menghubungkan kawasan sekunder kedua dengan kawasan sekunder ketiga. Seiring dengan meningkatnya sekitar telah memicu pertumbuhan pedagang kaki lima yang terletak di bahu jalan sehingga dapat menyebabkan kemacetan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik PKL di koridor Jalan Daya Nasional. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan teknik pengolahan data observasi yang terbagi menjadi dua segmen jalan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 110 PKL yang terbagi menjadi dua segmen, dengan 69 pedagang di segmen pertama dan 41 pedagang di segmen kedua. PKL berlokasi di sepanjang badan jalan, tersebar secara linier mengikuti jaringan jalan, terutama di jalur sebelah kiri. PKL menerapkan pola pelayanan setengah menetap dan jenis dagangan mayoritas makanan serta minuman cepat saji. Sarana berjualan yang digunakan bervariasi, didominasi oleh gerobak, dengan ukuran yang berbeda-beda. PKL beroperasi sepanjang hari dengan waktu operasional dibagi menjadi pagi, siang, dan sore.
PENERAPAN METODE HIDROGRAF SATUAN SINTETIK UNTUK PENENTUAN DEBIT BANJIR DI DAS SEKADAU Nafira, Mutia Azmy; Nurhayati, Nurhayati; Yulianto, Eko
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 1 (2025): JeLAST Edisi Februari 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i1.90574

Abstract

Sungai yang terdapat di Kabupaten Sekadau adalah Sungai Sekadau. Daerah aliran sungai yang mempunyai luas daerah tangkapan air sebesar 264.859.577 hektar dan mempunyai pengaruh terhadap keadaan Sungai Sekadau disebut sebagai Daerah Aliran Sungai (DAS) Sekadau. Misalnya saja banjir yang merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di wilayah ini. Melalui pemanfaatan teknik Hidrograf Satuan Sintetis Snyder, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya debit banjir yang terjadi di dalam DAS Sekadau. Jika diperhatikan hasil perhitungan tersebut maka debit banjir maksimum kala ulang dua tahun adalah 274,57 m3/detik, kala ulang lima tahun adalah 365,74 m3/detik, untuk kala ulang sepuluh tahun adalah adalah 449,72 m3/detik, dan untuk periode ulang dua puluh tahun adalah 449,72 m3/detik. Setahun sama dengan 537,22 m3/detik, masa ulang 25 tahun sama dengan 587,15 m3/detik, masa ulang 50 tahun sama dengan 716,39 m3/detik, dan masa ulang 100 tahun sama dengan menjadi 872,58 m3/detik. Temuan analisis debit banjir DAS Sekadau dengan Metode Hidrograf Satuan Sintetis Snyder secara keseluruhan dapat dilihat bahwa debit maksimum (Tp) telah tercapai sebesar 16,74 jam.Kata Kunci: Banjir, Daerah Aliran Sungai, Hidrograf Satuan Sintetik Snyder
RUANG TERBUKA PUBLIK BAGI TUNANETRA BERDASARKAN STANDAR DI KOTA PONTIANAK Rikeyke, Fahmagatryane Quarylova; Wulandari, Agustiah; Hernovianty, Firsta Rekayasa
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 4 (2024): JeLAST Edisi Desember 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i4.84726

Abstract

Ruang terbuka publik sudah seharusnya dapat dinikmati seluruh masyarakat di suatu daerah sebagai bentuk pemenuhan kebutuhan masyarakat yang diberikan oleh Pemerintah setempat, termasuk kelompok tunanetra. Ruang terbuka publik atau RTP wajib menyediakan sarana penunjang seperti guiding block atau pelandaian agar masyarakat berkebutuhan khusus seperti kelompok tunanetra dapat mengakses suatu ruang terbuka publik. Terdapat 14% kelompok tunanetra tersebar di Kota Pontianak yang harus dipenuhi kebutuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana ruang terbuka publik berdasarkan standar-standar yang mempertimbangkan tunanetra. Analisis penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif terhadap observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap ruang terbuka publik dan kelompok tunanetra bagaimana aksesibilitas ruang terbuka publik yaitu taman yang tersedia di Kota Pontianak berdasarkan standar-standar yang berlaku mengenai ruang terbuka publik yang mempertimbangkan kelompok tunanetra dalam perencanaannya. Analisis dalam penelitian ditentukan berdasarkan standar-standar yang berlaku di Indonesia dan Internasional berkaitan dengan pengadaan RTP yang mempertimbangkan kelompok tunanetra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RTP yang mendekati pemenuhan standar RTP yang mempertimbangkan kelompok tunanetra adalah Taman Akcaya, Taman Digulis, Waterfront City Pontianak, dan Waterfront Bardan-Nadi Senghie.
IDENTIFIKASI TINGKAT KERENTANAN SOSIAL DAN FISIK TERHADAP ABRASI DI KECAMATAN MEMPAWAH HILIR Widyanti, Arinda Dinnia; Nurhidayati, Ely; Danial, Mochammad Meddy
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 4 (2024): JeLAST Edisi Desember 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i4.84711

Abstract

Bencana abrasi adalah fenomena pengurangan material tanah atau daratan oleh gelombang air laut atau pasang surut air laut yang sifatnya desktruktif. Kecamatan Mempawah Hilir merupakan wilayah pesisir dan satu di antara kecamatan di Kabupaten Mempawah yang pernah mengalami bencana abrasi. Bencana abrasi berkaitan dengan kerentanan yang berfokus pada keterpaparan masyarakat dan kerugian yang berpotensi dialami masyarakat akibat abrasi. Keterpaparan dan kerugian ini dapat menyebabkan perubahan terhadap pola aktivitas masyarakat sehingga diperlukan identifikasi kerentanan di Kecamatan Mempawah Hilir. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi tingkat kerentanan sosial dan fisik terhadap abrasi di Kecamatan Mempawah Hilir dengan menggunakan analisis skoring, pembobotan, dan deskriptif. Penentuan tingkat kerentanan pada penelitian ini dilakukan berdasarkan kerentanan sosial dan kerentanan fisik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Mempawah Hilir memiliki variasi tingkat kelas kerentanan yang diklasifikasikan berdasarkan tingkat kerentanan kelas rendah (Penibung, Sengkubang, dan Malikian), sedang (Tanjung, Terusan, dan Pasir), dan tinggi (Kuala Secapah dan Tengah). Adapun kerentanan terhadap bencana abrasi di Kecamatan Mempawah Hilir ini dipengaruhi oleh kerentanan sosial yang terdiri atas kepadatan penduduk dan rasio jenis kelamin perempuan, serta kerentanan fisik yang terdiri atas kondisi jaringan jalan, ketersediaan air bersih, dan pelindung pantai.
TINGKAT KEBERLANJUTAN KAWASAN PERMUKIMAN TEPI SUNGAI DI KAMPUNG BETING KOTA PONTIANAK Alkadrie, Syarifah Audiyah; Nurhidayati, Ely; Lubis, Mira Sophia
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 3 (2024): JeLAST Edisi Agustus 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i3.91386

Abstract

Pembangunan berkelanjutan (SDGs) memiliki 17 tujuan yang satu diantaranya mewujudkan kota dan permukiman yang berkelanjutan dengan target menjamin akses bagi semua terhadap perumahan yang layak, aman, terjangkau, termasuk penataan kawasan kumuh, serta akses terhadap pelayanan dasar perkotaan. Kampung Beting Kota Pontianak merupakan satu diantara kampung di Kota Pontianak yang tergolong ke dalam permukiman kumuh. Kondisi bangunan rumah saling berhimpitan hingga sarana dan prasarana pendukung tidak memadai. Secara ekonomi, masih banyak ditemukan masyarakat Kampung Beting yang tidak memiliki pekerjaan dikarenakan tidak memiliki keterampilan dan berpendidikan rendah. Penanganan terus-menerus dilakukan di Kampung Beting dengan berbagai program dari pemerintah seperti bansos, bedah WC, Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU), Program Keluarga Harapan (PKH) dan lain sebagainya. Akan tetapi, dengan program dan bantuan tersebut Kampung Beting tidak memberikan perubahan sesuai yang diharapakan.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis status keberlanjutan kawasan Perumahan Tepi Sungai di Kampung Beting Kota Pontianak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data kuesioner yang memiliki nilai buruk (0), sedang (1), baik (2), observasi, dan wawancara. Hasil dari penelitian menunujkkan masih terdapat beberapa variabel berkelanjutan yang belum berjalan dengan optimal di Kampung Beting Kota Pontianak seperti jalan yang kurang layak dan aman, tidak adanya distribusi PERUMDA Air Minum Tirta Khatulistiwa, minimnya tingkat pengetahuan dan keterampilan dalam usaha, pembinaan terhadap lembaga lokal, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, perlunya pembangunan yang menyiapkan perbaikan pada aspek-aspek keberlanjutan seperti sosial, ekonomi, lingkungan, dan pembangunan hukum dan tata kelola agar permukiman Kampung Beting di Kota Pontianak dapat menjadi pembangunan berkelanjutan.
ANALISIS KERENTANAN BENCANA KEBAKARAN PERMUKIMAN DI KECAMATAN PONTIANAK BARAT Haq, Haris Muhammad; Lubis, Mira Sophia; Septianti, Anthy
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 3 (2024): JeLAST Edisi Agustus 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i3.91140

Abstract

Kebakaran merupakan situasi dimana bangunan pada suatu tempat seperti rumah/pemukiman, pabrik, pasar, gedung dan lain-lain dilanda api yang menimbulkan korban dan/atau kerugian. Kecamatan Pontianak Barat merupakan kecamatan yang memiliki kondisi fisik yang dapat berpotensi terhadap kerentanan kebakaran, selain itu Kecamatan Pontianak Barat merupakan kecamatan dengan kepadatan penduduk tertinggi di Kota Pontianak yang memiliki potensi kerentanan sosial terhadap kebakaran. Adapun tujuan penelitian ini yaitu mengetahui kerentanan bencana kebakaran permukiman di Kecamatan Pontianak Barat menggunakan metode analisis deskriptif dan menggunakan teknik analisis skoring dan pembobotan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kelurahan Sungai Jawi Luar merupakan kelurahan dengan tingkat kerentanan tinggi, Kelurahan Sungai Jawi Luar dan Sungai Beliung merupakan kelurahan dengan tingkat kerentanan sedang, dan Kelurahan Pal Lima merupakan kelurahan dengan tingkat kerentanan rendah.
IDENTIFIKASI GAMBARAN UMUM WATERFRONT SINTANG SEBAGAI RUANG TERBUKA PUBLIK DI KABUPATEN SINTANG Maulidya, Rauufi; Wulandari, Agustiah; Nurhidayati, Ely
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 3 (2024): JeLAST Edisi Agustus 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i3.82765

Abstract

Waterfront Sintang merupakan ruang terbuka publik yang menampung berbagai aktivitas sosial budaya, perdagangan dan jasa serta pemerintahan. Waterfront Sintang ini juga dimanfaatkan untuk tempat rekreasi, jalur olahraga/jogging, tempat berkumpul (meeting point), serta area perdagangan dan jasa. Terdapat beberapa permasalahan pada ruang terbuka publik tersebut yaitu menurunnya jumlah pengunjung, kemudian banyaknya sampah yang berserakan, tempat-tempat sampah yang sudah rusak, kemudian keberadaan vegetasi di lokasi tersebut tidak mampu meredam kebisingan dan radiasi matahari, selain itu keamanan di lokasi tersebut masih kurang, karena tidak adanya pembatas yang memisahkan jarak antara waterfront dengan badan jalan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan gambaran umum Waterfront Sintang sebagai ruang terbuka publik di Kabupaten Sintang. Pada penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif, yaitu teknik analisis yang mengumpulkan data-data dan menjelaskan dengan penggambaran dengan kata-kata secara jelas dan terperinci.   Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah Waterfront Sintang memiliki fungsi sosial budaya sebagai tempat aktivitas masyarakat, mempunyai bentuk ruang memanjang dengan tipe dan golongan merupakan ruang keras (hard space) karena terdiri dari material keras buatan dan memiliki berbagai fasilitas seperti bangku duduk, penerangan, tempat sampah, papan informasi serta tanaman. Aksesibilitas internal merupakan pedestrian sedangkan aksesibilitas eksternal berupa jaringan jalan menuju lokasi Waterfront Sintang yaitu melewati jalan MT. Haryono.
ANALISIS KARAKTERISTIK DAN KEBUTUHAN RUANG PARKIR DI PASAR SEBUKIT RAMA KECAMATAN MEMPAWAH HILIR KABUPATEN MEMPAWAH Saputra, Fiqri; Sumiyattinah, Sumiyattinah; Azwansyah, Heri
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 1 (2025): JeLAST Edisi Februari 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i1.90702

Abstract

Kecamatan Mempawah Hilir merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Mempawah yang memiliki letak cukup strategis karena berdirinya berbagai kantor pemerintahan Kabupaten Mempawah, sekolah, RSUD, serta adanya daerah padat penduduk, membuat Kecamatan Mempawah Hilir menjadi salah satu daerah yang sangat berpotensi di bidang perdagangan. Sering kali ketika jam sibuk di pasar Sebukit Rama pengaturan parkir disana belum tertata dengan maksimal. tidak adanya marka parkir serta adanya bangunan liar di area parkir ada beberapa titik membuat perparkiran di pasar ini menjadi berantakan cenderung terlalu menumpuk di satu titik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan dan kapasitas ruang parkir dengan melakukan pencatatan nomor pelat kendaraan yang kemudian dianalisis untuk mendapatkan karakteristik parkir. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan melakukan analisis data secara matematis dan pada proses analisis data menggunakan Pedoman Perencanaan dan Pengoperasian Fasilitas Parkir oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Tahun 1998.Setelah dilakukan analisis data didapatkan akumulasi parkir tetinggi dalam 30 menit untuk roda dua sebesar 217 kendaraan dengan volume parkir tertinggi sebesar 2768 kendaraan, durasi kendaraan yang parkir 15-29 menit, indeks parkir tertinggi sebesar 89%, tingkat pergantian parkir (parking turnover) tertinggi sebesar 11,30 dan jumlah parkir yang tersedia 245 petak parkir. Untuk akumulasi parkir tetinggi dalam 30 menit untuk roda empat sebesar 15 kendaraan dengan volume parkir sebesar 134 kendaraan, durasi kendaraan yang parkir 15-29 menit, indeks parkir tertinggi sebesar 88%, tingkat pergantian parkir (parking turnover) tertinggi sebesar 7,88 dan jumlah parkir yang tersedia 17 petak parkir. Kebutuhan jumlah petak parkir kendaraan roda dua sebesar 217 sedangkan jumlah petak parkir tersedia 245, maka petak parkir yang disediakan Pasar Sebukit Rama Sudah memenuhi kebutuhan parkir kendaraan roda dua. Kebutuhan jumlah petak parkir kendaraan roda empat sebesar 15 sedangkan jumlah petak parkir tersedia 17, maka petak parkir yang disediakan Pasar Sebukit Rama Sudah memenuhi kebutuhan parkir kendaraan roda empat.
ANALISIS KINERJA OPERASIONAL BONGKAR MUAT PETI KEMAS PADA PELABUHAN DWIKORA PONTIANAK Kurniawan, Ardian; Widodo, Slamet; Azwansyah, Heri
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 1 (2025): JeLAST Edisi Februari 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i1.90472

Abstract

Pelabuhan Dwikora Pontianak, sebagai pelabuhan utama di Kalimantan Barat, memiliki peran strategis dalammendukung perekonomian daerah. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas operasional kegiatan bongkar muatdengan data dari PT. IPC Terminal Peti Kemas Pontianak periode 2019"“2023. Analisis meliputi produktivitasbongkar muat, arus kapal, serta pemanfaatan fasilitas dermaga dan peralatan pendukung menggunakan MicrosoftExcel. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pemanfaatan fasilitas dermaga, diukur melalui BOR dan YOR, rata￾rata di bawah 55%, sesuai standar perencanaan pelabuhan. Kinerja bongkar muat melampaui standar pelayanansebesar 25%, menunjukkan operasional yang efisien. Proyeksi arus kapal dan peti kemas menggunakan metoderegresi linear dan polynomial mengindikasikan bahwa dalam sepuluh tahun mendatang, jumlah kapal akanmenurun menjadi 190 unit per tahun, sedangkan arus peti kemas meningkat hingga 79.905 TEU"™s per tahun.Meskipun kapasitas dermaga dan lapangan penumpukan saat ini mencukupi, disarankan adanya perpanjangandermaga dan perluasan area penumpukan untuk mendukung kinerja operasional di masa mendatang.Kata Kunci: Analisis Regresi, Bongkar Muat, Evaluasi Kinerja, Pelabuhan Dwikora Pontianak, Peti Kemas
PENILAIAN KUALITAS, KUANTITAS, DAN KONTINUITAS PEMANENAN AIR HUJAN DI PERMUKIMAN TEPIAN SUNGAI KAPUAS KELURAHAN BENUA MELAYU LAUT Gionita, Putri Fara; Nurhidayati, Ely; Herawati, Henny
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 3 (2024): JeLAST Edisi Agustus 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i3.84705

Abstract

Air bersih didefinisikan sebagai air yang layak untuk dikonsumsi manusia dan memenuhi semua standar lokal, negara bagian, dan federal untuk air minum. Air hujan yang dikumpulkan melalui pemanenan air hujan (PAH) merupakan cara yang praktis dan mudah untuk mendapatkan air bersih. Kelurahan Benua Melayu Laut telah menerapkan sistem pemanenan air hujan skala individual untuk memenuhi kebutuhan air bersih selain dari sumber air sungai dan air PDAM. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kualitas, kuantitas, dan kontinuitas pemanenan air hujan sesuai syarat penyediaan air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan pasokan air bersih, penelitian ini akan mengevaluasi pemanenan air hujan dari segi kuantitas, kualitas, dan kontinuitas. Dalam rangka menghimpun data, sebanyak 99 responden di Kelurahan Benua Melayu Laut diberi kuisioner untuk diisi. Analisis penilaian dengan konsep skala likert adalah metode yang digunakan. Menurut hasil, kualitas air hujan adalah 951 poin, kuantitasnya 1.144 poin, dan kontinuitasnya 813 poin, yang semuanya dianggap baik. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa sistem pemanenan air hujan di Kelurahan Benua Melayu Laut memenuhi syarat penyedian air bersih dari segi kualitas, kuantitas, dan kontinuitasnya.Kata Kunci: Pemanenan air hujan, Permukiman, Syarat penyediaan air bersih, Tepian sungai

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 1 (2026): JeLAST Edisi Februari 2026 Vol 12, No 4 (2025): JeLAST Edisi Desember 2025 Vol 12, No 3 (2025): JeLAST Edisi Agustus 2025 Vol 12, No 2 (2025): JeLAST Edisi Juni 2025 Vol 12, No 1 (2025): JeLAST Edisi Februari 2025 Vol 11, No 4 (2024): JeLAST Edisi Desember 2024 Vol 11, No 3 (2024): JeLAST Edisi Agustus 2024 Vol 11, No 2 (2024): JeLAST Edisi Juni 2024 Vol 11, No 1 (2024): JeLAST Edisi Februari 2024 Vol 10, No 4 (2023): JeLAST Edisi Desember 2023 Vol 10, No 3 (2023): JeLAST Edisi Agustus 2023 Vol 10, No 2 (2023): JeLAST Edisi Juni 2023 Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023 Vol 9, No 4 (2022): JeLAST Desember 2022 Vol 9, No 3 (2022): JELAST EDISI AGUSTUS 2022 Vol 9, No 2 (2022): JeLAST EDISI JUNI 2022 Vol 9, No 1 (2022): JeLAST EDIS FEBRUARI 2022 Vol 8, No 3 (2021): JeLAST EDISI DESEMBER 2021 Vol 8, No 2 (2021): JeLAST Juni 2021 Vol 8, No 1 (2021): JeLast Edisi Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2020 Vol 7, No 2 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2020 Vol 7, No 1 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2020 Vol 6, No 3 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019 Vol 6, No 2 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019 Vol 6, No 1 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2019 Vol 5, No 3 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2018 Vol 5, No 2 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018 Vol 5, No 1 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2018 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2017 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017 Vol 3, No 3 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2016 Vol 2, No 2 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2016 Vol 1, No 1 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI FEBRUARI 2016 Vol 2, No 2 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI JUNI 2015 Vol 3 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI DESEMBER 2015 Vol 1, No 1 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN Vol 3, No 2 (2014): VOL 3 NO 2 DESEMBER 2014 Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Edisi Februari 2014 Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil UNTAN Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Untan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Untan More Issue