cover
Contact Name
E Sutandar
Contact Email
Erwin_sutandar@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
fanypuspabella@student.untan.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik, Universitas Tanjungpura Jl. Prof. Dr. H. Hadari Nawawi, Pontianak, 78124, Kalimantan Barat, Indonesia. E-mail: jmts@teknik.untan.ac.id
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang
ISSN : -     EISSN : -     DOI : https://dx.doi.org/10.26418/jelast.v9i1.53691
Core Subject : Engineering,
Pesatnya perkembangan di dunia pendidikan mengakibatkan peningkatan kebutuhan terhadap bangunan tinggi sebagai sarana dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Bersumber pada Standar Nasional Indonesia (SNI 1726-2019) mengenai Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung, Kota Pontianak termasuk ke dalam daerah dengan gempa ringan. Setiap perancangan bangunan di Kota Pontianak saat ini harus memperhitungkan parameter gaya gempa. Sehingga dilakukan perhitungan struktur gedung 7 lantai Sekolah Santu Petrus untuk mendapatkan dimensi komponen struktur yang tahan terhadap beban gempa. Perancangan gedung ini merupakan struktur beton bertulang dengan Sistem Rangka Pemikul Momen dan dimodelkan dengan bantuan program analisis struktur. Struktur dianalisis terhadap beban yang bekerja pada gedung tersebut. Pada analisis pengaruh gempa, gedung ini termasuk kategori desain seismik KDS D, maka dalam analisisnya akan mengikuti persyaratan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Hasil kontrol perilaku struktur terdapat ketidakberaturan struktur tipe 2 dan 3 serta ketidakberaturan vertikal struktur tipe 2. Dimensi struktur pelat lantai setebal 100 mm, balok induk 300/600 mm dan 450/800 mm, balok anak 300/600 mm dan 200/400 mm, serta kolom persegi 700/700 mm dan kolom bundar diameter 700 mm. Fondasi yang digunakan adalah fondasi dalam tiang pancang karena sesuai dengan kondisi tanah di Kota Pontianak.
Arjuna Subject : -
Articles 1,475 Documents
ANALISIS KELAS BAHAYA EROSI DI WILAYAH SUB-DAS SEPAUK Katarina, Katarina; Nurhayati, Nurhayati; Akbar, Aji Ali
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 1 (2024): JeLAST Edisi Februari 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i1.92403

Abstract

Aktivitas eksploitasi intensif terhadap sumberdaya alam di wilayah Sub-DAS Sepauk telah mengakibatkan penurunan kualitas lingkungan terutama dalam bentuk fenomena erosi tanah. Studi ini mengevaluasi pola penggunaan lahan dan konsekuensi dari proses erosi. Analisis spasial pola penggunaan lahan menerapkan teknologi Sistem Informasi Geografis. Perhitungan kuantitatif erosi menggunakan metode USLE dengan memanfaatkan data dari peta kemiringan lereng, karakteristik jenis tanah, dan kondisi tutupan lahan di Sub-DAS Sepauk Tahun 2017. Hasil penelitian mengindikasikan komposisi penggunaan lahan Sub-DAS Sepauk Tahun 2017 mencakup area semak belukar (78,6%), zona hutan lahan kering primer (8,0%), kawasan hutan lahan kering sekunder (7,3%), area perkebunan (2,5%), zona pemukiman (1,2%), lahan terbuka (1,2%), lokasi pertambangan (0,6%), serta kawasan pertanian lahan kering campur (0,2%). Besaran erosi di Sub-DAS Sepauk untuk Tahun 2017 telah melampaui ambang toleransi maksimum dengan nilai mencapai 77.256,8 ton/ha/tahun. Mengacu pada kategorisasi Kelas Bahaya Erosi (KBE), distribusi area Sub-DAS Sepauk Tahun 2017 terdiri dari kategori sangat ringan dengan luas 15.313,6 Ha (13%), kategori ringan 38.166,8 Ha (31%), kategori sedang 5.633,6 Ha (5%), kategori berat 37.236,4 Ha (31%), dan kategori sangat berat 25.387,9 Ha (21%).
POLA PENGGUNAAN RUANG KAWASAN TEPIAN SUNGAI KAPUAS DI KOTA PONTIANAK Aminullah, Gustijan; Nurhidayati, Ely; Wulandari, Agustiah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 1 (2024): JeLAST Edisi Februari 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i1.82835

Abstract

Keadaan Kota Pontianak yang dibelah oleh Sungai Kapuas dan Sungai Landak perlu dimanfaatkan sebagai aset pembangunan yang mengedepankan keunikan daerah. Tata guna lahan di kawasan bantaran sungai cenderung tersebar, bangunan-bangunan tersebar secara acak sehingga berdampak pada penurunan kualitas aliran air. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pola pemanfaatan ruang pada kawasan Tepian Sungai Kapuas di Kota Pontianak ditinjau dari pemanfaatan kawasan Tepian Sungai Kapuas. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan kualitatif. Hasil penelitian adalah penggunaan lahan terdiri dari 4 (empat) penggunaan lahan, yaitu penggunaan lahan permukiman, penggunaan lahan perdagangan dan jasa, penggunaan lahan perkantoran, penggunaan lahan industri, dengan penggunaan lahan permukiman sebanyak 7.827 bangunan, penggunaan lahan perdagangan dan jasa sebanyak 1.576 bangunan, penggunaan lahan industri sebanyak 580 bangunan, dan penggunaan lahan perkantoran sebanyak 89 bangunan.
ANALISIS KEBUTUHAN FASILITAS SOSIAL DI KECAMATAN SUNGAI RAYA BERDASARKAN TIPOLOGI WILAYAH Saragih, Fikri Harits Dien; Pratiwi, Nana Novita; Hernovianty, Firsta Rekayasa
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 1 (2025): JeLAST Edisi Februari 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i1.88632

Abstract

Kecamatan Sungai Raya ditetapkan sebagai Pusat Kegiatan Nasional (PKN) dan termasuk pada Kawasan Metropolitan Pontianak (KMP) yang berhubungan langsung dengan Kota Pontianak. Dengan potensi lokasi dan fungsi yang strategis, Kecamatan Sungai Raya memiliki tarikan yang besar bagi penduduk perkotaan untuk bermukim pada wilayah ini. Dengan kondisi tersebut, menyebabkan Kecamatan Sungai Raya membutuhkan fasilitas sosial yang dapat mendukung seluruh kegiatan masyarakat dalam pemenuhan pendidikan dan kesehatan. Karakteristik wilayah dapat dilihat dari tipologi wilayah karena pengelompokkan tipologi wilayah berdasarkan karakteristik perkembangan wilayah dapat mempermudah dalam penyusunan rencana wilayah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis   kebutuhan masyarakat Kecamatan Sungai Raya terhadap fasilitas sosial di Kecamatan Sungai Raya berdasarkan tipologi wilayah. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan mengacu pada Keputusan Menteri Kimpraswil 534/KPTS/M/2001 dan SNI 1733-03-2004. Fasilitas sosial yang dikaji ialah fasilitas pendidikan dan kesehatan. Hasil penelitian menemukan bahwa fasilitas pendidikan masih kurang pada jenjang Sekolah Menengah Umum/sederajat (SMU) sebanyak 2 unit, sedangkan fasilitas kesehatan sudah memenuhi standar bahkan berlebih. Puskesmas berlebih 2 unit dan Rumah Sakit berlebih 1 unit dibandingkan dengan standar kebutuhan perkotaan. Sehingga, perlu adanya peningkatan jumlah unit fasilitas pendidikan yang kurang dalam menunjang layanan fasilitas sosial di Kecamatan Sungai Raya.Kata Kunci: fasilitas sosial, Kecamatan Sungai Raya, layanan fasilitas.
PENYUSUNAN KONSEP STRATEGI PENGENDALIAN BANJIR TERPADU KABUPATEN KAPUAS HULU Susanto, Nugroho Adji; Soeryamassoeka, Stefanus Barlian; Nirmala, Azwa
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 1 (2025): JeLAST Edisi Februari 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i1.92913

Abstract

Kabupaten Kapuas Hulu yang ada di Kalimantan Barat merupakan wilayah hulu DAS Kapuas yang rawan banjir akibat topografi dan sistem sungai yang kompleks, meskipun memiliki potensi alam besar. Penelitian ini bertujuan menyusun strategi penanggulangan banjir yang tepat melalui beberapa tahapan analisis. Pertama, dilakukan identifikasi isu-isu strategis terkait banjir, kemudian dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) pada 14 November 2023 bersama stakeholder terkait. Hasil FGD dianalisis menggunakan metode SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Analisis IFAS dan EFAS digunakan untuk menilai pengaruh faktor internal dan eksternal dalam menentukan strategi pengendalian banjir. Selanjutnya, dilakukan analisis QSPM guna menentukan strategi prioritas. Berdasarkan hasil QSPM, strategi prioritas tertinggi adalah revitalisasi saluran atau drainase dengan bobot 0,112 dan skor TAS 2,890. Strategi yang dipilih secara umum adalah strategi W-T , yaitu meminimalkan kelemahan untuk menghindari ancaman banjir. Tahapan implementasi strategi ditentukan melalui analisis SFAS, yaitu jangka pendek (penanganan cepat), menengah (penguatan kapasitas), dan panjang (revitalisasi sistem dan restorasi lingkungan). Strategi ini diharapkan mampu mengurangi risiko banjir secara terpadu dan berkelanjutan di Kapuas Hulu. Kata Kunci: analisis swot, banjir, penanggulangan, strategi.
ANALISIS KESELAMATAN JALAN TRANS KALIMANTAN KM 20 - 30, KABUPATEN KUBU RAYA Putra Dwi Melyano, Deni; Mayuni, Siti; Sumiyattinah, Sumiyattinah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 1 (2025): JeLAST Edisi Februari 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i1.91688

Abstract

Kecelakaan lalu lintas menjadi permasalahan utama di Jalan Trans Kalimantan KM 20-30, Kabupaten Kubu Raya, sebagai jalur mobilisasi antar kabupaten di Kalimantan Barat. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi keselamatan jalan dengan mengidentifikasi karakteristik kecelakaan, menentukan lokasi rawan, serta menilai kesesuaian infrastruktur terhadap standar teknis. Data sekunder dari Polres Kubu Raya dan Polresta Pontianak periode 2019-2023 dianalisis menggunakan metode Equivalent Property Damage Only (EPDO) dan Equivalent Accident Number (EAN) untuk menilai tingkat keparahan kecelakaan. Survei lapangan dilakukan untuk inspeksi geometrik jalan, analisis kerusakan perkerasan, serta evaluasi fasilitas jalan seperti rambu, marka, dan penerangan. Hasil penelitian menunjukkan kecelakaan sering terjadi pada pagi hari (06.00-12.00), dengan sepeda motor sebagai kendaraan paling banyak terlibat dan tabrakan depan-depan sebagai jenis dominan. Luka ringan menjadi tingkat keparahan tertinggi. Segmen 2 dan 7 teridentifikasi sebagai lokasi rawan kecelakaan (black spot), dengan bobot risiko tertinggi berdasarkan metode EAN (75) dan EPDO (398,5). Rekomendasi perbaikan meliputi pemasangan rambu peringatan di titik black spot, zebra cross di kawasan sekolah, peningkatan visibilitas tikungan dengan marka jalan dan rambu, serta pemasangan lampu peringatan di Segmen 1 dan 2. Selain itu, pemangkasan pohon perindang jalan disarankan untuk meningkatkan visibilitas dan mengurangi risiko kecelakaan.KATA KUNCI : Keselamatan lalu lintas, Titik Rawan Kecelakaan, Evaluasi Infrastruktur jalan
EVALUASI TINGKAT KESELAMATAN LALU LINTAS UNTUK MENURUNKAN POTENSI TERJADINYA KECELAKAAN (STUDI KASUS : JALAN KHATULISTIWA, PONTIANAK) Nugroho, Muhammad Fadil; Azwansyah, Heri; Sumiyattinah, Sumiyattinah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 1 (2025): JeLAST Edisi Februari 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i1.94195

Abstract

Jalan Khatulistiwa located in North Pontianak District, Pontianak City, West Kalimantan is a national road with a length of 6.82 km based on the Decree of the Minister of PUPR in 2023. To evaluate the level of road safety, it is necessary to analyze to find the accident-prone points (Black Spot) using accident data for 2018-2023 obtained from the Pontianak City Police Traffic Unit as secondary data. Black Spot analysis uses the Z-Score method. The results of the Z-Score analysis, namely segment 1 (Z = 2.499) is included in the criteria for very high accident prone, segment 2 (Z = 1.154), segment 4 (Z = 1.154), segment 9 (Z = 1.154), segment 10 (Z = 1.154), segment 11 (Z = 1.154) is included in the medium accident prone. Segment 3 (Z=0.818) is categorized as low accident-prone. Segment 16 (Z=0.482) and segment 19 (Z=0.146) are categorized as very low accident-prone, while the other segments are categorized as not accident-prone. The degree of saturation (DJ) of the black spot location is 0.843. In addition, the speed of vehicles at the Black Spot location is not the cause of the accident. Road conditions are considered well-maintained, but there are potholes and cracks at several points. Complementary road facilities need to be repaired, such as warning lights that are not functioning, damaged bridge guardrails, and additional signs at certain points. Keywords : Safety Evaluation, Z-Score, Road Condition
ANALISIS RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK DI KAWASAN PERMUKIMAN PERKOTAAN KOTA PONTIANAK (STUDI KASUS: PERUMNAS III, KELURAHAN TANJUNG HULU, KECAMATAN PONTIANAK TIMUR) Sarinda, Paskalina Yolischa; Wulandari, Agustiah; Fitriani, Meta Indah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 1 (2025): JeLAST Edisi Februari 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i1.87772

Abstract

Urbanisasi menyebabkan peningkatan populasi daerah perkotaan yang berdampak pada kebutuhan lahan permukiman yang tinggi serta menurunnya ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di perkotaan. Penurunan kualitas lingkungan perkotaan terlihat pada minimnya RTH Publik untuk memenuhi kebutuhan ekologis dan sosial masyarakat. Salah satu kawasan yang mengalami permasalahan serupa adalah kawasan permukiman perkotaan PERUMNAS III, Kelurahan Tanjung Hulu, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak yang memiliki luas 33.99 ha dan luas RTH Publik sebesar 0,96 ha. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis RTH Publik di kawasan permukiman perkotaan PERUMNAS III berdasarkan luas minimal, radius pelayanan, proporsi tutupan hijau dan proporsi tutupan non hijau, luas jalur hijau, dan lebar jalur hijau pada taman kecamatan, taman kelurahan, taman taman RW, taman RT, dan jalur hijau median jalan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan membandingkan perhitungan yang tercantum pada Permen ATR/BPN No. 14 Tahun 2022. Hasil penelitian menunjukkan hanya tipologi taman RT dan jalur hijau median jalan yang sudah memenuhi kriteria luas, radius pelayanan, serta proporsi tutupan hijau dan tutupan non hijau. Oleh karena itu, diperlukannya penambahan area hijau dan optimalisasi fungsi RTH Publik.
IDENTIFIKASI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA PANTAI GRATIS KECAMATAN SINGKAWANG SELATAN KOTA SINGKAWANG Muarif, Nasrul; Fitriani, Meta Indah; Chairunnisa, Chairunnisa
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 1 (2025): JeLAST Edisi Februari 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i1.93604

Abstract

Kota Singkawang telah menjadi tujuan wisata nasional dan Pantai Gratis sebagai salah satu objek wisata baru di Provinsi Kalimantan Barat, yang berpotensi dapat dikembangkan seperti atraksi yang dimiliki. Permasalahan Pantai Gratis seperti area parkir yang belum tertata, amenitas seperti fasilitas peribadatan, warung makanan, gazebo, papan informasi, fasilitas keamanan, tempat sampah, dan toilet yang belum lengkap dan memadai. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi pengembangan Pantai Gratis Kecamatan Singkawang Selatan Kota Singkawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif yang digunakan untuk menjelaskan kondisi eksisting Pantai Gratis. Hasil dari penelitian ini teridentifikasinya atraksi, aksesibilitas, dan amenitas yang belum optimal. Atraksi Pantai Gratis kurang fasilitas pendukung guna menunjang aktivitas wisata, kondisi aksesibilitas menuju Pantai Gratis belum optimal secara keseluruhan dan area parkir belum tertata rapi. Amenitas seperti fasilitas peribadatan, kemanan, kebersihan, dan informasi masih belum optimal dan perlu peningkatan.
ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP ZONA NILAI TANAH KECAMATAN SUNGAI RAYA Fikar Khadafi, Muhammad; Nurhidayati, Ely; Wulandari, Agustiah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 1 (2025): JeLAST Edisi Februari 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i1.82313

Abstract

Perubahan penggunaan lahan melibatkan peralihan dari satu jenis penggunaan lahan ke jenis lainnya atau modifikasi fungsi lahan dalam periode waktu tertentu. Perubahan dapat dipicu oleh pertumbuhan populasi dan meningkatnya kebutuhan infrastruktur, yang sering menyebabkan ketidaksesuaian antara penggunaan aktual dan rencana tata ruang. Dampak utamanya adalah konversi lahan non-terbangun menjadi lahan terbangun, yang meningkatkan permintaan dan harga tanah. Kecamatan Sungai Raya di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, telah mengalami transformasi ekonomi dari sektor agraris ke non-agraris dalam lima tahun terakhir. Analisis perubahan penggunaan lahan dari 2018 hingga 2022 menunjukkan dampaknya terhadap zona nilai tanah (ZNT). Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengaruh perubahan penggunaan lahan terhadap zona nilai tanah. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif, menganalisis data numerik terkait luas dan besaran penggunaan lahan. Perubahan penggunaan lahan dihitung berdasarkan persentase penggunaan lahan pada tahun 2018, 2020, dan 2022, kemudian dianalisis perubahan ZNT pada tahun yang sama. Perubahan penggunaan lahan di Kecamatan Sungai Raya secara langsung mempengaruhi kenaikan harga tanah. Peningkatan pembangunan dan jumlah penduduk mendorong permintaan lahan yang lebih tinggi, menyebabkan harga tanah yang mahal dan mempengaruhi pemanfaatan lahan di wilayah tersebut. Pada tahun 2018, lahan didominasi oleh perkebunan, hutan, dan permukiman, dengan harga tanah tertinggi di Kelurahan Sungai Raya mencapai Rp. 6.500.000 per meter persegi. Pertumbuhan penduduk dan aktivitas masyarakat yang meningkat menyebabkan permintaan dan harga tanah naik.
ANALISIS KETIDAKSESUAIAN PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP RTRW KABUPATEN MELAWI TAHUN 2016-2036 (STUDI KASUS: KECAMATAN TANAH PINOH) Rakonda, Vivo Toras; Pratiwi, Nana Novita; Wulandari, Agustiah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 1 (2025): JeLAST Edisi Februari 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i1.88603

Abstract

Kecamatan Tanah Pinoh, Kabupaten Melawi ditetapkan sebagai pusat kegiatan lokal dan wilayah agropolitan sesuai misi kabupaten. Perkembangan aktivitas manusia dan kebutuhan ekonomi menyebabkan perubahan penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan RTRW Kabupaten Melawi Tahun 2016-2036. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketidaksesuaian penggunaan lahan di Kecamatan Tanah Pinoh pada tahun 2024 dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Melawi Tahun 2016-2036. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan data utama berupa hasil observasi dan dokumentasi, serta data tambahan berupa file SHP Rencana Pola Ruang. Proses analisis meliputi identifikasi penggunaan lahan melalui teknik digitasi on-screen yang kemudian dilanjutkan dengan analisis spasial menggunakan metode overlay. Hasil penelitian menunjukkan ketidaksesuaian penggunaan lahan sebesar 2.060,00 Ha (5,51% dari total luas kecamatan), dengan kontribusi terbesar dari lahan perkebunan (1.399,72 Ha atau 3,74%), pertambangan (581,76 Ha atau 1,56%), tegalan/ladang (75,42 Ha atau 0,20%), dan lahan terbangun (3,08 Ha atau 0,01%). Hasil ini menunjukkan perlunya revisi dokumen RTRW Kabupaten Melawi dengan acuan data yang akurat untuk mengoptimalkan pengendalian pemanfaatan ruang melalui regulasi yang tepat. Kata Kunci: Kecamatan Tanah Pinoh, ketidaksesuaian penggunaan lahan, RTRW

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 1 (2026): JeLAST Edisi Februari 2026 Vol 12, No 4 (2025): JeLAST Edisi Desember 2025 Vol 12, No 3 (2025): JeLAST Edisi Agustus 2025 Vol 12, No 2 (2025): JeLAST Edisi Juni 2025 Vol 12, No 1 (2025): JeLAST Edisi Februari 2025 Vol 11, No 4 (2024): JeLAST Edisi Desember 2024 Vol 11, No 3 (2024): JeLAST Edisi Agustus 2024 Vol 11, No 2 (2024): JeLAST Edisi Juni 2024 Vol 11, No 1 (2024): JeLAST Edisi Februari 2024 Vol 10, No 4 (2023): JeLAST Edisi Desember 2023 Vol 10, No 3 (2023): JeLAST Edisi Agustus 2023 Vol 10, No 2 (2023): JeLAST Edisi Juni 2023 Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023 Vol 9, No 4 (2022): JeLAST Desember 2022 Vol 9, No 3 (2022): JELAST EDISI AGUSTUS 2022 Vol 9, No 2 (2022): JeLAST EDISI JUNI 2022 Vol 9, No 1 (2022): JeLAST EDIS FEBRUARI 2022 Vol 8, No 3 (2021): JeLAST EDISI DESEMBER 2021 Vol 8, No 2 (2021): JeLAST Juni 2021 Vol 8, No 1 (2021): JeLast Edisi Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2020 Vol 7, No 2 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2020 Vol 7, No 1 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2020 Vol 6, No 3 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019 Vol 6, No 2 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019 Vol 6, No 1 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2019 Vol 5, No 3 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2018 Vol 5, No 2 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018 Vol 5, No 1 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2018 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2017 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017 Vol 3, No 3 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2016 Vol 2, No 2 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2016 Vol 1, No 1 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI FEBRUARI 2016 Vol 2, No 2 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI JUNI 2015 Vol 3 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI DESEMBER 2015 Vol 1, No 1 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN Vol 3, No 2 (2014): VOL 3 NO 2 DESEMBER 2014 Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Edisi Februari 2014 Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil UNTAN Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Untan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Untan More Issue