cover
Contact Name
E Sutandar
Contact Email
Erwin_sutandar@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
fanypuspabella@student.untan.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik, Universitas Tanjungpura Jl. Prof. Dr. H. Hadari Nawawi, Pontianak, 78124, Kalimantan Barat, Indonesia. E-mail: jmts@teknik.untan.ac.id
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang
ISSN : -     EISSN : -     DOI : https://dx.doi.org/10.26418/jelast.v9i1.53691
Core Subject : Engineering,
Pesatnya perkembangan di dunia pendidikan mengakibatkan peningkatan kebutuhan terhadap bangunan tinggi sebagai sarana dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Bersumber pada Standar Nasional Indonesia (SNI 1726-2019) mengenai Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung, Kota Pontianak termasuk ke dalam daerah dengan gempa ringan. Setiap perancangan bangunan di Kota Pontianak saat ini harus memperhitungkan parameter gaya gempa. Sehingga dilakukan perhitungan struktur gedung 7 lantai Sekolah Santu Petrus untuk mendapatkan dimensi komponen struktur yang tahan terhadap beban gempa. Perancangan gedung ini merupakan struktur beton bertulang dengan Sistem Rangka Pemikul Momen dan dimodelkan dengan bantuan program analisis struktur. Struktur dianalisis terhadap beban yang bekerja pada gedung tersebut. Pada analisis pengaruh gempa, gedung ini termasuk kategori desain seismik KDS D, maka dalam analisisnya akan mengikuti persyaratan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Hasil kontrol perilaku struktur terdapat ketidakberaturan struktur tipe 2 dan 3 serta ketidakberaturan vertikal struktur tipe 2. Dimensi struktur pelat lantai setebal 100 mm, balok induk 300/600 mm dan 450/800 mm, balok anak 300/600 mm dan 200/400 mm, serta kolom persegi 700/700 mm dan kolom bundar diameter 700 mm. Fondasi yang digunakan adalah fondasi dalam tiang pancang karena sesuai dengan kondisi tanah di Kota Pontianak.
Arjuna Subject : -
Articles 1,475 Documents
POTENSI DESA WISATA SUNGAI DERAS, KABUPATEN KUBU RAYA BERBASIS KOMPONEN 4A DALAM PERENCANAAN PARIWISATA BERKELANJUTAN Nurfatikhah, Aulia; Fitriani, Meta Indah; Chairunnisa, Chairunnisa
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 4 (2024): JeLAST Edisi Desember 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i4.91199

Abstract

Desa Wisata Sungai Deras terletak di Kecamatan Teluk Pakedai, Kabupaten Kubu Raya. Desa Wisata Sungai Deras memiliki lima destinasi wisata, yaitu Saung Sunda, Bukit Bendera, Air Terjun Mandiri, Saung Nila, dan Wisata Alam Indah Lestari. Potensi wisata yang terdapat di Desa Wisata Sungai Deras meliputi panorama alam, produk olahan ikan air tawar, dan kehidupan masyarakat lokal Sunda. Namun, kawasan ini mengalami berbagai permasalahan, seperti kondisi aksesibilitas yang kurang baik, terdapat beberapa destinasi wisata yang belum memenuhi fasilitas penunjang, dan terdapat beberapa destinasi wisata yang sudah tidak beroperasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik Desa Wisata Sungai Deras. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Wisata Sungai Deras memiliki karakteristik desa wisata berbasis kearifan lokal masyarakat Sunda, baik itu konsep pengembangan maupun produk wisata yang ditawarkan memiliki ciri khas masyarakat lokal Sunda. Penelitian ini memberikan dasar bagi pengelola dan pihak terkait untuk merumuskan langkah-langkah perbaikan yang diperlukan.
PEMETAAN JALUR WISATA BUDAYA RUMAH ADAT DAYAK BEKATI"™ MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) Studi Kasus: Desa Pisak, Kecamatan Tujuh Belas, Kabupaten Bengkayang Pratama, Ricky; Yuniarti, Erni; Pratiwi, Nana Novita
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 3 (2024): JeLAST Edisi Agustus 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i3.82831

Abstract

Desa Pisak merupakan salah satu desa di Kecamatan Tujuh Belas, Kabupaten Bengkayang yang memiliki potensi alam dan budaya. Potensi wisata budaya ini terdapat pada Rumah Adat Dayak yang terletak di Kampung Segiring dan Kampung Segonde. Rumah Adat Dayak Bekati"™ menawarkan potensi wisata budaya yang terjaga, sehingga menarik perhatian pengunjung yang datang. Potensi yang begitu besar tersebut tidak menutup adanya permasalahan yang dihadapi seperti aksesibilitas untuk menuju objek wisata tersebut, pada sarana dan prasarana yang belum cukup lengkap. Informasi yang kurang terakait titik rumah adat dayak bekati dan komponen wisata budaya yang ada. Tujuan dari penelitian ini adalah memetakan jalur wisata Rumah Adat Dayak Bekati di Desa Pisak menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). pendekatan penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif yang terdiri dari 4 aspek variabel, yaitu jarak tempuh, waktu tempuh, kondisi fisik jalan, dan titik objek. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa aksesibilitas menuju lokasi Rumah Adat mudah untuk diakses pengunjung karena sebagian besar jalur yang dilalui adalah jalan dengan perkerasan aspal. Dari segi sarana dan prasarana masih kurang dan dalam kondisi buruk.
EVALUASI GEOMETRIK PADA RUAS JALAN SIDAS "“ TANJUNG MENGGUNAKAN SOFTWARE AUTOCAD CIVIL 3D (STUDI KASUS KM 8+000 - KM 10+000) Neving, Diliardi; Widodo, Slamet; Kadarini, S Nurlaily
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 1 (2025): JeLAST Edisi Februari 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i1.90753

Abstract

Jalan raya merupakan prasarana transportasi penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan akses ke daerah terpencil. Ruas Jalan Sidas "“ Tanjung, yang termasuk jalan nasional golongan kolektor dengan dua lajur dua arah tak terbagi (2/2 UD), menjadi lokasi studi dalam penelitian ini. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi kondisi geometrik segmen KM 8+000 hingga KM 10+000 menggunakan perangkat lunak AutoCAD Civil 3D dan mengacu pada Pedoman Desain Geometrik Jalan 2021 dari Direktorat Jenderal Bina Marga.Hasil survei dan analisis menunjukkan kondisi empat tikungan. Tikungan 1 membutuhkan pelebaran jalan dari 6,90 m menjadi 7,50 m, peningkatan jarak pandang henti menjadi 82,159 m, serta kebebasan samping 180,087 m. Tikungan 2 memerlukan pelebaran jalan dari 6,90 m menjadi 7,50 m, peningkatan jarak pandang henti menjadi 82,159 m, dan kebebasan samping 82,159 m. Tikungan 3 memerlukan pelebaran jalan dari 6,30 m menjadi 7,50 m, peningkatan jarak pandang henti menjadi 62,842 m, serta kebebasan samping 200,840 m. Tikungan 4 membutuhkan pelebaran jalan dari 6,90 m menjadi 7,50 m, peningkatan jarak pandang henti menjadi 62,842 m, dan kebebasan samping 200,840 m.Penelitian ini menunjukkan bahwa keempat tikungan membutuhkan perbaikan geometrik yang meliputi pelebaran jalan, peningkatan jarak pandang henti, dan penyesuaian kebebasan samping agar sesuai dengan pedoman teknis.Kata Kunci: AutoCAD Civil 3D, Geometrik Jalan, Jalan Sidas "“ Tanjung, Superelevasi, Tikungan
PERENCANAAN BANGUNAN 6 LANTAI ASRAMA MAHASISWA SINTANG DI PONTIANAK Andrianus, Andrianus; Aryanto, Aryanto; Supriyadi, Asep
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 1 (2025): JeLAST Edisi Februari 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i1.90513

Abstract

Asrama Mahasiswa Sintang di Pontianak merupakan bangunan yang dirancang untuk menyediakan fasilitas tempat tinggal bagi mahasiswa dari kalangan kurang mampu. Keberadaan asrama ini diharapkan menjadi solusi atas keterbatasan dana dan biaya yang dihadapi mahasiswa dalam mencari tempat tinggal di Kota Pontianak. Bangunan asrama ini terdiri dari enam lantai dan direncanakan dibangun di Jalan Purnama II, Kota Pontianak. Berdasarkan analisis gempa yang mengacu pada SNI 1726-2019, Kota Pontianak diklasifikasikan   sebagai daerah dengan kategori gempa ringan. Oleh karena itu, perencanaan struktur bangunan ini menggunakan sistem Rangka Pemikul Momen Biasa (SRPMB) dengan kategori seismik KDS B. Proses perhitungan struktur gedung dimulai dengan pengumpulan data, desain, preliminary design, pemodelan struktur, diikuti analisis perilaku struktur, detailing elemen struktur, dan perencanaan fondasi. Berdasarkan hasil kontrol perilaku struktur, tidak ditemukan ketidakberaturan horizontal, namun terdapat ketidakberaturan vertikal tipe 1a, 2, dan 3. Desain elemen struktur bangunan ini meliputi pelat lantai dengan ketebalan 120 mm, pelat tangga 130 mm, balok dengan dimensi 500/800 mm, 350/700 mm, 350/600 mm, dan 200/400 mm, serta kolom dengan ukuran 700/700 mm dan 500/500 mm. Fondasi yang digunakan adalah tiang pancang berbentuk persegi, berdiameter 30 cm dan kedalamannya 36 meter.
IDENTIFIKASI PERUNTUKAN RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK BERDASARKAN RDTR KAWASAN PERKOTAAN SAMBAS TAHUN 2020-2040 DI KABUPATEN SAMBAS Ulhaq, Alyaa; Septianti, Anthy; Wulandari, Agustiah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 3 (2024): JeLAST Edisi Agustus 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i3.91074

Abstract

Kawasan Perkotaan Sambas memiliki ruang terbuka hijau seperti rimba kota, taman, dan pemakaman. Keberadaan RTH publik di Kawasan Perkotaan Sambas belum memenuhi standar yang telah direncanakan. Diperlukan adanya penyesuaian rencana RTH publik dengan kondisi eksisting yang ada dalam melakukan pembangunan RTH publik. Oleh karena itu, diperlukan adanya identifikasi terkait kondisi eksisting dari peruntukan RTH publik berdasarkan RDTR Kawasan Perkotaan Sambas Tahun 2020-2040. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui terkait jenis, luas, sebaran serta tutupan lahan peruntukan RTH publik. Berdasarkan RDTR Kawasan Perkotaan Sambas Tahun 2020-2040. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif yang didukung menggunakan analisis spasial. Berdasarkan hasil analisis, terdapat 4 jenis peruntukan RTH publik di Kawasan Perkotaan Sambas dengan luas total 7,26 Ha, yang tersebar di beberapa desa, dan terpusat di Desa Dalam Kaum. Kemudian, tutupan lahan pada peruntukan RTH publik dibagi menjadi 13 jenis yaitu hutan, jalan, kebun, lahan kosong, lahan terbangun, sungai, sawah, semak, rimba kota, taman kota, taman kecamatan, taman kelurahan, serta pemakaman, dengan hutan sebagai tutupan lahan terluas sebesar 1713,02 Ha atau 78,38% dari total peruntukan RTH publik.
ANALISIS KINERJA RUAS JALAN AKIBAT PENGARUH ON STREET PARKING (STUDI KASUS: JALAN KHATULISTIWA, KELURAHAN BATU LAYANG) Rahmania, Dian; Fitriani, Meta Indah; Kadarini, Siti Nurlaily
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 4 (2024): JeLAST Edisi Desember 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i4.91157

Abstract

Jalan Khatulistiwa terdapat sejumlah arus lalu lintas yang tinggi disebabkan penggunaan lahan seperti  UPPKB Siantan, Puskesmas, Pemakaman, Warung, dan kegiatan industri. Arus keluar masuk kendaraan berat dari kegiatan industri sekitar yang masih bertumpu pada jalan utama akan mempengaruhi kecepatan kendaraan dan bisa menurunkan kinerja ruas jalan. Parkir di badan jalan terjadi karena sopir truk menolak masuk ke area jembatan timbang UPPKB Siantan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kinerja ruas Jalan Khatulistiwa akibat pengaruh on street parking dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Data yang diperoleh yaitu data geometrik jalan, volume lalu lintas, kecepatan, dan hambatan samping yang selanjutnya akan dianalisis menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, kinerja jalan pada ruas Jalan Khatulistiwa dengan on street parking pada hari kerja mencapai level E, dimana nilai q/C Ratio sebesar 0,90. Sedangkan kinerja jalan pada ruas Jalan Khatulistiwa dengan on street parking pada akhir pekan sampai pada level E, dimana nilai q/C Ratio sebesar 0,99. Alternatif strategi peningkatan kinerja jalan yaitu dengan pengurangan hambatan samping dan dengan perbaikan geometri Jalan Khatulistiwa.
KARAKTERISTIK PERDAGANGAN LINTAS BATAS INDONESIA-MALAYSIA (STUDI KASUS: KECAMATAN ENTIKONG, KABUPATEN SANGGAU) Darmanto, Prasdnya Dian Nugraha Putri; Hernovianty, Firsta Rekayasa; Pratiwi, Nana Novita
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 4 (2024): JeLAST Edisi Desember 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i4.84535

Abstract

Negara Indonesia memiliki kondisi topografis perbatasan darat dengan Negara Malaysia pada Kecamatan Entikong dan Distrik Tebedu. Hal ini menjadikan Entikong berpotensi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dengan salah satu kegiatan, berupa perdagangan lintas batas. Keberadaan PLBN Entikong dan Pos Sempadan Tebedu sebagai jalur resmi perdagangan lintas batas kedua negara berhasil memberikan kemudahan terhadap pergerakan orang dan barang ke/dari Indonesia dan Malaysia. Kerja sama "Sosek Malindo" telah memicu terciptanya hubungan perdagangan antara Indonesia-Malaysia di dalam menjaga kesejahteraan masyarakat masing-masing kawasan perbatasan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis karakteristik perdagangan lintas batas di Kecamatan Entikong. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif studi kasus dengan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik perdagangan lintas batas Entikong-Tebedu dapat dilihat dari adanya perbedaan dan persamaan. Perbedaan terlihat dari jenis-jenis barang yang diperdagangkan, jumlah pelaku perdagangan, mobilitas pedagang, serta jumlah pergerakan orang dan barang. Sedangkan persamaan terlihat dari jenis kegiatan perdagangan, jenis-jenis pedagang, ketentuan dan syarat perdagangan lintas batas. Karakteristik menyatakan bahwa pedagang individu dan kelompok, memanfaatkan alat tradisional untuk memperjualbelikan hasil pertanian, perkebunan, minuman dan makanan kemasan. Kawasan PLBN Entikong dan Pos Sempadan Tebedu menjadi lokasi utama perdagangan. Banyaknya jumlah pedagang telah didukung dengan adanya kemudahan ketentuan dan syarat perdagangan lintas batas.Kata Kunci: Entikong-Tebedu, Kawasan perbatasan, Perdagangan lintas batas  [Characteristics Of Indonesia-Malaysia Cross-Border Trade (Case Study: Entikong Sub-District, Sanggau District)] Indonesia has a topographical condition of land border with Malaysia in Entikong District and Tebedu District. This makes Entikong a potential centre of economic growth with one of the activities, cross-border trade. The existence of PLBN Entikong and Pos Sempadan Tebedu as official cross-border trade routes between the two countries has facilitated the movement of people and goods to/from Indonesia and Malaysia. The "˜Sosek Malindo"™ cooperation has triggered the creation of trade relations between Indonesia and Malaysia in maintaining the welfare of the people of each border region. The purpose of this study is to analyse the characteristics of cross-border trade in Entikong Sub-district. The research approach used is a qualitative case study approach with descriptive analysis techniques. The results showed that the characteristics of Entikong-Tebedu cross-border trade can be seen from the differences and similarities. Differences can be seen from the types of goods traded, the number of trade actors, the mobility of traders, and the number of movements of people and goods. Similarities can be seen in the types of trading activities, types of traders, and terms and conditions of cross-border trade. Characteristics suggest that individual and group traders utilise traditional tools to trade agricultural products, plantations, beverages and packaged foods. PLBN Entikong and Pos Sempadan Tebedu are the main locations for trade. The large number of traders has been supported by the ease of cross-border trade terms and conditions.Keyword: Entikong-Tebedu, Border area, Cross-border trade
KARAKTERISTIK TAMAN AUDITORIUM UNTAN SEBAGAI RUANG TERBUKA PUBLIK KOTA PONTIANAK libriani, anggi victonia; Hernovianty, Firsta Rekayasa; Nurhidayati, Ely
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 1 (2024): JeLAST Edisi Februari 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i1.76604

Abstract

Kecamatan Pontianak Tenggara dalam rencana pola ruang termasuk pemertahanan dan rehabilitasi Sub-Zona RTH-2, dimana Taman Auditorium UNTAN di peruntukan sebagai penunjang kawasan pendidikan yang dilengkapi dengan fasilitas seperti, lampu taman, bangku taman, area bermain anak dan fasilitas penunjang lainnya. Fungsi taman secara keseluruhan berperan penting sebagai ruang publik tempat interaksi bagi masyarakat. Mereka tidak hanya memberikan tempat untuk aktivitas fisik dan rekreasi, tetapi juga menciptakan kesempatan bagi masyarakat untuk bertemu, berinteraksi, dan membangun hubungan sosial yang kuat. Keunikan Taman Auditoirum UNTAN dilengkapi dengan pernak-pernik dan diorama para atlet-atlet sepeda di Kalbar, yang pernah mengukir prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional yang bertujuan untuk mengenalkan atlet-atlet sepeda yang mengharumkan nama Provinsi Kal-Bar dan Indonesia. Namun terdapat permasalahan seperti mengundang PKL dan beberapa kegiatan ekonomi yang tidak teratur, kurangnya kapasitas parkir, dan kondisi toilet yang perlu perbaikan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi karakteristik Taman Auditorium UNTAN sebagai Ruang terbuka publik Kota Pontianak. Pendekatan penelitian adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini ialah fasilitas, vegetasi, sosio demografi, pola penggunaan taman dan aktivitas di taman. Hasil penelitian ini menunjukkan Taman Auditorium UNTAN sudah memiliki berbagai fasilitas memadai seperti lampu penerangan, system informasi, vegetasi, jalan dalam dan luar taman, fasilitas pendukung, tempat sampah, tempat duduk dan parkir dalam taman. Taman tersebut memiliki beberapa aktivitas di taman seperti penyewaan, perdagangan, perbankan, PKL, Gedung auditorium UNTAN, dan UKM.
PENERAPAN UNIVERSAL SOIL LOSS EQUATION (USLE) UNTUK MEMPERKIRAKAN EROSI DI BAGIAN TENGAH DAERAH ALIRAN SUNGAI SEKADAU Wardianus, Fransisco; Nurhayati, Nurhayati; Herawati, Henny
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 3 (2024): JeLAST Edisi Agustus 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i3.92022

Abstract

Erosi tanah merupakan masalah lingkungan utama di Daerah Aliran Sungai (DAS) Sekadau, Kalimantan Barat, terutama akibat perubahan tutupan lahan dan praktik pertanian yang kurang berkelanjutan, seperti pembukaan lahan secara masif dan minimnya teknik konservasi. Penelitian ini bertujuan untuk memperkirakan laju erosi di bagian tengah DAS Sekadau menggunakan metode Universal Soil Loss Equation (USLE). Data yang digunakan meliputi faktor curah hujan (R), erodibilitas tanah (K), topografi (LS), tutupan lahan (C), dan upaya konservasi (P). Hasil analisis menunjukkan bahwa laju erosi tahunan di wilayah studi mencapai 83.555,395 (ton/ha/tahun), dengan lahan terbuka menjadi penyumbang terbesar (82,75%) akibat minimnya vegetasi penahan erosi. Hutan primer dan sekunder memiliki tingkat erosi yang relatif rendah, masing-masing 27,783 (ton/ha/tahun) dan 208,367 (ton/ha/tahun), karena tutupan vegetasi yang rapat. Sementara itu, sawah menunjukkan nilai erosi terendah (58,007 (ton/ha/tahun)) karena luas area yang kecil dan sistem pengelolaan air yang lebih terkontrol. Temuan ini mengindikasikan bahwa degradasi tanah di DAS Sekadau dipicu oleh alih fungsi lahan dan serta perilaku manusia yang membahayakan lingkungan. Penelitian ini menekankan pentingnya reboisasi pada lahan kritis, penerapan teknik konservasi (seperti terasering dan penggunaan mulsa), serta pengelolaan lahan berbasis keberlanjutan untuk mengurangi dampak erosi. Langkah-langkah tersebut tidak hanya melindungi kesuburan tanah, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem DAS Sekadau secara holistik.
ANALISIS DAYA TAMPUNG TEMPAT PEMAKAMAN UMUM (TPU) DI KECAMATAN PONTIANAK KOTA Nurfareha, Nurfareha; Wulandari, Agustiah; Purnomo, Yudi
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 1 (2025): JeLAST Edisi Februari 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i1.92097

Abstract

Kecamatan Pontianak Kota termasuk ke dalam Pusat Pelayanan Kota (PPK) yang memiliki potensi pertumbuhan penduduk yang tinggi. Seiring dengan pertambahan jumlah penduduk yang sangat pesat, maka kebutuhan lahan untuk pemakaman tiap tahunnya pun juga akan terus bertambah. Akibatnya akan timbul permasalahan terkait ketersediaan lahan pemakaman karena apabila tidak diimbangi dengan penyediaannya lahan pemakaman akan penuh. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis daya tampung TPU untuk 20 tahun mendatang. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan teknik pengumpulan data primer dan sekunder. Berdasarkan hasil analisis Kecamatan Pontianak Kota memiliki sepuluh TPU dengan total luas lahan adalah 840.09 m2 . Luas lahan terpakai yang sudah digunakan sekitar 86% atau 73.500 m2 . Ketersediaan lahan TPU hanya tersedia di delapan TPU sedangkan dua TPU lainnya sudah penuh. Daya tampung TPU di Kecamatan Pontianak Kota dapat memenuhi kebutuhan pemakaman hingga tahun 2044 sebanyak 6.553 jenazah. Hanya 1 TPU yang masih dapat menampung kebutuhan pemakaman hingga tahun 2044 dan 2 TPU hingga tahun 2029. Total luas kebutuhan lahan pemakaman tahun 2044 di Kecamatan Pontianak Kota sebanyak 13.956,4 m2 .

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 1 (2026): JeLAST Edisi Februari 2026 Vol 12, No 4 (2025): JeLAST Edisi Desember 2025 Vol 12, No 3 (2025): JeLAST Edisi Agustus 2025 Vol 12, No 2 (2025): JeLAST Edisi Juni 2025 Vol 12, No 1 (2025): JeLAST Edisi Februari 2025 Vol 11, No 4 (2024): JeLAST Edisi Desember 2024 Vol 11, No 3 (2024): JeLAST Edisi Agustus 2024 Vol 11, No 2 (2024): JeLAST Edisi Juni 2024 Vol 11, No 1 (2024): JeLAST Edisi Februari 2024 Vol 10, No 4 (2023): JeLAST Edisi Desember 2023 Vol 10, No 3 (2023): JeLAST Edisi Agustus 2023 Vol 10, No 2 (2023): JeLAST Edisi Juni 2023 Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023 Vol 9, No 4 (2022): JeLAST Desember 2022 Vol 9, No 3 (2022): JELAST EDISI AGUSTUS 2022 Vol 9, No 2 (2022): JeLAST EDISI JUNI 2022 Vol 9, No 1 (2022): JeLAST EDIS FEBRUARI 2022 Vol 8, No 3 (2021): JeLAST EDISI DESEMBER 2021 Vol 8, No 2 (2021): JeLAST Juni 2021 Vol 8, No 1 (2021): JeLast Edisi Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2020 Vol 7, No 2 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2020 Vol 7, No 1 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2020 Vol 6, No 3 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019 Vol 6, No 2 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019 Vol 6, No 1 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2019 Vol 5, No 3 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2018 Vol 5, No 2 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018 Vol 5, No 1 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2018 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2017 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017 Vol 3, No 3 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2016 Vol 2, No 2 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2016 Vol 1, No 1 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI FEBRUARI 2016 Vol 2, No 2 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI JUNI 2015 Vol 3 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI DESEMBER 2015 Vol 1, No 1 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN Vol 3, No 2 (2014): VOL 3 NO 2 DESEMBER 2014 Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Edisi Februari 2014 Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil UNTAN Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Untan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Untan More Issue