cover
Contact Name
E Sutandar
Contact Email
Erwin_sutandar@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
fanypuspabella@student.untan.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik, Universitas Tanjungpura Jl. Prof. Dr. H. Hadari Nawawi, Pontianak, 78124, Kalimantan Barat, Indonesia. E-mail: jmts@teknik.untan.ac.id
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang
ISSN : -     EISSN : -     DOI : https://dx.doi.org/10.26418/jelast.v9i1.53691
Core Subject : Engineering,
Pesatnya perkembangan di dunia pendidikan mengakibatkan peningkatan kebutuhan terhadap bangunan tinggi sebagai sarana dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Bersumber pada Standar Nasional Indonesia (SNI 1726-2019) mengenai Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung, Kota Pontianak termasuk ke dalam daerah dengan gempa ringan. Setiap perancangan bangunan di Kota Pontianak saat ini harus memperhitungkan parameter gaya gempa. Sehingga dilakukan perhitungan struktur gedung 7 lantai Sekolah Santu Petrus untuk mendapatkan dimensi komponen struktur yang tahan terhadap beban gempa. Perancangan gedung ini merupakan struktur beton bertulang dengan Sistem Rangka Pemikul Momen dan dimodelkan dengan bantuan program analisis struktur. Struktur dianalisis terhadap beban yang bekerja pada gedung tersebut. Pada analisis pengaruh gempa, gedung ini termasuk kategori desain seismik KDS D, maka dalam analisisnya akan mengikuti persyaratan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Hasil kontrol perilaku struktur terdapat ketidakberaturan struktur tipe 2 dan 3 serta ketidakberaturan vertikal struktur tipe 2. Dimensi struktur pelat lantai setebal 100 mm, balok induk 300/600 mm dan 450/800 mm, balok anak 300/600 mm dan 200/400 mm, serta kolom persegi 700/700 mm dan kolom bundar diameter 700 mm. Fondasi yang digunakan adalah fondasi dalam tiang pancang karena sesuai dengan kondisi tanah di Kota Pontianak.
Arjuna Subject : -
Articles 1,449 Documents
KARAKTERISTIK PERMUKIMAN FORMAL DAN INFORMAL BERDASARKAN ELEMEN PEMBENTUK PERMUKIMAN (STUDI KASUS: DESA SEMANGUT UTARA, KECAMATAN BUNUT HULU, KABUPATEN KAPUAS HULU) Utama, Nugraha Pandia; Nurhidayati, Ely; Yuniarti, Erni
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 3 (2025): JeLAST Edisi Agustus 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i3.96716

Abstract

Permukiman di Desa Semangut Utara tumbuh mengikuti tepian sungai, lalu berkembang ke arah daratan seiring pembangunan Jalan Trans-Kalimantan. Arah perkembangan ini menimbulkan perbedaan karakter antara permukiman formal dan informal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik kedua jenis permukiman tersebut dengan menggunakan lima elemen pembentuk permukiman, yaitu alam (nature), manusia (man), masyarakat (society), bangunan (shells), dan jaringan (networks). Penelitian dilakukan dengan pendekatan gabungan, yaitu metode kualitatif dan kuantitatif, serta analisis spasial menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan pemetaan sebaran bangunan. Hasil menunjukkan bahwa sebanyak 90% bangunan tergolong permukiman informal, yang terletak di lahan tanpa legalitas yang sah dan berada pada kawasan sempadan sungai. Sarana dan prasarana di wilayah informal tergolong minim, terutama sanitasi dan jaringan jalan. Sebaliknya, permukiman formal memiliki legalitas jelas, kualitas bangunan lebih baik, serta akses jaringan yang lebih memadai. Namun, dari sisi sosial, masyarakat di kedua jenis permukiman sangat aktif dan kompak dalam kegiatan gotong royong yang memperbaiki kualitas lingkungan permukiman formal dan informal di Desa Semangut Utara.
PEMETAAN PERUBAHAN GARIS PANTAI DI KECAMATAN SINGKAWANG SELATAN Mangurai, Eclesia Mayang; Meirany, Jasisca; Lestari, Arfena Deah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i1.62602

Abstract

Pantai Pasir Panjang merupakan kawasan pesisir yang berada di Kecamatan Singkawang Selatan, Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Garis Pantai di wilayah ini memiliki kisaran Panjang pantai ± 3 km yang mengalami perubahan garis pantai akibat abrasi dan akresi, sehingga aktivitas masyarakat seperti pariwisata di wilayah pesisir terganggu. Dengan menggunakan media citra landsat Google Earth pro, laju perubahan garis pantai yang terjadi di pantai Pasir Panjang Kecamatan Singkawang Selatan adalah seluas 3149,349 m2 dan rata-rata laju perubahan yang terjadi selama 7 tahun adalah seluas 45806,804 m2. Selanjutnya luasan abrasi dan akresi yang terjadi di pantai Pasir Panjang Kecamatan Singkawang Selatan untuk abrasi seluas 20012,416 m2 dan akresi seluas 13273,992 m2. Solusi yang dapat dilakukan untuk mengurangi perubahan garis pantai di pantai Pasir Panjang Kecamatan Singkawang Selatan yaitu dengan membangun hard structure berupa breakwater yang berfungsi melindungi bagian darat pantai di belakang bangunan, yang banyak aktivitas pariwisatanya terhadap abrasi dan akresi akibat arus dan gelombang.Kata kunci: Citra satelit, ArcGIS, Perubahan Garis Pantai, Abrasi, Akresi
ANALISIS PENGARUH KEMIRINGAN (GRADE) JALAN DAN JARAK ANGKUT TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR PADA KEGIATAN PERTAMBANGAN PT. GILGAL BATU ALAM LESTARI Kandow, Gian; Syahrudin, Syahrudin; Aprillia, Ricka
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 3 (2025): JeLAST Edisi Agustus 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i3.97343

Abstract

Konsumsi bahan bakar merupakan biaya operasional yang signifikan dalam penambangan terbuka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kuantitatif dari kemiringan jalan (grade) jalan dan jarak angkut terhadap konsumsi bahan bakar pada dua jenis alat angkut, Mitsubishi Fuso 220 dan Hino 500, di PT. Gilgal Batu Alam Lestari. Penelitian dilatarbelakangi oleh adanya inefisiensi bahan bakar yang ekstrem (0,64 km/liter untuk Mitsubishi Fuso 220 dan 0,38 km/liter untuk Hino 500), yang disebabkan oleh kemiringan jalan kritis sebesar 10,35% dan kondisi permukaan yang buruk di sepanjang jarak angkut. Metodologi kuantitatif dengan metode perhitungan rimpul digunakan untuk mengisolasi dan memodelkan pengaruh kedua variabel pada setiap alat angkut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap kenaikan 1% grade pada kondisi jalan ideal menambah konsumsi bahan bakar sebesar 0,209 liter/jam (Mitsubishi Fuso 220) dan 0,396 liter/jam (Hino 500). Model prediksi menunjukkan bahwa setiap penambahan 1 km jarak angkut akan meningkatkan konsumsi bahan bakar sebesar 1,437 liter (Mitsubishi Fuso 220) dan 2,434 liter (Hino 500). Skenario perbaikan jalan terbukti meningkatkan efisiensi Fuel Ratio sebesar 47,6% untuk Mitsubishi Fuso 220 dan 41,2% untuk Hino 500.
IDENTIFIKASI KONDISI ELEMEN FISIK PADA TAMAN CAHAYA MADANI GAYUNG BERSAMBUT Nuraini, Atika Galuh; Lubis, Mira Sophia; Wulandari, Agustiah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 3 (2025): JeLAST Edisi Agustus 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i3.96506

Abstract

Taman Cahaya Madani Gayung Bersambut (TCMGB) merupakan ruang terbuka hijau publik strategis di Kota Singkawang yang berfungsi sebagai tempat interaksi sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memberikan gambaran sistematis dan menyeluruh mengenai kondisi elemen fisik baik di dalam maupun di sekitar taman sebagai ruang publik. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TCMGB memiliki fasilitas yang cukup lengkap dengan kondisi beragam, dimana fasilitas unggulan seperti lapangan basket, skatepark, berada dalam kondisi baik, namun terdapat fasilitas yang memerlukan perbaikan seperti area bermain anak yang rusak berat dan sistem penerangan yang tidak optimal. Vegetasi taman menunjukkan kondisi sangat baik dengan keberagaman tanaman yang berfungsi sesuai peruntukannya. Aksesibilitas taman baik melalui jaringan jalan yang memadai, namun terbatas dalam penyediaan area parkir. Tata guna lahan sekitar yang didominasi perkantoran, pendidikan, dan permukiman mendukung fungsi taman sebagai ruang publik vital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa TCMGB memiliki fasilitas cukup lengkap dengan kondisi yang beragam, sehingga memerlukan optimalisasi pemeliharaan fasilitas dan pengembangan infrastruktur pendukung untuk meningkatkan kualitas taman. Kata Kunci: Elemen Fisik Taman, Ruang Terbuka Hijau Publik, Taman Kot
PENENTUAN TEBAL PERKERASAN DENGAN MDPJ 2017 PADA PERENCANAAN TEKNIS JALAN RASAU JAYA - PARIT SAREM Puspita, Windy Eka; Mukti, Elsa Tri; Widodo, Slamet; Nurhayati, Nurhayati
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 2 (2025): JeLAST Edisi Juni 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i2.100372

Abstract

Ruas jalan Rasau Jaya-Parit Sarem merupakan salah satu ruas jalan di kecamatan rasau jaya kabupaten kubu raya yang merupakan jalan kolektor primer dan mempunyai akses strategis yang menghubungkan 2 Kecamatan, yaitu Kecamatan Sungai Kakap dan Kecamatan Teluk Pakedai melalui pelabuhan penyebrangan Parit Sarem. Permasalahan kerusakan pada ruas jalan Rasau Jaya-Parit Sarem sebelum umur pelayanan dilalui satu diantaranya akibat adanya beban berlebih dari kendaraan berat yang membawa material dan hasil perkebunan melewati ruas jalan tersebut. Penelitian Penentuan Tebal Perkerasan Dengan Metode Desain Perkerasan Jalan (MDPJ) Tahun 2017 pada Perencanaan Teknis Jalan Rasau Jaya-Parit Sarem ini dilakukan untuk menganalisis perkerasan jalan dengan menggunakan software KENPAVE untuk memprediksi kerusakan akan terjadi berupa fatigue cracking dan rutting pada perkerasan lentur dan kerusakan berupa cracks pada rigid pavement serta pengaruhnya terhadap umur rencana. Bedasarkan hasil analisis kerusakan jalan menggunakan software KENPAVE prediksi kemungkinan terjadinya kerusakan retak lelah (fatigue cracking) dan alur (rutting) pada analisa tebal perkerasan lentur didapatkan bahwa metode menggunakan MDPJ dapat memenuhi umur rencana 20 tahun. Hasil analisis kemungkinan terjadinya kerusakan permanent deformation pada analisa tebal perkerasan lentur didapatkan metode analisis tebal perkerasan MDPJ dapat memenuhi umur rencana 20 tahun. Hasil prediksi kemungkinan terjadinya kerusakan cracking pada analisa tebal perkerasan kaku didapatkan bahwa metode analisis tebal perkerasan MDPJ belum dapat memenuhi umur rencana 20 tahun yaitu umur layanannya hanya dapat sampai tahun ke-7.
PENGARUH PENGGUNAAN ABU KELAPA SAWIT SEBAGAI FILLER PADA LAPISAN PERKERASAN ASPAL AC-WC (ASPHALT CONCRETE-WEARING COURSE ) Matheus, Agustian; Akhmadali, Akhmadali; Mukti, Elsa Tri
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 1 (2022): JeLAST EDIS FEBRUARI 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i1.52886

Abstract

Kelapa sawit adalah salah satu komiditas terbesar di Indonesia terutama di pulau Kalimantan dan tiap tahunnya mengalami peningkatan luas. Hal tersebut berimbas pada banyaknya limbah yang dihasilkan dari pabrik pengolahan kelapa sawit itu sendiri, limbah yang dimaksud antara lain adalah abu kelapa sawit, sisa pembakaran boiler untuk bahan bakar ketel uap yang ada di pabrik kelapa sawit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kinerja dan dan sifat fisis campuran setelah ditambahkan abu sawit sebagai filler yang di subtitusi dengan abu batu dengan persentase variasi 0/100, 25/75, 50/50, 75/25, 100/0   pada campuran perkerasan jalan AC-WC. Dari hasil pengujian marshall test   didapat kesimpulan bahwa semakin meningkatnya kadar abu kelapa sawit semakin meningkat pula KAO, Kadar aspal optimum tertinggi pada variasi 100 % abu sawit % abu batu yaitu 6,375 %. Untuk nilai stabilitas tertinggi   pada variasi 0/100 yaitu 935,64 kg, terendah pada variasi 100/0 yaitu 881,05 kg, untuk flow tertinggi pada variasi 0/100 yaitu 3,61 mm dan terendah pada variasi 25/75 yaitu 2,50 mm. Dari keselurhan hasil pengujian untuk semua variasi subtitusi filler abu kelapa sawit dengan abu batu semuanya masuk dalam syarat spesifikasi Bina marga 2018 revisi II.Kata kunci : Abu Kelapa Sawit, Subtitusi Filler, Aspal Beton Lapis Aus
ANALISIS KINERJA JALAN DI WAKTU SIANG (STUDI KASUS KORIDOR JALAN IMAM BONJOL DAN ADISUCIPTO KOTA PONTIANAK Saputra, Yudi Bahagia; Pratiwi, Nana Novita; Septianti, Anthy
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 1 (2022): JeLAST EDIS FEBRUARI 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i1.53698

Abstract

Koridor Jalan Imam Bonjol dan Adisucipto merupakan jaringan jalan provinsi dengan fungsi jalan kolektor primer yang memiliki peran untuk melayani aktivitas pergerakan orang maupun barang di Kota Pontianak. Pada jam tertentu, terdapat aktivitas kendaraan dijalan tersebut seperti sepeda motor, kendaraan ringan/minibus hingga kendaraan berat (bus, truk muatan barang, truk kontainer dan lain-lain) sehingga mengakibatkan kemacetan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kinerja jalan di siang hari pada Koridor Jalan Imam Bonjol dan Adisucipto Kota Pontianak berdasarkan hasil traffic counting yang dilakukan pada hari minggu, senin dan jumat. Adapun teknis analisis yang digunakan adalah analisis kinerja jalan. Hasil analisis menunjukan bahwa kinerja jalan Imam Bonjol dan Adisucipto disiang hari terdiri dari LOS (Level Of Service) B dan C. Situasi LOS B dapat diamati dari arus lalu lintas yang stabil, di mana kecepatan kendaraan mulai dibatasi oleh kendaraan lain, dan kendaraan lain mulai merasakan hambatan. Hal ini sering terjadi pada hari libur seperti hari Minggu. Adapun situasi pada LOS C dapat diamati berdasarkan lalu lintas yang masih dalam batas stabil, kecepatan dan pergerakan kendaraan terbatas serta dirasakan hambatan dari kendaraan lain yang semakin besar, Adapun situasi seperti ini kerap terjadi pada hari-hari kerja.Kata Kunci: kinerja jalan, koridor jalan, tingkat pelayanan jalan
SISTEM MANAJEMEN JALAN UNTUK MENENTUKAN PRIORITAS REHABILITASI JALAN PROVINSI DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM PKRMS Farhan, Muhammad; Rafie, Rafie; Nuh, Safaruddin M.
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 1 (2022): JeLAST EDIS FEBRUARI 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i1.52340

Abstract

Manajemen pemeliharaan jalan dilakukan rutin tahun demi tahun dan telah menjadi siklus yang dilakukan dan bertujuan untuk memaksimalkan umur jalan. Sumber data yang digunakan ialah hasil observasi lapangan dan data ruas jalan provinsi kota Pontianak dan kabupaten Kubu Raya. Data yang digunakan ialah jenis serta tipe jalan dan pelengkapnya juga jenis dan luasan kerusakan jalan serta volume lalu lintas sehingga tujuan penelitian ini ialah untuk mendapatkan prioritas jalan yang akan direhabilitasi dan ditingkatkan beserta jumlah anggaran yang dibutuhkan. Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan PKRMS, dapat disimpulkan bahwa prioritas rehabilitasi jalan pada tahun pertama (2022) secara berurutan jalan Akses Jembatan Kapuas II dengan kebutuhan dana sebesar Rp. 24.601 juta, jalan Sungai Durian "“ Rasau Jaya kebutuhan dana Rp. 16.373 juta, jalan Imam Bonjol kebutuhan dana Rp. 7.232 juta, jalan Adi Sucipto dengan kebutuhan dana Rp. 7.017 juta, jalan Batas Kota Pontianak "“ Sungai Durian dengan kebutuhan dana Rp. 9.864 juta, jalan H.R.A. Rachman dengan kebutuhan dana Rp. 3.010 juta, jalan batas kota Pontianak "“ Sungai Kakap dengan kebutuhan dana Rp. 7.979 juta, jalan Sei. Raya Dalam I dengan kebutuhan dana Rp. 2.012 juta, jalan Husein Hamzah kebutuhan dana Rp. 482 juta dan jalan Hasanuddin dengan kebutuhan dana Rp. 3.962 juta.Kata Kunci : Sistem Manajemen Jalan, Penentuan Prioritas Rehabilitasi Jalan Provinsi, PKRMS.
HUBUNGAN BATAS CAIR DAN INDEKS PLASTISITAS TERHADAP NILAI KOHESI TANAH PADA UJI DIRECT SHEAR TANAH LEMPUNG PADA KABUPATEN MEMPAWAH Verdiyanti, Nuria Eka; Mukti, Elsa Tri; Rustamaji, R M
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 1 (2022): JeLAST EDIS FEBRUARI 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i1.54312

Abstract

Tanah lempung merupakan tanah kohesif yang memiliki nilai kohesi (c) tanah yang besar serta memiliki kecenderungan nilai batas cair (LL) dan nilai indeks plastisitas (IP) yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan batas cair (LL) dan indeks plastisitas (IP) terhadap nilai kohesi pada tanah lempung di Kabupaten Mempawah.   Dalam penelitian ini, pengujian dilakukan dengan menggunakan uji geser langsung. Sampel tanah yang akan digunakan adalah jenis tanah lempung yang berlokasi di Kabupaten Mempawah. Berdasarkan sistem klasifikasi AASHTO, USCS dan USDA, untuk semua sampel tanah yang digunakan dan telah diuji memiliki fraksi lempung. Hasil data yang dianalisa menggunakan metode analisa regresi dan korelasi menghasilkan persamaan (c = -0,0037(LL) + 0,2862 dengan r ² = 0,4315) dan (c = -0,0034(IP) + 0,1770 dengan r ² = 0,3040). Pada uji hipotesa menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifkan antara nilai batas cair (LL) dan nilai indeks plastisitas (IP) terhadap nilai kohesi (c) tanah lempung di Kabupaten Mempawah. Penelitian ini membuktikan bahwa semakin besar nilai batas cair (LL), dan nilai indeks plastisitas (IP) maka nilai kohesi tanah (c) semakin kecil.Kata kunci: batas cair, indeks plastisitas, kohesi, tanah lempung, uji geser langsung
PEMETAAN JALUR WISATA CAGAR BUDAYA RUMAH BETANG MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) Studi Kasus: Desa Melapi Dan Desa Urang Unsa Kabupaten Kapuas Efivania, Klaudia; Yuniarti, Erni; Fitriani, Meta Indah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 1 (2022): JeLAST EDIS FEBRUARI 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i1.52346

Abstract

Rumah Betang Melapi 1 Patamuan dan Rumah Betang Lunsa Hilir adalah objek wisata cagar budaya yang merupakan benda cagar budaya peninggalan masyarakat suku dayak taman di Kabupaten Kapuas Hulu. Rumah Betang menawarkan potensi wisata budaya yang terjaga sejak dulu dan masih asli sehingga menarik perhatian pengunjung yang datang. Akan tetapi dari segi informasi kurang mengeksplorasi titik rumah betang dan   komponen wisata cagar budaya yang ada. Tujuan penelitian ini adalah memetakan jalur wisata menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Pendekatan penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif yang terdiri dari 6 aspek variabel, yaitu jarak tempuh, waktu tempuh, kondisi fisik jalan, tempat parkir, pengguna jalan dan titik objek. Pemetaan terbagi menjadi 6 yang terdiri dari; (1) Pemetaan Jalur dari Ibukota Kebupaten; (2) Pemetaan Jalur Masuk Rumah Betang Desa Melapi; (3) Pemetaan Jalur Masuk Rumah Betang Desa Urang Unsa; (4) Pemetaan Titik Rumah Betang; (5) Pemetaan Titik Sarana dan (6) Desain Papan Informasi Cagar Budaya. Hasil penelitian menunjukan bahwa aksesibilitas menuju lokasi wisata cagar budaya mudah untuk diakses pengunjung karena sebagian besar jalur yang dilalui adalah jalan dengan perkerasan aspal. Dari segi sarana dan prasarana cukup memadai dan dalam kondisi yang baik.  Kata kunci: cagar budaya, pemetaan, Rumah Betang

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 4 (2025): JeLAST Edisi Desember 2025 Vol 12, No 3 (2025): JeLAST Edisi Agustus 2025 Vol 12, No 2 (2025): JeLAST Edisi Juni 2025 Vol 12, No 1 (2025): JeLAST Edisi Februari 2025 Vol 11, No 4 (2024): JeLAST Edisi Desember 2024 Vol 11, No 3 (2024): JeLAST Edisi Agustus 2024 Vol 11, No 2 (2024): JeLAST Edisi Juni 2024 Vol 11, No 1 (2024): JeLAST Edisi Februari 2024 Vol 10, No 4 (2023): JeLAST Edisi Desember 2023 Vol 10, No 3 (2023): JeLAST Edisi Agustus 2023 Vol 10, No 2 (2023): JeLAST Edisi Juni 2023 Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023 Vol 9, No 4 (2022): JeLAST Desember 2022 Vol 9, No 3 (2022): JELAST EDISI AGUSTUS 2022 Vol 9, No 2 (2022): JeLAST EDISI JUNI 2022 Vol 9, No 1 (2022): JeLAST EDIS FEBRUARI 2022 Vol 8, No 3 (2021): JeLAST EDISI DESEMBER 2021 Vol 8, No 2 (2021): JeLAST Juni 2021 Vol 8, No 1 (2021): JeLast Edisi Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2020 Vol 7, No 2 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2020 Vol 7, No 1 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2020 Vol 6, No 3 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019 Vol 6, No 2 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019 Vol 6, No 1 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2019 Vol 5, No 3 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2018 Vol 5, No 2 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018 Vol 5, No 1 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2018 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2017 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017 Vol 3, No 3 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2016 Vol 2, No 2 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2016 Vol 1, No 1 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI FEBRUARI 2016 Vol 2, No 2 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI JUNI 2015 Vol 3 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI DESEMBER 2015 Vol 1, No 1 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN Vol 3, No 2 (2014): VOL 3 NO 2 DESEMBER 2014 Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Edisi Februari 2014 Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil UNTAN Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Untan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Untan More Issue