cover
Contact Name
Conrad Liab Hendricson Folamauk
Contact Email
cmj@undana.ac.id
Phone
+6285739077621
Journal Mail Official
cmj@undana.ac.id
Editorial Address
Contact Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana, Jalan Adisucipto – Penfui, Kupang Nusa Tenggara Timur
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Cendana Medical Journal
ISSN : 23023007     EISSN : 27466809     DOI : https://doi.org/10.35508/cmj
Core Subject : Health,
Cendana Medical Journal (CMJ) menerima naskah dari sarjana, mahasiswa pascasarjana, residen, doktor program internship, staf fakultas kedokteran, staf rumah sakit dan pihak-pihak yang tertarik untuk menulis karya ilmiah. Artikel ilmiah yang diposting di CMJ meliputi: editorial, artikel penelitian, EBCR (Evidence Based Case Report), laporan kasus, dan ulasan. Untuk artikel penelitian sebaiknya penelitian kedokteran dasar atau biomedis.
Articles 286 Documents
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN SINDROMA DISPEPSIA PADA MAHASISWA PRE KLINIK FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA Kefi, Clarensius Giovani Boni; Artawan, I Made; Dedy, Maria Agnes Etty; Lada, Christina Olly
Cendana Medical Journal Vol 10 No 1 (2022): April (Terbitan 23, Tahun 2022)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cmj.v10i1.6818

Abstract

Seseorang dengan pola makan yang tidak teratur akan mempengaruhi proses kerja lambung. Kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman misalnya makanan pedas atau asam, minum teh atau kopi dan minuman berkarbonasi lainnya dapat meningkatkan resiko munculnya sindroma dispepsia. Pemberian terapi yang kurang efektif untuk mengontrol gejala dispepsia dapat mengganggu aktifitas sehari-hari dan meningkatan biaya pengobatan. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adanya hubungan pola makan dengan sindrom dispepsia pada mahasiswa pre klinik Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana Kupang. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional dengan menggunakan tiga kuisioner yaitu kuisioner perilaku makan, kuisioner sindroma dispepsia dan kuisioner FFQ yang telah dilakukan uji validitas dan reabilitas kuisioner. Pengambilan sampel menggunakan cara simple random sampling dan didapatkan sampel sebanyak 116 sampel. Variabel pada penelitian ini adalah pola makan (perilaku makan, pola konsumsi makanan dan minuman iritatif) dan sindroma dispepsia. Analisis data secara univariat untuk mengetahui distiribusi dari pola makan dan sindroma dispepsia dan analisis bivariate menggunakan uji regresi linear berganda untuk mengetahui hubungan antara variabel pola makan dengan sindroma dispepsia. Hasil data penelitian dari 116 responden menunjukan bahwa sebanyak 38,8% mengalami sindroma dispepsia ringan, 19,8% mengalami sindroma dispepsia sedang dan 2,6% mengalami sindroma dispepsia berat. Sebanyak 99 responden (85,3%) mahasiswa FK Undana mempunyai perilaku pola makan yang baik. Sebanyak 99 responden (85,3%) jarang mengonsumsi minuman iritatif dan sebanyak 67 responden (57,8%.) jarang mengonsumsi makanan iritatif. Dari hasil uji bivariat pada penelitian ini, menggunakan uji regresi linear berganda didapatkan hasil nilai p=0,01 dan nilai r=0,330. Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan pola makan dengan sindrom dispepsia pada mahasiswa pre klinik Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana Kupang.
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN KEJADIAN SINDROM DISPEPSIA PADA MAHASISWA PENDIDIKAN PROFESI DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA KUPANG Natu, Deny Leonardo; Artawan, I Made; Trisno, Idawati
Cendana Medical Journal Vol 10 No 1 (2022): April (Terbitan 23, Tahun 2022)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cmj.v10i1.6819

Abstract

Dispepsia merupakan kumpulan gejala atau sindrom yang terdiri dari nyeri atau rasa tidak nyaman di bagian epigastrium, mual, muntah, kembung, cepat kenyang, rasa perut penuh, sendawa, regurgitasi, serta rasa panas yang menjalar di bagian dada. Salah satu faktor pencetus yang berhubungan dengan prevalensi kejadian dispepsia tersebut adalah faktor psikologis yaitu seperti stres, dimana saat stres terjadi maka tubuh akan merespon dengan disekresinya hormone kortisol. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan kejadian sindrom dispepsia pada mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana Kupang. Metode penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel adalah stratified random sampling. Data diperoleh dari pengisian kuesioner DASS 42 dan PADYQ oleh 54 reponden mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana Kupang yang memenuhi kriteria. Hasil analisis bivariat dilakukan dengan menggunakan uji statistik spearman’s rank correlation.Hasil penelitian dari data 54 responden menunjukan 34 responden (63,0%) mengalami stres dan 20 responden (37,0%) lainnya tidak mengalami stres (normal) dan untuk sindrom dispepsia data menunjukan 37 responden (68,5%) mengalami sindrom dispepsia dan 17 responden (31,5%) lainnya tidak mengalami sindrom dispepsia (normal). hasil uji statistik bivariat diperoleh hasil bahwa nilai p=0,03 yang menunjukan terdapat hubungan antara stres dan sindrom dispepsia pada mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana Kupang. Kesimpulan penelitian terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan kejadian sindrom dispepsia pada mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana Kupang yang menunjukan bahwa semakin tinggi mahasiswa mengalami stres maka semakin rentan mahasiswa mengalami sindrom dispepsia.
UJI AKTIVITAS ANTIBATERI EKSTRAK DAUN GINSENG JAWA (Talinum paniculatum (Jacq.) Gaertn.) TERHADAP Escherichia coli Pao, Ressa Patricia; Nurina, Rr. Listyawati; Riwu, Magdarita; Amat, Anita Lidesna Shinta
Cendana Medical Journal Vol 10 No 1 (2022): April (Terbitan 23, Tahun 2022)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cmj.v10i1.6820

Abstract

Escherichia coli adalah bakteri gram negatif yang bersifat fakultatif aerob atau anaerob dan banyak ditemukan didalam usus besar manusia sebagai flora normal, dapat menyebabkan infeksi pada gastrointestinal, infeksi traktus urinarius, saluran empedu dan traktus respiratorius bawah. Banyak penyakit infeksi yang belum bisa disembuhkan karena resistensi terhadap antibiotik, maka hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan pilihan alternatif dalam meminimalisirkan dampak negatif tersebut.Dalam daun ginseng jawa(Talinum paniculatum (Jacq.)Gaertn.)terdapat kandungan zat kimia aktif yakni flavonoid, tanin, saponin yang berfungsi sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun ginseng jawa (Talinum paniculatum (Jacq.)Gaertn.)terhadap pertumbuhan Escherichia coli secara in vitro dan kandungan kimia yang terdapat didalam ekstrak daun ginseng jawa (Talinum paniculatum (Jacq.) Gaertn.). Metode penelitian ini menggunakan uji eksperimental secara in vitro dengan metode pengujian aktivitas antibakteri dan sampel terdiri dari 24 sampel terbagi dalam 6 kelompok perlakuan dan 2 kelompok kontrol dengan 3 kali pengulangan. Hasil Uji Kruskal-Wallismenunjukkan nilai p = 0,002 yang berarti terdapat aktivitas antibakteri ekstrak daun ginseng jawa (Talinum paniculatum (Jacq.) Gaertn.)terhadap pertumbuhanEscherichia coli. Kesimpulan hasil uji menunjukkan bahwa ekstrak daun ginseng jawa(Talinum paniculatum (Jacq.)Gaertn.) mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli dengan diameter daya hambat ekstrak daun ginseng jawa teergolong sangat kuat pada konsentrasi 80%dan 60% serta kategori kuat pada konsentrasi 40%,20%,10% dan 5%.
EFEKTIVITAS SOSIALISASI VAKSIN COVID-19 DALAM MENURUNKAN KECEMASAN TERHADAP VAKSINASI COVID-19 PADA MURID SMAK GIOVANNI KUPANG Riantoby, Raphaeline Murtiastari; Setiawan, I Made Buddy; Nurina, Rr. Listyawati; Pakan, Prisca Deviani
Cendana Medical Journal Vol 10 No 1 (2022): April (Terbitan 23, Tahun 2022)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cmj.v10i1.6827

Abstract

Pada awal tahun 2021, target sasaran vaksinasi nasional Indonesia mendapat penambahan sebesar 26 juta orang yang berasal dari kalangan remaja berusia 12-17 tahun. Penelitian pendahuluan yang dilakukan pada 30 murid SMAK Giovanni Kupang menunjukkan bahwa cakupan vaksinasi masih rendah dan terdapat kecemasan vaksinasi COVID-19 pada para murid. Sosialisasi dengan media video diharapkan dapat memberikan dampak positif dan menurunkan kecemasan terhadap vaksinasi COVID-19. Tujuan penelitian ini mengetahui apakah pemberian sosialisasi mengenai vaksin COVID-19 efektif dalam menurunkan kecemasan terhadap vaksinasi COVID-19 pada murid SMAK Giovanni Kupang. Metode penelitian ini menggunakan metode quasi experimental design dengan desain penelitian nonequivalent control group design yang dilakukan pada murid SMAK Giovanni Kupang. Sampel pada penelitian ini diambil secara non probability sampling dengan pendekatan purposive sampling. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 86 orang yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan data dianalisa menggunakan uji Wilcoxon sign rank test dan uji Mann Whitney U. Hasil menunjukkan bahwa tidak terdapat penurunan signifikan tingkat kecemasan terhadap vaksinasi COVID-19 pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan nilai p = 0,058 pada kelas eksperimen dan nilai p = 0,083 pada kelas kontrol. Selain itu, tidak ditemukan perbedaan signifikan atas hasil post-test kelas eksperimen dan kelas kontrol, yaitu dengan nilai p = 0,783. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini, yakni tidak terdapat penurunan tingkat kecemasan vaksinasi COVID-19 pada murid SMAK Giovanni Kupang setelah diberikan sosialisasi vaksin COVID-19 melalui media video.
HUBUNGAN KEBIASAAN BEROLAHRAGA DENGAN TINGKAT STRES PADA MAHASISWA PREKLINIK FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA SAAT MASA PANDEMI COVID-19 Bao, Maria Melania Nogo; Rante, Su Djie To; Woda, Rahel Rara; Manafe, Derri Tallo
Cendana Medical Journal Vol 10 No 1 (2022): April (Terbitan 23, Tahun 2022)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cmj.v10i1.6828

Abstract

Stres sering dialami oleh manusia dan menimbulkan gangguan. World Health Organization (WHO) mengatakan bahwa stres menjadi penyakit urutan ke empat (4) di dunia dan lebih dari 350 juta penduduk dunia mengalami stres. Masalah stres kini semakin meningkat karena pandemi COVID-19 (Corona virus disease 2019). Sebagian dari penduduk dunia yang mengalami stres merupakan mahasiswa. Mahasiswa yang tidak dapat mengatasi stres dengan baik dapat berdampak buruk bagi perkuliahannya, sehingga memerlukan perhatian. Olahraga dapat bermanfaat untuk kesehatan mental dan adaptasi terhadap stres karena adanya perubahan kimia di otak setelah berolahraga, dimana neurotransmiter di otak akan meningkat terutama serotonin dan dopamin karena pengaruh sekresi endorfin. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan berolahraga dengan tingkat stres pada mahasiswa preklinik Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana saat masa pandemi COVID-19. Metode penelitian ini merupakan jenis penelitian analitikal observasional dengan rancangan cross sectional yang dilakukan pada mahasiswa preklinik Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana. Penelitian dilakukan dengan mengisi kuesioner Medical Student Stressor Questionnaire (MSSQ) dan kuesioner kebiasaan berolahraga oleh 138 responden dari angkatan 2017, 2018 dan 2019 yang memenuhi kriteria inklusi. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik stratified random sampling. Penelitian ini dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi square. Hasil dari 138 responden, 21 (15.2%) responden memiliki kebiasaan berolahraga dan 117 (84.8%) responden tidak memiliki kebiasaan berolahraga. Pada tingkat stres terdapat 4 (2.9%) responden mengalami stres sangat berat, 53 (38.4%) responden stres berat, 66 (47.8%) mengalami stres sedang dan 15 (10.9%) mengalami stres ringan. Hasil analisis bivariat menggunakan uji Chi square diperoleh hasil p=0.272 (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan berolahraga dengan tingkat stres pada mahasiswa preklinik Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana saat masa pandemi COVID-19
HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI DAN POLA KONSUMSI DENGAN STATUS GIZI PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA Charina, Maria Selviana; Sagita, Sidarta; Koamesah, Sangguana Marthen Jacobus; Woda, Rahel Rara
Cendana Medical Journal Vol 10 No 1 (2022): April (Terbitan 23, Tahun 2022)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cmj.v10i1.6829

Abstract

Gizi merupakan faktor terpenting dalam indikator kesehatan manusia terutama pada masa anak-anak dan remaja. Ketidakseimbangan antara zat gizi yang masuk ke dalam tubuh (intake) dengan kebutuhan zat gizi untuk metabolisme tubuh akan mempengaruhi keadaan status gizi. Masalah gizi pada mahasiswa, tidak boleh dianggap sepele karena mempengaruhi produktivitas mahasiswa, hal ini tentu berkaitan dengan peran mahasiswa kedokteran sebagai calon dokter dalam promosi kesehatan terutama di masa pandemi sekarang ini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan gizi dan pola konsumsi dengan status gizi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana. Metode penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan rancangan cross sectional menggunakan kuesioner pengetahuan gizi dan semi-quantitative food frequency questionnaire . Jumlah sampel 158 orang dari angkatan 2018, 2019, dan 2020 yang memenuhi kriteria inklusi. Teknik pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling. Analisis data secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian terdapat 99 (62,6%) responden memiliki pengetahuan gizi cukup. Pola konsumsi baik sebanyak 64 (40,5%) responden, sedangkan pola konsumsi kurang baik sebanyak 94 (59,4%%) responden. Sebagian besar responden memiliki status gizi normal yaitu sebanyak 123(77,8%). Kesimpulan penelitian ini tidak ada hubungan antara pengetahuan gizi dan pola konsumsi dengan status gizi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana.
ANALISIS PENGAMBILAN KEPUTUSAN PASANGAN USIA SUBUR UNTUK TIDAK BERPARTISIPASI DALAM PROGRAM KB Nifueki, Adiyanto Desastra; Riwu, Rut Rosina; Sir, Amelya Betsalonia
Cendana Medical Journal Vol 10 No 1 (2022): April (Terbitan 23, Tahun 2022)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cmj.v10i1.6909

Abstract

ABSTRACT The increasing rate of population growth in the 21st century era has become a separate problem for countries in the world. Indonesia is the fourth most populous country in the world, China, India and the United States. The high rate of population growth that is not accompanied by an increase in the quality of the population, the Indonesian government makes efforts to handle and control population growth by implementing the Family Planning program to improve the welfare of mothers and children and create happy and prosperous small families. The purpose of this study was to determine how the fertile couple's decision not to participate in the family planning program at the Kapan Health Center. This type of research is a qualitative research with an exploratory design. The selection of informants used purposive sampling, collecting ten people, namely PUS mothers who were recorded as not actively using family planning, married, >35 years old and had >3 children. Collecting data by means of in-depth interviews, observation, and documentation. Data were analyzed and presented in the form of narrative text. The results showed that husband/family support influenced the mother's decision not to use family planning, health/family planning officers provided information about family planning through direct counseling and mass media, most of the informants chose not to participate in family planning because of the perceived side effects and the use of natural family planning. The results of the writing can be obtained with the key that EFA's decision not to participate in the family planning program is motivated by the support of the husband/family and the mother feels that it is not suitable for the family planning used and the natural use of family planning. Therefore, it is hoped that the role of the public health center can involve the role of the husband in providing information about the importance of the family planning program for families so as to increase the participation of EFA in the family planning program.
Adrenal Crisis in Children Soegianto, Sugi Deny Pranoto
Cendana Medical Journal Vol 10 No 2 (2022): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cmj.v10i2.8198

Abstract

Adrenal Crisis is an acute deterioration of adrenal insufficiency. This condition leads to an emergency condition. The major manifestation of adrenal crisis is hypotension and shock hypovolemic. Unspecified general manifestation would lead to misdiagnosis and suboptimal management of this condition. Comprehensive understanding, early diagnosis, and prompt management are important to prevent morbidity and mortality risks in children with adrenal crisis.
EFFECT OF OMEGA-3 FATTY ACID SUPPLEMENTATION ON DIFFERENCES SICK EXPOSURE, ENERGY CONSUMPTION AND ANTHROPOMETRY OF STUNTING CHILDREN AGED 12-36 MONTHS (Case Study in Sikumana Health Center Work Area Kupang City) Bulu, Apliana; Jutomo, Lewi; Riwu, Rut Rosina
Cendana Medical Journal Vol 10 No 2 (2022): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cmj.v10i2.8491

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang tidak adekuat dalam waktu lama akibat makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen (eksperimental) yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Penelitian ini dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Sikumana Kota Kupang pada bulan Desember-Januari 2021. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 68 orang, sampel dalam penelitian adalah 22 orang yang terdiri dari sampel perlakuan 11 orang dan kontrol sampel sebanyak 11 dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. . Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan imunitas yang terlihat dari berkurangnya frekuensi penyakit balita stunting yang diberikan asam lemak omega-3. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh suplementasi asam lemak omega-3 terhadap peningkatan konsumsi energi dengan nilai signifikan (P=0,046), peningkatan lingkar lengan atas dengan nilai signifikan (P=0,048). Disimpulkan bahwa anak balita stunting yang diberikan suplementasi asam lemak omega-3 dapat meningkat imunitas anak yang diperlihatkan dengan berkurangnya paparan sakit, adanya perubahan konsumsi energi, lingkar lengan atas secara signifikan.
UJI EFEKTIVITAS LARVASIDA EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera) TERHADAP MORTALITAS LARVA VEKTOR DEMAM BERDARAH DENGUE Aedes aegypti Rahmaningtyas, Dewinda; Pakan, Prisca Deviani; Setianingrum, Elisabeth Levina Sari
Cendana Medical Journal Vol 10 No 2 (2022): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cmj.v10i2.8569

Abstract

Background. Dengue Hemorrhagic Fever is a disease caused by the dengue virus through the Aedes aegypti vector. The use of synthetic insecticides as larvicides is still ineffective because it caused environmental problems and target insect resistance. An alternative effort to overcome these negative impacts is to use biolarvicides from Moringa oleifera leaf extract which is more environmental friendly. The content of secondary metabolite compounds such as alkaloids, saponin, tanin and flavonoid in Moringa oleifera leaves can be used as biolarvicides which cause the death of larvae. Objective. To determine whether or not there is a larvicidal effect of Moringa’s leaf extract as biolarvicide against the death of Aedes aegypti mosquito larvae. Methods. Moringa’s leaf extract was made by maseration technique with 70% ethanol as the solvent. Phytochemical test was done to define the secondary metabolite Moringa’s leaf extract contain. 700 larvaes in III/IV stage of Aedes aegypti were used and divided into 7 groups which were positive control gorup with 100 ppm abate,negative control with aquadest and Moringa’s leaf extract group with increasing dose starting at 750 ppm, 1500 ppm, 2250 ppm, 3000 ppm, and 3750 ppm. Observation on the larval death was done in 24 hours with 4 replication. Results. The result of phytochemical analysis show that the extract contains alkaloid, saponin, terpenoid, saponin and tanin. The highest avarage of larval death was found in the highest concentration of the extract (3750 ppm), which is 19,5 larval death for Aedes aegypti. The result of Kruskall Wallis analysis showed that Moringa’s leaf as biolarvicide had a larvicidal effect on killing Aedes aegypti larvae (p=0,000). Using Probit Analysis LC50 of the extract for Aedes aegypti is 3589 ppm and LC99 is 10391 ppm . Conclusion. Moringa’s leaf extract as biolarvicide has a larvicidal effect on the mortality of Aedes aegypti larvae. Keywords : Moringa oleifera leaf, Aedes aegypti, Biolarvicide