cover
Contact Name
Ahmad Yani
Contact Email
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Phone
+6281245936241
Journal Mail Official
contact@unismuhpalu.ac.id
Editorial Address
Jalan Jabal Nur No.1, Talise, Mantikulore, Talise, Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah 94118
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Kolaboratif Sains
ISSN : -     EISSN : 26232022     DOI : https://doi.org/10.31934/jom
Jurnal Kolaboratif Sains merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Universitas Muhammadiyah Palu. Jurnal ini menerima artikel ilmiah dalam bentuk Hasil Penelitian, Laporan Penelitian, Literatur Review. Semua manuskrip yang dikirimkan adalah peer review oleh para ahli di bidang yang relevan. Tujuan dan Lingkup Jurnal Kolaboratif Sains untuk mendukung para akademisi/peneliti pada penelitian multidisiplin untuk mempublikasikan karya ilmiahnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,842 Documents
PENGARUH CONTENT MARKETING, PRODUCT DIVERSITY, DAN ELECTRONIC WORD OF MOUTH (E-WOM) TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN MELALUI MINAT BELI SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA SOCIAL COMMERCE TIKTOK SHOP (Studi Pada Masyarakat Kota Dumai) Ahsan Zaim; Nurrahmi Hayani
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 4: April 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i4.10829

Abstract

ABSTRAK Perkembangan social commerce, khususnya TikTok Shop telah mengubah perilaku konsumen dalam mengambil keputusan pembelian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Content Marketing, Product Diversity, dan Electronic Word of Mouth (e-WOM) terhadap Keputusan Pembelian melalui Minat Beli sebagai variabel intervening pada Social Commerce TikTok Shop (studi pada masyarakat Kota Dumai). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada masyarakat Kota Dumai yang pernah melakukan pembelian di TikTok Shop pada periode 2024-2025. Teknik analisis data menggunakan Structural Equation Model–Partial Least Square (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Content Marketing dan Product Diversity berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Beli dan Keputusan Pembelian, sedangkan Electronic Word of Mouth (e-WOM) tidak berpengaruh signifikan terhadap Minat Beli maupun Keputusan Pembelian. Selain itu, Minat Beli tidak berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian dan tidak mampu memediasi pengaruh Content Marketing, Product Diversity, dan e-WOM terhadap Keputusan Pembelian. Nilai R-square menunjukkan bahwa variabel Keputusan Pembelian dapat dijelaskan oleh variabel Content Marketing, Product Diversity, dan Electronic Word of Mouth melalui Minat Beli sebesar 0.709 (70,9%), sedangkan sisanya 29,1% dijelasakan oleh variabel lain diluar model penelitian. Sementara itu, variabel Minat Beli dapat dijelaskan oleh variabel Content Marketing, Product Diversity, dan Electronic Word of Mouth sebesar 0.675 (67,5%), sedangkan sisanya 32,5% dijelasakan oleh variabel lain diluar model penelitian. ABSTRACT The development of social commerce, particularly TikTok Shop, has transformed consumer behavior in making purchase decisions. This study aims to analyze the influence of Content Marketing, Product Diversity, and Electronic Word of Mouth (e-WOM) on Purchase Decisions through Purchase Intention as an intervening variable in TikTok Shop social commerce (a study of the people of Dumai City). This research adopts a quantitative approach using a survey method. Data were collected through the distribution of questionnaires to residents of Dumai City who had made purchases on TikTok Shop during the 2024–2025 period. Data analysis was conducted using the Structural Equation Model–Partial Least Square (SEM-PLS) technique. The results indicate that Content Marketing and Product Diversity have a positive and significant effect on Purchase Intention and Purchase Decisions, while Electronic Word of Mouth (e-WOM) has no significant effect on either Purchase Intention or Purchase Decisions. Furthermore, Purchase Intention does not have a significant effect on Purchase Decisions and does not mediate the relationship between Content Marketing, Product Diversity, and e-WOM on Purchase Decisions. The R-square values show that Purchase Decisions can be explained by Content Marketing, Product Diversity, and Electronic Word of Mouth through Purchase Intention by 0.709 (70.9%), while the remaining 29.1% is explained by other variables outside the research model. Meanwhile, Purchase Intention can be explained by Content Marketing, Product Diversity, and Electronic Word of Mouth by 0.675 (67.5%), with the remaining 32.5% explained by other variables outside the research model.
DINAMIKA VARIABILITAS IKLIM DAN STRATEGI MITIGASI PENYAKIT GUGUR DAUN Pestalotiopsis Sp. PADA TANAMAN KARET (Hevea Brasiliensis) Naina Putri Rahmadani; Rafi Alkhoiri; Ales Sandro; Azwi Reza Fahlevi Panjaitan; Guntoro
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 4: April 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i4.10849

Abstract

ABSTRAK Penyakit Gugur Daun (PGD) yang disebabkan oleh jamur Pestalotiopsis sp. telah menjadi ancaman baru yang serius bagi industri perkebunan karet di Indonesia, dengan potensi penurunan produksi lateks hingga 80%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai pengaruh faktor abiotik dan perubahan iklim terhadap perkembangan penyakit tersebut, serta merumuskan strategi mitigasi yang efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur sistematis (systematic literature review) dengan menyimpulkan data dari sumber ilmiah terpercaya, termasuk jurnal nasional, dan laporan riset yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel iklim seperti suhu udara (23°C–28°C), kelembapan tinggi (>85%), dan intensitas hujan yang ekstrem merupakan pemicu utama percepatan siklus infeksi dan penyebaran konidia patogen. Selain faktor lingkungan, ketahanan fisiologis tanaman yang didukung oleh pemupukan tambahan (N, P, K) dan penggunaan klon yang tahan (seperti RRIC 100 dan IRR 39) terbukti mampu mengurangi tingkat keparahan penyakit. Strategi pengendalian masa depan harus menggabungkan sistem peramalan epidemi yang berbasis data cuaca dengan penggunaan agens hayati untuk menciptakan pengelolaan perkebunan yang lebih preventif dan berkelanjutan. ABSTRACT Rubber Leaf Fall Disease (LFD) caused by the fungus Pestalotiopsis sp. has emerged as a serious new threat to the Indonesian rubber industry, with the potential to reduce latex production by up to 80%. This study aims to assess the influence of abiotic factors and climate change on the progression of the disease, as well as to formulate effective mitigation strategies. The research method employed is a systematic literature review, synthesizing data from credible scientific sources, including national journals and relevant research reports. The results indicate that climatic variables such as air temperature (23°C–28°C), high humidity (>85%), and extreme rainfall intensity are the primary triggers for the accelerated infection cycle and the dispersal of pathogen conidia. Beyond environmental factors, the physiological resistance of plants supported by supplemental fertilization (N, P, K) and the use of resistant clones (such as RRIC 100 and IRR 39) is proven to reduce disease severity. Future control strategies must integrate weather-based epidemic forecasting systems with the use of biological agents to establish more preventive and sustainable plantation management.
Hubungan Gaya Hidup terhadap Risiko Kejadian Presbikusis pada Pasien Diabetes dan Hipertensi di Puskesmas Kedungmundu Rano Aditomo; Feni Arraiyanfi; Andriana Tjitria Widi Wardani Sardjana; Reza Adityas Trisnadi
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 4: April 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i4.10851

Abstract

ABSTRAK Presbikusis atau age-related hearing loss merupakan gangguan pendengaran progresif akibat proses penuaan yang berdampak pada kualitas hidup lansia. Selain faktor usia, gaya hidup seperti aktivitas fisik, kebiasaan merokok, dan pola makan diduga berperan dalam meningkatkan risiko presbikusis, terutama pada pasien dengan penyakit kronis seperti diabetes melitus dan hipertensi. Mengetahui hubungan antara gaya hidup dengan kejadian presbikusis pada pasien lansia dengan diabetes melitus dan hipertensi di Puskesmas Kedungmundu. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 51 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan melalui pemeriksaan audiometri untuk menilai presbikusis serta kuesioner gaya hidup yang meliputi aktivitas fisik (IPAQ-SF), kebiasaan merokok, dan pola makan (FFQ). Analisis dilakukan menggunakan uji Chi-Square.Dari 51 responden, sebagian besar memiliki gaya hidup tidak sehat (68,6%). Proporsi presbikusis lebih tinggi pada kelompok dengan gaya hidup tidak sehat (80,0%) dibandingkan kelompok dengan gaya hidup sehat (43,8%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,010 yang menandakan adanya hubungan signifikan antara gaya hidup dan kejadian presbikusis. Terdapat hubungan yang signifikan antara gaya hidup dengan kejadian presbikusis pada pasien diabetes melitus dan hipertensi. Gaya hidup tidak sehat meningkatkan proporsi kejadian presbikusis. ABSTRACT Presbycusis, or age-related hearing loss, is a progressive hearing impairment caused by aging that impacts the quality of life of the elderly. In addition to age, lifestyle factors such as physical activity, smoking, and diet are thought to increase the risk of presbycusis, especially in patients with chronic diseases such as diabetes mellitus and hypertension. This study aimed to determine the relationship between lifestyle and the incidence of presbycusis in elderly patients with diabetes mellitus and hypertension at the Kedungmundu Community Health Center. This study used an observational analytical design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 51 respondents who met the inclusion and exclusion criteria. Data were collected through audiometric examinations to assess presbycusis and a lifestyle questionnaire covering physical activity (IPAQ-SF), smoking habits, and diet (FFQ). Analysis was performed using the Chi-square test. Of the 51 respondents, the majority (68.6%) had an unhealthy lifestyle. The proportion of presbycusis was higher in the unhealthy lifestyle group (80.0%) than in the healthy lifestyle group (43.8%). The chi-square test results showed a p-value of 0.010, indicating a significant relationship between lifestyle and the incidence of presbycusis. There was a significant relationship between lifestyle and the incidence of presbycusis in patients with diabetes mellitus and hypertension. An unhealthy lifestyle increased the incidence of presbycusis.
Urgensi Titel Eksekutorial Dan Ketentuan Fiat Eksekusi Pengadilan Dalam Pelaksanaan Parate Eksekusi Hak Tanggungan Serta Akibat Hukumnya Terhadap Kepastian Hukum Kreditur: The Urgency of Executorial Title and Court Execution Order Provisions in the Implementation of Mortgage Parate Execution and Its Legal Consequences for Creditors’ Legal Certainty Hanief Mahdi Seff; Rahmida Erliyani
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.10856

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi titel eksekutorial dan ketentuan fiat eksekusi pengadilan dalam pelaksanaan parate eksekusi Hak Tanggungan serta akibat hukumnya terhadap kepastian hukum kreditur. Parate eksekusi pada dasarnya memberikan kewenangan kepada kreditur pemegang Hak Tanggungan pertama untuk menjual objek jaminan atas kekuasaannya sendiri tanpa melalui putusan pengadilan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan. Namun dalam praktik, masih terdapat perbedaan penafsiran mengenai perlunya fiat eksekusi dari pengadilan sehingga menimbulkan ketidakpastian hukum. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dualisme antara parate eksekusi dan fiat pengadilan menyebabkan disharmoni norma antara Undang-Undang Hak Tanggungan dan hukum acara perdata. Kondisi tersebut berimplikasi pada tertundanya pelaksanaan eksekusi, meningkatnya biaya penyelesaian kredit bermasalah, serta berkurangnya perlindungan hukum bagi kreditur. Oleh karena itu, harmonisasi pengaturan diperlukan untuk mewujudkan kepastian hukum, efisiensi eksekusi, dan perlindungan hukum yang seimbang bagi para pihak.
Diskresi Perizinan Tambang Pasca UU Cipta Kerja Ditinjau Dari Prinsip Negara Hukum : Discretion in Mining Licensing After the Job Creation Law from the Perspective of the Rule of Law Principle Alya Amani; Erlina
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.10857

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana diskresi pemerintah dalam pemberian perizinan pertambangan setelah berlakunya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja serta menelaah kesesuaiannya dengan prinsip negara hukum. Reformasi regulasi melalui Undang-Undang Cipta Kerja telah membawa perubahan signifikan terhadap sistem perizinan di sektor pertambangan, khususnya melalui penyederhanaan perizinan dan penguatan kewenangan pemerintah pusat dalam pengelolaan sumber daya alam. Kondisi tersebut menimbulkan ruang diskresi bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan dan keputusan administratif terkait perizinan usaha pertambangan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Bahan hukum yang digunakan terdiri atas bahan hukum primer berupa peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan pertambangan, perizinan, dan prinsip negara hukum, bahan hukum sekunder berupa buku dan jurnal ilmiah, serta bahan hukum tersier berupa kamus hukum dan sumber pendukung lainnya. Analisis bahan hukum dilakukan secara kualitatif untuk memahami hubungan antara kewenangan diskresi pemerintah dan prinsip-prinsip negara hukum seperti legalitas, kepastian hukum, akuntabilitas, serta perlindungan hak masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diskresi dalam perizinan pertambangan pasca Undang-Undang Cipta Kerja pada dasarnya diperlukan untuk memberikan fleksibilitas bagi pemerintah dalam menjalankan fungsi administrasi negara, namun penggunaannya harus tetap berada dalam batas-batas hukum dan prinsip negara hukum agar tidak menimbulkan penyalahgunaan kewenangan. Oleh karena itu, diperlukan mekanisme pengawasan, transparansi, dan akuntabilitas yang kuat dalam pelaksanaan diskresi perizinan pertambangan guna menjamin terciptanya tata kelola sumber daya alam yang adil, berkelanjutan, dan sesuai dengan prinsip negara hukum
Analisis Kompensasi dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan dengan Motivasi Kerja sebagai Variabel Intervening di PT. Cahaya Sukses Pratama Gunung Putri Bogor Cici Maria Sitompul; Susanti Widhiastuti
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 4: April 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i4.10861

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompensasi, lingkungan kerja, dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan di PT Cahaya Sukses Pratama. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal. Populasi berjumlah 245 karyawan dengan sampel 80 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan margin of error 10%. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup berbasis skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linier ganda dengan uji t dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensasi dan motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, sedangkan lingkungan kerja tidak berpengaruh signifikan. Selain itu, motivasi kerja terbukti mampu memediasi pengaruh kompensasi terhadap kinerja karyawan berdasarkan uji Sobel, sementara lingkungan kerja tidak mampu memediasi pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kinerja karyawan lebih dipengaruhi oleh faktor kompensasi dan motivasi dibandingkan lingkungan kerja.ABSTRACT This study aims to analyze the effect of compensation, work environment, and work motivation on employee performance at PT Cahaya Sukses Pratama. The research applies a quantitative approach with a causal design. The population consists of 245 employees, with 80 respondents selected using the Slovin formula with a 10% margin of error. Data were collected through a closed-ended questionnaire using a Likert scale and analyzed using multiple linear regression with t-test and F-test. The results indicate that compensation and work motivation have a positive and significant effect on employee performance, while the work environment does not show a significant effect. Furthermore, work motivation is proven to mediate the effect of compensation on performance based on the Sobel test, whereas the work environment does not mediate the effect of motivation on performance. These findings highlight that employee performance is more influenced by compensation and motivation than by the work environment.
Perbandingan Efektivitas Metode Biologi Molekuler Real-Time PCR dan Loop-Mediated Isothermal Amplification (LAMP) dalam Mendeteksi Infeksi Plasmodium spp. pada Penyakit Malaria Christian Dame Aditya; Elisabeth Marthauli; Margareth Tumansery; Stella Migia Putri
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 4: April 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i4.10877

Abstract

ABSTRAK Malaria masih menjadi salah satu masalah kesehatan global yang signifikan, terutama di wilayah tropis dan subtropis, dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Diagnosis yang cepat dan akurat sangat penting untuk memastikan terapi yang tepat serta mendukung upaya pengendalian malaria secara efektif. Metode diagnosis konvensional seperti mikroskopi dan rapid diagnostic test (RDT) memiliki beberapa keterbatasan, terutama dalam mendeteksi infeksi dengan tingkat parasitemia rendah dan infeksi campuran. Oleh karena itu, metode diagnostik molekuler seperti Real-Time Polymerase Chain Reaction (Real-Time PCR) dan Loop-Mediated Isothermal Amplification (LAMP) semakin banyak dikembangkan untuk meningkatkan sensitivitas deteksi malaria. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas metode Real-Time PCR dan LAMP dalam mendeteksi infeksi Plasmodium spp. berdasarkan hasil penelitian ilmiah terbaru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan menganalisis beberapa jurnal internasional yang dipublikasikan pada tahun 2021–2024 yang mengevaluasi kinerja metode diagnostik molekuler untuk diagnosis malaria. Hasil kajian menunjukkan bahwa Real-Time PCR memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang sangat tinggi dalam mendeteksi serta mengidentifikasi spesies Plasmodium, sehingga sangat andal sebagai metode konfirmasi diagnosis. Sementara itu, metode LAMP memiliki beberapa keunggulan seperti waktu amplifikasi yang lebih cepat, prosedur yang lebih sederhana, serta kebutuhan peralatan yang lebih minimal sehingga lebih sesuai digunakan di lapangan maupun di daerah dengan fasilitas terbatas. Beberapa penelitian juga melaporkan bahwa LAMP memiliki sensitivitas yang tinggi dan mampu mendeteksi infeksi malaria dengan tingkat parasitemia rendah. Dengan demikian, kedua metode ini merupakan alat diagnostik molekuler yang efektif dalam deteksi malaria, di mana Real-Time PCR unggul dalam akurasi identifikasi spesies, sedangkan LAMP menjadi alternatif yang lebih cepat dan praktis untuk diagnosis malaria di daerah dengan keterbatasan fasilitas laboratorium. ABSTRACT Malaria remains a major global health problem, particularly in tropical and subtropical regions, causing significant morbidity and mortality. Accurate and early diagnosis is essential to ensure appropriate treatment and to support effective malaria control programs. Conventional diagnostic methods such as microscopy and rapid diagnostic tests (RDTs) have several limitations, particularly in detecting low-density parasitemia and mixed infections. Therefore, molecular diagnostic techniques, including Real-Time Polymerase Chain Reaction (Real-Time PCR) and Loop-Mediated Isothermal Amplification (LAMP), have been increasingly developed to improve malaria detection. This study aims to compare the effectiveness of Real-Time PCR and LAMP methods in detecting Plasmodium spp. infections based on findings from recent scientific studies. The study employed a literature review approach by analyzing several international journals published between 2021 and 2024 that evaluated the diagnostic performance of molecular methods for malaria detection. The findings indicate that Real-Time PCR demonstrates very high sensitivity and specificity in detecting and identifying Plasmodium species, making it a reliable reference method for confirmatory diagnosis. Meanwhile, LAMP offers several advantages, including rapid amplification, simpler procedures, and minimal equipment requirements, making it more suitable for use in field settings and resource-limited areas. Several studies also reported that LAMP shows high diagnostic sensitivity comparable to PCR in detecting malaria infections, including cases with low parasite density. In conclusion, both Real-Time PCR and LAMP are effective molecular diagnostic tools for malaria detection. Real-Time PCR provides highlyaccurate species identification, whereas LAMP offers a rapid and practical alternative for malaria diagnosis, particularly in areas with limited laboratory infrastructure.
Kebijakan Pendidikan Gratis Nasional: Dampak terhadap Akses, Kualitas, dan Pemerataan Pendidikan Dasar Aidil; Septiyan Sari; Melita Tantular; Madi; Ani Zulaikhah; Eri Dianti; Darwin Efendi; Akbar Riansyah
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 4: April 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i4.10881

Abstract

ABSTRAK Kebijakan pendidikan gratis melalui Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Program Indonesia Pintar (PIP) merupakan strategi krusial pemerintah Indonesia untuk menjalankan amanat konstitusi dalam mencerdaskan bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak implementasi kebijakan tersebut terhadap tiga dimensi utama: aksesibilitas, kualitas pembelajaran, dan pemerataan layanan pendidikan dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif, menganalisis 20 referensi kunci yang terdiri dari jurnal ilmiah dan buku teks terbitan 2017-2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan ini secara signifikan meningkatkan Angka Partisipasi Sekolah (APS) dan menurunkan angka putus sekolah akibat kendala ekonomi. Namun, aspek kualitas pendidikan masih sangat bergantung pada manajemen sekolah dan kemampuan awal siswa, di mana intervensi finansial tidak selalu berbanding lurus dengan prestasi akademik. Selain itu, disparitas pendidikan antara wilayah perkotaan dan daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) tetap menjadi hambatan utama dalam mencapai pemerataan yang substansial. Kesimpulannya, meskipun akses telah terbuka lebar, pemerintah perlu mereformasi mekanisme penyaluran dana dan meningkatkan standar sarana-prasarana digital guna menjamin mutu pendidikan yang inklusif di seluruh wilayah Indonesia. ABSTRACT The national free education policy, implemented through School Operational Assistance (BOS) and the Indonesia Smart Program (PIP), serves as a crucial government strategy to fulfill the constitutional mandate of educating the nation. This study aims to analyze the impact of these policies on three primary dimensions: accessibility, quality of learning, and equity in basic education services. The research method employed is a literature review (library research) using a qualitative descriptive approach, analyzing 20 key references including scientific journals and textbooks published between 2017 and 2025. The results indicate that the policy has significantly increased School Enrollment Rates (APS) and reduced dropout rates caused by economic constraints. However, the quality of education remains highly dependent on school management and students' prior abilities, where financial intervention does not always correlate directly with academic achievement. Furthermore, educational disparities between urban areas and Frontier, Outermost, and Terrestrial (3T) regions remain a major obstacle to achieving substantial equity. In conclusion, while access has broadened, the government needs to reform fund distribution mechanisms and improve digital infrastructure standards to ensure inclusive educational quality across all regions of Indonesia.
Analisis Peran Tour Leader Dalam Meningkatkan Kualitas Ibadah Jamaah Umrah Di PT Sukses Internasional Tour Dan Travel Regional Bukittinggi Muhammad Reski; Era Sonita
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 4: April 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i4.10882

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kualitas pelayanan dalam penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah, khususnya peran tour leader sebagai pendamping utama jamaah selama perjalanan. Tour leader memiliki tanggung jawab dalam mengatur perjalanan, memberikan arahan ibadah, serta memastikan kenyamanan dan keamanan jamaah sejak keberangkatan hingga kembali ke tanah air. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran tour leader dalam meningkatkan kualitas ibadah jamaah umrah serta faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi dalam pelaksanaannya.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap tour leader serta beberapa jamaah umrah di PT Sukses Internasional Tour & Travel Regional Bukittinggi. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai peran tour leader dalam meningkatkan kualitas ibadah jamaah umrah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tour leader memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas ibadah jamaah umrah melalui tiga peran utama, yaitu sebagai organizer, communicator, dan mover group. Sebagai organizer, tour leader bertanggung jawab dalam mengatur dan mengoordinasikan seluruh rangkaian perjalanan jamaah. Sebagai communicator, tour leader berperan dalam menyampaikan informasi secara jelas serta menjalin komunikasi yang efektif dengan jamaah dan pihak terkait. Sedangkan sebagai mover group, tour leader mampu menciptakan kebersamaan, menjaga kekompakan jamaah, serta memberikan motivasi spiritual selama pelaksanaan ibadah. Penelitian ini juga menemukan bahwa terdapat faktor pendukung seperti kompetensi tour leader, komunikasi yang baik, serta fasilitas yang memadai. Sementara itu, faktor penghambat meliputi perbedaan karakter jamaah, kondisi cuaca ekstrem, kepadatan jamaah di Tanah Suci, serta kendala teknis perjalanan. Secara keseluruhan, peran tour leader memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan membantu jamaah melaksanakan ibadah umrah dengan lebih tertib, nyaman, dan khusyuk. ABSTRACT This research is motivated by the importance of service quality in organizing the Umrah pilgrimage, especially the role of the tour leader as the main companion of the congregation during the trip. Tour leaders have the responsibility to organize trips, provide directions for worship, and ensure the comfort and safety of the congregation from departure to return to their homeland. Therefore, this research aims to determine the role of tour leaders in improving the quality of Umrah pilgrims' worship as well as the supporting and inhibiting factors that hinder its implementation. This research uses qualitative research methods with a descriptive approach. Data collection techniques were carried out through interviews, observation and documentation of tour leaders and several Umrah pilgrims at PT Sukses Internasional Tour & Travel Regional Bukittinggi. Data analysis was carried out through a process of data reduction, data presentation, and drawing conclusions to obtain a clear picture of the role of tour leaders in improving the quality of Umrah pilgrims' worship. The research results show that tour leaders have a very important role in improving the quality of Umrah pilgrims' worship through three main roles, namely as organizer, communicator and group mover. As an organizer, the tour leader is responsible for organizing and coordinating the entire pilgrimage trip. As a communicator, the tour leader plays a role in conveying information clearly and creating effective communication with the congregation and related parties. Meanwhile, as a group motivator, the tour leader is able to create togetherness, maintain the unity of the congregation, and provide spiritual motivation during worship. This research also found that there are supporting factors such as tour leader competence, good communication, and adequate facilities. Meanwhile, inhibiting factors include differences in the character of the congregation, extreme weather conditions, density of congregations in the Holy Land, as well as technical obstacles to travel. Overall, the role of the tour leader makes a significant contribution in improving the quality of service and helping pilgrims carry out the Umrah pilgrimage in a more orderly, comfortable and solemn manner.
Peran Dinas Perhubungan Dalam Penataan Trayek Angkutan Umum Di Kabupaten Manggarai (Studi Kasus Di Kecamatan Langke Rembong) Lucianus Grachiano Roge; Marthina Raga Lay; Jim Briand Kolianan; Adriana Rodina Fallo
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 4: April 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i4.10883

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Dinas Perhubungan Kabupaten Manggarai dalam penataan trayek angkutan umum di Kecamatan Langke Rembong, yang merupakan pusat administrasi dan ekonomi kabupaten. Menggunakan teori peran organisasi yang dikemukakan oleh Siagian (2003), penelitian ini mengevaluasi tiga dimensi utama: peran interpersonal, informasional, dan pengambilan keputusan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan 17 informan, termasuk pejabat dinas, operator angkutan, dan penumpang, serta observasi lapangan dan analisis dokumentasi Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) periode 2021-2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Dinas Perhubungan belum berjalan optimal. Pada dimensi interpersonal, komunikasi persuasif yang dilakukan belum mampu mendorong kepatuhan sopir secara berkelanjutan. Secara informasional, ketergantungan pada pengelolaan data manual dan sosialisasi yang tidak konsisten menyebabkan kesenjangan informasi yang signifikan. Pada dimensi pengambilan keputusan, ketiadaan terminal pusat serta stagnasi pengujian kelaikan kendaraan (KIR). Studi ini merekomendasikan implementasi sistem informasi digital, prioritas akreditasi KIR, dan pembangunan infrastruktur terpusat untuk menciptakan ekosistem transportasi yang lebih tertib dan aman di Manggarai. ABSTRACT This study aims to analyze the role of the Transportation Department of Manggarai Regency in the management of public transport routes in Langke Rembong District, which serves as the administrative and economic hub of the regency. Utilizing the organizational role theory proposed by Siagian (2003), the research evaluates three key dimensions: interpersonal, informational, and decision-making roles. The research employs a qualitative descriptive approach with a case study design. Data collection was conducted through in-depth interviews with 17 informants, including department officials, transport operators, and passengers, supplemented by field observations and documentation analysis of the Government Institution Performance Accountability Reports (LKIP) from 2021 to 2023. The findings reveal that the role of the Transportation Department has not been optimal. In the interpersonal dimension, while persuasive communication exists, it has failed to foster sustainable compliance among drivers. Informationally, the reliance on manual data management and inconsistent socialization has created significant information gaps. In the decision-making dimension, the absence of a central terminal and the stagnation of vehicle roadworthiness testing (KIR). The study recommends the implementation of digital information systems, the prioritization of KIR accreditation, and the development of centralized infrastructure to create a more orderly and safe transportation ecosystem in Manggarai.

Filter by Year

2015 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 4: April 2026 Vol. 9 No. 3: Maret 2026 Vol. 9 No. 2: Februari 2026 Vol. 9 No. 1: Januari 2026 Vol. 8 No. 12: Desember 2025 Vol. 8 No. 11: November 2025 Vol. 8 No. 10: Oktober 2025 Vol. 8 No. 9: September 2025 Vol. 8 No. 8: Agustus 2025 Vol. 8 No. 7: Juli 2025 Vol. 8 No. 6: Juni 2025 Vol. 8 No. 5: Mei 2025 Vol. 8 No. 4: April 2025 Vol. 8 No. 3: Maret 2025 Vol. 8 No. 2: Februari 2025 Vol. 8 No. 1: Januari 2025 Vol. 7 No. 12: Desember 2024 Vol. 7 No. 11: November 2024 Vol. 7 No. 10: Oktober 2024 Vol. 7 No. 9: September 2024 Vol. 7 No. 8: Agustus 2024 Vol. 7 No. 7: July 2024 Vol. 7 No. 6: Juni 2024 Vol. 7 No. 5: MEI 2024 Vol. 7 No. 4: APRIL 2024 Vol. 7 No. 3: MARET 2024 Vol. 7 No. 2: FEBRUARI 2024 Vol. 7 No. 1: JANUARI 2024 Vol. 6 No. 12: DESEMBER 2023 Vol. 6 No. 11: NOVEMBER 2023 Vol. 6 No. 10: OKTOBER 2023 Vol. 6 No. 9: SEPTEMBER 2023 Vol. 6 No. 8: AGUSTUS 2023 Vol. 6 No. 7: JULI 2023 Vol. 6 No. 6: JUNI 2023 Vol. 6 No. 5: MEI 2023 Vol. 6 No. 4: APRIL 2023 Vol. 6 No. 3: MARET 2023 Vol. 6 No. 2: FEBRUARI 2023 Vol. 6 No. 1: JANUARI 2023 Vol. 5 No. 12: DESEMBER 2022 Vol. 5 No. 11: NOVEMBER 2022 Vol. 5 No. 10: OKTOBER 2022 Vol. 5 No. 9: SEPTEMBER 2022 Vol. 5 No. 8: AGUSTUS 2022 Vol. 5 No. 7: JULI 2022 Vol. 5 No. 6: JUNI 2022 Vol. 5 No. 5: MEI 2022 Vol. 5 No. 4: APRIL 2022 Vol. 5 No. 3: MARET 2022 Vol. 5 No. 2: FEBRUARI 2022 Vol. 5 No. 1: JANUARI 2022 Vol. 4 No. 12: DESEMBER 2021 Vol. 4 No. 11: NOVEMBER 2021 Vol. 4 No. 10: OKTOBER 2021 Vol. 4 No. 9: SEPTEMBER 2021 Vol. 4 No. 8: AGUSTUS 2021 Vol. 4 No. 7: JULI 2021 Vol. 4 No. 6: JUNI 2021 Vol. 4 No. 5: MEI 2021 Vol. 4 No. 4: APRIL 2021 Vol. 4 No. 3: MARET 2021 Vol. 4 No. 2: FEBRUARI 2021 Vol. 4 No. 1: JANUARI 2021 Vol. 3 No. 9: DESEMBER 2020 Vol. 3 No. 8: NOVEMBER 2020 Vol. 3 No. 7: OKTOBER 2020 Vol. 3 No. 6: SEPTEMBER 2020 Vol. 3 No. 5: AGUSTUS 2020 Vol. 3 No. 4: JULI 2020 Vol. 3 No. 3: JUNI 2020 Vol. 3 No. 2: MEI 2020 Vol. 3 No. 1: APRIL 2020 Vol. 2 No. 1: Oktober 2019 Vol. 1 No. 1: Oktober 2018 More Issue