cover
Contact Name
Livana PH
Contact Email
livana.ph@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
livana.ph@gmail.com
Editorial Address
http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JLH/about/editorialTeam
Location
Kab. kendal,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Language and Health
ISSN : 27220311     EISSN : 27223965     DOI : https://doi.org/10.37287/jlh
Core Subject : Health, Education,
Journal of Language and Health (JLH) is a peer-reviewed journal which promotes discussion on a broad range of the relationships between language and health. Catering for the linguistic expressions of health condition (including clinical and pathological), the journal publishes conceptual and empirical articles in the area. Submissions may include experimental, review, and theoretical discussion articles, with studies of either quantitative and/or qualitative frameworks. Articles may relate to any area of the intersections between language and health with regard, but not limited, to etiological issues, diagnosis, intervention, and theoretical frameworks.
Articles 342 Documents
Hubungan Efikasi Diri dengan Kecemasan Praktik Klinik pada Mahasiswa Keperawatan Panyuwa, Ayu Afriani
Journal of Language and Health Vol 5 No 2 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i2.4029

Abstract

Mahasiswa keperawatan yang menjalani praktik klinik di rumah sakit seringkali menghadapi tantangan emosional yang signifikan, termasuk kecemasan. Efikasi diri, atau keyakinan terhadap kemampuan sendiri, telah diidentifikasi sebagai faktor penting yang dapat mempengaruhi tingkat kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara efikasi diri dan kecemasan pada mahasiswa keperawatan selama praktik klinik di rumah sakit. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 57 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Generalized Self-Efficacy Scale (GSES) dengan nilai validitas t-value > 1.96 dan reliabilitas koefisien Cronbach’s alpha 0.847 dan Zung Self-Rating Anxiety Scale (SAS) dengan koefisien reliabilitas Cronbach's alpha 0.658 dan validitas dengan nilai r = 0.043 – 0.530, p<0.05 artinya kedua alat ukur ini valid dan reliabel untuk mengukukur efikasi diri dan kecemasan. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dan analisis regresi. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan adanya korelasi positif yang kuat antara efikasi diri dan kecemasan, dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,745 dan nilai p (p-value) sebesar 0,000, yang mengindikasikan hubungan yang signifikan secara statistik. Hasil uji regresi menunjukkan koefisien korelasi (R) sebesar 0,736, dengan nilai R Square sebesar 0,672, menunjukkan bahwa 67,2% variabilitas efikasi diri dapat dijelaskan oleh kecemasan. Nilai signifikansi (Sig.) yang diperoleh adalah 0,000. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara efikasi diri dan kecemasan pada mahasiswa keperawatan selama praktik klinik di rumah sakit. Efikasi diri yang lebih tinggi terkait dengan penurunan tingkat kecemasan
Gambaran Manajemen Nyeri Penderita Hiperuricemia Hartono, Budi; Likumahua, Khara Christy Margaretha; Nusawakan, Arwyn Weynand; Kurniasari, Maria Dyah
Journal of Language and Health Vol 5 No 2 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i2.4032

Abstract

Hiperurisemia merupakan gangguan metabolisme yang ditandai oleh peningkatan kadar asam urat dalam darah, yang dapat mengakibatkan nyeri berkepanjangan, gangguan tidur, serta penurunan fungsi fisik dan kualitas hidup. Manajemen nyeri pada penderita hiperurisemia sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi upaya manajemen nyeri yang dilakukan oleh penderita hiperurisemia di Kampung Tegirolo, Kabupaten Sorong Selatan, Indonesia, dan dampaknya terhadap penurunan skala nyeri. Metode penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 49 sampel yang ditentukan dengan metode purposive sampling yaitu dengan mempertimbangkan kriteria inkulisi dalam penelitian seperti partisipan dengan asam urat tinggi, adanya keluhan nyeri, dan usia 19-59 tahun. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner APS-POQ-R dan dianalisis secara deskriptif. Instrumen penilaian APS-POQ-R yang digunakan adalah versi Indonesia yang telah diuji kesahihan dengan nilai 0,8-1 angka V ge; 0,5 sehingga dapat digunakan dalam penelitian ini. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata nyeri terendah adalah 4,33 (SD=1,38) dan tertinggi 8,29 (SD=1,08). Seluruh responden menggunakan manajemen nyeri, baik farmakologi maupun non-farmakologi, dengan efektivitas tinggi (rata-rata keefektifan 70,00, SD=12,42). Responden melaporkan penurunan nyeri yang signifikan melalui kedua metode ini. Kesimpulan: Peran aktif tenaga kesehatan dalam menggabungkan metode farmakologi dan non-farmakologi diperlukan untuk mencapai hasil optimal, mengingat banyak responden tidak mendapatkan anjuran non-farmakologi dari tenaga medis.
Profil Faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner pada Kelompok Dewasa Muda Ariastuti, Ni Luh Putu; Candra, Gede Ngurah Hadi; Swastini, Dewa Ayu
Journal of Language and Health Vol 5 No 2 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i1.4046

Abstract

Penyakit Jantung Koroner merupakan salah bentuk penyakit kardiovaskular yang masih merupakan masalah kesehatan yang penting dan berdampak secara ekonomi. Deteksi dini faktor risiko dominan penyakit kardiovaskular masih jarang dilakukan pada kelompok usia dewasa muda. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui profil faktor risiko penyakit kardiovaskular pada kelompok dewasa muda di Bali. Metode: Penelitian menggunakan metode cross sectional. Sebanyak 138 subjek usia 20-40 tahun dari Puskesmas di wilayah Denpasar, Tabanan, dan Karangasem mewakili Bali berpartisipasi dalam penelitian. Data penelitian diperoleh dari rekam medis, data laboratorium, dan wawancara. Frekuensi dari masing-masing variable disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan 59,4% responden adalah laki-laki, berusia ≥ 31 tahun, overweight (42,8%), merokok (44,93%), mengkonsumsi alcohol (30,43%), gula darah tinggi (15,9%), hipertensi (43,5%) dan kadar HDL rendah (87,7%). Jika dibandingkan dengan kelompok laki-laki, perempuan cenderung lebih banyak memiliki factor risiko kolesterol tinggi dan IMT overweight. Sedangkan kelompok laki-laki cenderung lebih banyak memiliki factor risiko merokok (74,4%), konsumsi alcohol (50%), gula darah tinggi (17,1%), tekanan darah tinggi (72,2%), dan kadar HDL yang rendah (89,0%). Hal ini menunjukan bahwa kelompok dewasa muda di Bali memiliki risiko yang cukup tinggi untuk bisa terkena penyakit kardiovaskular di kemudian hari.
Hubungan Lama Kerja dengan Kejadian Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada Pengendara Ojek Maharani, Shella; Utama, Winda Trijayanthi; Suharmanto, Suharmanto
Journal of Language and Health Vol 5 No 2 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i2.4049

Abstract

Carpal tunnel syndrome (CTS) adalah neuropati kompresi nervus medianus simptomatik pada pergelangan tangan akibat peningkatan tekanan terowongan karpal. Prevalensi kejadian CTS di dunia adalah 3,8%. Dampak dari CTS dapat menimbulkan kerugian besar, yaitu menurunnya produktivitas dan kapasitas kerja, serta meningkatkan pengeluaran biaya pelayanan kesehatan. Tingkat prevalensi CTS lebih tinggi pada kelompok-kelompok yang sering melakukan gerakan tangan repetitif, seperti pengendara ojek. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan lama kerja dengan kejadian CTS pada pengendara ojek di Kota Bandar Lampung menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Responden terdiri dari 75 pengendara ojek dengan teknik accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Penelitian menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lama kerja >4 tahun (53,3%) dan mengalami kejadian CTS (73,3%). Terdapat hubungan antara lama kerja dengan kejadian CTS (p=0,029).
Gambaran Massage Effleurage terhadap Intensitas Nyeri Dismenor pada Remaja Putri Wulandari, Priharyanti; Andriani, Fadia
Journal of Language and Health Vol 5 No 2 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i2.4050

Abstract

Menstruasi merupakan proses fisiologis yang dialami oleh setiap wanita remaja dengan rentang usia 12 – 13 tahun. Dismenore terjadi karena peningkatan sekresi prostaglandin F2a pada fase luteal siklus menstruasi peningkatan ini menyebabkan kontraksi uterus yang tidak terkoordinasi dan tidak teratur sehingga menimbulkan nyeri. Pada usia remaja sekolah dismenore mengakibatkan tidak fokus dalam belajar. Penalataksanaan dismenore bisa dengan terapi farmakologis dan terapi non farmakologis salah satunya Massage Effleurage. Massage Effleurage adalah teknik pijatan yang dilakukan untuk menurunkan nyeri dengan menggunakan sentuhan tangan untuk menimbulkan efek relaksasi dan mengeluarkan hormone positif endofrin yang menimbulkan rasa nyaman. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran Massage Effleurage terhadap dismenore pada remaja putri. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan metode studi kasus. Subjek penelitian ini adalah remaja putri dengan dismenore primer hari pertama dan kedua sebanyak 15 responden. Teknik pengambilan data menggunakan numeric rating scale. analisis univariat derajat dismenore sebelum diberikan terapi Massage Effleurage hari pertama dan kedua kategori tertinggi adalah sedang dan sesudah diberikan terapi Massage Eflleurage kategori tertinggi adalah ringan. Terdapat keefektifan dalam terapi Massage Effleurage dalam intensitas skala nyeri dismenore.
Perilaku Makan dan Indeks Massa Tubuh pada Perempuan dDiabetes Melitus Tipe 2 Utomo, Handoko Tejo; Agustina, Venti; Nugroho, Kristiawan Prasetyo Agung; Adijoyo, Yohanes Suryo; Wirandari, Retno Esti Respati
Journal of Language and Health Vol 5 No 2 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i2.4056

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi perilaku makan dan indeks massa tubuh (IMT) pada perempuan dengan Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2) mengingat data hasil penelitian epidemiologi menunjukkan adanya peningkatan angka insidensi dan prevelensi penyakit tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara perilaku makan dan status gizi pada penderita DMT2 untuk meningkatkan pemahaman tentang pengelolaan diet yang sehat. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan menggunakan pendekatan cross-sectional serta dilaksanakan antara bulan Januari hingga April 2023. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 150 orang, ini didapatkan melalui teknik purposive sampling yaitu dengan karakteristik berjenis kelamin perempuan usia 35-44 tahun memiliki DMT2 dan IMT dalam kategori 21-22 kg/m², 26-27 kg/m², dan 29-30 kg/m². Data dikumpulkan menggunakan kuesioner perilaku makan, pengukuran antropometri, dan hasil pemeriksaan darah Hb A1C dari Rumah Sakit atau Puskesmas. Analisis data melibatkan analisis univariat (frekuensi, persentase, rata-rata, deviasi standar) dan analisis bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ditemukan hubungan antara aspek perilaku makan emotional eating dan restraint eating dengan IMT, namun pada hubungan external eating dan IMT terdapat hubungan yang signifikan dengan nilai p < 0,05.
Perbedaan Usia, Gejala Klinis, Hasil Leukosit Total dan Hemoglobin Berdasarkan Hasil Pemeriksaan Titer Widal Pasien Demam Tifoid Frauprades, Kaltihennah Oktavia; Apriliana, Ety; Ismunandar, Helmi; Soleha, Tri Umiana
Journal of Language and Health Vol 5 No 2 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i2.4060

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara endemis demam tifoid. Salah satu pemeriksaan yang umum dilakukan untuk menunjang penegakkan diagnosis demam tifoid yaitu menggunakan uji widal namun banyak faktor yang memengaruhi titer widal pasien demam tifoid. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dan data yang digunakan berasal dari rekam medis pasien demam tifoid di RSUD dr. A. Dadi Tjokrodipo tahun 2019-2020. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya perbedaan yang bermakna antara usia (p = 0,075), gejala klinis (p = 0,813), hasil leukosit total (p = 0,510), dan hasil hemoglobin (p = 0,742) berdasarkan titer widal H. Penelitian ini juga tidak menunjukkan perbedaan bermakna antara gejala klinis (p = 0,495), hasil leukosit total (p = 0,360), dan hasil hemoglobin (p = 0,893) berdasarkan titer widal O. Dari berbagai variabel yang dianalisis, hanya usia pada titer widal O yang menunjukkan perbedaan signifikan (p = 0,009). Terdapat perbedaan yang bermakna antara usia berdasarkan titer widal O.
Kecemasan Mahasiswa Keperawatan Sebelum Ujian Objective Structured Clinical Examination (OSCE) Yanti, Lindesi; Sari, Fermata; Arafah, Masniati; Apriyani, Weni
Journal of Language and Health Vol 5 No 3 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i3.4066

Abstract

Objective Structured Clinical Examination (OSCE) merupakan metode sistem rotasi station dan berpacu pada alokasi waktu untuk menilai kompetensi mahasiswa keperawatan, akan tetapi mahasiswa menganggap OSCE sebagai sesuatu yang sangat menegangkan sehingga menimbulkan kecemasan, dan menurunkan kemampuan daya ingat sehingga mempengaruhi kelulusan mahasiswa. Tujuan untuk mengetahui gambaran kecemasan mahasiswa saat menghadapi ujian OSCE. Metode yang digunakan adalah kuantitatif, deskriptif, dengan jumlah sampel 107 responden menggunakan total sampling. Alat ukur yang digunakan Nursing Skill Test Anxiety Scale (NSTAS) yang berisi enam pertanyaan. Analisis data menggunakan analisis univariat distribusi frekuensi. Adapun hasil penelitian menunjukkan kecemasan mahasiswa tentang situasi OSCE (65,5%), disusul sikap observer (45,7%), dan ujian keterampilan keperawatan (38,3%). Kesimpulan dari hasil penelitian ini pentingnya observer untuk membantu mahasiswa mengurangi kecemasan sebelum ujian OSCE.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Tingkat Kepatuhan Menjalankan Pengobatan Penyakit Kronis Supriyadi, Supriyadi
Journal of Language and Health Vol 5 No 1 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i1.4097

Abstract

Penyakit kronis adalah penyakit yang berlangsung selama tiga bulan atau lebih. Keberhasilan penderita penyakit kronis dalam melakukan pengobatan ditentukan oleh kepatuhan serta dukungan keluarga selama menjalankan program pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan pada penderita penyakit kronis. Penelitan ini merupakan penelitian deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional dan jumlah responden sebanyak 61 responden. Pengumpulan data dilakukan di Klinik Mitra Keluarga Kabupaten Jember dengan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya dengan nilai masing-masing 0,374 dan 0,63. Analisa data penelitian terdiri dari analisa univariat yang menggambarkan dukungan keluarga dan kepatuhan responden sedangkan analisa bivariat menggunakan uji korelasi Rank Spearman (r). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mendapatkan dukungan keluarga dengan kategori sedang dan 65% responden memiliki kepatuhan dalam melakukan pengobatan dengan kategori sedang. Hasil uji statistik didapatkan nilai p valeu=0,03 yang berarti dukungan keluarga mempunyai hubungan dengan kepatuhan dengan arah hubungan positif (r=0,732) yang berarti semakin tinggi dukungan keluarga maka semakin tinggi Tingkat kepatuhan responden. Dukungan keluarga berkontribusi positif terhadap kepatuhan. Peran keluarga sangat penting dalam memperhatikan kepatuhan pengobatan serta memberikan dukungan baik emosional, informasional, finansial maupun instrumental pada penderita penyakit kronis.
Pengaruh Kekuatan Otot Kaki dengan Kecelakaan Kerja Nelayan Rakhmawati, Julia; Suroto, Suroto; Setyaningsih, Yuliani
Journal of Language and Health Vol 5 No 1 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i1.4134

Abstract

Menangkap ikan dilepas pantai merupakan salah satu profesi yang berisiko, tidak hanya secara ekonomi tetapi juga cidera dan berakibat kematian. Beberapa nelayan menyatakan bahwa aktivitas kerja diatas perahu memiliki intensitas tinggi dan beratnya aktivitas fisik menyebabkan keluhan otot yang berdampak pada gangguan kesehatan dan kenyamanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kekuatan otot kaki dengan kecelakaan kerja pada nelayan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei analitik dengan studi cross sectional. Variabel independen adalah kekuatan otot kaki. Variabel dependen adalah kecelakaan kerja pada nelayan. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan kuesioner. Uji validitas dengan teknik korelasi pearson product moment dan uji reliabilitas menggunakan teknik split half, dihitung dengan rumus Spearman-Brown. Uji statistik menggunakan uji Chi Square Test dengan kemaknaan p<0,05. Hasil analisis statistik menunjukkan nelayan memiliki usia paling muda 15 tahun dan paling tua 67 tahun dengan lama kerja paling rendah 1 tahun dan paling lama 55 tahun. Sebagian besar nelayan mengalami kecelakaan kerja berkategori sedang sebanyak 31 dari 82 responden. Kekuatan otot kaki nelayan berkategori sedang sebanyak 23 dari 82 responden. Berdasarkan hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kekuatan otot kaki terhadap kecelakaan kerja pada nelayan (p-value 0,017).