cover
Contact Name
Dietriech G. Bengen
Contact Email
dieter@indo.net.id
Phone
+62251-8627323
Journal Mail Official
dieter@indo.net.id
Editorial Address
Departement of Marine Science and Technology Faculty of fisheries and marine science, IPB University Jln. Lingkar Akademik, Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680, Indonesia
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
ISSN : 20879423     EISSN : 2620309X     DOI : https://doi.org/10.29244/jitkt
Core Subject : Science,
Aims and Scope Journal of Tropical Marine Science and Technology (Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis) is a scientific journal in the field of tropical marine science and technology. We have a aims and scope to focus in publishing a good quality scientific articles for dissemination of research results in the field of marine science and technology. Aims As an media of information and dissemination of research results in the field of marine science and technology, especially in the waters of Indonesia and Southeast Asia region, Could actively and continuously disseminate the best research results to various stakeholders, and; This Journal of Tropical Marine Science and Technology can improve the quality of research results and benefit stakeholders. Scope The article, published in this Journal of Tropical Marine Science and Technology covers a wide range of research topics in the field of: marine biology, marine ecology, biological oceanography, chemical oceanography, physical oceanography, dynamical oceanography, coral reef ecology, marine acoustic, marine remote sensing, marine geographical information system, marine microbiology, marine polution, marine aquaculture, post-harvest fisheries technology, integrated coastal management (ICM) marine biotechnology, air-sea interaction, ocean engineering,
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 656 Documents
Studi Pendahuluan Karakteristik Habitat Ikan Hias Laut Endemik Banggai Cardinal Fish (Pterapogon kauderni) di Perairan Kota Baubau: Preliminary Study on Habitat Characteristics of Endemic Banggai Cardinal Fish Marine Ornamental Fish (Pterapogon kauderni) in Baubau City Waters Hamar, Bahtiar; Hamid, Abdul; Waode Sitti, Cahyani
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 16 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v16i2.47828

Abstract

Ikan capungan banggai atau lebih dikenal dengan nama Banggai Cardinal Fish (BCF) merupakan ikan endemik yang berasal dari perairan Kepulauan Banggai, Sulawesi Tengah. Namun, penyebarannya telah ditemukan antara lain di perairan Bali, Teluk Ambon, Kendari, Selat Lembah dan perairan Kota Baubau. Permintaan yang tinggi dari kolektor ikan hias air laut menjadikan spesies ini memiliki nilai ekonomis yang tinggi, sehingga spesies ini rentan terhadap eksploitasi. Penelitian ini dilakukan karena minimnya informasi mengenai spesies endemik Banggai Cardinal Fish yang ditemukan di perairan Kota Baubau. Pengambilan data kelimpahan ikan menggunakan sensus visual yaitu dengan metode Line Intercept Transect (LIT). Panjang transek yang digunakan adalah 50 meter dengan luas jangkauan 2,5 meter ke kiri dan 2,5 meter ke kanan. Pengambilan parameter kualitas perairan juga dilakukan untuk mengetahui kesesuaian habitat Banggai Cardinal Fish di perairan Kota Baubau. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengkaji kelimpahan dan mikrohabitat Banggai Cardinal Fish sebagai informasi awal keberadaan ikan ini di Kota Baubau. Hasil dari pengamatan di 4 stasiun ditemukan total populasi 637 individu/m2, yang mendiami microhabitat yang berbeda-beda pada setiap stasiun antara lain: bulu babi, terumbu karang, lamun dan rumput laut (Sargassum sp.). Banggai Cardinal Fish yang diintroduksi mampu beradaptasi dengan lingkungan perairan yang baru. Keberadaan ikan ini terkhususnya di perairan Kota Baubau diharapkan dapat memberikan jasa ekosistem dengan tetap memperhatikan fungsi ekologisnya.
Manfaat Pengelolaan Suaka Perikanan Terubuk (SPT) Bagi Masyarakat Pesisir di Perairan Bengkalis, Riau: Pendekatan Sistem Sosial-Ekologi: The Benefits of Managing The Terubuk Fish Sanctuary (SPT) for Coastal Communities in Bengkalis Waters, Riau: a Social-Ecological Systems Approach Kusuma Haris, Rangga Bayu; Ikhsan, Suci Asrina; Djunaidi, Djunaidi; Kelana, Perdana Putra; Pramesthy, Tyas Dita; Widagdo, Aris; Febrianto, Fredi; Anwar, Sony; Habib EY., M.; Arkham, Muhammad Nur
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 16 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v16i2.51619

Abstract

Penetapan Suaka Perikanan Terubuk (SPT) berdasarkan Peraturan Bupati Bengkalis No. 15 Tahun 2010 dan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No. KEP.59/MEN/2011 tentunya memberikan dampak sosial dan ekologi yang positif. Penelitian ini bertujuan menilai manfaat sosial dan ekologi SPT bagi masyarakat pesisir di Perairan Bengkalis, Riau. Data diperoleh melalui wawancara dan analisis produksi perikanan berdasarkan ketersediaan data dari tahun 2008-2016. Keberadaan ikan terubuk di perairan Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti dan Siak lekat dengan nilai sejarah dan budaya. Hasil dari pemodelan peramalan produksi selama 10 tahun menunjukkan penurunan produksi ikan terubuk, dengan prediksi penurunan 1,37 ton per tahun (-0,58%) berdasarkan model S-Curve. Hasil analisis statistik (t-test) juga menyebutkan tidak ada pengaruh antara sebelum dan setelah diterbitkannya SK (Peraturan Larangan Terubuk) dengan melihat nilai P-Value > 0,005. Secara umum, pengelolaan perikanan Terubuk yang ada di Perairan Provinsi Riau belum efektif dengan hanya diterbitkannya SK pengelolaan Kawasan, akan tetapi diperlukan beberapa langkah strategis diantaranya adalah dengan meningkatkan peran Masyarakat dalam pengelolaan, peningkatan pengawasan dan penegakan hukum dalam melakukan konservasi perikanan Terubuk.
Comparison of ARIMA and LSTM Methods in Predicting Jakarta Sea Level Hilal, Yanuar Nurul; Nainggolan, Gibson Daniel Andrianto; Syahputri, Sabilla Hamda; Kartiasih, Fitri
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 16 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v16i2.52818

Abstract

Dalam menghadapi risiko yang signifikan akibat kenaikan permukaan air laut yang dipicu oleh perubahan iklim, Jakarta sebagai kota pesisir memiliki kebutuhan mendesak untuk mengembangkan strategi yang efektif guna mengantisipasi dan memitigasi potensi dampak negatif. Dalam menghadapi tantangan ini, prediksi menjadi kunci untuk mengantisipasi dan meminimalkan dampak negatif yang mungkin timbul dari kenaikan permukaan air laut. Oleh karena itu, penelitian dilakukan dengan tujuan memperbandingkan kinerja dua metode prediksi, yaitu Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) dan Long Short-Term Memory (LSTM). Kedua metode ini diaplikasikan untuk meramalkan tinggi permukaan air laut hingga akhir tahun 2023. Dalam mengevaluasi kualitas kedua model prediksi, digunakan metrik kinerja seperti Mean Absolute Error (MAE), Mean Absolute Percentage Error (MAPE), dan Root Mean Square Error (RMSE). Hasil analisis menunjukkan bahwa model ARIMA (1,1,4) lebih efektif dalam memprediksi tinggi permukaan air laut dibandingkan LSTM. ARIMA (1,1,4) memiliki nilai MAE 7,19, MAPE 4,86%, dan RMSE sebesar 10,35. Sementara itu, hasil forecasting dari kedua model didapatkan bahwa ketinggian permukaan air laut Jakarta diprediksi relatif stabil. Studi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam pemahaman serta mitigasi potensi dampak kenaikan permukaan air laut di Jakarta sebagai hasil dari perubahan iklim.
Morphological Variations in Mud Clam Polymesoda Erosa (Lightfoot) Using Fluctuating Asymmetry Analysis in La Union, Cabadbaran City, Agusan Del Norte, Philippines Sastrillas, Noel; Hebanada, Charisse T.; Magdugo, Rexie P.
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 16 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v16i2.53289

Abstract

Kajian morfometri geometri dilakukan pada populasi Polymesoda erosa di La Union, Kota Cabadbaran, untuk mengetahui variasi morfologi dengan menggunakan analisis fluktuasi asimetri (FA). FA bertindak sebagai indikator yang dapat diandalkan mengenai tekanan ekologi dan ketidakstabilan perkembangan karena mendeteksi perubahan genetik dan lingkungan yang dihadapi suatu organisme. Sebanyak sembilan puluh (90) individu kerang lumpur dikumpulkan dan dianalisis secara acak. Sampel air dan tanah juga dikumpulkan untuk mengumpulkan data mengenai derajat variasi tubuh dan dampak faktor eksternal terhadap P. erosa. Hasil analisis menggunakan software SAGE menunjukkan adanya fluktuasi asimetri yang sangat signifikan (P 0,0001). Variasi yang signifikan dalam simetri individu, sisi, dan interaksi antara individu dan sisi sebagian besar bertanggung jawab atas variasi substansial yang terlihat pada spesies kerang lumpur. Khususnya, landmark 10 (dorsal margin maxima) dan 13 (anterior margin maxima) menunjukkan variasi yang mencolok. Untuk hasil kualitas air, katup internal kerang lumpur kemungkinan besar tidak terpengaruh atau terkena dampak minimal, namun kadar nikelnya tinggi. Kesimpulannya, fluktuasi asimetri P. erosa dapat dikaitkan dengan lingkungan yang tertekan. Faktor lingkungan yang tidak menguntungkan menyebabkan morfologi organisme berubah sehingga mempengaruhi simetrinya.
Komposisi Jenis Dan Kepadatan Spons (Porifera: Demospongiae) dI Pulau Panggang, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta: Species Composition and Density of Sponges (Porifera: Demospongiae) on Panggang Island, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta Bengen, Dietriech G; Madduppa, Hawis H; Ismet, Meutia Samira; Taqiyuddin, Muhammad Wijdan; Salsabila, Afviya; Setyaningsih, Wahyu Adi
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 16 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v16i2.56300

Abstract

Spons merupakan organisme simbion yang memiliki peran penting dalam ekosistem pesisir, seperti menyaring air, menguraikan bahan organik menjadi nutrien, menyediakan tempat berlindung bagi mikroorganisme, serta berperan dalam stabilitas dan pengikatan sedimen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komposisi, keanekaragaman spesies spons yang terdapat di habitat lamun di Pulau Panggang, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Penelitian dilakukan di tiga lokasi menggunakan transek garis sepanjang 50 dan 11 transek kuadrat berukuran 0,5 x 0,5 meter di setiap garis transek. Sampel spons diambil dengan memotong sebagian kecil dari setiap spons untuk dianalisis spikulanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spons yang ditemukan di seluruh lokasi penelitian terdata sebanyak 10 spesies dan didominasi oleh Chondrilla caribensis forma dengan nilai kerapatan spons sebesar 0-13 ind/m². Indeks keanekaragaman spons di Pulau Panggang berada pada kategori sedang yang menunjukkan bahwa distribusi genus dalam kumpulan spons di Pulau Panggang cukup merata. Kandungan fosfat dan kecepatan arus menunjukkan korelasi yang kuat dan positif terhadap kepadatan spons, sementara suhu memiliki korelasi positif terhadap kerapatan lamun. Di sisi lain, korelasi antara kepadatan spons dan kerapatan lamun relatif lemah, yang mendukung temuan bahwa kedua komponen ini tidak memiliki keterkaitan erat dalam ekosistem yang diamati.
Analisis Perbandingan Kualitas Air Laut Teluk Youtefa dan Yos Sudarso, Jayapura, Papua: Comparative Analysis of Seawater Quality of Youtefa and Yos Sudarso Bay, Jayapura, Papua Sumardi, Sitti Rosnafi'an; Hisyam, Muhammad
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 16 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v16i2.57191

Abstract

Youtefa Bay and Yos Sudarso Bay are bays located in Jayapura City. Yotefa Bay is a semi-closed coastal area because it is a small bay located in Yos Sudarso Bay. This condition makes the two bays have quite striking differences in sea dynamics. This is reinforced by the geographical location of the waters of Jayapura City which directly faces the Pacific Ocean which greatly affects the condition of the waters and the richness of its ecosystem. The richness of the coastal ecosystem in Youtefa Bay and Yos Sudarso Bay is closely related to the lives of the people living around the two bays. This study aims to analyze the comparison of seawater quality parameters in Youtefa Bay and Yos Sudarso Bay. The seawater quality data in question are temperature, salinity, and dissolved oxygen (DO) data. The study was conducted by taking temperature, salinity, and DO data in both bays at depths of 0 meters, 3 meters, and 5 meters. From these data, a comparative analysis will be carried out between sampling points to see the differences in values. In addition, an analysis of the average parameter differences between the two bays was also carried out. Based on the research results, each parameter has a fairly uniform distribution between each sampling point in each bay. The average temperature and DO values ​​in Youtefa Bay are higher than Yos Sudarso Bay because Yotefa Bay is a semi-enclosed water with many seagrass ecosystems in the bay. In addition, the average salinity value of Yos Sudarso Bay is higher than Youtefa Bay because Youtefa Bay receives direct input from the Pacific Ocean. Thus, based on the analysis, the temperature and salinity of the two bays show significant differences compared to the DO values ​​in the two bays.
Morphological and Molecular Comparison of Areolate Grouper (Epinephelus areolatus) from Saudi Arabia and Indonesia Santanumurti, Muhammad Browijoyo; Suciyono, Suciyono; Syaifurrisal, Arif; Adiputra, Yudha Trinoegraha; Abu El-Regal, Mohamed Ahmed
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 16 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v16i2.57410

Abstract

Ikan kerapu (subfamily Epinephelinae) merupakan salah satu kelompok ikan terbesar di dunia. Identifikasi kerapu, khususnya genus Epinephelus, dilakukan berdasarkan karakteristik morfologi seperti warna, bentuk tubuh, dan ukurannya. Namun, proses identifikasinya kadang sulit untuk dibedakan secara morfologi karena memiliki karakteristik yang sangat mirip. Salah satu metode yang dapat diaplikasikan adalah penggunaan DNA barcoding. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan ikan kerapu dari Arab Saudi dan Indonesia. Hasil identifikasi morfologi dan molekuler menunjukkan bahwa kerapu dari penelitian ini (dari Yanbu, Arab Saudi dan Lamongan, Indonesia) adalah Epinephelus areolatus (kerapu sirip putih). Secara morfologi, sampel kerapu ekor putih dari Yanbu Arab (Saudi) adalah sebagai berikut: sirip dorsal X-XI/12-15; sirpi anal II-III/8-9; sirip pectoral 13-15; sirip pelvic I-5; sisik linea lateralis 48-53; vertebrae 24. Sementara hasil meristik dari kerapu dari Lamongan (Indonesia) adalah sebagai berikut: sirip dorsal X-XI/15-17; sirip anal II-III/8; sirip pectoral 16-19; sirip pelvic I-5; sisik linea lateralis 48-53; vertebrae 24. Perbedaan E. areolatus dari Arab Saudi dan Indonesia secara morfologi adalah dari bintik dan ekor caudal-nya. Hasil molekuler pada E. areolatus menunjukkan perbedaan clade. Sampel dari Arab Saudi termasuk clade Western Indian Ocean sementara Indonesia termasuk Western Pacific. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan morfologi dan molekuler antara E. areolatus dari Yanbu (Saudi Arabia) dan Lamongan (Indonesia). Sekuens gen COI dari DNA ikan kerapu ekor putih pada penelitian ini telah didaftarkan ke NCBI (PP388919.1 untuk Lamongan dan PP388920.1 untuk Arab Saudi). Data penelitian ini dapat dijadikan sebagai referensi untuk konservasi.
Peluang Bisnis dan Sumber Gizi Hewani dari Perikanan Produk Ikan Tangkap Lestari Kabupaten Buton Utara: The Business Opportunity and Animal-Based Source of Nutrition from Sustainable Ocean Catch Fisheries of Buton Utara District Mahandari, Cokorda Prapti; Nirmala, Intan Ria; Wiralis; Octavia, Lestari
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 16 No. 3 (2024): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v16i3.44304

Abstract

Potensi perikanan tangkap di perairan Indonesia memiliki peluang besar untuk mengembangkan industri produk laut dan mengurangi angka stunting, yang masih mencapai 21,6% pada tahun 2022. Konsumsi protein hewani dari hasil laut yang rendah, kurang dari 10 gram/hari, menjadi salah satu penyebab utama masalah kesehatan masyarakat ini, meskipun potensi hasil tangkapan mencapai lebih dari 10 juta ton per tahun. Potensi ini membuka peluang pasar untuk mengolah ikan seperti cakalang dan tuna, baik untuk kebutuhan lokal maupun memenuhi permintaan global yang mencapai 180,07 juta metrik ton. Kajian ini mengulas potensi sumber daya perikanan di wilayah Buton Utara sebagai upaya meningkatkan nilai ekonomi dan ketersediaan produk nutrisi berkualitas tinggi. Pengembangan produk perikanan olahan, baik dalam bentuk kering maupun awetan, dapat menjangkau pasar domestik dan internasional melalui penerapan standar keamanan pangan dan regulasi yang berlaku. Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, kelompok nelayan, koperasi, dan organisasi non-profit menjadi kunci untuk merancang program berkelanjutan dan mengatasi hambatan di sektor perikanan. Pendekatan pengelolaan perikanan berkelanjutan, dengan penekanan pada praktik penangkapan selektif dan penentuan jumlah tangkapan optimal — yang dikenal sebagai Optimum Sustainable Yield (OSY) — memastikan keberlanjutan sumber daya laut untuk kesejahteraan masyarakat. Penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) dalam proses pascapanen dapat meningkatkan kualitas produk, memperpanjang masa simpan, serta meningkatkan nilai ekonomi hasil tangkapan, mendukung upaya nasional dalam memperbaiki status gizi dan mendorong kehidupan masyarakat yang lebih sehat dan produktif.
Analisis Kelayakan Air Laut untuk Wisata di Pantai The Legend-Pamekasan Berdasarkan Kelimpahan Bakteri Escherichia coli dan Konsentrasi Bahan Organik Total: Feasibility Analysis of Seawater for Tourism at The Legend Beach-Pamekasan Based on Escherichia coli Abundance and Total Organic Matter Concentration Asih, Eka Nurrahema Ning; Ramadhanti, Annisa; Wicaksono, Ashari
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 16 No. 3 (2024): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v16i3.50823

Abstract

Pantai The Legend-Pamekasan merupakan kawasan wisata yang dikelilingi oleh lima stasiun pemantauan, di mana terdeteksi kontaminasi bakteri Escherichia coli. Bakteri ini dapat berkembang biak dengan cepat di perairan yang memiliki kandungan nutrien yang cukup, terutama bahan organik total. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menilai kelayakan kawasan wisata Pantai The Legend-Pamekasan berdasarkan kelimpahan E. coli serta menganalisis hubungan antara konsentrasi bahan organik total dengan kelimpahan E. coli di lokasi penelitian. Kelimpahan bakteri dianalisis menggunakan metode filtrasi membran berdasarkan standar ISO 9308-1:2014, sedangkan kandungan bahan organik total dianalisis mengacu pada SNI 06-6989.22-2004. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan E. coli di Stasiun 7 (Pantai The Legend-Pamekasan) berada dalam kategori aman sebagai kawasan wisata pantai, dengan nilai 30 CFU/mL. Namun, aktivitas berenang dan snorkeling tidak direkomendasikan di sekitar area pantai, karena Stasiun 1 (muara) dan Stasiun 3 (area pembuangan limbah pencucian ikan) memiliki kelimpahan bakteri yang melebihi ambang batas baku mutu berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 22 Tahun 2021. Analisis statistik menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara konsentrasi bahan organik total terhadap kelimpahan E. coli di seluruh stasiun penelitian (ρ = 0,01; p < 0,05). Hasil penelitian ini menekankan pentingnya pengelolaan limbah di sekitar lokasi untuk mencegah potensi pencemaran lebih lanjut dan menjaga keberlanjutan Pantai The Legend-Pamekasan sebagai destinasi wisata yang aman dan layak.
Estimation of Total Suspended Solids in the Ujung Pangkah Estuary Using Multi-Temporal Sentinel-2 Satellite Imagery: Estimasi Total Padatan Tersuspensi di Muara Ujung Pangkah Menggunakan Citra Satelit Sentinel-2 Multitemporal Istriyani, Ika Kurnia; Hidayah, Zainul; Wiyanto, Dwi Budi
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 16 No. 3 (2024): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v16i3.53244

Abstract

Kehadiran bahan terlarut dalam air berupa TSS berdampak pada sifat optik air laut. Fenomena ini dapat terukur dan bisa diamati dengan menggunakan teknik penginderaan jauh. Untuk memperkirakan konsentrasi TSS menggunakan metode penginderaan jauh, harus digunakan berbagai algoritma untuk mengubah nilai reflektansi piksel menjadi konsentrasi TSS. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengestimasi dan memetakan konsentrasi TSS menggunakan data citra satelit multitemporal Sentinel-2 dan membandingkan beberapa algoritma TSS berdasarkan analisis citra dengan pengukuran lapang. Citra satelit multi temporal Sentinel-2 dari tahun 2020-2022 digunakan untuk penelitian ini. Hasil TSS dari pengolahan citra dibandingkan dengan pengukuran lapangan dari 25 titik pengambilan sampel. Pengukuran di lapangan menunjukkan bahwa rata-rata konsentrasi TSS di wilayah studi berkisar antara 24 dan 127 mg/l. Algoritma Liu dan Budiman menghasilkan estimasi TSS dengan standar deviasi tertinggi, sedangkan data algoritma LEL menunjukkan deviasi lebih kecil. Dalam penelitian ini, algoritma LEL lebih valid untuk memperkirakan TSS in-situ (RMSE = 10.75, MAPE = 3.97% dan R2 model regresi = 0.85).

Filter by Year

2009 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 17 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 17 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 16 No. 3 (2024): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 16 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 16 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 15 No. 3 (2023): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 15 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 15 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 14 No. 3 (2022): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 14 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 14 No. 1 (2022): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 13 No. 3 (2021): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 13 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 13 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 12 No. 3 (2020): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 12 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 12 No. 1 (2020): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 11 No. 3 (2019): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 11 No. 2 (2019): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 11 No. 1 (2019): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 10 No. 3 (2018): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 10 No. 2 (2018): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 10 No. 1 (2018): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 9 No. 2 (2017): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 9 No. 1 (2017): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 8 No. 2 (2016): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 8 No. 1 (2016): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 7 No. 2 (2015): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 7 No. 1 (2015): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 6 No. 2 (2014): Electronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 6 No. 1 (2014): Electronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 5 No. 2 (2013): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 5 No. 1 (2013): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 4 No. 2 (2012): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 4 No. 1 (2012): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 3 No. 2 (2011): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 3 No. 1 (2011): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 2 No. 2 (2010): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 2 No. 1 (2010): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 1 No. 2 (2009): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 1 No. 1 (2009): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis More Issue