cover
Contact Name
Radissa Dzaky Issafira
Contact Email
abdimesin@upnjatim.ac.id
Phone
+6282132355809
Journal Mail Official
abdimesin@upnjatim.ac.id
Editorial Address
JL. Rungkut Madya, Gunung Anyar Kota Surabaya, Jawa Timur
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pengbdian Teknik Mesin
ISSN : -     EISSN : 27761975     DOI : -
Jurnal ini berfokus untuk mempublikasikan jurnal dengan tema Pelayanan komunitas, Pemberdayaan Masyarakat, Akses Sosial; Pelatihan, Pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan; Marketing, agricultural, Ketahanan Pangan Lokal; Teknologi tepat guna, desain, science & technology dan Pengabdian Komunitas Mahasiswa
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 116 Documents
Peningkatan Kualitas Desain dan Foto Produk Sandal Spon Aldiva di Desa Karangrejo Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan Azizah, Zahrotul; Fitrianah, Listin; Purnama, Agus Rachmad
abdimesin Vol. 1 No. 2 (2021): Abdi-mesin
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/abdi-mesin.v1i2.15

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk pelatihan desain dan foto produk guna meningkatkan hasil produksi sandal spon oleh mitra pengrajin sandal spon aldiva yang berlokasi di Desa Karangrejo Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan. Selama ini desain yang dibuat berdasarkan desain dan model sandal dari konsumen. Mitra belum memiliki ciri khas desain dan model sandal sendiri karena sumber daya manusia pada bagian produksi belum memiliki keahlian untuk mengembangkan desain model sandal. Selain itu, hasil foto yang diunggah di media sosial sebagai media pemasaran tergolong biasa sehingga kurang menarik konsumen. Kegiatan ini memakai metode pendekatan kontektual yakni pemateri memaparkan teori terlebih dahulu kemudian dilanjutkan dengan praktek pengambilan foto produk sandal dengan pengambilanangle yang tepat oleh mitra. Hasil yang diperoleh selama pelatihan yaitu peserta antusias dan memperoleh ilmu baru.
Rancangbangun Ekstraktor Madu Dua Tingkat dengan Penggerak Motor Bensin untuk Peternak Lebah di Desa Kandangmas Kabupaten Kudus Hidayat, Taufiq; Utomo, Andy Prasetyo; Nugraha, Fajar
abdimesin Vol. 1 No. 2 (2021): Abdi-mesin
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/abdi-mesin.v1i2.16

Abstract

Madu dikeluarkan/diekstrasi dari sarangnya dengan cara dihancurkan atau dengan menggunakan ekstraktor madu. Madu kemudian biasanya disaring untuk menghilangkan lilin lebah dan kotoran lainnya. Ekstraktor madu adalah alat mekanis yang digunakan dalam ekstraksi madu dari sarang lebah. Ekstraktor madu mengekstrak madu dari sisir madu tanpa merusak sisir. Ekstraktor bekerja dengan gaya sentrifugal. Sebuah drum atau wadah memegang keranjang bingkai yang berputar, melemparkan madu keluar. Ekstraktor yang ada di pasaran maksimal terdiri dari 10 slot kotak sarang yang akan diekstrak. Sistem penggerak yang digunakan sebagian besar adalah secara manual dan menggunakan motor listrik. Tujuan penelitian ini adalah membuat ekstraktor madu dua tingkat dengan penggerak motor bensin. Ekstraktor ini dibuat untuk menaikkan produksi madu dengan lebih banyak slot untuk kotak sarang madu yang akan diekstrak, yaitu sebanyak 16 slot yang terdiri dari 8 slot di atas dan 8 slot di bawahnya. Selain itu juga dengan sistem penggerak motor bensin, alat ini bisa digunakan dimana saja karena tidak memerlukan tenaga listrik. Material yang digunakan adalah stainless steel level foodgrade. Manufaktur alat melalui beberapa macam proses yaitu pengukuran bahan, pemotongan, pembubutan, pengerolan, pengelasan, perakitan, dan finishing. Sistem penggerak utama ekstraktor madu ini adalah motor bensin 6,5 HP. Tetapi juga bisa diputar secara manual menggunakan tangan.
Community Empowerment: Used Cooking Oil Recycle to Produce Handwash Soap as a Commercial Souvenir Product in Surakarta Jawad, Muhammad Abdus Salam; Murti, Restu Hikmah Ayu; Sitogasa, Praditya Sigit Ardisty
abdimesin Vol. 1 No. 2 (2021): Abdi-mesin
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/abdi-mesin.v1i2.19

Abstract

A community service program was held in Surakarta city, in a boarding school named Kanzus Sholawat to solve the cooking oil waste problem. The used oil which locally is alluded to jelantah oil, blackish brown colored, contains exceptionally high levels of cholesterol, carcinogen, and it may cause harm for human wellbeing. Jelantah oil ordinarily will be directly thrown to the environment, hence may cause water and soil contamination. Agreeing to this, it is essential to teach individuals to do minimization and reuse to the utilized oil (jelantah). Besides, the individuals will be prepared to commercialize the items as a souvenir gift item. The jelantah oil will be processed into handwash cleanser products with a feasible, simple, and cheap procedure and utilizing effortlessly obtained material. To start, a 500 ml of used cooking oil is filtered and mixed with 160 grams of NaOH flakes soluted in 200 ml of water. Some drops of fragrance is added to make the soap perfumed. The purpose of this community service is to provide assistance to the Kanzus Sholawat Surakarta Foundation to take the economic value from the oil waste by commercializing the recycle product. The program will be carried out by training and education to handle the jelantah oil into handwash cleanser, and persistent assessment to make sure the Kanzus Sholawat Surakarta students and adjacent community get the optimal benefits. Pre-order sale system using e-commerce is also expected to be implemented by the students, to make this program sustainable.
Alat Tanam Jagung yang Praktis Guna Mempermudah dan Mengurangi Biaya Produksi Kelompok Tani di Dramaga, Bogor, Jawa Barat Saputro, Wiliandi; Lestari, Wahyu Dwi; Edahwati, Luluk; Issafira, Radissa Dzaky; Faizin, Ahmad Khairul; Adyono, Ndaru; Sari, Tria Puspa
abdimesin Vol. 1 No. 2 (2021): Abdi-mesin
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/abdi-mesin.v1i2.20

Abstract

Saat ini jagung menjadi komoditi tanaman pangan yang dibudidayakan oleh kelompok tani di Kecamatan Dramaga, Bogor, Jawa Barat. Pada proses tanam jagung, upah untuk pekerja dan jasa pertanian lainnya adalah komponen biaya produksi paling besar yang harus dikeluarkan para petani per musim tanam untuk satu hektar luas panen jagung. Perbandingannya mencapai 54% dari total biaya produksi yang harus dikeluarkan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya belum adanya suatu alat yang membantu petani dalam proses tanam jagung yang praktis, sehingga diperlukan banyak pekerja dan tenaga dalam prosesnya seperti pembuatan lubang tanam, penjatuhan benih, proses penutupan lubang tanam, serta perataan lubang tanam yang seluruhnya masih dilakukan secara manual. Cara ini dirasa petani membutuhkan banyak tenaga, biaya produksi yang tinggi, serta kurang efisien. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka kami membuat alat tanam jagung yang praktis dan efisien di mana seluruh proses tanam jagung hanya dilakukan menggunakan satu mekanisme kerja pada alat. Dengan menggunakan alat ini membuat Kelompok Tani Jagung di Dramaga, Bogor menjadi sangat terbantu, pekerjaan petani menjadi lebih ringan, kualitas tanam lebih baik dan presisi, waktu yang dibutuhkan menjadi lebih singkat, tenaga yang dibutuhkan menjadi lebih sedikit, serta lebih praktis digunakan sehingga dapat mengurangi biaya produksi (upah pekerja dan biaya produksi lainnya).
Medan Naga (Menanam dan Mengembangkan Tanaman Toga) Guna Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Desa Jatisari Melalui Jamu Kesehatan Kinasih, Putri; Ibrahim, Dimas Septian; Aji, Erlien Aunina Linggar; Sandra, Dinda Agustin; Persada, Tashila Zahra; Nabila, Nurjihan Lutfia; Anas, Muhammad Naufal; Sahda, Renaya Amelta; Setiawan, Rizki; Pratiwi, Septiani Cipta; Asyfiradayati, Rezania
abdimesin Vol. 1 No. 2 (2021): Abdi-mesin
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/abdi-mesin.v1i2.17

Abstract

Pandemi menimbulkan efek domino dari kesehatan ke masalah sosial dan ekonomi, termasuk pelaku usaha. Badan Pusat Statistik telah mencatat laju pertumbuhan ekonomi pada Kuartal I (Januari-Maret) 2020 hanya tumbuh 2,97%. Kegiatan Pengabdian ini dilaksanakan di Desa Jatisari, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan tanaman obat keluarga (TOGA) yang belum dipahami oleh masyarakat dan agar masyarakat setempat lebih bersemangat dalam mengembangkan dan dapat membantu kader dalam kegiatan budidaya tanaman obat keluarga (TOGA). Tanaman obat keluarga (TOGA) merupakan tanaman berkhasiat yang ditanam di lahan pekarangan dan dikelola oleh keluarga dalam rangka memenuhi keperluan keluarga akan obat-obatan tradisional. Pemberdayaan masyarakat di Desa Jatisari dilakukan dengan mengadakan pelatihan pembuatan jamu dan pembangunan taman tanaman obat keluarga (TOGA). Pembangunan taman TOGA (Tanaman Obat Keluarga) dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Metode pelaksanaan terdapat Tahap Persiapan kegiatan PKMM dilakukan melalui dua tahap, yaitu persiapan eksternal dan persiapan internal. Tahap pelaksanaan terdapat 1. Penyuluhan dan Diskusi Terkait Tanaman Obat Keluarga (TOGA) 2. Penyerahan Bibit Tanaman Obat Keluarga (TOGA) 3. Pembangunan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) 4. Pelatihan Pembuatan Jamu. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah masyarakat Desa Jatisari dapat mengetahui dan memahami tentang pemanfaatan tanaman TOGA dan mulai untuk melakukan penanaman TOGA serta dapat mengolah tanaman TOGA menjadi obat atau produk bernilai ekonomi tinggi dalam bentuk minuman.
Pemanfaatan Limbah Organik Kopi Menuju Desa Mandiri Pangan dan Energi Karaman, Novel; Sari, Tria Puspa; Adyono, Ndaru; Lestari, Wahyu Dwi; Issafira, Radissa Dzaky; Faizin, Ahmad Khairul; Saputro, Wiliandi
abdimesin Vol. 1 No. 2 (2021): Abdi-mesin
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/abdi-mesin.v1i2.21

Abstract

Dusun Kuntul Desa Kalipucang Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan merupakan salah satu daerah penghasil kopi. Kurangnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat daerah tersebut untuk mengelolah limbah organik yang dihasilkan dari kopi. Penyuluhan dan sosialisai tentang pemanfaatan limbah organik kopi kepada komunitas masyarakat di daerah tersebut sangat bermanfaat bagi kemandirian desa di bidang pangan dan energi. Metode yang digunakan adalah penyuuhan dan sosialisasi secara langsung kepada komunitas masyarakat, selain itu juga memberikan demonstrasi tantang memodifikasi kompor dan cara pemurnian biogas. Biogas tersebut didapatkan dari proses pembusukan bahan-bahan organik yang dihasilkan dari limbah kopi. Oleh karena itu, masyarakat di daerah tersebut mendapatkan pengetahuan dan keterampilan tentang pengolahan limbah organik menjadi biogas dari kegiatan ini.
Edukasi Pandemi Covid-19 Sebagai Upaya Pencegahan dan Pemutusan Mata Rantai Penularan Covid – 19 di Desa Malangsari Kabupaten Nganjuk Karaman, Novel; Billah, Mu’tasim; Susilowati, Titi; Nurherdiana, Silvana Dwi; Widayanto, Galih Suci; Fitriasari, Rima
abdimesin Vol. 1 No. 2 (2021): Abdi-mesin
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/abdi-mesin.v1i2.22

Abstract

Corona virus Disease-2019 (COVID-19) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus bernama SARS – COV-2 atau yang dikenal dengan VIRUS CORONA. Virus Corona ini menyebabkan infeksi saluran nafas pada manusia mulai dari batuk pilek hingga yang lebih serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Penyebaran virus COVID- 19 meningkat semakin cepat melalui tetesan air liur atau keluar dari hidung ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin. Namun demikian, masih sedikit pemahaman dan kesadaran masyarakat di Desa Malangsari, Kecamatan Tanjung Anom, Kabupaten Nganjuk yang mematuhi protokol kesehatan saat beraktivitas di luar rumah. Oleh karena itu, perlunya peningkatan pemahaman COVID-19 dan pentingnya mematuhi protokol kesehatan dalam upaya pencegahan dan pemutusan mata rantai penularan COVID-19. Kegiatan yang dilakukan dengan metode Edukasi COVID-19 kepada Masyarakat desa Malangsari melalui sosialisasi, penempelan pamflet di tempat umum, penerapan protokol kesehatan, dan media sosial. Dengan demikian, harapan Desa Malangsari terbebas dari virus corona dapat terwujud.
Peningkatan Produktivitas UMKM Melalui Penerapan dan Pelatihan TTG Perajang Aneka Keripik Sebagai Upaya Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Bisono, Rahayu Mekar; Rezika, Wida Yuliar; Salim, Alfi Tranggono Agus; Arrosida, Hanum; Yuwono, Indarto
abdimesin Vol. 2 No. 1 (2022): Abdi-mesin
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/abdi-mesin.v2i1.23

Abstract

Dampak Covid-19 telah melanda Indonesia tidak terkecuali pelaku UMKM serta masyarakat kecil lainnya yang juga bergerak dalam Industri Rumah Tangga (iRT). Salah satu masyarakat terdampak adalah Jumini selaku mitra program PkM yang sedang diusulkan ini. Bergerak dalam bidang jajanan khas Trenggalek, Jumini Telah menggeluti usaha di bidang uni cukup lama. Karena keterbatasan peralatan terlebih dampak Covid-19, usaha mitra masih dalam tahap jalan di tempat. Tujuan jangka panjang yang ingin dicapai dalam program PKM ini adalah mitra dapat tumbuh dan berkembang menjadi UMKM yang sukses. Oleh karena itu, karena mitra dirasa mempunyai kapabilitas untuk berkembang dan dikembangkan, pada kesempatan ini tim pengusul memilih mitra sebagai sasaran program. Target awal yang ingin dicapai dalam program ini adalah mitra mendapatkan perajang aneka keripik yang memadai serta peningkatan kemampuan manajemen usaha. Dengan adanya hal tersebut, diharapkan mitra akan dapat berkembang, dan jika memungkinkan, akan dapat bekerja sama lagi di kesempatan berikutnya, sehingga tujuan jangka panjang yang dicanangkan dapat sama-sama diwujudkan. Untuk merealisasikan hal tersebut, tim pengusul menggunakan metode pendekatan instrumental, dengan langkah awal adalah FGD dan survey di tempat mitra dengan hasil ditemukan permasalahan prioritas mitra serta solusi penyelesaiannya. Solusi yang ditawarkan adalah dengan memberikan teknologi tepat guna perajang aneka keripik yang disertai dengan pelatihan pengoperasian alat serta daily maintenance. Program pengabdian kepada masyarakat ini telah berhasil menyelesaikan beberapa permasalahan yang dialami mitra khususnya dalam aspek produksi bahan baku. Penggunaan TTG perajang aneka keripik dapat meningkatkan efisiensi proses perajangan bahan baku sampai dengan 80%. Selain itu kualitas hasil perajangan juga lebih baik. Selain beberapa faktor produksi, pemahaman mitra terkait teknologi tepat guna perajang aneka keripik juga meningkat. Mitra sudah dapat mengoperasikan TTG perajang aneka keripik meningkat dengan baik. Mitra juga dapat melakukan daily maintenance sendiri. Disamping itu, berjalannya program pengabdian kepada masyarakat ini juga berhasil peningkatan pengetahuan manajemen usaha dan manajemen produksi mitra.
Re-branding UMKM Kelurahan Kedundung Mojokerto Melalui Logo Baru yang Unik dan Menarik Defri, Ifwarisan; Al Furkhon, Arif; Anastasia, Bella Wanda; Saputro, Erwan Adi
abdimesin Vol. 2 No. 1 (2022): Abdi-mesin
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/abdi-mesin.v2i1.24

Abstract

Pandemi Covid-19 menyebabkan banyak masyarakat yang memiliki usaha/bisnis menjadi gulung tikar. Masyarakat dituntut untuk bisa beradaptasi dengan keadaan Covid-19. Adanya suatu upaya dalam memperbaharui atau re-branding bisnis mereka agar menjadi lebih baik dan bisa bertahan di pasar. Selain itu re-branding dapat membangkitkan brand awareness dan brand image produk. Tujuan umum dari program re-branding atau pembuatan logo ini adalah menjadikan UMKM memiliki ciri khas tersendiri dan menjadi pembeda antara sesama UMKM. Dalam hal promosi, konsumen juga dapat dengan mudah untuk mengenali suatu produk. Adanya logo membuat sebuah produk bisnis menjadi menarik dan disukai, hal ini bertujuan agar produk lebih menarik pelanggan. Metode yang digunakan adalah survei lapangan dan survei online melalui media WhatsApp serta diskusi dengan pemilik UMKM. Hasil survei menunjukan bahwa adanya inovasi logo baru membuat para konsumen lebih tertarik membeli dan produk yang melakukan re-branding menjadi lebih mudah dikenali oleh konsumen karena logonya yang unik dan menarik.
Peran Bidang Keilmuan Teknologi Pangan Dalam Upaya Bela Negara Defri, Ifwarisan; Pratiwi, Yunita Satya; Tola, Pardi Sampe
abdimesin Vol. 2 No. 1 (2022): Abdi-mesin
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/abdi-mesin.v2i1.25

Abstract

Bela negara dalam bidang pangan dapat diimplementasikan dengan berbagai cara, misalnya mengonsumsi pangan nusantara atau ikut berkontribusi dalam penelitian, pendidikan dan pengabdian terkait pengembangan produk pangan nasional. Jenis profesi atau kegiatan apapun yang dilakukan yang berdampak pada kemajuan pangan nusantara merupakan wujud sikap bela negara. Pada penyuluhan ini dilakukan survei secara online dengan memanfaatkan media google form, survei melibatkan 123 responden. Responden mengisi kuisioner dengan memberikan jawaban atau pendapat terhadap sejumlah pertanyaan terkait implementasi bela negara dalam bidang teknologi pangan. Hasil survei menunjukkan, 87% responden menilai sangat pentingnya implementasi bela negara dalam bidang teknologi pangan, serta 13% responden menilai penting. 84% responden menilai globalisasi tidak begitu memengaruhi kecintaan terhadap produk pangan nasional, sedangkan 16% responden menilai globalisasi merupakan faktor utama berkurangnya kecintaan terhadap produk pangan nasional. Sebanyak 89% responden setuju dan 11% sangat setuju bahwa mencintai produk pangan nasional merupakan wujud bela negara. Terkait penggunaan produk pangan nasional, 67% responden berpendapat belum sepenuhnya menggunakan produk pangan nasional, sedangan 33% responden berpendapat sudah sepenuhnya menggunakan produk pangan nasional. Berdasarkan survei yang dilakukan dapat disimpulkan responden memiliki pemahaman bahwa bela negara juga dapat diwujudkan dalam bidang pangan dengan cara mencintai dan mengonsumsi produk pangan nasional. Di samping itu, responden menilai globalisasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kecintaan terhadap produk pangan nasional.

Page 5 of 12 | Total Record : 116