cover
Contact Name
Widia
Contact Email
widia.fiska09@gmail.com
Phone
+6285338122355
Journal Mail Official
lutfiaryanto@habi.ac.id
Editorial Address
Jl. Pendidikan STKIP Harapan Bima
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Pendikdas: Jurnal Pendidikan Dasar
Published by STKIP Harapan Bima
ISSN : 27748596     EISSN : 27748979     DOI : 10.36312
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Dasar yang diterbitkan oleh STKIP Harapan Bima dengan periode terbit setiap bulan Mei dan November (dua kali setahun). Jurnal Pendidikan Dasar merupakan jurnal yang memuat didalamnya kajian konseptual dan hasil penelitian Pendidikan Dasar.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 107 Documents
Pengembangan Media Pembelajaran Leaflet Berbasis Augmented Reality untuk Meningkatkan Hasil Belajar pada Materi Ekosistem di SD Devi Apriliya Putri; Aan Widiyono
Pendikdas: Pendidikan Dasar Vol 7, No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/pendikdas.v7i1.1112

Abstract

Perkembangan teknologi dalam pendidikan menuntut pemanfaatan media pembelajaran inovatif untuk mengoptimalkan penguasaan materi dan capaian belajar, terlebih dalam konteks materi yang bersifat abstrak seperti ekosistem di sekolah dasar. Penelitian untuk menghasilkan media pembelajaran leaflet berbantuan Augmented Reality dan mengetahui tingkat kelayakan, kepraktisan, serta keefektifannya. Metode yang diterakan yaitu pendekatan Research and Development dengan menerapkan model ADDIE, terdiri atas tahapan Analyze, Design, Develop, Implement dan Evaluate, subjek penelitian terdiri dari 35 siswa kelas 5 di sekolah dasar. Teknik pengumpulan data memanfaatkan teknik wawancara, angket, lembar validasi, dan instrumen pretest posttest. Data dianalisis menggunakan persentase untuk mengukur kelayakan serta kepraktisan, dan uji Paired Sample T-Test guna menguji keefektifan media. Hasil yang diperoleh mengindikasikan bahwa media ini dikategorikan sangat layak berdasarkan hasil validasi ahli, dengan skor validasi ahli materi (88%), ahli media 1 (92%), dan ahli media 2 (100%). Uji kepraktisan juga dinilai sangat baik, ditunjukkan dengan respons guru 90% dan siswa 92,5%. Disamping itu, hasil belajar siswa memperlihatkan kenaikan pada rata-rata nilai pretest 48,2 menjadi 78,7 pada posttest dengan nilai signifikansi p 0,001. Berdasarkan hal tersebut, media leaflet berbasis Augmented Reality memiliki tingkat keefektifan media pembelajaran kreatif serta interaktif pada materi ekosistem pada kegiatan belajar mengajar IPAS di sekolah dasar.
Hubungan Intensitas Penggunaan Gadget dengan Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar Fitri Fitri; Arwan Arwan; Sri Suryaningsih
Pendikdas: Pendidikan Dasar Vol 7, No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/pendikdas.v7i1.1082

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas penggunaan gadget dengan hasil belajar siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik purposive sampling dengan beberapa kriteria seperti, siswa yang memiliki gadjet dan hasil belajar tinggi, sedang, dan rendah, sehingga sampel sebanyak 30 siswa. Instrumen penelitian berupa angket untuk mengukur intensitas penggunaan gadget. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji normalitas untuk mengetahui distribusi data penelitian. Uji korelasi Pearson Product Moment digunakan untuk mengetahui hubungan antar variabel. Uji signifikansi digunakan untuk mengetahui kekuatan hubungan secara statistik. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif antara intensitas penggunaan gadget dengan hasil belajar siswa. Semakin tinggi intensitas penggunaan gadget maka cenderung semakin rendah hasil belajar siswa. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan gadget perlu dikendalikan pada siswa sekolah dasar. Meskipun demikian, gadget juga dapat memberikan dampak positif jika digunakan secara tepat. Peran orang tua dan guru sangat penting dalam mengarahkan penggunaan gadget. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran siswa.
Pengaruh Model Children Learning in Science (CLIS) Terhadap Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas V SD Sri Rahayu Anugrah; Hilmi Hambali; Nasharuddin Nasharuddin
Pendikdas: Pendidikan Dasar Vol 7, No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/pendikdas.v7i1.1224

Abstract

Pembelajaran IPAS dalam Kurikulum Merdeka menuntut pemahaman konsep yang terintegrasi, namun pada praktiknya masih didominasi oleh metode konvensional yang berpusat pada guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Children Learning in Science (CLIS) terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas V di SD Negeri 54 Batu Leppa Kabupaten Sinjai. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode Pre-Eksperimental menggunakan desain One Group Pretest-Posttest. Subjek penelitian berjumlah 16 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar berupa Pretest dan Posttest, serta dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial yaitu uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai Pretest siswa sebesar 60,94 dan mengalami peningkatan pada nilai Posttest menjadi 85,94, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil Pretest dan Posttest. Berdasarkan uji hipotesis menggunakan uji paired sample t-test, diperoleh hasil bahwa nilai 0,001 0,05 dan nilai t-hitung t-tabel (8,771 2,131). Hal ini membuktikan bahwa model pembelajaran CLIS berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan hasil belajar IPAS siswa kelas V di SD Negeri 54 Batu Leppa Kabupaten Sinjai.
Problematika Administrasi Guru dan Realitas Kognisi Hafalan Al-Qur'an pada Siswa Jenjang SD/MI Novianto Ade Wahyudi; Muhammad Jember Risky; Muhammad Faisal Reza; Ma'mun Hanif; Ahmad Ta'rifin
Pendikdas: Pendidikan Dasar Vol 7, No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/pendikdas.v7i1.1169

Abstract

Artikel ini mengkaji problematika administrasi guru dan keterkaitannya dengan realitas kognisi hafalan Al-Qur’an pada siswa jenjang SD/MI. Melalui pendekatan studi pustaka, kajian ini mensintesis berbagai literatur tentang beban administratif guru, perkembangan kognitif anak, teori beban kognitif, serta strategi pembelajaran tahfidz yang adaptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru PAI/Tahfidz menghadapi tuntutan ganda, yaitu menjalankan fungsi pedagogis sekaligus memenuhi kewajiban administratif berupa penyusunan perangkat ajar, asesmen, pelaporan, supervisi, dan dokumen kurikulum. Beban tersebut berpotensi mengurangi waktu, energi, dan fokus guru dalam memberikan pendampingan hafalan secara personal. Padahal, siswa SD/MI masih berada pada tahap perkembangan kognitif yang membutuhkan arahan bertahap, pengulangan terstruktur, koreksi langsung, suasana emosional aman, serta strategi belajar yang sesuai dengan kapasitas memori kerja dan rentang perhatian. Minimnya interaksi pedagogis dapat meningkatkan beban kognitif, memperlemah retensi hafalan, dan menimbulkan tekanan belajar. Oleh karena itu, penyederhanaan administrasi, penguatan dukungan sekolah, penerapan Student-Centered Learning, scaffolding, muraja’ah terjadwal, serta tutor sebaya diperlukan untuk membangun ekosistem tahfidz yang lebih ramah kognisi anak dan tetap menjaga profesionalisme guru.
Implementasi Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal Bugis Makassar di Kelas IV SD Melati Mukrimah; Kaharuddin Kaharuddin; Nasir Nasir
Pendikdas: Pendidikan Dasar Vol 7, No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/pendikdas.v7i1.1159

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter berbasis kearifan lokal Bugis Makassar serta mengidentifikasi nilai-nilai budaya yang diterapkan dalam membentuk karakter siswa kelas IV SD. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas guru kelas IV sebagai informan utama dan siswa kelas IV sebagai informan pendukung yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan karakter berbasis kearifan lokal Bugis Makassar dilakukan melalui proses pembelajaran, pembiasaan, keteladanan guru, dan interaksi sosial siswa di sekolah. Nilai-nilai yang diterapkan meliputi siri’, pacce, sipakatau, sipakainge, dan sipakalebbi. Penerapan nilai tersebut memberikan dampak positif terhadap perilaku siswa, seperti meningkatnya sikap disiplin, tanggung jawab, sopan santun, saling menghargai, dan kepedulian sosial. Guru memiliki peran penting dalam menanamkan nilai karakter melalui pemberian contoh, nasihat, kerja kelompok, dan pembiasaan dalam kegiatan belajar sehari-hari. Namun, pelaksanaan pendidikan karakter masih menghadapi kendala berupa pengaruh lingkungan luar sekolah dan penggunaan media digital yang memengaruhi perilaku siswa. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam memperkuat pendidikan karakter berbasis budaya lokal secara berkelanjutan.
Pengaruh Supervisi Kepala Sekolah Terhadap Peningkatan Kualitas Mengajar Guru di SDIT El-Ghais Imam Sofian; Muhamad Fajri; Saraturahmiyati Saraturahmiyati; Sarif Syahrudin; Lukman Lukman
Pendikdas: Pendidikan Dasar Vol 7, No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/pendikdas.v7i1.1101

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh supervisi kepala sekolah terhadap peningkatan kualitas mengajar guru. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif jenis penelitian asosiatif yang bertujuan untuk menguji hubungan antara variabel. Populasi sebanyak 28 guru dengan teknik pengambilan sampel jenuh sehingga sampel dalam penelitan ini 28 orang guru. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi kepala sekolah telah dilaksanakan dengan baik, yang ditunjukkan oleh dominannya respon positif dari guru terhadap pelaksanaan supervisi, seperti keteraturan pelaksanaan, pemberian umpan balik yang konstruktif, serta adanya tindak lanjut yang jelas. Selain itu, supervisi juga memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas mengajar guru, yang meliputi kemampuan merencanakan pembelajaran, penggunaan metode yang variatif, pengelolaan kelas yang efektif, peningkatan kepercayaan diri, serta kemampuan dalam menggunakan media dan melakukan evaluasi pembelajaran. Temuan penelitian ini juga menunjukkan bahwa supervisi berkontribusi terhadap peningkatan hasil belajar siswa, meskipun masih terdapat sebagian kecil responden yang memberikan tanggapan netral. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa supervisi kepala sekolah memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kualitas mengajar guru. Oleh karena itu, pelaksanaan supervisi yang sistematis, berkelanjutan, dan kolaboratif perlu terus ditingkatkan guna mendukung peningkatan mutu pendidikan di sekolah.
Pengaruh Pendekatan Pembelajaran Berbasis Lingkungan Terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa Sekolah Dasar Khaliq Aulia Alimin; Ma'ruf Ma'ruf; Nasharuddin Nasharuddin
Pendikdas: Pendidikan Dasar Vol 7, No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/pendikdas.v7i1.1145

Abstract

PISA menunjukkan bahwa literasi sains dan keterampilan proses sains masih rendah di negara berkembang seperti Indonesia. Penelitian ini untuk menguji efektivitas pendekatan pembelajaran berbasis lingkungan dalam meningkatkan keterampilan proses sains (KPS) siswa kelas IV dalam konteks pembelajaran IPAS Kurikulum Merdeka. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen tipe pretest-posttest control group. Sampel penelitian 34 siswa kelas IV SD. Instrumen penelitian berupa tes KPS yang telah divalidasi oleh ahli dan diuji secara empiris, dengan hasil menunjukkan seluruh butir soal valid dan memiliki reliabilitas sangat tinggi (? = 0,937). Analisis data menggunakan uji N-gain dan independent sampel t-test. Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan KPS pada kelas eksperimen berada pada kategori sedang–tinggi (N-Gain = 0,73), lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (N-Gain = 0,31), serta terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok (p = 0,001 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa interaksi langsung dengan lingkungan mampu mengoptimalkan pengembangan KPS sekaligus mengatasi keterbatasan pembelajaran yang berpusat pada guru. Impact temuan ini menunjukkan bahwa integrasi eksplorasi lingkungan berdampak pada peningkatan keterlibatan siswa dalam proses ilmiah dan menjadi solusi atas rendahnya keterampilan proses sains dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar
Desain Prototype Pembangkit Listrik Tenaga Angin Sebagai Media Pembelajaran IPA Siswa Sekolah Dasar Dian Regita Cahyani; Sahidin Sahidin; Sri Astuti; Ainun Jariah; Abi Sofyan; Farhan Farhan; Widia Widia; Ida Kaniawati; Lilik Hasanah; Eka Cahya Prima
Pendikdas: Pendidikan Dasar Vol 7, No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/pendikdas.v7i1.1216

Abstract

Media pembelajaran merupakan salah satu faktor penting untuk mendukung proses pembelajaran yang kreatif, inovatif, kontekstual dan menyenangkan; Penelitian ini bertujuan untuk membuat media pembelajaran IPA untuk siswa sekolah dasar melalui desain prototype pembangkit listrik tenaga angin. Metode yang digunakan Research and Development (RD), dengan tahapan: (1) Analisis kebutuhan pembelajaran IPA di sekolah dasar, (2) perancangan desain dan pembuatan prototype, (3) validasi oleh ahli media dan ahli materi, serta (4) revisi produk berdasarkan saran validator. Instrumen yang digunakan adalah lembar validasi dan angket respon. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, validasi ahli dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prototype pembangkit listrik tenaga angin yang dikembangkan memperoleh nilai 81-92 dengan kategori “Baik” hingga “Sangat Baik” pada aspek fungsi alat, penggunaan bahan, dan tampilan media. Selain itu, laporan proyek yang disusun mahasiswa juga memperoleh nilai 85-91 dengan kategori “Sangat Baik” karena mampu disusun secara sistematis dan ilmiah. Prototype kincir angin yang dikembangkan mampu mendemonstrasikan konsep perubahan energi angin menjadi energi listrik secara sederhana dan aplikatif. Dengan demikian, media pembelajaran yang dikembangkan diharapkan sebagai alternatif media pembelajaran IPA di sekolah dasar untuk meningkatkan pemahaman konsep energi, kreativitas, dan literasi sains siswa.
Efektivitas Model Inkuiri Terbimbing dalam Meningkatkan Literasi Sains Siswa Sekolah Dasar pada Mata Pelajaran IPA Nur Inaya B; Dewi Hikmah Marisda; Nasharuddin Nasharuddin
Pendikdas: Pendidikan Dasar Vol 7, No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/pendikdas.v7i1.1146

Abstract

Hasil PISA 2022 menunjukkan bahwa capaian literasi sains siswa Indonesia mengalami penurunan dan masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap kemampuan literasi sains siswa kelas IV SD Negeri Biringkaloro, khususnya pada materi fotosintesis. Metode yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu (quasi-experiment) dengan desain non-equivalent control group. Sebanyak 74 siswa dilibatkan dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yang terbagi menjadi kelas eksperimen (n=37) dan kelas kontrol (n=37). Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen tes esai berdasarkan indikator literasi sains yang telah memenuhi validitas sangat baik (V = 1) dan memiliki reliabilitas tinggi (? = 0,812). Analisis data menggunakan n-gain dan uji independent sampel t-test. Hasil analisis menunjukkan bahwa kelas eksperimen yang menerapkan inkuiri terbimbing mencapai rata-rata kemampuan literasi sains akhir (posttest) sebesar 85,43, jauh lebih unggul dibandingkan kelas konvensional yang mencapai rata-rata 71,11. Hasil uji independent sample t-test mengonfirmasi adanya perbedaan yang signifikan secara statistik (t = 10,783; p 0,001).  Sehingga, penerapan model inkuiri terbimbing terbukti efektif dalam memfasilitasi peningkatan literasi sains siswa secara signifikan. Temuan ini mengimplikasikan pentingnya transisi menuju pembelajaran sains yang berpusat pada aktivitas investigasi siswa untuk membangun pemahaman saintifik yang bermakna di tingkat sekolah dasar.
Eksplorasi Pengalaman Belajar Mengajar Siswa dan Guru di Lingkungan Sekolah Dasar Putri Aska Amalia; Jupriyanto Jupriyanto
Pendikdas: Pendidikan Dasar Vol 7, No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/pendikdas.v7i1.1158

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman belajar mengajar siswa dan guru di lingkungan SD Islam Hasanuddin 04 Semarang, terutama berkaitan dengan strategi guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan menyenangkan serta respon siswa terhadap pendekatan pembelajaran yang digunakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara terhadap siswa serta guru sebagai informan pendukung. Penelitian dilaksanakan pada 29 Januari sampai 6 Februari 2026 dengan subjek utama 17 siswa. Data dianalisis melalui tahapan kondensasi data, first cycle coding, second cycle coding, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman belajar siswa terbentuk melalui aktivitas mendengarkan penjelasan, mencatat, bertanya, berdiskusi, mengemukakan pendapat, dan belajar mandiri. Hambatan yang muncul meliputi kesulitan memahami materi, kurang fokus, mudah bosan, rasa malu bertanya, takut salah, keterbatasan media, dan kondisi kelas yang kurang kondusif. Guru mengatasi hambatan melalui pengulangan penjelasan, bimbingan tambahan, metode bervariasi, pendekatan kontekstual, penggunaan contoh konkret, dan motivasi belajar. Temuan ini menegaskan bahwa pengalaman belajar yang bermakna memerlukan interaksi positif, strategi adaptif, dan lingkungan kelas yang mendukung.

Page 10 of 11 | Total Record : 107