cover
Contact Name
Elan Jaelani
Contact Email
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Phone
+628157000699
Journal Mail Official
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Editorial Address
CV. Widina Media Utama Komp. Puri Melia Asri Blok C3 No. 17 Kec. Solokan Jeruk Kab. Bandung.
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat : Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Published by CV Widina Media Utama
ISSN : -     EISSN : 28083407     DOI : -
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan adalah jurnal dengan ISSN (2808-3407)Â yang dikelola oleh penerbit widina di bawah badan hukum CV. Widina Media Utama. Mempublikasikan artikel tentang kegiatan pengabdian kepada masyarakat di bidang pendidikan, sosial, pengembangan sumber daya manusia, kesehatan, Hukum, teknologi tepat guna, Pemberdayaan Masyarakat Perdesaan dan UMKM.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 599 Documents
Peningkatan Kualitas Belajar Melalui Kepemimpinan Pembelajaran Berbasis Deep Learning di SMPN 3 Margahayu Mulyanto, Agus; Supriatna, Nana; Erawati, Erna Rostika; Heryati, Tuti; Mulyanah, Uyun
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 3 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i3.1653

Abstract

This community service activity aims to improve teachers' pedagogical competence through understanding and implementing the deep learning approach in the learning process at the Junior High School (SMP) level in Bandung Regency. The problems faced include the low readiness of teachers in implementing deep learning approaches due to limited conceptual understanding and practical skills, as well as the dominance of the lecture method in classroom management. This activity is based on the theory of constructive alignment from Biggs and Tang (2011) and the principles of mindful, meaningful, joyful learning launched by the Ministry of Education and Culture (2024), which emphasizes the importance of conceptual understanding, critical reflection, and active student involvement in learning. The implementation of activities uses a Service Learning approach combined with Participatory Action Research and Community-Based Research, which allows for educational interaction between the service team and teachers as participants. Activities are carried out in the form of face-to-face training and simulation of deep learning-based lesson planning. Evaluation was carried out through pretest and posttest which showed a significant increase from the average score of 68.2 to 88.7, with an average increase of 20.5 points. This result shows the effectiveness of the activity in improving teachers' theoretical and applicative understanding of the deep learning approach. The conclusion of this activity states that training and mentoring in the implementation of deep learning can strengthen the capacity of teachers as reflective, innovative and transformative learning leaders. This activity also makes a real contribution to improving the quality of learning in partner schools, and opens up opportunities for replication of similar activities in other educational units.ABSTRAKKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogis guru melalui pemahaman dan implementasi pendekatan deep learning dalam proses pembelajaran di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Bandung. Permasalahan yang dihadapi meliputi rendahnya kesiapan guru dalam menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam akibat keterbatasan pemahaman konseptual dan keterampilan praktis, serta dominasi metode ceramah dalam pengelolaan kelas. Kegiatan ini dilandasi oleh teori constructive alignment dari Biggs dan Tang (2011) serta prinsip mindful, meaningful, joyful learning yang dicanangkan Kemendikbud (2024), yang menekankan pentingnya pemahaman konseptual, refleksi kritis, dan keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan Service Learning yang dikombinasikan dengan Participatory Action Research dan Community-Based Research, yang memungkinkan terjadinya interaksi edukatif antara tim pengabdi dan guru sebagai peserta. Kegiatan dilakukan dalam bentuk pelatihan tatap muka dan simulasi penyusunan perencanaan pembelajaran berbasis deep learning. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest yang menunjukkan adanya peningkatan signifikan dari nilai rata-rata 68,2 menjadi 88,7, dengan kenaikan rata-rata 20,5 poin. Hasil ini menunjukkan efektivitas kegiatan dalam meningkatkan pemahaman guru secara teoretis maupun aplikatif terhadap pendekatan deep learning. Kesimpulan dari kegiatan ini menyatakan bahwa pelatihan dan pendampingan implementasi pembelajaran mendalam mampu memperkuat kapasitas guru sebagai pemimpin pembelajaran yang reflektif, inovatif, dan transformatif. Kegiatan ini juga memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah mitra, serta membuka peluang replikasi kegiatan serupa di satuan pendidikan lainnya.
Pendidikan Karakter Bagi Siswa Berbasis Kearifan Lokal di SMA Negeri 1 Gorontalo Yunus, Rasid; Kamuli, Sukarman; Midu, Fania Aulya
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 3 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i3.1640

Abstract

This community service is specifically designed to provide character education reinforcement based on local wisdom at State Senior High School (SMAN) 1 Gorontalo. Through a systematic approach consisting of three main phases, namely conceptual preparation, structured implementation, and comprehensive evaluation. The results of the program show encouraging achievements in building a deep understanding of local values while actualizing them in everyday school life. Students not only show a real increase in cultural awareness, but also develop positive characters that are reflected in their behavior. The most prominent aspect is the development of a sense of responsibility towards the school environment and the surrounding community, as well as active participation in various cultural preservation initiatives. Another important finding is the formation of a more collaborative and mutually respectful learning environment among all school residents. Based on the results achieved, this service recommends several strategic steps for further development. First, the need to build closer partnerships between schools and various stakeholders including local governments, cultural communities, and universities. Second, the importance of developing a sustainable mentoring system to ensure deeper internalization of character values. Third, a more comprehensive monitoring and evaluation mechanism needs to be developed to measure the long-term impact of the program. This recommendation is expected to strengthen the role of schools as centers for sustainable local wisdom-based character development.ABSTRAKPengabdian masyarakat ini secara khusus dirancang untuk memberikan penguatan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Gorontalo. Melalui pendekatan sistematis yang terdiri dari tiga fase utama yakni persiapan konseptual, implementasi terstruktur, dan evaluasi komprehensif. Hasil program menunjukkan pencapaian yang menggembirakan dalam membangun pemahaman mendalam tentang nilai-nilai lokal sekaligus mengaktualisasikannya dalam kehidupan sekolah sehari-hari. Peserta didik tidak hanya menunjukkan peningkatan kesadaran budaya yang nyata, tetapi juga mengembangkan karakter positif yang tercermin dalam perilaku mereka. Aspek yang paling menonjol adalah perkembangan sikap tanggung jawab terhadap lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar, serta partisipasi aktif dalam berbagai inisiatif pelestarian budaya. Temuan penting lainnya adalah terbentuknya lingkungan belajar yang lebih kolaboratif dan saling menghargai di antara seluruh warga sekolah. Berdasarkan hasil yang dicapai, pengabdian ini merekomendasikan beberapa langkah strategis untuk pengembangan lebih lanjut. Pertama, perlunya membangun kemitraan yang lebih erat antara sekolah dengan berbagai pemangku kepentingan termasuk pemerintah daerah, komunitas budaya, dan perguruan tinggi. Kedua, pentingnya mengembangkan sistem pendampingan berkelanjutan untuk memastikan internalisasi nilai-nilai karakter yang lebih mendalam. Ketiga, perlu disusun mekanisme monitoring dan evaluasi yang lebih komprehensif untuk mengukur dampak jangka panjang program. Rekomendasi ini diharapkan dapat memperkuat peran sekolah sebagai pusat pengembangan karakter berbasis kearifan lokal yang berkelanjutan.
Membangun Kesadaran Hukum Bagi Siswa di SMA Negeri 4 Gorontalo Mozin, Nopiana; Lukum, Roni; Ongomai, Sa’ban S.
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 3 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i3.1627

Abstract

Indonesia, as a state governed by law, upholds the supremacy of law, equality before the law, and fair law enforcement as its fundamental pillars. However, legal awareness among teenagers, particularly high school students, remains relatively low, as evidenced by the prevalence of bullying, sexual harassment, and traffic violations. This community service activity aimed to enhance students’ legal awareness through a collaborative program involving lecturers and undergraduate students of the Civic Education Study Program at Universitas Negeri Gorontalo, conducted at SMA Negeri 4 Gorontalo and attended by 30 eleventh-grade students. The method employed was a participatory approach, which included interactive legal socialization, group discussions, case simulations, and reflection activities, with evaluation carried out through pre-tests and post-tests. The results showed a significant increase in legal understanding, a decline in deviant behavioral tendencies, and improved student participation in legal issue discussions. The integration of experiential learning with the active involvement of students as equal facilitators created a more egalitarian and contextual legal learning atmosphere for high school students. Experience-based legal education proved effective in instilling legal awareness at the cognitive, affective, and psychomotor levels. Therefore, fostering legal awareness from an early age through participatory methods can serve as a foundation for shaping law-abiding and integrity-driven youth, while also contributing to the realization of a just and orderly society. The continuity of such programs is highly recommended to ensure the consistent internalization of legal values.ABSTRAKIndonesia sebagai negara hukum menempatkan supremasi hukum, kesetaraan di hadapan hukum, dan penegakan hukum yang adil sebagai pilar utamanya. Namun, kesadaran hukum di kalangan remaja, khususnya siswa SMA, masih tergolong rendah, sebagaimana terlihat dari tingginya kasus bullying, pelecehan seksual, hingga pelanggaran lalu lintas. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hukum siswa melalui program kolaboratif dosen dan mahasiswa Prodi S1 PPKn Universitas Negeri Gorontalo yang dilaksanakan di SMA Negeri 4 Gorontalo dan diikuti oleh 30 siswa kelas XI. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif, meliputi sosialisasi interaktif, diskusi kelompok, simulasi kasus, dan refleksi, dengan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman hukum, penurunan kecenderungan terhadap perilaku menyimpang, serta meningkatnya partisipasi aktif siswa dalam diskusi terkait isu-isu hukum. Integrasi pendekatan experiential learning dengan keterlibatan aktif mahasiswa sebagai fasilitator sejajar, yang menciptakan suasana pembelajaran hukum yang lebih egaliter dan kontekstual bagi siswa. Pendidikan hukum berbasis pengalaman langsung terbukti efektif dalam menanamkan kesadaran hukum secara kognitif, afektif, dan psikomotorik. Dengan demikian, pembinaan kesadaran hukum sejak dini melalui pendekatan partisipatif dapat menjadi fondasi membentuk generasi muda yang taat hukum dan berintegritas, sekaligus mendukung terwujudnya masyarakat yang adil dan tertib. Keberlanjutan program serupa sangat dianjurkan guna memastikan internalisasi nilai-nilai hukum secara konsisten.
Sosialisasi Pedoman Gizi Seimbang "Isi Piringku" di Desa Pakuan, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat Bachmida, Elya Antariksana; Afni, Nur; Widyastuti, Sri; Alamsyah, Ahmad; Handayani, Baiq Rien; Handito, Dody; Ariyana, Mutia Devi; Cicilia, Siska; Amaro, Moegiratul; Rahayu, Tri Isti; Sinaga, Yesica Marcelina Romauli; Pawestri, Setyaning; Perdhana, Firman Fajar
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 3 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i3.1628

Abstract

Nutritional issues within the Indonesian society continue to be a major concern for the  government, as they significantly affect public health and the development of human resources in the long term. West Nusa Tenggara is one of the provinces with a malnutrition rate of 5.75% among children in 2022. Pakuan Village is a tourist village in West Lombok Regency, where most of the residents are farmers with abundant natural resources. "Isi Piringku" is a healthy eating guideline that emphasizes balanced nutrition by considering portion sizes and food variety, including staple foods, animal protein, plant-based protein, vegetables, and fruits. The programme  aims to educate the community in Pakuan Village about the importance of consuming balanced and nutritious meals by developing "Isi Piringku" menus as an effort to prevent nutritional problems in the village. The program consisted of preparation, implementation, and evaluation stages, It was conducted on August 15, 2024, from 09:30 to 11:30 WITA, at the Pakuan Village, Narmada Sub-district, West Lombok Regency. The event was attended by 20 participants, the majority of whom were women and members of the local Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Participants were highly enthusiastic and responded positively to this initiative. The results of this activity indicate that participants were highly enthusiasm throughout the session and demonstrated an improved knowledge, as observed throughtheir ability to answer the feedback questions given.. This programme successfully increased the awareness of the people of Pakuan Village regarding the importance of balanced nutrition and how to create an "Isi Piringku" menu. It is hoped that this programme can be carried out sustainably with support from the government and local healthcare professionals to promote a healthy lifestyle within the community.ABSTRAKPermasalahan gizi yang terjadi di tengah masyarakat Indonesia masih menjadi perhatian pemerintah mengingat dampaknya yang luas terhadap kesehatan dan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Nusa Tenggara Barat menjadi salah satu provinsi dengan anak penderita gizi buruk sebesar 5,75% di tahun 2022. Desa Pakuan merupakan salah satu desa wisata di Kabupaten Lombok Barat dimana sebagian besar penduduknya merupakan petani dengan hasil alam yang melimpah. Isi Piringku adalah salah satu pedoman makan sehat yang menekankan pemenuhan gizi seimbang dengan memperhatikan porsi dan variasi makanan, termasuk makanan pokok, lauk hewani, lauk nabati, sayuran, dan buah-buahan. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat di Desa Pakuan tentang pentingnya penerapan pedoman gizi seimbang dengan menyusun menu “Isi piringku” sebagai salah satu upaya untuk mencegah terjadinya masalah gizi di masyarakat desa. Kegiatan pengabdian terdiri dari tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi, dilakukan pada tanggal 15 Agustus 2024 pukul 09.30-11.30 WITA di Aula Balai Desa Pakuan Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan ini diikuti oleh 20 peserta mayoritas perempuan melibatkan anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Pakuan. Hasil dari kegiatan ini adalah peserta sangat antusias   selama kegiatan dan menunjukkan peningkatan pengetahuan yang dinilai melalui observasi  dimana peserta mampu menjawab pertanyaan umpan balik yang diberikan. Kegiatan pengabdian ini berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat Desa Pakuan tentang pentingnya gizi seimbang dan bagaimana menyusun menu “isi piringku”. Diharapkan program ini dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan dukungan dari pemerintah dan tenaga kesehatan setempat untuk menciptakan pola hidup sehat di masyarakat.
Penguatan Kapasitas Pengelolaan Keuangan Bagi Pengurus/Pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) di Desa Sri Kuncoro Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah Irwansyah, Irwansyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 3 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i3.1552

Abstract

The community service activity aimed to enhance the financial management capacity of the administrators/managers of the Village-Owned Enterprises (BUMDes) in Sri Kuncoro Village, Pondok Kelapa District, Central Bengkulu Regency, as well as the preparation of financial reports, such as income statements, balance sheets, and cash flow statements. The methods used included mentoring, training, and simulations in the field of Basic Accounting, with 12 participants who were the administrators/managers of BUMDes, conducted at the office of Sri Kuncoro Village. As a result, the participants were able to improve their ability to manage BUMDes finances more efficiently, accountably, and in accordance with applicable accounting standards. This activity was expected to support the sustainability of BUMDes operations and strengthen the role of BUMDes in empowering the village economy. The training also raised awareness of the importance of transparency in financial management, which could enhance public trust in BUMDes.ABSTRAKKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan keuangan bagi pengurus/pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Sri Kuncoro, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah, serta penyusunan laporan keuangan, seperti laporan laba rugi, neraca, dan arus kas. Metode yang digunakan adalah pendampingan, pelatihan, dan simulasi di bidang Akuntansi Dasar, pesertanya merupakan pengurus/pengelola BUMDes sebanyak 12 orang, dilaksanakan di kantor Desa Sri Kuncoro. Hasilnya, peserta mampu meningkatkan kemampuan dalam mengelola keuangan BUMDes dengan lebih efisien, akuntabel, dan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung keberlanjutan usaha BUMDes dan memperkuat peran BUMDes dalam pemberdayaan ekonomi desa. Pelatihan ini juga membangun kesadaran mengenai pentingnya transparansi dalam pengelolaan keuangan yang dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap BUMDes.
Penyuluhan Pembentukan Peraturan Desa di Desa Labuan, Kecamatan Seram Utara Barat, Kabupaten Maluku Tengah Makaruku, Alfian Reymon; Wattimury, Eivandro
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 6 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v3i6.1755

Abstract

The formation of village regulations is inseparable from the role of the village government and community participation in providing input (aspirations) and participating in village development efforts as well as in the formulation of a village regulation. With this counseling activity, the Labuan Village government and community gained additional knowledge related to the formation of Village Regulations within the scope of Village government. Community participation as a form of participation in improving understanding related to the formation of Village Regulations that have an impact on development. The aim is to increase understanding and legal awareness for the Labuan Village government and its staff and the community. This activity succeeded in increasing legal understanding related to the preparation of village regulations for the village government, BPD, and the community through interactive lecture methods and participatory discussions.ABSTRAKPembentukan peraturan desa tidak terlepas dari peran pemerintah desa dan partisipasi masyarakat dalam memberikan masukan (aspirasi) serta turut serta dalam upaya pembangunan desa maupun dalam perumusan suatu peraturan desa. Dengan adanya kegiatan penyuluhan ini, pemerintah dan masyarakat Desa Labuan memperoleh tambahan pengetahuan terkait dengan pembentukan Peraturan Desa dalam lingkup pemerintahan Desa. Keikutsertaan masyarakat sebagai bentuk partisipasi dalam meningkatkan pemahaman terkait pembentukan Peraturan Desa yang berdampak pada pembangunan. Tujuan meningkatkan pemahaman serta kesadaran hukum bagi pemerintah Desa Labuan dan jajarannya serta masyarakat. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman hukum terkait penyusunan peraturan desa bagi pemerintah desa, BPD, dan masyarakat melalui metode ceramah interaktif dan diskusi partisipatif.
The Social Dynamics of Islamic Philanthropy in Blood Donation: A Case Study in Bulukumba Dinamika Sosial Filantropi Islam dalam Donor Darah: Studi Kasus di Bulukumba Awal, Muh.; Shadra, Yasser Mulla
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 2 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i2.1479

Abstract

This paper outlines the historical background and development of a community service movement initiated by the Government of Bulukumba Regency in the form of a blood donation campaign (sedekah darah) as an expression of social concern for the community. The program adopts the Asset-Based Community Development (ABCD) approach through observation, interviews, and active participation from medical personnel, institutional administrators, and the surrounding community. The primary objective is to assist patients in need of blood transfusions while raising awareness about the importance of blood donation and fostering social philanthropy. The activities are conducted in various locations such as hospitals, government offices, university campuses, and public spaces, in collaboration with the Indonesian Red Cross (PMI) Bulukumba, Baznas Bulukumba, universities across Bulukumba Regency, and other governmental institutions, following hygienic and standardized medical procedures. The results indicate a high level of institutional collaboration, involving 46 institutions and collecting approximately 3,871 bags of blood within 12 months. The novelty of this study lies in the integration of local cultural values, Islamic philanthropic principles, and the ABCD approach within the context of a regional blood donation movement. This contributes both theoretically and practically to the understanding of modern social philanthropy grounded in local wisdom and institutional synergy at the regional level.ABSTRAKTulisan ini menguraikan historisitas dan perkembangan gerakan pengabdian yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Bulukumba dalam bentuk gerakan sedekah darah sebagai wujud kepedulian sosial terhadap masyarakat. Program ini menggunakan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD), dengan metode observasi, wawancara, dan partisipasi aktif dari tenaga medis, pengurus lembaga, dan masyarakat. Tujuan utama kegiatan ini adalah membantu pasien yang membutuhkan transfusi darah sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya donor darah dan nilai filantropi sosial. Kegiatan dilaksanakan di rumah sakit, kantor pemerintah, kampus, dan ruang publik lainnya, bekerja sama dengan PMI Bulukumba, Baznas Bulukumba, perguruan tinggi se-Kabupaten Bulukumba, serta lembaga pemerintah lain, dengan prosedur medis yang higienis dan sesuai standar. Hasil kegiatan menunjukkan kolaborasi aktif dari 46 lembaga dan pengumpulan sekitar 3.871 kantong darah dalam 12 bulan. Novelty dari penelitian ini terletak pada penggabungan antara nilai-nilai lokal, prinsip filantropi Islam, dan pendekatan ABCD dalam konteks gerakan donor darah. Ini memperkuat kontribusi teoritis dan praktis dalam memahami dinamika sosial filantropi modern berbasis kearifan lokal dan sinergi kelembagaan di tingkat daerah.
Peningkatan Kesadaran Masyarakat Terhadap Risiko Hiperglikemia Melalui Edukasi dan Skrining Gula Darah di Negeri Rutong Tamalsir, Dylan; De Lima, Filda V. I.; Triasta, Boy A.; Wakanno, Janet W. S.; Makupiola, Selvya M.
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 3 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i3.1550

Abstract

Hyperglycemia is a condition characterized by elevated blood glucose levels that can progress to diabetes mellitus if not addressed early. Detection and education at the community level are essential strategies for prevention. This community service activity was conducted in Negeri Rutong, Ambon City, involving 84 participants, the majority of whom were woman (63%) and elderly (70%). The method employed was interactive health education combined with random blood glucose screening using a glucometer. Evaluation was conducted observationally through participant involvement in discussions and screening activities. The results showed that 35% of participants had blood glucose levels ?200 mg/dL, and 85% expressed a commitment to adopting a healthier lifestyle. The high level of enthusiasm and participation indicates that a participatory educational approach is effective in increasing public awareness of hyperglycemia risk. Education accompanied by direct screening can serve as a replicable model for the prevention of non-communicable diseases in communities with limited acces to health services.ABSTRAKHiperglikemia adalah kondisi meningkatnya kadar glukosa darah yang dapat berkembang menjadi diabetes melitus jika tidak ditangani secara dini. Deteksi dan edukasi di tingkat komunitas menjadi strategi penting dalam pencegahan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Negeri Rutong, Kota Ambon, dengan melibatkan 84 peserta, mayoritas perempuan (63%) dan lansia (70%). Metode yang digunakan adalah edukasi kesehatan interaktif yang dikombinasikan dengan skrining gula darah sewaktu menggunakan glucometer. Evaluasi dilakukan secara observasional melalui partisipasi dalam diskusi dan keterlibatan peserta dalam proses pemeriksaan. Hasil menunjukan 35% peserta memiliki kadar gula darah ?200 mg/dL, dan 85% menyatakan komitmen untuk menerapkan pola hidup sehat. Tingginya antusiasme dan partisipasi menunjukan bahwa pendekatan edukatif-partisipatif efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap resiko hiperglikemia. Edukasi yang disertai pemeriksaan langsung dapat menjadi model replikatif untuk pencegahan penyakit tidak menular di masyarakat dengan akses terbatas terhadap layanan kesehatan.
Sosialisasi Hukum Perjanjian Utang Piutang dan Konsekuensinya di Desa Palewai Rosnida, Rosnida; Haerani, Yeni; Sari, Patma; Saputra, Ari irawan Wawan; Juliandarine, Andi Rizki
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 3 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i3.1663

Abstract

This research and community service aims to analyze the practice of debt and credit agreements and their legal consequences in the community of Palewai Village, Tanggetada District.  The method used in this article is descriptive qualitative through a socialization approach, direct interviews with creditors and debtors, and analysis of laws and regulations relevant to debt and credit agreements. The results showed that there are still many people who do debt and credit without adequate legal understanding, which risks causing disputes. The practice of financing with fiduciary collateral is also not fully understood by debtors, especially regarding the rights and obligations in this lending and borrowing practice. In addition, the mismatch between the date of receipt of salary and income and the due date is a source of problems. This research and service emphasizes the importance of legal education to the community to increase awareness of legal protection in debt and credit transactions.ABSTRAKPenelitian dan pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis praktik perjanjian utang piutang dan konsekuensi hukumnya dalam masyarakat Desa Palewai, Kecamatan Tanggetada. Metode yang dilakukan pada artikel ini adalah deskriptif kualitatif melalui pendekatan sosialisasi, wawancara langsung dengan kreditur dan debitur, serta analisa terhadap peraturan perundang-undangan yang relevan dengan perjanjian utang piutang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang melakukan utang piutang secara asal tanpa pemahaman hukum yang memadai, yang berisiko menimbulkan sengketa. Praktik pembiayaan dengan jaminan fidusia juga belum sepenuhnya dipahami oleh debitur, khususnya terkait hak dan kewajiban dalam praktek pinjam meminjam ini. Selain itu, ketidak sesuaian antara tanggal penerimaan gaji dan pemasukan dengan tanggal jatuh tempo menjadi sumber masalah. Penelitian sekaligus pengabdian ini menekankan pentingnya edukasi hukum kepada masyarakat meningkatkan kesadaran akan perlindungan hukum dalam transaksi utang piutang.
Menjadi Pemimpin Masa Depan: Pelatihan Komunikasi Efektif di Panti Asuhan Muhammadiyah Sumenep Sa'adah, Siti; Fabri, R. Raditya Wira; Dewabrata, Bondan; Jasuli, Akis; Syakina, Annisa; Rahardjo, Rosnindar Prio Eko
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 3 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v%vi%i.1555

Abstract

The effective communication training at Muhammadiyah Orphanage in Sumenep aims to develop communication skills essential for the children of the orphanage as preparation to become future leaders. In the context of leadership development, communication is a key element in building healthy relationships, enhancing self-confidence, and preparing them to face social challenges. The objective of this activity is to train participants in verbal and nonverbal communication skills, as well as improve public speaking and active listening abilities. The method used in this training incorporates communication theory, complemented by group simulations, role-playing, and skill evaluation through pre-tests and post-tests. The results of the training show a significant improvement in participants' communication abilities, with notable improvements in self-confidence and public speaking skills. The conclusion of this activity is that effective communication training can be an effective tool for developing communication-based leadership, which can help orphanage children lead themselves and others more effectively. This training also provides a strong foundation for future follow-up training programs.ABSTRAKPelatihan komunikasi efektif di Panti Asuhan Muhammadiyah Sumenep bertujuan untuk mengembangkan keterampilan komunikasi yang diperlukan bagi anak-anak panti sebagai bekal untuk menjadi pemimpin masa depan. Dalam konteks pengembangan kepemimpinan, komunikasi menjadi kunci utama dalam membangun hubungan yang sehat, meningkatkan kepercayaan diri, serta mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan sosial. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melatih peserta dalam keterampilan komunikasi verbal dan nonverbal, serta meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum dan mendengarkan aktif. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini melibatkan teori komunikasi efektif, dilengkapi dengan simulasi kelompok, role play, dan evaluasi keterampilan melalui pre-test dan post-test. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan komunikasi peserta, dengan beberapa aspek utama yang diperbaiki termasuk kepercayaan diri dan keterampilan berbicara di depan umum. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pelatihan komunikasi efektif dapat menjadi sarana yang efektif untuk mengembangkan kepemimpinan berbasis komunikasi, yang nantinya dapat membantu anak-anak panti asuhan dalam memimpin dirinya sendiri dan orang lain dengan lebih baik. Pelatihan ini juga memberikan dasar yang kuat untuk program pelatihan lanjutan di masa mendatang.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 2 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 6, No 1 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 4 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 3 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 2 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 1 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 5 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 4 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 3 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 2 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 1 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 6 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 5 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 4 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 3 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 2 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 1 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 6 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 5 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 4 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 3 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 2 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 1 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 1, No 2 (2021): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 1, No 1 (2021): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan More Issue