cover
Contact Name
M Ali Hartono
Contact Email
alihartono17@gmail.com
Phone
+6282285768678
Journal Mail Official
alihartono17@gmail.com
Editorial Address
https://ejournal.polraf.ac.id/index.php/JTS/EditorBoard
Location
Kab. rejang lebong,
Bengkulu
INDONESIA
STATIKA: Jurnal Teknik Sipil
Published by Politeknik Raflesia
ISSN : 22529756     EISSN : 27768538     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Tujuan dan Ruang Lingkup Statika : Jurnal Teknik Sipil merupakan jurnal yang berisikan publikasi hasil penelitian dan kajian di bidang teknik sipil . Adapun fokus dan lingkup jurnal adalah sebagai berikut: Sumberdaya Air Transportasi Struktur Manajemen Rekayasa Konstruksi Manajemen Limbah Cair Irigasi
Articles 44 Documents
ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA DAN WAKTU PENGGUNAAN BEKISTING KONVENSIONAL DAN BEKISTING ALUMINIUM FORMWORK : ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA DAN WAKTU PENGGUNAAN BEKISTING KONVENSIONAL DAN BEKISTING ALUMINIUM FORMWORK Maharani Wijaya, Mutiara; Zhafira , Elian; Rio Prayogi, Galih; Ayu Dwiyana, Putri; Budi Ribowo, Anggarani; Kamila Khanza, Ayu; Febri Miranda, Evan; Rhomianti Putri, Fahira; Gunawan, Raden
STATIKA: Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 2 (2024): STATIKA : JURNAL TEKNIK SIPIL
Publisher : Politeknik Raflesia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53494/jts.v10i2.706

Abstract

Seiring dengan pesatnya perkembangan industri konstruksi, berbagai material berkualitas tinggi mulai banyak digunakan dalam proyek-proyek konstruksi, terutama untuk pekerjaan bekisting pada gedung bertingkat. Oleh karena itu, diperlukan analisis terhadap jenis material yang akan digunakan untuk mencapai efisiensi biaya dan waktu. Pembangunan proyek XYZ memiliki podium 5 lantai yang menggunakan bekisting konvensional, serta tower 43 lantai yang menggunakan bekisting aluminium. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan biaya dan waktu antara penggunaan bekisting konvensional, aluminium, serta kombinasi keduanya. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kuantitatif komparatif. Berdasarkan hasil analisis, anggaran yang dibutuhkan untuk bekisting konvensional adalah Rp27.149.858.086, atau 22% lebih mahal dibandingkan bekisting campuran, dengan durasi pekerjaan 497 hari. Sementara itu, anggaran untuk bekisting aluminium adalah Rp24.251.496, atau 9% lebih mahal dibandingkan bekisting campuran, dengan durasi pekerjaan 126 hari. Durasi pekerjaan dengan bekisting campuran adalah 337 hari. Dengan demikian, penggunaan bekisting campuran lebih hemat biaya dibandingkan bekisting konvensional atau aluminium, dan waktu pengerjaan lebih cepat dibandingkan bekisting konvensional, meskipun tidak secepat aluminium. Hal ini disebabkan oleh kemudahan pemasangan pada metode bekisting aluminium. Sehingga peningkatan kualitas material bekisting dapat meningkatkan efisiensi biaya dan waktu, terutama dalam konstruksi gedung bertingkat.
ANALISIS PENGARUH CAMPURAN AIR TERHADAP PENCAMPURAN SEMEN PADA TANAH: ANALISIS PENGARUH CAMPURAN AIR TERHADAP PENCAMPURAN SEMEN PADA TANAH Rahman Hakim Sitepu, Arif; R. Delfinna; S. Hazizi; CE. Sigalingging; R. Shabirah; A. Salsabila; A. Nurlela; Kurniawan, Rahmat; Saputra, Cahyo Agung; Syuhada, Syahidus; Sajid, Ahmad
STATIKA: Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 2 (2024): STATIKA : JURNAL TEKNIK SIPIL
Publisher : Politeknik Raflesia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53494/jts.v10i2.707

Abstract

Institut Teknologi Sumatera berada di Kabupaten Lampung Selatan termasuk salah satu kabupaten di Provinsi Lampung yang mengalami perkembangan yang cukup pesat. Dapat di lihat dari semakin meningkatnya bangunan infrastruktur pendukung yang dapat memfasilitasi mahasiswa untuk belajar dan berinovasi. Jenis tanah yang cukup banyak ditemui di Kabupaten Lampung Selatan adalah area persawahan, alluvial berawa-rawa yang di tandai dengan lahan sawah yang terbanyak. Permasalahan yang ditimbulkan yaitu tanah tersebut memiliki karakteristik daya dukung yang rendah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk meninjau pengaruh penambahan air yang digunakan pada potensi semen sebagai bahan tambah alternatif untuk menstabilisasi tanah secara kimiawi.
EVALUASI TIME SCHEDULE PROYEK PEMBANGUNAN PENGAMAN PANTAI PULAU TERLUAR RIAU DI DESA DELUK KABUPATEN BENGKALIS: EVALUASI TIME SCHEDULE PROYEK PEMBANGUNAN PENGAMAN PANTAI PULAU TERLUAR RIAU DI DESA DELUK KABUPATEN BENGKALIS Adi Pratama, Syurya; Rinaldi Basri, Doni; Ningrum, Puspa; Agung Saputra, Cahyo; Syuhada, Syahidus; Syaflenedi
STATIKA: Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 2 (2024): STATIKA : JURNAL TEKNIK SIPIL
Publisher : Politeknik Raflesia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53494/jts.v10i2.709

Abstract

Evaluasi time schedule pada proyek pembangunan pengaman pantai pulau terluar provinsi Riau berawal dengan membuat WBS (Work Breakdown Structure) kemudian menghitung ulang durasi pekerjaan, dilanjutkan dengan men-tracking item pekerjaannya pada Microsoft Project. Pada WBS proyek ini diperoleh urutan sub pekerjaaan yang terdiri dari persiapan, mobilisasi, kegiatan K3, pekerjaan cerucuk, pemasangan geotextile, pemasangan batu, dan demobilisasi. Hasil perhitungan ulang durasi pekerjaan pada time schedule proyek diperoleh selama 236 hari. Dimana untuk pekerjaan persiapan selama 16 hari, pekerjaan mobilisasi 21 hari, pekerjaan K3 229 hari, pekerjaan cerucuk 196 hari, pekerjaan geotextile 35 hari, pemasangan batu 115 hari, dan pekerjaan demobilisasi 21 hari. Lintasan kritis dihasilkan dari pengolahan software Microsoft Project pada item pekerjaan persiapan, mobilisasi, pekerjaan cerucuk, pemasangan batu, dan demobilisasi. Hasil tracking yang telah dilakukan dengan Microsoft Project menghasilkan pergeseran durasi penyelesaian pekerjaan yaitu lebih kurang satu bulan dari yang seharusnya dapat diselesaikan. Terdapat perbedaan durasi pengerjaan proyek yaitu dimana durasi pada time schedule awal selama 270 hari, sedangkan pada time schedule yang telah dievaluasi dengan bantuan Microsoft project pekerjaan dapat diselesaikan dengan durasi 236 hari.
ANALISIS PEMANFAATAN TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI AGREGAT HALUS PADA BETON GEOPOLIMER BERBASIS FLY ASH: ANALISIS PEMANFAATAN TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI AGREGAT HALUS PADA BETON GEOPOLIMER BERBASIS FLY ASH Yudi, Ahmad; Melanie Syahri , Sephia; Kirtinanda P; Sinta Aprilia, Ayu; Budi Ribowo, Anggarani
STATIKA: Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 2 (2024): STATIKA : JURNAL TEKNIK SIPIL
Publisher : Politeknik Raflesia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53494/jts.v10i2.710

Abstract

Beton sebagai material konstruksi mengalami peningkatan permintaan dan pada daerah tertentu yang memiliki keterbatasan material untuk mendapatkan material seperti pasir dan semen. Untuk itu limbah tempurung kelapa dapat digunakan sebagai alternatif bahan material untuk campuran beton, karena produksi dari perkebunan kelapa nasional mencapai 2,85 juta ton lebih serta konsumsi kelapa terus meningkat tiap tahunnya. Selain itu dapat memanfaatkan abu terbang (fly ash) sebagai pengganti semen,yang merupakan limbah dari pembakaran batu bara. Tempurung kelapa dapat dimanfaatakan sebagai bahan tambah pada campuran beton dengan harapan menghasilkan beton yang memiliki kuat tekan yang diinginkan dengan cara tempurung kelapa yang sudah melalui pembakaran menjadi arang kemudian dihaluskan. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh tempurung kelapa sebagai agregat halus pada beton geopolimer berbasis abu terbang (fly ash). Metode penelitian pada penelitian ini yaitu eksperimental dalam data kuantitatif. Variasi substitusi tempurung kelapa sebagai agregat halus sebesar 0%, 3%, 5%, dan 7% dari berat agregat serta penggunaan alkali aktivator yaitu NaOH dan Na2SiO3 pada campuran beton geopolimer dengan perbandingan 1:2,5. Benda uji yang digunakan berbentuk silinder dengan ukuran diameter 100 mm dan tinggi 200 mm. Sampel pada tiap variasi berjumlah 3 sampel. Metode curing dilakukan dengan oven yang memiliki suhu sebesar 90°C dalam waktu 24 jam kemudian dengan suhu ruang dan pada umur beton 7 hari akan dilakukan pengujian kuat tekan. Hasil pengujian yang didapatkan yaitu nilai slump 0 mm pada tiap variasi, berat volume optimum didapatkan pada variasi 3% sebesar 2069,43 kg/m3 serta kuat tekan optimum pada variasi 0% sebesar 18,37 MPa.
ANALISA PENGARUH PENGGUNAAAN KERTAS HVS SEBAGAI SUBSTITUSI AGREGAT HALUS PADA CAMPURAN BETON: ANALISA PENGARUH PENGGUNAAAN KERTAS HVS SEBAGAI SUBSTITUSI AGREGAT HALUS PADA CAMPURAN BETON Sinta Aprilia, ayu; Panji Asmara, Rawid; Kirtinanda P; Yudi, Ahmad; Rahman Hakim Sitepu, Arif; Ayu Dwiyana, Putri; Kamila Khanza, Ayu; Maini, Miskar; Catur Marina, Bernaditha
STATIKA: Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 2 (2024): STATIKA : JURNAL TEKNIK SIPIL
Publisher : Politeknik Raflesia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53494/jts.v10i2.712

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengatasi masalah lingkungan akibat limbah kertas sekaligus mencari alternatif material ramah lingkungan dalam konstruksi dengan mengkaji pemanfaatan limbah kertas sebagai subtitusi agregat halus pada beton. Substitusi limbah kertas dilakukan dengan variasi 2%, 5%, dan 7,5%, dan hasil menunjukkan bahwa kuat tekan beton menurun seiring peningkatan substitusi kertas, dengan nilai berturut-turut 20,18 MPa, 19,05 MPa, 18,30 MPa, dan 17 MPa. Penurunan ini terjadi karena kertas menyerap air yang dibutuhkan dalam hidrasi semen. Meskipun demikian, beton dengan substitusi kertas HVS pada variasi yang digunakan masih dapat diaplikasikan untuk beton non-struktural dan struktural ringan. Penggunaan limbah kertas dalam variasi tersebut mampu mengurangi limbah kertas masing-masing sebesar 3,380 kg/m³, 8,449 kg/m³, dan 12,673 kg/m³, serta menawarkan alternatif material yang lebih ramah lingkungan.
ANALISIS DAYA DUKUNG TIANG BOR MENGGUNAKAN METODE EMPIRIK DARI DATA PENGUJIAN SONDIR: ANALISIS DAYA DUKUNG TIANG BOR MENGGUNAKAN METODE EMPIRIK DARI DATA PENGUJIAN SONDIR Rahman Hakim Sitepu, Arif; Riyan Hari Putra; D. Nofria Riska; Kurniawan, Rahmat; Agung Saputra, Cahyo; Syuhada, Syahidus; Hayati, Julita; Tyagita Utami, Erdina
STATIKA: Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 2 (2024): STATIKA : JURNAL TEKNIK SIPIL
Publisher : Politeknik Raflesia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53494/jts.v10i2.714

Abstract

Proyek pembangunan bangunan bertingkat, menggunakan fondasi tiang bor (bore pile) sebagai struktur utama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya dukung fondasi dengan membandingkan metode Meyerhof dan metode Aoki dan De Alencar berdasarkan data hasil uji sondir (Cone Penetration Test). Data sondir dianalisis untuk menentukan nilai qc, tahanan ujung, dan tahanan gesek. Perhitungan daya dukung fondasi dilakukan hingga diperoleh nilai daya dukung ultimit dan daya dukung ijin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Meyerhof menghasilkan daya dukung ultimit sebesar 118,084 ton, lebih tinggi dibandingkan metode Aoki dan De Alencar yang menghasilkan daya dukung sebesar 72,338 ton. Hal ini menunjukkan bahwa metode Meyerhof mempertimbangkan kontribusi tahanan gesek dan tahanan ujung, sedangkan metode Aoki dan De Alencar hanya mempertimbangkan tahanan ujung. Pemilihan metode perhitungan daya dukung fondasi harus disesuaikan dengan kondisi tanah dan kebutuhan struktur untuk memastikan desain yang aman dan efisien.
ANALISIS PENGARUH CAMPURAN AIR TERHADAP PENCAMPURAN GYPSUM PADA TANAH: ANALISIS PENGARUH CAMPURAN AIR TERHADAP PENCAMPURAN GYPSUM PADA TANAH G. Sembiring; R. Sitinjak; YA. Gurning; AJ. Tampubolon; F. Silalahi; ML. Lazuardi; FB. Lestari; R. Delfinna; Rahman Hakim Sitepu, Arif; Kurniawan, rah; Agung Saputra, Cahyo; Syuhada, Syahidus; Kamila Khanza, Ayu
STATIKA: Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 2 (2024): STATIKA : JURNAL TEKNIK SIPIL
Publisher : Politeknik Raflesia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53494/jts.v10i2.715

Abstract

Stabilitas tanah dasar merupakan aspek penting dalam konstruksi infrastruktur, terutama untuk jalan dan fondasi bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh kadar gypsum dan kadar air terhadap stabilitas tanah lempung sebagai material dasar konstruksi. Sampel tanah lempung diambil dari Asrama TB-3 ITERA, Lampung Selatan, dan diuji dengan berbagai kadar gypsum (3%-30%) menggunakan metode pengujian laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan hubungan linier positif antara kadar gypsum dan kadar air, di mana peningkatan kadar gypsum meningkatkan kadar air secara proporsional dari 22,80% hingga 31,18%. Namun, berat isi kering (γd) mencapai puncaknya pada kadar gypsum 15% dan menurun secara signifikan setelahnya. Temuan ini menunjukkan bahwa kadar gypsum optimal dapat meningkatkan kepadatan dan daya dukung tanah, tetapi kadar yang berlebihan justru mengurangi efisiensi stabilisasi.
PERAN KONSULTAN PENGAWAS DALAM MENGANTISIPASI KETERLAMBATAN PEKERJAAN PADA PROYEK PENGAWASAN JALAN SENDAWAR-MARAS PROVINSI BENGKULU DAN ALTERNATIF PENANGANANNYA Sajid, Ahmad
STATIKA: Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 2 (2024): STATIKA : JURNAL TEKNIK SIPIL
Publisher : Politeknik Raflesia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53494/jts.v10i2.581

Abstract

Pembangunan jalan di Indonesia saat ini menjadi prioritas utama dalam Pembangunan Infrastruktur. Konsultan Pengawas merupakan bagian dari struktur Organisasi Proyek pada pelaksanaan pekerjaan konstruksi jalan tersebut. Pada pekerjaan proyek konstruksi biasanya terjadi kendala pada pekerjaan proyek tersebut, baik kendala yang memang sudah diperhitungkan maupun kendala yang di luar perhitungan perencana. Kendala tersebut menjadi penyebab terlambatnya penyelesaian proyek, sehingga proyek tersebut tidak berlangsung sesuai dengan rencana, dalam hal ini pada proyek Pembangunan Jalan Sendawar-Maras Provinsi Bengkulu dimana sering terjadi keterlambatan baik dari segi teknis maupun non teknis. Penulisan Laporan Teknik ini dilakukan sebagai upaya untuk mendapatkan atau mengetahui faktor-faktor utama pendukung yang mempengaruhi keterlambatan. Penelitian ini dilakukan berdasarkan berbagai kajian Pustaka dan hasil studi yang relavan tentang peran Konsultan Pengawas dalam proses pelaksanaan konstruksi serta indikator kinerja konstruksi/construction performance proyek jalan yang diteliti, (Proyek Jalan Sendawar-Maras Provinsi Bengkulu). Metodelogi penelitian menggunakan tahapan proses, mengkaji berbagai isu, kajian pustaka, hasil penelitian yang relavan, identifikasi permasalahan penelitian, mempersiapkan instrument penelitian, menganalisis permasalahan penelitian dan membahas hasil penelitian yang diperoleh. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif, dengan mengkaji berbagai data primer dan sekunder yang dikumpulkan, studi kasus ini menghasilkan identifkasi peran Konsultan Pengawas pada keberhasilan pembangunan proyek nantinya.
ANALISIS RISIKO KECELAKAAN KERJA PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG MENGGUNAKAN METODE BOW TIE ANALYSIS (STUDI KASUS: PROYEK PEMBANGUNAN HOTEL AZANA BANDAR LAMPUNG): ANALISIS RISIKO KECELAKAAN KERJA PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG MENGGUNAKAN METODE BOW TIE ANALYSIS Dharmais, Fajri; Budi Ribowo, Anggarani; Rajiman; Ayu Dwiyana, Putri
STATIKA: Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 1 (2025): Statika: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Politeknik Raflesia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek pembangunan Hotel Azana Bandar Lampung merupakan proyek gedung berlantai 11 yang memiliki potensi risiko kecelakaan kerja tinggi. Identifikasi risiko dilakukan terhadap beberapa faktor, seperti kurang fokusnya pekerja, penggunaan alat berat, area proyek yang tidak bersih, dan rendahnya kesadaran penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis risiko kecelakaan melalui identifikasi risiko, survei lapangan, penilaian tingkat kecelakaan (likelihood index dan severity index), serta penentuan peringkat risiko. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko paling dominan adalah pekerja terjatuh dari ketinggian dengan likelihood index 21% dan severity index 64%, serta putusnya sling crane dengan likelihood index 7% dan severity index 61%. Analisis risiko menggunakan diagram Bow Tie mengungkap bahwa risiko pekerja terjatuh disebabkan oleh kecerobohan pekerja, tidak adanya alat pengaman, fasilitas yang tidak memadai, dan kebersihan lokasi yang buruk, dengan konsekuensi berupa luka ringan, luka berat, atau kematian. Sementara itu, risiko putusnya sling crane dipicu oleh usia alat yang sudah tua, kondisi sling tidak aman, kelebihan beban, cuaca ekstrem, kurang fokusnya operator, dan tidak adanya rambu pengaman, yang berakibat pada luka berat, kematian, atau kerusakan alat berat. Kontrol peristiwa dan faktor eskalasi juga dianalisis untuk memitigasi risiko yang mungkin terjadi.
ANALISA PERBANDINGAN KADAR LUMPUR PASIR DARAT PERMU DAN PASIR TALANG BENIH TERHADAP KUAT TEKAN BETON: ANALISA PERBANDINGAN KADAR LUMPUR PASIR DARAT PERMU DAN PASIR TALANG BENIH TERHADAP KUAT TEKAN BETON Febrianti, weni; Tugiman; R. Gunawan; Aswito, Alit; sajid, Ahmad
STATIKA: Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 1 (2025): Statika: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Politeknik Raflesia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton adalah bahan bangunan yang sering digunakan untuk pembangunan gedung, jalan, dan jembatan. Beton merupakan satu kesatuan yang homogen, beton ini terbuat dari campuran agregat halus (pasir), agregat kasar (krikil), atau beberapa jenis agregat, air, dengan menggunakan semen portland dan semen hidrolik dan ditambahkan bahan kimia atau adiktif. Pasir Permu yang terletak di kabupaten Kepahiang dan pasir Talang Benih yang terletak di kabupaten Rejang Lebong. Pasir ini sering digunakan oleh masyarakat lokal dan daerah setempat untuk bahan campuran beton. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode experimen, untuk mengetahui kuat tekan beton maka peneliti mengunakan tabung silinder ukuran 15 x 30 cm dengan mengunaka pasir Permu dan Talang Benih, kadar lumpur pada pasir darat Permu sebesar 3,58% dan pasir Talang Benih sebesar 3,64% terhadap kuat tekan beton sebagai campuran agregat halus. Metode yang digunakan untuk mengetahui hasil dari penelitian ini dapat dilalui oleh beberapa tahapan, dan experimen ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh kadar lumpur terhadap kuat tekan beton fc 15 Mpa Pengaruh Kadar Lumpur Pasir Talang Benih dan Permu Terhadap Kuat Tekan Beton. tersebut disebabkan oleh kandungan lumpur, pada beton yang berumur 7 hari pengaruh kadar lumpur sudah mulai terlihat. Beton dengan kadar lumpur tinggi akan menunjukan kuat tekan yang lebih rendah dibandingkan dengan beton yang kadar lumpur rendah. Pada umur 14 hari kuat tekan antara beton dengan kadar lumpur tinggi dan rendah akan semakin jelas terlihat pada umur 14 hari dan 28 hari.