cover
Contact Name
Admin Idarah
Contact Email
jurnal.idarah@uika-bogor.ac.id
Phone
+62251-7559354
Journal Mail Official
jurnal.idarah@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
Sekolah Pascasarjana UIKA Gedung Pascasarjana K.H. Sholeh Iskandar Lt. 2 Kampus Universitas Ibn Khaldun Jl. K.H. Sholeh Iskandar Km. 2, Kec. Tanah Sereal, Kota Bogor, Jawa Barat 16164
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education
ISSN : -     EISSN : 27235386     DOI : https://doi.org/10.32832/itjmie
Core Subject : Education, Social,
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education, (2723-5386: online media): is a peer-reviewed scientific periodical journal published by the Master of Islamic Education Study Program at the Postgraduate School of Ibn Khaldun University, Bogor. This journal dedicated to publishing scientific articles in the study of Islamic Education management from different aspects and perspectives. It distributes its articles twice a year, in January and July.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2024)" : 10 Documents clear
Urgensi pendidikan adab dan akhlak di sekolah dasar menuju generasi emas 2045 Frandani, Muhammad; Yuhdi, Yuhdi; Abdul Aziz, Hamdan; Riska, Riska; Irmayanti, Mutia
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v5i2.7263

Abstract

Moral degradation and moral crisis in children seem to be an endless problem. It has been more than 10 years since the establishment of character education as a National Movement to overcome the moral crisis in society. Until now, the practice of intolerance, sexual violence and bullying is still entrenched in children. This even happened in the elementary school environment. The golden generation of 2045, which is projected as a gift for 100 years of Indonesian independence, seems to be still far from expectations. Moreover, the COVID-19 pandemic which for the past two years has hindered the process of strengthening character education for children. The purpose of this study is to analyze the urgency of etiquette and moral education for elementary school age children towards the golden generation of 2045. The method used is a qualitative method with a library research approach. The results of this study indicate that it is very urgent for adab and moral education to be applied to elementary school age children. Where this phase is a golden phase in the formation of human character and character which is expected to later become an important foundation for realizing the 2045 Golden Generation. Abstrak Degradasi moral dan krisis akhlak pada anak seolah menjadi permasalahan yang tidak berujung. Sudah lebih 10 tahun sejak ditetapkannya pendidikan karakter sebagai Gerakan Nasional untuk mengatasi krisis moral di masyarakat. Sampai saat ini, praktik intoleransi, kekerasan seksual dan perundungan masih membudaya pada anak-anak. Bahkan hal tersebut terjadi di lingkungan Sekolah Dasar. Generasi emas 2045 yang diproyeksikan sebagai hadiah 100 tahun kemerdekaan Indonesia agaknya masih jauh dari harapan. Terlebih lagi pandemi COVID-19 yang selama dua tahun belakang menghalangi proses penguatan pendidikan karakter pada anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis urgensi pendidikan adab dan akhlak untuk anak usia SD menuju generasi emas 2045. Adapun metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan adab dan akhlak sangat urgen diterapkan untuk anak usia sekolah dasar. Di mana fase ini adalah fase emas dalam pembentukan karakter dan watak manusia yang diharapkan nantinya menjadi pondasi penting untuk mewujudkan Generasi Emas 2045.
The Problematics of Qur'an Teaching in Singapore's Half-Time Madrasah Tokyan, Muhaimin Bin; Zamsiswaya
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v5i2.16502

Abstract

The half-time madrasah is an outgrowth of the earliest institutions of Islamic learning in Singapore. Half-term madrasah offers religious education for students attending mainstream schools. The half-term madrasa curriculum uses an Islamic religious education model called "Program aLIVE," or Learning Islamic Values Every Day. However, it is observed that students who have the potential to read the Qur'an well and correctly are low. This article tries to explain some of the problems that become obstacles to learning the Qur'an in Madrasah Separuh Masa. The research method used is a type of qualitative research with a literature study approach. The data used is sourced from observation, interviews, and documentation. The results show that there are several challenges that become problematic in the process of teaching the Qur'an at Madrasah Separuh Masa Singapore. First, the lack of learning time, limited human resources, the difficulty of building student motivation, and Qur'an teaching methods. Abstrak Madrasah separuh masa merupakan hasil perkembangan dari institusi pembelajaran agama Islam paling awal di Singapura. Madrasah separuh masa menawarkan pendidikan agama bagi siswa yang mengikuti sekolah umum. Kurikulum madrasah separuh masa menggunakan model Pendidikan Agama Islam yang disebut dengan “Programme aLIVE” atau Learning Islamic Values Every Day. Namun demikian, dari hasil pengamatan didapat hasil bahwa siswa yang berpotensi bisa membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar rendah. Artikel ini mencoba memaparkan beberapa problem yang menjadi kendala dalam pembelajaran Al-Qur’an di Madrasah Separuh Masa. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatifdengan pendekatan studi pustaka. Data yang digunakan bersumber dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa ada beberapa tantangan yang menjadi problematika dalam proses pengajaran al-Qur’an di Madrasah Separuh Masa Singapura. Pertama, kurangnya waktu pembelajaran, keterbatasan sumber daya manusia, sulitnya membangun motivasi siswa, dan metode pengajaran Al-Qur’an.
Value Education in Qur'anic Learning Based on Sab’atu Al-Ahrāf Sinwan, Husaini Bin; Zamsiswaya
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v5i2.16503

Abstract

Sab'atu Al-Ahrāf is a concept of teaching the Qur'an with differences in seven Arabic variations in pronunciation. This concept has been known since the time of the Prophet Muhammad. This difference in qiraat makes the Qur'an so rich in wisdom values, both in a cultural perspective and in a religious perspective. This study aims to integrate value education with Sab'atu Al-Ahrāf-based Qur'an learning. The research method used is a qualitative method, and the type of research is library research that uses a descriptive analysis approach. The results showed that there are three value educations that can be integrated with Sab'atu Al-Ahrāf-based Qur'anic learning, namely moral education, religious education, and socio-cultural education. Moral education includes moral education, character education, ethics education, and value education; religious education includes education about sharia, tawhid, tasawwuf, and tawhid; and socio-cultural education includes education about human relations in the socio-culture of a society. Integralization of the three educations can create a comprehensive understanding and knowledge of the Qur'an and the values associated with it. Abstrak Sab’atu Al-Ahrāf merupakan konsep pengajaran al-Qur’an dengan perbedaan tujuh variasi bahasa Arab dalam pengucapannya. Konsep ini sudah dikenal sejak masa Rasulullah SAW. Perbedaan qiraat ini menjadikan al-Qur’an begitu kaya dengan nilai-nilai kearifan, baik dalam perspektif budaya maupun dalam perspektif agama. Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan pendidikan nilai dengan pembelajaran al-Qur’an berbasis Sab’atu Al-Ahrāf. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan jenis penelitiannya adalah penelitian pustakayang menggunakan pendekatan deskriptif analisis. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa ada tiga pendidikan nilai yang bisa diintegrasikan dengan pembelajaran al-Qur’an berbasis Sab’atu Al-Ahrāf, yaitu pendidikan moral, pendidikan keagamaan, dan pendidikan sosial budaya. Pendidikan moral meliputi meliputi pendidikan akhlak, pendidikan karakter, pendidikan etika, dan pendidikan nilai; Pendidikan keagamaan meliputi pendidikan tentang syariat, tauhid, tasawwuf, dan tawhid; dan Pendidikan sosial budaya meliputi pendidikan tentang hubungan antar manusia dalam sosial budaya sebuah masyarakat. Integralisasi ketiga pendidikan tersebut dapat menciptakan pemahaman dan pengetahuan yang komprehensif tentang Al-Qur’an dan nilai-nilai yang terkait dengannya.
Integration of Science and Religion in Pre-Marital Education Curriculum in Singapore Yunos, Mohamad Yazid bin
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v5i2.16504

Abstract

Pre-marital education in Singapore is a form of government service to help prepare newly married couples to adjust and deal with problems at the beginning of marriage. This program is carried out in a professional manner and is structured according to scientific standards. This study was conducted to see how the concept of pre-marital education is carried out in Singapore, the concept of pre-marital education curriculum for Muslims, and the form of integration of science and religion in the pre-marital education curriculum. The research method used in this study is a qualitative method which produces descriptive data. The main data sources are Muslim brides who participate in educational programs and officers who are involved in pre-marital education programs. The data collection techniques are through observation, interviews, and documentation. The results of the study show that Pre-marital Education in Singapore is packaged in the form of Household Preparation Courses (KPBT) or Marriage Preparation Programs/Courses (MPP/C). This program is carried out professionally by government partner organizations appointed to organize, support and provide everything needed by couples who take part in pre-marital education programs. The ministry that oversees the implementation and registration of marriages is the Ministry of Social and Family Development (MSF). In this case APKIM Resources is the only Muslim organization or institution recognized by the Ministry of Social and Family Development (MSF) to organize the Household Preparation Course. The KPBT curriculum is compiled and determined by the Singapore Islamic Religious Council (MUIS) with the aim, content, process, and evaluation directed at preparing brides-to-be to navigate the flow of change when they step into the household level. The process of implementing pre-marital education involves the integration of knowledge and faith to understand, digest, and implement it. Without these two things, the process will not run optimally. Abstrak Pendidikan Pra Nikah di Singapura merupakan bentuk pelayanan pemerintah untuk membantu mempersiapkan pasangan yang baru menikah untuk menyesuaikan diri dan menghadapi masalah di awal pernikahan. Program ini dilaksanakan secara profesional dan terstruktur sesuai standar keilmuan. Penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana konsep pendidikan pranikah yang dilakukan di Singapura, konsep kurikulum pendidikan pranikah bagi umat Islam, dan bentuk integrasi ilmu dan agama yang ada dalam kurikulum Pendidikan Pra Nikah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang menghasilkan data deskriptif. Sumber data utama adalah calon pengantin muslim yang mengikuti program pendidikan dan petugas yang terlibat dalam program Pendidikan Pra Nikah. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Pra Nikah di Singapura dikemas dalam bentuk Kursus Persiapan Rumah Tangga (KPBT) atau Marriage Preparation Programs/Courses (MPP/C). Program ini dilaksanakan secara profesional oleh organisasi mitra pemerintah yang ditunjuk untuk mengorganisir, mendukung dan menyediakan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh pasangan yang mengikuti program pendidikan pranikah. Kementerian yang membawahi penyelenggaraan dan pencatatan perkawinan adalah Kementerian Sosial dan Pembangunan Keluarga (MSF). Dalam hal ini APKIM Resources adalah satu-satunya organisasi atau lembaga Muslim yang diakui oleh Kementerian Sosial dan Pembangunan Keluarga (MSF) untuk menyelenggarakan Kursus Persiapan Rumah Tangga (KPBT). Kurikulum KPBT disusun dan ditetapkan oleh Majelis Ugama Islam Singapura (MUIS) dengan tujuan, isi, proses, dan evaluasi yang diarahkan untuk mempersiapkan calon pengantin menghadapi arus perubahan ketika mereka melangkah ke tingkat rumah tangga. Proses pelaksanaan pendidikan pranikah melibatkan integrasi ilmu dan iman untuk memahami, mencerna, dan melaksanakannya. Tanpa kedua hal tersebut, proses tidak akan berjalan secara maksimal.
Pengaruh Bimbingan Kelompok Terhadap Minat Belajar Siswa SMP N 3 Lubuk Sikaping Sriwahyuni, Aprima; Yusri, Fadhilla; Afrinaldi; Rahmi, Alfi; Pratama, Andy Riski
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v5i2.16525

Abstract

This research is a pre-experimental research with a one group pre-test and post-test research design. The population in this study was 116 students and a research sample of 8 people was taken, using a purposive sampling technique, sampling based on considerations of student learning boredom. The technique for collecting data in this research is the Likert scale. Meanwhile, the data analysis technique in this research is the Wilcoxon signed rank test method with the help of Statistical Product And Service Solutions (SPSS) version 22. The research results are from the Wilcoxon (Z) value which shows that there is a difference between the pre-test and post-test. From the results of the Wilcoxon test calculation, the asymp sig value (0.012) is obtained, which means it is smaller than <a (a=0.05), which means Ha is accepted and Ho is rejected. From the results of the Wilcoxon test calculations, it can be concluded that there is an increase in students' interest in learning at SMP N 3 Lubuk Suhuing through group tutoring services. Based on the research results, the results of interest in learning before treatment (Pretest) were obtained, namely a mean of 179.12, which is classified as in the medium category. Meanwhile, after the treatment (Posttest), the mean was 201.25, which is classified as high. Pretest and Posttest hypothesis testing, if converted to the Z value then the value is -2.521, the sig or p-value is 0.012 then Ha is accepted Ho is rejected, so there is a difference in students' interest in learning before and after being given treatment, namely group guidance services. This means that group guidance services have an influence on students' interest in learning at SMP N 3 Lubuk Sikaping. Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperimen dengan desain penelitian one group pre-test dan post-test. Populasi pada penelitian ini yaitu 116 siswa dan sampel penelitian sebanyak 8 orang diambil, dengan teknik purposive sampling, pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan dari kejenuhan belajar siswa. Teknik dalam pengumpulan data pada penelitian ini yaitu skala likert. Sedangkan teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu  metode Wilcoxon signed rank test dengan bantuan Statistical Product And Service Solutions (SPSS) versi 22. Hasil penelitian dari nilai Wilcoxon (Z) yang menunjukkan adanya perbedaan antara pre-test dan post-test. Dari hasil perhitungan uji Wilcoxon diperoleh nilai asymp sig (0,012), yang artinya lebih kecil < a (a=0,05)  yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak. Dari hasil perhitungan uji Wilcoxon dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan minat belajar siswa di SMP N 3 Lubuk Sikaping melalui layanan bimbingan kelompok. Beradsarkan hasil penelitian diperoleh hasil minat belajar sebelum perlakuan (Pretest) yaitu mean 179.12 ini tergolong pada kategori sedang. Sedangkan setalah dilakukan perlakuan (Posttest) meannya menjadi 201.25 ini tergolong pada kategori tinggi. Uji hipotesis Pretest dan Posttest, apabila dikonversikan ke nilai Z maka besarnya -2.521, nilai sig atau p-value sebesar 0,012 maka Ha diterima Ho ditolak, sehingga ada perbedaan minat belajar siswa sebelum dan sesudah diberikan perlakuan yaitu layanan bimbingan kelompok. Artinya layanan bimbingan kelompok berpengaruh terhadap minat belajar siswa SMP N 3 Lubuk Sikaping.
IMPLEMENTASI KURIKULUM BERBASIS FITRAH PERSPEKTIF HADIST UNTUK MENGEMBANGKAN SIKAP KEBERAGAMAN PESERTA DIDIK MADRASAH IBTIDAIYYAH Kurniasih, Siti Rohmah; Dirgantini, Siti Rochmah; Maslani
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v5i2.16552

Abstract

Educational institutions are one of the important elements that have a central role in developing students' religious attitudes; therefore, institutions are expected to be able to design appropriate curricula so that they are able to develop the various potentials that students have, including religiousness or religiosity, one of which is by implementing nature-based curriculum in the learning process. The aim of this research is to analyse the implementation of the nature-based curriculum in the learning process at Madrasah Ibtidaiyyah and its effectiveness in developing students' religious attitudes, as well as identify various obstacles and solutions to overcome obstacles related to the implementation of the nature-based curriculum in the learning process. The research method uses qualitative research with a case study type of research. The research data sources were obtained from primary data sources, principals, teachers, and 15 parents of Madrasah Ibtidaiyyah Tarbiyyah Anak Madani students. Meanwhile, secondary data sources come from books, documentation studies, and journal articles that are relevant to the research problem. Data collection techniques are carried out through interviews, observation, questionnaires, and documentation studies. Meanwhile, data analysis involves data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Based on the research results, the results showed that the implementation of a nature-based curriculum was carried out through four learning principles, namely learning based on religious values, literacy-based learning, character-based learning, and life skills-based learning. Through this research, it is hoped that it will be able to contribute to effective learning innovation and improve the religious attitudes of Madrasah Ibtidaiyyah students. Abstrak Lembaga pendidikan sebagai salah satu unsur penting yang memiliki peran sentral dalam mengembangkan sikap keberagamaan peserta didik, oleh karena itu lembaga diharapkan mampu merancang kurikulum yang tepat sehingga mampu mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki peserta didik, termasuk potensi keberagamaan atau religiusitas, salah satunya yaitu dengan mengimplementasikan kurikulum berbasis fitrah dalam proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan kurikulum berbasis fitrah dalam proses pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyyah dan efektivitasnya terhadap perkembangan sikap keberagamaan peserta didik, serta mengidentifikasi berbagai hambatan dan solusi dalam mengatasi hambatan terkait implementasi kurikulum berbasis fitrah dalam proses pembelajaran. Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Sumber data penelitian diperoleh dari sumber data primer yaitu kepala sekolah, guru, dan 15 orang tua peserta didik Madrasah Ibtidaiyyah Tarbiyyah Anak Madani. Sedangkan sumber data sekunder berasal dari buku, studi dokumentasi, dan artikel jurnal yang relevan dengan masalah penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, angket atau kuesioner, dan studi dokumentasi. Sedangkan analisis data dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil bahwa implementasi kurikulum berbasis fitrah dilaksanakan melalui empat prinsip pembelajaran yaitu pembelajaran berbasis nilai-nilai agama, pembelajaran berbasis literasi, pembelajaran berbasis karakter, dan pembelajaran berbasis keterampilan hidup atau life skill. Melalui penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi inovasi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan sikap keberagamaan peserta didik Madrasah Ibtidaiyyah.
Peran Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Meningkatkan Efisiensi Manajemen Sekolah Khumaidi, Ahmad; Mursiyah, Umdatul
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v5i2.16573

Abstract

Implementation of a technologically successful academic management information system in schools has the potential to improve efficiency, effectiveness and the teaching and learning process. The aim of this research is to explore further the implementation of management information systems (MIS) to improve the quality of teaching and learning services. In the educational context, the management and use of MIS is an inseparable part of the teaching and learning process, student registration and other academic activities. MIS can effectively overcome various challenges in education, this shows that computerization technology is progressing. All stakeholders involved in the learning process, including school administrators, administrative staff, teachers, students, and parents, can easily manage information about student achievement and overall school progress using information technology. By using information technology, student learning management can be maximized, not only during class meetings, but also to obtain lesson-related information outside of face-to-face interaction and other school activities. Abstrak Implementasi sistem informasi manajemen akademik yang berbasis teknologi di sekolah memiliki potensi dalam meningkatkan efisiensi, efektivitas serta proses belajar mengajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggali lebih jauh tentang implementasi sistem informasi manajemen (SIM) untuk meningkatkan kualitas layanan pengajaran dan pembelajaran. Dalam konteks pendidikan, pengelolaan dan pemanfaatan SIM merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses belajar-mengajar, pendaftaran siswa, dan kegiatan akademik lainnya. SIM dapat secara efektif mengatasi berbagai tantangan dalam pendidikan, ini menunjukkan bahwa teknologi komputerisasi mengalami kemajuan. Semua pemangku kepentingan yang terlibat dalam proses pembelajaran, termasuk administrator sekolah, staf administrasi, guru, siswa, dan orang tua, dapat dengan mudah mengelola informasi tentang pencapaian siswa dan kemajuan sekolah secara keseluruhan dengan menggunakan teknologi informasi. Dengan menggunakan teknologi informasi, manajemen pembelajaran siswa dapat maksimal, tidak hanya pada saat pertemuan di kelas, akan tetapi juga untuk mendapatkan informasi terkait pelajaran di luar interaksi tatap muka dan kegiatan sekolah lainnya.
PEMANFAATAN APLIKASI E-LEARNING SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN ANAK ADHD Maesaroh, Siti; Sidqia, Fanny; Aprilliantoni
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v5i2.16601

Abstract

One learning media that can be used as a form of information technology development is using e-learning. The aim of this research is to determine whether the use of e-learning application media for children with Attention Deficit Hyperavtivity Disorder (ADHD) in a more effective and efficient way and to make learning more interesting and enjoyable. The research method used is qualitative research with literature study. Based on research results, the use of learning media can be more interesting and effective for use by ADHD children through e-learning application media such as web gamification, quizzes and learning videos. This learning application media can also be a good learning solution because students usually prefer learning that uses interesting media. Abstrak Salah satu media pembelajaran yang dapat dimanfaatkan sebagai bentuk perkembangan teknologi informasi adalah menggunakan e-learning. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan penggunaan media aplikasi e-learning pada anak Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) dengan cara yang lebih efektif dan efisien serta membuat belajar menjadi lebih menarik dan menyenangkan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan studi literatur. Berdasarkan hasil penelitian pemanfaatan media pembelajaran dapat lebih menarik dan efektif digunakan oleh anak ADHD melalui media aplikasi e-learning seperti web gamifikasi, quiziz dan video. Media aplikasi e-learning ini juga dapat menjadi solusi pembelajaran yang baik, karena biasanya siswa lebih menyukai pembelajaran yang menggunakan media yang menarik.
Evaluasi Perubahan Kurikulum 2013 dengan Kurikulum Merdeka di SMAN 3 Bukittinggi Lestari, Kurnia Mira; Zakir, Supratman; Ilmi, Darul; Gusli, Ramadhoni Aulia
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v5i2.16620

Abstract

We need an evaluation of a program so that we can find out what its weaknesses are. One of those programs is a curriculum at an educational institution. The Minister of Education is always making curriculum changes to education in Indonesia. In 2013 has been set by the Minister of Education curriculum 2013 after the minister of education carried out the evaluation of curricula previously and at this time has appeared also curriculums independent in the educational institutions of the curricular evaluation 2013. The research was carried out in SMAN 3 Bukittinggi and using qualitative descriptive methods in which the researchers obtained their sources from the institute as well as from the literature sources of documents, news, books and journals of previous research related to the title that the researcher did. At the moment, SMAN 3 has implemented an independent curriculum after conducting an evaluation of previous curricula implemented by the Minister of Education. Before making changes to the curriculum, the educational institute should do an evaluation first. Abstrak Suatu program sangatlah diperlukan suatu evaluasi agar kita tahu apa kelemahan dari program tersebut. Setelah kita tahu apa kelemahan dari program tersebut kita bisa melakukan inovasi terhadapa program tersebut. Salah satu dari program tersebut yaitu kurikulum di lembaga pendidikan. Menteri pendidikan selalu melakukan perubahan kurikulum terhadap pendidikan di Indonesia. Pada tahun 2013 telah di tetapkan oleh menteri pendidikan yaitu kurikulum 2013 setelah menteri pendidikan melakukan evaluasi kurikulum sebelumnya dan pada saat ini telah muncul juga kurikulum merdeka di lembaga pendidikan dari evaluasi kurikulum 2013. Maka dari itu, kita akan melakukan evaluasi terhadap perubahan kurikulum dari kurikulum 2013 terhadap perubahan kurikulum merdeka pada saat ini. Penelitian ini dilakukan di SMAN 3 Bukittinggi dan menggunakan metode kualitatif deskriptif yang mana peneliti mendapatkan sumbernya dari lembaga tersebut serta dari sumber-sumber literatur baik itu dokumen, berita, buku dan jurnal penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan judul yang peneliti lakukan. Hasil dari penelitian ini yaitu SMAN 3 Bukittinggi telah melakukan evaluasi kurikulum yang telah diterapkan oleh menteri pendidikan. Pada saat ini SMAN 3 telah menerapkan kurikulum merdeka setelah melakukan evaluasi kurikulum sebelumnya yang diterapkan oleh menteri pendidikan. Sebelum melakukan perubahan kurikulum maka lembaga pendidikan ini melakukan evaluasi terlebih dahulu.
Evaluasi Program Pendidikan Islam di MTsN 1 Kota Pariaman Aulia Gusli, Ramadhoni; Zakir, Supratman; Ilmi, Darul; Gusli, Ramadhona Aulia; Lestari, Kurnia Mira; Akhyar, Muaddyl
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v5i2.16621

Abstract

The evaluation of Islamic education programs is entrusted to the school principal, with the aim of achieving the educational goals desired by the institution. However, leaders often do not understand their evaluation functions and methods. This study aims to examine the implementation of educational program evaluation at MTsN 1 Kota Pariaman. The study specifically focuses on three aspects: the principal's responsibilities and limitations, and the structure of program assessment. The research method used is qualitative, using a descriptive approach. Data collection involved the use of observations, interviews, and literature study. Data analysis involved the process of collecting, reducing, presenting, and drawing conclusions from the data. The research findings show that the principal's main responsibilities in evaluating educational programs are to develop an evaluation program, collect information from various sources, assess the assessment results, implement improvements based on the assessment findings involving teachers, students, parents, and promote a positive perception of evaluation as a means of improvement. Program evaluation takes two different forms: normal evaluation and evaluation based on Islamic principles. Challenges include limited resources, time restrictions, and lack of collaboration with external entities. Abstrak Evaluasi program pendidikan Islam dipercayakan kepada kepala sekolah, dengan tujuan mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan oleh lembaga tersebut. Namun, sering kali pemimpin tidak memahami fungsi dan metode evaluasi mereka. Penelitian ini bertujuan untuk memeriksa pelaksanaan evaluasi program pendidikan di MTsN 1 Kota Pariaman. Studi ini secara khusus berfokus pada tiga aspek: tanggung jawab dan batasan kepala sekolah, serta struktur penilaian program. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, menggunakan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data melibatkan penggunaan observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Analisis data melibatkan proses mengumpulkan, mengurangi, menyajikan, dan menarik kesimpulan dari data. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tanggung jawab utama kepala sekolah dalam mengevaluasi program pendidikan adalah untuk mengembangkan program evaluasi, mengumpulkan informasi dari berbagai sumber, menilai hasil penilaian, menerapkan perbaikan berdasarkan temuan penilaian melibatkan guru, siswa, orang tua, dan mempromosikan persepsi positif evaluasi sebagai sarana peningkatan. Evaluasi program mengambil dua bentuk yang berbeda: evaluasi normal dan evaluasi didasarkan pada prinsip-prinsip Islam. Tantangan termasuk keterbatasan sumber daya, pembatasan waktu, dan kurangnya kolaborasi dengan entitas eksternal.

Page 1 of 1 | Total Record : 10