cover
Contact Name
Aria Gusti
Contact Email
ariagusti@ph.unand.ac.id
Phone
+6282173932705
Journal Mail Official
editor.jk3l@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Andalas Jalan Kampus Unand Limau Manis Padang 25613
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan
Published by Universitas Andalas
ISSN : -     EISSN : 27764133     DOI : 10.25077/jk3l
Core Subject : Health,
Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (JK3L) adalah Jurnal ilmiah yang didirikan dan dikelola oleh bagian Keselamatan Kesehatan Kerja dan Kesehatan Lingkungan (K3/Kesling), Jurusan Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Andalas sejak tahun 2020. Terbit dua kali dalam setahun pada bulan Juni dan Desember (e-ISSN: 2776-4133). Sesuai namanya, Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (JK3L) menerima naskah dalam tema umum : 1. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) 2. Kesehatan Lingkungan. 3. Epidemiologi Lingkungan 4. Epidemiologi Kesehatan Kerja
Articles 92 Documents
Analisis Faktor Risiko Dislipidemia Karyawan Kantor PT. X di Jakarta Tahun 2022 Elhaq, Imam Habibi; Ramdhan, Doni Hikmat
Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Vol. 5 No. 1 (2024): Januari - Juni 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jk3l.5.1.76-82.2024

Abstract

ABSTRAK Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan berkala yang dilakukan perusahaan, terdapat trend masalah kesehatan dislipidemia. Dislipidemia ditandai dengan gangguan metabolisme lipid berupa peningkatan kadar kolesterol total, low density lipoprotein (LDL-C), trigliserida, dan atau penurunan high density lipoprotein (HDL-C). Dislipidemia berbahaya karena dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner dan stroke. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko yang berhubungan dengan dislipidemia. Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode potong lintang. Populasi berjumlah 85 orang merupakan responden sehingga tidak menggunakan teknik pengambilan sampel probabilitas. Data yang dilakukan analisis adalah data sekunder. Data usia, jenis kelamin, riwayat penyakit keluarga, gaya hidup, BMI, tekanan darah, dan LDL-C diperoleh melalui hasil pemeriksaan kesehatan pada tahun 2022. Teknik analisis data yang digunakan adalah tabulasi silang dengan menilai estimasi koefisien asosiasi Odd Ratio (OR), uji hipotesis menggunakan Kai Kuadrat dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi kejadian dislipidemia adalah 67,1% dan 2,7 kali lebih besar dari angka prevalensi dislipidemia nasional. Tidak terdapat hubungan bermakna antara faktor risiko dengan kejadian dislipidemia sehingga usia, jenis kelamin, riwayat penyakit, gaya hidup, BMI, dan tekanan darah bukan merupakan faktor risiko kejadian dislipidemia. Promosi kesehatan perlu intensif dilakukan untuk menurunkan prevalensi kejadian dislipidemia karyawan PT.X. Kata Kunci : dislipidemia, faktor risiko, pemeriksaan kesehatan ABSTRACT Based on the results of company’s periodic health examination, there was a trend of dyslipidemia. Dyslipidemia is associated with lipid metabolism disorders of increased levels of total cholesterol, low density lipoprotein (LDL-C), triglycerides, and or decreased high density lipoprotein (HDL-C). Dyslipidemia is dangerous because can increase the risk of coronary heart disease and stroke. The objective of the study is to identify the risk factors associated with dyslipidemia. The design of research is quantitative, cross-sectional. Population of 85 people were respondents so probability sampling techniques does not applied. Data analyzed is secondary data. Age, gender, history of disease, lifestyle, BMI, blood pressure, and LDL-C were obtained by health examination result 2022. Analysis technique was cross tabulation by assessing estimated Odd Ratio association coefficient, hypothesis testing uses Chi Square, confidence level of 95%. The results showed that the prevalence of dyslipidemia was 67.1% and 2.7 times greater than the national dyslipidemia prevalence rate. There is no significant relationship between risk factors and the incidence of dyslipidemia so that age, gender, history of disease, lifestyle, BMI and blood pressure are not risk factors of dyslipidemia. Health promotion to be carried out intensively to reduce the prevalence of dyslipidemia in PT.X. Keywords: dyslipidemia, medical check-up, risk factors
Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Perilaku Penggunaan APD pada Karyawan Bengkel Machining Muhamad, Iqbal; Gumiyarna, Hana; Suhaenah, Een
Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Vol. 5 No. 1 (2024): Januari - Juni 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jk3l.5.1.58-64.2024

Abstract

Keselamatan kerja di bengkel machining sangat penting, dan penggunaan APD menjadi kunci. Tantangan utama adalah kepatuhan karyawan dalam menggunakan APD, yang dapat dipengaruhi oleh tingkat kebisingan lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebisingan dan faktor lain terhadap perilaku penggunaan APD di bengkel machining PT. X untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja karyawan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif untuk mempelajari faktor-faktor yang memengaruhi perilaku penggunaan APD pada 95 karyawan bengkel machining PT. X. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan pengukuran kebisingan dengan dosimeter. Hasil penelitian menunjukkan hubungan signifikan antara pengawasan terhadap penggunaan APD (P-value = 0,000) dengan pengawasan yang tidak optimal oleh perusahaan (65,3%), dan kepatuhan yang rendah (32,6% tidak menggunakan APD). Hubungan yang signifikan juga ditemukan antara kebijakan APD dan perilaku penggunaannya (P-value = 0,016), dengan hanya 48,4% perusahaan memiliki kebijakan yang jelas, mungkin menyebabkan rendahnya kepatuhan. Meskipun tidak signifikan, pengetahuan yang tinggi tentang APD (72,4% karyawan) meningkatkan kesadaran dan kepatuhan, sementara tingkat kebisingan yang rendah (2,1% karyawan bekerja dalam lingkungan berkebisingan  tinggi) menurunkan kepatuhan dalam menggunakan APD. perusahaan perlu meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan APD, mengembangkan kebijakan APD yang jelas, mengurangi tingkat kebisingan, menyelenggarakan pelatihan tentang APD, dan memastikan evaluasi berkelanjutan untuk meningkatkan keselamatan kerja karyawan di bengkel machining PT. X.
Interaksi Pengendara dan Pengguna Jalan pada Keselamatan Pekerja di Area Industri Pengolahan Bijih Mineral Susanto, Arif; Putro, Edi Karyono
Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Vol. 5 No. 1 (2024): Januari - Juni 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jk3l.5.1.48-57.2024

Abstract

Interaksi kendaraan bergerak (pengendara) dan pengguna jalan (pedestrian) memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan angka kecelakaan kerja di area Divisi Concentrating PT Freeport Indonesia (PTFI). Penelitian bertujuan untuk menginterpretasikan kerangka konseptual implementasi keselamatan pekerja pada interaksi pengendara dan pedestrian. Penelitian deskriptif ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan interpretatif. Interprestasi dikembangkan dengan menggunakan data yang ditemukan di lokasi penelitian, yaitu di area industri pengolahan bijih mineral. Penelitian dilakukan pada Januari sampai Februari 2024. Metode observasi digunakan sebagai teknik pengambilan data. Hasil penelitian didapati bahwa dari tiga aspek terkait interaksi pengendara dan pedestrian masih fokus pada faktor jalan/lingkungan dan faktor kendaraan. Pada faktor manusia, kecelakaan kerja yang terjadi akibat interaksi pengendara dan pedestrian paling banyak diakibatkan oleh kelalaian manusia (human error). Upaya pencegahan kecelakaan kerja akibat interaksi pengendara dengan pedestrian, maka disarankan untuk dapat dilakukan audit keselamatan jalan.
Hubungan Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri dan Perilaku Keselamatan Kesehatan Kerja dengan Kinerja Karyawan Erika, Erika; Colia, Edison Sembiring; Ramli, Soehatman; Sugiarto, Sugiarto
Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Vol. 5 No. 1 (2024): Januari - Juni 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jk3l.5.1.65-75.2024

Abstract

Pentingnya penerapan program keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang jadi salah satu hak asas merupakan salah satu usaha didalam peningkatan kinerja karyawan. Menurut data kecelakaan kerja PT. Enam Prakarsajaya Mandiri 2021-2022 terdapat kenaikkan kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kepatuhan penggunaan alat pelindung diri (APD) dan perilaku K3 terhadap kinerja karyawan di PT. Enam Prakarsajaya Mandiri. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh melalui wawancara dan pengisian kuesioner terhadap 123 karyawan tetap dan tidak tetap di PT. Enam Prakarsajaya Mandiri yang dipilih melalui metode purposive sampling dengan menggunakan SPSS 25 untuk mengukur kepatuhan penggunaan APD, Perilaku K3, dan Kinerja karyawan di perusahaan secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan perilaku K3 dan kepatuhan penggunaan APD terhadap kinerja karyawan (r = 0.747). Penelitian ini akan menjadi masukan bagi PT. Enam Prakarsajaya Mandiri untuk terus berkomitmen meningkatkan pelatihan K3 dan kualitas fasilitas untuk mencapai perilaku K3 dan kepatuhan penggunaan APD yang baik. Karena perilaku K3 dan kepatuhan penggunaan APD yang baik yang tinggi akan meningkatkan kinerja karyawan merupakan tiket menuju kesuksesan semua usaha.
Manajemen Risiko Keselamatan di Area Wellpad dan Area Power Plant Pembangkit Tenaga Panas Bumi (PLTP X) Menggunakan Metode HIRARC Yutaro, Muhammad Arif; Roosmini, Dwina
Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Vol. 5 No. 1 (2024): Januari - Juni 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jk3l.5.1.83-92.2024

Abstract

Indonesia memiliki kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) terbesar kedua di dunia mencapai 2.133 MW pada (2020) dan berkontribusi sebesar 3,01% terhadap produksi listrik nasional. PLTP merupakan industri yang memiliki risiko tinggi pada tahapan eksplorasi wellpad, Berdasarkan laporan tahunan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) angka kecelakaan kerja di indonesia sangat tinggi dan terus terjadi peningkatan dari 2016 sebanyak 101.367 kasus hingga pada 2022 mencapai 265.334 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan manajemen risiko keselamatan di area wellpad (ekxplorasi dan ekxploitasi) dan area power plant  dengan mengacu pada metode Hazard Identification, Risk Assessment & Risk Control (HIRARC). Kegiatan diawali dengan penggunaan Job Safety Analysis (JSA) untuk mempermudah identifikasi bahaya sesuai dengan tahapan pekerjaan, lalu selanjutnya adalah risk assessment. Data identifikasi bahaya dari JSA digunakan ke dalam metode HIRARC untuk membuat risk assessment serta merumuskan rekomendasi pengendalian risiko di area wellpad dan area power plant berdasarkan hasil perhitungan dan pemetaan pada risk mapping. Berdasarkan data HIRARC dan kuesioner di dapatkan bahwa area rig project (exploration) merupakan satu satunya yang memiliki hazard dengan kategori tinggi dan memiliki total jumlah hazard terbanyak diikuti area powerplant dan area wellpad (exploitation).
Penilaian Risiko Kegagalan Overhead Crane dengan Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Fishbone Diagram Khairansyah, Mades Darul; Amrullah, Haidar Natsir; Qurratuláini, Nurul Faridah
Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Vol. 5 No. 2 (2024): Juli - Desember 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jk3l.5.2.93-101.2024

Abstract

Overhead crane adalah salah satu jenis pesawat angkat yang digunakan untuk mengangkat dan memindahkan suatu barang pada proses produksi. Penggunaan gantry crane pada perusahan beton di Mojokerto beroperasi selama 24 jam per hari yang dapat menyebabkan kegagalan komponen sehingga menghambat proses produktivitas. Pelaksanaan waktu penelitian dimulai dari bulan November 2023 hingga Juni 2024. Berdasarkan data kegagalan yang dimiliki oleh perusahaan beton diketahui bahwa sebanyak 144 kali pada overhead crane rentang waktu 2021 hingga 2023. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko kegagalan pada overhead crane sehingga dapat mengurangi risiko bahaya yang diakibatkan oleh kegagalan beroperasi. Penggunaan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Fishbone Diagram diperlukan dalam menganalisis kegagalan komponen. Metode FMEA digunakan untuk mengidentifikasi kegagalan dari masing-masing komponen. Pada fishbone diagram untuk menemukan kemungkinan penyebab masalah atau faktor-faktor berdasarkan komponen dengan Risk Priority Number (RPN) tertinggi. Hasil dari analisis FMEA didapatkan bahwa komponen pada overhead crane yang memiliki nilai RPN tertinggi adalah wire rope dengan mode kegagalan wire rope rantas diperoleh nilai RPN sebesar 120. Setelah itu dianalisis lebih lanjut untuk menentukan penyebab kegagalan menggunakan fishbone diagram dan ditemukan 8 faktor yang menjadi akar penyebab wire rope rantas. Faktor-faktor tersebut adalah man, method, machine, materials, measurements, management, maintenance, dan environment.
Status Sanitasi Lingkungan yang Berhubungan dengan Kejadian Dermatistis pada Nelayan Gusti, Aria; Iqbal, Wira
Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Vol. 5 No. 2 (2024): Juli - Desember 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jk3l.5.2.102-110.2024

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status sanitasi lingkungan dengan dermatitis pada keluarga nelayan di wilayah perkotaan. Studi analitik cross-sectional dilakukan dengan partisipasi 100 keluarga nelayan di wilayah perkotaan Kota Padang. Kuesioner digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui informasi demografi, pengalaman dermatitis selama setahun terakhir, dan status sanitasi lingkungan. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan analisis bivariat. Penelitian ini menemukan bahwa 51% keluarga nelayan di Kota Padang mengalami dermatitis, sedangkan 49% tidak mengalami kondisi tersebut. Terdapat hubungan yang signifikan antara sumber air bersih (p=0,05) dan tempat pembuangan sampah (p=0,04) dengan dermatitis. Namun, tidak ada hubungan yang signifikan antara jamban dengan dermatitis (p=0.42) serta fasilitas pembuangan air limbah (p=0.96). Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa sumber air bersih dan pengelolaan sampah mempunyai peranan penting dalam mencegah terjadinya dermatitis, sedangkan faktor-faktor lain seperti jamban dan saluran pembuangan air limbah mungkin dipengaruhi oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Analisis Pengaruh Kinerja Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Dalam Meningkatkan Produktivitas Kinerja di Pelabuhan Patimban Yunanto, Riki Achmad; Purnama, Anggi Widya; Lestiani, Melia Eka
Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Vol. 5 No. 2 (2024): Juli - Desember 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jk3l.5.2.111-121.2024

Abstract

Menurut data kecelakaan kerja Pelabuhan Patimban 2020 – 2023 masih terjadi kecelakaan kerja dan belum mencapai zero accident serta penilaian kinerja karyawan masih belum baik dari tahun ke tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terhadap kinerja karyawan sesuai Pasal 18 ayat 1 UU No. 3 Tahun 1992 bahwa perusahaan harus mengukur tingkat frekuensi, severity, safe t score dengan mengidentifikasi penyebab kecelakaan dan membuat usulan perbaikan. Metode yang digunakan berupa Analisis Regresi Linier Berganda yang digunakan untuk mengetahui pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terhadap kinerja karyawan, Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) yang digunakan untuk mengidentifikasi potensi kegagalan pada aktivitas bongkar muat, dan Fault Tree Analysis (FTA) digunakan untuk mengetahui sumber penyebab kecelakaan kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terhadap kinerja karyawan dengan nilai r sebesar 0,894. Hasil penelitian menunjukkan kecelakaan berpengaruh terhadap produktivitas. Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pelabuhan Patimban dikatakan terlaksana cukup baik. Dari data yang diolah bahwa semakin menurunnya tingkat frekuensi dan tingkat severity akan meningkatkan produktivitas karyawan. Berdasarkan Risk Priority Number (RPN) tertinggi dari 5 aktivitas bongkar muat, digunakan Fault Tree Analysis (FTA) untuk melihat akar permasalahan kecelakaan. Dari Fault Tree Analysis (FTA), dapat diberi usulan perbaikan yaitu melaksanakan safety induction secara rutin dan safety patrol setiap shift.
Penilaian Risiko Postur Kerja dan Perancangan Ulang Stasiun Kerja pada Pekerjaan Marking Sesuai SNI 9011:2021 di Workshop Fabrikasi Baja Amrullah, Haidar Natsir; Pristiwanti, Mareta
Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Vol. 5 No. 2 (2024): Juli - Desember 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jk3l.5.2.122-130.2024

Abstract

Pekerjaan marking merupakan tahapan awal dalam proses fabrikasi baja. Stasiun kerja pada pekerjaan tersebut tidak sesuai sehingga pekerjaan marking dilakukan dengan postur kerja yang tidak ergonomis. Postur kerja yang tidak ergonomis dapat mengakibatkan gejala GOTRAK (gangguan pada otot dan rangka). Hasil survei keluhan gangguan otot dan rangka menunjukkan 60% dari total pekerja marking memiliki keluhan gangguan otot dan rangka dengan tingkat risiko sedang. Keluhan utama yang dirasakan oleh pekerja adalah bagian lutut dan betis karena terdapat posisi kerja jongkok dalam waktu yang lama. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan penilaian risiko postur kerja pada pekerjaan marking sesuai SNI 9011:2021 dan melakukan perancangan ulang stasiun kerja untuk menurunkan tingkat risiko. Hasil penelitian menunjukkan risiko ergonomi pada pekerjaan marking dikategorikan berbahaya berdasarkan SNI 9011:2021 dengan skor total sebesar 11. Pengendalian yang diberikan berupa rancangan ulang meja kerja untuk peletakan plat yang disesuaikan dengan antropometri masyarakat Indonesia. Rancangan ulang meja kerja dapat menurunkan nilai risiko dari 11 menjadi 1 dan dikategorikan aman berdasarkan SNI 9011:2021. Hal tersebut dibuktikan melalui simulasi perbaikan pada fasilitas kerja marking dan penilaian risiko dengan rancangan stasiun kerja baru.
Implemantasi Lock Out dan Tag Out Sebagai Upaya Pencegahan Kecelakaan di PLTU Tanjung Awar-Awar Tuban Rahmania, Aisy; Muzakky, Alfiyan Iqbal; Phuspa, Sisca Mayang
Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Vol. 5 No. 2 (2024): Juli - Desember 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jk3l.5.2.131-140.2024

Abstract

Prosedur pengisolasian energi atau dikenal sebagai Lock Out Tag Out (LOTO) bertujuan untuk mengurangi potensi bahaya yang disebabkan oleh pelepasan energi yang tidak terkontrol dari mesin yang berenergi saat melakukan perbaikan atau perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan sistem penerapan LOTO sebagai upaya pencegahan kecelakaan kerja di PLTU Tanjung Awar-awar Tuban berdasarkan standar OSHA. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode kualitatif dengan mengumpulkan data melalui wawancara melalui lima informan dan observasi lapangan, serta menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa seluruh prosedur LOTO ditujukan untuk mengurangi potensi bahaya akibat pelepasan energi selama proses perbaikan atau perawatan energi yang memerlukan LOTO adalah energi listrik, mekanik, panas, dan kimia. Adapun peralatan LOTO sudah hampir lengkap hanya label atau tagging belum memenuhi standar OSHA yakni belum terbuat dari bahan yang tahan di kondisi lingkungan kerja. Seluruh prosedur LOTO sudah diterapkan dan sesuai dengan standar OSHA sehingga tidak ada kecelakaan kerja akibat pelepasan energi yang tidak terkontrol di PLTU Tanjung Awar-awar Tuban. Perusahaan perlu mengganti label dengan bahan yang lebih tahan lama dan sesuai dengan kondisi di tempat kerja.

Page 7 of 10 | Total Record : 92